[Sinopsis] Save Me – Episode 10 Part 1

“Ibadah kebaktian telah dimulai.” Kang Eun Shil hendak menggamit lengan sang Mi, sang Mi menolaknya.. ia bisa berjalan sendiri.

Dong Cheol serba salah, dia kemari untuk membantu Joon Gu dan sekarang harus berhadapan dengan rekan kerjanya di kelab Arabia.

“Semua orang di dunia ini penuh dosa, tapi tidak semuanya menyesali kesalahan mereka. Jika orang yang penuh dosa tidak menyesali kesalahannya, dia akan dihakimi oleh Yang Mahakuasa pada akhirnya.”

“Aku memercayainya.”

“Aku memercayainya”

“Doa kita akan terkabul.”

“Doa kita akan terkabul.”

Sang Mi diminta Baek Jung Ki mendekatinya, ia lalu menyuruh semuanya memberikan tepuk tangan karena Sang Mi sudah kembali.

Tuan Im meminta maaf sebesar-besarnya pada Bapa Rohani, Bapa Rohani memakluminya.

“Sang Mi kenapa kau kembali? Aku dengar, kau  memberi tahu orang-orang bahwa kau  mau kembali ke Guseonwon.”

Sang Mi tampak marah, kau  pikir aku ingin kembali? Aku sudah bilang tidak. Bukan rahmat atau keselamatan yang memaksaku untuk tunduk. Iblis yang sebenarnya adalah kau. Aku kembali untuk melindungi ibuku darimu!

Orang-orang berbisik-bisik seperti tawon. Baek Jung Ki mendekati Sang Mi, ia mengangkat tangannya dan membuat semuanya hening.

Baek Jung Ki pikir perasaan benci yang Sang Mi rasakan selama ini karena bersalah dari iblis. Sang Mi muak selalu mendengar-dengar soal iblis.

Sang Mi berbalik menghadap semua orang. “Kalian semua harus sadar. Kalian memberikannya rumah, uang, tanah, dan semuanya! Yang kalian lakukan di sini adalah bekerja. Kalian pikir itu keselamatan? Tidak ada gunanya berdoa di sini setiap hari. Pulang dan temui keluarga kalian. Pergilah dan lihatlah betapa frustrasinya mereka karena kalian! Keluarlah dari sini. Berhentilah dibodohi, dan pergi dari sini!”

Baek Jung Ki langsung menjambaknya, dia sekali lagi.. kembali menyebut tindakan Sang Mi ini adalah iblis. Ia mengundang semua orang untuk berkumpul dan berdoa dengan api.

Sang Mi terus meneriakinya, kau  gila!.

“Sang Mi, kau  bukan yang kami kenal lagi.” Kata Baek Jung Ki, tanpa protes Tuan Im membenarkannya.. Sang Mi bukanlah puteri yang ia kenal dulu. Ia amat sangat meminta Bapa Rohani menyelamatkan Sang Mi.

“Dia mungkin terlihat sama, tapi jiwanya sudah dikuasai oleh iblis.”

“Yang Mahakuasa, tolonglah. Selamatkan puteriku”

“Jangan cemas. Sang Mi akan memenangkan pertarungan rohani apa pun yang terjadi.”

“Aku memercayainya! Doa kita akan terkabul!”

Sang Mi menjadi kalap, kau  benar.. aku tidak akan kalah dari mu!

Mendengar perkataan Sang Mi tersebut Baek Jung Ki mengernyit, ia teringat pada Yura puterinya Apostel Kang pernah mengatakan hal serupa. Sedangkan itu Apostel Kang sejak tadi hanya diam saja, Apostel Jo raut mukanya berubah tidak seperti biasanya mendengar tawa Baek Jung Ki.

Jung Ki seenaknya sendiri menyimpulkan apa yang terjadi pada Yura dulu membuat Apostel Kang bisa melatih Sang Mi menjadi Bunda Rohani. Ia lalu bertanya ke Apostel Kang. Meski wajahnya tampak terluka.. Apostel Kang mengiyakan ia akan melakukan yang terbaik.

