[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 03

       Dua orang berlari di tengah rel kereta api.

“Permisi, bisa aku pinjam charger?” Tanya Min Young ke petugas kereta. Si petugas mengambilkannya. Orang-orang di dalam tampak sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Min Young memberikan laporan pada Baek Han, Baek Han minta detailnya nanti. Petugas datang membawakan charger ke Min Young. Saat hendak mencharger barangnya jatuh, tertulis NCI di sana.

Seorang pria berjas memarahi pria berbaju biru, Cho Seok Hwan. Ia menyuruh Cho Seok Hwan mempertimbangkan lagi apa yang hendak ia lakukan, apa kau tidak lihat tanda NCI di sana?. Tiba-tiba laju kereta api berhenti.

“Mohon perhatian bagi para penumpang, terjadi insiden tidak terduga, dan kereta api diberhentikan. Dimohon tetap duduk di bangku dan menunggu selama beberapa waktu.”

Beberapa mengaluh karena mereka jadi terlambat. Min Young bertanya apa yang sedang terjadi ke petugas yang berkeliling. Si petugas menjelaskan, Min Young diminta pura-pura tidak tahu saja.

pria mencurigakan tadi melihat Min Young dan petugas berbisik-bisik. Si pria berjas menyuruh Cho Seok Hwan merebut senjata di pinggal petugas. Cho Seok Hwan menembaknya. Cho Seok Hwan panik, ia mengarahkan senjatanya ke Min Young.

       Di NCI, cctv di dalam kereta ditampilkan. Terlihat Min Young disandera. Hyun Joon meminta bagian wajah si pelaku di-zoom.

“Ini dyskinesia, “ Kata Lee Han saat memperhatikan pelaku.

“Apa? Dyski… “

“Dia mendistorsikan wajahnya, dengan kata lain, dia memiliki pergerakan spontan yang kacau. Ini terjadi jika seseorang tidak menggunakan obat-obatan dalam jangka waktu yang lama”

Nana khawatir, berarti Min Young disandera oleh orang gila?.

Hyun Joon bilang. Dia bukan hanya sekedar pria tidak waras. Pria gila dengan senjata yang bisa melakukan pembunuhan.

     Cho Seok Hwan menyuruh semua penumpang di gerbong tersebut berkumpul. Ia kemudian menutupi semua jendelanya. Seorang wanita memberanikan diri berbicara, Cho Seok Hwan-ssi.. ada apa denganmu kenapa melakukan ini? Tenanglah..

Cho Seok Hwan marah, ia merasa pusing karena mendengarkan wanita ini. Cho Seok Hwan mengarahkan senjatanya.

Pria berjas mengatakan “Dia memang selalu egois. Kau bunuh saja dia!”

Suara sirine polisi terdengar, dua mobil patrol datang. Cho Seok Hwan melihat dari jendela, ia mengamuk, memukul-mukul kursi. Kenapa mereka mengirim petugas? Kenapa?

“Ajuma! Pacarmu gila..” Kata pria berkacamata pada wanita yang mencoba menenangkan tadi.

“Perhatikan ucapanmu. Dia bukanlah pacarku.”

Min Young bertanya, apakah pria itu mengidap gangguan jiwa?. Si wanita membenarkannya, ia yakin sebentar lagi Cho Seok Hwan tenang karena ia adalah pasiennya. Cho Seok Hwan adalah pasien yang mengalami ganguan jiwa serius. Ini pertama kalinya Cho Seok Hwan hilang kendali seperti ini.

Cho Seok Hwan bisa tenang kalau ketakutannya bisa diredakan. Sayangnya tidak tahu apa masalah Cho Seok Hwan sekarang.

Seorang ibu hamil mengalami kesakitan.

Nana mendapatkan informasi Cho Seok Hwan. Namanya Cho Seok Hwan, usianya 44 tahun. Dia tinggal di Nam Gu Manyeng-dong, Busan. Dia meraih doktoral teknik kimia di Buseong University dan mengembangkan sumber daya alternatif, pernah ikut karena suatu alasan Negara mencuri hak patennya. Sejak saat itu ia menerima perawatan psikoterapi.

“Kupikir ada wanita hamil di kereta” Kata Sun Woo melihat seorang wanita di video

Nana mengeceknya. Benar wanita itu hamil. Namanya Oh Seung Eun, usianya 35 tahun. Wanita yang berada di dekatnya itu adalah dokternya Cho Seok Hwan. Kim Ji Yeon, 35 tahun. Wanita asing disebelahnya Marie Liz, 24 tahun. Bekerja di Press Kedutaan Prancis.

“Lalu siapa pria yang mengenakan topi?” Tanya Kang Ki Hyung

“Aku masih belum menemukan personal informasi detailnya.” Nana  hanya bisa mengecek informasi penumpang dari kartu yang mereka gunakan untuk membeli tiket kereta. Pria itu sama sekali tidak ada informasinya.

