[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 12 Part 1

NB:

 Hukuman mati dan syarat pembenaran. dalam drama ini, fiksi belaka dan tidak berkaitan dengan kebijakan Korea.

    Han Byul dan Kang Ki Hyung menonton pertunjukan musik. Terdengar suara mengalun merdu, Han Byul tampak tidak bosan menonton, sementara itu ayahnya sampai memejamkan mata karena menikmati indahnya alunan musik.

Kang Ki Hyung memasukkan file-file ke dalam kardus. Ia melihat sebuah foto, tak lama kemudian Baek San datang membawakan berkas.

“Ada perintah dari Departemen Keadilan. Selama 10 tahun terakhir…, kejahatan aneh dan brutal yang tak diinginkan kepolisian… telah meningkat secara signifikan. Keputusan melanjutkan hukuman mati… telah ditentukan… setelah lama mempertimbangkan untuk mencegah hal ini.”

“Aku yakin… pasti nanti ada banyak ketentangan domestik dan internasional.”

“Hukuman mati telah bermula lagi setelah 20 tahun…, dan sudah diputuskan sebelum mengklarifikasi… kejahatan lain yang dilakukan kriminal. Sepertinya otoritas ingin kau membereskan ini secepat mungkin. Karena ini masalah serius…, menurut mereka, NCI sangat diperlukan… untuk mencegah kemungkinan penentangan dari masyarakat. Dibandingkan menyelidiki kejahatan-kejahatan lainnya…, pemerintah tengah mencari pembenaran untuk menunjukkan pada warga.”

“Setelah membunuh total 12 wanita berusia 20 tahunan…, Young Hoon dan Ahn Yeo Jin diputuskan akan diberi hukuman mati. Sudah tiga hari sejak putusan hukuman mati pada pasangan pembunuh tersebut. Inilah hukuman mati pertama sejak 31 Desember 1997…, ketika 23 kriminal dihukum mati. Sudah 20 tahun sejak hukuman mati terakhir…, sudah ada banyak kritik dari warga… dan perdebatan atas putusan hukuman mati. Kini kurang dari 48 jam sebelum hukuman mati pada pasangan pembunuh tersebut… dan tim NCI yang ditugaskan menangani kasus ini. Akibatnya, media berfokus pada apakah tim NCI akan mengetahui… kejahatan lainnya yang dilakukan oleh Jo Young Hoon dan Ahn Yeo Jin.”

**~Criminal Minds ~**

NCI membahas kasus tersebut. Mereka pasangan pembunuhan berantai, Jo Young Hoon dan Ahn Yeo Jin. 15 tahun silam, pada tahun 2002…, 12 mayat tak teridentifikasi ditemukan di suatu halaman… rumah di Seoul, Youngsan-gu, 870 Ohsan-dong. Ketika terungkap ini… merupakan mayat wanita berusia 20-an yang telah hilang sejak awal 2000-an…, masyarakat sontak dibuat kaget.

Hyun Joon dan Sun Woo penasaran apakah ada kasus pembunuhan yang keduanya lakukan lagi baru-baru ini?. Kang Ki Hyung bilang, dua hari lalu, temuan mayat berada di lokasi konstruksi. Yoon Joo Hee. Setelah terekam kamera CCTV di area universitas…, dia hilang selama 15 tahun.

Lokasi tempat jenazahnya ditemukan… merupakan tempat rumah yang dibangun oleh Jo Young Hoon, yang pekerjaannya sebagai arsitek. Menurut hasil forensik, pola pembunuhan mereka yang unik…, mutilasi di delapan bagian… dan cara jasad dikubur sangatlah mirip.

Khususnya, periode hilangnya Yoon Joo Hee… sesuai dengan korban lainnya. Karena hukuman mereka sudah diputuskan… setelah jenazah wanita ini ditemukan…, pemerintah ingin NCI menuntaskan kasus ini secepat mungkin.

Kang Timjangnim menyuruh Hyun Joon pergi dengan Min Young ke rumah tempat tinggal mereka. Lalu temui kami di penjara.

Bus NCI berada di jalanan. Han berkata kalau Ahn Yeo Jin mengaku telah membunuh anaknya, Jo Si On… tapi dia tidak mengakui 12 pembunuhan lainnya.