Sang Mi dibaca-bacakan do’a, Sang Mi tampak muak sekali dengan tingkah gila semua orang di sini. Namun Sang Mi tidak bisa melawan, ia dipukuli berkali-kali.

     Dong Cheol meski begitu ia tetap berkelahi dengan temannya tersebut. Ia menyarankan temannya untuk pergi saja dan tinggalkan buku-bukunya di sini. Temannya itu tentu tidak akan mau, egonya terluka dan ia memang anak buahnya Lee Jin Seok.

Joon Gu datang, ia sudah kepayahan. Dong Cheol ingin Joon Gu mengabaikan yang satu ini karena ia rekan kerjanya. Tapi Joon Gu tak gentar, apa Dong Cheol tidak ingat apa pesan yang ia berikan pada Dong Cheol sewakti di penjara? Jangan pernah percayai siapapun.. karena kelak Dong Cheol akan dikhianati lagi. Kemudian tanpa ampun Joon Gu menghajar, Dong Cheol hanya memalingkan mukanya tidak tega.

Sersan Woo memarahi Jung Hoon, bukankah sudah ia bilang untuk jangan membuat masalah?!. Ayah rasanya ingin mati karena kau.

Detektif Lee mendekat, Sersan Woo lalu ingin diberikan keringanan karena mereka sama-sama anggota kepolisian.

Sang Mi dipukul lebih keras lagi, Kang Eun Shil tidak tega melihat Sang Mi. Ketika Jo Wan Tae memukuli Sang Mi dengan sekuat tenaga ia memalingkan wajahnya dengan lesu.

Ibu Sang Mi berlari melindungi puterinya, jangan pukuli Sang Mi!. Tuan Im bukannya melindungi malah langsung terpengaruh perkataan tidak masuk akalnya Baek Jung Ki bahwa iblis berpindah ke diri ibunya Sang Mi, Tuan Im langsung memukul istrinya. Sang Mi menangis karena tindakan gila ayahnya.

Lee Ji Hee datang ke kantor polisi, Detektif Lee menjelaskan permasalahannya Sang Hwan dan ia sudah membereskannya agar tidak mencemarkan reputasi Gubernur Han. Dan mengenai Pak Cheon.. Detektif Lee akan mendapatkan surat perintah hari ini, jadi, besok akan beres.

Woo melarang Jung Hoon duduk di belakang, Jung Hoon pindah ke depan dan merayu ayahnya.. sebenarnya ia membantu temannya yang dalam masalah. Tapi Sersan Woo tidak ingin Jung Hoon terlibat, cukup abaikan saja. Jung Hoon hanya perlu belajar giat dan masuk kuliah.

Sang Mi memasuki ruangan dan menjatuhkan dirinya ke lantai, ia sangat kesakitan sehabisa dipukuli tadi. Tuan Im menyuruhnya tinggal di sini untuk merenungi dosa-dosa kotornya. Sang Mi meragukan.. Ayah tidak akan pernah bisa mendapat keselamatan di sini.

“Sang Mi, kau  harus menjadi Bunda Rohani. Itu satu-satunya cara keluarga kita akan bisa menaiki Perahu Keselamatan. Itu benar, Sang Mi. Ayah mohon sadarlah. Sadarlah dan buka matamu pada kebijakan mengejutkan ini.”

“Aku ingin Oppa mendapatkan keselamatan lebih dari siapa pun. Tapi itu tidak akan terjadi di sini. Ayah hanya diperdaya oleh trik kotor dan kebohongan mereka.”

Ayahnya langsung meninggalkannya.

Apostel Jo memanggil Apostel Kang, ia rasa Apostel Kang akhir-akhir punya pikiran yang mengganggunya. Tapi Apostel Kang menyangkalnya, tidak perlu cemas. Apostel Jo kemudian memuji Apostel Kang bisa menyebarkan ajaran dan membawa banyak orang ke Guseonwon. Apostel Kang balas mengatakan kalau sepertinya Apostel Jo kemari tujuannya bukan untuk mencari keselamatan. Apostel Jo mengelak, ia banyak membantu dan ia juga membawa banyak orang kemari. Baiklah.. Apostel Kang tidak mau memperpanjang perdebatan, ia harap mulai sekarang diantara kita jangan ada kesalah pahaman.

