[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 12 Part 2

     Kang Ki Hyung mengiterogasi Ahn Yeo Jin. Ahn Yeo Jin meminta maaf karena tadi sudah bertindak kelewatan. Timjangnim tidak masalah, ia lalu tersenyum. Ahn Yeo Jin senang melihat Timjangnim tersenyum, ia lihat sepertinya Kang Timjangnim bukanlah orang yang sering tersenyum.

Timjangnim balas mengatakan Ahn Yeo Jin sepertinya bukanlah orang yang sering tersenyum juga. Petugas membawakan lukisan-lukisan Ahn Yeo Jin. Ahn Yeo Jin nampak cemas, ia bilang ini hanya sekedar hobi.

“Aku tidak tahu dimana ini…, tapi sungainya mengalir tenang.” Lalu ke lukisan kedua dan ketiga “Ada anak yang berlari bebas. 12 mawar. Kau menggambar satu mawar untuk setiap korban… yang dibunuh Jo Young Hoon. Lukisan inilah… kesalahanmu. Mawarnya bukan 12. Harusnya 13. Malah sebenarnya…, korban ke-13 telah ditemukan kemarin. Sepertinya kau tidak tahu soal korban yang ke-13.” Karena reaksinya Ahn Yeo Jin yang terlihat.

Pasti Ahn Yeo Jin tidak tahu siapa-siapa saja korbannya. Tentu saja, karena bukan kau yang memasang iklan.

“Seperti kataku sebelumnya…”Ahn Yeo Jin kembali berbohong

“Kau juga bohong kalau kaulah yang mengajak korban ke ruang kerja Jo Young Hoon. Ahn Yeo Jin-ssi. Kau selama ini bekerja di akademi seni… bahkan sebelum Jo Young Hoon mulai membunuh pada tahun 2002. Aku sudah membaca riwayat pengalaman kerjamu… dan rupanya kau selama ini bekerja… hampir sepanjang hari, termasuk menjadi guru les pribadi. Tapi kau bersikeras kau mengajak para mahasiswi… itu siang-siang menemui Jo Young Hoon. Tapi kenapa… mereka tak menemukan alibi… selama penyelidikan awal 15 tahun silam? Itu… karena pengakuanmu.”

Ahn Yeo Jin menunduk mendengarkan profilingnya Kang Timjangnim.

“Kau tidak tahu apa-apa tentang ke13 korban yang dia bunuh. Kenapa kau membuat pengakuan palsu? Jo Young Hoon kini tak bisa menyakitimu lagi.”

“Apa kau sungguh ingin tahu berapa banyak lagi wanita yang telah kukubur?” Jo Young Hoon mencoba pamer pada Hyun Joon

“Aku sungguh ingin punya orang seperti itu sebelum aku mati. Kalau begini saja, bagaimana? Bantulah aku.” Katanya ke Hyun Joon, ia janji akan menceritakan semua wanita yang dia kubur. Hyun Joon santai menanggapinya

“Berarti maksud perkataanmu itu…. ada lebih banyak korban?”

“Kau tak mau kuceritakan lagi? Lagipula tak ada ruginya.”

Hyun Joon bertanya apa keinginan Young Hoon, Young Joon tanpa tahu malu menginginkan mencium rambut Min Young sekali saja. Hyun Hoon tersenyum samar, Jo Young Hoon-ssi.. berhentilah main-main..

Young Joon heran memangnya kenapa? Lagipula permintaannya ini tidak susah. Ini terserah Min Young mau bagaimana menanggapinya. Min Young menyetujuinya, ia tak masalah. Hyun Joon terkejut dengan putusannya Min Young.

        Timjangnim tanya mengapa Ahn Yeo Jin berbohong soal membunuh anaknya sendiri? Di mana dan bagaimana Yeo Jin menguburkannya. Bukannya menjawab tapi Yeo Jin malah balik bertanya apakah Timjangnim memiliki anak? Apa selalu membawa-bawa fotonya di dompet?. Timjangnim geram, berhentilah mengubah topiknya.. jawab saja pertanyaanku.

Jo Young Hoon berhasil mengendus-endus rambutnya Min Young, setelahnya ia akan menepati janjinya menjawab.

