[Sinopsis] Save Me – Episode 05 Part 1

     Sang Mi bertanya ke Jo Wan Tae mau ke mana kita?, mereka tidak berkendara ke jalan pulang. Jo Wan Tae masih dengan bersiul-siul, ia mengajak Sang Mi melihat bintang.

Sang Mi menyadari niat jahat Jo Wan Tae. Ia mengambil obeng yang ada di bawah. Dia meminta Jeong Gu berpegangan erat pada pegangan mobil. Kemudian Sang Mi menusukkan obeng tersebut ke Jo Wan Duk, lalu ke tangan Jo Wan Tae yang hendak menahan Sang Mi. Alhasil mobil tersebut hilang kendali dan terperosok ke jurang.

Berguling-guling dan terbalik sepenuhnya. Sang Mi membuka matanya, ia lihat semuanya tidak bergerak. Sang Mi melepaskan diri dari sabuk pengamannya, ia mengajak Jeong Gu keluar dari mobil.

“Mulai sekarang, kita akan bermain petak umpat. Kamu harus sembunyi di tempat yang tidak bisa mereka temukan. Mengerti?” Perintah Sang Mi ke Jeong Gu.

Jo Wan Tae terbangun. Ia menarik obeng yang tertancap sempurna di telapan tangannya dengan kesakitan. Jo Wan Duk dengan bahasa isyarat, tampaknya marah pada Jo Wan Tae. Jo Wan Tae tidak terima, ia menampari Wan Duk berkali-kali. Jo Wan Duk tidak boleh melawannya.

Setelahnya, mereka mencari Sang Mi dan Jeong Gu. Seperti petak umpat yang Sang katakan pada Jeong Gu tadi.

Jeong Gu terjatuh, ia bilang tidak bisa melanjutkannya. Ia rindu neneknya, ia ingin dibawa menemui neneknya.

Sementara itu Jo bersaudara berlarian kesetanan mencari Sang Mi.

Sang Mi menanyakan ponselnya Jeong Gu. Ia akan menghubungi polisi dan janji akan membelikan soda Jeong Gu.

Saat Sang Mi agak jauh dari Jeong Gu, ia terkejut mendapati Jo Wan Tae dan Jo Wan Duk sudah bersama Jeong Gu.

“Sang Mi. Kudengar dulu kau anggota tim bola voli. Kau memang kuat. Astaga, aku hampir saja membiarkanmu kabur.”

“Kau iblis”

“Aku pelayan Yang Mahakuasa yang telah menebus dosaku. Bagaimana bisa kau mengatakan hal seburuk itu?”

“Aku tidak akan diam lagi. Kalian semua… Aku tidak akan membiarkanmu lolos!”

“Lalu apa yang akan kau lakukan? Melaporkan kami ke polisi? Sang Mi. Kupikir kau pintar, tapi kini bicaramu seperti anak kecil. Astaga. Tubuhmu sudah benar-benar montok.”

Jo Wan Tae menendang Sang Mi sampai jatuh saat Sang Mi hendak menyerang.

Jo Wan Tae menekan Sang Mi ke tanah, Jeong Gu yang melihat Sang Mi kesakitan pun hendak berlari menyelamatkan. Jo Wan Tae sengaja melakukannya untuk memancing Jeong Gu. Disaat yang sama terdengar suara kereta datang, Sang Mi memperingatkan Jeong Gu jangan berlai menyeberang.

Sang Mi terus berteriak jangan mendekat!. Namun Jeong Gu tetap mendekat, kereta meluncur menubruk tubuhnya.

Sang Mi syok berat. Tidak!

Seperti kehilangan kesadarannya, Sang Mi menangis dan menyanyika lagu main petak umpat yang biasanya Jeong Gu nyanyikan

“”Bersembunyilah. Dengan baik. Aku bisa melihat untaian rambutmu. Bersembunyilah dengan baik”

“Ketemu.” Kata Jo Wan Tae, ia lalu mengajak Sang Mi pergi dari sini karena kebaktian subuh akan dimulai.

“Jeong Gu. Bersembunyilah dengan baik hingga aku kembali untuk mencarimu.” Ucap Sang Mi masih dengan tidak sadarnya.

Kang Eun Shil datang, ia lantas menampar Jo Wan Tae yang berbasa-basi. Ia tanya apa harus ia panggilkan polisi? Atau selesaikan urusannya sendiri?. Kang Eun Shil bertanya adakah yang terluka?

Jo Wan Tae mengangkat tangan kirinya. Kang Eun Shil tidak peduli, yang ia tanyakan adalah Sang Mi, dia itu istimewa. Jo Wan Tae menjawab, Sang Mi tidak terluka sedikit pun. Kang Eun Shil beralih ke Sang Mi, mengajaknya pulang.

“Sang Mi, ponselmu ada ‘kan?”

Kang Eun Shil meminta Sang Mi menyerahkan ponselnya. Dengan alasan sekarang Sang Mi harus mulai meninggalkan semua hal keduniawian.