Apostel Kang pergi, Jo Wan Tae mengingatkannya kali ini jangan sampai membuat kesalahan. Sang Mi harus menjadi Bunda rohani agar kita semuanya bisa menaiki perahu keselamatan. Apostel Kang percaya diri ia bisa melakukannya, ia pikir nantinya hanya Apostel Jo yang tidak akan naik perahu keselamatan.

Setelah Kang Eun Shil pergi Jo Wan Tae bergumam “Ya, itulah Kang Eun Sil yang kukenal. Kuharap keyakinanmu terus tetap kuat, selamanya.” ( Kupikir Jo Wan Tae gak pernah bener2 percaya dengan Baek Jung Ki, lebih seperti takut ancaman kekuasaan Baek Jung ki dan  memanfaatkan sikon, bisa dapet duit banyak dan leluasa mukulin orang di Guseonwon ‘kan?, baginya itu surga tersendiri  )

~ Save Me ~

Di “Panti Perawatan Muji Hangil”. Han Yong Mi memijat kaki istrinya,

“Tatapan di matamu sama sekali tidak berubah. Seperti itulah bagaimana ayahmu melihatku dahulu. Dia selalu menganggapku sebagai anak tukang jagal. Kupikir semua akan berakhir saat dia meninggal. Tapi suatu hari, kau  juga mulai melihatku dengan hina, sama seperti ayahmu. Tapi Ji Hee tidak melihatku sepertimu. Dia menghormatiku. Itu sesuatu yang tidak pernah bisa kau  berikan kepadaku. Tapi Ji Hee bisa memberikan itu kepadaku.” ( Tunggu dulu Tuan Han… lebih pilih tatapan sayang dan cinta tanpa pamrih apa tatapan hormat plus takut and ngarep ngikut tenar darimu? Ji Hee kan ada maunya.. -_-?? Ketika kau berada di titik terendah hidupmu Ji Hee belum tentu mau denganmu )

“Jadi, tetaplah seperti itu, dan jangan pernah sadar. Jadi, orang akan mengingatku sebagai suami penyayang yang memedulikan istrinya yang sakit. (Sang Hwan akan membunuh mu jika mendengar ini (¬_¬”))

Tapi ketika bunyi klik pintu terbuka dari Sang Hwan, kata-katanya berubah.. “Sayang, kau  harus sadar sekarang. kau  tahu betapa Sang Hwan mencemaskanmu.”

“Ayah.”

“Ya? Ini tidak akan terjadi jika kau  tetap di Seoul. Ibumu akan sangat cemas jika dia tahu yang terjadi.”

“Aku ingin minta bantuan Ayah. Temanku terlibat sebuah kultus aneh, tapi dia mengalami kesulitan untuk keluar dari sana. Kultus itu bernama Guseonwon. Mereka memiliki sanatorium, peternakan kolektif, dan melakukan banyak pekerjaan sukarelawan. Mereka terlihat seperti gereja normal lainnya. Tapi mereka sebenarnya sebuah kultus aneh.”

Sang Hwan meminta bantuan ayahnya supaya temannya bisa hidup dengan layak. Han Yong Min bilang dirinya ini politisi, ia tentunya akan melakukan sesuatu dengan syarat Sang Hwan harus memberikan sesuatu sebagai balasannya. Sang Hwan mengerti, ia janji akan kembali ke Seoul dan menjadi hakim.

Han Yong Min janji akan menyelidikinya nanti, Sang Hwan berterima kasih. Tapi Han Yong Min tidak mempersalahkannya, mereka ini adalah anak dan ayah.

Han Yong Min mengajak Sang Hwan pulang dan membiarkan ibunya beristirahat. Sesaat setelah ditinggalkan anak dan suaminya, jemari tangan Nyonya Han bergerak.

