[Sinopsis] Save Me – Episode 07 Part 1

“Aku percaya engkau akan mengabulkan permintaan kami dan menebus kami. Aku percaya engkau akan mengabulkan permintaan kami dan menebus kami.”

Ketika Tuan Im sedang berdo’a ia dikejutkan dengan suara berisik dari luar. Ia mengecek keluar. Sang Hwan, Jung Hoon dan Man Hee bersembunyi.

Tuan Im penasaran dan terus mencari, namun ia tak menemukan siapa pun. Terdengar suara kucing, Apostel Jo menghubunginya.

Ketiganya bersembunyi di atas. Tuan Im kembali lagi, ketiganya selamat. Sang Hwan mengajak pergi dari sini, Jung Hoon kelupaan di mana ponselnya.. pasti terjatuh tadi. Sang Hwan turun untuk mencarikan ponselnya Jung Hoon yang jatuh.

Di sebelahnya adalah kamarnya Sang Mi, dari luar Sang Hwan bisa melihatnya.

Petugas menginterogasi pasangan yang diganggu Dong Cheol sebelumnya. Mereka rupanya sepasang kekasih, si pria melakukan tindak kekerasan. Karena si wanita berteriak minta tolong.. membuat Dong Cheol ikut campur.

Woo Choon Gil mendekati Dong Cheol, memarahi Dong Cheol yang baru saja keluar dari penjara namun sudah berulah lagi. Kalau tidak mau digugat melakukan perusakan, Dong Cheol harus membayar uang jaminan.

Sang Hwan ingin melanjutkan aksinya. Jung Hoon khawatir, mereka nyaris tertangkap tadi apa Sang Hwan gila?

Dong Cheol keluar dari koantor polisi. Sersan Woo bertanya apa Dong Cheol sudah menemui Jung Hoon? Dong Cheol menjawab belum. Sebelumnya Sersan Woo minta perkataannya setelah ini jangan Dong Cheol masukkan ke dalam hati.. tolong jangan temui Jung Hoon lagi. Tahun ini dia harus masuk kuliah.. kau mengerti maksud ku ‘kan?

Sersan Woo tampak tidak enak mengatakannya. Dong Cheol paham, ia tidak akan menemui Jung Hoon.

Petugas Choi mengajak Sersan Woo bertugas, mereka datang ke rumahnya Sang Mi. Tidak menyangka Tuan Im pindah kemari, Sersan Woo kira tinggal di Guseonwon. Apa Sang Mi baik-baik saja? Terlalu berbahaya jika Sang Mi hidup dengan orang-orang biasa. Tuan Im bilang Sang Mi tadi sudah minum obat dan tidur.

Sang Mi sendiri di dalam kamar memegangi cermin.

Keduanya datang kemari karena ada laporan Tuan Im melakukan tindak kekerasan pada Sang Mi. Tuan Im mengelak, mana mungkin? Sang Mi adalah puteri yang ia sayangi. Petugas Choi bersikeras mengecek kondisi Sang Mi, namun Sersan Woo melarangnya.

Jung Hoon merekam sembunyi-sembunyi. Mereka lalu ketahuan.. Petugas Choi yakin anak-anak itu yang membuat panggilan usil. Sersan Choi kesal, ia mengajak Petugas Choi ikuti mereka.

Sang Mi hendak memecahkan kaca jendela.

“Apa yang kau lakukan ?!”

“Ayah … aku tidak ingin membencimu. Tidak, aku tidak ingin memandang rendah dirimu. Jadi tolong dengarkan aku.”

Tuan Im mengambl cerminnya. Sang Mi hendak pergi dan menyelamatkan ibunya, ia tidak mengerti mengapa ayahnya seperti ini? Tidak waras dan berkata-kata tentang cobaan dan akan naik bahtera keselamatan. Bagaimana bisa ayahnya berubah menjadi monster?!

Tuan Im tidak menanggapinya, ia hanya menyuruhnya doa lalu tidur.

Jung Hoon tidak menyangka akan kejar-kejaran dengan mobil patrol ayahnya sendiri. Resikonya terlalu besar kalau mereka ketahuan. Man Hee yakin pasti Sang Mi diajak ayahnya mengikuti sekte sesat itu. Jung Hoon ingin menyudahi tindakan mereka yang ikut campur lagi, lagipula tidak ada gunanya bagi mereka bertiga. Namun Sang Hwan bilang baginya ini penting.