“Salah satu korban meninggal adalah petugas polisi, kan?” Tanya Hyun Joon

“Benar” Sun Woo menjawab

Hyun Joon berkesimpulan bahwa tadi kereta berhenti beroperasi karena salah satu pembunuhnya tewas tertabrak. Lalu ada orang tanpa catatan di dalam gerbong.

Nana mencari informasi wajahnya. Benar, Kang Won Hyung adalah pembnuh yang polisi cari.. ia membunuh dan merampok sebuah keluarga sekitar pukul 11 tadi malam.

~ Criminal Minds ~

     Para penumpang berlarian keluar. Kereta dikepung oleh sniper. Sun Woo menjelaskan kalau kita memutuskan untuk tidak membuat pergerakan sampai negosiasinya selesai.

“Apa yang diinginkan penjahat?”

“Dia terus menyuruh kami membawa bawalah orang yang bertanggung jawab.”

Jung Han Soo tim manajer negosiasi. Ha Sun Woo memperkenalkan diri dari NCI, mulai sekarang NCI akan mengurusi negosiasi. Jung Han Soo tidak yangkin mereka bisa bernegosiasi dengan pria gila.

“Pertama, kita harus menunjukkan kepadanya bahwa hal-hal … Akan seperti yang dia inginkan. Taman sedekat mungkin dengan barikade. Tunggu 30 detik saat kau tiba di situs. Tunggu 30 detik saat kau tiba di situs. Seolah-olah kau adalah seorang manajer senior yang terlambat. Jangan mempercayai mereka begitu mudah. Jangan melihat kereta api. Abaikan itu.”

“Kau harus bertindak seolah-olah kau tidak peduli tentang … Hanya beberapa sandera.”

Cho Seok Hwan kegirangan melihat Kang Timjangnim dan rombongan. Mereka mengawasi tindak tandung Cho Seok Hwan. Kang Timjangnim belum bertindak, ia sedang menganalisis apa yang ada dikhayalannya Cho Seok Hwan. Hyun Joon geram, ia pikir lebih baik mereka mengirimkan SWAT dalam situasi ini.

Cho Seok Hwan masih cemas, ia mondar-mandir memperhatikan telepon di lantai. Lalu menjambak wanita hamil, Min Young menahannya.. lebih baik bawa aku saja. Cho Seok Hwan tidak mau, memangnya Min Young akan memberikan pesan pada mereka?

Min Young meyakinkan, katakan apa yang kau inginkan, dan aku akan memberitahu mereka.

Cho Seok Hwan mendorong si ibu hamil menelepon. Kang Timjangnim tidak langsung mengangkatnya. Cho Seok Hwan ingin tahu siapa dan di mana mereka sekarang? Kang Timjangnim tidak menjawabnya.

Cho Seok Hwan mendesak akan membunuh Min Young. Cho Seok Hwan berpikir ia sedang berbicara dengan orang yang punya kedudukan tinggi. Cho Seok Hwan ingin Kang Ki Hyung menyingkirkan mereka secepatnya.

Kang Timjangnim berlagak, tentu kau tahu ini tidak akan mudah dan butuh waktu lama. Cho Seok Hwan semakin panik, ia memberikan waktu 1 jam untuk membereskan mereka. Kang Timjangnim memutus panggilan.

Hyun Joon gusar, siapa yang Cho Seok Hwan maksud dengan mereka?. Kang Timjangnim juga tidak tahu siapa mereka yang dimaksud Cho Seok Hwan. Kita masih punya waktu untuk mencari tahu siapa mereka.

20 menit NCI masih berpikir, Lee Han melihat ada yang aneh dengan lengan v. Hyun Joon berpikir dari lukanya terlihat seperti berusaha mengeluarkan sesuatu. Sun Woo menduga Cho Seok Hwan berusaha mengeluarkan micro chip, karena Cho Seok Hwan mengalamui delusional akut dia pasti berpikir ada chip di dalam tubuhnya. Cho Seok Hwan bisa berpikir logis walau mengalami delusional akut.

“Kita harus membuat situasi di mana ia akan berpikir chip itu hilang.” Kata Hyun Joon

“Masalahnya dia pikir chip itu ada di lengannya. Seok Hwan akan melihat lengannya … Untuk memastikan chipnya habis.” Kata Kang Ki Hyung

Hyun Joon kemudian melakukan trik sulap ringan dengan koin. Ia menghilangkannya. Sun Woo bertanya apa kita akan melakukan seperti sulap?. Hyun Joon menyarankan melakukan hal tersebut pada Seok Hwan. Sun Woo melarangnya, terlalu berbahaya.