Timjangnim memprovokasinya untuk bicara lebih jauh, jika Si On anaknya Yeo Jin masih hidup kira-kira umurnya 16 atau 17 tahun dan Yeo Jin pasti penasaran bagaimana anaknya. Bukannya menanggapi tapi Yeo Jin malah prihatin dengan pekerjaannya Timjangnim yang bisa membuat stres, istrinya pasti mengalami kesulitan karena tekanan kerja Kang Timjangnim.

“Aku tidak punya istri”

“Bukannya itu cincin pernikahan?”

“Kenapa kau masih saja melindungi Jo Young Hoon?” Kang Timjangnim memandangi cincinnya sembari bertanya.

“Kau tidak tinggal dengan istrimu, ya?”

“Menurutku kau tidak bersalah.”

“Semua orang bersalah. Tapi kenapa karena dosa kita… anak kecil jadi harus menderita? Apa kau punya anak?” Timjangnim mengangguk, Yeo Jin tertarik dan menanyakan umur anaknya. Timjangnim menjawab umurnya 6 tahun dan namanya Kang Han Byul. Yeo Jin tersenyum, namanya indah sekali namanya. Ia ingin melihat foto Han Byul. Sayangnya Timjangnim tidak selalu membawa-bawa fotonya.

Yeo Jin simpati, apa itu karena pekerjaannya Timjangnim yang berbahaya? Timjangnim pasti ingin melindungi anaknya agar selalu aman. Timjangnim balik bertanya apa Yeo Jin melakukan pembunuhan demi melindungi anaknya Si On dari Jo Young Hoon?

Bagi Yeo Jin saat Timjangnim melindungi Han Byul.. sama halnya ketika ia melindungi Si On anaknya. Timjangnim bertanya di mana Si On dikuburkan?. Yeo Jin tidak secara pasti mengatakan di mana, yang jelas di tempat yang lebih baik dari tempat ini.

“Wanita-wanita yang telah kukubur… Tidak ada lagi.” Ia tertawa-tawa girang ‘Tidak ada lagi.”. Hyun Joon berdiri dan pura-pura baru teringat sesuatu

“Oh iya. Apa kau tahu Departemen Keadilan menunda hukuman matinya Ahn Yeo Jin?”

“Apa? Mana mungkin.”

“Karena tidak ada bukti kalau Ahn Yeo Jin membunuh anaknya sendiri. Kau pasti tahu itu.” Tambah Min Young memancing. Jo Young Hoon tidak terima, ia jelas tahu sendiri kalau Ahn Yeo Jin yang membunuh anaknya sendiri. Hyun Joon pura-pura tidak peduli, ia menyuruh petugas membawa Young Joon pergi, interogasi selesai. Min Young mengikutinya keluar.

Jo Young Hoon memberontak, ia akan mengatakan di mana Si On dikuburkan.

      Sun Woo dan Han berada di bangunan buatan Jo Young Hoon. Jo Young Hoon yang menyusun denah pembangunan balkon itu. Jika orang tua tempat tinggal itu melihat dari sana…, apa yang mereka lihat pasti jelas. Ada gerbang seperti ini juga tempat kerjanya Jo Young Hoon.

Mereka menuju sebuah gerbang berbentuk bundar. Jika dilihat dari Lolita kompleksnya Jo Young Hoon, ini menandakan rahim seorang ibu. Jo Young Hoon membenci ibu kandungnya. Tapi juga merindukannya.

Dia memproyeksikan masa kecilnya kepada korbannya. Sikap anak yang tak berdaya dan pasif yang melambangkan kompleks Lolita.

      Jo Young Hoon memberi info salah satu korbannya. Ia mulai bicara karena Ahn Yeo Jin yang hendak ia jadikan korban terakhir malah ditangguhkan hukuman matinya. Choi Seol Ah meninggal saat usianya 19 tahun, saat itu Jo Young Hoon adalah pembimbingnya.

Timjangnim segera menemui Ahn Yeo Jin menanyakan tentang Choi Seol Ah. Yeo Jin bilang anaknya tidak berbakat namun baik. Timjangnim bilang jasadnya ditemukan di bawah tanah gerbang belakang rumah itu. Yeo Jin menjatuhkan pensilnya, terkejut. Timjangnim bertanya apakah Jo Young Hoon merombak bangunannya?