Mereka sampai di Goseonwon. Kang Eun Shil sangat memperhatikan noda sedikit pun di tubuh Sang Mi, ia menyeka darah di telinganya. Jika bertemu Bapa Rohani tubuh dan jiwa harus bersih. Apostel Kang menyuruh Jo bersaudara mengobati lukanya di sanatorium. Tidak baik jika terlihat yang lain.

Jo Wan Tae kalah, dengan sarkasme dia bilang tentu akan ia lakukan karena tidak mau kena tampar Apostel Kang lagi.

Ayah Sang Mi berdo’a. Ketika Sang Mi datang dan menangis karena kepergian Jeong Gu, ia justru marah pada Sang Mi karena sudah melenceng dan mengikuti jalan iblis. Tuan Im mengajaknya berdo’a dan bertobat.  Sang Mi muak mendengar kesemuanya, dengan getir ia mengikuti.

Baek Jung Ki mengkhawatirkan Sang Mi. Ia meminta apostel Kang menghangatkan tubuh Sang Mi yang dingin. Tuan Im berlutut meminta bantuan Bapa rohani, lalu ia janji akan menyelamatkan Sang Mi. Sang Mi nanar menatapi semuanya.

Sang Mi berhenti sebentar di kamarnya Jeong Gu. Ia mulai terisak karena kematian Jeong Gu tidak dianggap sama sekali. Apostel Kang membisikinya jangan berisik karena ini masanya doa tenang, seperti ancaman.. Kang Eun Shil mengingatkan ibu Sang Mi juga ada di sini.

Baek Jung Ki menanyakan tentang Jeong Gu. Jo Wan Tae beralasan Jeong Gu kebelet pipis dan kereta datang menyambar. Lagipula Jeong Gu autis.

Baek Jung Ki mengingatkan bahwa Yang Mahakuasa melihat kebenarannya, jika apostel Jo berdosa maka bertobatlah. Jo Wan Tae menanggapinya dengan, ya.. ia sudah berdoa setiap hari.

Kemudian Baek Jung Ki bilang ingin membiarkan Sang Mi keluar dari Goseonwon. Jo Wan Tae tidak terima. Sudah tiga tahun Sang Mi di sini dan tidak ada yang tahu jalan pikirannya, ia sudah mencoba kabur berkali-kali.

Jo Wan Tae memberontak, ia marah pada Baek Jung Ki. Kalau terjadi sesuatu maka ini salahnya Baek Jung Ki. Baek Jung Ki menundukkan kepala Jo Wan Tae dan membuatnya menuruti perintahnya.

Kang Eun Shil mendatangi Nyonya Im. Memberikannya sebuah obat untuk diminum. Setelah meminum obatnya ia menjulurkan lidahnya seperti anjing.

~* Save Me *~

Tuan Han meminta bantuan detektif Lee untuk membereskan Lee Jin Seok anak buahnya Pak Cheon. Menurut Tuan Han, bagi detektif Lee tidak perlu repot menyesuaikan diri dengan Muji, yang perlu ia lakukan hanyalah perlu menyesuaikan diri ke Gubernur Han.

Jo Wan Tae menyamarkan cerita mobil jatuhnya dengan naik rollercoaster, ia melebih-lebihkannya kalau Yang Mahakuasa bicara padanya.

Tuan Im berdoa demi Sang Mi yang dikiranya terkena hasutan iblis. Ia menangis dan meronta dalam doanya. Sang Mi masuk dan memperhatikannya. Lalu ia pergi.

Baek Jung Ki berbohong pada nenek Jeong Gu. Dilihatnya tadi pagi Jeong Gu berada di sisinya Yang Mahakuasa, lalu mereka berdoa.

Sang Hwan meminta maaf pada ibunya, setiap datang ke Muji ia teringat pada kejadian buruk, itu sulit bagi Sang Hwan.

Ayahnya datang, heran mengapa asistennya Tuan Han memijat ibunya?. Ia tidak mau ibunya disentuh orang sembarangan. Lalu Tuan Han mengantikannya. Sang Hwan menagih janji ayahnya, sebelumnya ayahnya janji akan membebaskan Dong Cheol.

Tuan Han beralasan karena Dong Cheol membuat anak orang cacat sehingga sulit mengeluarkannya. Sang Hwan tidak perlu janji kosong ayahnya ini, hari ini Dong Cheol dibebaskan dari penjara.

Sang Hwan yakin ibunya pasti tidak menginginkan ayahnya menjadi gubernur lagi, Sang Hwan pikir semuanya akan kembali seperti semula jika ayahnya menjadi gubernur, namun ternyata tidak ada yang berubah. Sang Hwan pergi meninggalkan ayahnya dengan kecewa.

Dong Cheol dan tahanan lainnya hari ini bebas. Kebanyakan disambut keluarganya dengan sukacinta. Berbeda dengan Dong Cheol yang sendirian, ia tersenyum samar menatap langit. Kemudian berjalan pergi.

Dong Cheol mengaduk satu mangkuk mie kacang hitam dan menaruhnya ke seberang meja. Untuk neneknya yang sudah tiada. Awalnya ia kuat dan memakan mienya dengan biasa, lambat laun ia menangis karena tak kuasa menahan kesedihannya.

Advertisements