[Sinopsis] Save Me – Episode 10 Part 2

Tuan Im mengunjungi Sang Mi yang sudah pucat, jika Sang Mi  menghafal Doa Keselamatan, ia akan bisa keluar dari tempat ini.

“Aku  tidak akan menyerah” Kata Sang Mi lemah. Ayahnya heran Sang Mi tidak belajar dari kesalahannya.

     Pihak Guseonwon mulai menggaet mangsa baru. Tak jauh dari atas sana, Sang Hwan, Jung Hoon dan Man Hee mengamati pergerakan mereka.

Man Hee menjadi norak karena datang ke tempat seperti ini, ia mempergatikan seorang gadis yang membaca buku. Jung Hoon memperingatkannya, kita kemari bukan untuk bergaul. “Sepertinya dia kemari sendiri” ( Jung Hoon, Hhhhhh sama noraknya)

“Kebetulan juga dia membaca salah satu buku kesukaanku. Kami mungkin berjodoh.” Sang Hwan menyuruh Jung Hoon diam, Dong Cheol menghubungi Sang Hwan.

“Dong Cheol. Ya, mereka ada di taman sekarang. Baiklah. Hati-hati.” Katanya ke Dong Cheol.

   (Adekku tersayang.. eh Dong Cheol. Ganteng bangeeeet (﹏╥ah, hajimaaa… jangan senyum semanis itu, andwaeyoo… Senyummu membuatku keselek)

Ia berpura-pura menjadi pemuda culun yang kebetulan melintasi taman. Ia berjalan mendekati Kang Eun Shil, sengaja pura-pura menalikan tali sepatunya. Menarik perhatian Kang Eun Shil

“Astaga, tali sepatunya terlepas lagi.” Gerutu Dong Cheol

“Permisi.”

“Ya?”

“Maaf aku membuatmu terkejut.”

“Tidak apa-apa. Ada apa?”

“Kami mau mempromosikan konser bagi orang berusia 20 dan 30-an. Kami mau tahu apa yang dipedulikan anak muda sekarang ini. Setelah mengisi survei ini, kau  akan mendapatkan tiket konser serta sertifikat hadiah. Bisakah kau  meluangkan waktumu sebentar?”

“Maafkan aku. Ibuku ingin makan malam denganku. Aku harus pulang awal hari ini.” Dong Cheol pura-pura tidak bisa, Hong yang ikut memperhatikan Dong Cheol pun meminta waktunya sebentar untuk mengisi surveynya,

Dong Cheol mengisi surveynya, ia menupahkan kopi ke celananya. Hong So Rin hendak membantunya, tapi Dong Cheol tidak apa-apa. Kang Eun Shil memuji hati Dong Cheol ini suci. So Rin ikut-ikutan memuji Dong Cheol memiliki sorot mata yang baik. (baik apa ganteng? Ah.. So rin pun juga jatuh cinta pada Dong Cheol)

“Astaga, aku tersanjung. Ibuku selalu bilang mataku terlihat lemah.”

“Dong Cheol, menurutmu dunia ini akan tetap ada dengan kekal?”

“Mereka bilang tidak ada yang kekal.”

Kang Eun Shil lalu melancarkan aksinya, ia memberitahukan ke Dong Cheol ada seseorang yang tahu rahasia hidup kekal. Dong Cheol pura-pura tertarik. Kang Eun Shil bilang pertemuan mereka ini bukan hanya kebetulan, kau  belum terpilih tapi kemungkinannya terbuka untukmu hari ini. Dong Cheol mengaku kurang paham. Kang Eun Shil menyuruh So Ri menjelaskannya.

“Dunia ini tidak terlihat akan berakhir, tapi hari akhir akan datang. Kita menyebutnya “kiamat.” Tapi karena orang-orang hanya sibuk dengan masa kini, mereka sama sekali tidak bersiap untuk itu.” Katanya berapi-api

“Benar sekali. Kita harus bersiap untuk itu.” Dong Cheol semangat.

“Benar, bukan? Kita harus bersiap. Saat waktunya tiba, hanya yang bangkit yang akan menaiki Perahu Keselamatan.” Dong Cheol pura-pura baru dengar itu sekarang.

