Monthly Archives: September 2017

[K-Movie] Sinopsis One Day – Part 1

     Hari tersebut adalah upacara kematian istrinya Kang Soo, adik iparnya mencoba menghubungi Kang Soo.

Namun Kang Soo mengabaikan panggilan tersebut.

Kang Soo menghindari, ia bermain bisbol daripada menghadiri upacara pemakaman istrinya.

Kang Soo Tampak kacau, kembali ke rumahnya.

~ ❤ ONE DAY ❤ ~

    Kang Soo kembali bekerja, adik iparnya sudah menungguhnya sejak tadi. Young Woo marah pada Kang Soo karena tidak menghadiri pemakaman istrinya sendiri. Salah satu rekannya memberitahukan ia dapat tamu, Kang Soo menyapanya.

“Bagaimana kau bisa menyebut dirimu manusia?”

“Baiklah, Mengapa kita tidak berbicara di luar?” Kang Soo berjalan, tapi adik iparnya tidak mengikutinya.

“Sepertinya kau sudah menunggunya mati! Bagaimana? Sekarang setelah dia pergi, kau pasti lega.”

“lebih baik perhatikan apa yang kau katakan.” Kang Soo kembali mendekati adik iparnya.

Young Woo langsung mencengkeram kerahnya, menyuruhnya menyangkal tuduhannya Young Woo tadi. Tapi Kang Soo tidak membantahnya. Kang Soo tetap bertindak tenang, ia menjelaskan ke orang-orang yang menatapi mereka.. biasanya Young Woo tidak pemarah seperti ini, pasti begini karena ada masalah  di rumah. Young Woo memukul Kang Soo sampai jatuh.

Atasan marah-marah tentang sebuat kasus yang rumit, harusnya segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut. Kang Soo kembali ke tempat duduknya, ia bertanya ada masalah apa.

Salah seorang menjelaskan bahwa klien mereka terlibat kecelakaan, korbannya buta dan sudah koma selama 2 bulan. Kang Soo menanyakan bagaimana dengan pihak keluarganya. Sayangnya korban yatim piatu dan walinya tidak mau diajak kompromi.

Dan parahnya lagi klien mereka yang menjadi tersangka adalah orang penting bagi perusahan asuransi mereka. Lee Kang Soo ditugasi mengurusi kasus ini.

    Lee Kang Soo terkejut, ia tidak nampak asing dengan rumah sakit ini. Banyak orang yang mengenal dan dikenalnya di sini. Dulu istrinya dirawat di sini.

Lee Kang Soo menuju ruangannya Mi So.  Ia mengetuk pintu kamar, dan menyapa adakah orang di dalam.

Kang Soo mengambil gambar Mi So yang koma. Terasa dejavu, melihat istrinya menjalani perawatan dan kesakitan dulu.

“Dan Mi So-ssi, aku Lee Kang Soo dari Asuransi Korea. aku di sini untuk menyelidiki kemungkinan penipuan asuransi atas kecelakaanmu …” Kang Soo menjelaskan, tapi ia tak melanjutkan penjelasannya karena sadar Mi So koma.

Kang Soo tertarik pada batu-batunya Mi So di dekat bunga-bunga, ia ambil salah satu. Kang Soo tanpa izin membuka lacinya, melihat barang-barang Mi So dan memotretinya.

Mi So melihat apa yang Kang Soo lakukan. Kang Soo terkejut, Mi So sendiri sama terkejutnya “Tunggu, kau bisa melihatku?”

Mi So ini adalah rohnya Mi So yang koma. Kang Soo belum menyadarinya kalau Mi So yang didepannya ini adalah rohnya. Seorang wanita datang ke ruangan, Kang Soo menjelaskan ia dari pihak asuransi. Mi So bertanya mengapa melihat-lihat barangnya? Kang Soo bilang ia hanya melihat.

Sementara si wanita yang barusan datang heran, melihat apa? Kang Soo berkilah.. ia hanya mengecek.

“Nah, aku sudah melihat pasiennya, aku bisa kembali lagi nanti.”

