[Sinopsis] Save Me – Episode 01

Muji-gun 2014..

Im Sang Mi ( Seo Ye Ji ) dan keluarganya di perjalanan.

Baek Jung Ki menyerukan “Yang Maha Kuasa akan selalu bersamamu.”

Para jemaatnya balas mengatakan “Bapa Spiritual! Bapa Spiritual!”

“Yang Maha Kuasa akan menjadi penyelamatmu.”

“Kami percaya itu!”

“Kami percaya itu!”

    Hujan semakin deras, ban mobil mereka pecah. Semuanya terkejut, sementara petir terus menggelegar. Ayah Sang Mi, Im Joo Ho keluar mengecek ban depan yang pecah. Istrinya, Kim Bo Eun ikut keluar memayungi suaminya dan menanyakan apa yang sedang terjadi?

     Seorang pria didorong memasuki ruangan. Baek Jung Ki mendekatinya. Tuan Park mengidap kanker perut stadium akhir, bahkan rumah sakit di Seoul menolak merawatnya dan mengusirnya.

      Dua kendaraan bermotor melintas, mereka berbalik arah setelah melewati mobil keluarga Im yang mogok. Kim Bo Eun ketakutan, Im Joo Ho menyuruh istrinya kembali ke mobil. Empat orang dengan jas hujan berjalan mendekat.

Baek Jung Ki berkata dengan berapi-api, bahwa Yang Maha Kuasa tidak akan pernah berpaling pasien yang datang kepadanya untuk meminta bantuan. Para hadirin berseru, kami percaya! Kami percaya!

      Keempat orang itu adalah Han Sang Hwan ( TaecYeon ), Seok Dong Cheol ( Woo Do Hwan ), Choi Man Hee, Woo Jung Hoon. Mereka berniat membantu.

Sang Mi merasa khawatir, ia membuka jendela, bertanya pada ibunya apakah baik-baik saja?. Ibunya bilang baik-baik saja, orang-orang ini hendak membantu. Ia menyuruh anaknya menutup jendela lagi agar tidak kehujanan.

Ayah Sang Mi bertanya adakah bengkel di sekitaran sini?. Sayangnya hampir semuanya tutup setelah pukul 7, salah satu dari keempat meneleponkan kenalannya yang bengkelnya tak jauh dari kota ini. Sekitar 30 menit akan sampai kemari.

Nyonya dan Tuan Im berterima kasih sekali sudah dibantu. Nyonya Im bertanya harus melakukan apa untuk balas budi?. Salah satu dari 4 pemuda hendak mengatakan sesuatu, tapi Han Sang Hwan memukul pundaknya untuk diam. Sang Hwan bilang tak masalah, mohon menunggu sebentar lagi reparasi akan datang.

Salah satunya sebelum pergi memandangi Im Sang Mi.

Im Sang Jin nampak resah. Sang Mi khawatir “Oppa, kau baik-baik saja?”

“Iya”

“Tidak usah kuatir, tidak akan terjadi apa-apa di sini.”

“Aku tidak khawatir tentang itu.” Sang Jin masih tampak gelisah, Sang Mi menggenggam tangan kakaknya untuk menenangkan.

Baek Jung Ki sambil berseru dan memegangi perut “Atas nama… Nama penyelamat kita, Yang Mahakuasa, aku akan memanggil penyakit jahat …  Itu membuat anakku tercinta, Park Doo Young, menderita kesakitan. Dengan api penyelamatan yang membara,…”

Baek Jung Ki menepuk-nepuk perut itu, kemudian keluar darah. Baek Jung Ki mengeluarkan sesuatu dari sana, ia menggenggamnya dan perutnya secara ajaib tidak sobek atau semacamnya, hanya terlihat noda darah seperti habis diolesi.

Baek Joong Ki menunjukkan sesuatu di tangannya, menurutnya inilah penyebab kanker perut. Semuanya yang hadir takjub dan memuji-muji Yang Mahakuasa mereka.

Han Sang Hwan ( TaecYeon ), Seok Dong Cheol ( Woo Do Hwan ), Choi Man Hee, Woo Jung Hoon makan sambil membicarakan gadis yang datang dari Seoul tadi cantik sekali. Masing-masing dari mereka berceloteh kalau Im Sang Mi memandangi mereka tadi.

Dong Cheol tanya Sang Hwan apakah kali ini ayahnya Sang Hwan akan berhasil?. Sang Hwan memperhatikan poster pemilihan ayahnya.

