[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 08 Part 1

Menurut Kang Timjangnim, si pelaku dari luar tidak kelihatan memiliki motif. Min Young menduga kalau pelaku melakukan ini atas dendam pribadi.

“Seorang psikiater Swiss, Hans Beyer…., telah menemukan solusi untuk konflik batin dalam perilaku kekerasan… dan memberi istilah “Pembunuhan Emosional” pada… pembunuhan yang berasal dari perilaku seperti itu.” Jelas Lee Han

“Kita harus mencari tahu kenapa dia marah… dan apa yang menyebabkan kemarahannya memuncak.” Tambah Min Young

” Kira-kira apa yang menyebabkannya mulai berpura-pura?” Kang Timjangnim bertanya-tanya

Jang Gi Tae menghentikan mobilnya di jalanan sepi. Ia memasykkan senapannya ke dalam bagasi. Manajer Kang meneleponnya. Jang Gi Tae ragu-ragu mengangkatnya. Manajer Kang langsung menyemburnya, hei Jang Gi Tae?! Di mana kau, sialan? Kau tahu berapa banyak uang yang kuhabiskan buat direktur rumah sakit itu? Berani-beraninya kau mengacaukannya? Mengundurkan diri saja kalau kau tak mampu.

“Maaf, tapi aku ada urusan mendesak. Akan kutangani secepat mungkin. Maafkan aku.”

“Kau minta maaf? Maaf? Jika kau tak bisa mengurusi masalah ini, Manajer Jang…” Jang Gi Tae lantas menjauhkan ponselnya ketika polisi melintas. Ia mencoba menutupi wajahnya. Mulai gusar, marah, ia membanting ponselnya dan menendang-nendang mobilnya sambil menyumpah-nyumpah.

Hyun Joon berpikir pasti penyebabnya karena kemarahannya. Korea memang negara yang penuh dengan kemarahan.

“Kita tidak bisa hanya menganggap ini sebagai kasus mengemudi brutal. Pelakunya menggunakan pistol…, dan kejadian kedua menandakan… dia membunuh korban dengan motif yang jelas.” Sun Woo menganalis.

Kang Timjangnim bilang, kita harus mencari tahu apa yang dialaminya baru-baru ini. Han berpendapat, pelaku yang menggunakan senjata kuat… Seperti senjata untuk menekan korban… Biasanya… sikapnya itu suka membela diri dan pemalu. Min Young rasa pekerjaannya pasti berhubungan dengan emosional pelaku. Seperti misalnya pekerjaan penjualan yang harus berurusan dengan orang.

“Pelaku kira-kira berumur di atas 40 tahun. Dilihat dari pilihan waktu dia dalam melakukan aksinya pada insiden kedua…., dia pasti sudah terbiasa menyembunyikan amarahnya.. dan memendam perasaan yang bergejolak di hatinya.” Kang Ki Hyung melakukan profiling pada pelaku.

Jang Gi Tae datang ke kantor, ia memasuki lift yang penuh. Karena terlalu penuh ia akhirnya disuruh keluar padahal dia bukanlah orang terakhir yang masuk lift, setelahnya masih ada satu orang. Saat jam makan siang ia masih sibuk bekerja, ia memakan makanan yang dibeli dari mart.

“Dia selalu sibuk bekerja…, dan dia terbiasa mempelajari perasaan orang lain. Dia juga seorang perfeksionis yang melakukan pekerjaannya sendirian. Dia rendah diri, dan selalu berusaha menghindari kritik dari orang lain.”

Apalagi, kepribadiannya lemah dan tidak berani mengeluarkan rasa amarahnya.

Seperti halnya ketika ia kena marah seorang pria. Pria itu menyuruh Jang Gi Tae menarik kembali saja produknya kalau tidak mau dijual sama harga dengan produk merek lain. Jang Gi Tae memelas, aku tak bisa. Nanti bisa-bisa aku dibunuh atasanku.

Pria itu membantahnya, sudah 3 tahun ini Jang Gi Tae mengatakan hal serupa dan buktinya baik-baik saja sampai hari ini.

Han menduga ada suatu waktu dimana pelaku sulit menahan amarah.

“Apa mungkin dia menderita psiko-patologis?” Tanya Min Young

“Bisa jadi” Han menjawab.

Kemudian Kang Timjangnim menelepon seseorang, aku butuh daftar pasien laki-laki berusia 40 dan 50an… yang telah menerima psikoterapi di Yangchon-dong.

Kepala Detektif Lee datang menyambut ketiganya, Kang Ki Hyung meminta kerjasamanya.

