[Sinopsis] Save Me – Episode 08 Part 2

Baek Jung Ki memberikan ceramahnya. Ia menggoreskan spidol ke wajah, tangan, dan tubuh lainnya. Sang Mi hanya memandangi tindakannya dengan jijik. Sang Mi beranjak pergi tapi ayah menahannya dan menyuruhnya berdo’a.

Sang Hwan berhasil masuk ke dalam. Melihat tingkah orang-orang Guseonwon yang berlebihan, Jung Hoon sekali lihat saja tahu kalau mereka sekte sesat. Jung Hoon juga hendak merekam. Sialnya ketika merekam ponselnya berdering.

Baek Jung Ki nampaknya menyadarinya. Tapi ia segera bertanya bagaimana keadaannya tangan Sang Mi, dan mulai berbicara bijak seperti sebelum-sebelumnya. Ia bahkan hendak memegang bahu sang Mi, Sang Mi menghindar semula.

“Jika kau mulai patuh pada yang mahakuasa. Ia akan hadir di dalammu dengan penuh kebahagiaan”

“Keinginan kami akan terpenuhi. Aku percaya.” Tuan Im mengamini

Sang Mi bilang waktu itu juga sama, Baek Jung Ki menyentuh pundak Sang Jin dan Sang Mi dan berpura-pura menjadi pastor. Baek Jung Ki balas, dia ini bukan pastor palsu.. Pastor palsu adalah mereka yang tertarik pada dunia iblis.

“Aku tidak akan menyerah pada ancamanmu. Aku akan ungkap betapa menjijikkan dan memuakan tempat ini pada dunia. Apapun yang terjadi.”

Mendengar itu hanya tersenyum dan membalas kalau dia juga tak akan menyerah pada Sang Mi jangan sampai kena goda iblis.

Sang Hwan dan yang lain, kembali. Merasa sepertinya tadi si pemimpin Sekte melihat mereka. Benar saja, Baek Jung Ki berjalan menuju gerbang. Ketiganya masuk mobil, Jung Hoon mengajaknya langsung pergi saja tapi Sang Hwan nekat menemui Baek Jung Ki.

Keduanya saling mengenali. Sang Hwan dan teman-temanya sebagai orang yang kebetulan terkena insiden tabrakan mobil dengan para murid Baek Jung Ki. Dan Sang Hwan menyebut Baek Jung Ki sebagai pimpinan sekte.

Baek Jung Ki tampak tidak terima disebut begitu, menurutnya ia hanyalah pastor biasa. Sang Hwan blak blakan bertanya apa sebenarnya tujuannya Baek Jung Ki?

Dengan tenang Baek Jung Ki mengutarakan bahwa ia hanya ingin menuju surga bersama orang-orang yang menginginkannya. Sang Hwan tetap yakin Baek Jung Ki melakukan tindakan buruk dan tetap akan terus melanjutkannya.

Baek Jung Ki sendiri merasa bahwa Sang Hwan ini hanyalah pemuda bodoh dan berjiwa kotor, Guseonwon adalah tempat yang suci.. saat jiwa kotor berusaha memasukinya mereka akan celaka. Jadi hentikan perbuatanmu dan kembali ke duniamu dan jalani hidupmu. Sudah mengerti?

“Kalau kau mau lanjut terus, kami juga … akan lanjut terus. Mengerti?” Sang Hwan tak gentar

Baek Jung Ki mendekatinya. Kalau kau memutuskan sejauh itu, tempat itu … adalah lembah kematian … lubang api.

~* SAVE ME *~

Sang Mi bersama neneknya Jeong Gu, ia terlihat lesu dan tidak mau makan. Ia dengar Sang Mi akan menjadi Bunda Spiritual.. ia ingin diajak Sang Mi naik bahtera keselamatan ke surga dan bertemu Jeong Gu. Sang Mi mengatakan Jeong Gu bukannya meninggal kecelakaan, nenek harus menemui polisi untuk investigasi ulang.