“Oke.” Jawab wanita itu santai.

“Kau pergi?” Tanya Mi So

“Aku akan kembali”

“Lagi” Wanita berkacamata heran.

Mi So tersenyum setelah Kang Soo pergi, ia senang karena ada yang bisa melihatnya. Sementara itu Kang Soo tidak menyadari ada hal yang aneh. Mungkin Kang Soo masih kalut pikirannya dan belum bisa berpikir jernih karena masih dalam nuansa berkabung istrinya meninggal, namun ia masih kelihatan linglung akan suatu hal dari ruangan tadi.. meski bingung ia belum sadar juga.

“Aku juga bertemu dengan dokter. Dia bilang belum ada kemajuan.” Kwang So menghubungi rekannya.

“Dia tidak mengatakan bahwa dia bisa segera meninggal atau semacamnya? Akan lebih mudah untuk mencapai penyelesaian jika dia meninggal. Bagaimana dengan wali?”

“Aku sedang dalam perjalanan untuk menemuinya.”

“Lihat apa kau bisa mengubah pikirannya. Aku mengandalkanmu!”

“Omong kosong apa ini?”

Kang Soo teringat masih membawa batunya Mi So. Ia hendak mengembalikannya, namun ia melihat kliennya masih asyik bermain-main di bawah.

Para pasien tersebut main lempar koin. Kang Soo menyindirnya dengan bertanya apakah boleh ikut bermain? Kliennya memperkenalkan Lee Kang Soo adalah orang dari Asuransi Korea, teman-temannya langsung pergi satu persatu.

“Aku merindukanmu” Kata Kang Soo

“Ya, ya. Begitu juga aku.”

“Kau tidak terlihat begitu baik. Apa kau benar sakit?”

“Mengapa kau selalu melakukan ini padaku? aku bukan satu-satunya pasien palsu di sini. Aku pikir kau berhenti bekerja di lapangan sekarang”

“Sudah kukatakan aku merindukanmu” Kang Soo pergi begitu saja.

Kang Soo menemui walinya Mi So. Walinya jelas tidak mau bekerja sama dengannya. Kang Soo bertanya apakah Mi So terlihat depresi atau semacamnya sebelum insiden?  Kecelakaan terjadi di Gangwon. Kenapa dia pergi kesana? Dia buta kenapa pergi sendirian?

Walinya tidak tahu, mungkin Mi So hanya melakukan perjalanan. Dan dia bukannya buta, tapi mengalami gangguan penglihatan. Sebelumnya juga ada orang yang menanyainya perihal Mi So, walinya yakin Mi So tidak melakukan percobaan bunuh diri. Kang Soo meminta maaf, ia tidak bermaksud begitu.

Walinya tidak mau Kang Soo kemari lagi.

Di luar, Kang Soo melihat tunanetra lainnya.

    Di kantor, Kang Soo menyusun bukti-buktinya. Saat makan di mini mart Kang Soo juga menanyakan ke polisi adakah tongkat di TKP? Karena dari laporannya tidak ada tongkat. Inspektur mengatakan tidak ada tongkat untuk orang buta di lokasi.

~* One Day *~

      Ibu mertua Kang Soo datang berkunjung, ia juga membawakan makanan. Suasana diantara keduanya terasa canggung. Kang Soo meminta maaf karena tidak bisa menghadiri pemakamannya. Ibu mertuanya mengatakan tidak apa-apa, menantunya pasti sangat sibuk. Ia dengar Young Woo juga ke kantornya Kang Soo, ia pasti membuat masalah, aku minta maaf.

“Itu baik-baik saja. Aku mengerti.”

“Oh, aku hampir lupa. Masukkan ini ke lemari es.” Kang Soo mencegahnya, ia akan melakukannya sendiri. Lalu ibu mertuanya bertanya lantai duanya sudah dibersihkan? Kang Soo mengelak, ia sangat sibuk jadi tidak sempat membersihkannya.