Sun Woo cuku heran, awalnya, dia terus bungkam…, tapi kemudian dia mengaku terlibat atas pembunuhan itu bersama dengan Jo Young Ho. Lalu dia mengubah kesaksiannya.

Nana penasaran, apa dia sengaja melakukankannya demi mencoba merahasiakan korban lainnya?. Han pikir, apa mungkin Yoon Joo Hee merupakan korban terakhir yang dibunuh pasangan itu?

“Lain halnya dengan Jo Young Hoon yang suka memamerkan kejahatannya…, Ahn Yeo Jin tidak kooperatif dengan media di penjara…, jadi dia dijuluki “Cold Witch”. “ Min Young menganalisa.

“Media mungkin membesar-besarkannya… setelah mengamati dia di persidangan.”

“Ahn Yeo Jin bahkan membunuh anaknya yang berumur dua tahun. Bukan itu saja, tapi dia juga mengubur… 12 wanita umur 20-an. “

“Ada yang lebih penting daripada jumlah wanita yang dia bunuh. 38 jam lagi…, korban yang belum ditemukan akan dikuburkan bersama kedua orang itu.”

Ahn Yeo Jin dibawa ke ruangannya.

      Dalam sisa 36 jam ini…, dua penjaga akan terus siaga mengawasi. Sebelum hukuman mati dilaksanakan…, kriminal akan tinggal di sel isolasi khusus. Barang pribadi akan serahkan ke kau, setelah barangnya tiba. Ia juga akan diberikan makanan yang ia ingin makan terakhir kalinya.

Namun ia menjawab tidak ingin makan, lebih ingin melihat bulan purnama besok. Namun permintaannya tidak bisa terpenuhi karena melanggar hukum.

Han meragukan Yoon Joo Hee adalah korban pasangan pembunuh tersebut. Kang Ki Hyung dan NCI harus menganalisa profil mereka dengan waktu yang tersisa.

NCI datang ke penjara. Mereka melakukan presentasi. Pada tahun 2001, di wilayah timur laut Seoul…, .mahasiswi-mahasiswi usia 20-an mulai menghilang. Polisi menerima laporan dari pelapor anonim… bahwa pelapor pernah melihat  Jo Young Hoo bersama para mahasiswi itu. Identitas pelapor wanita itu belum diketahui. Polisi telah menginterogasi Jo Young Hoon…, dan Ahn Yeo Jin serta anak mereka juga hadir dalam interogasi tersebut. Selama interogasi, polisi merasa kalau Jo Young Hoon punya mental yang abnormal…, dan ketika polisi pergi ke rumahnya 3 jam kemudian…

sambil membawa surat perintah…, anaknya pun menghilang. Dan, di bawah tanah ruang kerjanya…, ditemukan 12 mayat mahasiswi termutilasi. Jo Young Hoon memutuskan kabur dari polisi…, dan menyuruh Ahn Yeo Jin membunuh anak mereka… dan menyingkirkan mayat anak itu. Jo Young Hoon bersaksi ia telah menemukan 12 korban… bersama Ahn Yeo Jin dan membunuh mereka setelah menculik mereka. Jadi sekarang, jumlah korban  telah meningkat menjadi 13 orang.

Dan banyak foto ditemukan di rumahnya. Hasil laporan menunjukkan Jo Young Hoon memiliki karakteristik pedofilia. Dilihat dari foto yang dia potret sebelum dia membunuh korban…, para korban memakai pakaian yang biasanya dipakai anak-anak kecil. Jika menurut kejahatan yang dilakukan oleh… orang-orang yang menderita Lolita Kompleks…,

( Keadaan dimana seorang dewasa tertarik secara seksual kepada anak-anak pada masa pubernya ) mereka memiliki syarat unik… untuk memotong  lengan dan kaki korban. Lain halnya dengan Jo Young Hoon yang dilaporkan mengalami gangguan seksual…, polisi pun tidak bisa menyimpulkan kondisi Ahn Yeo Jin.

Mungkin Ahn Yeo Jin menderita hybristophilia (mengacu pada wanita yang tertarik pada penjahat.) Semacam apa yang terjadi dengan “Bonnie and Clyde”. (pasangan kriminal). Jo Young Hoon mengkhayal… dia punya kendali penuh atas korbannya. Dia tidak menyesali atau menyalahkan dirinya sendiri atas kejahatannya. Dia akan mengira, kalau Ahn Yeo Jin itu sebagai kepunyaannya. Karena itulah dia mengira dia bisa memerintah dan harus dipatuhi.

