[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 09 Part 2

NCI datang, Kang Timjangnim mengatakan timnya yang akan mengambil alih kasus ini. Pertama-tama Min Young akan berbicara dengan ayah serta ibu Yu Na.

“Persisnya sudah 52 jam.  Seperti yang kau ketahui, umumnya pembunuhan setelah penculikan terjadi dalam 24 jam.  Apa menurutmu golden time itu sudah berlalu? “ Kang Ki Hyung bicara pada petugas yang menangani sebelumnya.

Tapi petugas tersebut tidak percaya, mereka menyimpulkan kasus penculikan ini dilakukan oleh pedofil. Sedangkan menurut NCI golden timenya belum lewat, mereka juga masih memikirkan lagi apa motifnya. Masih ada hubungannya dengan hilangnya anak-anak yang hilang di Songin, perlu diadakan investigasi ulang. Mohon kerjasamanya.

Ibu Yu Na tampak ketakutan, ia meminta Kang Timjangnim mengatakan kalau Yu Na masih hidup. Kang Timjangnim mengatakan mungkin Yu Na masih hidup.

Nana menemukan sesuatu. Ada pria yang bernama Yeon Seok Ho terlihat di CCTV yang sama dengan Yu Na. Dia pegawai perusahaan subkontraktor bernama “Vienna” yang dikelola ayah Yu Na.

Namun Ayah Yu Na mengenal siapa Yoon Seok Ho. Nana belum menemukan alamatnya, ia juga sedang mencari tahu mobil yang terdaftar atas namanya.

Seorang pria sedang makan sambil menyaksikan video/foto Yuna di ponselnya.

Sun Woo dan Hyun Joon tiba di suatu tempat, mereka mengendap-endap masuk.

Yu Na dibangunkan anak-anak lainnya, mereka mengajak Yu Na kabur. Ini kesempatan mereka selama orang-orang yang menculik mereka mencari mangsa baru di festival kembang api, kalau di sini mereka bisa dibunuh. Yu Na tampak tidak mengerti. Salah seorang anak perempuan menyuruh anak laki-laki itu diam, ia bicara lebih halus dengan Yu Na. Ayo bangun, kita cari ibu..

Baru Yu Na mau ikut mereka.

Hyun Joon dan Sun Woo mencari-cari. Pria tersebut bersembunyi, Hyun Joon menemukannya dan mengejarnya,

Anak-anak menaiki tangga, pintu keluar ditutupi sesuatu. Setelah seorang anak mendorong-dorongnya barulah terbuka sedikit. Anak-anak berjalan bersama-sama, Yu Na terjatuh dan dibantu anak yang menggandengnya.

Hyun Joon dan Sun Woo masih mengejar. Sayangnya anak-anak tadi tidak bisa pergi karena sudah ditemukan oleh pria dan wanita penculik mereka. Membungkam semuanya dan menarik mereka menjauhi Sun Woo yang tak jauh dari gang tersebut.

Hyun Joon berhasil menyiduk Yoon Seok Ho. Ditangkap atas penculikan anak-anak.

Yoon Seok Ho. Setelah kematian istrinya, Jung Hyun Joo, dia bekerja sebagai kuli harian. Dia bekerja sebagai pegawai kontrak di sebuah subkontraktor BNI Hwang Kyung Sik.  Istrinya meninggal karena hiperpnoea saat hamil. Kapten.

“Di sini tertulis Hyung Jo dirawat inap karena flu ringan, tapi dia meninggal karena alasan yang tidak diketahui setelah menunjukkan gejala hiperpnoea. Saat itu kehamilannya berusia tujuh bulan dan dia meninggal dengan janinnya. Tapi ada yang aneh. BNI menarik kembali produk deterjen mereka secara besar-besaran sejak Juni 2011. Saat itu, Yoon mengantarkan produk itu dari subkontraktor.” Nana menemukan fakta baru

“Maksudmu, itu terkait dengan kematian Jung Hyun Joo?” Tanya Kang Timjangnim

“Aku melacak ibu hamil yang tewas karena alat sterilisasi uap di 2011. BNI menguji produk  kepada para pegawai, Ada anak-anak yang meninggal dengan gejala Jung Young Joo.” Terang Nana

Han dan Min Young menarik kesimpulan. Artinya Young Joo mungkin salah satu korban alat sterilisasi itu. Jika Yoon memakai produk itu untuk mengujinya, mungkin dia telah membunuh keluarganya sendiri. Apa karena itu dia menculik Yu Na?

