[C – Movie] So, I Married My Anti Fan Part – 3

“Novelmu. Aku tadi tak begitu memahaminya.”

Dengan malu-malu Miao Miao menjawab kalau selembar kertas ini hanya kata pengantarnya saja.

“Kenapa aku tadi menjawab pertanyaanmu?” Miao Miao kembali galak. Kenapa juga tadi ia menjawab pertanyaannya Zhun?

“Kau boleh pergi jika kau tidak mau.”

Miao Miao lalu duduk dan mulai bercerita. Sebenarnya, aku ingin menulis tentang penginapan di gurun.

“Jago tembak Mateo masuk.”

“Mateo?” Zhun bingung karena nama tokoh utama namanya Mateo, bukankah ini terjadi di Amerika Selatan?

“Cina”

“Lebih baik buatlah kejadiannya di Korea.”

Jago tembak Mateo duduk memesan secangkir wiski. Saat musik tiba-tiba berhenti mereka melihat ke arahnya. Penari Tango Susan muncul.

“Pria itu bernama Mateo, gadis itu bernama Susan, di Cina.” Zhun makin merasa aneh dengan ceritanya.

“Kau mau dengar ceritanya tidak?!?” Miao Miao jengkel karena Zhun protes terus.

Susan mulai menari, semua mata tertuju padanya. Mateo berkali-kali menyatukan alisnya karena terpesona. (Chanyeol.. bentukmu itu lhoo… XD unyuu…)

Tarian Susan berhenti, Susan menatap Mateo sampai membuat Mateo (ngiler? ) memuntahkan minumannya lagi. Lalu musik mengalun lagi, Susan berputar-putar mengakhiri tariannya.

Zhun heran, jadi selama ini.. itu yang Miao Miao tulis?

“Sudah kubilang aku hanya menulis kata pengantarnya.”

Zhun menebak, berarti mimpinya Miao Miao adalah menjadi penulis. Miao Miao membenarkan. Lalu Zhun bingung kenapa Miao Miao menjadi jurnalis?

“Untuk mencari nafkah. Seorang pahlawan akan memalukan jika dia tak punya uang. Misalnya aku, sebagai gadis dari kota kecil.. kau tak akan mengerti kesulitannya disini.” Jelas Miao Miao.

Karena dulu Miao Miao salah bicara, padahal itu hanyalah kesalahan kecil.. ia bisa dipecat karena itu. Sedangkan Zhun hidup dalam kekuasaan dan kemewahan.

Zhun kemudian beranjak dari duduknya. Miao Miao bilang akan pergi dari sini,

“Bersiaplah sebelumnya. Dan pastikan bajumu rapi.”

“Aku boleh tinggal disini?”

“Cuma untuk hari ini. Tergantung mood-ku.” Zhun lalu pergi. Miao Miao melompat-lompat gembira.

Miao Miao bersikap baik pada Zhun, ia membawakannnya air minuman. Chixiang dan Sutradara terperangah dengan sikap tiba-tiba Miao Miao ini. Zhun sendiri hanya mendengus geli.

Sutradara menjelaskan kalau syuting mereka kali ini adalah jalan-jalan berkeliling Shanghai, Miao Miao akan menjadi pemandunya Zhun selama seharian.

“Pemandu? Kau ahli dalam menyiksa orang lain.” Miao Miao marah.

Tapi Miao Miao langsung tersenyum sok manis dengan kaku pada Zhun menoleh padanya.

“Di depan kita bendera nasional Cina, oh!” Miao Miao antusias memberitahu Zhun.

Zhun tidak memperhatikan, ia terkejut dan nyeplos bahasa Korea “Aduh, kau mengagetkanku!”

 

Di sungai, Zhun mengerjai Miao Miao dengan menyuruhnya menggantikan paman yang menjalankan perahu. Zhun dan tukang perahu tertawa melihat Miao Miao kesulitan.

Miao Miao terus memaksa Zhun makan makanan yang aneh-aneh. Miao Miao tidak sengaja menggoreskan tofu ke pipi Zhun. Chixiang memarahi Miao Miao karena sudah membuat Zhun jadi bau tofu. Miao Miao meminta maaf dan cengengesan.

“Banyak sekali properti panggungnya.” Tanya Miao Miao

“Ya, mereka menggunakan banyak properti kali ini. Kami sekarang membawa semuanya kesini.”