Timjangnim menyuruh Sun Woo nanti bicara pada pelaku.

Ahn Yeo Jin memilih korban dari kampus terdekat. Dan korban datang kesini setelah membaca iklan yang dipasang Ahn Yeo Jin. Iklannya isinya, “dibutuhkan asisten Arsitek Jo Young Hoon.” Ini pastilah tempat kerjanya.

Hyun Joon dan Min Young masuk ke dalam rumah. Meja kerjanya pasti ada di suatu tempat. Dan di dekat pintu itu…, pasti ada ruang penyiksaan. Luka di tubuh korban sesuai dengan alat yang ada di sana dan dikubur di bawah lantai.

Jika dilihat dari riwayatnya…, ada bukti yang menunjukkan ia pernah disiksa oleh orang tuanya. Jika demikian…, bagaimana kira-kira masa kecilnya Ahn Yeo Jin? Ibunya tidak pernah setuju diwawancara selama 15 tahun terakhir.

Sekarang, pasti beda.  Sekarang saja, Ahn Yeo Jin malah dijatuhi hukuman mati. Keduanya hendak menemui ibunya Ahn Yeo Jin.

     Menurut Kepala Lapas.. Koridor di depan sel isolasi… menurut petugas penjara ialah ibarat jalan menuju neraka. Timjangnim bertanya apa Ahn Yeo Jin pernah… bertemu Jo Young Hoon setelah dia ditahan di sel khusus ini?

“Tidak, setelah dia dijatuhi hukuman mati…, dia bilang dia tidak mau bertemu dengan siapapun. Kami telah memisahkannya dari tahanan lainnya… demi keamanannya.”

Mereka sampai di selnya Ahn Yeo Jin. Ahn Yeo Jin memandangi dua buah lukisan, Kang Timjangnim memuji lukisannya bagus.  Ahn Yeo Jin punya banyak waktu dan diizinkan untuk melukis di sini. Ia sadar kedatangan Timjangnim kemari untuk menanyakan sesuatu. Kang Timjangnim ingin mengetahui alasan para korbannya Ahn Yeo Jin dibunuh.

      Min Young dan Hyun Joon sampai di rumah Ahn Yeo Jin. Sambutannya cukup dingin karena keduanya NCI, ia memang yang melahirkan Ahn Yeo Jin, anaknya bertemu dengan suami yang jahat dan membunuhi para gadis, menguburkannya di rumah mereka, lalu apa lagi yang mau NCI ketahui?.

“Dia bilang ke kami… kalau putri Anda akan menjelaskan kenapa dia membunuh para mahasiswi itu. Aku tahu ini sulit…, tapi tolong bicaralah dengan kami demi putri Anda.” Kata Hyun Joon. Keduanya kemudian dipersilakan masuk ke rumah.

Diketahui masa kecil Ahn Yeo Jin seperti anak-anak pada umumnya, dia anak yang sangat baik sampai bertemu dengan suaminya yang merubahnya itu. Ahn Yeo Jin pintar menggambar, di dinding ada banyak sekali lukisannya Ahn Yeo Jin.

Min Young menanyakan bagaimana hubungan Ahn Yeo Jin dengan ayahnya?. Ny. Ahn mengakui hubungan anak ayah tersebut kurang  baik, sering berselisih paham dan ayahnya memang agak galak.

“Lagipula apa gunanya semua ini? Suamiku sudah meninggal, dan putriku hampir mati.”

“Jika kami memahami masa kecil dia, dan hubungan dia dengan orang…, kami bisa tahu bagaimana dia terlibat dalam masalah seperti itu. Jo Young Hoon mungkin selalu membiarkan Ahn Yeo Jin tetap hidup… karena mereka punya kesamaan. Mungkin sepertinya… putri Anda mencoba berbagi rasa sakit Jo Young Hoon sampai akhir. Apa suami Anda sering melukai putri Anda?” Tanya Hyun Joon

Menurut Ny. Ahn.. Yeo Jin tidak dapat banyak pukulan sebanyak dirinya, ia tidak bisa kabur dari suaminya karena tidak memiliki tempat tujuan. Bahkan tidak yakin bisa hidup sendiri. Hyun Joon penasaran apa 15 tahun yang lalu Ny. Ahn yang melaporkan Jo Young Hoon?