NCI dan polisi melakuan pencarian di rumah Yoon Seok Ho. Hyun Joon menemukan foto-foto dari lemari. Sun Woo juga menemukan sesuatu. Hyun Joon menanyakan keberadaan Yu Na. Hyun Joon menebak pasti ini balas dendam karena istrinya Seok Ho meninggal karena uji coba produk.

Sun Woo menginterupsi, Hyun Joon mendekatinya. “Tunggu. SSRI. Antidepresan. Ini mengandung bahan anticemas dengan benzodiazepin.” Kata Sun Woo

“Jadi, dia mengidap gangguan panik?”

“Berdasarkan resep obatnya, kemungkinan besar dia sering mengalami serangan panik.” Keduanya lalu menoleh pada Seok Ho. Hyun Joon teringat saat ia begitu mudahnya menangkap Seok Ho di stasiun kereta. Bisa lanjut berlari tapi ia tidak bergerak dari tempatnya.

Kang Timjangnim menghubungi Hyun Joon. Dari profiling Kang Timjangnim diketahui Yoon Seok Ho mengidap Agorafobia? Pelaku memilih tempat ramai untuk menculik anak-anak. Artinya mustahil Yoon Seok Ho pelakunya. Anehnya jika dia tidak menculik Yu Na, kenapa lari?

Sun Woo menginterogasi Yoon Seok Ho. Selama ini Yoon Seok Ho sudah mengawasi Yu Na, mempelajari rute hariannya dan titik buta kamera pengawas. Fakta bahwa Yu Na menghilang pasti mengejutkanmu juga. Karena orang lain merebut kesempatanmu, mungkin kau kecewa dan terganggu.

“Apa maksudmu?” Tanya Seok Ho

“Kemudian kau berpikir bahwa itu bagus. Terlepas dari sarananya, itu telah terjadi dan membuat orang tuanya menderita.”

“Apa maksudmu? Benar aku. Akulah pelakunya!”

Bukan. Sun Woo tahu ia bukanlah pelakunya, tapi kenapa melarikan diri?

Anak-anak diikat bersama dan Yuna yang menangis. Jin Woo datang membawakan roti dan air mineral, tak ada seorang pun yang mau menggigit rotinya saat Jin Woo dekatkan. Jin Woo memberikan tisu/sapu tangan ke Yuna yang menangis, seorang anak laki-laki didekatnya menepis sapu tangan itu. Jin Woo memperingatkan anak itu, apa mau mati? Tolong jangan pergi. Anak itu balas berteriak ingin pergi,

Penculik datang, ia mengambil roti dan melemparkannya ke depan anak-anak tersebut. Mereka lalu mengambilinya dan memakannya karena takut. Yu na diperingakan untuk ikut berpura-pura makan agar tidak dibawa ke ruang cermin. Yuna hanya terus menggeleng dan menangis, ia ingin bertemu ibunya.

Si penculik mendekatinya, ia hendak menghukum Yuna. Tapi anak laki-laki disebelahnya meminta dimaafkan sekali saja, karena Yuna masih baru dan belum tahu apa-apa. Seroang lagi memohon jangan dihukum karena bisa mati, Yuna belum makan sedikit pun semenjak datang kemari.

“Apa kalian mau menggantikannya?” Semuanya langsung tidak berani membantah,

Yuna dibawa ke ruangan dengan banyak cermin, dipakaikan pakaikan pakaian. Sebelumnya pernah seorang gadis kecil dibawa ke sana, si wanita itu tertawa tawa dan meninggalkan gadis kecil itu sendirian menangis menatapi banyak cermin di sana yang memantulkan bayangannya.

Menurut si ibu-ibuan ini, si anak bungsu yang nakal dan tidak mendengarkan ibu harus dihukum. Tidak semua orang bisa masuk ke ruang istimewa ini, harus melihat wajah nakal mereka dan menyesali perbuatannya. Ia lalu mendekap Yuna dan bernyanyi nyanyian sama seperti pertama kali ia dibawa kemari.

