[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 15 Part 1

Jika pelaku meninggalkan bukti tas-tas korban di suatu area dengan meninggalkan jejak khusus itu artinya tempat ditemukannya tas memiliki kesan tersendiri bagi pelaku.

Orang tua Lee Yoo Jin bekerja di layanan sewa properti. Ibu Park Song Yi bekerja di pusat panggilan lokal. Ayah Hong Hye In memiliki firma hukum pribadi. Sewa property dan bidang hukum adalah pekerjaan yang bisa menimbulkan masalah pada orang lain tanpa bisa dihindari.

Sun Woo dan Hyun Joon tidak melihat adanya perlawanan gadis-gadis ke pelaku, itu artinya mereka mengikuti pelaku tanpa paksaan. Dipastikan bahwa pelaku mengetahui jadwal mereka dan merupakan orang dalam, jika ia orang luar yang mengintai pasti akan sangat mencurigakan bagi yang lain.

Sudah 3 hari sejak mereka diculik, Timjangnim yakin pasti ketiganya masih hidup. Salah satu korban meninggalkan pesan ke orangtuanya, bahwa ia akan kembali Jum’at. Pelakunya pasti akan mengambil hari H juga karena suatu alasan istimewa.

      Yoo Jin demam jadi ia paling kedinginan dibandingkan yang lain. Salah satunya mengeluhkan bukan cuman Yoo Jin yang lapar dan kedinginan. Mereka mulai saling menyalahkan, harusnya tidak ikut rencana ke kelab diam-diam.

Kemungkinan besar ketiga korban masih hidup, Jum’at nanti pasti pelaku akan melakukan sesuatu. Tidak banyak terjadi penculikan 3 orang sekaligus, penculik disinyalir memiliki dendam pada ketiganya. Yang berarti bukan pembunuhan yang menjadi tujuan utamanya, melainkan dikurungnya merekalah yang paling utama bagi pelaku.

Mereka mungkin masih anak-anak, namun motif dendam tidak bisa dihindari. Mereka harus menilik dari sisi pelakunya, atau dari orangtua korban.

Nana menginfokan kalau tanah atas kepemilikan Nam Taek Jin sampai tahun lalu, Kakek Lee Yoo Jin. Ada mini mart tua di sana, tapi selama proses ada sebuah konflik dengan penyewanya dan membuat mini mart tersebut ditutup.

    Min Young datang, ia memberitahukan kalau ayahnya Hye Im menghilang setelah Min Young menjelaskan kronologi kejadian puterinya menghilang. Tuan Hong mengatakan akan membnuh seseorang, lalu pergi meninggalkannya.

Coach-nim sedang menasehati anak didiknya, tiba-tiba ayahnya Hye In datang menghajarnya. Untungnya petugas datang dan menghentikannya.

    Yoo Jin mulai mengantuk, Song Yi pun bercerita untuk membantu melawan kantuk Yoo Jin. Kau ingat? Lomba kita dulu, kau mengejar sejauh 10 m, pada akhirnya kita menang. Yoo Jin ingat lebih dari itu, ia dulu dipanggil Ratu Yoo Jin karenanya.

Hye In yang berdiri tidak peduli dengan omong kosong keduanya, buat apa itu? Toh kita akan mati. Ia tidak bisa tenang disituasi seperti ini. Song Yi mencoba membuat tenang, tapi Hye In marah-marah dan menyalahkan Yoo Jin.

     Di depan motel, seorang pria menemukan baju bernoda darah didekat pintu. NCI datang mengeceknya, pasti pelaku berusaha membongkar rahasia kelam salah satu orangtua korban, Hyun Joon dan Han menanyakan ke pria itu adakah salah satu orang tua korban yang ada di foto yang ia kenal?

Pria itu tidak asing dengan Tuan Hong ayahnya Hye In.

Sun Woo menginterview Coach-nim, ia menemukan foto-foto dari file komputernya pelatih. Pelatih agak tersinggung karena barangnya digeledah orang lain.

Min Young menanyai ayahnya Hye In, apa alasannya menyerang pelatih? Tuan Hong bilang ia sempat membantunya keluar dari masalah hukum dan membuatnya tetap bisa menjadi pelatih. Mungkin balas dendam padanya.

Hyun Joon datang mengatakan kalau pelatih punya alibi yang kuat dari memancing dengan temannya, justru dihari korban menghilang.. alibi Tuan Hong lah yang tidak jelas. Apa yang ia lakukan di motel?

