[Sinopsis] Save Me – Episode 11 Part 2

Sang Mi mendatangi Hong So Rin yang sedang mengurusi cucian. Sang Mi menanyakan identitas So Rin sebenarnya, Sang Mi lihat tadi So Rin menghentikan Dong Cheol yang hendak menolongnya. So Rin awalnya berpura-pura tidak mengerti apa maksud Sang Mi, tapi setelah ditekan ia mengakui dirinya adalah reporter.

Selama ini ia sedang mengumpulkan informasi. Guseonwon tidak akan mungkin meninggalkan jejak dan informasinya hanya bisa dikorek dari dalam, jadi So Rin berpura-pura menjadi pengikut. Baru-baru ini ia hampir saja menemukan sesuatu. Sang Mi janji akan membantunya, mereka sudah sepakat.

Dua wanita masuk ke ruangan tersebut, So Rin langsung berakting ia meminta doa pada Bunda Spiritual. Keduanya menyuruh So Rin jangan menganggu Bunda Spiritual. Sang Mi juga berlagak meyakinkan, kalau ada sesuatu yang hendak disampaikan ia bersedia mendengarkan permohonan mereka dan akan menyampaikannya ke Bapa Spiritual .

Hwan menemui Dong Cheol yang hendak pergi. Sang Hwan berterima kasih pada Dong Cheol dan meminta maaf membuatnya masuk ke Guseonwon yang berbahaya sendirian. Dong Cheol bilang ia tidak suka permintaan maafnya Sang Hwan, ini bukan salah Sang Hwan.. ia, Sang Mi dan Sang Hwan menjadi begini karena orang dewasa.

Sang Hwan salah sangka dulu, ia pikir kalau ayahnya menjadi gubernur ibunya akan sadar kembali, Sang Hwan menyadari betapa bodohnya ia dulu.

“Sang Hwan. Kau ingat perkataanmu saat aku dikeluarkan dari sekolah  dan saat kau menghentikan bis tahananku?”

“Tegapkan bahu” Gumam Sang Hwan, setelahnya Dong Cheol melajukan motornya.

      Nyonya Im mengerang kesakitan, ia memegangi kepalanya dan muntah di pinggir kasur. Dua perawat mendengarnya, salah satunya agak khawatir tapi yang satunya melarangnya masuk, nanti malah dijambak dan dia minta anaknya diselamatkan, biarkan saja.

    Tuan Im dibawa ke suatu tempat, katanya banyak roh jahat di sini. Mereka masuk, di dalam sana banyak bilik-bilik kamar dan suara orang-orang. Mereka masuk ke salah satu ruangan yang ada seorang prianya, dikatakan ia meragukan kekuasaan yang mahakuasa.

Pria itu meminta maaf dan menyanjung-nyanjung Bapa Spiritual  saja yang bisa membawanya ke keselamatan. Bapa Spiritual  kemudian memukul perut pria itu hingga terkapar, Bapa Spiritual  bilang itu karena rasa sakit yang mereka rasakan adalah sebanding dengan besar dosa mereka.

Bapa Spiritual  juga memerintahkan mulai sekarang Tuan Im akan mengurusi soal iblis, mengatasi roh jahat. Lalu ia memukuli perut pria tadi dengan semangat sambil berdoa-doa.

    Dong Cheol mendatangi teman kerjanya, ibu temannya memanggil anaknya untuk makan malam. Dong Cheol terkejut karena ibu tersebut barusan ia lihat di Guseonwon berdoa bersama jemaat yang lain. Ibu temannya itu langsung salah tingkah melihat Dong Cheol, ia menyuruh anaknya dan Dong Cheol makan dulu sebelum kerja.

Anaknya mengingatkan ibunya kalau butuh uang jangan pergi ke tempat yang aneh, minta saja padaku.

       Tuan Im terlihat berseri-seri, ia berbicara pada Sang Jin di foto dibalik alkitabnya. Ia senang sekali terpilih menjadi orang yang mengurusi roh jahat, posisi tersebut diberikan kepada orang kepercayaan Guseonwon, Tuan Im bangga sekali. Sang Mi juga akan dilantik menjadi Bunda Spiritual, keluarga mereka akan naik perahu keselamatan.

Para demonstran menuntut jangan halangi pembangunan Muji-gun dan menuntut janji-janji Han Yong Min dulu. Ji Hee agak kesal dan ingin mengusir mereka dengan bantuan polisi, tapi Han Yong Min tidak masalah. Biarkan saja, mereka hanya orang-orang bodoh yang tunduk pada atasan mereka, Pak Cheon, Pak Park dan kroninya.. mereka rupanya menuruti ucapan Baek Jung Ki, Han Yong Min salah sangka.. dia pikir ialah orang paling tinggi kekuasaannya di Muji-gun, rupanya ada Presiden lain. Han Yong Min tertawa geli sendiri.

     Jung Hoon sudah mengunggah videonya, yang ada hanya komentar-komentar positif, kebanyakan di internet juga hanya artikel positif tentang kerja sukarela mereka. Sang Hwan heran bagaimana bisa para polisi dan wartawan berpihak pada mereka, kerja mereka tidak bagus. Jung Hoon sedikit tersinggung, menurutnya ayahnya tidak  seperti itu, Man Hee membenarkan… dia orang baik tapi kerjanya saja yang tidak bagus.

