[Sinopsis] Save Me – Episode 07 Part 2

“Nah semuanya, hari ini aku makan makanan Cina. Aku akan habiskan jjajangmyeon dan jjangpong dalam 60 detik.”

Banyak yang berkomentar Jung Hoon hanya ngibul. Jung Hoon janji akan member masing-masing dari mereka 100 dolar kalau Jung Hoon tidak bisa berhasil menghabiskannya dalam 60 detik.

Tak berapa lama kemudian Jung Hoon mulai. Selesai! Jjampong selesai. Lebih cepat kalau makan jjajangmyeon.

Man Hee masuk dan mengganggu Jung Hoon. Gara-gara Man Hee misinya gagal, tapi Jung Hoon langsung bilang ke pemirsa kalau itu tidak masuk ke hitungan.

Sersan Woo masuk. Jung Hoon mematikan kameranya dan berpura-pura belajar. Ia berlatih dengan Man Hee…

“How are you?”

“I’m fine, thank you. And you?”

Pokoknya tahun ini Jung Hoon harus masuk kuliah. Jung Hoon janji, ia lalu minta uang untuk beli buku. Katanya juga dipakai anak-anak Seoul untuk belajar. Sersan Woo tanya berapa?

Jung Hoon mau minta 30 tapi Man Hee  bilang 20. Jung Hoon pasrah menekuk salah satu jarinya(wkwkwk). Sersan Woo mengingatkan untuk jangan membuat masalah seperti Dong Cheol. Keduanya tertegun, ayah bertemu dengan Dong Cheol?

       Ketiganya bertemu. Man Hee dan Jung Hoon dengar Dong Cheol sekarang bekerja di kelab malam.

Sang Hwan lalu sepertinya hendak ke kelab yang dimaksudkan.

Mengingat masa lalu. Sang Hwan minta ditraktir pizza karena menang tanding basket dengan Dong Cheol. Dong Cheol tidak mau kalah.. tadi itu tembakannya Sang Hwan bernilai 2 poin sedangkan ia 3 poin. Matanya Dong Cheol cukup teliti dan Sang Hwan tanya mau diapakan mata hebatnya itu?

Dong Cheol dengan bangga mengutarakan impiannya, ia ingin menjadi polisi. Menemukan ibunya dan membuat neneknya tidak usah bekerja.

“Anak berbakti. Lakukan semua kebaikan itu!” Puji Sang Hwan dengan nada bercanda. Dong Cheol geli mendengarnya.

“Yaa, tegapkan bahumu.“ Kata Sang Hwan

“Kau yang tegapkan bahu.“

“Aku sudah tegapkan bagu, sekarang giliranmu.”

“Baiklah akan kulakukan sekarang.”

“Terserah. Aku capek”

Kelab bukanya jam 9 malam. Teman Dong Cheol memperingatkan Sang Hwan untuk membiarkan Dong Cheol yang berusaha hidup dengan baik. Apa Sang Hwan mengerti rasanya di penjara? Masa-masa dimana seseorang bukannya merindukan jjajangmyeon atau ayam goreng.. tapi merindukan seseorang. Tidak masalah orang yang kau benci atau kau suka … Tempat itu membuatmu merindukan orang.

“Kau tahu apa?!” Serga Sang Hwan

“Bocah … Tempat ini bukanlah Seoul. Kota ini tidak besar sampai kau tidak bisa menemukan Dong Cheol. Kau bukannya tidak bisa menemukannya. Kau menghindarinya. Mengerti ?”

Kemudian Sang Hwan ditinggalkan begitu saja.

Dong Cheol menjadi kurir, mengantarkan barang-barang. Saat Sang Hwan menunggu lampu merah, Dong Cheol mengantarkan barang ke mini mart seberang jalannya. Ketika Dong Cheol keluar Sang Hwan masih di jalan namun mobil besar menutupi pandangan keduanya.

Saat Sang Hwan pergi Dong Cheol melamun menatap tempat billiard seberang mini mart, tempat ia dan ketiga sekawannya dulu sering bermain bersama.