Pelaku sulit diindeks karena cermat dan teliti, ia sengaja meninggalkan bukti ke hal-hal yang berhubungan dengan orangtua korban. Noda darah di baju ternyata belum diketahui DNA milik siapa.

Jika demikian pastilah ada kesalahan diantara para orangtua korban yang mereka saling tahu satu sama lain, juga diketahui oleh anak-anak mereka. Barangkali suatu kesalahan yang kecil sehingga luput dari pemikiran mereka namun amat berarti mendalam bagi pelaku.

Para orang tua pasti cemas dan saling menuduh, mereka akan memikirkan orang-orang dari masa lalu mereka juga. Dalam keadaan ini mereka perlu ditekan secara psikologis agar bicara.

       Hye In mengajak Song Yi untuk segera menghabisi Yoo Jin sekalian, lagipula menurutnya tanpa mereka melakukan apa-apa.. Yoo Jin akan mati duluan dengan kondisinya sekarang. Song Yi mengelak, ia tidak bisa melakukannya.. kita ini sahabat baik. Hye In mendorongnya lagi lebih keras, apa Song Yi tidak ingat ibunya di rumah yang sedang sakit?

Song Yi mulai gamang, ibunya hanya punya Song Yi seorang.. Song Yi tidak bisa membiarkan ibunya sendirian. Meski ragu akhirnya Song Yi setuju dengan idenya Hye In.  Hye in bicara ke lubang udara di atas, ia bilang ke penculiknya bahwa mereka sudah memutuskan siapa yang akan dibunuh.

Kemudian dua palu dijatuhkan dari atas sana. Yoo Jin terbangun karena suaranya, ia bertanya ada apa?

Hye In menyembunyikan palunya dan bilang tidak ada apa-apa. Yoo Jin tidur lagi,

Hye In sudah mantap dengan tindakan selanjutnya. Song Yi menangis ketakutan.

Ibu Song Yi sedih dengan nasib Song Yi, padahal sudah menantikan kompetisinya bertahun-tahun. Dua hari lagi kompetisinya berlangsung. Ayah dan ibunya Yoo Jin mencemoohnya, apa pentingnya itu sekarang?. Ibunya Song Yi balas mengatakan, lalu apa? Lebih penting uang?. Tuan Hong lalu datang dan membuat suasana makin ramai karena sulutan orangtuanya Yoo Jin. Kakeknya Yoo Jin sudah membuat banyak orang menderita karena permasalahan tanahnya. Mereka lalu saling balas berteriak salah menyalahkan

Hyun Joon, Timjangnim, dan Min Young mengamati mereka dari monitor. Mereka yakin pasti inilah momen yang diingankan si pelakunya. Sesuatu pasti akan muncul, mereka harus menunggu lebih lama lagi.

     keduanya Yi keluar dari tempat mereka dikurung.

Ayahnya Hye In mengingatkan berapa banyak orang yang sakit hati karena perlakuan sewa tanahnya keluarganya Yoo Jin, pasti mereka jadi angkuh begini karena kaya. Mereka saling menarik kerah, Hyun Joon menyuruh mereka berhenti.

Keduanya dibawa oleh sebuah mobil.

     Sun Woo dan Hyun Joon menjelaskan bahwa pelakunya mengenal para orangtua korban dengan baik. Sengaja membiarkan mereka saling mengungkapkan rahasia dan saling menuduh kesalahan di masa lalu.

Timjangnim yang masih mengawasi di ruang monitor meminta Min Young mencari info tentang Tuan Hong apakah pernah mengambil kasus yang berhubungan dengan property ayahnya Yoo Jin?

      Keduanya sampai di suatu tempat, ponsel mereka dikembalikan.

Sun Woo dan Hyun Joon ingin para orangtua untuk memikirkan kira-kira siapa pelakunya. Nana menghubungi Hyun Joo, mengabarkan ponselnya Song Yi yang aktif kembali. Lokasinya dalam jarak 500 m dari kantor kepolisian Halleung.

Hanya da dua gadis, Timjangnim ingin Hyun Joon menghentikan para orangtua  jangan sampai tahu kalau yang ada hanya 2 gadis.

Hyun Joon dan petugas yang lain menghadang para orangtua. Timjangnim, Min Young, dan Han mendekati kedua korban yang selamat.

Min Young memeluk salah satunya. Timjangnim bertanya di mana Hye In? Apa tidak lolos dari pelaku?