Jung Hoon percaya diri ayahnya Sang Hwan bakal menang karena. Tentu saja, dia akan berhasil. Tidak ada orang lain yang memenuhi syarat.

“Imo! Berikan kami minuman!” Pinta Jung Hoon. Tak lama kemudian Bibi  kedai datang membawakan 4 gelas minuman yang warnanya hitam sekali. Jung Hoon memprotes tapi Bibi itu marah, ia memberikan ini karena tidak mau keempatnya berbuat onar dan berakhir di kantor polisi lagi.

Keempatnya agak kecewa karena sepertinya bukan alkohol yang mereka harapnya, hanya cola. Sang Hwan menyuruh mereka tinggal minum saja. Choi Man Hee minum duluan. Efek colanya langsung bereaksi.

      Mobil keluarga Im diderek. Semuanya tampak murung, Nyonya Im memegangi tangan Sang Mi. “Kau terkejut ya? Mulai sekarang hanya hal-hal yang baik yang akan terjadi.” Sang Mi tersenyum dan mengangguk.

Perbaikan mobilnya sudah selesai. Dua pria di sana menyayangkan kenapa pindah rumah disaat cuaca saat ini?. Tapi katanya akan mendatangkan keberuntungan kalau pindah rumah saat hujan. Tuan Im kemudian pamit, salah satunya mengejarnya dan memberikan kartu nama untuk memesan Jajangmyeon. Tradisi pindah rumah kan harus makan jajangmyeon.

    Jo Wan Tae mengajak bernyanyi para jemaat. Suasananya riuh ramai.

Baek Jung Ki memandangi pohon besar bercelah di depannya. Tuan Park datang untuk mengucapkan terima kasih karena sudah ditolong. Ia bertanya-tanya harus membayar apa atas kebaikannya Pak Pendeta. Tuan Park dengan Pendeta ingin membangun gereja, ia memberikan uang pada Pendeta. Baek Jung Ki hanya tersenyum dan fokus pada pohon

Anda tahu ini pohon apa? Kami menyebutnya “Pohon kepercayaan”. Seperti yang terlihat mungkin hanya pohon tua dan kosong. Namun pohon ini sudah hidup lebih dari 500 tahun  dengan cabang kokoh itu. Semua berkat kebaikan Yang Maha Kuasa. Dan bisa juga dikenal sebagai keajaiban.

“Aku percaya”

“Aku percaya”

Kata Tuan Park dan Nyonya Kang. Baek Jung Ki bilang ia hanyalah hamba Yang Mahakuasa dan tidak memerlukan bayaran. Yang perlu dilakukan hanyalah menunjukkan ketaatan pada Yang Mahakuasa atas keajaiban hari ini.

~ Save Me ~

     Keluarga Im sampai di alamat yang mereka tuju. Mereka merasa aneh, apakah salah alamat?. Kemudian Tuan Im mengeceknya, mereka mulau khawatir. Tuan Im menelepon rekannya.

Petugas Choi dan Sersan Woo berpatroli. Pria mabuk membuat mobil mereka berhenti, pria itu merangkak naik mobil dan mengencingi mobil itu.

4 sekawan itu hendak pulang malam. Petugas Choi datang, Petugas Woo Choon Gil memanggil Jung Hoon. Bertanya apa Jung Hoon tidak membuat masalah? Jung Hoon mengiyakan tidak. Petugas Woo lalu memarahi Jung Hoon, Jung Hoon harus mengabari ibunya kalau mau pulang malam!

Jung Hoon patuh. Lalu Sersan Woo menyapa Sang Hwan, bertanya perkembangan ayah Sang Hwan bagaimana? Ayah Sang Hwan itu semacam mutiaranya kota ini.

Si pria mabuk mual-mual, dan memuntahi mobil. Petugas Choi dan Sersan Woo pergi. Keempatnya disuruh belajar yang rajin.

        Sersan Woo dan Petugas Choi datang ke pertemuan para jemaatnya Baek Jung Ki. Mereka diberikan minuman oleh Nyonya Kang. Sersan Woo memuji Nyonya Kang yang makin hari tampak semakin muda. Nyonya Kang bilang ini berkat air awet muda di sini. Sersan Woo lalu menyuruh Petugas Choi untuk minum itu juga.

Baek Jung Ki datang menyalami mereka, Jo Wan Tae membawakan hadiah kepada kedua petugas, atas jasa keduanya menjaga keamanan kota ini. Sersan Woo merasa tidak nyaman dengan itu.

