Daily Archives: 22 August 2017

[Sinopsis] Save Me – Episode 05 Part 2

Pil Soo marah-marah karena Sang Hwan and geng memesan jajjangmyeon di tempat terbuka seperti ini. Nanti piringnya akan ditinggalkan begitu saja dan membuat Pil Soo kesusahan kalau anjing-anjing liar mengotorinya. Jung Hoon bilang tempat ini pemandangannya bagus, mana? Mana? Aku tidak lihat ada anjing di sini?

Pil Soo tidak memberikan acarnya, ia benar-benar kesal.

Sang Hwan sedih, mereka tidak bisa makan dengan Dong Cheol. Padahal Dong Cheol suka sekali dengan jajjangmyeon.

Tuan Im datang mengajak Sang Mi pergi. Bapa Rohani membiarkan Sang Mi tinggal di kota sementara waktu. Sang Mi tidak mau pergi jika ibu tidak ikut dengannya. Sang Mi berusaha mengajak ibunya pergi, tapi ibunya tidak mau.. ini adalah surga dan ingin bersama Sang Jin.

Lalu ibunya mulai melantunkan do’anya (yang kedengerennya kayak lagu anak TK, Hahahahahah… eh-sorry… ini emang lucu banget :v, Sang Mi nya jengkel tapi gak bisa melarang dan melawan)

“Mari lawan sang iblis, saudara-saudariku sekalian. Kita akan mencapai surga dan setiap hari adalah kemenangan. Kita akan menaiki kapal keselamatan pada Hari Kiamat. Kita akan bertahan hidup.”

“Doa kita akan terkabul!”

 “Hidup kita akan abadi”

“Kita percaya keselamatan abadi”

“Aku percaya!”

“Hidup kita akan abadi”

“Kita akan menuju kejayaan”

“Lihat? Dia terlihat sangat bahagia.” Kata Apostel Kang membenarkan pemikirannya sendiri. ( Bahagia apa’aan? Ini gila namanya tante.., kalau buat jadi bahagia kudu gak waras dulu, mending saya gk usah bahagia deh gapapa… gak usah.. makasih. HaHaHaHa!)

Sang Mi diantarkan Jo bersaudara. Sang Mi minta ditepikan dulu kendaraannya, karena ingin ke toilet. Jo Wan Tae bilang kalau tidak terlalu mendesak mendingan tidak usah. Apostel Kang menyuruhnya berhenti karena ia juga mau ke toilet.

Di rumah makan, si pemilik tempat tidak senang karena Kang Eun Shil hanya tanya toilet. Namun Bibi tersebut jadi ramah saat dengar kalau Kang Eun Shil dari Goseonwon, Bibi itu ingat Kang Eun Shil adalah Nyonya rumah yang suaranya merdu itu. Kang Eun Shil malu-malu, ia bukanlah Nyonya rumahnya.

Bibi menahan mereka dulu, karena sebelum ini ada yang meninggalkan dompet untuk mereka.

Di toilet Sang Mi teringat pada kematian Sang Jin dan Jeong Gu. Ayah dan ibunya bertingkah berlebihan dan tidak masuk akal, membuatnya mual dan muntah. Sang Mi menangis sebentar, lalu ia tampaknya kepikiran suatu ide.

Apostel Kang mencarinya, Sang Mi tidak ada di mana-mana. Sang Mi kabur, ia berlari sejauh mungkin. Apostel Kang dan Jo bersaudara segera mencarinya.

Sang Hwan, Jung Hoon, dan Man Hee di mini mart. Sang Mi di jalan raya ia berusaha menyetop mobil yang lewat, sayangnya ia tidak dihiraukan. Sang Mi menghadang mobil patroli. Ia minta diselamatkan.

Sang Hwan menemui anak-anak nakal yang dulu membuat Sang Jin terbunuh.

Sang Hwan geram, mereka menghindar. Karena bersalah kan?. Mereka bilang tidak menghindar, mereka ini merasa menjadi korban. Karenanya tahun lalu tidak bisa masuk kuliah, sementara Sang Hwan ada di Seoul. Salah satu teman mereka juga masih di RS gara-gara Dong Cheol.

Sang Hwan langsung memukul salah satunya. Jung Hoon dan Man Hee menahan Sang Hwan untuk tidak bertindak terlalu jauh.

