[Sinopsis] Save Me – Episode 04

Nyonya Im dibawa ke dokter, dokter menjelaskan kalau paling tidak dengan kondisinya Nyonya Im sekarang harus dirawat sampai sembuh, kemungkinan bisa seumur hidup.

Tuan Im tampak resah mendengarnya, tahu istrinya tidak sehat dan pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk perawatannya. Sang Mi menyadari kegelisahan ayahnya.

Sementara itu para jemaat sedang bersenang-senang, bernyanyi dan berolah raga.

      Sang Mi bertanya ke ayah apa tindakan ayah selanjutnya?. Ayah khawatir jika ibu dimasukkan ke bangsal psikiatri justru keadaannya semakin parah. Sang Mi menyarankan ibu dibawa ke RS Seoul saja. Ayah bilang ia tidak akan membawa ibu ke RS manapun, ia meminta Sang Mi jangan khawatir.. ia akan melindungi Sang Mi dan ibunya.

Di tempatnya para jemaat tadi, mereka mulai pertemuan rutin.

Sang Mi dan ayahnya sampai di suatu tempat, seorang pria menyambutnya. Ia berlagak bisa melihat Sang Jin yang mengikuti keluarga itu. Keluarga Im lalu menoleh ke belakang,

Pria itu memulai ritualnya. Sedangkan itu Baek Jung Ki bersama para jemaatnya sudah berseru-seru Yang Maha Kuasa!. Para jemaatnya sudah berteriak-teriak dan menghentakkan badannya mengamini perkataan Baek Jung Ki yang berapi-api.

Tabuhan musik terus mengalun, lalu si pria itu berhenti berlonjak-lonjak. Musik berhenti, ia berlutut di hadapan Ny. Im.

“Ibu, tolong berhenti sekarang. Lenganku sakit.” Sepertinya Sang Jin merasuki pria itu.

“Apa kau, Sang Jin?”

“Ibu, aku minta maaf karena meninggalkanmu. Ibu masih memiliki Ayah dan Sang Mi. Jadi, tetaplah bersama dan makanlah dengan lahap.”

Ny. Im mulai menangis. Sang Jin meminta ibunya hidup yang baik, Sang Jin baik-baik saja. Ny. Im tidak rela Sang Jin pergi. Sang Jin ikut menangis, ia menoleh ke belakang.. ia bilang ada paman yang menunggunya di belakang, ia harus pergi sekarang. Naik kapal keselamatan.

Ny. Im menangis histeris, ia makin tidak terkendali. Ia pikir Sang Jin tidak meninggal, ia masih hidup.

Pria itu menemui Tuan Im, ia mengatakan kalau ada sesuatu yang menempel di Ny. Im. Tuan Im bertanya, siapa?. Pria itu rasa sesuatu yang kuat dan temperamennya buruk sekali, ia bahkan meludah setelah mengatakannya. (ruqyah dong ah.. *kkkk)

Pokoknya bulan depan ia akan melakukan ini lagi di hari yang sudah ditentukan. Ia memberikan selembar mantra pada Tuan Im. Pastikan itu disimpan di dalam celana dalamnya, tapi dia tidak boleh tahu. Kau harus melakukannya untuk memastikan istri dan putrimu… tidak mengikuti anakmu ke sisi yang lain.

Pria itu meminta dikirimi uang. Tuan Im bingung, soalnya dia sudah memberinya uang dan uang tersebut sudah termasuk biaya dari pemakaman Sang Jin.

“Kalau begitu aku akan menagih setengah dari itu. Bagaimana jika 5.000 dolar?”

Mereka lalu berpamitan.

Baek Jung Ki bersih-bersih, Ny. Kang menahannya jangan membersihkan. Jo Wan Tae akan mengurusi para tetua sesuai perintah Baek Jung Ki. Baek Jung Ki menayakan keadaan keluarganya Sang Mi, Kang Eun Shil menjelaskan kalau Ny. Im sedikit terpukul karena kematian anaknya dan dibawa ke dokter.

“Yang Maha Kuasa kita… terkadang menggunakan orang jahat untuk menyelamatkan mereka…  dan membantu kita mencapai kebahagiaan sejati melalui kemalangan.” Ujar Baek Jung Ki.

“Keinginan kita akan diwujudkan.” Kang Eun Shil mengamininya dengan khidmat. Sedangkan Jo Wan Tae terkesan meremehkan.