Nenek tidak mau tahu, ia yakin Jeong Gu sudah damai di surga. Ia memegangi tangan Sang Mi sampai membuatnya kesakitan

Kang Eun Shil seakan melihat Yura pernah dipegangi tangannya sampai sakit seperti Sang Mi, “Bantu aku ibu!”

Kang Eun Shil menjatuhkan wadahnya dan menghentikan nenek Jeong Gu yang memaksa-maksa Sang Mi membawanya ke surga. Kang Eun Shil memarahi nenek karena Sang Mi sangat penting bagi Guseonwon. Nenek meminta maaf pada pada Kang Eun Shil.

Ia menyuruh Tuan Im menyuruhnya membawa Sang Mi pergi dari sini.

Sajangnim peternakan membawakan uang hasil penjualan sapi untuk Bapa Spiritual. Minta didoakan supaya ia dan sekeluarga bisa ikut ke bahtera keselamatan. Baek Jung Ki datang dan disapanya.

Baek Jung Ki memuji kerjasamanya Apostel Jo yang telah banyak membantunya di sini. Jo Wan Tae merendah ia melakukan ini demi Yang Mahakuasa. Lalu ia bertanya kenapa memaksakan Sang Mi harus menjadi Bunda Spiritual?

Baek Jung K dengan dramatis mengatakan bahwa dunia ini penuh dengan hal yang kotor, agar mereka semua bisa naik  bahtera keselamatan.. di hari penghakiman, kita harus membawa domba tersesat yang murni.

Bagiku, Sang Mi adalah domba tersesat murni yang mampu membawa kita dalam keselamatan. Apa kau sudah mengerti kenapa aku berusaha menjadikan Sang Mi sebagai Bunda Spiritual dengan menikahinya?

Apostel Jo hanya tersenyum-senyum. “Harus kukatakan, Bapa Spiritual sungguh berbeda.” Puji Jo Wan Tae dengan sarkatis. (Melakukan keinginannya dengan alasan yang mengada-ada.. terserah… bodo amat Sang Mi domba atau apa kek, yang gw tahu elu cuman kepengen Sang Mi karena cantik. HHHH bahtera apaan? )

Dong Cheol sedang istirahat, kebetulan melihat sang Mi di lampu merah. Sayangnya ia harus antar pesanan dan tidak bisa menolongnya.

Dari videonya Jung Hoon.. ia lihat tatapan mata orang-orang sekte itu aneh sekali, seperti dicuci otaknya.

Sang Hwan di sekitaran rumahnya Sang Mi.

“Iblis pasti iri karena kau akan jadi Bunda Spiritual sehingga dia membuat masalah. Di masa begini, kau harus lebih banyak berdoa.” Kata ayah menasehati

“Apa yang ingin dilakukan orang-orang itu padaku, ayah sungguh tak mengerti? Ayah, kau sama saja menjualku pada mereka!”

Sang Hwan menguping dari luar.

“Sang Mi, ayah … sama dengan Bapa Spiritual, tidak akan menyerah padamu.”

“AYAH!”

Sang Mi dikunci dari luar.

Sang Hwan mengetuk kaca jendelanya, meminta Sang Mi jangan bersuara. Ia mengetikkan pesan ke ponsel untuk berbicara dengan Sang Mi.

Sang Hwan: Kau tahu siapa aku?

Sang Mi menuliskan sesuatu ke tangannya. (Han Sang Hwan)

Sang Hwan: Kau harus bicara jelas agar bisa kami bantu. Sekarang, kau sedang disekap. Kau serius saat meminta aku menyelamatkanmu?

Sang Mi terus mengangguk membenarkan pertanyaannya sang Hwan.

Sang Hwan: Tunggulah. Aku akan datang menyelamatkanmu.

Dengan air mati nyaris terjatuh Sang Mi mengangguk lagi, ia mulai menangis dan Sang Hwan meninggalkannya. Sang Hwan melompati pagar. Dong Cheol meneleponnya.