Hyun Joon menemui Young Hoon. Hyun Joon memberitahu kalau lokasi yang Young Hoon berikan bukanlah Si On, melainkan seorang anak yang baru lulus SMA. Young Hoon tampak tidak peduli, ia teringat ia adalah Seol Ah.. cantik secantik namanya.

“Berapa banyak lagi wanita yang telah kaukubur?”

“Waktuku tak banyak. Bukankah kau ingin berhenti mengajukan pertanyaan itu…, dan mendoakan aku saja? Penjaga. Aku ingin sendirian.”

“Jangan berkhayal. Ini belum berakhir.”

“Bukankah itu yang harus kukatakan?”

“Suatu sungai yang mengalir dikelilingi oleh semak-semak. Ada keranjang di sana. Anak yang berjalan di atas bukit… nampaknya sekitar 10 tahun. Tapi kalau dilihat lebih dekat… dia kelihatan sedikit lebih tua. Apa kau membayangkan anakmu saat melukis ini? Atau apa kau mendasarkan lukisan  ini pada Si On yang masih hidup?”

“Aku… tak punya banyak waktu. Sekarang aku sangat ingin sendirian.”

“Ahn Yeo Jin-ssi. Anakmu sekarang dimana?”

“Penjaga. Antarlah Kapten ini keluar.”

Timjangnim keluar meninggalkannya. Ahn Yeo Jin yang tegasng sekarang makin cemas. Ia memandangi lukisan anaknya.

Timjangnim minta Nana memutar kembali rekaman interogasinya dengan Ahn Yeo Jin.

“Keluaran 2 : 3” Timjangnim lihat nukilan ayat al-kitab. Han langsung menyebutkan isinya Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu… diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter…, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya… peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil.”

Kang Timjangnim melanjutkannya. Musa-lah bayi itu. Bayi itu seharusnya tenggelam di air dan mati. Tapi ibunya Musa memasukkannya ke dalam keranjang…, dan menyembunyikannya di Sungai Nil.

Ahn Yeo Jin saat wawancara mengatakan Si On berada di tempat yang lebih baik dari tempat ini. Jo Young Hoon rupanya tidak mengubur anaknya. Karena Ahn Yeo Jin sudah menanganinya.

Min Young heran, apakah ini artinya Ahn Yeo Jin benar membunuh Si On?. Sun Woo bilang tidak, mungkin karena Yeo Jin menamanya dengan nama bukit Yerusalem (Gunung Si On). Han pikir, berarti, dari saat anaknya lahir…, Ahn Yeo Jin berfirasat kalau anaknya berada dalam bahaya.

Waktu mereka tidak punya banyak waktu lagi, jika ingin menangguhkan hukuman mati Ahn Yeo Jin mereka harus menemukan anaknya.

Mereka mencari semua arsip polisi dan rumah sakit dari bulan Maret 2002.  Serta data anak-anak terlantar yang ada di koran-koran. Bisa jadi lokasinya tak jauh dari rumah mereka. Ahn Yeo Jin tetap tutup mulut karena Jo Young Hoon masih hidup, ia sudah menyembunyikan anaknya selama 15 tahun.

Min Young tidak mengerti mengapa Ahn Yeo Jin bersikeras bungkam, padahal sekitar sejam lagi hukuman mati dilakukan. Kalau dia tetap tidak mau bicara maka Si On tidak ada kesempatan menemui ibunya juga. Timjangnim hendak meyakinkan Yeo Jin untuk bicara.

Han berpendapat, bagaimana kalau sebenarnya Ahn Yeo Jin tidak tahu di mana keberadaan anaknya?. Timjangnim yakin Ahn Yeo Jin tahu

Timjangnim melewati sel Jo Young Hoon. “Akhirnya, pertunjukan besar akan segera dimulai.” Katanya pada para petugas tanpa takut. Timjangnim lanjut berjalan, meminta tambahan waktu untuk menyelidiki. Kepala Lapas tidak bisa melakukannya, ini sudah melampaui batas resminya. Timjangnim meminta 5 menit saja.

Timjangnim berlari menuju selnya Ahn Yeo Jin, sementara itu Hyun Joon ditertawai oleh Jo Young Hoon.

Malam itu bulan purnama, Ahn Yeo Jin memandangi bulannya dan berterima kasih karena diizinkan melihat purnama untuk terakhir kalinya.

