[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 08 Part 2

Sun Woo bertanya bagaimana gerakan tangannya. Petugas tersebut mempraktekkannya. Anehnya di kursi penumpang tidak ada orangnya.

Hyun Joon menduga pelaku melakukan tindakan tersebut biasanya dilakukan untuk melindungi keluarganya. Sun Woo yakin pelaku pasti memiliki istri dan anak.

“Timjangnim. Pelaku rupanya sedang mencari seseorang untuk menggantikan… istrinya, tapi dia kehilangan akal sekarang.” Sun Woo mengabarkan ke Kang Timjangnim.

“Ilusinya pun akan berpindah ke orang sungguhan sekarang.” Kang Timjangnim membalas Sun Woo.

Hyun Joon pikir anak dan istrinya pasti sekarang dalam bahaya. Kang Timjangnim menyuruh Hyun Joon dan Sun Woo bergerak cepat karena ia akan melakukan profiling sekarang.

“Pakaian maskulin dan aksi yang berlebihan. Korban pilihannya serupa. Juga, fakta penyebab pertama penembakan adalah seorang wanita. Semua ini menandakan… pelaku sedang mengalami  krisis maskulinitasnya.” Jelas Kang Timjangnim

“Krisis maskulinitas?” tanya detektif, ia tidak terlalu mengerti maksudnya.

“Korban pertama adalah awal permulaan…, tapi pasti ada trauma serius yang menyebabkan semua ini.“

Sun Woo menambahkan. Insiden itu pasti sangat menyakitkan bagi… pelaku kriminal untuk bertahan secara mental.

Detektif Lee menyimpulkan apa ini seperti skizofrenia?.

“Mungkin saja. Karena dunia yang dia lihat telah berubah…, dan perannya telah berubah.” Terang Han

“Dia berusia 40 sampai 50 tahun, berpenampilan biasa…, dan dilihat dari kejahatannya…, dia pemalu dan keluarganya mungkin… tidak menerimanya sebagai pencari nafkah.” Kang Timjangnim melanjutkan profilingnya.

Hyun Joon menambahkan. Dia punya tiga mobil: sedan hitam, sedan biru, dan SUV biru. Dengan mempertimbangkan kesaksian korban pertama…., pelaku mungkin saja golongan profesional kelas menengah. Dan dari pola kejahatannya…, dia pasti sudah familiar dengan daerah ini. Menurut Kang Timjangnim.

Mungkin saja pelaku itu tidak bisa melanjutkan kehidupan nyata. Karena dia di luar kendali, dia bisa membunuh… semua orang di dekatnya.

Hyun Joon mengintruksikan. Kita akan menetapkan lokasi TKP di dekat daerah pembangunan… dan memancingnya.

Akan ada perhentian lalu lintas di setiap jalan yang tengah dibangun.

Pihak NCI diwakili Min Young, akan mengumumkan profil tersangka ke publik sekarang.

Di kantor. Jang Gi Tae makan rotinya. Ia memandangi foto keluarganya, di foto tersebut terlihat ia punya dua anak, ia juga teringat saat membunuh korban ketiganya. Jang Gi Tae mengulangi pura-pura menembaknya dengan senang.

Atasannya datang, ia memuji Jang Gi Tae karena membuatnya bangga atas kinerjanya. Atasannya tersebut mengajaknya makan siang bersama, ia akan traktir tapi Jang Gi Tae menolaknya. Ia meminta Manajer Jang mengabaikan sikap buruknya dulu.

Jang Gi Tae dulu pernah dimarahi di depan rekan kerja yang lainnya, kepalanya dipukuli dengan berkas berkali. Manajer Jang hanya bisa meminta maaf. Lalu ia tampaknya memikirkan ide buruk.

Min Young mengabarkan ke media, ia menyebutkan ciri-ciri pelaku, jika ada yang menemukan kesamaan serupa mohon menghubungi nomor yang disediakan. Kami tengah mencari pria yang sudah menikah berusia kisaran 40 dan 50 tahun. Kami menduga bahwa istri pelaku tersebut… mirip dengan korban-korbannya. Dia mengendarai sedan hitam SUV biru dan sedan biru.

Dia mungkin tinggal di daerah Yangchon-dong. Juga, dia pasti panik setelah mengalami kecelakaan serius.