Mereka bertemu di kelab. Dong Cheol bertanya apa benar Sang Mi dalam bahaya?. Sang Hwan menjelaskan kalau sang Mi disekap oleh sekte berbahaya.

“Aku juga pernah lihat pengikut sekte di penjara. Ia mempercayai agama aneh dan membunuh anaknya karena mengaku anaknya kerasukan. Han Sang Hwan. Kali ini .. kau tidak akan melarikan diri lagi?”

“Kali ini, aku tidak akan melarikan diri.”

Man Hee dan Jung Hoon datang, mereka reunian meski canggung. Namun Dong Cheol terlalu dingin menanggapi keceriaannya Jung Hoon.

“Wah, anak ini terlihat tampan dengan apapun. Benar, kan? Benar? Nyuk! Kau tahu kalau aku rindu sekali padamu?” Jung Hoon memeluknya.

Man Hee gantian memeluknya, bertanya apa Dong Cheol sehat? Pasti menderita sekali selama ini. Dan karena ini pertemuan lengkap keempatnya setelah 3 tahun.. mereka merayakannya dengan minum-minum.

Rencananya mereka akan menyelinap kerumahnya saat malam dan bawa dia keluar. Jung Hoon ragu bagaimana kalau ketahuan dan Sang Mi balas menuduh tidak butuh bantuan. Sang Hwan meyakinkan kalau Sang Mi benar-benar putus asa, tatapannya sama persis seperti 3 tahun lalu.

Rekan kerjanya Dong Cheol mengingatkan Dong Cheol untuk kerja lagi, kalau bos sampai tahu nanti bisa dipecat. Dong Cheol pergi, mereka akan ketemuan subuh besok.

Rekannya Dong Cheol memperingatkan Sang Hwan. “Oi, Han Sang Hwan. Kau tahu bagaimana Dong Cheol mencari nafkah? Saat siang menjadi pengantar kilat, saat malam bekerja di sini.”

“Apa maksudmu?”

“Dia berusaha melanjutkan hidup dengan mencari nafkah. Jangan seret dia dalam masalah. Kalau kalian kena masalah, kalian punya ayah yang bisa diandalkan. Dia tidak punya siapapun.”

“Kau kira, kau tahu segalanya hanya karena melihat?”

“Apapun perkataanmu tidak akan mengubah fakta,  kalau latar belakang kalian berbeda. Takdir tetaplah takdir. “

Sang Hwan hendak memukulnya.

“Han Sang Hwan” Jung Hoon menahannya. Jangan buat keributan di sini. Rekannya Dong Cheol memancingnya, pukul saja.. kau punya ayah yang bisa melindungimu.

“Latar belakang? Takdir? Aku … akan mengubahnya.”

Rekannya Dong Cheol hanya mendengus

Gubernur Han bertemu dengan orang-orang. Direktur Ji menyindir Han Yong Min terlihat makin muda karena asistennya yang muda itu.

Han Yong Min balas mengatakan, Direktur Ji tampak baik.. mengingat kalian kesulitan menghadapi skandal Ketua Kim.

Terakhir Mantan Gubernur Lee datang, keduanya bersalaman canggung.

Rekannya Dong Cheol menasehatinya. Ia memang tidak mengerti biduk permasalahannya namunia harap Dong Cheol jangan gegabah. Jangan sampai dimanfaatkan lagi, bagaimana pun juga latar belakang yang berbeda.

“Kalian mungkin teman saat sekolah, tapi kau tidak bisa mengandalkan mereka saat ini. sampai ketemu nanti”

Di loker Dong Cheol ada banyak sekali foto-foto kebersamaan empat sekawan.

Pagi buta, ketiganya tanpa Dong Cheol sudah mengintari rumah Sang Mi. Jung Hoon khawatir Dong Cheol berubah pikiran. Sang Hwan yakin Dong Cheol akan datang.