Hoon tidak mengerti kenapa Dong Cheol lama sekali?. Sang Hwan memukulnya. Menurutnya Dong Cheol hanya sedang berhati-hati karena Kang Eun Shil itu sudah terbiasa menghadapi orang-orang yang berpura-pura dan sejenisnya.

Tak butuh waktu lama lagi, Kang Eun Shil langsung meneleponkan jemputan untuk Dong Cheol. Dong Cheol pura-pura antusias.

Sang Hwan sebelumnya memberikan jam tangannya ke Dong Cheol, Dong Cheol tanya untuk apa?.

“Mereka pasti memiliki peraturan siapa yang harus didekati. Pasti menyangkut uang. Kita membutuhkan umpan untuk menangkap seekor ikan. Ibuku memberikannya kepadaku, Jangan sampai hilang.”

“Baiklah.”

“Dan kita juga membutuhkan tanda dan hanya kita yang tahu.”

“Tanda?”

Dong Cheol mengirimkan sinyal ke Sang Hwan, sekarang Dong Cheol sudah masuk ke van bersama yang lainnya yang tertipu. Kang Eun Shil dan Jo Wan Tae menyambut mereka, terutama Jo Wan Tae.. ie memuji Dong Cheol

“Kau  memiliki wajah yang tampan. Arloji yang bagus.  Keluargamu pasti kaya.”

“Omong-omong, apakah kau  merapikan rambutmu di salon?” Dong Cheol iseng bertanya ( Nice Dong Cheol, sepertinya itu juga pertanyaan yang akan diajukan para pemirsa pada Jo Wan Tae ~ HHHH_)

“Apa? Kenapa kau  bertanya?”

“Astaga, gaya rambutmu sangat unik.” Pertanyaannya memicu tawa semua orang.

“Apakah karena kau  muda? kau  sangat berterus terang.” Dong Cheol lalu meminta maaf kalau ia tidak sopan. Jo Wan Tae tidak masalah.

Sesampainya di Guseonwon. Dong Cheol bilang ia tidak menyangka ada bangunan besar di dalam pegunungan. So Rin akan menjadi pemandu menjelaskan semuanya. Dong Cheol sembari mengamati sekitar.

Jung Hoon menghubungi Dong Cheol namun tidak diangkat. Sang Hwan agak khawatir apa Dong Cheol baik-baik saja nantinya? Man Hee meyakinkan pasti Dong Cheol baik-baik saja.

Kapel utama semuanya sedang bernyanyi-nyanyi, Kang Eun Shil menyuruh semuanya bertepuk tangan untuk saudara-saudara baru kita!.

Mereka dikalungi dan diberi brosur, Dong Cheol kembali mengabaikan panggilan Jung Hoon.

Jung Hoon gusar mengapa panggilannya tidak diangkat, ia khawatir bagaimana kalau dia ketahuan dan dihajar?. Man Hee tidak percaya kejadiannya akan seperti itu, mereka itu bukannya preman. Namun Jung Hoon piker mereka bahkan lebih kejam daripada preman sendiri. Mereka harus bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk nanti.

Sang Hwan izin mau menemui seseorang, ia akan memberitahukan siapa orangnya pada keduanya nanti.

Ponsel Dong Cheol terus bergetar, ia hendak pergi. Kang Eun Shil menghampirinya.. mengajaknya minum teh bersama saudara seiman lainnya. Dong Cheol agak kesulitan mau menjelaskan pulangnya. Lalu So Rin teringat tadi Dong Cheol bilang harus cepat pulang karena makan malam bersama ibunya. Dong Cheol membenarkan, ibunya hari ini ulang tahun dan ia harus cepat pulang.

Kang Eun Shil mengingatkan besok ada kebaktian pagi, ia harap Dong Cheol datang.

Mi sudah lemas, Sang Mi terperangah melihat Sang Jin. Sang Jin meminta maaf, pasti ini sulit bagi Sang Mi. Sang Mi bilang tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Sang Jin memegangi tangan Sang Mi, ia yakin Sang Mi mampu melalui.

Sang Mi mengangguk, ia berjanji akan keluar dari sini.

Hanya mimpi, ia tertidur dan bertemu kakaknya.

Sang Hwan bertemu dengan Lee Ji Hee.

