[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 11 Part 1

Tertulis di papan kayu (“Tujuh Dosa Mematikan dan Keadilan”)

Kemudian pria itu menuju ke rak buku, salah satu judul buku yang ada adalah

(“Tujuh Dosa Mematikan dan Keadilan”)

Pria itu habis mandi, ia pandangi bayangannya di cermin yang sudah retak bekas dipukul. Ia dekati bayangannya, menyingkap poninya, kemudian mengerang kesakitan memegangi kepalanya.

Waktu kecil ia sedang asyik menggambar sesuatu, ayahnya datang dan menjambaknya. Memasukkannya ke salah satu kandang anjing yang kosong. Anak itu terus meminta ampun. Sang ayah membawakan besi panas seukuran lidi yang ujungnya  berbentuk dua timbangan.

“Dunia ini sudah rusak. Untuk membawa kembali keadilan, kita harus kuat. Tanda ini… akan membuktikannya.”

‘Tidak, Ayah. Ayah.”

Besi panas tersebut dipresskan ke dahi kirinya.

   Min Young sudah menyelidiki dari tamu korban sebelumnya, bahwa korban tidak memiliki musuh. Barangkali jika rumah dipilih secara acak berdasarkan pemikiran pelaku, sebenarnya di awal gang ada rumah yang lebih besar.

Sun Woo datang memberitahukan temuannya, korban digorok lehernya seperti yang biasa tukang jagal lakukan. Kang Timjangnim meminta Sun Woo mencari tahu tempat pemotongan hewan dan orang-orang yang terhubung dengan pelaku meski sedikit.

Nana menunjukkan rekaman pada yang lain. Rekaman CCTV dan suara si eksekutor, lebih tenang dan hendak menghukum orang yang memiliki 7 dosa. Itu artinya aka nada 6 lagi korban dengan kasus semacam ini. yang tidak Nana mengerti mengapa pelaku mengupload video pembunuhannya? Barangkali pembunuhnya dikendalikan oleh seseorang.

Han merasa aneh, kenapa kamera laptopnya tiba-tiba menyala sendiri?

Pria itu yang melakukannya. Terdengar suara seseorang “Kau melihat apa yang mereka lakukan, kan? Aku sudah memberitahumu. Dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang mencoba untuk menghentikan kita.”

     Han lihat laptopnya menyambung ke internet sendiri dan mengirimkan video ke suatu tempat. Timjangnim menyuruh Nana melacaknya. Laptop Han menampilkan pesan dari si pembunuh

(Jika kau mencoba menghentikan kami, kami akan mengadilimu… atas nama hukum) Laptop tersebut dikendalikan seseorang dari jarak jauh.

Timjangnim kemudian memerintahkan Min Young mencaritahu apakah Yoon Sung Jin melakukan perbaikan komputer selama 6 bulan terakhir.

Jika Han bisa menyelidikinya, ia bisa tahu apa yang disembunyikan pelaku didalamnya. Nana gusar, video yang baru saja kita lihat.. sudah menyebar begitu cepat.

Sun Woo lihat orang-orang yang menonton video tersebut berpikir bahwa itu adalah adegan yang diarahkan dan hanya merupakan pemasaran film.

Si pembunuh menerima panggilan service komputer, si pelanggan dapat laptop hadiah dan ada sedikit masalah. Pria tersebut bertanya apa jenis pc-nya dan apakah ada kameranya? Ia perlu melakukan pengendalian jarak jauh.

Di monitor sisi kanan pria it terlihat seorang wanita dan pria melakukan hal tidak senonoh, pria itu melepaskan headphone-nya dan panik sendiri. Sebuah suara memprovokasinya untuk membunuh mereka.

Timjangnim mengumpulkan semua informasi dari semua anggota tim.

Han: Dia memiliki cara pembunuhan yang efisien. Seluruh tubuh korban menunjukkan jejak penjagalan seperti pada hewan.

Min Young: Kita mencari pelaku diantara orang-orang yang bekerja… di tempat pemotongan hewan terdekat.

Han: Karena tidak ada kasus yang serupa dalam database selama 10 tahun terakhir, sepertinya ini adalah pembunuhan pertamanya.

Sun Woo: Salah satu pelakunya berpikir bahwa dia sedang menjalankan hukuman… dan membuat keputusan. Dia mungkin memiliki schizophrenia… yang menyebabkan halusinasi pada pendengaran dan visual. Yang lainnya harus memiliki kendali dalam melakukan pekerjaan komputer. Dalam kasus seperti ini, orang yang membuat keputusan memimpin tim.