“Melihat bulan purnama… tiba-tiba membuatku ingin hidup.” Ia berjalan dengan damainya.

“Hidup… memang membuat perasaan menjadi lebih tenang. Bukan begitu?”

Timjangnim menggeledahi ruangan Ahn Yeo Jin.

“Sewaktu kecil, ibuku… menceritakan kisah tentang kelinci yang hidup di bulan.”

“Generasi kita percaya cerita itu dulu.” Kepala lapas menanggapinya. Yeo Jin bertanya apa Pak Kepala juga menceritakan cerita tersebut ke anaknya?. Kepala membenarkannya, ia berasal dari generasi tersebut dan melakukan hal yang sama.

Yeo Jin bilang ia juga menceritakan hal yang sama pada Si On, apa mungkin Si On masih mengingat dirinya sekarang?. Aku menceritakan kisah kelinci itu cuma sekali padanya. Tapi mau dimanapun kita berada…, kita melihat bulan yang sama. Itulah yang kukatakan padanya. Apa menurutmu dia ingat?

Timjangnim ingat lukisan anak kecil buatan Yeo Jin, ia melihat ada kertas ditempelkan dibalik kanvasnya. Sebuah guntingan foto pemuda dari koran.

Waktunya sudah habis, Yeo Jin sangat berterima kasih karena Pak Kepala memberikan hadiah terakhir yang diinginkannya. Pak Kepala bertanya apakah ada hal lainnya yang diinginkan Ahn Yeo Jin? Yeo Jin menggeleng. Ia membungkuk berterima kasih.

     Nana terharu sekali melihat anaknya Ahn Yeo Jin, ia mencari datanya. Min Young akan meminta awak media mencari secepatnya.

Jo Young Hoon mengenakan baju serba putih, pendeta bicara padanya “Apa kau ingin hatimu damai dalam nama Tuhan?.”

“Yeo Jin. Aku akan menunggumu di sana. Aku sudah pernah damai dengan caraku sendiri 19 kali. Semua orang lebih cantik daripada tuhannya.”

Hyun Joon menghadangnya sebentar. Kenapa Jo Young Hoon ingin merahasiakan semuanya sampai akhir?.

“Kau mungkin tahu alasannya.” Jawabnya santai. Ia enggan dipegangi petugas, ia bisa jalan sendiri. Lagi-lagi meneriaki Ahn Yeo Jin. Untuk jangan takut hukuman mati, mereka tidak akan terpisahkan.

Hyun Joon bertanya ke Kepala Lapas, karena tadi Young Hoon bilang 19.. kedengarannya seperti mengaku telah membunuh 6 orang selain 13 yang NCI dan polis ketahui. Kepala langsung berlari pergi.

    Yeo Jin di selnya menyisir rambutnya, ia mengambil lukisan anak kecil buatannya dan memeluknya. Ia membaliknya, namun foto anaknya tidak ada di sana.

Young Hoon ditanya adakah pesan terakhir?

“Aku.. menang” Katanya dengan senang.

Hyun Joon menunjukkan fotonya Si On, “Jo Young Hoon. Kau lihat ini? Dia anakmu, yang kaukira sudah mati, Si On.”

“Tidak.”

“Khayalanmu sudah berakhir. Kau sudah hilang akal. “

“TIDAK. TIDAK. BERHENTI BERCANDA. DIA SUDAH MENINGGAL! Yeo Jin akan ikut denganku. Apa menurutmu begini akhirnya? Tidakkah kau ingin tahu di mana jenazah-jenazahnya? Kalian takkan pernah bisa tahu. Aku menang. Yeo Jin milikku selamanya. Inilah kemenanganku.”

Kepala Jo Young Hoon ditutupi, eksekusi dimulai.

Quotes:

Menunggu itu menyakitkan. Melupakan juga menyakitkan. Namun, bimbang antara menunggu dan melupakan itu penderitaan yang paling parah.

~ Paulo Coelho ~

 

Advertisements

One thought on “[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 12 Part 2

  1. Jadi makin penasaran… Di tunggu eps 13 nya
    Fighting kak 😊😊 lanjut terus ya buat sinopsosnya “criminal mainds”

Leave A Reply. Never Call Me "ADMIN", My Name is KARISSA/CHARISZHA. Thanks :))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s