[Sinopsis] Save Me – Episode 06 Part 2

Kang Eun Shil mengajak Sang Mi turun, ia mengingatkan Sang Mi untuk tidak melakukan hal buruk agar ibunya tidak cemas padanya.

Goseonwon sedang melakukan kampanye penggalangan dana untuk anak-anak di luar negeri. Seorang pemuda awalnya enggan namun ia tertarik pada Sang Mi yang cantik, dia jadi bersikap ramah dan bersahabat dengan tawarannya Kang Eun Shil. Sang Mi nya sendiri tidak terlalu menghiraukan semuanya.

Man Hee dan Jung Hoon main billiard, Man Hee menutupi mejanya dan membuat Jung Hoon kesal. Sang Hwan.. Sang Hwan.. bantu aku singkirkan dia,

Yang dipanggili malah sibuk melamun. “Pak Han Sang Hwan?” Panggil Jung Hoon dengan kesal

“Ya? Ya.. ada apa?” Sang Hwan tersadar.

Jung Hoon menebak pasti Sang Hwan masih kepikiran yang kemarin. Menurut Jung Hoon semuanya akan tetap berjalan dengan baik, pria yang rambutnya ikal kemarin tampaknya pria baik-baik. Sang Hwan tetap cemas, karena Sang Mi terlihat meminta bantuannya.

Sang Hwan melihat ke bawah jendela. Ia bingung, menurutmu ini kebetulan atau takdir?. Jung Hoon dan Man Hee ikut melihat apa yang Sang Hwan lihat. Rombongan Goseonwon di seberang jalan terlihat jelas dari sini, Sang Mi ada di sana.

Kang Eun Shil memberikan nasehat pada pemuda tadi. “Hari kiamat sebentar lagi. Hidup dengan nilai kebaikan itu sangat penting. Mereka bilang anak muda sekarang ini harus menyerah dalam tujuh hal. Berkencan, menikah, melahirkan, teman-teman, membeli rumah, bermimpi, dan memiliki harapan. Kau sungguh ingin menjalani hidup dengan menyerahkan semua itu?“

“Tidak juga.”

“Jadi, sebelum terlambat, kau harus memikirkan apa itu kebahagiaan sejati dan nilai-nilai apa yang akan kau jalani dalam hidup. Jika kau biarkan hidup dipengaruhi oleh uang, tidak ada yang tersisa. Aku sudah melalui usia 20 tahunan. Aku tahu betapa pentingnya itu.”

Sang Mi tidak ambil peduli dengan semua omongan tersebut.

Sang Hwan tetap merasa ada yang aneh. Jung Hoon dan Man Hee tidak merasa begitu, Sang Hwan turun untuk memastikannya sendiri. Ia menemui Sang Mi.

Sang Hwan bertanya apa Sang Mi benar-benar membutuhkan pertolongan?. Aku akan membantumu jika kau dalam bahaya.

Apostel Kang marah, ia hendak memanggilkan polisi ke Sang Hwan. Sang Hwan tidak takut, atas dasar hukum apa ia harus dilaporkan ke polisi. Jo Wan Duk lalu menyerangkan, Jung Hoon menyuruhnya berhenti.

Apostel Kang kemudian menanyakan ke Sang Mi apa benar dalam bahaya?. Sang Mi gamang, teringat keadaan ibunya di Goseonwon sementara ini adalah kesempatannya untuk lepas dari Goseonwon. Sang Mi tidak kunjung menjawab

“Kau harus kembali”

“Apa?”

“Kumohon. Kembalilah?”

Sang Hwan tidak percaya, ia memastikannya sekali lagi. Ia janji akan membantu Sang Mi jika memang membutuhkan pertolongan. Apostel Kang menarik tangan Sang Mi untuk pergi, ia menyeberang asal-asalan dan ketakutan. Taksi membawa mereka pergi.

Apostel Kang  menarik Sang Mi sampai tangannya terluka. Sang Mi berteriak minta dilepaskan. Tuan Im heran kenapa Apostel Kang pulang leih cepat. Apostel Kang berasalan hari ini Sang Mi kembali terpengaruh iblis.

Ayahnya marah, ia hendak mengobati Sang Mi. Ini gara-gara roh Sang Mi yang kotor. Ia percaya keluarganya akan naik perahu keselamatan dan ke surga.

Seorang pria beralasan ia merusak papan nama Pak Jeon gara-gara istrinya hendak membawa anak-anak mereka ke gereja aneh dan tinggal di sana.

Detektif Lee yang sedang makan agak muak mendengarnya, ia meninggalkan makannya dan pergi.

Seorang nenek kehilangan cucunya, Petugas Choi kesulitan berbicara dengannya karena pendengarannya sudah menurun. Detektif Lee datang membantu. Cucunya sudah menghilang 1 bulan. Detektif Lee mengantarkan Nenek keluar, ia lalu melihat catatannya.. curiga jangan-jangan nenek itu menganut aliran agama aneh itu juga.

Jung Hoon menasehati Sang Hwan, barangkali masalah Sang Mi adalah masalah keluarga yang bertengkar lalu baikan lag dan begitu seterusnya. Setiap keluarga kan memiliki ceritanya masing-masing. Bahkan polisi tidak berhak ikut campur masalah keluarga.