“Nak, apa arti lagu itu?” Yuna menggeleng.

“Lagu ini ditulis saat ibumu menjualmu kepada kami. Dia meninggalkanmu.”

Yuna menangis dan bilang tidak. Wanita itu makin naik darah, meninggalkannya sendirian di ruang cermin.

Yoon Seok Ho dibawa pergi petugas, namun nampaknya masih ada rahasia yang disembunyikannya. Sun Woo kemudian mengambili beberapa foto yang diambil, dari foto-foto tersebut diketahui ada orang lain yang juga mengincar Yuna.

Yoon Seok Ho sudah lama mengikuti Yuna, ia menyadari ada pihak lain yang juga mengikuti Yuna. Sebuah van yang terus mengikuti kemana pun Yuna pergi.

Hyun Joon dan Sun Woo akan mengecek kotak hitam dari mobil.

Nana, Min Young dan Han mengamati video. Tampak Yuna senang melihat sesuatu. Han mengira kalau Yoon Seok Ho juga mengikuti Yuna pasti juga mendapatkan gambar penculik Yuna.

Sun Woo dan Hyun Joon kesulitan menemukan nomor plat van yang mengikuti Yuna, dari kenalan diketahui tidak ada yang memilih van tersebut dan foto-foto Yoon Seok Ho tidak menangkap gambar platnya secara utuh selama 6 bulan mengikuti Yuna. Jika penculiknya bergerak jauh sebelum Yoon Seoh Ho, itu artinya mereka berkontak dengan anak-anak hilang jauh sebelumnya. Pasti ada petunjuk di suatu tempat.

Sun Woo melihat-lihat kamar Yuna, terlihat banyak sekali foto Yuna dengan anjing dan kucing mainan. Sun Woo menanyakan apakah Yuna memiliki peliharaan?. Ibunya menjawab tidak, karena Yuna alergi berat terhadap kucing dan anjing.

Yuna diculik saat festival, Min Young pikir bisa jadi ia diculik oleh staf acara dan semacamnya. Namun ada hal yang tidak Lee Han pahami. Jika mereka begitu mudah berteman dengan Yu Na, kenapa memilih cara yang merepotkan untuk menculiknya?

“Mungkin karena obsesi pelakunya, atau faktor psikologis lainnya” terang Min Young

“Mungkin mereka membutuhkan lokasi yang bisa menyembunyikan anak-anak. Pelakunya mungkin memiliki rumah di pinggiran kota dan sudah lama tidak pindah.” Tambah Hyun Joon

“Pelakunya memakai van untuk menculik anak-anak pada hari  dan telah lama melacak mereka. Mengingat level obsesinya, pelaku mungkin memiliki pekerjaan tanpa jam kerja.” Kata Sun Woo

“Mengingat berapa lama kejahatan sistematis ini telah berlanjut, mungkin kedua kaki tangannya adalah keluarga, atau pasangan suami-istri.” Pendapat Kang Ki Hyung.

Dari foto-foto yang ada Nana mencoba mencari tahu plat kendaraan. Han mengamati dengan cermat tiap foto yang diambil Yoon Seok Ho.

     Jika penculikannya telah berlangsung selama 10 tahun sesuai dugaan, maka kasus ini sangat unik, tidak seperti biasanya. Jika ini melibatkan perilaku psikologis abnormal, kemungkinan besar mereka pernah dilaporkan. Para pelaku mungkin mengidap gangguan kecemasan. Bersikap tegas dan kejam terhadap anak-anak termasuk di hal itu. Jika demikian, para pelakunya mungkin menganiaya anak-anak atau menerima kekerasan di usia muda. Pasti ada kaitannya dengan kasus sebelumnya. Kemungkinan besar ini trauma yang membawa pada tindak pidana.

Min Young menebak. Mungkin pelakunya mengoleksi anak seperti mengoleksi boneka? Sebuah studi menyatakan korban pelecehan seksual atau kekerasan mengoleksi barang alternatif untuk menghindari kecemasan mereka sendiri. Mereka menjadi semacam penimbun.

Menurut Hyun Joon, jika benar mereka menimbun.. mungkin mereka terampil menculik dan menyingkirkan anak-anak.