Sang Mi mengurungkan niatnya ke Guseonwon, ia teringat janjinya Sang Hwan untuk menyelamatkannya. Ia mengaku merasa tidak enak badan dan ingin istirahat di rumah saja. Kang Eun Shil mengajaknya istirahat di  Guseonwon saja, selama ini bunda spiritual tinggal di tempat yang bersih. Minum juga air kehidupan Guseonwon.

Sang Mi tidak bisa menolak. Tampaknya Jo Wan Tae mengetahui kalau diikuti Sang Hwan

Sang Hwan tidak bisa menunggu Dong Cheol, ia langsung membuntuti mobil Sang Mi.

“Hari ini, kau akan bertemu lagi dengan ibumu. Jadi jangan khawatir.”

Sang Mi tidak mengerti. Jo Wan Tae bilang mulai hari ini Sang Mi ditarik ke Guseonwon lagi, Bapa spiritual yang memerintahkannya. Sang Mi mengkhawatirkan barang-barangnya bagaimana? Apostel Kang bilang nanti akan ada yang mengambilkan barangnya.

Dan mulai sekarang tidak boleh memanggilnya Sang Mi, ia akan menjalani pelatihan menjadi Bunda Spiritual.

“Aaah, maafkan aku. Aku terbiasa memanggil Sang Mi, Sang Mi. Aduh apa yang kupikirkan.”

Dong Cheol sampai, dia lihat orang-orang membawa barang-barang Keluarga Im. Ia kemudian menghubungi Sang Hwan, apapun yang terjadi van Sang Mi harus dihentikan.

Sang Hwan mengebut. Menghadang van tersebut dari arah sebaliknya. Jung Hoon memberanikan dirinya dengan mengatakan aku anaknya polisi. Man Hee berkata.. aku ini anggota tim gulat.

Mereka keluar dari mobil

“Mereka adalah roh jahat. Beraninya mau mengambil milik yang mahakuasa?” Kang Eun Shil khawatir Sang Mi diambil mereka.

“Apa kau tahu apa obat keajaiban paling efektif bagi roh jahat. Di situ. Mereka perlu diberi pukulan sampai mati agar tahu siapa yang mereka hadapi.” Jo Wan Tae dan Jo Wan Duk hendak melawan mereka.

KOMENTAR:

         Yura ini anaknya Apostel Kang ya? Atau adeknya? Pernah mau dinikahin Baek Jung Ki juga gitu?? Eleuh eleuh.. si abah sukanya sama yang bening bening daun muda..

Harusnya yang jadi bunda spiritual Kang Eun Shil aja, cocok tuh!, katanya Jung Hoon kan.. matanya Kang Eun Shil seperti menyorotkan laser *kkkk

Yang paling menggelikan adalah bahtera keselamatan yang terus diulang-ulang para anggota sekte, yang gak sepaham dengan mereka pasti dicap roh jahat. Wkwkwk gitu terus aja sana sampai lebaran kuda~

 

Advertisements

One thought on “[Sinopsis] Save Me – Episode 08 Part 2

  1. Seru cerita nyaaa mendebarkan, 4 sekawan berkerja utk sama menyelamatQn Sang Mi :), mana ada pestor itu dlh dunia Iblis ada2 ajh :/ saya muslim tpy saya tw klo smua agama itu punya orang yg ahli agama tdk lagian di islam itu tuhan tdk pnya Istri & anak, bener2 sesat nihhh orang menyelamatQn kok modus nyaaa dgn menikahqn :@ ;> ayah Sang Mi emng udh di cuci otak nyaaa :/ ibu Sang Mi mulai ingin pergi berkat roh Sang Jin yg mendtngin nyaaa ;> :@ sumpah benci bgt sama yg si keriting mau di bunuh ajh rasa nyaaa ;>

Leave A Reply. Never Call Me "ADMIN", My Name is KARISSA/CHARISZHA. Thanks :))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s