Timjangnim: Itu adalah bagian yang aneh. Saat mereka punya komplotan seperti ini, mereka mengikuti perintah dari orang yang membuat keputusan. Tapi tidak untuk kasus ini. Jika kau mendengarkan panggilan telponnya, informan mencoba menghentikan seorang pria tapi tidak bisa. Ini menunjukkan bahwa komplotannya tidak mengikuti perintah. Ini tidak cocok dengan profil umumnya.

Hyun Joon: Mungkin dia menelpon polisi… bukan untuk menghentikan pembunuhan… tapi untuk bersiap-siap saat mereka ditangkap oleh polisi. Jika bukan itu masalahnya, dia mungkin memiliki mental tidak normal… yang menikmati situasi seperti ini.

Han: Pelakunya mengakses laptop korban dan mengamati korban. Itu artinya pelakunya mencoba… untuk menghubungi korban dengan cara tertentu.

Min Young: Tapi kita tidak bisa melacak apapun… dari panggilan telpon korban yang bisa melacak kembali ke pelakunya. Aku pikir dia menghubungi korban… melalui cara lain seperti pesan online atau email

Timjangnim: Kalian harus mengatur daftar tersangkanya.

Sun Woo memberitahukan, ada laporan yang mengatakan jika mereka melihat orang asing… didepan rumah Yoon Sung Jin tiga bulan yang lalu.

“Kami akan mengunjungi informannya.” Sun Woo dan Min Young undur diri.

Salah satu staf NCI menginformasikan info yang penting.

Tim NCI mendatangi lokasi yang sudah Letnan beritahukan. Polisi dan detektif menemukan sesuatu setelah mendobrak paksa. Sedangkan seseorang yang menyebut dirinya eksekutor itu pasti tahu sandi rumahnya dari informasi pribadi. Kali ini berbeda, tampak datang sendirian.

Korbannya adalah Yoon Ju An, 41 tahun. Dia adalah pelatih tenis dari pemilik rumah, Han Seung Hee. dia ditemukan meninggal di dalam kamar dengan luka menganga di lehernya. Suaminya sedang dalam perjalanan bisnis.

Mobil dan kuncinya masih disini, tapi Han Seung Hee menghilang. Detektif juga menyelidiki rekaman CCTV disekitar area ini.

Di dalam rumah, ditemukan kartu iblis. Han menjelaskan.. Kartu ini mewakili kerusakan seksual… atau memuaskan hasrat. Orang-orang yang melakukan perzinahan telah menghancurkan keluarga… dan pantas untuk dihukum.

Hyun Joon agak heran.. Kali ini dia hanya membunuh pria… dan menyiksa wanita. Pasti ada alasan kenapa dia mengubah polanya.

Timjangnim lihat laptop korban, pasti pelaku menggunakannya untuk mengawasi korban.

~* Criminal Minds *~

Si korban meminta dilepaskan, ia bersedia melakukan apa saja asalkan dilepaskan. Si ayah tampak tidak bergeming, sedangkan si anak ketakutan dan ingin ayahnya menghentikan aksinya ini. Ini tidak benar, ini adalah pembunuhan.

“Diamlah, berengsek. Kau lemah karena Ibumu. Tutup mulutmu dan ikuti putusannya. Eksekutor, persiapkan eksekusinya.”

Pria itu terus meminta maaf, di belakang sana sudah ada anjing yang menggonggong.

Letnan bertanya apakah Kang Timjangnim mempunyai suatu firasat? Kang Timjangnim pikir pelakunya mempunyai hubungan salah satunya adalah penguasa, sementara yang lain adalah bawahannya. dan biasanya hubungan mereka… berkelanjutan. Sangat jarang… hubungan dan peran bercampur aduk… seperti ini didalam sebuah kasus. Pelakunya mungkin tidak seperti yang kita pikirkan.

Pria itu melakukan rekaman, dengan suara bergetar mengungkapkan pemikirannya. “Hukum ada untuk memperbaiki masyarakat, bukan menghukum mereka. Kumohon maafkan dia.”

“Kumohon jangan bunuh Aku.” Si korban memohon

“Tidak. Manusia tidak pernah belajar kecuali mereka di hukum. Jika kau mengatakan satu kata lagi, kau juga akan di hukum.”