Timjangnim: Jika pola mereka adalah menghabiskan banyak waktu sebelum penculikan, artinya mereka pernah gagal.

Hyun Joon: Ya, mustahil mereka terus berhasil menculik. Pasti pernah ada percobaan yang serupa dengan ini.

Kang Timjangnim hendak menyiarkannya ke media. Namun Sun Woo melarangnya, jika pelaku merasa terancam maka Yuna dan anak-anak yang lain berada dalam bahaya.

Timjangnim: Para pelakunya tidak mungkin mengatur ini sejak awal. Pasti mereka pernah melakukan uji coba. Seperti katamu, pasti ada beberapa usaha yang gagal.

Hyun Joon: Kita harus mengumumkan ini. Jika kita menemukan kesamaan di antara orang tua korban, kita akan bisa menemukan sebuah petunjuk di sana.

Timjangnim: Kumpulkan semua orang tua para anak hilang itu segera.

Tim mulai bergerak. Min Young mengumumkan profiling NCI ke media.

NCI sedang mencari seorang wanita kurus berusia akhir 30-an tahun, dan dua orang pria sebagai tersangka. Kami bekerja sama dengan kepolisian dan mengerahkan segenap staf kami untuk mencari Yu Na. Ketiga tersangka memakai van abu-abu untuk menculik anak-anak di sekitar taman hiburan dan tempat ramai dengan cara sistematis. Selanjutnya, pekerjaan mereka melibatkan kontak dengan anak-anak. Jika Anda pernah mengalami kasus serupa dengan yang dijelaskan, atau jika Anda pernah mendengar atau menyaksikannya, hubungi kami.

Seorang anak kecil menyaksikan siara Min Young.

“Bagi sejumlah keluarga yang selama ini menderita karena kehilangan anak selama bertahun-tahun, jika tahu sesuatu, apa pun itu, tolong laporkan kepada kami. Telepon Anda dapat menyelamatkan nyawa anak”

Ibunya anak kecil tadi terkejut anaknya di mana. Ia menjatuhkan belanjaannya dan mendekati Dong Min anaknya.

Yuna berbaring, ia diberi makanan oleh si anak yang lebih tua. Karena Yuna sudah pernah dibawa ke ruang cermin.. ia tidak boleh menangis lagi agar tidak diajak ke sana. Yuna bilang ia rindu ibunya. Si anak itu tanya apa makanan kesukaannya Yuna?

“Eonni, tidak bisakah Eonni menemaniku?”

“Kami harus kembali ke kamar kami sekarang. Tadi kami menyelinap ke sini.”

“Jika tidak mau kembali ke ruang cermin, kau harus makan. Berjanjilah.” Anak laki-laki itu mengajak janji kelingking.

Si penculik datang bersama Jin Woo. Ia bernyanyi “Aku datang untuk mencari bunga. Aku datang mencarinya”

Ia hendak menggendong Yuna namun si anak perempuan melindunginya. Si ibu-ibuan itu bertanya kenapa? Anak yang sakit kan harusnya dibawa ke RS. Anak perempuan itu tetap tidak mengizinkannya lalu ibu-ibuan itu mengancam akan membawanya ke ruang hukuman.

Si anak laki-laki tadi mencoba melawannya sampai terdorong terjatuh dan ibu-ibuan hendak memukulnya. Namun Jin Woo menahan tangannya, biar aku saja. Jin Woo mengikat anak itu ia beralasan sudah lama ingin melakukan ini (menghukum anak-anak). Biar aku saja yang melakukan ini.. Eomma..

Ibu-ibuan itu tersenyum dan meminta Jin Woo langsung menancapkan jarum suntiknya. Jin Woo berbisik padanya untuk jangan bergerak karena ini segera berakhir. Ibu-ibuan itu tampak gelisah memandangi Jin Woo apakah melakukan kemauannya dengan benar.

Mendekatinya dan mendorong Jin Woo. Ibu-ibuan itu marah karena sudah ditipu Jin Woo, seorang pria datang.. ia menyeretnya Jin Woo. Anak-anak mulai menangis. Ibu-ibuan berteriak kacau karena panik mendengar tangisan anak-anak.

Jin Woo berusaha melindungi semuanya, namun ia tetap ditarik pria tersebut.

 

Advertisements