Sang Mi tidak menjawab punya rumah atau no telepon. Lalu panggilan dari seseorang membuatnya jelas, Sang Mi dari Goseonwon. Sang Mi langsung panik, ia minta diselamatkan.

Sang Mi bertanya ke petugas Choi apa seseorang dari Goseonwon meneleponnya tadi?. Apostel Kang dan rombonga datang, Sang Mi tidak mau diajak pulang. Ia memberontak minta opsir Woo menyelamatkannya. Orang-orang ini pembunuh, Jeong Gu meninggal dir el kereta api.

Petugas Woo dipengaruhi orang-orang Goseonwon sebelumnya, Sang Mi dikira gila. Sang Mi histeris.

Tuan Im berdoa. Sang Mi memukulnya untuk berhenti melakukan ini. Sang Mi merasa akan gila sungguhan jika seperti ini terus.

Sang Mi kemudian dipegangi kepalanya dan didoakan. Petugas Choi memintanya jangan melakukan ini., tapi petugas Woo melarang Petugas Choi mencampuri urusan keluarga mereka Sang Mi dipukul kepanya berkali-kali, menyuruh iblis keluar dari Sang Mi.

Petugas Choi ngeri memandanginya. Sang mi akhirnya jatuh pingsan.

Petugas Woo ngeri, iblis memang berbahaya. Namun Petugas Choi pikir Sang Mi perlu ke dibawa ke RS. Petugas Woo bertanya kenapa tangan Jo Wan Tae terluka?. Jo Wan tae beralasan ini karena main petak umpat dengan anak-anak.

“Kenapa kau belum menikah padahal sangat menyukai anak-anak?”

“Mari jangan membahas itu.”

“Bagaimana pendapatmu tentang Opsir Choi?”

Jo Wan Tae lalu sok malu-malu, Opsir Choi harusnya dapatkan yang lebih baik darinya.

~* Rescue Me *~

Man Hee dan Jung Hoon merasa aneh dengan Sang Hwan. Sang Hwan beralasan ini karena Dong Cheol keluar penjara hari ini. Keduanya menyarankan Sang Hwan untuk menemui Dong Cheol, belum terlambat. Sang Hwan pesimis, sudah 3 tahun ini Dong Cheol menolak kunjungan Sang Hwan.

Jung Hoon minta isi ulang ke Bibi pemilik kedai, Jung Hoon ngeles ini karena perekonomian sedang buruk dan mereka banyak pemuda pengangguran. Bibi itu tidak mau.. kenapa kalian tidak wajib militer saja? Sejak SMA kalian tidak pernah berubah.

Dong Cheol tampak ragu-ragu mau memasuki kelab malam. Tapi ia memutuskan untuk masuk.

Sang Mi terbangun dari pangkuan Kang Eun Shil. Tuan Im bilang akan membangunkan Sang Mi nanti kalau sudah sampai. Kang eun-shil meminta Sang Mi kembali tidur dan menganggapnya seperti ibunya sendiri.

“Sang Mi, apa kamu merasa lebih baik setelah didoakan?” Tanya Jo Wan Tae

“Kalianlah para iblis yang tinggal di neraka. Ayah sama seperti mereka. Ayah juga iblis seperti mereka. “

“Ayah merasa nyaman dan senang saat ada di Guseonwon. Pergi ke kota membuat ayah tidak nyaman dan pusing. Entah bagaimana dahulu ayah bisa tinggal di sana.”

“Ayah.”

“Itu semua karena jiwa-jiwa iblis. Negara ini bukan tempat yang tepat untuk ditinggali. Penuh jiwa iblis. Pemrotes di mana-mana, dan orang saling menjelekkan.” Jo wan Tae menjelaskan.

“Kita telah dipilih secara khusus oleh Yang Mahakuasa. Kita harus bersyukur. “ Apostel Kang bangga

Ayah Sang Mi membenarkan Apostel Kang. Sang Mi hanya menatapi mereka dengan tidak percaya, tidak ada satu pun yang mendengarkan.

Sang Hwan terjatuh karena tiba-tiba bertemu dengan mobil Jo Wan Tae. Jo Wan Tae meminta maaf, ini pasti karena jalanan gelap. Ia lelu memberikannya uang. Sang Hwan kesal, Ajussi pasti tidak mengerti hukum. Anda wajib menanggung 70%, dan aku 30%. Ini jalan satu arah, dan Anda menabrak kami dari arah yang salah. Jadi, ini 100 persen salah Anda. Kita tidak sama-sama salah.