“Semua orang yang dianggap berpengaruh di Muji berafiliasi dengan kultus itu. Kita harus berasumsi semua orang di kejaksaan dan kepolisian memiliki koneksi dengan ketua kultus itu.” Kata Ji Hee

“Aku tahu. Jika polisi tidak dikendalikan oleh Guseonwon, aku tidak akan meminta bantuan Ayah.”

“Ayahmu? Lalu kenapa kau  mau bertemu denganku?”

“Karena aku tidak bisa memercayai Ayah.”

“Dan kau  bisa memercayaiku?”

“Aku juga tidak memercayaimu.”

Ji Hee mendengus, lalu kenapa Sang Hwan seperti ini?. Sang Hwan tahu kalau ayahnya mencalonkan diri menjadi gubernur provinsi. Jika aku mengungkapkan hubungan antara kalian, itu akan mengacaukan pemilihan akan datang untuknya.

Sang Hwan mencoba mengancam Ji Hee. Namun Ji Hee tidak takut, menurut Sang Hwan orang-orang akan lebih percaya pada siapa nantinya?. Sayangnya Sang Hwan tidak peduli, Muji Gun adalah tempat yang kecil, entah rumor benar atau palsu yang jelas akan tetap menyebar. Ayahnya akan mengatasinya dengan segala upaya untuk terpilih sebagai gubernur provinsi. Ji Hee  pikir ayahnya Sang Hwan akan menyerah atas semuanya dan memilih Ji Hee?

Yang jelas Sang Hwan ingin Ji Hee membantunya.

Apostel Jo melihat Dong Cheol berjalan sendirian, ia menawarinya tumpangan. Berjalan ke halte bus agak terlalu jauh dari sini. Dong Cheol merasa tidak enak, tapi akhirnya ikut juga.

Di dalam mobil Jo Wan Tae bertanya kenapa wajahnya Dong Cheol terluka?. Dong Cheol bilang ia terjatuh saat mabuk. Jo Wan Tae bertanya sudah berapa lama Dong Cheol di Muji?. Dong Cheol bilang ia baru pindah setahun ini. Jo Wan Tae penasaran kenapa keluarganya pindah?.

“Ayahku ingin tinggal di tempat yang sunyi. Kurasa dia lelah mengelola bisnisnya.”

“Bisnis macam apa? Jangan cemas. Tidak apa-apa. Jawab saja.” Jo Wan Tae mempersilakan Dong Cheol menjawab teleponnya. Dari Jung Hoon.. sepertinya Jo Wan Tae menguping.

Jung Hoon khawatir sekali kenapa panggilannya tak kunjung diangkat. Untuk menghindari kecurigaan Dong Cheol berakting lagi.

“Sial. Aku akan membayarmu, paham? Astaga, bagaimana kau  bisa memperlakukan temanmu seperti ini?” Jung Hoon di sana tidak mengerti,

“Bukankah kau  tahu bagaimana bisnis ayahku belakangan ini? Kau  sungguh akan seperti ini karena beberapa ribu dolar? Hentikanlah. Aku akan bilang kepada ayahku untuk segera kirimkan uang untukmu. Aku harus pergi.” Dong Cheol memutus panggilan.

Kemudian Dong Cheol masih berimprovisasi, sok menggerutu sendiri

“Aku tidak mau meminta bantuan Ayah karena akan menyakiti harga diriku. Dasar pecundang menyedihkan.”

Jo Wan Tae memperhatikannya sejak tadi, barangkali ia menjadi yakin kalau Dong Cheol benar anak orang kaya. Dong Cheol meminta maaf kalau ia berisik. Jo Wan Tae bertanya lagi soal bisnis ayahnya Dong Cheol. Dong Cheol tidak menyebutkan secara spesifik, hanya bilang hanya bisnis kecil-kecilan,

Man Hee tanya Dong Cheol bilang apa. Jung Hoon bingung, Dong Cheol bicara soal bisnis dan semacamnya. Man Hee yakin pasti Dong Cheol sedang bersama mereka, makanya Jung Hoon jangan meneleponnya terus! Kalau ada kenapa-kenapa ini salah Jung Hoon!. Jung Hoon kesal, ia menelepon karena mencemaskan Dong Cheol.

Bibi kedai datang, ia mengumpati Jung Hoon. Jung Hoon balas kesal, ia kesini bukannya untuk disumpahi begini. Tapi ia langsung bersikap manis setelah melihat Bibi membawa satai campur.