Kang Soo mencoba kimchinya. Teringat istrinya pasti akan memukul bahunya kalau melihatnya begini, memarahinya memakan kimchi yang belum sepenuhnya difermentasi. Kang Soo hanya tertawa menanggapinya. Malah menyuruh istrinya mencobanya juga. Istrinya menolak.

Tapi kini ia sendiri.

     Kang Soo minum-minum.

“Apa kau baik-baik saja hari ini?”

“Pernahkah kau … merasa ingin mati?” Tanya Kang Soo ke bartender.

“Setiap hari.” (Aku suka jawabanmu,)

“Setiap hari.” Kang Soo terkekeh dengan jawaban wanita itu.

Kang Soo berjalan terhuyung-huyung. Tak hanya satu dua kali ia nyaris tertabrak kendaraan.

“Astaga, dia hampir menabrakku.”

Kang Soo kembali ke ruangannya Dan Mi So untuk mengembalikan batunya.

“Oh, hai Mi-so. Kau sudah bangun.. aku datang untuk memberikan ini kembali kepadamu. Aku hampir mengambilnya. Bisakah kau mendengarku? Mengapa kau pergi … sampai keluar sana tanpa tongkat? Apa hidup ini terlalu berat bagimu? Pernahkah kau… merasa takut? Bahkan jika kau tidak dapat melihat, kau pasti pernah merasa takut, bukan?”

Kang Soo berbicara sendiri. “Kau pasti pernah …. Ya, aku yakin. Aku yakin kau takut. Tapi kau tahu apa…? Aku mengagumi… keberanianmu. Melempar semuanya (barang peninggalan istriku)… aku tidak berani. Dan Mi-so? Siapa yang memberimu nama itu? Mi-so..  cantik. Ini adalah nama yang cantik. Salah satu temanku benar-benar membenci namanya. Sun-hwa, itu berarti ‘bunga yang bagus’. Aku menyukainya tapi dia pikir itu norak.”

Kang Soo menonton video kenangan bersama istrinya, saat mereka di pinggir laut. Akhirnya Kang Soo tertidur. Tangan roh Mi So hendak menyentuhnya tapi tidak jadi.

TBC Part 2

 RANDOM TALK:

ONE DAY. Film ini tidak recommended bagi yang tidak suka sad movie, hmm.. kog saya belum tergerak hatinya buat nonton drama yang baru ya? Sumvah.. saya masih berkutat dengan Criminal Minds dan Save Me #aneh, apa aku memang sesibuk itu sampai gak bisa nonton drama baru? *entah, sepertinya iya. Kelihatannya While U Were Sleeping responnya bagus.. Lee Jong Suk sih tak usah ditanya… kalau Suzy kan menang cantiknya, aktingnya biasa aja *kkk, ah nanti saja download kalau episodenya sudah banyakan, gak suka nunggu soalnya *hh.

 

Advertisements

[Sinopsis] Save Me – Episode 14 Part 2

Dong Cheol melihat Sang Hwan dengan yang lain, ia berpura-pura hendak menangkap mereka. Sang Hwan mengira Dong Cheol sudah gila, tapi Dong Cheol membisikinya minta dipukul agar tidak membuat penghuni Guseonwon curiga, ia meloloskan mereka.

Orang-orang kepayahan mengejar mobil Sang Hwan.

Sang Hwan menanyakan keadaannya Jung Hoon, Jung Hoon bilang ia tidak apa-apa, orang-orang Guseonwon akan mengacaukan seluruh orang di Muji kalau tidak dihentikan. Sang Hwan bersyukur, punya kawan-kawan yang berjuang bersamanya.

Tuan Im memuji Dong Cheol yang sangat membantu mereka tadi. Dong Cheol mengetahui para pemuda tersebut di hutan, Baek Jung Ki curiga.. di hutan sangat gelap tapi bagaimana Dong Cheol bisa mengetahuinya?. Dong Cheol berimprov, ia mendengar suara mereka.

Baek Jung Ki menyebut Dong Cheol adalah utusan Yang Mahakuasa yang berharga, ia akan menjadi penjaga gerbang Guseonwon. Dong Cheol sempat bingung mendengar pernyataan anehnya, tapi ayahnya Sang Mi mengamini bahwa itu merupakan posisi yang mulia dan tidak sembarangan orang bisa mendapatkannya.

