[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 07 Part 2

Dulu seorang profiler bernama Yoon Hee Chul membunuh orang yang ada kaitannya dengan pelaku selama 7 tahun, alasannya adalah adanya dendam pribadi. Masyarakat pun makin tercengang, setelah mengetahui.. kalau dia juga telah mengubur mayat di gunung yang berjarak 1 km dari rumahnya. Yoon Hee Chul baru menerima pengunjung  untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Ironisnya, orang yang menangkap Yoon Hee Chul setelah 3 tahun penyelidikan… adalah Inspektur Kang Ki Hyung, yang merupakan muridnya dulu.

Sekarang Kang Ki Hyung megunjungi gurunya itu.

“Ada yang ingin kutanyakan padamu..” Tanya Kang Ki Hyung tanpa basa basi.

“Aku tahu kenapa kau datang.  Kau pasti sekarang… sangat penasaran dengan keinginannya Reaper. Menurutmu apa yang membuat… seorang pria yang tidak takut mati merasa putus asa? Dia akan mencoba menghancurkan semua orang di dekatmu. Dia pasti akan berpikir mana yang paling penting bagimu setiap saat. Kang Ki Hyung. Aku butuh bernafas udara segar. Sebelum aku mati, sekitar 15 tahun lagi…”

“Aku tak berhak membuat kesepakatan.”

“Tentu kau harus. Kau takkan bisa menghadapinya tanpa bantuanku. Saat hatimu terkoyak… dan lebur dalam air panas… dan masuk ke dalam air dingin ribuan kali…, kau akan terjatuh dan merasa hancur. Saat itulah… Kau akan mengerti kata-kataku. Jika kau bisa mengabulkan keinginanku…, aku akan memberitahumu cara menangkapnya.”

Kang Timjangnim memilih pergi. Hee Chul memperingatkannya kalau Reaper tidak akan pernah menyerah.

~* Criminal Minds *~

Han dan Sun Woo bersama. Han bertanya ke Sun Woo mernurutnya siapa pelakunya? Sepertinya kasus itu bermasalah sekali. Jika keluarga korban telah membunuh… Go Young Min…., kenapa mereka rela melalui proses yang berbahaya seperti itu? Ya, ‘kan?

Apa menurutmu korban yang telah kehilangan seseorang… bisa membunuh seseorang dan  juga membiarkan Han So Min juga meninggal? Kalau seperti itu, sangat mungkin pelakunya… seseorang yang tidak pernah kita kira.

Hyun Joon mengangkat panggilan Kang Ho Young. Kang Ho Young tampak panik, ia hendak menunjukkan sesuatu yang penting. Hyun Joon diminta datang ke Pusat Penahanan Remaja.

Malam itu hujan deras, Hyun Joon berkendara menuju lokasi yang dimaksud. Kang Ho Young itu menutup ruangan dan membuka sebuah kardus. Tiba-tiba seorang datang mengagetkannya. Ia jatuh

Hyun Joon sudah sampai. Ia menghubungi Kang Ho Young. Kang Ho Young sudah dimasukkan bagasi. Hyun Joon menuju tempat lain, ia teringat saat itu Ji Eun sudah tidak bernyawa di pinggir sungai. Hyun Joon dan Dae Soo juga di sana. Setelah itu polisi menangkap Dae Soo.

Sebelum kematian Ji Eun.. Hyun Joon nampaknya hendak berkencan dengan Ji Eun, ia berkali-kali mengecek jam di tangannya. Menunggu dengan gusar, tapi tak disangka ia melihat Ji Eun bersama seorang pemuda. Saat ditanya detektif ia mengaku tidak mengenalnya.

Mapolres Jeonju..

Hyun Joon hendak melihat saksi, takut ada yang kelupaan. Saksi pertama adalah seorang gadis.

Gadis itu menemukan Ji Eun pertama kali. Sun Woo mengalami mimpi buruk,

Hyun Joon dalam perjalanan, ia teringat saat Sun Woo memperhatikan fotonya bersama Ji Eun tanpa minta izin terlebih dahulu. Nana menenemukan ada yang aneh,

Sun Woo memandangi fotonya bersama Ji Eun. Di luar Hyun Joon menekan bel rumahnya dengan tidak sabar. Hyun Joon marah kenapa Sun Woo menyembunyikan fakta kalau ia mengenal Mo Ji Eun.

Hyun Joon marah mengapa Sun Woo menyembunyikan fakta antingnya istri Kang Timjangnim ada di jasad Go Young Min. Sun Woo beralasan ia tidak ingin membuat Kang Timjangnim menderita.

Namun menurut Hyun Joon yang diincar adalah seluruh Tim NCI, karena itu akan membuat Kapten menderita lagi.

Di suatu tempat, foto Hyun Joon dan Tim NCI lengkap tersusun di tembok. Kim Young Chul yang melakukannya.

Seorang pria kesulitan mencari berkasnya, wakil manajer tampak tidak sabaran dengan tanggapan pria itu. Ia tidak bisa dihubungi lagi, pria itu tidak kunjung berjalan padahal lampu sudah hijau. Seorang wanita mengklaksonnya terus, pria itu mengkodenya untuk maju duluan.

Si wanita melewatinya, mengklakson mengejek tanda marah. Pria itu menyusulnya, meminta berhenti, tadi kan dia sudah mengkodenya untuk jalan duluan sejak tadi, ia ada urusan mendesak. Si wanita tidak mau peduli, harusnya kau menyetir dengan benar, siapa kau yang menyuruhku berhenti? Ia meninggalkan pria itu tanpa ambil pusing.

