[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 15 Part 2

Song Yi tidak bisa menghilangkan nyawa Yoo Jin, ia tidak tega. Tapi Hye In terus memprovokasinya untuk bertahan hidup, menyamakan sebuah film tentang para atlet yang terjatuh di pegunungan andes, mereka bertahan hidup dengan memakan satu sama lain. Sama seperti situasi mereka sekarang, merek orang baik tapi keadaan yang mengharuskan membunuh.

Yoo Jin memukul kepala Hye In dengan palu.

Ia mengakuinya pada Sun Woo, ia tidak ada pilihan lain. Ia melakukannya karena terpaksa. Hyun Joon masuk dan menunjukkan fotonya. Yoo Jin seketika ketakutan.

Setelah mendapat informasi dari Nana  tentang Yeon Hee yang berpotensi menjadi atlet hebat, pernah masuk koran lokal dua kali, namun karena suatu alasan ia tidak bisa lolos kompetisi lebih tinggi lagi di hari Jum’at. NCI dan petugas yang lain menuju ke lokasi.

Mereka menemukan Ji Soo Chul duduk di dalam bersama jasad Hye In. Ia tidak merasa bersalah, Hye In meninggal bukan karenanya.. bahkan ia tidak turun ke bawah sama sekali sebelumnya. Ia hanya coba menunjukkan pada anak-anak itu seperti apa dunia yang sebenarnya, rupanya mereka mirip sekali dengan orangtua mereka.

Ji Soo Chul bersedih dengan keadaannya Yeon Hee yang cidera dan tidak bisa berenang lagi,  ia memohon pada ibunya Song Yi untuk membantunya menjadi saksi.  Ji Soo Chul sedih melihat Yeon Hee murung.

      Sebelum pergi Ji Soo Chul mengatakan sesuatu pada Hyun Joon dan yang lain “Lihat. Bahkan gadis muda seperti itu membunuh teman mereka untuk bisa hidup. Seperti itulah manusia. Kita semua mahluk yang egois. Tidak ada yang perduli bahkan saat hidup seseorang telah hancur.”

Jasad Hye In dimasukkan ke kantung jenasah.

Masing-masing orangtua ditanyai, mereka ditanyai perihal insiden jatuhnya Yeon Hee dan kasusnya.. mereka menceritakannya dengan ketidakpedulian sendiri-sendiri. Ayahnya Hye In mengatakan dulu ia tidak ambil pusing kasusnya karena toh akan kalah juga.. jadi ia menolak membantu, ayahnya Yoo Jin berkata keluarga Yeon Hee yang menyusahkan bisnisnya, ibunya Song Yi yang kedengarannya menyedihkan tapi mengabaikan kesulitan mereka dan cari aman sendiri dulu.

Yoo Min Young: “Lubang kecil menenggelamkan sebuah kapal. dan kejahatan kecil menghancurkan seseorang. Vernon.”

     Nana memasuki ruangan dengan ceria, ia mengajak semuanya nongkrong besok sore. Menurut kalian kenapa?

Nana antusias sekali tapi anggota yang lain tidak mengindahkannya. Han bilang harus mengunjungi ibunya, Min Young bilang ada konferensi pers di pagi hari. Harapan Nana pupus, ia beralih ke Hyun Joon. Hyun Joon meminta maaf, ia sudah ada rencana.

Sun Woo mengabaikannya dan pergi, Nana kesal sekali.

     Nana akhirnya main dart dengan sesenggukan, diumurnya yang 30 tahun ini.. Siapa yang perduli! aku  bisa makan, minum, dan tinggal sendirian! Semua orang sendirian didalam hidup ini.

“Hei, wanita cantik peminum koktail.” Kata Hyun Joon, mereka datang membawakannya kue. Sun Woo membawakannya bunga dan ada kartu ucapannya dari Kapten Kang.

**~~ Criminal Minds ~~**

    Seorang pria tampak gelisah, ia kemudian keluar. Sembari berjalan ia merapalkan

“Hanya hukum publik yang akan menjadi air, dan keadilan akan mengalir seperti kotoran. Hanya hukum publik yang akan menjadi air, dan keadilan akan mengalir seperti kotoran.”