“Sepertinya kamu seorang mahasiswa. Kamu pasti kuliah hukum. Aku mengerti maksudmu. Kamu seharusnya memberitahuku dari tadi.” Dikiranya Jo Wan Tae, Sang Hwan minta uang lebih banyak.

Sang Hwan kesal, ia membentaknya. Seharusnya turun dari mobil dan meminta maaf.

Akhirnya Jo Wan Tae turun meminta maaf. Kang Eun Shil turun dan memintakan maaf. Jung Hoon menggertak ayahnya polisi.

Kang Eun Shil tidak masalah, ia bahkan ingin mengecek kadar alkohol para pemuda di kepolisian nanti.

“Selamatkanlah aku,” Ucap Sang Mi dengan lirih. Wajahnya terpapar cahaya mobil yang lewat sehingga Sang Hwan bisa melihatnya dari luar. Mereka bertemu lagi setelah tiga tahun lamanya berpisah.

Sang Hwan, Man Hee, dan Jung Hoon akhirnya membuntuti mobil tersebut.

INTERMEZZO:

       Saya harap Sang Mi sama Dong Cheol aja deh.. ^^, kurasa keduanya lebih cocok dan bisa saling memahami. Orangnya sama-sama nekatnya sih menuruku, tapi kurang tahu juga love-line akan seperti apa soalnya Main-lead nya si Sang Hwan, pun karena dramanya sendiri sudah cukup menarik tanpa perlu ada romansa cinta-cintaannya. Namanya juga thriller, sound effect drama ini benar-benar sering mengagetkanku, membuatku sinting (╭ ̄.)♡, menakutkan dan kadang ada adegan yang bikin ngeri serta mual. Semisal saat Sang Mi menusukkan obeng ke Jo Wan Duk dan Jo Wan Tae, Jo Wan Tae menarik obeng dari tangannya. Iiiihhhh….

Dong Cheol jadi pelayan kelab, unyuuu… *halah~ btw berhubung lagi naksir Dong Cheol so pasti apapun yang dia lakukan menjadi sangat menarik bagiku *kkkk

Lihat Dong Cheol nangis membuatku ingin puk puk pundaknya, nangis gapapa dek.. bukan berarti kamu lemah. Tumpahkan saja sedihmu Dong Cheol… Nuna puk-puk sini.. #Eaaa (っ∩_∩)っ

Udah Dek!, gak usah mewek gitu gara-gara Teteh lupa gak jemput kamu dari penjara.. suwer! Teteh kelupaan. Udah deh, gak usah bikin frustasi gitu.. nangis masih cakep gitu, cup cup cup… #Author-Mulai_Gila_

 

Advertisements

[Sinopsis] Save Me – Episode 05 Part 1

     Sang Mi bertanya ke Jo Wan Tae mau ke mana kita?, mereka tidak berkendara ke jalan pulang. Jo Wan Tae masih dengan bersiul-siul, ia mengajak Sang Mi melihat bintang.

Sang Mi menyadari niat jahat Jo Wan Tae. Ia mengambil obeng yang ada di bawah. Dia meminta Jeong Gu berpegangan erat pada pegangan mobil. Kemudian Sang Mi menusukkan obeng tersebut ke Jo Wan Duk, lalu ke tangan Jo Wan Tae yang hendak menahan Sang Mi. Alhasil mobil tersebut hilang kendali dan terperosok ke jurang.

Berguling-guling dan terbalik sepenuhnya. Sang Mi membuka matanya, ia lihat semuanya tidak bergerak. Sang Mi melepaskan diri dari sabuk pengamannya, ia mengajak Jeong Gu keluar dari mobil.

“Mulai sekarang, kita akan bermain petak umpat. Kamu harus sembunyi di tempat yang tidak bisa mereka temukan. Mengerti?” Perintah Sang Mi ke Jeong Gu.

Jo Wan Tae terbangun. Ia menarik obeng yang tertancap sempurna di telapan tangannya dengan kesakitan. Jo Wan Duk dengan bahasa isyarat, tampaknya marah pada Jo Wan Tae. Jo Wan Tae tidak terima, ia menampari Wan Duk berkali-kali. Jo Wan Duk tidak boleh melawannya.