Sang Hwan kemudian ingin lihat rekaman video Jung Hoon, saat terjatuh tadi masih merekam. Jung Hoon memutarnya ulang, terdengar suara Tuan Im menghubungi apostel Jo.. dia minta sekitar rumahnya dipasangi CCTV karena sepertinya ada banyak roh jahat di sini.

Jung Hoon terhenyak mendengarnya, kata ayahku kita tidak boleh main-main dengan agama.. Negara kita memiliki kebebasan beragama. Ia ingin Sang Hwan tidak ikut campur lagi.

Tiba-tiba Sang Hwan teringat Dong Cheol.

Jung Hoon tanya ke Sang Hwan apa hari ini akan pulang ke rumah? Sang Hwan menggeleng. Jung Hoon menebak pasti ia dan ayahnya bertengkar. Sang Hwan tidak menanggapi, Man Hee memukul Jung Hoon.. Sang Hwan dan kau itu berbeda..

Jung Hoon agak kesal, ia menyuruh Man Hee turun. Turun.. turun… kau ini berat. Sang Hwan izin pulang, mereka akan ketemuan lagi besok.

Sang Hwan ke rumahnya Dong Cheol. Kebetulan Dong Cheol baru pulang dari mini market.. ia bersembunyi melihat Sang Hwan. Sang Hwan pergi dan ia masuk ke rumah, ia tampak sedih dan melampiaskannya dengan minum.

Dong Cheol menghembuskan napasnya dengan berat. Ia teringat saat Sang Hwan menghadiri pemakaman, Dong Cheol marah dan memukul Sang Hwan. Petugas yang menjagainya mengancam Dong Cheol ditarik lagi ke penjara jika bersikap begini.

Man Hee menahannya, Dong Cheol tidak boleh begini.. ia adalah perwakilan pemakaman neneknya, Dong Cheol harus ada di sini. Sang Hwa mengerti Dong Cheol sangat menderita.. ia boleh melakukan apapun yang dia inginkan, tapi Sang Hwan ingin Dong Cheol mengabaikannya kali ini..

“Kau … Tahu bagaimana nenekku meninggal? Ia ingin mengirimi aku uang. Sejak subuh Ia sudah pergi memungut kardus untuk di jual, tapi Ia meninggal karena tabrak lari. Semua karena kau.” Tuduh Dong Cheol ke Sang Hwan.

Man Hee mencoba menahan Dong Cheol yang hendak menghajar Sang Hwan lagi. Dong Cheol tidak suka dengan Sang Hwan yang menutup mata padanya dan menghancurkan hidup Dong Cheol serta neneknya hanya demi ayahnya supaya menjadi gubernur.

Dong Cheol memukul Sang Hwan, Jung Hoon mencoba mendorongnya sampai menjatuhkan foto neneknya. Dong Cheol menjadi kalap dan hendak memukul Jung Hoon juga. Jung Hoon menyesalkan mengapa mereka menjadi seperti ini?

Sersan Woo  minum di luar, Jung Hoon yang baru pulang.. menghampirinya. Menebak pasti diomeli ibu dan jadinya di luar begini. Sersan Woo tadi diomeli istrinya karena Jung Hoon pulang kemalaman.

Jung Hoon bermanis-manis ria, ia mendulang ayahnya dengan makanan di meja. Sersan Woo malu-malu, apa yang Jung Hoon lakukan?. Menggelikan.

“Geli? Waaah, ayah … aku anak tunggalmu. Silakan..”

“Gojuchang nya kebanyakan.”

Lalu Sersan Woo hendak bicara serius, Jung Hoon tahu bukan.. ayah naik turun kerja keras demi Jung Hoon?.

“Tapi Ibu yang melahirkanku.” Bantah Jung Hoon (kkkk), ayahnya langsung memukuli Jung Hoon. Ayahnya tidak terima, Jung Hoon mengalah.. iya.. iya ayah yang melakukannya. Dari ayah.. bertemu ibu dan aku keluar ke dunia. Singkatnya semuanya dari ayah.

Aigoo.. Jung Hoon, anakku.. Kau … adalah segalanya bagiku. Tahu ‘kan?. Sersan Woo mencubit gemas pipinya Jung Hoon.

“Ayah, sakit. Aduh! Sakit ayah.” (Imutnya Jung Hoon, saya juga kepengen nyubit.. gemes..)

*~ Save Me ~*

Sang Mi dan ayahnya menunggu jemputan. Ayah menggandeng tangan Sang Mi, Sang Mi menyuruh ayahnya melepaskan genggamannya. Mulai sekarang ia tidak mau disentuh ayahnya.

Ayahnya menurut.