Pria itu kesal, ia keluar dari mobilnya, ia mengeluarkan sesuatu dari bagasinya. Menyetir dengan kesetanan mengejar wanita tadi.

Awalnya wanita itu meremehkannya, tapi tak berapa lama kemudian pria itu mengarahkan senapannya dan menembak. Mobil kehilangan kendali dan terbalik. Si pria itu kabur, orang-orang berhenti menyetir mencoba menolong.

Pria itu pulang ke rumahnya, masih kalut. Anaknya Jang Ji Young pergi, padahal ayahnya melarang. Anaknya langsung pergi.

Istrinya pulang, tidak memedulikannya. Langsung masuk kamar, curhat ke temannya alasannya menikahi suaminya adalah karena kasihan padanya.

Tuan Jang memasukkan senapan ke dalam mulutnya.

Hyun Joon berhenti menembak, ia mendekati bilik Han. Han heran kenapa tidak berhasil padahal ia tahu teorinya. Hyun Joon memberitahu masalahnya Han adalah tidak memperhatikan target. Jauhkan matamu pada target walau setelah kau menembak. Dan bentuklah kakimu segitiga sama kaki dan tekuk lenganmu. Dengan cara ini, kau bisa memperkecil rasa kaget akibat suara senapan. Jaga napas agar tetap stabil. Tetap tenang dan coba lagi.

Han mencoba lagi, Hyun Joon memujinya “Kau menembak target sempurna di jalur lima. Aku pasti guru yang hebat. High five.!”

Han tidak menanggapinya, ia kesal targetnya gagal. Ia tadinya menargetkan nomor 4. Han menghela napas pasrah, Hyun Joon sendiri terkejut.. e-empat?

Di bilik lain Sun Woo juga menembak. Ia teringat perkataan Hyun Joon saat menemuinya. Hyun Joon menyebut Sun Woo tidak waras, incarannya Reaper bukan hanya Kapten.. tapi seluruh tim NCI.

Hyun Joon meminta Sun Woo segera memberitahu Timjangnim. Sun Woo bilang ia akan memberitahunya dengan hati-hati.

Di berita, pewarta membacakan berita bahwa tadi siang ada seorang pengemudi meninggal di jalanan karena ditembak di siang hari. Masyarakat menjadi ketakutan karena pelakunya belum ditemukan.

Tuan Jang di jalanan, ia sengaja berkendara asal sehingga membuat seorang wanita kebingungan cara menyalipnya. Ketika wanita itu menyamainya dan mulai menumpahkan makiannya, Tuan Jang menembaknya. Setelah melakukan itu Tuan Jang tersenyum lega,

NCI merapatkan kasus Tuan Jang. Min Young di depan menjelaskan pukul 23.00 seorang wanita ditembak dan meninggal seketika. Kasus pertama korbannya selamat tapi masih belum sadarkan diri.

Nana paranoid, mereka ini bukannya di Meksiko atau AS kenapa ada kejadian seperti ini?. Han menjelaskan kalau sebenarnya kasus penembkan di Korea meningkat setiap tahunnya, Oktober lalu pernah ada petugas yang ditembak oleh seorang pria di Terowongan Gunung Opae. 17 senjata buatan… dan bahan peledak ditemukan di rumahnya.

Kesamaan dari kedua korban adalah sama-sama wanita 40 tahunan. Bisa jadi ini hanya benci semata. Insiden pertama di konstruksi jalan dan tidak ada CCTVnya, mobil di sana cukup sedikit sehingga sulit dicari saksi mata.

Hyun Joon melihat ada yang aneh, ia minta foto kedua korban dibandingkan. Hyun Joon merasa kalau pelakunya dua orang yang berbeda, dari luka korban kedua lebih besar. Mungkin kejahatan tiruan.

Kang Timjangnim tidak berpikir demikian,

“Tidak, pelakunya cuma satu. Dia hanya memotong mulut pistolnya. Bubuk mesiu ditemukan… di pipi kanan kedua korban. Mereka ditembak pakai… senapan laras panjang lewat jendela kursi penumpang.”

“Dia pasti belajar dari pengalaman… apa yang harus dia lakukan jika dia ingin menembak dengan mudah.” Terang Kang Timjangnim

Tuan Jang memotong senapannya. Hyun Joon mengira pasti pelaku ingin merasakan membunuh orang.

“Putaran pertama investigasi dipusatkan… pada orang yang punya akses mudah memiliki senjata seperti kemiliteran Namun, hasilnya nihil.” Sun Woo

“Pasti takkan mudah mengejarnya. Ada situs tentang pembuatan pistol pribadi… agar kau bisa membuatnya sendiri.”

“Jadi maksudmu pelaku itu membuat senapan?”

“Tidak ada peraturan tentang senjata pribadi ilegal… karena itu kita sulit menemukannya. Itulah dugaanku.”

Sun Woo dan Hyun Joon melihat foto-foto korban. Nampaknya pistol pribadi. Lubang peluru pasti ukurannya berbeda-beda. Artinya kekuatan peluru itu tidak konsisten.

Tuan Jang terkejut melihat wajahnya berlumuran darah. Ia mencoba membersihkan noda darahnya, lalu menghancurkan kaca tersebut.

Notes:

Butuh 100 tahun bagiku untuk terlihat secantik ini, wkwkwk.

 Bonus pict, cantikan mana Readers sama Lee Jun Ki jaman Drama My Girl (?) Kkkkk. Btw dipecah dua part gak masalah ya…  lagi nyari suasana baru, saya mulai agak bosan dengan drama ini. . . dramanya bagus, cuma moodku memang sedang buruk sepertinya.

 

Advertisements