Setelahnya, mereka mencari Sang Mi dan Jeong Gu. Seperti petak umpat yang Sang katakan pada Jeong Gu tadi.

Jeong Gu terjatuh, ia bilang tidak bisa melanjutkannya. Ia rindu neneknya, ia ingin dibawa menemui neneknya.

Sementara itu Jo bersaudara berlarian kesetanan mencari Sang Mi.

Sang Mi menanyakan ponselnya Jeong Gu. Ia akan menghubungi polisi dan janji akan membelikan soda Jeong Gu.

Saat Sang Mi agak jauh dari Jeong Gu, ia terkejut mendapati Jo Wan Tae dan Jo Wan Duk sudah bersama Jeong Gu.

“Sang Mi. Kudengar dulu kau anggota tim bola voli. Kau memang kuat. Astaga, aku hampir saja membiarkanmu kabur.”

“Kau iblis”

“Aku pelayan Yang Mahakuasa yang telah menebus dosaku. Bagaimana bisa kau mengatakan hal seburuk itu?”

“Aku tidak akan diam lagi. Kalian semua… Aku tidak akan membiarkanmu lolos!”

“Lalu apa yang akan kau lakukan? Melaporkan kami ke polisi? Sang Mi. Kupikir kau pintar, tapi kini bicaramu seperti anak kecil. Astaga. Tubuhmu sudah benar-benar montok.”

Jo Wan Tae menendang Sang Mi sampai jatuh saat Sang Mi hendak menyerang.

Jo Wan Tae menekan Sang Mi ke tanah, Jeong Gu yang melihat Sang Mi kesakitan pun hendak berlari menyelamatkan. Jo Wan Tae sengaja melakukannya untuk memancing Jeong Gu. Disaat yang sama terdengar suara kereta datang, Sang Mi memperingatkan Jeong Gu jangan berlai menyeberang.

Sang Mi terus berteriak jangan mendekat!. Namun Jeong Gu tetap mendekat, kereta meluncur menubruk tubuhnya.

Sang Mi syok berat. Tidak!

Seperti kehilangan kesadarannya, Sang Mi menangis dan menyanyika lagu main petak umpat yang biasanya Jeong Gu nyanyikan

“”Bersembunyilah. Dengan baik. Aku bisa melihat untaian rambutmu. Bersembunyilah dengan baik”

“Ketemu.” Kata Jo Wan Tae, ia lalu mengajak Sang Mi pergi dari sini karena kebaktian subuh akan dimulai.

“Jeong Gu. Bersembunyilah dengan baik hingga aku kembali untuk mencarimu.” Ucap Sang Mi masih dengan tidak sadarnya.

Kang Eun Shil datang, ia lantas menampar Jo Wan Tae yang berbasa-basi. Ia tanya apa harus ia panggilkan polisi? Atau selesaikan urusannya sendiri?. Kang Eun Shil bertanya adakah yang terluka?

Jo Wan Tae mengangkat tangan kirinya. Kang Eun Shil tidak peduli, yang ia tanyakan adalah Sang Mi, dia itu istimewa. Jo Wan Tae menjawab, Sang Mi tidak terluka sedikit pun. Kang Eun Shil beralih ke Sang Mi, mengajaknya pulang.

“Sang Mi, ponselmu ada ‘kan?”

Kang Eun Shil meminta Sang Mi menyerahkan ponselnya. Dengan alasan sekarang Sang Mi harus mulai meninggalkan semua hal keduniawian.

Mereka sampai di Goseonwon. Kang Eun Shil sangat memperhatikan noda sedikit pun di tubuh Sang Mi, ia menyeka darah di telinganya. Jika bertemu Bapa Rohani tubuh dan jiwa harus bersih. Apostel Kang menyuruh Jo bersaudara mengobati lukanya di sanatorium. Tidak baik jika terlihat yang lain.

Jo Wan Tae kalah, dengan sarkasme dia bilang tentu akan ia lakukan karena tidak mau kena tampar Apostel Kang lagi.

Ayah Sang Mi berdo’a. Ketika Sang Mi datang dan menangis karena kepergian Jeong Gu, ia justru marah pada Sang Mi karena sudah melenceng dan mengikuti jalan iblis. Tuan Im mengajaknya berdo’a dan bertobat.  Sang Mi muak mendengar kesemuanya, dengan getir ia mengikuti.