“Apa kau punya saran lain?” Tanya Hyun Joon ke Sun Woo.

Sun Woo menyergahnya karena Hyun Joon belum terbiasa, Hyun Joon bilang ia akan mengenakan In-ear dan meminta Lee Han bekerja sama karena Lee Han bisa melihat kondisi Seok Hwan dengan jelas.

Kang Timjangnim setuju dengan idenya Hyun Joon, tidak ada pilihan lain. Karena ketika waktunya habis Seok Hwan akan membunuh semua sanderanya.

Lee Han mengingatkan Hyun Joon untuk bertindak sesuai khayalan Seok Hwan.

“Bila ada sandera, bahkan jika kita mendapat perintah untuk menyerang. Ada kalanya kita tidak memberi tahu negosiator. “ Kata Sun Woo

“Karena jika ada sesuatu yang salah dalam suaraku atau pilihan kata-kataku. Semuanya akan sia-sia belaka. aku berada di Special Tasks Force.”

Sun Woo menyuruh Hyun Joon jangan melakukan kontak mata dengan Min Young. Jangan lupa bahwa kau seorang ahli… Dalam menghapus microchip.

Apa kau selesai sekarang?, tanya Hyun Joon.

Hyun Joon memasuki gerbong kereta, ia datang dengan peralatannya untuk mengeluarkan micro chip. Seok Hwan menodongnya, ia curiga. Menyuruh Hyun Joon melepas rompi anti pelurunya.

Hyun Joon berhasil mengelabuhinya. Seok Hwan amat sangat terharu, aku benar! Lihat dokter.. aku benar bukan?. Dokternya meminta maaf karena selama ini tidak mempercayai Seok Hwan. Min Young dengan hati-hati meminta senjata api dari Seok Hwan.

Ledakan tawa keluar dari pria bertopi. Hei! Apa kau percaya itu benar keluar dari tanganmu? Tadi aku lihat dia mengeluarkannya dari lengannya.

Seok Hwan kembali panik, marah karena ditipu. Pria bertopi memanas-manasi, berkata pria ini pasti polisi.. tidak bisakah kau lihat?.

Seok Hwan mengarahkan senjatanya ke Hyun Joon. Si pria bertopi hendak mendekat, Seok Hwan meneriakinya jangan bergerak! Siapa kau?. Pria bertopi bilang ia sama dengan Seok Hwan, pemerintah yang korup ini juga mengawasiku. Kita ada dipihak yang sama.

    Terjadi perubahan rencana, para penembak jitu diberitahu dan mulai siaga. Kang Timjangnim mengaba-abai Hyun Joon untuk keluar dalam hitungan lima. Sisanya biarkan Task Force yang bertindak.

Hyun Joon teringat saat Lee Han memintanya bertindak sesuai khayalan Seok Hwan. Hyun Joon membenarkan ia adalah polisi, tapi alasan ia disini dan kenapa kereta dihentikan adalah pria bertopi itu. Bukan Seok Hwan.

“Kau masuk ke laboratorium penelitian di Bangi-dong, Sejong-si … Dengan kaki tanganmu sekitar jam 11 tadi malam. Kau mencuri data para peneliti dan membunuh mereka, kau masuk ke kereta ini sehingga kau bisa mengambilnya … Data penelitian Doctor Cho. Apa aku tidak mengatakan yang sebenarnya?” Tuduh Hyun Joon

“Apa maksudmu? Apa yang kau … itu omong kosong”

Hyun Joon berkata ke Cho Seok Hwan kalau pria bertopi inilah yang selama ini mengawasimu, menaruh chip di tanganmu, mencuri penelitianmu. Pada sumber energi alternatif yang kau kembangkan untuk mewujudkan dunia yang lebih baik.

Seok Hwan kebingungan, ia tampaknya percaya dengan Hyun Joon. Mulai mengarahkan senjatanya ke Kang Won Jung. Kang Won Jung marah, baginya ini omong kosong belaka.

Seok Hwan hendak menembak, Hyun Joon berusaha merampas senjata. Kang Won Jung ikut dalam pergumulan itu, Hyun Joon mendorong Seok Hwan hingga terjatuh. Senjatanya juga jatuh, Hyun Joon berkelahi dengan Kang Won Jung.

Seok Hwan memegang senjata kembali, ia kebingungan harus menembak siapa.

Kang Timjangnim keluar berlari menuju gerbong, tembakan dilepaskan disaat yang sama Hyun Joon menedang wajah Seok Hwan. Kang Ki Hyung berhenti berlari. Sun Woo ikut keluar menuju gerbong.

Hyun Joon mengernyit kesakitan dan bangkit, Sun Woo membuang napasnya setengah lega dengan kasar lalu pergi meninggalkannya.