Jang Gi Tae di kantronya juga mendengarkan berita tersebut. Para karyawan mulai berbisik-bisik. Jang Gi Tae ketakutan, ia menjatuhkan berkasnya dan berlari ke luar ruangan.

Nana sudah mendapatkan informasi yang cocok dengan pelaku. Rupanya seorang wanita berusia 46 tahun bernama Hwang Mi Young. Dia pernah membeli peluru di situs senjata yang sama pada bulan Juni.

Han dapat panggilan, Ia kemudian menginformasikan ke semuanya. Ia dapat pelakunya, seorang salesman dari S. Pharmachy, Jang Gi Tae. Rekannya lah yang menghubungi NCI, karena tadi Jang Go Tae berlari setelah menonton penjelasannya Min Young.

Nana mencari informasinya. Ragu-ragu Nana mengungkapkan, kalau salah satu dari dua puterinya Jang Gi Tae.. yang bernama Jang Ji Soo..

       Jang Gi Tae menyetir dengan terburu-buru.

Dulu Jang Gi Tae menyetir bersama anaknya yang masih kecil. Anaknya terus bernyanyi dengan ceria. Jang Gi Tae ikut senang karena anaknya ceria sekali. Anaknya melepaskan diri dari sabuk pengaman dan meminta diambilkan boneka Jimmy. Jang Gi Tae melarangnya, karena ia sedang menyetir.

Anaknya menurutinya untuk kembali ke duduknya dengan sabuk pengaman. Kembali bernyanyi-nyanyi.

Mobil Jang Gi Tae mogok. Asapnya mengepul. Anaknya bermain-main dengan Jimmy miliknya ke luar jendela. Jang Gi Tae menyuruhnya menutup pintu. Tapi ia terus mengayunkan Jimmy sampai jatuh ke aspal.

Jang Gi Tae sibuk menelepon. Ia tidak sadar anaknya membuka pintu dan berlari menuju Jimmy. Seketika itu mobil melaju ke arahnya dan menabraknya. Jang Gi Tae terduduk lemas menyaksikan anaknya terkapar di jalanan.

Ji Soo dibawa ke RS. Setelahnya Jang Gi Tae menangis sendirian sedangkan istrinya sibuk berteriak meminta uang asuransinya pada petugas.

Jang Gi Tae sekarang. Ia memukul-mukul mobilnya dengan histeris.

Sun Woo hendak ke TKP. Menurut profiling kang Timjangnim, ini bermula dari Jang Gi Tae yang menyalahkan semua kesalahan ke keluarganya. Sekarang keluarganya berada dalam bahaya.

Jang Gi Tae masuk ke rumah dan langsung menodongkan senapannya. Polisi dan NCI menuju ke TKP. Jang Gi Tae melajukan mobilnya santai bersama istri dan anaknya.

Jang Gi Tae menyalahkan keduanya yang hidup normal tertawa-tawa padahal Ji Soo belum lama meninggal. Keduanya bilang mereka juga sedih atas meninggalnya Ji Soo. Jang Gi Tae tidak percaya, yang keduanya pikirkan saat itu hanyalah uang asuransinya.

Istrinya menyela, bukankah dulu Jang Gi Tae janji akan membahagiakan? Tapi mengapa ia hancurkan. Istrinya meminta mobil dihentikan.

      Bus NCI sampai di rumah Jang Gi Tae. Sedangkan Hyun Joon di jalanan mengejar Jang Gi Tae. Mobil Hyun Joon terkena tembakan.

Istri dan anaknya ketakutan. Jang Gi Tae meminta maaf.

Min Young dan Han terganggu dengan bau rumah tersebut, juga kotor sekali. Mereka menemukan sesuatu di kamar. Min Young memanggil Kapten Kang, ia menemukan sesuatu yang lain.

Hyun Joon mengejarnya, meminta Jang Gi Tae menghentikan mobilnya. Bukannya berhenti ia malah melepaskan tangannya dari kemudi.

Mayat dibawa ke ambulance.

Jang Gi Tae merangkak keluar dengan senapannya. Hyun Joon dan yang lain meletakkan senjata. Jang Gi Tae minta tolong, keluarganya di dalam mobil. Hyun Joon bilang akan menolongnya, letakkan senjatanya terlebih dahulu.