Para ibu bersih-bersih. Baek Jung Ki hendak ikut membantu, ibu-ibu melarangnya. Dan baek Jung Ki panjang lebar dengan bijak  “Orang-orang yang meninggikan diri akan direndahkan, dan orang-orang yang merendahkan diri akan ditinggikan.” Kalian semua melayani yang mahakuasa dari tempat yang rendah.  Kalian semua akan menaiki bahtera keselamatan dan mendapatkan berkatnya.  (Hmm… caper.. caper.. pertama.. dia mungkin memang aslinya baik atau dia kepengen pamer dia baik sama calon istri.. Sang Mi XD, )

Nenek Jeong Gu datang dan menanyakan keadaannya Jeong Gu. Sang Mi tertegun sesaat. Baek Jung Ki bilang Jeong Gu baik-baik saja, seperti penampakan di film-film dia berlari-lari senang.

Ia menyinggung Sang Jin juga sama halnya seperti itu. Sang Mi tidak percaya, ia mengatakan ke nenek kalau Jeong Gu tidak ke surga. Nenek marah, lalu Baek Jung Ki meminta mendoakan Sang Mi. Ibu-ibua lalu mengerubunginya sambil berdoa.

Detektif Lee dapat telepon dari seseorang, katanya ingin mengenalkan orang baru ke Detektif Lee. Lee Kang Su lalu menatapi dirinya sendiri di cermin, narsis..

~ * Save Me *~

Sang Mi memotongi kuku ibunya. Bercerita dulu waktu kecil ibu memotong kukunya dan Sang Jin sampai keduanya tertidur, sekarang giliran Sang Mi yang melakukannya.

Ayahnya datang, bilang Baek Jung Ki ingin bertemu Sang Mi. Sang Mi tidak mau, ia akan menyelesaikan ini dulu. Ayah terus mendesaknya.

Ayah bertanya ada apa malam-malam begini semua dikumpulkan. Baek Jung Ki datang dan meminta semuanya duduk. Sang Mi. Saat pertama kali kau kesini, masih ingat? Di mataku, Sang Mi adalah domba muda dengan luka besar di hatimu … Kau merasa bersalah dan menyalahkan diri atas penyakit oppa-mu.

“Kau tahu apa? Siapa kau?”

“Sang Mi!” Tuan Im geram dengan sikap Sang Mi

“Yang mahakuasa berata kita tidak boleh mengabaikan keluarga, saudara dan penderitaan tetangga kita. Jadi sebagai gembala, mana mungkin aku mengabaikanmu dan menghentikan cintaku padamu?”

“Bapa Spiritual, aku percaya.”

“Keinginan kami akan terpenuhi”

“Berhenti berbohong. Aku tidak percaya padamu. Kau bukan gembala. Kau adalah rajanya iblis.”

Ayah kembali mengingatkan Sang Mi untuk sopan. Baek Jung Ki mengutarakan keinginannya untuk menyelamatkan Sang Mi sebelum terlambat. Jo Wan Tae langsung berdecak kagum, wa.. akhirnya Sang Mi menjadi Bunda Spiritual (lamaran paling tidak masuk akal, pakai-pakai agama.. ngomong aja naksir sejak pertama.. gak usah sok2 bawa2 atas nama kepengen nyelamatin Sang Mi dari iblis. Geli deh gw.. ini drama ruar biasa!! HHHH)

“Selamat” Kata Jo Wan Tae

“Terima kasih” Ayah seperti merasa tercerahkan.

Apostel Kang membenarkan. Menjadi Bunda Spiritual adalah berkat terbesar dari Guseonwon.

“Kalian sudah gila!” Sang Mi berdiri dari tempat duduknya. Ia tidak mengerti apa sebenarnya ini. Ayah terus mendekatinya, Apostel Jo mengingatkan Sang Mi sudah dewasa.. jangan bertindak kekanakan. Sang Mi mundur karena ayahnya dan membuat Sang Mi nekat memecahkan lemari kaca.

Mengancam akan melukai dirinya dengan kaca. Kalau kalian melanjutkan rencana kalian, aku akan bunuh diri. Apostel Kang teringat saat menemukan seorang gadis bernama Yura meninggal di sungai.

Apostel Kang memekik “Jangan!”. Jika Sang Mi begini ia tidak akan mendapatkan keselamatan. “Keselamatan? Apa yang kalian pikirkan? Pada akhirnya, kalian hanya ingin menyerahkan aku padanya!”

Menurut Apostel Kang.. Rencana yang mahakuasa sulit dipahami manusia. Tapi aku tahu betul, melalui iman dan kepercayaanmu, ang maha kuasa hanya ingin menyelamatkan kita dan memberikan kehidupan abadi. Letakkan itu.

Baek Jung Ki mendekati Sang Mi.