Seok Hwan ditangkap, rupanya pria yang mengenakan pakaian hitam sejak tadi di kereta adalah khayalannya Seok Hwan semata. Ia menolak disalahkan, ia tadi hanya menuruti pria itu!. Pria yang tidak ada di dunia nyata, hanya di khayalannya saja.

Lee Han dan Kang Timjangnim memperhatikan Seok Hwan. Lee Han bercerita kalau ibunya dulu sering berbicara kepada dirinya sendiri seperti Seok Hwan, atau berbicara pada mereka yang tdak kelihatan. Suatu hari nanti aku akan seperti itu..

Tidak, Kang Timjangnim pikir pengirimian herediter penyakit jiwa hanya sebuah kemungkinan. Lee Han jangan terlalu mengkhawatirkan hal itu.

Lee Han: “Sulit untuk melawan musuh … Siapa yang memiliki pos terdepan di kepalamu. Sally Kempton.”

~ * Criminal Minds *~

Nana Hwang senang sekali melihat Min Young selamat. Nana bertiema kasih pada Hyun Joon. Hyun Joon tidak mempermasalahkannya, sekarang kita keluarg. Itu adalah pekerjaanku. Seterusnya mohon kerjasamanya.

Nana memuji tampannya Hyun Joon ketika tersenyum. Lee Han mengingatkan Nana, biasanya orang tidak akan bicara seperti itu sekeras ini.

Omo! Apa kau mendengarnya? Tanya Nana ke Hyun Joon. Hyun Joon hanya diam saja. Min Young bertanya untuk makan malam bersama karena kita punya anggota baru. Kang Timjangnim mengajak semuanya makan di rumahnya.

Hyun Joon mengatur barang-barangnya, ia keluar sebentar. Sun Woo melihat Berkas Kasus Pembunuhan Sungai Nadeul. Ia mendekati meja Hyun Joon. Sun Woo melihat foto Hyun Joon. Hyun Joon kembali.

“Apa yang kau lakukan?” Ia mengambil fotonya.

Tanpa mengatakan apa-apa Sun Woo pergi.

“Ini.. Mereka memperbaiki tiang jembatan … Dekat Sungai Nadeul saat kejadian terjadi pada tahun 2003. Dia sudah berumur 24 tahun saat itu. Pelakunya berusia 20-an tahun. Bukan asli daerah itu, tapi familiar dengan daerah itu. Dia mungkin telah menjadi pelaku seks atau menghabiskan waktu di fasilitas perawatan. Dia cocok dengan profil yang kau ceritakan padaku.” Jelasnya ke Sun Woo

“Mulai sekarang, kau milikku.” Kata seorang gadis ke Hyun Joon. Hyun Joon canggung,

“Siapa bilang kau bisa melakukan itu?”

Si gadis itu bilang tentu saja, mulai sekarang. Ia mengenakan gelang yang sama dengan yang dikenakan Hyun Joon. Sekarang Hyun Joon masih mengenakannya kapanpun.

Sun Woo memperhatikan Hyun Joon dari jauh.

    Tim NCI datang ke kediamannya Kang Ki Hyung. Lee Han datang bersama dengan Hyun Joon. Mereka disambut dengan hangat.

Sun Woo menyapa Han Byul, “Bagaimana kabarmu, Han Byul? Kau punya potongan rambut.” Hyun Joon memperhatikan Sun Woo dan Han Byul, Han Byul menoleh ke Hyun Joon. Hyun Joon mengedipkan sebelah matanya, Han Byul balas melakukan hal yang sama.

Mereka makan bersama, Han Byul berada di pangkuan Hyun Joon. Min Young dan Nana saling berbisik berkomentar Hyun Joon nampaknya pria yang baik. Kang Ki Hyung pergi mengambilkan mainan, ia memberikannya ke Han Byul.

Han Byul turun dari pangkuan Hyun Joon hanya untuk mengambil mainan, ia lalu kembali lagi ke Hyun Joon. Kang Ki Hyung tampak sedikit kecewa. Tingkah Han Byul membuat semuanya geli tertawa.

Mereka main kuis. Lee Han memberikan pertanyaan

“Sekarang, dalam episode “Chief Detective” 880, Dalam episode bertajuk, “It’s Raining in Seoul”, apa hal terakhir yang Chief Han katakan saat dia mengundurkan diri?”

“Bagaimana aku tahu itu? Aku hanya akan minum.” Min Young menyerah, tidak tahu jawabannya.

Semakin tinggi bangunannya, semakin lama bayangannya.” Jawab Hyun Joon.

Nana bertanya ke Lee Han apakah jawabannya benar?. Lee Han mengangguk membenarkan.

“Itu adalah garis yang menggambarkan tingkat kejahatan akan meningkat … Seiring berkembangnya ekonomi dan polarisasi sosial semakin dalam.” Jelas Hyun Joon

Lee Han memegangi minumannya dengan enggan. Sun Woo menolongnya, ia meminumkan minuman Lee Han. Sekarang Sun Woo mengajukan pertanyaan.