    Song Yi dinterogasi, ia masih menggigil kedinginan, menyesap minuman hangatnya dan takut beradu pandang dengan Timjangnim maupun Min Young. Timjangnim bertanya di mana Hye In? Ia ingin tahu kondisi ruangan mereka dikurung.

Sun Woo bersama Yoo Jin, ia ingin tahu detailnya dari Yoo Jin. Yoo Jin dengan ketakutan mengatakan kalau tidak ada yang bisa dilakukan, mereka harus memilih.

    Dari ruangan monitor Timjangnim mengawasi, Song Yi masih ketakutan dan Min Young jangan langsung bertanya soal penculikannya, mulai giring dari kegiatan sehari-harinya. Sementara itu para orangtua korban sama cemasnya menunggu.

Nana menemukan kasus hukum, diantaranya Hong Mi Seok, ayahnya Hye In dituntut atas tiga kasus hukum yang berhubungan dengan properti keluarga Yoo Jin. Tapi tidak ada yang bisa dikaitkan dengan kasus ini. Itu hanya tuntutan perdata.

diantara kasus yang ada tidak ada yang cukup ada hubungannya dengan kasus ini. Ibunya Song Yi dipanggil, ia ditanyai apakah ada diantara orang di layar monitor yang dikenalinya? Ia menjawab ada beberapa, mereka tinggal di lingkungan kecil yang sama.

Nana menghubungi Timjangnim, ia menemukan sebuah tuntutan yang dicabut baru setahun terakhir. Orang tersebut bernama Ji Soo Chul, 52 tahun. Nana mencari alamatnya saat itu, dan itu adalah 54 Hannam-dong. Itu adalah tanah kosong dimana ransel gadis-gadis itu ditemukan. Beberapa gedung… dihancurkan disana, dan itu adalah lokasinya. Selain itu, Ji Soo Chul memiliki seorang putri. Dan dia berada dalam tim olahraga di SMA yang sama. Nana akan mengirimkan alamat barunya sekarang.

     Ibunya Song Yi mengenal Ji Soo Chul, ia adalah ayahnya Yeon Hee. Mereka tinggal di lingkungan yang sama, tapi pindah beberapa tahun yang lalu. Timjangnim bertanya apa ada sesuatu yang ibunya Song Yi ingat tentangnya?. Ibunya Song Yi yakin bukan dia pelakunya, dia orang yang baik.. bahkan dulu orang-orang menyebut walau tak ada hukum pasti Ji Soo Chul akan tetap hidup baik. Tapi ibunya Song Yi teringat sesuatu, tiba-tiba ia ingat masa lalu

Ayahnya Yoo Jin marah-marah, Ji Soo Chul mengeluhkan gotnya yang bocor dan tidak bisa menjalankan usahanya selama seminggu. Ayah dan ibunya Yoo Jin tidak mau ambil peduli, itu bukan salah mereka ‘kan? Bahkan Ji Soo Chul menunggak beberapa bulan sewa, kalau tidak mau tinggal pindah saja dari tempat ini. Ji Soo Chul memohon, ia hendak menyentuh ibunya Yoo Jin sebagai permohonan dibelaskasihani, tapi kedua orangtua Yoo Jin salah mengira dan risih padanya.

Yeo Hee melihat ayahnya diperlakukan tidak adil.. langsung membela ayahnya, ia mendorong ayahnya Yoo Jin yang tidak sopan pada ayahnya. Ayahnya Yoo Jin balas mendorong Yeon Hee sampai terjatuh dan membentur lemari besi didekatnya.

Yeon Hee tertindih, ayahnya berusaha mengangkatnya tapi kedua orangtuanya Yoo Jin hanya menonton saja. Ibunya Song Yi menyaksikan kejadian itu pun dimintai menjadi saksi tapi ia menolaknya. Itu karena ia sering melihat perlakuan ayah dan ibunya Yoo Jin yang buruk, ia tidak mau terkena masalah.

     Min Young mulai dengan bercerita ia dulu juga tergabung dalam tim lari saat SMA, bangun setiap pagi berlari 10 putaran. Min Young dengar Song Yi pandai semua jenis olah raga tapi ia disuruh ibunya jadi perenang saja agar kulitnya tidak hitam.

Ibumu sudah 2 hari menunggu di sini, ia bahkan tidak bisa makan sampai menemukanmu. Jadi,  bisakah kau  memberitahuku apa yang terjadi sekarang?

“Itu sangat dingin. Aku  sangat haus. Dan… aku  sangat lapar.”

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s