Dong Cheol dan Joon Gu bertemu dengan Detektif Lee. Dong Cheol tidak nyaman dengan Detektif Lee, ia bilang berhutang budi pada Joon Gu waktu di penjara makanya mau membantunya dan tidak banyak bertanya. Tapi ia langsung menaiki motornya saat melihat Detektif Lee. Detektif Lee heran rupanya Joon Gu dan Dong Cheol saling kenal.

Detektif Lee menggerutu soal kepalanya pusing karena Han Sang Hwan membawa gadis dari kultus aneh. Joon Gu tanya memangnya ada apa dengan Han Sang Hwan. Sekali lagi Detektif Lee heran kenapa Joon Gu bisa tahu Han Sang Hwan. Dong Cheol menanyakan keadaan gadis itu sekarang. Lee Kang Su bilang.. Intinya sudah dikembalikan ke ayahnya.

Dong Cheol turun dari motornya dengan marah, bagaimana bisa Detektif bertindak seperti itu?

Lee Kang Su mengancam Dong Cheol yang pernah dipenjara akan lebih mudah memenjarakannya lagi. Dong Cheol kesal, ia pergi. “Hyungnim.. Aku tidak berutang apa pun lagi kepadamu.”

Lee Kang Su marah, apa Dong Cheol anak buahnya Joon Gu?. Joon Gu hanya berkomentar “Pria seperti dia tidak bisa dijinakkan. Kita harus membiarkan dia menjalani hidupnya.”

Namun Joon Gu tidak langsung memberikan buku keuangannya. Apa sekarang ia bisa melakukan apapun pada Lee Jin Seok?

Hong So Rin memberikan ibunya Sang Mi obat. Ketika ia berbalik hendak pergi ia melihat Kang Eun Shil di pintu, ia bertanya apa obatnya diminum rutin?

Hong So Rin dengan agak takut menjawab iya, lalu meninggalkan ruangan. Kemudian Kang Eun Shil mendekati Nyonya Im.

“Sang Mi meninggalkan tempat ini, tapi dia kembali. Dia bisa saja tetap di sana, tapi memilih untuk kembali.. kau  tahu kenapa? Dia kembali karenamu. Putriku… Putriku, Yu Ra, meninggalkan tempat ini. Karena itu, dia membuatku melakukan sebuah dosa besar kepada Yang Mahakuasa dan Bapa Rohani, tapi Sang Mi kembali.” Kang Eun Shil mencengkeram wajah Nyonya Im.

“Aku sangat membencimu karena itu. Kau  memiliki putri yang mau melindungimu meski kau  gila. Aku sangat membenci itu.”

“Cintaku. Penyelamatku. Yang Mahakuasa. Bapa Rohani terkasih.”  Kata Nyonya Im. Kang Eun Shil akan menjadikan Sang Mi Bunda Rohani, jadi Nyonya Im harus di sini seperti ini selamanya sehingga Kang Eun Shil dan puterinya bisa naik bahtera keselamatan.

       Detektif Lee dan Lee Ji Hee bertemu, mereka tidak turun dari mobil. Lee Kang Su cekikikan geli sendiri karena mereka ini seperti syuting film detektif saja. Ia memberikan buku keuangannya ke Lee Ji Hee. Siapa yang harus kubereskan untukmu terlebih dahulu? Pak Cheon? Senator Park?

“Detektif Lee. “

“Ya?” Jawabnya masih dengan senyum tidak jelas.

“Kau  harus tahu caranya menahan ekspresi. Atau kau  tidak mendapatkan apa pun. Tangkap Pak Park terlebih dahulu. Dia bekerja untuk Pak Cheon.”

“Baik.. Tapi harus kuakui, karena gubernur mengurung semua politisi korup, Muji akan segera menjadi kota terbersih di Korea.”

“Itu hanya mungkin terjadi berkat orang-orang sepertimu yang berusaha sebaik mungkin” Mereka saling puji menjijikkan.

Bibi pemilik kedai memperingatkan anak-anak untuk jangan ikut judi, jangan membuat masalah lagi. Jung Hoon mengelak “Ayolah, Bibi. Tidak seperti itu.”