“Kasus pembunuhan gadis SMA di Sungai Nadeul pada tahun 2003. Berapa nomornya? Tersangka yang menerima tes DNA?” Disaat yang sama Kang Ki Hyung datang, Hyun Joon menjawabnya

“$200,000.”

Kang Ki Hyung menerima panggilan.

“Halo, ini Kang Ki Hyung. Komisaris utama”

Semuanya pulang, Hyun Joon sebelum pergi memperhatikan kepergian Sun Woo dan rombongan.

~* Criminal Minds *~

Dua bulan setelah Go Young Min, putra ketua Grup Shilla … Go Byung Tae, ditangkap karena serangan seksual terhadap anak di bawah umur. Dia dibebaskan dan terlihat keluar dari Kantor Kejaksaan Seoul. Sementara berbagai kelompok advokasi … Melanjutkan protes mereka, Ha Yoon Man dari Ha dan Jang, yang adalah pengacara Go Young Min. Mengatakan tidak ada tekanan dalam keputusan pengadilan tersebut. Dan hukum dan prinsip …

   Siaran radio menyiarkan berita. Sun Woo tampak tidak nyaman dengan berita tersebut, ia minta disetelkan musik.

Kang Ki Hyung datang ke kediaman Komisaris. Seseorang memotretnya dari kejauhan.

Di dalam sana, seorang pria tua dengan banyak sekali alat bantu medis. Kang Ki Hyung memberikan salam padanya. Si pria tua menduga pasti Kang Ki Hyung sibuk, tapi meskipun sibuk ia harus datang. Karena setelah ini ia tidak bisa bertemu lagi. Akan meninggalkan tempat ini selamanya.

Kang Ki Hyung minta jangan berbicara seperti itu. Seharusnya aku sering mengunjungimu. Maafkan aku.

Kasus Pembunuhan Beruntun Reaper. Kang Ki Hyung diminta melihat kasus tersebut. Rekaman diperdengarkan.

“Aku membunuh dua lagi. Aku menikam mereka dengan pisau. Sekali, dua kali, tiga kali. Sulit tidak peduli berapa kali aku melakukannya, tapi aku akan terbiasa jika aku melanjutkan.”

Pembunuh itu menelepon dari telepon umum sambil menghentakkan pisaunya ke dinding kaca.

    Rekaman dimatikan. Komisaris bertanya apa Kang Ki Hyung mengingat suara ini?. Kang K Hyung membenarkannya tidak bisa melupakan suara itu.

Komisaris merasa ini salahnya. Kami gagal menangkapnya karena aku. Ki Hyung bertanya apa maksudnya, apa alasan sebenarnya untuk membubarkan tim investigasi?.

Saat itu ia tahu Kang Ki Hyung mengejar pembunuh itu, ia mengecualikan Kang Ki Hyung dalam tim investigasi. Ia tidak tahan melihat pembunuhan demi pembunuhan.

“Dari tim investigasi, buka ini” Katanya ke Ki Hyung

“Jika kau berhenti mengejarku. Aku akan berhenti berburu … Selagi kau hidup. Jika kau terus mengejarku, targetku selanjutnya …  Akan menjadi keluargamu”

Ini adalah kesepakatan pembunuh dengan Komisaris. Itulah alasannya tim investigasi dibubarkan. Komisaris tidak ingin keluarganya dibunuh. Ini memang salahnya, maafkan aku..

Jika Komisaris mati maka kesepakatannya sudah berakhir. Dan sekarang Kang Ki Hyung yang menjadi targetnya. Pembunuhnya hanya menargetkan yang terbaik.

Disaat itu pembunuhnya terlihat sudah lama mengawasi Kang Ki Hyung, ada banyak fotonya dan keluarganya. Orang tersebut mengambil topeng dari lemarinya.

Komisaris bersama tukang kebunnya. Tukang kebun tersebut adalah pembunuh yang ia cari-cari sebelumnya.

Ia mendekati komisaris. “Apa kau tidak penasaran dengan penampilanku?”

Pria itu membuka topengnya. Komisaris terkejut “Kau..” Ia tersungkur ke tanah.

   Suatu malam, mobil sepasang sejoli mogok karena ban mobilnya bocor. Si pria hendak menghubungi pihak asuransi. Seorang pria datang dari belakang, dia menawari ada ban cadangan di mobilnya.

Pria itu merasa terbantu, tapi ia terkejut melihat pisau di tangan pria bertopeng itu. Tak tunggu lama ia segera menusukkan pisaunya. Si pria dan wanita didudukkan ke dalam mobil. Si pembunuh mengomentari jam tangan si wanita bagus dan tampak cocok di tangannya.