“Dia orang yang cepat belajar. Dia memotong mulut pistolnya dan mengganti mobilnya. Dia melakukan pembunuhan keduanya sewaktu malam hari… agar bisa meminimalkan bahaya.” Kang Timjangnim memulai diskusi mereka.

Sun Woo dan Min Young beropini sama, pembunuhan pertamanya mungkin tidak disengaja. Kang Ki Hyung pikir jika pembunuhan pertamanya tidak disengaja itu artinya insiden pertama si pelaku menggunakan mobil aslinya.

Hyun Joon menyarankan untuk melakukan penyelidikan terbuka. Kang Timjangnim dan Sun Woo tidak sependapat, ini akan membuat kasusnya semakin menjadi-jadi, sampai sekarang, kita tidak tahu bagaimana pelaku bereaksi. Hyun Joon tetap yakin dengan pendapatnya, karena pelaku bisa saja melakukan pembunuhan lebih banyak lagi.

Min Young dapat kabar kalau korban pertama sudah siuman.

Sun Woo dan Hyun Joon mendatangi korban pertama. Keluarga korban sebal karena NCI datang meminta penjelasan padahal korban sudah mengutarakan semuanya pada polisi, korban bilang tidak mengapa.

 “Baiklah. Tutup matamu dan bayangkan kau mengalami kejadian itu lagi. Santai saja.” Pinta Sun Woo

“Kita sekarang berada di lokasi kejadian. Bagaimana cuacanya hari itu?”

“Ya. Cuacanya bagus. Aku menelepon temanku saat itu. Ada mobil yang menghalangiku. Dia tidak mendengarkanku. Aku membunyikan klakson, tapi tidak berhasil. Padahal aku harus ke sekolah anakku, tapi aku kehabisan waktu.”

“Jadi karena itu kau mendahului mobil itu?”

Saat itu Jang Gi Tae menyusul korban dan mengatakan tadi sudah mengirimkan isyarat kalau boleh melaju duluan. Namun korban menanggapinya dengan emosi dan kasar.

Hyun Joon bertanya apa reaksi pelaku setelahnya? Apa membunyikan klakson, balik menyumpahi,  atau mengancam?.

“Tidak. Dia tidak bilang apa-apa. Karena aku tidak membiarkan dia bicara. Aku selalu gugup tiap kali aku berkendara karena aku belum terlalu mahir. Jadi aku tak ingin terlihat menyedihkan.”

Sun Woo dan Hyun Joon bisa mengkorfirmasi bahwa kasus pertama memang suatu kebetulan. Pelaku pasti telah memendam rasa amarahnya. Makanya amarahnya itu memuncak. Jika pelakunya telah menstimulasi korban…, berarti mungkin kejahatan berikutnya akan segera menyusul. Kejahatan semacam ini seperti ibarat narkoba. Khususnya kejahatan macam ini menyangkut… penembakan yang menargetkan sembarang orang.

Seperti saat malam Jang Gi Tae menyetir asal, wanita yang berkendara di belakangnya baru saja memakinya gila dan langsung dibalas tembakan dari Jang Gi Tae.

“Jika pelakunya menciptakan pola sama lagi yang terjadi di kasus pertama… “ Hyun Joon was-was

“Dia pasti akan segera mencari korban berikutnya. Dan dia makin tidak terkendali.” Sun Woo sepemikiran dengan  Hyun Joon.

Jang Gi Tae termenung, sesaat memandangi fotonya bersama anak perempuannya. Lalu ia ambil senapannya dan dia dekatkan ke leher. Terdengar suara nyanyian, ia memegangi fotonya dan mengurungkan niatnya.

Jang Gi Tae teringat saat istri dan anaknya bersikap tidak sesuai keinginannya. Manajernya yang marah-marah padanya. Lalu ia pergi dengan mobilnya.

Nana berada di jalanan menuju lokasi yang Kang Timjangnim sebutkan, ia meminta Kapten Kang menunggunya. Jang Gi Tae berkendara di sekitarnya, mengganggu Nana. Nana ketakutan, ia menghentkan mobilnya dan teringat si pembunuh dengan senapan di jalanan. Nana mengirimkan pesan ke NCI.

Seorang pria berlari ke arah mobilnya. Pria itu naik dan memecahkan kaca mobil Nana. Beberapa pengemudi memotretnya, tidak berani menolong. Tak lama kemudian NCI datang, Hyun Joon mengamankannya.

Pria itu marah-marah karena tadi Nana mendahuluinya.

Sementara itu Jang Gi Tae beraksi, ia sengaja memepet-mepet mobil seorang wanita lalu menembaknya dan kabur. Wanita tersebut terluka lengan kirinya, ia hendak menghubungi seseorang. Jang Gi Tae sudah berganti  kacamata dan berpura-pura hendak menolong.