     Nyonya Kang dengar ibunya Petugas Choi mengalami kecelakaan. Petugas Choi menanggapi, bukan kejadian yang serius, ia tidak apa-apa. Nyonya Kang menyarankan untuk dibawa kemari saja agar diobati oleh Pak Pendeta.

Pak Pendeta meyakinkan mereka untuk tidak masalah menerima hadiah ini. Lalu Sersan Woo dengan senang hati menerimanya, ia beralasan hanya tidak mau menjadi bahan gosipan orang-orang gara-gara menerima hadiah ini.

      Sang Hwan, Jung Hoon, dan Dong Cheol melompat ke kolam. Lalu si gemuk Man Hee menyusul hendak melompat. Ketiganya berteriak jangan jangan jangan!!!

Tapi Man Hee tetap melompat, menimbulkan gelombang besar. Mereka lalu saling mengecipakkan air ke muka.

Keluarga Im berakhir di sauna. Sang Mi dan Sang Ji makan, ibu mereka masih belum tenang pikirannya.

“Ibu, di mana ayah?” Tanya Sang Mi

Ayah mereka menghubungi Sung Ho. Sung Ho menipunya, ia sekarang sedang berjudi, janji akan membayar hutangnya dengan bunga nanti. Telepon dimatikan. Tuan Im tidak bisa menghubunginya lagi.

“Ayah” Sang Mi tampaknya mendengar pembicaraan ayahnya.

Keempatnya main game, mereka lalu berpaling saat melihat Sang Mi. Mereka mengikutinya, sepertinya mereka hendak pindah rumah tapi kenapa sekarang di sauna?. Jung Hoon menebak, jangan-jangan gadis itu diculik?

Sang Hwan tidak sependapat, mana ada penculik yang membawa culikannya di sauna kering?. Keempatnya bersembunyi saat dipikir Sang Mi menoleh ke belakang. Karena mereka penasaran, mereka lalu bersuit. Jung Hoon kalah, ia hendak bertanya tapi Keluarga Im sudah pergi.

~ Save Me Episode 1 ~

      Tuan Im Joo Ho bertanya ke sana kemari mencari pekerjaan, tak satupun mengajaknya bekerja.

Han Yong Min ayahnya Han Sang Hwan yang mencalonan diri, ia sedang melakukan kampanye. Ia janji akan memajukan kota ini, sapi-sapi di Muji-gun adalah yang terbaik!. Im Joo Ho lalu dipanggil orang, ia akan diajak bekerja.


Baek Jung Ki memulai pengobatannya. Jo Wan Tae membagikan sesuatu, Kang Eun Si memberikan minuman pada lansia.

      Sang Hwan, Jung Hoon, Man Hee, dan Dong Cheol beraksi. Mereka memilok motor musuh mereka. Setelah ketahuan mereka kabur.

Sajangnim peternakan sapi itu mengungkapkan sebenarnya ia mencari pekerja dari asia tenggara karena ia tidak bisa membayar tinggi untuk orang Korea, pekerjaannya juga sangat berat. Tuam Im tidak keberatan dengan itu, ia janji akan bekerja rajin.

Tuan Im juga menanyakan perihal tempat tinggal, katanya disediakan tempat tinggal. Apa tidak apa-apa untuk beberapa orang juga?. Sajangnim bertanya memangnya siapa lagi?

Keluarga Im sampai di tempat tinggal yang dimaksud, mereka mengamati ruangan kecil tersebut. Sang Mi pikir ini tidak masalah,

“Sungguh?” Tanya ayah

“Iya. Tidak masalah selama kita bisa tinggal bersama.”

“Benar, Sang Mi benar” Kata Ibu.

Mereka mulai bersih-bersih dan mengangkuti barang. Setelahnya mereka makan dengan seadanya. Ayah meminta maaf atas keadaan ini, sebagai gantinya ia akan bekerja keras dan tinggal ke tempat yang lebih baik.

Sang Mi tidak masalah, ia berpikiran positif. Kapan lagi kita bisa mengalami pengalaman ini.. udaranya bagus, airnya bersih. Kita makan malam dengan suara para sapi. Aku senang karena rasanya seperti kita sedang berkemah. Iya, kan Oppa?

“Aku juga senang”

Dari kejauhan Baek Jung Ki mengamati keluarga bahagia tersebut.

Sajangnim itu diberi sesuatu (uang? Kah?). Ia janji akan mengelola kesemuanya dengan baik.

   Keempat sekawan itu sedang taruhan. Sang Hwan kalah taruhan.

“Dong Cheol, kau tidak memberinya makan sesuatu yang spesial, kan?. Biasanya dia tidak sepintar itu.”