Jang Gi Tae panik dan membuangnya, kebingungan. Saat lengah Hyun Joon menangkapnya.

     Rupanya Jang Gi Tae menyembunyikan jasad selama 20 hari di kamarnya. Hyun Joon memberitahu Jang Gi Tae kalau semuanya sudah berakhir. Jang Gi Tae masih paniknya melihat mobil, ia makin kebingungan karena di dalamnya tidak ada siapa-siapa.

Bus NCI datang ke lokasi. Sun Woo datang akhir sendiri.

Kang Ki Hyung:“Takdir tidaklah puas hanya dengan menimbulkan satu malapetaka.” Publilius Syrus.

      Sebuah keluarga jalan-jalan di taman hiburan. Si anak ingin permen kapas, si ayah memintanya tunggu dengan ibunya dulu, ayah akan belikan. Seorang wanita mengamati anak dan ibu tersebut.

Si anak dan ibu menonton pertunjukan gelembung sabun. Seorang wanita mencari-cari anaknya yang hilang, dalam kerumunan tersebut ia tidak menemukan anaknya. Si ibu tadi memperhatikan dengan iba sampai lalai dengan Yu Na anaknya.

Tak berapa lama kemudian Yu Na diambil orang, si ibu bingung mencari-cari anaknya. Sedangkan wanita tadi tetap duduk di bangkunya celingak-celinguk dengan brosurnya.

Si Tuan Hwang datang membawakan permen kapas. Nyonya Hwang heran dikiranya Yu Na menyusul ayahnya. Mereka mengadukan kehilangan Yu Na dan masih mencari.

Pihak taman hiburan menyiarkan hilangnya anak beserta ciri-cirinya.

Si wanita tadi juga ikut masuk ke ruangan. Petugas menanyakan apakah tadi ada orang aneh saat Nyonya Hwang meleng sedikit menjaga Yu Na?. Nyonya Hwang membenarkan, tadi ada seorang wanita menangis dan mencari-cari anaknya.

Wanita mencurigakan tadi mengaku ia juga kehilangan anaknya seperti ini, Jin Woo menghilang seperti kejadiannya Yu Na. Polisi mencoba mengusir wanita tersebut. Ternyata Jin Woo menghilang 8 tahun yang lalu seperti kejadian ini.

Nyonya Hwang langsung histeris menangis karena takut anaknya akan menghilang selamanya.

Baek San dan Kang Ki Hyung makan bersama. Kang Ki Hyung bertanya ada keperluan apa Baek San mengajaknya kemari. Baek San menyerahkan hasil pemeriksaan kondisi Jang Gi Tae.

“Indeks BCL lebih dari 90. Dia tidak bisa membuat keputusan yang wajar.” Jelas Baek San, itulah mengapa banyak perbuatan mengerikan yang Jang Gi Tae perbuat.

Sebelum ditangkapnya Jang Gi Tae. Di rumah, Jang Gi Tae menembaki istrinya yang sedang bersantai di kamar.

“Kenapa kau menunjukkan ini padaku?”

“Masalahnya hasil pemeriksaanmu juga… tidak jauh berbeda.” Baek San menunjukkan hasil pemeriksaannya Kang Ki Hyung.

“Aku tahu kau itu minum obat PTSD. Saat itu, kenapa kau… mengabaikan saran anggota tim menjalankan penyelidikan terbuka? Para atasan… khawatir tentang kemampuanmu dalam mengambil keputusan. Saat kita dilema…, tugas kitalah untuk bertanggung jawab atas hal itu. Kau harus keluar dari tim.”

Kang Ki Hyung disarankan untuk beristirahat agar tim membaik. Baek San juga tahu baru-baru ini Kang Ki Hyung mendatangi Yoo Hee Chul karena dikiranya Reaper kembali. Apa Kang Ki Hyung bisa berpikir rasional?

“Kenapa kau mengabaikan kemungkinan… kalau perasaan pribadimu bisa membahayakan anggota timmu? Pikirkanlah apa yang terbaik bagi tim. Kau pasti bisa membuat keputusan bijak.”

Kang Ki Hyung terhenyak mendengar kata-kata Baek San.

Advertisements