Baek Jung Ki mengkhawatirkan Sang Mi. Ia meminta apostel Kang menghangatkan tubuh Sang Mi yang dingin. Tuan Im berlutut meminta bantuan Bapa rohani, lalu ia janji akan menyelamatkan Sang Mi. Sang Mi nanar menatapi semuanya.

Sang Mi berhenti sebentar di kamarnya Jeong Gu. Ia mulai terisak karena kematian Jeong Gu tidak dianggap sama sekali. Apostel Kang membisikinya jangan berisik karena ini masanya doa tenang, seperti ancaman.. Kang Eun Shil mengingatkan ibu Sang Mi juga ada di sini.

Baek Jung Ki menanyakan tentang Jeong Gu. Jo Wan Tae beralasan Jeong Gu kebelet pipis dan kereta datang menyambar. Lagipula Jeong Gu autis.

Baek Jung Ki mengingatkan bahwa Yang Mahakuasa melihat kebenarannya, jika apostel Jo berdosa maka bertobatlah. Jo Wan Tae menanggapinya dengan, ya.. ia sudah berdoa setiap hari.

Kemudian Baek Jung Ki bilang ingin membiarkan Sang Mi keluar dari Goseonwon. Jo Wan Tae tidak terima. Sudah tiga tahun Sang Mi di sini dan tidak ada yang tahu jalan pikirannya, ia sudah mencoba kabur berkali-kali.

Jo Wan Tae memberontak, ia marah pada Baek Jung Ki. Kalau terjadi sesuatu maka ini salahnya Baek Jung Ki. Baek Jung Ki menundukkan kepala Jo Wan Tae dan membuatnya menuruti perintahnya.

Kang Eun Shil mendatangi Nyonya Im. Memberikannya sebuah obat untuk diminum. Setelah meminum obatnya ia menjulurkan lidahnya seperti anjing.

~* Save Me *~

Tuan Han meminta bantuan detektif Lee untuk membereskan Lee Jin Seok anak buahnya Pak Cheon. Menurut Tuan Han, bagi detektif Lee tidak perlu repot menyesuaikan diri dengan Muji, yang perlu ia lakukan hanyalah perlu menyesuaikan diri ke Gubernur Han.

Jo Wan Tae menyamarkan cerita mobil jatuhnya dengan naik rollercoaster, ia melebih-lebihkannya kalau Yang Mahakuasa bicara padanya.

Tuan Im berdoa demi Sang Mi yang dikiranya terkena hasutan iblis. Ia menangis dan meronta dalam doanya. Sang Mi masuk dan memperhatikannya. Lalu ia pergi.

Baek Jung Ki berbohong pada nenek Jeong Gu. Dilihatnya tadi pagi Jeong Gu berada di sisinya Yang Mahakuasa, lalu mereka berdoa.

Sang Hwan meminta maaf pada ibunya, setiap datang ke Muji ia teringat pada kejadian buruk, itu sulit bagi Sang Hwan.

Ayahnya datang, heran mengapa asistennya Tuan Han memijat ibunya?. Ia tidak mau ibunya disentuh orang sembarangan. Lalu Tuan Han mengantikannya. Sang Hwan menagih janji ayahnya, sebelumnya ayahnya janji akan membebaskan Dong Cheol.

Tuan Han beralasan karena Dong Cheol membuat anak orang cacat sehingga sulit mengeluarkannya. Sang Hwan tidak perlu janji kosong ayahnya ini, hari ini Dong Cheol dibebaskan dari penjara.

Sang Hwan yakin ibunya pasti tidak menginginkan ayahnya menjadi gubernur lagi, Sang Hwan pikir semuanya akan kembali seperti semula jika ayahnya menjadi gubernur, namun ternyata tidak ada yang berubah. Sang Hwan pergi meninggalkan ayahnya dengan kecewa.

Dong Cheol dan tahanan lainnya hari ini bebas. Kebanyakan disambut keluarganya dengan sukacinta. Berbeda dengan Dong Cheol yang sendirian, ia tersenyum samar menatap langit. Kemudian berjalan pergi.

Dong Cheol mengaduk satu mangkuk mie kacang hitam dan menaruhnya ke seberang meja. Untuk neneknya yang sudah tiada. Awalnya ia kuat dan memakan mienya dengan biasa, lambat laun ia menangis karena tak kuasa menahan kesedihannya.