Tangannya tak bisa berhenti diam, seperti mengetik cepat pada keyboard komputer. Dalam taksi yang ditumpanginya pun masih sibuk merapalkannya dengan cepat. Si supir mencoba mengajak pelanggannya mengobrol soal bola, tak mendapatkan tanggapan tapi malah rapalan anehnya sang penumpang.

Di tempat tujuan, sang sopir heran karena daerahnya tidak ada apa-apa. Dengan cepat pria itu menghabisi sopir tersebut.

     NCI menyelidiki kasusnya. Lee Hyun Jae. 41 tahun. Dia dibunuh didalam… taksinya dibawah Jembatan Guwol pagi ini. Irisan yang dalam dari benda tajam ditemukan di lehernya. Dia meninggal akibat kehabisan darah.

Ada yang aneh. Ada sebuah batu didalam telinganya. Jika kau  melihatnya lebih dekat,  kau  bisa melihat bahwa pegangannya rusak. Sepertinya dia memasang pegangannya di batu dan menusukkannya. Apakah itu seperti panah? Dia meletakkan batu untuk membuatnya seperti pisau, dan merusak pegangannya, sehingga dia bisa menusuk… kedalam otak korban. Keanehan lainnya… adalah mata korban yang ditutup. Jika matanya di tutup, itu artinya pelakunya merasa bersalah. Itu tergantung apakah dia menutupinya setelah atau sebelum pembunuhan.

Timjangnim mengatakan.. Ada dua pembunuhan sebelumnya… yang memiliki pola yang sama. Dari informasinya Min Young .. Han Ju Young, 33 tahun. Dia ditemukan seminggu yang lalu didalam apartemen studionya di Hanseo-gu. Dan ini adalah dokter gigi, Kang Joon Suk, 30 tahun. Dia ditemukan 10 hari yang lalu.

Polanya sedikit berbeda, tidak ada keterkaitan antar korban. Lumayan sulit melakukan profiling pada pelaku yang mencari korban secara acak tanpa kesamaan satu sama lain. Hyun Joon dan Sun Woo diperintahkan Timjangnim menuju ke rumah korban.

“Dengan pola pembunuhan yang menunjukkan kecendrungan yang agresif, pembunuhnya biasanya berumur 20-30an.” Ujar Hyun Joon

“Pembunuhnya menargetkan tempat yang sepi, tapi dia melakukan pembunuhan ditengah-tengah pusat kota. Dia bahkan tidak meninggalkan jejak sedikitpun, yang artinya dia sangat cerdas.”

“Iya, pembunuhannya terlihat spontan, tapi sebenarnya direncanakan dengan cermat. Pembunuhnya membawa sebuah senjata. Dan dia menggunakan senjata pembunuh yang sama…  dengan cara yang sama untuk semua pembunuhannya.”

Timjangnim dan yang lain di dalam bus NCI.

Menurut Timjangni fakta bahwa pembunuh menutupi matanya menandakan dua hal. Han menyebut, entah pembunuhnya tidak yakin dengan perbuatannya, atau dia ingin menyembunyikan identitasnya.

Kang Timjangnim yakin korban yang mengemudikan taksinya. Min Young lihat kalau pada penyelidikan awalnya, mereka tidak menemukan sidik jari pembunuhnya didalam mobil.

Di TKP. Setelah mengecek mobilnya, Timjangnim mengatakan kalau pembunuhnya tidak mau identitasnya diketahui, ia menutup matanya agar korban tidak tahu saat membunuh, itu artinya dia merasa bersalah.

“Hanya kereta api cepat yang menuju ke stasiun Guwol pada larut malam. Dan kereta api tidak berhenti sama sekali… di pagi hari saat korban di bunuh.” Kata Han. Min Young menemukan dari catatan GPS, korban dijemput dari Youngsan-dong.

Menurut detektif setempat. Youngsan-dong adalah area gerbang untuk memasuki Seoul dari Gyeonggi Barat. Ada sebuah restoran terkenal disana. Sopir selalu singgah untuk makan… sebelum tugas malam mereka dimulai.