“Siapa yang kau  panggil “Bibi”?” Sebelum pergi ia menyuruh mereka menganggapnya Kakak/Nuna. (HHHHH padahal udah kenal sejak mereka bocah, tiba2 nyuruh manggil Nuna XD )

“Astaga, kau  Dong Cheol. Kenapa wajahmu begini?” Terdengar pekikan Bibi kedai.

Dong Cheol bicara empat mata dengan Sang Hwan. Sang Hwan menceritakan kalau kepolisian bisa dikendalikan oleh Guseonwon, Dong Cheol bertanya apa rencana Sang Hwan? Sang Hwan bilang ia meminta bantuan ayahnya.

Dong Cheol tidak bisa percaya pada ayah Sang Hwan atau orang dewasa lainnya. Sang Hwan menyanggah ia juga sama.. tapi,

Dong Cheol tidak peduli, ia juga akan menggunakan caranya sendiri. Sang Hwan hendak melarangnya, apa maksudmu?

“Kau  selalu menggunakan otakmu, dan aku menggunakan keberanianku.”

“Jangan bilang bahwa…”

“Aku ingin melihat langsung seperti apa tempat itu.”

“Dong Cheol, apa kau  gila? Tempat itu terlalu berbahaya. kau  tidak bisa ke sana sendirian”

Bibi kedai hendak melerai, tapi Jung Hoon meminta tenang.

“Sang Hwan, salah satu dari kita harus mengetahui tempat itu untuk membantunya. Mereka sudah mengenali wajah kalian. Jadi, aku akan ke tempat itu.”

~ ☆Rescue Me ☆~

Kang Eun Shil membawakan Sang Mi makanan. “Ucapkan doa keselamatan. Jika kau  mengucapkannya, aku akan memberikanmu Air Keselamatan.”

Sang Mi menggeleng, Kang Eun Shil membawa kembali makanannya keluar. Membiarkan Sang Mi kelaparan.

Detektif Lee dan rombongan membawa surat perintah untuk menangkap Park Jung Min. Sementara istrinya membakar berkas-berkas.. Park Jung Min menghubungi Pak Cheon untuk bantuan. Pak Cheon nampaknya menyampaikan saran aneh, hingga Park Jung Min manjat-manjat bak spiderman.

Sayangnya  Lee Kang Su melihat aksi konyolnya, ia menyarankan untuk jangan begini kalau tidak mau jatuh tertancap besi. Park Jung Min frustasi “Mati aku..” (HHHHH!)

“Kali ini tentang menjaring para pengikut yang prospektif. Pertama, kalian harus membawa Alkitab, memakai kalung salib, yang dipakai sebagian besar umat Kristiani. Lalu bilang kalian baru di sini dan ingin datang ke gereja  untuk menolong orang-orang di area itu” Jelas Kang Eun Shil yang mengajak jemaat untuk mengajak orang-orang baru ke Guseonwon. Hong mengangkat tangan bertanya

“Aku ada pertanyaan. Tidakkah orang-orang berpikir kita bohong?”

Kang Eun Shil lalu menjelaskan..  Ada sebuah kalimat seperti ini di “Kitab Keselamatan.” “Benar atau salah, apa pun cara yang kau  gunakan, menyebarkan pesan Yang Mahakuasa adalah perbuatan menggembirakan dan akan terus membuat Yang Mahakuasa senang.” Untuk itu, kita tidak menyebutnya berbohong. Tapi kita menyebutnya, “Strategi Keselamatan.” Jika kalian menggunakan strategi ini dengan bijak, kalian akan mendapat hadiah besar. Yang kita lakukan di sini menuntun orang menuju keselamatan melalui iman kita. Itu hal baik. Yang Mahakuasa akan memuji kebajikan kita. Kalian semua mengerti, bukan?

“Doa kita akan terkabul.”

Lalu mereka akan menjalankan tugas mereka.

Kang Eun Shil memanggil Hong So Rin. Bertanya sudah berapa lama bergabung ke Guseonwon? Ia bilang sudah setengah tahun. Selama ini Kang Eun Shil lihat kalau Hong sangat taat dan ia menyarankan untuk jadi asistennya Bunda rohani. Hong senang sekali, ia diberi tugas yang besar.

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s