Baek Jung Ki menyuruh mereka pergi sesaat setelah Jo Wan Tae memasuki ruangan.

Sang Mi di lorong mengatakan, ia barusan menerima pesan Illahi bahwa mereka seharusnya seharusnya tidak hanya mengusir orang-orang yang dikuasai iblis. Semuanya mengamininya. Kemudian Sang Mi meminta air kehidupan dari ayahnya, ia mendekati Dong Cheol berpura-pura mengusap kepala Dong Cheol dengan air sebagai bunda rohani.

Sang Mi membisiki Dong Cheol, ia berterima kasih padanya dan yang lain.

     Baek Jung Ki bertanya kenapa Jo Wan Tae tidak memberitahunya tentang penyekapan Jung Hoon. Jo Wan Tae kesal, ini semua gara-gara Baek Jung Ki.. anak-anak itu menyelidiki masa lalunya dan menyiarkannya di internet. Jo Wan Tae menyarankan mereka segera meninggalkan Muji, mereka sudah 5 tahun berada di sini. Muji kota yang kecil, semua ini pemicunya adalah Sang Mi. Mari lepaskan Sang mi dan tinggalkan tempat ini dengan tenang. Ini akan jadi masalah besar jika polisi ikut terlibat.

Baek Jung Ki tidak menghiraukan perkataannya Jo Wan Tae, sebentar lagi Sang Mi dan dia akan menikah maka sampai saat itu tiba ia tidak ingin Jo Wan Tae membuat masalah.

Jo Wan Tae geram dengan tingkah Baek Jung Ki. Ah, kau sudah gila? Jika kau ingin main-main dengannya, lakukan sekarang! Kenapa kau sangat terobsesi dengan Sang Mi? Jika kau butuh wanita, katakan padaku. Di antara semua pengikut, aku akan…

“Sepertinya… Apostel Kang benar. Dia bilang iblis telah berada ditempat ini.”

“Kau bicara tentangku?” Jo Wan Tae tersinggung,

“Mereka yang telah kehilangan iman, bukan lagi anak-anak Yang Maha Kuasa. Utusan Jo. Tolong… tinggalkan kami sekarang.”

“Apa? Aku telah memperlakukanmu seperti kau memang benar Bapa spiritual, dan kau sudah gila rupanya. Brengsek gila. Kau telah dihukum karena menipu sebanyak delapan kali. Tahanan 6100, Itulah kau sebenarnya, Brengsek gila. Kau merayap dan merangkak kearahku seperti seekor anjing. Kau sudah lupa?”

Jo Wan Tae makin frustasi, ia beranjak dari duduknya dan hendak memukul Baek Jung Ki. Baek Jung Ki tidak gentar dengan Jo Wan Tae, bahkan ia menantangnya untuk memukulnya. Jika kau memukulku, kau pikir akan mendapatkan semua yang kau mau? Tahanan yang kau kenal di masa lalu, sudah mati.

Ia menyebut dirinya adalah orang yang bisa menuntun Jo Wan Tae ke surga. Jo Wan Tae tidak berkutik, meski sorot matanya masih syarat akan kebencian.

Tuan Im menyuruh Sang Mi banyak berdoa dan jangan terlalu memikirkan yang terjadi tadi. Sang Mi meminta dipertemukan dengan ibunya. Ayahnya menolak, selama pelatihan Sang Mi tidak boleh menemui ibunya. Sang Mi kemudian berbohong kalau ia menerima pesan dari yang mahakuasa.. barulah ayahnya mau.

Dong Cheol meminta izin ke kamar mandi karena perutnya sakit, Apostel Kang mengizinkannya karena ia juga harus segera memimpin nyanyian.