Ia mengatakan kalau ia bukannya meminta Sang Mi karena hasratnya tapi aku hanya ingin menunjukkan pada yang mahakuasa akan imanmu dan kesetiaanmu padanya.. betapa yang mahakuasa mencintai dan mengasihimu … masih belum kau sadari?

Sang Mi kemudian menggorekan kaca ke wajah Baek Jung Ki. Tangan Sang Mi ditahan, Baek Jung Ki bertanya apa Sang Mi tidak takut mati?. Sang Mi muak dengan Baek Jung Ki yang terus mengatakan tentang hidup dan mati, mungkin dia sendiri yang paling takut mati.. bagi Sang Mi ia tidak takut mati.

Ancaman lain datang, Ibunya Sang Mi dibawa masuk ke ruangan tersebut oleh Jo Wan Duk.

Baek Jung Ki: Orang mencari keselamatan dan hidup abadi … karena mereka takut akan kematian. “Jika percaya perkataanku dan patuh padanya, kau akan menaiki bahtera keselamatan. Namun, jika tidak percaya perkataanku, dan menolak patuh padanya. Aku akan mengambil satu hal yang paling kau kasihi.Yang paling .. Kau sayangi”

Sang Mi tidak bisa bertindak lebih nekat lagi demi ibunya. Ibunya mendekati dia dan mengajaknya berdoa supaya masuk surga, lagi-lagi berhalusinasi Sang Jin di sini.

Rupanya yang meneleponnya tadi untuk mengenalkan Detektif Lee pada dua wanita penghibur baru dari Seoul. Detektif Lee menduga pasti mereka berdua diusir Madam mereka karena mencoba mencari uang tambahan diluar kerja. Di Muji ini aneh sekali tempatnya, terlihat tenang dan damai tapi banyak yang busuk. Tapi meski daerahnya pelosok begini.. kalau berhasil menemukan tambang gula kalian akan dapat uang bagus.

Bibi pemilik kedai berkaraoke-an. Jung Hoon sedih karena kehidupan mereka tidak seperti direncanakan, padahal mereka dulu janjian untuk masuk wajib militer bersama.

Pil Soo datang, ia tadi lihat Dong Cheol. Mereka ini teman.. jangan seperti anak kecil, kalau bertengkar harus segera baikan.

Sang Hwan kemudian pamit menemui Dong Cheol di stadion.

Dong Cheol di lapangan, Sang Hwan memanggilnya “Hei! Seok Dong Cheol!. Tegakkan bahu mu!”

Sang Mi bersama ibunya. Ibu resah denga ucapan Sang Jin yang menurutnya aneh, Sang Mi yang menganggap ibunya hanya berhalusinasi pun akhirnya bertanya “Memangnya Oppa bilang apa?”

Ny. Im bilang Sang Jin menyuruh ibunya jangan tinggal di sini. Sang Mi terkejut, benar Oppa mengatakan hal itu?

Kemudian ibunya berjalan mengikuti sesuatu.

“Dong Cheol”

“Sekali lagi memanggil namaku, kau akan mati.”

“Seok Dong Cheol.”

“Kubilang jangan sebut namaku.”

Tiap Sang Hwan memanggilnya.. Dong Cheol memukulnya. Akhirnya mereka berkelahi sungguhan,

Di luar terlihat salib berwarna merah dari atas gedung gerejanya.

Sang Hwan dan Dong Cheol sama-sama babak belur. Dong Cheol kesal kenapa Sang Hwan muncul di hadapannya lagi. Sang Hwan bilang karena mereka ini teman. Seok Dong Cheol adalah sahabat terbaik ku.

       Sang Mi bilang pada ibunya yang tertidur. Ia tidak akan melarikan diri, ia akan menyelamatkan ibunya. Demi Oppa juga.

Sang Hwan dan Dong Cheol terkapar di bawah.

“Sudah lama sekali … tidak melihat langit seperti ini. Sejak kelas 9, kita tidak pernah berkelahi seperti ini, bukan?”

“Jangan mencariku lagi.”

“Kenapa?”

“Aku sulit melihat mu” tukas Dong Cheol. Dong Cheol hendak pergi, lalu Sang Hwan mengatakan kalau baru-baru ini melihat Sang Mi. Nampaknya dia berada dalam bahaya.

“Setelah 3 tahun, aku tidak sengaja bertemu dengannya. Dia berkata … selamatkan aku”

Sang Hwan janji kali ini tidak akan melarikan diri lagi.

 

Advertisements

Leave A Reply. Never Call Me "ADMIN", My Name is KARISSA/CHARISZHA. Thanks :))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s