Ia bahkan menembaknya 2 kali, ia menghancurkan kotak hitam mobilnya. Lalu kembali ke mobilnya.

Cermin memantulkan wajahnya yang kotor dengan darah. Ia lalu menghancurkan cermin tersebut dengan senapannya. Tersenyum senang memandangi sosoknya di cermin.

Kang Timjangnim menanyakan keadaan Nana, apa perlu ke RS?. Nana meyakinkan tidak apa-apa, ia lalu memberikan daftar pasien usia 40 – 50 tahun yang menerima uji klinis di Yangchon-dong.

Sun Woo dapat panggilan, dikabarkan terjadi kasus penembakan di KM 11.

Kondisi korban mengenaskan. Hyun Joon menyarankan untuk melakukan penyelidikan terbuka, tidak ada profiling sempurna ayang bisa menyelamatkan korban. Kang Timjangnim tampak ragu-ragu dengan sarannya Hyun Joon, wartawan bertanya namun Kang Timjangnim tidak menanggapi mereka.

Jang Gi Tae datang terlambat di makan malam bersama S. Pharmachy. Ia tampak sumringah dan membawakan untuk bunga istrinya. Rekannya memuji kali ini Manajer Jang dipuji keren sekali.

Di toilet seorang rekannya memujinya hebat dan meminta mempertahankan kinerja bagusnya. Rekan tersebut pergi, lalu rekan lainnya keluar dari bilik dan memperoloknya, Jang Gi Tae pasti sekarang senang sekali karena sudah punya kekuasaan tapi Jang Gi Tae itu sesungguhnya hanya pion.

Jang Gi Tae membalasnya di luar, kalau ia pion lantas rekannya ini apa. Ia mendorong pria itu, menodongkan senapannya dan menginjak kakinya. Ia menyuruhnya memperbaiki proposal yang dibuatnya lusa kemarin, dan kumpulkan di mejanya. Pria itu ketakutan, ia bilang mengerti.

Jang Gi Tae menggoreskan jempolnya ke leher istrinya seperti menggoroknya. Lalu pura-pura menembaknya tepat di dahi. Sepertinya berniat membunuh istrinya. Kemudian dia naik ke lantai dua, kamar anaknya kosong.

Ia menduduki kuda kudaan anaknya, menatap dirinya di cermin, ia lihat foto anaknya. Lalu menutup mukanya seolah depresi. Setelah itu ia menuju ruangan tempat senapannya berada.

Ia tersenyum-senyum dengan senapannya.

~* Criminal Minds *~

Hyun Joon dan Nana melihat peta lokasi kejadian, Hyun Joon merasa ada lokasi yang janggal. Kata Nana itu adalah jalan-jalan yang dibangun. Hyun Joon meminta Nana mengirimkan peta tersebut ke ruang stuasi.

“Bila tipe korban sejelas ini.., berarti korban melambangkan sesuatu kepada pelaku.” Jelas Sun Woo

“Siapa itu kira-kira? “

Hyun Joon datang, ia menjelaskan petanya. “Kapten Kang. Cek-lah ini. Di dekat TKP…, ada 10 jalan yang tengah dibangun. Di antaranya, kedua tempat ini sedang digabung untuk sementara. Kedua tempat itu… berjarak 5km dari lokasi kejadian.”

Itu adalah tempat terbaik bagi pelaku untuk beraksi.

Menurut Han, jika kejadian pertama merupakan suatu kebetulan… dia mungkin membutuhkan… pola serupa seperti kejadian pertama untuk kejahatan berikutnya.

“Dia menemukan tempat yang digabung sementara… dan terus berkendara di sekitaran tempat itu berkali-kali.” Kata Kang Timjangnim

Detektif hendak menutup jalanan tersebut. Hyun Joon bertanya ke detektif “Apa jalan ini masih dalam proses pembangunan?”

“Ya, benar”

“Pasti ada saksi di lokasi pembangunan itu. Apa orang yang bertanggung jawab atas jalan itu bisa ditemui?”

Hyun Joon dan Sun Woo ke lokasi. Petugas di jalan tersebut menyebutkan memang ada pria yang nampak aneh, awalnya petugas kira tersesat jadi petugas tersebut terus mengawasinya. Aneh rasanya orang yang kelihatannya preman, tapi pelan sekali mengemudinya.

“Inilah bukti bahwa pelaku tersebut hilang akal…, dan dia mulai main-main.” Sun Woo menyimpulkan.

“Apa ada hal lain? Apa ada hal lain yang Anda ingat?” Tanay Hyun Joon.

“Saat seseorang mendului mobilnya…, dia langsung mengulurkan tangannya ke kursi penumpang.”

 

Advertisements