      Sang Hwan menemui Lee Kang Su, menceritakan Jung Hoon yang dianiaya dan mereka juga tahu di Guseonwon orang-orang dianiaya sampai meninggal. Lee Kang Su heran mengapa Jung Hoon malah diperlihatkan padanya bukannya dibawa ke RS. Sang Hwan benar-benar meminta bantuannya, tidak peduli entah tersandung hirarki, dan fakta kalau itu organisa keagamaan.. bahkan ada mayat ditemukan, harusnya bisa dilakukan penyelidikan.

Lee Kang Su menjelaskan ia harus mendiskusikannya dengan Han Yong Min dulu, apapun yang terjadi di Muji harus seizinnya Han Yong Min. Sang Hwan bilang ia akan ke RS dulu untuk mendapatkan laporan medinya. Mereka melakukan penyerangan, pemaksaan, penculikan, dan pengurungan. Kami akan mengajukan tuntutan atas apa yang mereka lakukan. Ayahku tidak akan bisa menghentikanku jika media sudah ikut terlibat.  Aku akan melakukannya. Jadi tolong kau harus melakukan sesuatu. Ini akan berubah menjadi kasus yang besar begitu media ikut terlibat. Jika kau membantu kami, semua usahamu pada akhirnya akan… diakui, bukan?

“Benar. Aku harus kembali ke Seoul. Tentu, ayo kita lakukan. Astaga, aku sangat bosan dengan tempat ini.”

“Kami permisi”

Namun Sang Hwan meminta Man Hee yang membawa Jung Hoon ke RS. Sedangkan Sang Hwan akan menemui ayahnya, jika ayahnya tetap menghalangi rencananya.. Sang Hwan mau tak mau akan menuntut ayahnya dengan begitu media pasti akan tertarik menyoroti mereka.

       Dong Cheol melihat Wan Duk membawa Reporter So Rin ke mobil. Ia tak berapa lama kemudian mendapatkan pesan dari Sang Hwan bahwa Jung Hoon tidak apa-apa, besok ia dan polisi akan menyergap Guseonwon. Jadi ia ingin Dong Cheol dan Sang Mi bertahan sedikit lagi.

Sang Mi mendatangi ibunya, ia senang tapi sadar harus pura-pura gila didepan suaminya yang sudah tidak waras. Sang Mi sengaja menjatuhkan botol air kehidupannya sampai pecah, ia meminta ayahnya membawakan yang baru.

Setelah ayahnya pergi ia berbincang dengan ibunya secara normal. Ibunya meminta maaf, pasti berat bagi Sang Mi, ia meminta maaf… harusnya sadar lebih cepat. Sang Mi tidak masalah, ini bukan salah ibunya.. Sang Mi akan menghancurkan tempat ini, ia tidak sendiri.. ia kuat seperti ibunya. Jadi ia tidak ingin ibunya khawatir.

So Rin diikat oleh Wan Duk. Ia meronta-ronta ketika sadar.

    Tuan Im mengantarkan Sang Mi kembali ke ruangannya, Sang Mi izin ke kamar mandi dulu. Tapi Sang Mi mencari Dong Cheol di salah satu bilik, ia hendak bicara dengannya.  Sang Mi di luar dan Dong Cheol masih di dalam bilik.

Dong Cheol mengatakan tentang So Rin yang dibawa pergi, namun tidak diketahui dimana. Sang Mi mengatakan di ruang bawah tanah ada bangsa terpisah, biasanya pasien yang membuat masalah akan diletakkan disana.

Jung Hoon memperhatikan ayahnya. Sebelum tertangkap Jung Hoon melakukan siaran langsung, ia menjelaskan.. tak lama mobil polisi datang. Jung Hoon tidak menyangka ayahnya menerima suap dan akrab dengan Jo Wan Tae.

Jung Hoon menghubungi ayahnya, menanyakan kapan ayahnya pulang. Ia bileng ia merindukannya. Sersan Woo terharu, ia terlihat sangat menyayangi anaknya.

Man Hee lalu mengajak Jung Hoon ke RS sekarang.

   Kang Eun Shil memasuki ruangan So Rin, ia hendak menyuntikkan sesuatu yang menurutnya bisa membuat So Rin ke surga. Dong Cheol memergokinya, ia langsung hendak menyerang Dong Cheol tapi Dong Cheol berhasil membuat Kang Eun Shil terkena suntikannya sendiri.