“Aku minta maaf. Aku minta maaf, Ayah. “

“Ini adalah peringatan terakhir. Jangan berpikir untuk melakukan hal bodoh dan lakukan yang Aku katakan.”

Pria itu mengambil buku dan membacakan tulisannya.

“Orang yang melakukan perzinahan… harus dihukum mati, dan membuat mereka membayar dosa mereka sampai detik terakhir, dengan memilih hukuman yang paling kejam.”

Ia menutup bukunya dan mengeluarkan anjingnya.

Timjangnim berkata kalau penjahatnya hanya ada satu. Eksekutor adalah orang yang mengeksekusi hukum, dan penjahatnya harus memiliki keinginan… untuk melaksanakan hukum yang dia buat. Keinginan internal pada penjahat yang lemah… menciptakan ego lain.

Han juga berpikiran “Jika penjahatnya memiliki gangguan kepribadian ganda, semua bukti yang bertentangan di lokasi kejadian masuk akal.”

Nana menghubungi Timjangnim, si penjahat memposting video baru. Yang mendownload videonya sudah banyak sekali, Nana akan menghubungkan videonya ke Timjangnim.

Bisa diketahui sekarang mengapa pembunuh membunuh korbannya dengan cara ini. Han lihat itu bukanlah penyembelihan hewan namun peternakan pembiakan anjing. Timjangnim bertanya ke Letnan ada berapa banyak peternakan anjing disekitar sini?

Letnan menjawab tidak pasti jumlahnya namun ada beberapa di sini, tapi sebagian illegal.

     Sun Woo dan Min Young tiba di kediamannya Kim Min Soo, lampunya menyala namun tidak ada orang di sana. Min Young memutuskan untuk mencari ke dalam, Sun Woo menyuruhnya hati-hati.

Nana menemukan situs yang mengklaim memakan anjing, ia mengirimkan detailnya ke Timjangnim. Hyun Joon juga menemukan sesuatu. Seorang pria bernama Kim Il Ho ada didalam daftar. Dia memiliki catatan lulus ujian hukum pertama 10 tahun yang lalu. Lalu 3 tahun yang lalu, dia didenda karena menjalankan usaha… peternakan pembiakan anjing illegal di Pengunungan Homan.

 Setelah dia lulus ujian hukum pertama, tidak ada catatan lagi, lalu dia menjalankan usaha peternakan pembiakan anjing.. Jika dia menyerah setelah mencoba begitu lama, mungkin dia tidak bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat. Itu bisa membawa pada… obsesi tidak normal terhadap hukum. Dia yang paling mendekati gambaran profil kita.

Tapi pria dalam video tidak setua itu. Han menemukan info kalau Kim Il Ho memiliki anak. Timjangnim jadi teringat pada informasi Sun Woo sebelumnya. Dia menelpon untuk melihat… berapa lama yang dibutuhkan polisi untuk tiba dilokasi.

Timjangnim kemudian menghubungi seseorang.

Sun Woo di luar, ponselnya tidak menjangkau sinyal. Ia mendengar suara gonggongan anjing dan mengikuti arah suaranya. Sementara itu Min Young masih berkeliling, ia menemukan ruangan penuh layar monitor.

Sun Woo sampai di goa, seekor anjing menggonggong berlari ke arahnya. Min Young kembali ke depan Sun Woo tadi, Kim Min Soo memukul kepala Min Young dengan sekop tanah. Min Young langsung ambruk pingsan.

Letnan dan Tim NCI berpencar di goa dan rumahnya, di  goa terdapat wanita tergeletak tak bergerak dan seekor anjing. Sun Woo berada tak jauh dari keduanya, ia panik sampai tidak terlalu mengenali NCI karena gelap. Hyun Joon memintanya tenang, Sun woo-ssi tenanglah.. ini aku Hyun Joon.

Setelah sadar Sun Woo langsung didekati Hyun Joon.

“Panggil ambulans.”

“Ada apa? Apakah kau terluka?”

“Aku baik-baik saja. Kim Min Soo adalah penjahatnya.” Kata Sun Woo masih dengan napas terputus-putus. Sun Woo cemas, di mana sekarang Min Young?

Kang Timjangnim mendapati ruangan penuh layar monitor, nampaknya Kim Min Soo sudah pergi. Kim Min Soo pergi mengendari truk dengan Min Young disampingnya.