Si wanita bersedia memberikannya asalkan jangan dibunuh. Sayangnya pembunuh tidak tertarik, ia menusukkan pisaunya berkali-kali membunuh keduanya.

Di TKP, pembunuhnya sengaja memberikan kacamata ke korbannya yang terakhir sebagai tandanya. Min Young tidak memberitahukan kepada Media seperti yang Kang Timjangnim perintahkan.

Tim dikumpulkan. Itu adalah Reaper, pembunuh berantai legendaries yang membuat seluruh bangsa menggigil ketakutan. Ada sepuluh kasus dalam 10 tahun terakhir, semenjak tahun 2000. Dia membunuh 21 pria dan wanita. Kemudian menghilang suatu hari.

Menurut Kang Timjangnim Reaper ini pembunuh yang tidak peduli usia dan jenis kelamin korbannya. Pertama-tama Reaper menyerang salah satunya kemudian memaksa menyaksikan si wanita meninggal secara lambat, kematian yang menyakitkan.

“Reaper tidak merasa senang dengan tindakan pembunuhan. Sebaliknya, dia menunjukkan kualitas abnormal dimana dia merasa superior … Sambil menyaksikan rasa sakit korbannya.” Kata Sun Woo

“Apa alasannya” Tanya Min Young

“Daya. Dia ingin menunjukkan bahwa dia lebih kuat dari apapun.” Jelas Lee Han

“Tapi kenapa kau membawa kasus ini?“ Hyun Joon tidak mengerti kenapa Kang Timjangnim membawa berkas kasus Reaper? Bukankah sudah tidak ada kasus Reaper sejak 2010? Jadi orang mengira ia meninggal atau dipenjara.

Kang Timjangnim menunjukkan kesepakatan Komisaris Kwon dengan Reaper. Itulah kenapa Reaper berhenti membunuh. Hyun Joon mencela kesepakatan konyol Komisaris dengan si Reaper. Setelah Komisaris Kwon meninggal Reaper mulai beraksi lagi.

Kacamata di korban kali ini adalah milik Kim Yong Chul, 7 tahun lalu Reaper menikamnya puluhan kali tapi Kim Yong Chul selamat secara ajaib. Satu-satunya korban yang selamat. Hyun Joon pikir pasti korban selanjutnya adalah Kim Yong Chul. Sun Woo setuju.

Kang Timjangnim ingin menghentikan Reaper sebelum semakin berbahaya. Nana sayangnya tidak menemukan data apapun di Kim Yong Chul selama beberapa tahun ini, sebagai gantinya ia menemukan sesuatu dari Son Suk Ju. Reporter itu menghubungi nomor yang sama secara berkala di hari Rabu dan jam yang sama.

Nomor bilik di pusat kota. Sun Woo bertanya kenapa melakukan hal itu?

Kang Ki Hyung menunjukkan Buku Anak Pelapor terutama… Wawancara mengenai kasus ini. Jadi tidak mungkin menulis … Tanpa menghubungi Kim Yong Chul. Kang Ki Hyung akan pergi menemui Reporter Son bersama Sun Woo, yang lainnya diminta mencari informasi tentang Reaper.

Kang Timjangnim bersama Sun Woo mendatangi telepon umum yang dimaksud. Reporter Son langsung menjawab, dikirnya itu Kim Yong Chul. Mereka bertemu, Reporter Son bertanya apakah kasus pasangan muda baru-baru ini juga karena Reaper? Kang Timjangnim bilang itu hanya tiruan. Kang Ki Hyung ingin diberi alamatnya Kim Yong Chul.

Reporter Son minta balasan informasi atas alamatnya. Kang Ki Hyung bertanya apa menulis artikel lebih penting daripada menyelamatkan nyawa orang?. Reporter Son menyerah, ia memberikan alamat yang diketahuinya.

     Mereka datang menemui Kim Yong Chul. Kacamata Kim Yong Chul ditunjukkan, Kim Yong Chul ketakutan, ia bertanya apa Reaper kembali lagi?. Ia meringkuk ketakutan.

Sun Woo memintanya tenang, kami kemari untuk melindungimu.

“Yu Jin … Mengepalkan kedua tangannya. Dia pasti sangat kesakitan. Aku ingin… Luruskan jemarinya. Tapi mereka tidak mau.”

“Agen kami akan melindungimu”

Kim Yong Chul yakin tidak ada yang bisa melindunginya. Kang Ki Hyung meminta Yong Chul jangan khawatir, Reaper itu hanyalah penjahat.. tidak perlu takut. Yong Chul geram, lalu kenapa Kang Ki Hyung tidak bisa menangkapnya?

“Kami akan menangkapnya” Kata Kang Timjangnim mantap.