Tuan Han datang ke TPS, sebelum masuk dia dikerubungi wartawan yang menanyainya apakah yakin akan menang lagi? Semalam mimpi apa?. Sang Hwan juga tak lepas dari pertanyaan semacam itu, ia menjawab tidak yakin. Tuan Han membenarkan karena bagaimana pun hasilnya akan dipastikan nanti.

Tuan Im menjual mobil pick up miliknya, si pembeli memberikan uang yang tidak seberapa dengan alasan mobil itu jalannya sudah tidak bisa jauh dan model lama. Tuan Im tidak merasa rela, baginya mobil itu seperti anaknya sendiri. Ia lalu ia teringat meninggalkan foto keluarganya di mobil tersebut, Tuan Im mengambilnya lagi.

Jung Hoon dan Man Hee menonton pertandingan lembu, mereka mengkhawatirkan keadaannya Dong Cheol.

Tuan Im memberi pakan pada sapi, ia berbicara pada salah satu sapi yang menurutnya memiliki mata seperti Sang Jin. Ia menangis dan meminta maaf. Kang Eun Shil datang membawakan makanan.

Sang Mi berjalan, dua anak-anak membicarakannya. Dong Cheol jadi masuk penjara gara-gara gadis pindahan dari Seoul itu. Katanya gadis itu orang yang suka tidur dengan banyak orang. Sang Mi hanya mendiamkannya, ia tidak membalas.

Kang Eun Shil lupa belum menyemprotkan air kehidupan yang disentuh oleh tangannya Bapa Rohani Baek Jung Ki. Sangat manjur menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kang Eun Shil juga memberikan bekal lain untuk istrinya Tuan Im.

Tuan Im merasa tidak enak, kenapa diperlakukan begitu baik?. Kang Eun Shil panjang lebar mengatakan kalau ini adalah suratan takdir dari Yang Maha Kuasa, tidak ada kebetulan.

Sang Mi datang membawakan makanan, ia menyaksikan ayah dan Kang Eun Shil dari jauh.

Han Yong Min memenangkan pemilu, setelahnya Sang Hwan disambut dengan tepuk tangan oleh teman-temannya di sekolah. Sang Mi juga datang.

Tuan Im teringat air kehidupan yang diberikan kepadanya, ia meneteskannya ke minumannya. Terkejut ketika mendongak ke atas, sarang laba-laba membentuk salib. Ia kemudian tersenyum haru, teringat perkataan Kang Eun Shil tadi yang meyakinkan Yang Maha Kuasa selalu ada dan akan membantunya dan membuatnya kuat.

Sang Mi mendatangi Sang Hwan, Man Hee, dan Jung Hoon. Sang Mi meminta nomor teleponnya Dong Cheol. Jung Hoon kesulitan menjelaskannya ke Sang Mi, Sang Mi belum tahu kalau Dong Cheol sekarang ditahan di Pusat Penahanan Remaja.

Sang Hwan menyesal itu semua adalah salahnya karena tidak berani bersaksi.

Dong Cheol keluar dari selnya, beberapa pemuda menahannya. Mereka ingin memukuli Dong Cheol sebagai penyambutan. Awalnya Dong Cheol diam saja dipukuli, tapi ia segera membalas ketika tahu alasannya adalah mereka disuruh seseorang untuk membuat Dong Cheol lumpuh.

Sang Mi pulang terlambat, ia bilang karena membicarakan Sang Jin dengan wali kelasnya. Ibu bersiap-siap pergi, mereka hendak pergi ke Guseonwon. Sang Mi tidak setuju, orang-orang di sana membuatnya merinding. Sang Mi yakin ayahnya bertingkah seperti ini karena dipengaruhi Kang Eun Shil.

Ayah sedari tadi tersenyum-senyum tercerahkan, ia terus meyakinkan Sang Mi kalau keluarga mereka menjadi seperti ini karena kehendak Yang Kuasa, mereka orang-orang yang terpilih. Ibunya senang karena akan bertemu dengan Sang Jin.

Jeong Gu memberikan menawari Sang Mi soda, Kang Eun Shil senang melihatnya karena Jeong sangat suka soda dan tidak memberikannya pada siapapun selain neneknya sendiri. Jo Wan Tae memuji Jeong Gu juga pria ternyata, suka dengan wanita cantik.