Miao Miao tertarik dengan borgol.

Ia akhirnya membawanya untuk main-main. Miao Miao masuk ke kamarnya Zhun. Risih melihat Zhun langsung tidur tanpa mandi dulu.

Miao Miao memborgol tangan kanan Zhun. Ia bingung harus mengaitkan salah satu lubang borgolnya ke mana. Disaat itu Zhun bangun “Kau sedang apa?”

Miao Miao terkejut, tangannya tanpa sengaja mengklik kaitan borgol yang satunya.

“Apa?” Tanya Zhun

“Kenapa kau tiba-tiba membuka mata? Apa itu daya tahan sementara sebelum mati?”

“Kau mengharapkan aku mati? Apa ini?”

Tangan Zhun dan kakinya Miao Miao disatukan oleh borgol. Zhun marah-marah, Ini sangat kekanak-kanakan. Cepat buka!

Miao Miao lupa tidak membawa kuncinya. Ia mencoba menghubungi tim properti tapi tidak ada tanggapan, mungkin sudah tidur. Miao Miao menyesal, soalnya tadi cuma mau mengerjai Houzhun.

Zhun makin kesal, bisa gila aku! Gila! (dalam bahasa korea)

Akhirnya Zhun tidur dan Miao Miao membolak-balik majalah sambil ngemil. Tiba-tiba Zhun terbangun dan mengerang kesal. Miao Miao tidak enak hati, ia kan sudah minta maaf pada Zhun berkali-kali.. jadi jangan marah-marah, ia kan tadi hanya ingin mengerjai Zhun. Tidak menduga kejadiannya malah seperti ini.

“Kau tak tahu apa-apa. Ini bukan seperti yang kau pikirkan.” Zhun masih kesal

“Lalu ini seperti apa?“ Tanya Miao Miao cuek

“Aku terbangun karena aku ingin ke toilet.” (HaHaHaHa!) Miao Miao terkejut,

“Tutup matamu dan santailah. Bayangkan alam semesta di pikiranmu. Alam semesta luas dan indah. Sebenarnya kita adalah bagian terkecil di alam semesta.” Miao Miao mencoba memantrai Zhun dan membuatnya tidak butuh ke toilet.

“Diamlah.” Ujar Zhun, ia sudah tidak tahan lagi. Zhun menyeret paksa Miao Miao ke toilet.

Zhun menyuruh Miao Miao tutup mata, Miao Miao terus berteriak kesal karena ia terkena cipratannya, Zhun jorok!

Zhun hendak memotong borgolnya dengan pisau. Mustahil, gagal.

Mereka makan mie bersama, Zhun tidak bisa makan karena di depannya ada kaki dan tangannya kesulitan bergerak. Zhun menarik tangan kanannya sehingga membuat Miao Miao terdorong ke samping.

Miao Miao menyarankan bagaimana kalau telfon polisi. Zhun tidak sudi, kau gila?. Miao Miao usul ke tukang kunci, Zhun tidak setuju.

Hari sudah pagi. Harus apa mereka?

Miao Miao dan Zhun pergi ke suatu tempat untuk memisahkan borgolnya.

Sutradara mengabarkan tentang jadwal syuting programnya bertentangan dengan jadwal Zhun di Korea.

“Jadi aku bisa berhenti?” Tanya Miao Miao antusias. Sutradara bilang tidak, justru nanti akan jadi syuting jalan-jalan ke korea.

“Jadi aku bisa berhenti?” Kali ini Chixiang yang senang. Zhun geram, ia membanting naskahnya dan membuat Chixiang takut.

Zhun syuting dengan rombongan fans terus mengikutinya. Saat makan jajanan pinggiran ia sengaja menyuapi Miao Miao dengan yang pedas. Miao Miao kepedasan, ia kabur mencari minum. Zhun mencoba satu, ia baru sadar kalau memang pedas sekali.

*~ So, I Married an Anti Fan ~*

Di hotel…

Temannya Miao Miao menyuruhnya pergi ke Mingdong. Poster Exo tersedia di toko bendera. Miao Miao kesal, ini merepotkan.

Miao Miao melihat Zhun mengendap-endap keluar hotel. Ia mengikutinya. Ternyata Zhun bertemu dengan Ailin (Seohyun SNSD). Miao Miao memotret Ailin dan Zhun bersalaman ketika Ailin hendak pergi.

Zhun termenung menyaksikan kepergiannya Ailin.