     Dong Cheol mengambil tas dan bersiap pergi ke Guseonwon. Sang Hwan menasehati Dong Cheol untuk lebih bertindak berani lagi namun tetap hati-hati, Guseonwon bersikap seolah lembaga legal padahal bukti kritisnya ada didalamnya.     Dong Cheol dan yang lainnya diminta untuk menyerahkan ponselnya sebagai syarat memasuki perbatasan dunia luar. Dong Cheol tadi sudah diberikan ponsel oleh Sang Hwan untuk mengantisipasi ini karena sebelumnya Sang Mi bilang di sana tidak boleh memegang ponsel. So Rin menadahi ponsel-ponsel dan membisiki Dong Cheol, Sang Mi memberikannya pesan untuk jangan khawatir, Dong Cheol akan segera menemuinya.

Sang Mi menjadi petugas yang membagikan makanan, saat Dong Cheol mendekat ia menyuruhnya mendekatkan bakinya. Sang Mi menyelipkan kertas kecil, lalu Dong Cheol memasukkannya ke saku celana saat duduk makan.

Cheol memasuki kamar mandi untuk membaca pesan Sang Mi.

[Wartawan bernama Hong So Rin akan membantu kita. Kalau ada pesan untukku berikan padanya.  Aku bisa tetap kuat karena ada yang membantuku. Terima kasih semua]

Lalu Dong Cheol mengirimkan pesan pada kawan-kawannya.

Jung Hoon mencari-cari Hong So Rin di internet, ketemulah di salah satu web bahwa So Rin adalah pegawai Harian Kota Muji. Namun Man Hee tidak mau terlalu berpikir positif, bisa jadi dia menggunakan identitas orang lain. Sang Hwan memutuskan untuk mengeceknya sendiri ke kantor Harian Muji.

Para jemaat baru diperkenalkan dengan bahtera keselamatan yang akan membawa mereka ke surga, bahtera tersebut juga merupakan simbolnya Guseonwon.

      Sang Hwan berpura-pura menjadi orang satu kampusnya So Rin, kehilangan kontak karena Sang Hwan wajib militer. Salah satu pegawai di sana menyuruhnya meninggalkan nomornya nanti akan ia berikan ke So Rin. Pria itu lalu pergi.

Setelahnya Sang Hwan melihat kartu pengenalnya Hong So Rin, rupanya ia adalah wartawan yang pernah menanyai perihal majunya Han Yong Min mencalonkan diri saat Sang Hwan masih SMA dulu. Sang Hwan memotret kartu pengenalnya.

    Dong Cheol menerima pesan Sang Hwan, Sang Hwan sudah pastikan ia benar-benar wartawan. Dong Cheol membalas kalau So Rin bersedia membantu mereka.

Di luar Jo Wan Tae mencari Dong Cheol, Dong Cheol beralasan butuh ke toilet. Jo Wan Tae mengingatkan kalau ibadahnya cuman sebentar jadi jangan sampai melewatkan apapun.

     Mulai hari ini adalah pelatihan Bunda Spiritual untuk Sang Mi.   Sang Mi harus membaca Kitab keselamatan dan membaca doa kemurnia.

     Di kota, Jo Wan Tae, Jo Wan Duk dan Tuan Im mencari-cari Sang Hwan, Jung Hoon dan Man Hee di tempat billiard.

     Sang Mi disuruh meletakkan tangannya di wadah berisi air kehidupan yang diberkati Bapa Spiritual  dan mengakui dosa-dosanya.

“Yang mahakuasa, aku meragukanmu sebagai penyelamatku dan mengataimu palsu. Mohon maafkan dosaku. Aku membenci ayahku karena membawa keluargaku kesini. Maafkan dosaku. Bagus.

“Lanjutkan terus.”

“Aku membenci dan muak pada Apostel Kang Eun Sil yang ada di depanku. Maafkan dosaku. Aku berkata bahwa Apostel Jo Wan Deok adalah pembunuh. Maafkan dosaku. Aku pikir semua orang di sini adalah orang-orang sinting. Maafkan dosaku.”

Lama-lama Sang Mi mengaduk airnya dengan marah dan menumpahkannya dari wadah.

Tuan Im mengunjungi Sang Mi menanyakan apakah pelatihan bunda Spiritual nya lancar? Sang Mi balas bertanya apakah keadaan ibu baik? Terakhir kali ia lihat tidak baik.

Tuan Im meyakinkan ibu baik-baik saja.

Nyonya Im bermimpi, ia berjalan-jalan dan melihat sosok yang membuat Sang Jin, ia meninggal menyeretnya. Sang Jin meminta maaf, ia mengatakan kalau ibu harus keluar dari sini dan menyelamatkan Sang Mi.

Nyonya Im terbangun dengan keringat menetes banyak, napasnya tersengal-sengal. Ulasan yang terjadi padanya dan Sang Mi selama ini langsung muncul di benaknya. Ia sadar, pengaruh obatnya Kang Eun Shil menghilang.

    Sang Mi sendiri mengendap-endap pergi meninggalkan ruangannya. Ibunya keluar dari kamarnya mencari Sang Mi. Saat di luar ia tampah gelisah dan ingin menyelamatkan Sang Mi, tiba-tiba ia ditarik oleh seseorang. Sang Mi yang baru tiba di tempat yang sama ia menemukan jepit rambut milik ibunya.

 

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s