Kim Yong Chul menuliskan alamatnya ke Kang Ki Hyung. Tidak ada yang tahu alamat ini, jika ia tidak ada di 7-6 Bukhansan-ro, Seongbuk-gu, Seoul maka itu adalah yang terakhir.

Kang Ki Hyung berjanji tidak akan memberitahukan alamat ini kepada siapapun.

~* Criminal Minds *~

Hyun Joon dan Lee Han mencari informasi melalui kasusnya Reaper selama ini. Sudah 5 jam, butuh dua jam lagi dan masih ada 368 kasus yang masih belum diperiksa.

Dari 2007 – 2010 Min Young hanya mengumpulkan yang copycats. Kang Ki Hyung menontoni semua video pengakuan pembunuh.

     Sebuah keluarga sedang berkemah bersama. Si sulung menelepon seseorang, ia tidak senang dengan piknik ini. Adiknya minta mainannya dibenarkan, si kakak membantu. Kedua orangtuanya sedang cekcok kecil.

Dari balik pohon seseorang memperhatikan mereka

    Kang Ki Hyung masih memperhatikan video. Terdengar berbagai macam pengakuan para pembunuh. Nomor disembunyikan menelepon Kang Ki Hyung

“Siapa kau?”

“Aku yakin kau tahu siapa aku melalui Komisaris Utama Kwon Sang Ho.”

“Ya. Itu hanya pemerasan biasa.”

“Jadi. Kau akan berdiri dengan apa yang kau percaya?”

“Apa sebegitu putus asa kau untuk pengakuan? Kau hanya penjahat sampah yang melakukan pembunuhan. Karena kau tidak dapat menerima inferioritasmu sendiri.”

“Jadi kau tidak akan membuat kesepakatan denganku?”

“Tidakkah kau memiliki sesuatu yang lebih orisinal? Ini. Apa yang akan mengejutkanmu saat ini? Aku harap kau tidak mengecewakanku.”

“Kau lucu. aku harap tidak mengecewakanmu”

Reaper menikam suami dan istri yang berkemah tadi. Keduanya memohon jangan membunuh anak-anak mereka.

Si sulung bersembunyi dengan adiknya dibalik pohon. Sulung menelepon bantuan,

“Petak umpet!” Kata Reaper.

Sulung menjatuhkan ponselnya, 112 call center terhubung. Reaper menyuruh keduanya diam, lalu menanggapi 112 “Halo, seseorang dibunuh di sini. Seseorang meninggal!”

TKP penuh dengan wartawan. Semalam ada pasangan suami istri dan dua anak mereka di sini, masalahnya adalah pembunuh yang melaporkannya sendiri dengan ponsel anak-anak.

Di foto terlihat jam tangan korban sebelumnya. Ini adalah Reaper. Kang Ki Hyung teringat percakapannya dengan Reaper sebelumnya.

Lee Han menemukan foto anak-anak di dekat pohon tempat bersembunyi semalam.

Kang Timjangnim mengatakan semalam Reaper menawarkan kesepakatan tapi ia menolaknya. Baek San menduga, berarti kasus ini adalah kesalahan Kang Timjangnim? Kang Ki Hyung membenarkan.

Tapi menurut Baek San ini salah Reaper gila itu. Bukan Kang Ki Hyung. Jika Komisaris Kwon tidak membuat kesepakatan tidak masuk akal itu pasti ini tidak akan terjadi. Toh jika bukan kita yang mengalami ini nanti akan selalu ada yang lainnya yang mengalaminya.

Baek San meminta Kang Timjangnim percaya diri sendiri, dan percaya pada timnya. Kita akan menangkap pembunuh itu.

Anak-anak itu mengalami trauma dan belum bisa diajak bicara. Hyun Joon mendekati mereka. Anak-anak apa kabar?

Mau Ajussi tunjukkan sesuatu yang keren?. Sun Woo-ssi.. ada apa di belakangmu?. Hyun Joon mengeluarkan boneka kecil yang lucu, ah.. ini cewek.. lalu bersiul-siul mendekati si adik. Anak itu senang, ia mengajak si sulung bicara.

Hyun Joon lihat foto sulung naik sepeda motor. “Jadi kau mengendarai sepeda motor? Aku juga anak nakal yang cukup terkenal di lingkunganku. Aku mengendarai sepeda motor. Memilih anak-anak yang lemah. Mengambil uang dari mereka, dan lari dari rumah.” Pamer Hyun Joon

“Aku tidak seburuk itu.”

“Begitu ya.. Tapi kau tahu, aku mengendarai sepeda motor dengan teman dan aku terjatuh. Ada mobil polisi tepat di depanku. aku tidak ingin mendapat masalah. Jadi aku bersembunyi di gang. Kau tahu apa yang aku lihat di sana?” 

Saat itu Hyun Joon melihat ayahnya dibunuh.