“Camkan perkataanku. Meskipun akhirnya ayah menyesali semua perbuatanmu dan memohon maaf pada aku dan ibu, aku tidak akan memaafkanmu. Tidak, tidak akan pernah.”

Apostel Jo dan Kang datang menyapa ramah pada keduanya. Lagi-lagi Sang Mi tidak peduli dengan seru-seruan doa mereka dan keramahan keduanya. Apostel Kang bilang ibunya Sang Mi sudah menunggu sejak subuh tadi. Apostel Jo menambahkan, Bapa spiritual juga menunggu Sang Mi. Sang Mi masuk ke dalam mobil,

“Masuklah. Mereka menunggu kita” Ajak Sang Mi dinginnya.

Sang Mi mengikat tali sepatunya dengana kuat sebelum turun, Apostel Jo menyindirnya seolah mau kabur saja. Mereka lalu mengajaknya bersama, tapi Sang Mi bilang mau menemui ibunya dulu baru menyusul.

“Kalau begitu, setelah pelayanan kita pergi saja bersama.” Kata Apostel Jo

“Jangan khawatir Aku tidak akan kemana-mana.”

Tuan Im meminta Sang Mi jangan bersikap kasar pada Apostel Kang. Sang Mi tidak peduli. Apostel Kang membiarkannya pergi karena masih ada waktu sebelum ibadah. Setelahnya Apostel Kang menutup pintu mobil dengan kasar.

Apostel Kang menghadap Bapa Spiritual. Ini mengenai Sang Mi yang ditemui oleh beberapa pemuda dan sebelumnya pernah bertemu di insiden kecil mobil motor. Jika Sang Mi membutuhkan pertolongan mereka bersedia membantunya.

“Mereka yang perlu di selamatkan bersikap seolah penyelamat.” Kata Baek Jung Ki

“Menurutku mereka tidak patuh karena masih remaja”

Besok Baek Jung Ki minta untuk membawa Bunda Spiritual bersama Sang Mi. Apostel Kang terkejut mendengarnya.

“Bunda spiritual?”

“Aku harus memiliki istri tak berdosa dan membawa semua orang ke dalam bahtera keselamatan dengan darah perdamaian.”

Meski tampak tidak nyaman dengan itu, dia patuh.

Ny. Im membaca al-kitab dan mengulang beberapa kali kalimatnya, Sang Mi bilang tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka di sini. Ibunya hanya menoleh, Sang Mi akhirnya merebutnya dan menyobek-nyobeknya.

Ibu! Ini semua bohong! Ini hanya memenjarakan kita dan menghancurkan kita!

Ibunya histeris, baginya ini penting karena tanpa ini tidak bisa ke surga dengan Sang Jin, cacatnya Sang Jin pun hilang berkat kemari. Ibunya berhalusinasi Sang Jin di dekat pintu dan menyuruhnya kemari. Pikirnya Sang Jin berbaring di pelukannya, hari ini ia akan menidurkan si kembar. Lalu menepuk-nepuk Sang Mi.

Sang Mi tidak akan pernah berhenti menyadarkan ibunya sampai seseorang bisa menyelamatkannya, hingga ia bisa pergi dari sini bersama ibunya.

“Kalian mau pergi memanen buah?” Tanya Baek Jung Ki

“Ya, Bapa Spiritual.”

“Nyonya Park sudah bekerja keras selama ini, sungguh terlihat cantik.”

“Aah.. Apostel Kang. Kalau aku mendapat lebih banyak cinta dari Bapa Spiritual, tidak apa-apa?”

“Ya, tentu saja. Aku akan membagi cinta Bapa Spiritual denganmu.”

Baek Jung Ki mengingatkan kalau bukanlah dirinya yang dikagumi namun Yang Mahakuasa.

Kemudian ia beralih ke Sang Mi. Apa Sang Mi tahu 9 buah yang maha kuasa?. Sang Mi menjawab.. Cinta, kesabaran, kepandaian, kebahagiaan, kebaikan, kelembutan, kesetiaan, dan moderasi.

 “Kau hanya dapat membebaskan diri dari penderitaan dan kesakitan dari iblis jika menjalani hidup dengan 9 buah ini.” Ini yang ingin kau katakan?

“Sang Mi, menghafal semuanya dengaan sangat baik. Namun, jangan tunjukan Iman-mu dengan kepala. Tunjukan dengan sikapmu.”

“Iman … bukan hal yang bisa diberikan pada orang lain.” Tanggap Sang Mi dingin

Advertisements

Leave A Reply. Never Call Me "ADMIN", My Name is KARISSA/CHARISZHA. Thanks :))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s