Ny. Ahn bukanlah yang melaporkannya, namun ia mengetahuoi siapa yang melaporkannya. Ia mengambilkan sebuah surat. Tadi pagi tukang pos mengantarkannya. Min Young membuka amplopnya.

Ahn Yeo Jin dibawa keluar dari sel, ia heran bagaiman bisa Lee Han menyandang gelar doctor secepat itu, padahal masih muda? Pasti capek bagi Han karena belajar terus. Ahn Yeo Jin menduga pasti ibunya Lee Han sangat bangga padanya. Han hanya mengangguk sopan menanggapinya.

Jo Young Hoon di sisi lainnya, ia berteriak-teriak bahwa mereka ini membanggakan dan tercatat akan terus dikenang dalam sejarah. Bisa membunuhi dengan leluasa, bukankah mereka ini luar biasa?. Ahn Yeo Jin tidak terlalu peduli menanggapinya, Jo Young Hoon dibawa ke tempat lain.

Ahn Yeo Jin terlihat marah, apa mereka sengaja dibuat berpapasan begini? Ia tertawa, kemudian bertanya. Jadi apa yang sudah kauketahui? Ha?

Sun Woo mengiterogasi Jo Young Hoon.

“38 dari 40 tes PCLI. Kau telah didiagnosis mengalami gangguan kepribadian anti sosial yang parah.”

“Ini bukan gangguan kepribadian anti sosial…, tapi gangguan seksual. Kurasa senyummu indah…, tapi kau sama sekali tidak tersenyum. Tapi kau sama sekali tidak tersenyum aku malah berdebar.”

“Apa ada korban lagi selain temuan 12 mayat itu?”

“Kalau kujawab…, apa yang akan kau berikan padaku?”

“Aku akan beri kau kesempatan meringankan penderitaan keluarga korban.”

Jo Young Hoon tertawa. “Semacam rasul keadilan?”

Ahn Yeo Jin nampak tidak nyaman dengan tangannya yang diborgol, Kang Timjangnim kemudian meminta petugas melepaskan borgolnya. Ahn Yeo Jin berterima kasih, ia butuh waktu untuk melenturkan tangannya sebelum melukis. Timjangnim bertanya apa manfaatnya Yeo Jin melukis? Yeo Jin menjawab “Kebebasan”

Min Young menghubungi Nana meminta untuk disambungkan ke Kang Timjangnim, ada surat yang sepertinya harus diketahui Kapten sekarang juga. Min Young memberitahukan ke Kapten tentang surat yang diterima ibunya. Kapten menyuruh Min Young membacakannya, Kapten Kang menirukan isi surat tersebut

“Aku sadar betapa menderitanya Ibu karena hal ini. Saat kita memikirkannya…, hubungan kita rupanya… jauh dari hubungan ibu dan anak biasanya. Aku juga sadar… Ibu tak punya pilihan lagi.

“Itu kisahku.” Ahn Yeo Jin menggebrak mejanya dan berdiri, ia tampak marah. Min Young terus membacakan suratnya

“Karena aku juga sekarang seorang ibu…, aku mengerti bagaimana perasaan Ibu dulu. Memahami Ibu… adalah hadiah kedua kuterima terima di dunia ini. Ada yang ingin kukatakan pada Ibu. Soal hadiah pertama yang kuterima. Hadiah terbesar yang kuterima… adalah orang-orang seperti  Ibu dan aku…”

Ahn Yeo Jin mencoba menarik ponselnya Kang Timjangnim. Min Young masih terus membacakan “.. adalah orang yang amat jauh. Sebagai seorang ibu dan sebagai wanita…, aku tidak memenuhi kewajibanku…, karena begitu banyak anak meninggal. Setiap kali aku memikirkannya…, aku sama sekali tidak bisa tidur.”

“HENTIKAN. TOLONG HENTIKAN!” Petugas lapas turun tangan.

Ahn Yeo Jin tampak kalut, ia kembali duduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Pelan-pelan Timjangnim menanyakan apa maksud suratnya. Ahn Yeo Jin mengakui ia membawa para mahasiswi ke rumahnya, kalau saja ia lebih teliti..

Han heran, kedengarannya seperti Ahn Yeo Jin tidak ada sangkut pautnya dalam pembunuhan. Timjangnim meminta Han tenang, ia bertanya sekali lagi.. bukankah itu karena suaminya membutuhkan asisten?