Sang Hwan tidak terima. Dong Cheol menasehati kalau tidak perlu pintar untuk menang, cuma butuh keberanian.

“Oh, iya. Benar. Itulah kenapa kau selalu dapat masalah.” Sindirnya ke Dong Cheol. Jung Hun dan yang lain mengajaknya ke karaoke dan Sang Hwan harus mentraktir mereka karena kalah.

Jung Hoon hendak ke kamar kecil. Orang yang motornya mereka coret-coret sebelumnya membuat Jung Hoon mundur. Jung Hoon meminta maaf, anak itu lalu hendak memukul. STOP!

Teriak Sang Hwan. Mereka lalu terlibat dalam perkelahian. Karena Sang Hwan and geng kalah jumlah mereka memilih kabur.

Meski naik motor keempatnya tetap bisa dihentikan. Mereka dikepung depan dan belakang. Jung Hoon ketakutan, Sang Hwan bertanya harus apa kita?

Dong Cheol dengan percaya diri mengatakan “Laki-laki sejati itu harus punya keberanian.” Katanya sambil membuka helm.

Sang Hwan setuju, “Benar. Kurasa kau benar. Seorang pria harus punya keberanian.”

Saat hendak bertarung, si Boss besar datang menghentikan anak buahnya.

Anak buahnya merasa malu kalau harus berhenti di sini. Lalu Boss besar mendekati Sang Hwan, hei.. kau Han Sang Hwan? Ia tampaknya sengaja mengalah karena ayahnya Sang Hwan.

     Jung Hoon mengolok Sang Hwan, kalau saja bukan karena koneksinya Sang Hwan dengan ayahnya pasti ia tidak mau berteman dengan Sang Hwan. Lalu keempatnya pergi karaoke.

Tuan Im bekerja. Sajangnim mendatanginya, memuji pekerjaannya bagus dan pasti ini berat karena pertama kalinya. Tuan Im merendah. Sajangnim bilang ia sudah 50 tahun merawat sapi-sapi, dari tatapan mata para sapi terhadap Tuan Im.. Sajangnim tahu kalau Tuan I mini orangnya naïf.

Pak pendeta secara pribadi memilih Tuan Im, bagaimana kalau kita pergi ke gereja? Karena pendeta ingin bertemu dengan Tuan Im.

Jo Wan Tae memasuki ruangan misterius. Ia membawa keluar pria mabuk yang dibawa Petugas Choi sebelumnya. Jo Wan Tae hendak memandikan pria mabuk  itu. Tapi pria itu marah, dikiranya Jo Wan Tae penyuka sesama jenis.

Jo Wan Tae kesal, ia memukul pria itu sampai berdarah.

Kemudian menyiram pria itu dengan air panas.

     Kemudian ia bertemu dengan Pendeta. Ia ketakutan dan minta tolong, tadi Jo Wan Tae hendak membunuhnya. Kang Eun Sil memberinya minuman. Pendeta menyuruhnya duduk kembali.

“Selama dosa-dosamu Hidup, jiwamu akan mati”

“Apa maksudnya itu?” Tanya si pria.

Pendeta minta ia jangan terlalu takut dengan kematian. Si Pria kesal, ia membuang minuman itu sampai mengenai pendeta. Dengan ketakutan ia meminum teh yang Pendeta berikan.

Pendeta ingin mendengarkan pengakuan dosanya. Si pria tiba-tiba menangis, ia meminta maaf dan memanggil ibunya. “Ibu!”

Jo Wan Tae menyeringai menyaksikan itu.

Dong Cheol memanggil ayahnya untuk pulang, nenek ingin ayah pulang untuk makan. Ayahnya tidak peduli, ia hanya ingin dibelikan minuman keras lagi. Ayahnya kesal melihat Dong Cheol yang mirip istrinya, pintar, seharusnya tidak usah lahir. Tiap kali melihat Dong Cheol ia marah sekali,

Ayahnya harap Dong Cheol mati saja.

Dong Cheol pulang, neneknya membelikan Jajangmyeon. Dong Cheol menyayankan kenapa neneknya membelikan segala? Nenek sudah kepayahan mencari kardus untuk biaya hidup.

“Ayah macam apa yang tidak tahu ulang tahun anaknya sendiri?”

Nenek bilang ia akan memberikan apapun pada Dong Cheol. Ia mengajak Dong Cheol makan. Nenek hampir terjatuh dan Dong Cheol membantunya.

“Aku minta maaf, maaf.” Nenek meminta maaf, Dong Cheol mengecup pipi kiri neneknya.