Zhun memergoki Miao Miao, Miao Miao memberikan ponselnya secara sukarela. Zhun tidak menghapusnya, ia ingin Miao Miao yang menghapus semua foto tadi dengan tangannya sendiri. Lagipula tidak ada gunanya ia dikuntiti karena tidak akan mendapatkan apa-apa, semuanya sudah berakhir antara Zhun dan Ailin.

Zhun dan Miao Miao terjebak macet. Chixiang mengeluhkan kala begini mereka akan terlambat interview. Zhun marah, ini semua salahnya Chixiang kenapa tidak berangkat lebih pagi?!

Miao Miao menyalahkan Zhun¸ kenapa melimpahkan kesalahan pada Chixiang?!. Chixiang menenangkan tidak apa-apa. Seorang pengendara motor berhenti di samping mobil, Chixiang menoleh padanya. Zhun dan Miao Miao juga, mereka kepikiran hal yang sama.

Akhirnya Miao Miao memboncengkan Zhun naik motor. (Eh, gak kebalik? HaHaHa. Jadi inget She Was Pretty waktu Seong Joon salah ke bandara Incheon padahal harusnya ke Gimpo)

Chixiang sebagai gantinya akan mengantarkan si Ajussi ke tujuannya.

 “Apa ada yang menarik tentang syuting ini?” Tanya pewawancara

“Adegan perkelahianku dan rekan aktor. Karena ini peran action-ku pertama kali di film, rasanya agak memalukan.”

Miao Miao memperhatikan Zhun, Chixiang datang menanyakan ke Miao Miao apakah tepat waktu datang ke tempat wawancara tadi?. Miao Miao menjawab tidak masalah.

Wawancara Zhun selesai. Kemudian si pewawancara melihat Miao Miao, mereka saling menyapa dengan bahasa masing-masing. Miao Miao ditanya bagaimana Zhun menurutnya?

Miao Miao pikir Zhun orangnya profesional, lebih berbakat daripada yang ia duga. Bakat yang menjanjikan. Zhun tersenyum mendengar pujian tersebut.

Malam-malam di pesawat mencuri-curi minum wine lalu memasukkannya ke dalam tas. Zhun datang mendekatinya

“Cukup mengagumkan.”

“Apanya?” Miao Miao tidak mengerti.

“Saat mereka bertanya tentang aku. Aku tadinya khawatir kau akan mengomeli mereka.”

“Kau anggap begitu. Nah, orang harus bisa fleksibel untuk bertahan hidup. Aku sekarang tinggal di rumahmu. Pujian-pujian itu, anggap saja biaya sewa.”

Zhun mendengus tersenyum, ia lalu bantu memasukkan wine ke tasnya Miao Miao.

“Sebotol wine lagi” Pintanya ke pramugari

“No no no, dua lagi” Ralat Miao Miao

~ * So, I Married an Anti Fan * ~

Miao Miao disambut para wartawan.

“Apa kau sungguh tak bisa menyetir? Atau itu cuma spekulasi komersil?” Pertanyaan satu datang dan saling lempar satu sama lain, tumpang tindih.

Semula Miao Miao senang-senang saja dapat perhatian banyak orang, lalu ia mulai kebingungan sendiri. Ia memilih melewatinya saja.

Lalu ia dipukuli oleh para penggemarnya Houzhun.

“Apa kau mengharap publik terkejut?”

“Kecelakaan mobil itu diatur oleh bagian program?”

“Maukah kau jawab pertanyaannya?”

Fans marah karena Miao Miao menabrakkan mobil Zhun saat syuting acara.

Zhun datang. Pertanyaan bertubi-tubi datang, bertanya apakah ada kejadian membahayakan lagi yang terjadi pada saat syuting di Korea?.

“Aku tak tahu jika itu mengakibatkan kemarahan.” Sutradara menyampaikan

“Apa rating penonton bagus?” Tanya Chixiang

“Tak masalah sampai akhir musim ke-2.” Apa suasananya bagus di bagian Korea?

“Apa kau menangis Miao Miao?” Chixiang khawatir.

“Apa kau bercanda? Aku adalah Fang Miaomiao.” Kata Miao Miao pede.

To be continued part 4

 

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 17 August 2017, in So I Married My Anti Fan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Comments Off on [C – Movie] So, I Married My Anti Fan Part – 3.

Comments are closed.