Menurut Timjangnim.. Agar bisa memahami Jo Young Hoon dan Ahn Yeo Jin…, kita harus mendekati mereka sebagai pasien yang sakit jiwa. Han menjelaskan.. Keinginan Jo Young Hoon berkembang dari emosi, kejiwaan…, dan pelecehan seksual yang dilakukan ibunya kepadanya. Dari penyiksaan yang berulang…, Jo Young Hoon tidak hanya menderita trauma psikologis… tapi dia juga menciptakan realitas sendiri pada kekasihnya. Dia menangkap korban…, dan dilihat dari ciri khasnya di jasad korban…, Jo Young Hoon berhasil memenuhi fantasinya.

Sun Woo menambahkan.. Jo Young Hoon mungkin sendirian tiap kali ibunya menyiksanya. Untuk mengaktifkan realitas yang dia ciptakan…, dia harus sendirian bersama korban.

Kang Timjangnim menyimpulkan.. Berarti, saat dia melakukan aksi pembunuhan, dia merasa itu dunianya sendiri… dimana tidak ada yang bisa mengganggunya. Jika Ahn Yeo Jin ada sewaktu bersamanya…, Ahn Yeo Jin pasti sudah mati sekarang.

Kepala Lapas bingung. Tapi Ahn Yeo Jin mengaku dia membunuh anaknya. Dia pun menyiratkan bahwa dia membunuh para mahasiswi itu juga.

    Hyun Joon datang, ia menginfokan bahwa Ahn Yeo Jin adalah wartawan anonim yang melaporkan pembunuhan Jo Young Hoon. Ahn Yeo Jin terus merasa bersalah. Dia selalu menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri.

Hyun Joon menunjukkan surat Ahn Yeo Jin, dari sinilah bisa ditemukan bahwa Han Yeo Jin bukanlah pembunuh dari 12 korban. Direktur tidak mengerti, kalau dia bukan pembunuhnya lantas mengapa memilih menerima hukuman mati yang bukan karena kesalahannya?

Han menjelaskan.. Dia mungkin dalam keadaan kognisi yang gagal. Artinya kondisi jiwanya memaksa dia memilih kematian… saat dia dalam bahaya karena tertekan. Sun Woo pernah membaca hasil penelitian tentang… 30 persen pelaku kejahatan dan kekerasan yang… dinyatakan tak bersalah pada sidang kedua… padahal dinyatakan bersalah di sidang awal… rupanya membuat pengakuan palsu

Han pikir, alasan yang paling penting kenapa pelaku mengaku palsu adalah… karena mereka sedang dikendalikan. Ini pasti karena dia dikendalikan oleh Jo Young Hoon.

Sayangnya tidak ada bukti kuatnya. Namun jika mereka bisa membuat Jo Young Hoon mengakui membunuh anaknya, hukuman mati Ahn Yeo Jin bisa ditangguhkan. Dari layar monitor yang mereka amati sekarang, terlihat Ahn Yeo Jin sangat melindungi lukisan di dalam selnya seperti halnya melindungi anaknya sendiri.

Melukis merupakan salah satu cara… orang mengekspresikan diri mereka. Kita perlu mencari tahu apa arti lukisannya.

Orang-orang beraksi ada yang menentang dan mendukung hukuman mati. Media luar dan dalam negeri menyoroti putusan ini, karena setelah 20 tahun mereka baru sekali ini lagi menjatuhkan vonis mati. Barusan NCI bersama Kementerian Hukum dan HAM dikabarkan membahas peniadaan hukuman mati bersama.

Min Young kesal dengan berita di tivi, siapa yang memberitahu informasi semacam itu pada media?.

Nana gelisah karena Sun Woo tidak bisa mempengaruhi Jo Young Hoon, Hyun Joon ingin menggantikan Sun Woo dan Min Young izin ke Hyun Joon ikut juga.  Hyun Joon menyetujuinya.

Jo Young Hoon menyayangkan Hyun Joon yang mengiterogasinya, padahal ia suka wanita tadi. Tak lama kemudian Min Young masuk, Young Joon tertarik pada wanita cantik ini dan bertanya siapa namanya ke Hyun Joon. Min Young memperkenalkan dirinya dari NCI.

Ia tertarik pada suaranya Min Young, Hyun Joon menyuruh Young Joon duduk.

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s