Menurut Timjangnim berarti pelaku sudah memperkirakannya dari awal,

    Sun Woo dan Hyun Joon sampai di TKP, korban lehernya diiris dari meja.. lalu kapak batu dimasukkan. Han Young Ji pasti mencoba melarikan diri tapi langsung tertangkap. Hyun Joon pikir ada beberapa kemungkinan. Pertama, jika kau  menusuk telinga, pisaunya bisa masuk kedalam otak dengan cepat. Pembunuhnya pasti berniat… membunuh gadis itu dengan cara yang tepat. Itu pasti sebuah keharusan.

Dia akan mencoba untuk membunuh lagi… sampai dia yakin… bahwa korbannya meninggal. Merusak pegangannya… terjadi dari waktu ke waktu dalam kasus penusukan didalam penjara.

 Setelah pegangannya rusak, pihak lawan yang sudah kehabisan tenaga, tidak bisa menarik pisau yang sudah masuk cukup dalam. Kau  menyebut bahwa ada beberapa kemungkinan.

Han mengambil sesuatu dari dalam mobil.

“Dua pembunuh berantai terkenal di Amerika, Lawrence Bittaker dan Roy Norris, menusuk otak korbannya dengan es… dan merusak pegangannya. Setelah itu, ada beberapa pembunuh peniru yang sama.”

“Kalau begitu, apakah kau  mengatakan… dia meniru pembunuh berantai asing saat ini” Tanya detektif.

Timjangnim belum bisa menyimpulkannya karena profil pelakunya yang cukup kompleks. Salah seorang detektif bertanya, tap apakah profilnya benar-benar berhasil?

Sun Woo menjelaskan, bahwa melakukan profiling awal hanyalah untuk mengurangi daftar pelaku.

Hyun Joon menambahkan. “Contohnya, jika pembunuhnya menusuk korban lebih dulu, itu artinya dia ingin… mengendalikan situasinya dengan cepat dan lebih efektif.”

“Pembunuhnya mungkin berpikir… dia tidak bisa mengendalikan korban dengan tenaga. Kesalahan paling mudah dilakukan saat menganggap pembunuhan yang menghebohkan… disimpulkan jika pembunuhnya adalah orang yang kuat dan berotot. Memberikan gambaran profil bisa membantah kesalahan itu… dan membuka kemungkinan baru.”

“Secara sederhana, pembunuhnya sepertinya memiliki masalah fisik, seperti badan yang kecil, dan kurang percaya diri.”

Detektif Kim tidak terlalu mengerti apa hubungannya kegiatan profiling dengan penyelidikan. Salah satu rekannya menyelanya, tapi Timjangnim tidak masalah.. ia menjelaskan pasti membingungkan bagi Detektif Kim karena profiling membutuhkan banyak waktu. Tapi aku  yakin ini. Pembunuhan ini… direncanakan dan dikendalikan dengan cermat.

      Disaat yang sama Sun Woo dan Hyun Joon juga masih menjelaskan. Mempertimbangkan pola pembunuhannya, pembunuhnya terkendali dengan ketat.  Mempertimbangkan pola pembunuh yang ditunjukkan pada kita, kau  bisa tahu ini seperti eksekusi… untuk korban.

Han mengatakan. Biasanya, tanda yang muncul dalam kasus pembunuhan berantai… adalah tanda unik yang tidak bisa ditiru oleh siapapun. Dalam hal itu, pelaku yang kita cari melakukan pembunuhan karena… dia ingin memuaskan hasrat didalam dirinya saat melakukan pembunuhan. Si pembunuh  ingin memuaskan hasrat didalam dirinya saat melakukan pembunuhan.Sun Woo berujar hal yang sama seperti Han di tempat lain.

Timjangnim mengatakan bahwa dengan kata lain pembunuh tidak akan berhenti membunuh sampai dia tertangkap. Semua bukti yang ditemukan jangan sampai bocor ke pihak luar.

“Jika gambaran profil kita benar, pembunuhnya akan lebih jauh ditakuti… daripada kebanyakan cerita pembunuh berantai lainnya.” Tukas Hyun Joon

 

Advertisements

2 thoughts on “[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 15 Part 2

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s