“Aku suka sekali satai, Nyonya.”

“Kau sudah gila ya?” Bibi kedai tidak jadi memberikan satainya.

“Nuna!” Panggil Man Hee. Jung Hoon ikut-ikutan memanggil Nuna. Dipanggil kakak bibi kedai langsung luluh, satainya ditinggalkan.

Jo Wan Tae meminta nomor teleponnya Dong Cheol. Meski enggan ia akhirnya memberikannya.. ia mengetikkannya ke ponsel Apostel Jo, Jo Wan Tae menyuruhnya menyimpan nomornya dan sampai jumpa besok.

Setelah mereka pergi Dong Cheol bisa bernapas lega sekarang, ia melepaskan kacamatanya dan menghubungi teman-temannya.

Dong Cheol datang, Bibi kesal pada keempatnya yang di sini siang dan malam seperti rumah sendiri. Main-main terus. Sang Hwan menanyakan bagaimana Sang Mi. Dong Cheol tadi tidak melihatnya sama sekali. Jung Hoon pikir mungkin dikurung di suatu tempat, di sana apa menyeramkan?.

Dong Cheol lihat sebenarnya orang-orang di sana tadi tampak bahagia. Sang Hwan mengingatkan untuk hati-hati jangan sampai terperdaya. Dong Cheol menyanggupinya, ia besok harus ke sana lagi. Jung Hoon agak agak ngeri apa yang mereka lakukan ini memang baik tapi agak berbahaya untuk keselamatan mereka sendiri. Man Hee rasa asal Jung Hoon tidak melakukan siaran langsung aksi mereka pasti mereka akan aman-aman saja.

Baek Jung ki mendatangi Sang Mi dengan membawa bubur. Ia dengan penuh perhatian menyendokkan dan meniupinya untuk Sang Mi. Melawan iblis juga butuh tenaga dan Sang Mi lemah sekali sekarang.

Sang Mi teringat perkataannya pada Sang Hwan sebelumnya, Sang Mi yang selalu mencoba untuk kabur. Tapi aku tidak akan kabur lagi. Aku akan memastikan untuk menghancurkan tempat itu.

Sang Mi mau menerima suapannya Baek Jung Ki. Baek Jung Ki langsung memujinya, kesabarannya Sang Mi akan membawanya ke kehidupan yang baru. Ia menyurh Sang Mi menyebutkan doa keselamatan untuknya

“”Engkau, Raja surga kami, pencipta kami, dan cinta sejati sesungguhnya. Aku mengakui semua dosaku kepada-Mu dan memberikan-Mu semua yang kumiliki. Yang Mahakuasa, izinkan aku berada di cahaya kemuliaan-Mu. Dengan rasa syukurku sepenuhnya,  aku akan melayani-Mu  dan Bapa Rohani. Aku memberikan-Mu  segenap hatiku. Cintaku. Keselamatanku. Doa kita akan terkabul.”

Baek Jung Ki senang sekali Sang Mi menurut.

Sang Hwan tak jauh ketika melihat Dong Cheol pergi naik mobil Guseonwon. Lee Hee Ji menghubungi Sang Hwan, ayahnya ingin bertemu Sang Hwan di sanatorium.

Sang Mi menyuapi makan ibunya. Kang Eun Shil datang membawakan pakaian ke Sang Mi untk dikenakan di upacara pengumuman saat kebaktian hari ini. Setelah pengumuman Bapa Rohani, Sang Mi akan melakukan pelatihan sebagai Bunda rohani. Lalu akan menjalani pernikahan spiritual. Itu sebabnya penting bagi Sang Mi untuk menjaga dirinya dengan baik.

Sang Mi mengenakan gaun hitamnya. Kang Eun Shil bertanya pendapat ibunya Sang Mi, Ny. Im bilang Sang Mi sangat cantik dan mempesona. Kemudian Sang Mi berlutut, ia janji akan membuat ibunya bahagia kembali.

Diluar dugaan Sang Hwan, Baek Jung Ki mengunjungi Han Yong Min. Sang Hwan terkejut, Baek Jung Ki langsung berkomentar Sang Hwan memiliki jiwa yang suci. (iuuuh~.. sebelumnya Sang Hwan disebut iblis, sekarang berjiwa suci? Maunya apa sih?)

 

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s