“Sembunyilah dengan hati-hati, aku bisa melihat helai rambutmu. Sembunyilah dengan hati-hati, aku bisa melihat helai rambutmu. Sembunyilah dengan hati-hati, aku bisa melihat helai rambutmu.”

Jeong Gu bermain petak umpet sendirian, Sang Mi mengikuti suara nyanyiannya. Jeong Gu membuka matanya,

“Ketemu kau!” Katanya entah pada siapa

Sang Mi berbalik,

~* Save Me Episode 4 *~

3 Tahun kemudian, 2017…

Sang Hwan menuju kampusnya, ia dicegat oleh para relawan agama yang hendak memberikan ceramah. Sang Hwan tak menghiraukannya.

Di kelas, Sang Hwan mengikuti kuliahnya, dosen memberikan teori lalu bertanya pendapat ke para mahasiswanya. Sang Hwan beda pendapat dan jawabannya membuat semua orang kagum. Setelahn kelas selesai ia diajak temannya untuk menghadiri pesta akhis semester. Sang Hwan tampak malas mengikutinya.

Seorang junior bilang ia tidak bisa minum saat ditanya seniornya, sang senior memaksanya minum. Ia tidak punya pilihan lain. Sang Hwan yang memperhatikan sejak tadi karena hal semacam ini mengingatkannya pada Sang Jin yang dibuli sampai meninggal dulu, ia langsung ikut campur, jangan minum! Menurut Pasal 324 KUHP Kau telah melakukan pemaksaan.

“Apa?!” Senior itu tidak terima

“Mereka yang melakukan kekerasan atau menggunakan ancaman… untuk menghalangi hak seseorang… atau memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu… dapat dijatuhi hukuman hingga lima tahun penjara… atau denda sampai 30.000 dolar.” Jelas Sang Hwan.

“Astaga, siapa orang gila ini?”

Senior marah, ia bertanya siapa perwakilan mahasiswa tahun pertama!?. Temannya Sang Hwan berdiri, ya Sunbae!. Ia hendak memukul temannya Sang Hwan tersebut, Sang Hwan menahan tangannya. Ia menyentakkannya dan pergi dan membuat seniornya makin kesal.

Sang Hwan diciprati minuman, dia tidak boleh pergi kalau tidak menganggantikan anak tadi minum. Sang Hwan meminumnya, ia kesal sekali. Sudah bertahun-tahun menahan diri dan akhirnya ia tidak tahan. Ia lalu balas memukul seniornya.

Dong Cheol sebentar lagi bebas dari penjara, rambutnya dicukur oleh seseorang. Dong Cheol setelah bebas disuruh bekerja keras mencari nafkah dan memulai hidup baru.

Pembangunan gereja sudah selesai, salib diletakkan di atas bangunan. Baek Jung Ki mengamati jalannya pemindahan salib.

Dewan Park datang mengunjungi ayahnya. Ayahnya sudah pikun, bahkan lupa anaknya sendiri. Dewan Park bagaimana pun berterima kasih karena ayahnya dirawat dengan baik di sini, ia janji akan sering-sering berkunjung.

Dewan Park dan Baek Jung Ki mengobrol akrab. Jo Wan Tae memperhatikan mereka yang sedang bercengkrama dari jauh.

Sang Hwan turun dari bus, ia melihat banner Distrik Muji.[ Kantor Distrik Muji, mencabut izin untuk membangun Sanatorium.]

[ Kantor Distrik harus meminta maaf untuk membujuk warga Muji.]

Seorang wanita menggodanya karena dia anaknya Gubernu, kapan-kapan temuilah aku dan akan memberikan yang terbaik. Sang Hwan tidak terlalu peduli, ia hanya mendesah sebal.

Pil Soo, pria penjual mie kacang hitam berhenti sebentar karena melihat Sang Hwan. Ia kagum Sang Hwan sangat tampan. (Wkwkwk, sebenernya di episode awal-awal dia kayak iklan, muncul dikit-dikit tapi sering, jadi saya jarang masukin dia di recap :v )

Sang Mi mencuci piring  bersama yang lain. Ia geli melihat Jeong Gu makan dengan mata terus mengawasi sodanya, takut sekali kalau ia berkedip sedetik saja pasti sodanya menghilang.

Setelahnya Sang Mi keluar dari dapur, ia tidak melihat Jeong Gu di mejanya.