Dong Cheol kemudian membawa So Rin keluar, ia menunjukkan jalannya dan nanti aka nada Sang Hwan menolongnya. Dong Cheol ingin So Rin keluar dari sini dan menceritakan seperti apa Guseonwon pada masyarakat luas. So Rin meminta Dong Cheol berhati-hati, ia janji akan kembali.

Sang Hwan menerima panggilan Dong Cheol, ia ingin Sang Hwan ke sungai Muji meloloskan Reporter Hong.

Sang Hwan meninggalkan ibunya, ibunya sudah sadar. Sayangnya Sang Hwan tidak begitu menyadarinya. Sang Hwan menuju ke lokasi, So Rin tergopoh-gopoh.. ia salah mengira mobil Guseonwon adalah Sang Hwan. Justru Jo Wan Tae yang keluar dari mobil.

Ia juga sudah tahu So Rin adalah reporter. Jo Wan Tae menjambak So Rin yang hendak kabur. Saat Sang Hwan tiba So Rin sudah menghilang.

Sang Hwan menerima panggilan dari ibunya, ia terkejut.

NEXT…

Sang Hwan menemukan ibunya terjatuh dari ranjang, ia terbata-bata menanyakan dimana ayahnya Sang Hwan.

15 – 16 end masih dalam proses. . ., sabar ya… mohon bersabar, ini bukan ujian *hhhhh. Saya belum tahu bagaimana gerangan nasib Baek Jung Ki dan rekan-rekan, gimana? Udah mati atau belum?. (ˆˆ)

Seo Ye Ji Mengaku depresi akibat perannya dalam Save Me. Sebelum syutingnya dia menyelami karakter Sang Mi dengan cara tinggal sendirian selama 2 minggu. Tidak meninggalkan rumah sama sekali dan terjebak sendiri dengan mendengarkan musik yang menyedihkan. Dia akhirnya menderita kelumpuhan tidur setiap malam selama 4 bulan saat menjalani syuting Save Me, ia menderita kelumpuhan tidur.. saat sendirian ia menjadi ketakutan. Ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan akan bermimpi tentang seseorang yang mengejarnya sambil membenturkan pintunya.

“Aku hidup setiap hari sebagai Sang Mi. Setelah beberapa saat, aku mulai merasa tidak enak pada diriku sendiri. Ada banyak saat ketika aku menjadi sangat marah sehingga aku tidak bisa berhenti menangis” ujar Seo Ye Ji. Karakter drama save me sangat menyebalkan sehingga dia bahkan mengalami depresi. Tapi syukurlah, sekarang dramanya sudah selesai dan Seo Ye Ji sudah membaik keadaannya, bersiap untuk projek syuting lainnya. Sudah lama banget malahan.. soalnya Taecyeon wajib militernya juga udah lama.

      Drama ini beneran gak main-main, bagi yang gak kuat secara mental bisa ikut larut masuk kedalam karakternya Sang Mi dan bisa merasakan menderitanya dia, bahayanya bisa terbawa di dunia nyata. Merasa sendirian dan tidak ada yang mempercayainya sama sekali, dikurung kedalam Guseonwon yang penuh orang gila. Menghadapi orang-orang gila setiap harinya selama 3 tahun, untungnya ada Sang Hwan dan kawan-kawan. Dong Cheol pernah menyamakan kondisi Sang Mi seperti dipenjara, bisa berlipatan lebih buruk dari penjara dengan keberadaan Baek Jung Ki yang menurutnya tidak bisa dibandingkan dengan para veteran penjara, padahal penjara segala macam monster ada.

Jadi bagaimana perasaan readers mengikuti drama ini yang entah nonton sekalian baca sinopsisnya/hanya sekadar membaca recapan saya? Apakah juga mengalami hal-hal tak terduga yang cukup menganggu kalian?.

15 – 16? Segera… gak bisa janji kapan, tapi segera..^^