Namun Sang Hwan pikir bukan sesederhana itu masalahnya. Tiga tahun yang lalu Sang Mi sangat membutuhkan bantuannya, Sang Hwan mengabaikannya dan pada akhirnya Sang Jin meninggal. Bisa jadi situasinya sama. Man Hee menyarankan bagaimana kalau kita menyelidiki tempat persembunyian mereka, mereka bisa mencari alamatnya dari pesan antar jajjangmyeon.

Sang Hwan, Jung Hoon, dan Man Hee menemui Pil Soo. Pil Soo acuh tak acuh mengatakan orang-orang Goseonwon tidak pernah memesan Jajjangmyeon namun bosnya sering diminta datang ke sana.

“Aigoo, hyung-nim. Kami ke sini karena ingin menemuimu.” Jung Hoon mencoba mencairkan suasana.

“Kau pikir aku kekasihmu?” balas Pil Soo jengkel

“Aku tahu kau tidak punya pacar.” Jung Hoon masih bercanda.

“Kau bilang apa?”

Sang Hwan lalu bertanya, belakang ini sepertinya Hyung-nim dekat dengan Yongmi Eup. Kau pernah mengantar makanan untuk orang-orang aneh?

“Orang-orang aneh?”

“Misalnya, pria dengan rambut ikal yang bahkan tidak cocok padanya, wanita yang tampak menembakkan sinar laser melalui matanya, dan seorang gadis yang sangat cantik dari Seoul.”

Pil Soo agak heran dengan orang-orang semacam apa itu. Pil Soo memanggil temannya yang kebetulan lewat. Bertanya apa pernah mengantarkan makanan ke gadis yang cantik?. Jung Hoon hendak memotong menjelaskan.

Tapi pria itu pikir gadisnya yang berkulit pucat itu?. Wajahnya memang sulit dilupakan, ia barusan mengantarkan makanan ke tempatnya. Pil Soo berkelakar, benar kan? Bena? Kami tidak pernah melupakan wajah cantik.

Mereka sudah dapat alamatnya. Jung Hoon heran Sang Hwan pulang, biasanya akan langsung ke sana setelah tahu alamatnya. Sang Hwan bilang ia tak mau terburu-buru. Mereka ketemuan besok pagi.

Dong Cheol dan temannya membagikan brosur.

“Kami akan menjodohkan kalian dengan para pria, Nona.” Kata temannya ke orang-orang yang lewat. Banyak yang tak menggubrisnya. Temannya Dong Cheol itu kesal dan malu melakukan hal semacam ini.

Dong Cheol memperhatikannya, dulu temannya ini adalah orang yang bermusuhan dengan Sang Hwan, saat mereka dulu kejar-kejaran di adu banteng/lembu dan pemuda ini yang meminta perkelahian tidak dilanjutkan. Temannya itu tanya apa suka pekerjaan ini? Dong Cheol hanya menjawab lumayan. Ia mengajak Dong Cheol minum selepas bekerja. Dong Cheol setuju, mereka sama-sama tersenyum.

Seseorang tanya ke Dong Cheol apa benar kelabnya akan menjodohkan dan menyediakan minuman enak?. Mereka adalah anak-anak nakal yang membuli Sang Jin. Yang salah satu temannya cacat.

Dengan kaku Dong Cheol memberikan selebarannya “Kami bisa mencarikan teman kencan dan menyajikan banyak minuman. Kami bisa mencarikanmu kencan. Kami nomor satu dalam bisnis ini.”

Temannya meminta Dong Cheol tidak usah memikirkan yang tadi lagi, begitulah hidup. Ia dulu setelah lulus SMA hendak bergabung di geng dan menjadi bos tapi siapa sangka ia malah berakhir di sini. Ia memberikan Dong Cheol rokok.

Terdengar suara teriakan. Seorang wanita ditarik paksa. Temannya melarang Dong Cheol untuk jangan ikut campur, Dong Cheol baru keluar dari penjara.

Tapi Dong Cheol tidak peduli, ia mengambil pipa dan melompati mobil. Dalam hitungan ketiga ia menyuruh pria itu keluar. Karena tidak dihiraukan, Dong Cheol memecahkan kaca depan.

Jung Hoon dan Man Hee memergoki Sang Hwan. Jung Hoon tidak akan membiarkan Sang Hwan bertindak sendirian, kita ini satu tim. Sang Hwan heran bagaimana mereka bisa di sini.

Tunggu sebentar, sebentar.. Jung Hoon mau siaran langsung (Kkkkk).

Begitu memanjat tembok tidak boleh mundur dan berisik. Tapi Jung Hoon menginjak kaleng, suaranya membuat Tuan Im keluar dari rumah untuk mengecek.

INTERMEZZO:

Tidak ada hewan hidup yang digunakan untuk adegan ini“, jadi tidak usah khawatir tentang kijang/rusa yang ceritanya tertabrak Han Yong Min. Tim drama Save Me tidak mungkin setega itu.

 

Advertisements