Sang Hwan bertemu dengan Man Hee dan Jung Hoon. Jung Hoon masih sibuk siaran videonya, ia dan Man Hee masih suka bertengkar kecil karena Man Hee suka mengabaikannya ketika bicara. Sang Hwan geli melihat kelakuan dua temannya ini yang tidak pernah berubah padahal sudah 3 tahun ia tidak pulang ke Muji.

Jeong Gu berjalan-jalan, sodanya habis ia bermain petak umpet sendirian. Lalu ia merekam, Jeong Gu menuju ke rumah kecil yang terdengar teriakan-teriakan wanita. Ia mengintip ke dalamnya, setelah agak lama seorang wanita keluar berlari ketakutan

Jo Wan Tae juga keluar dengan santainya. Jo Wan Tae terkejut menyadari keberadaan Jeong Gu. Jeong Gu terus mengatakan ia suka soda, apakah Paman Jo mau memberinya soda?.

Karena aksi bejatnya diketahui Jeong Gu ia lalu menarik anak itu untuk diberi pelajaran.

Sang Mi mendengar suara teriakan, ia menemukan Jeong Gu yang duduk ketakutan dengan wajah habis dipukuli. Jeong Gu juga mengompol karena terlalu takutnya. Itu mengingatkan Sang Mi pada Sang Jin, seorang anak berkebutuhan khusus yang dibuli orang-orang.

Sang Mi memeluknya, ia bertanya apa yang Jo Wan Tae lakukan?. Jo Wan Tae beralasan itu karena Jeong Gu mencuri uang. Sang Mi mengancam akan melaporkan Jo Wan Tae  kalau berani memukul Jeong Gu lagi.

Jo Wan Tae kesal karenanya, ia pikir Jeong Gu biar Sang Mi peluk. Sang Mi mengajak Jeong Gu pergi, Jo Wan Tae menghadangnya, memperingatkan Sang Mi. Apapun yang terjadi di Goseonwon maka harus diselesaikan di sini juga.

Jeong Gu tampaknya luka parah, tubuhnya memar-memar. Sang Mi ingin membawanya ke RS, namun orang-orang menahannya. Bapa rohani bisa menyembuhkan segala penyakit dengan air kehidupan, Sang Mi tidak percaya.

Orang-orang ini tidak bisa menyelamatkannya. Kita butuh dokter. Ayahnya terus memperingatkannya untuk jaga sikap, Sang Mi membangkang sampai akhirnya Tuan Im menamparnya.

Sang Mi marah, jika ia terus berada di sini maka akan menjadi gila. Orang-orang di sini sudah tidak waras, mereka pikir akan bisa hidup abadi dengan tinggal di sini.  Tolong sadarlah.

Ny. Kang sudah tidak tahan, ia menyuruh Jo Wan Tae membawanya ke ruang do’a.


Baek Jung Ki datang, ia membenarkan ucapan Sang Mi tadi. Kalau sakit harus dibawa ke RS, air kehidupannya tidak berarti apa-apa tanpa iman.

Lalu ia mendekati Sang Mi, meyakinkan kalau yang di luar sana adalah palsu dan suatu waktu nanti Sang Mi akan sadar.

Sang Mi di RS ia melihat seorang siswa dibawa dengan ambulance. Ia teringat dengan Sang Jin. Baru ditinggal sebentar Jeong Gu sudah dipengaruhi/diancam Jo Wan Tae. Tak lama kemudian dokter datang mengatakan kalau ia boleh pulang sekarang. Jeong Gu bilang tidak sakit dan rindu neneknya.

Mereka lalu mampir membeli bensin. Jeong Gu mengungkapkan kebenaran pada Sang Mi saat Jo pergi. Jeong Gu melihat Jo Wan Tae memukuli seorang bibi tadi, ia takut dipukul Jo Wan Tae makanya tutup mulut dan bilang tidak sakit. Jeong Gu melihat semuanya dan bahkan merekam semuanya.

Saking  takutnya ia melempar ponselnya. Sang Mi mengambil ponsel tersebut.

Sang Mi menyaksikan video tersebut. Di luar Jo Wan Tae menatapnya mengerikan. Sang Mi tampak takut. Jo Wan Tae memberikan Jeong Gu soda.

Di perjalanan, Sang Mi bersiap diri jiak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ia memegangi obeng yang jatuh di bawah.

Mobil oleng jatuh ke jurang. Sang Mi dan yang lainnya masih di dalam sana.

Advertisements