Min Young terbangun, Kim Min Soo memegangi tanda pengenalnya Min Young “Mereka sudah pergi sekarang.” Katanya

“Siapa kau?”

“Apakah kau tidak mendengarku? Aku sudah memperkenalkan diriku saat Aku menelpon polisi.”

“Kenapa… kau membawaku kesini?”

“Begitu vonisnya diberikan. Aku akan menjalankan hukumannya. Yoo Min Young dari NCI. kau melindungi hukum. Tapi, kesalahan apa yang sudah kau lakukan?” Kim Min Soo bangkit dari duduknya dan mengacungkan tanda pengenal Min Young.

Nana datang ke kediamannya Kim Min Soo, Timjangnim memerintahkannya untuk mencari tahu apa saja yang Kim Min Soo lakukan dengan komputernya.

Nana memasuki ruangan Kim Min Soo, setelah Nana cek terlihat… Permainan, artikel internet dan permainan sepakbola asing. Tidak ada yang spesial.

Namun menurut Hyun Joon… Pembunuh yang memiliki rasa tanggung jawab… mencoba mengkonfirmasi keinginannya secara terus menerus. Kim Min Soo terobsesi dengan hukum. Pasti ada sesuatu yang berhubungan dengan hukum.

“Tidak ada yang seperti itu.” Nana tidak menemukan apapun

“Jika tidak, dia mungkin menyaksikan video pembunuhan, atau video kekerasan… terus menerus melalui internet.”

Nana tidak menemukan yang Hyun Joon maksudkan, yang ada setelah Kim Min Soo merubah programnya.. dia hanya menyaksikan video secara langsung… yang dikirim dari webcam orang lain.

“Tapi kenapa setiap komputer punya kartu tarot di atasnya?” Nana menyadari hal yang aneh, tiap tarotnya tertulis 7 dosa yang dimaksudkan Kim Min Soo.

“Menurutmu dia menyaksikan orang-orang ini… dan menunggu mereka melakukan kejahatan? “

Kim Min Soo masuk ke ruangan menyeret sesuatu dan menggunakan pisaunya mengirisi daging. “Apa yang kau lihat?” tanyanya marah ketika Min Young memperhatikannya.

“Aku mendengarnya dari Eksekutor, kau adalah pelindung hukum. Apakah kau menyukai darah? Keadilan sebenarnya dimulai dari darah. Mulai sekarang, Aku akan melakukan tes yang menarik.”

Han menemukan sebab mengapa Kim Min Soo mengalami kelainan mental. “Aku pikir Aku tahu kenapa Kim Min Soo menderita penyakit mental. Dia membeli “Zoletil” dalam jumlah besar, obat anastesi untuk hewan. Sulit untuk membelinya sekarang karena itu digolongkan sebagai obat antipsikotik. Tapi sebelumnya, itu adalah obat yang bisa dibeli tanpa resep… di apotik hewan.

“Lebih dari 90 persen dari pasien yang memiliki kepribadian ganda… memiliki ingatan… mengenai pelecehan seksual atau penyiksaan di masa kecil mereka. Dia akan memakai obat untuk melupakan hal itu. Tapi itu akan membuat gejalanya  semakin memburuk, yang menyebabkan siklus jahat.”

NOTES:

Han dan Kang Timjangnim bilang juga ada kemungkinan si pembunuhnya cuman satu dan mengidap kepribadian ganda khaan?

Capek nebak-nebak, dag dig dug tidak jelas. Dibawa santai sajalah.. ini hanya drama. Saya hanya akan komentar kalau kepengen komentar saja. Yang malming deadline banyak semangat yak! Yang lagi nugas juga semangat! Himnesaeyo~  *Back Song Mariah Carey – Hero, lalu pindah ke As If It’s Your Last – BlackPink*  ~(‾‾~)(~‾‾)~ \(‾‾\) (_o_) (/‾‾)/

Percayalah… sesibuk-sibuknya kita ini tidak lebih sibuk dari idol/artis korea yang tidur palingan 1 atau 2 jam sehari udah syukur alhamdulillah 😀

Advertisements

Thankyou sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar/share via fb/twitter jika berkenan. Boleh panggil apa saja (Karissa/Chariszha) tapi jangan admin, dan lagi … Jangan di-copy paste dengan alasan apapun. Semoga betah di rumah saya ini yah … ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s