“Ayah.”

Sulung penasaran.

“Ayahnya Paman? Apa ayahnya Paman itu polisi? ”

Sayangnya saat itu Hyun Joon hanya bisa lari, tapi sulung menyelamatkan adiknya. Hyun Joon memberikan kartu namanya ke sulung, ia akan menunggunya untuk bicara.

Saat Hyun Joon hendak pergi sulung menangis, ia ketakutan saat itu sehingga tidak tahu harus berbuat apa. Sebenarnya ia senang pergi berkemah, tapi ia bersikap jahat pada mereka. Ia sungguh menyesal pada orangtuanya.

Hyun Joon memeluknya, ia janji akan menangkap pembunuhnya.

Lee Han bingung, kenapa Reaper memilih pola yang sulit seperti ini? Perubahan pola berarti menunjukkan pikirannya berubah. Ruang begitu mudah diperhatikan. Selain itu, dia bahkan meninggalkan saksi yang tidak nyaman.

Sulung memberikan foto yang ada di saku Sae Yong adiknya sebelumnya, Sun Woo melihat foto Hye Won istri Kang Timjangnim dan Han Byul.

“Timjangnim, anda harus segera menghubungi istri anda” Sun Woo menghubungi Kang Timjangnim. Reaper meninggalkan foto anak dan istrinya di saku anak korban. Kang Ki Hyung langsung menghungi istrinya. Tidak ada tanggapan.

~ Criminal Minds Episode 3 ~

Hye Won di mall, ia mencari-cari Han Byul. Han Byul bersama Reaper.

“Dengan Kang Ki Hyung”

“Aku bersama anakmu, dia manis. Matanya terlihat persis seperti milik ayahnya.”

“Kau…”

“Ayah..”

“Han Byul, kau tidak apa-apa?”

“Iya. Kapan ayah datang? Aku bertemu temanmu di sini”

Reaper minta ponselnya dari Han Byul. Kang Ki Hyung menyuruhnya jangan menyentuh anaknya. Reaper yakin Kang Ki Hyung sudah menerima hadiahnya, bagaimana dengan itu? Apa kau ingin memulai kesepakatan sekarang?

K O M E N T A R:

     Suara pembunuhnya ketika disamarin jadi lebih ngebass benar-benar bikin deg degan, biasanya drama thriller gitu suaranya.. tensinya agak naik di episode 3 karena Reaper utama muncul. Kasus utama selalu lebih bikin jantungan dari kasus seri ditiap episodenya.

Mengingat rentang waktu pembunuhannya, fisiknya, mungkin Reaper berada dikisaran usia 36-40 ke atas dibawah 50an. Sepertinya..

     Cinta pertamanya Hyun Joon meninggal di sungai Nadeul, masuk akal kalau dia memikirkan kasus tersebut selama ini?. Lantas kenapa Sun Woo memikirkan kasus tersebut? Katanya ayahnya Sun Woo adalah petinggi di bidang hukum… itulah kenapa dia gak nyaman mendengar siaran radio malam itu, semacam pengacara atau apa saya agak lupa. Dan katanya ayahnya Sun Woo ada hubungannya dengan kasus sungai Nadeul. Tapi kenapa?

Masih episode 3, masih diawang-awang. . .

~ Criminal Minds ~

Aw.. sweet, ketika Sun Woo berlari menuju gerbong mengecek keadaan Hyun Joon. Ia menghembuskan napasnya setengah lega setengah kasar melihat Hyun Joon baik-baik saja.

Juga saat Sun Woo menasehati Hyun Joon sebelum menuju gerbong. Hyun Joon menyelanya, apa sudah selesai? Sun Woo diem sebentar. Ada yang beda ditatapan mereka.

Orang-orang cool seperti mereka biasanya feelingnya soal rasa juga cool sampai gak ada yang tahu kalau mereka ada sesuatu kecuali keduanya sendiri, harusnya kita lebih teliti melihat interaksi kecil diantara mereka, berpotensi ada cinta di sana. Ow.. so sweet~

Kata Lee Joon Ki waktu diwawancara, di Criminal Minds gak ada love line, tapi saya berharap ada meski setitik doang, sekecil amoeba juga gapapa PD-nim… Kalau genrenya seperti ini love linenya juga bikin deg degan lebih dari biasanya malahan. Eh.. sumpah saya tersipu-sipu memutar ulang momen kecil tersebut, HHHHH

   Hmm, satu lagi.. saya merasa agak aneh kalau memasukkannya ke dalam sinopsisnya. Tapi kurasa ini juga penting, setelah membantai suami istri di dalam tenda, si Reaper berbaring di dekat si pria yang berlumuran darah. Entah tujuannya memastikan si suami sudah mati atau hanya sekedar berbaring di sana.

Advertisements