“Bagiku nenek adalah orang yang paling kusayangi di dunia ini. Jadi tidak perlu minta maaf padaku”

Mereka kemudian makan bersama. Dong Cheol memakannya untuk menyenangkan neneknya. Nenek membelikan ini untuk ulang tahunnya.

Dengan air mata yang tertahan Dong Cheol memakannya, “Ini sangat lezat. Nenek tidak makan?” Nenek bilang ia akan makan nanti.

       Tuan Han menyuapi istrinya. Sang Hwan datang, menanyakan apakah ayah sudah makan?. Tuan Han bilang ibumu duluan yang harus makan. Kemudian Sang Hwan ambil alih menyuapi ibunya.

“Aku tahu pasti ini berat buatmu” Kata Tuan Han

“Tidak kog. Pasti lebih berat bagi ibu ketimbang aku.”

“Ibumu ini orang yang kuat”

Sang Hwan menyuruh ayahnya pergi, besok pasti akan sibuk. Ayahnya terharu karena Sang Hwan mulai mengkhawatirkan kesehatannya. Sang Hwan mengelak, ini soalnya ayah harus sehat jika ingin menjadi Gubernur.

Dong Cheol ada di dekat sungai, Sang Hwan di sekitar rumah sakit. Mereka akan balapan.

    Keluarga Im dan Sajangnim ke gereja. Sajangnim memperkenalkan Apostel Jo Wan Tae dan Kang Eun Sil pada keluarga Im.

Pendeta memberikan teh yang sama seperti ke para jemaat yang lain, ia bilang minumlah selagi masih panas. Menurut Sajangnim teh ini bukanlah sembarang teh, melainkan dibuat dengan air kehidupan/suci dari pak pendeta.

Tuan Im tidak mengerti maksudnya. Nyonya Kang menjelaskan itu dikarenakan Pastor di sini lebih dari sekedar pendeta biasa. Bagaikan kekuatan spiritual Bapa bagi kami.

Jo Wan Tae mengajak Sajangnim pergi dengan alasan diajak main kartu.

Pendeta berkomentar kalau anak-anak ini memiliki roh yang bersih. Siapa namamu?

“Namaku Im Sang Mi”

“Namaku Im Sang Jin”

“Berapa usia kalian berdua?”

“Mereka 17 tahun. Mereka kembar binovular.”

Nyonya Kang terperangah, pantas saja keduanya terlihat mirip.

“Anugerah Maha Kuasa benar-benar menakjubkan.” Puji Pendeta. Nyonya Kang membenarkannya. Lalu ia menatap Sang Mi dengan pandangan yang aneh.

Sang Mi balas menatapnya.

Setelahnya mereka diantarkan keluar. Nyonya Im bertanya kenapa mereka bisa tahu tempat tinggal kami? Nyonya Kang bilang ini berkat Mahakuasa. Keluarga Im terkejut, tidak mengerti.

Nyonya Kang menjelaskan ini karena Pak Pendeta selalu menekankan untuk memperlakukan tetangga seperti keluarga sendiri.  Lalu mereka berpamitan pergi.

Dalam perjalanan keluarga itu membicarakan betapa anehnya gereja tadi. Namun tidak semua berpendapat sama.

     Selanjutnya rencananya adalah pindah ke rumah yang lebih baik dan menyekolahkan Sang Jin dan Sang Mi.

NOTES:

Save Me agak aneh.. dalam artian ngeri ngeri gimana gitu…, saya bikin ini gak detail-detail amat.

Katanya di ulasan singkat, Save Me bercerita soal Sang Mi yang terlibat dalam aliran sesat. Ia meminta tolong untuk diselamatkan dari aliran sesat itu, si Sang Hwan dan kawan-kawan akan membantunya.

Kayaknya yang sesat emang gerejanya dan ketiga orang itu, Pendeta Baek Jung Ki, Kang Eun Sil, dan Jo Wan Tae. Betewe Sang Jin dia kakinya tidak normal, kalau jalan nyeret-nyeret tanah.

    Nampaknya aksi tolong menolongnya bakalan terjadi sekian tahun kemudian.

Semoga seru, karena ini dramanya OCN, masih terbayang bagusnya Tunnel dan Voice. Saya bikin ini karena nunggu Jimi Ni Sugoi subtitle eps 10 belum keluar juga. Sepertinya setelah Bride of Water God ending saya hanya akan mengikuti Criminal Minds dan Save Me saja, untuk drama baru lainnya saya kurang tertarik.

 

Advertisements