Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 9 Part 1

   Yukito masih di warungnya Taisho. Ia dan Etsuko suap-suapan. Etsuko mengingatkan ke Yukito kalau kereta terakhir sebentar lagi berangkat.

Tapi Yukito mengeluh tidak mau pulang sekarang.

“Ecchan tinggal diatas kan, ya?”

“Aku yakin kamarnya lucu”

“Eh… Kalau mau, boleh lihat, kok?”

“Ecchan…”

“Yukito-kun..” mereka pandang-pandangan.

Lalu Yukito menolak “Tidak boleh! Kita masih belum berpacaran, jadi tak boleh melakukan hal itu!” Kata Yukito sambil memegangi tubuhnya sendiri (Alay mode on)

Etsuko heran “Hal seperti itu, eh sebentar kita masih belum pacaran?”

“Kita benar-benar  belum berpacaran,”

“Kita tak boleh melakukan hal itu. Eh maksudnya apa? Ehh?” Kono masih bingung, Yukito pamit pergi dan Kono mengikutinya. Yukito menghilang.

Brakk!!

Kono bangun dari tidurnya. Hanya mimpi, “Jadikan aku pacarmu… “

“Ayo berpacaran, Yukito-kun…”

   Yukito tinggal bersama Hongo-sensei. Ia memasak untuk ayahnya, sebelumnya ia menawarkan nasi atau roti. Ayahnya ingin roti. Hongo-sensei tidak menyangka bisa makan bersama dengan anaknya. Yukito bilang ibunya tidak keberatan Yukito tinggal dengan ayahnya, lagipula rumahnya dekat dengan kampus.

Hongo-sensei tanya, sebentar lagi Yukito lulus bukan?. Yukito membenarkannya, 3 tahun sks pokoknya sudah ia ambil. Dan sekarang tinggal skripsi. Hongo-sensei tanya lagi, bagaimana soal pekerjaan? Lancar kan? Mau mencoba menulis non-fiksi kan?

Yukito menjawab lancar, ia melakukan penelitian dan itu sangat menarik. Lagi-lagi ayahnya menatapinya terus sehingga membuatnya kikuk.

~ Jimi Ni Sugoi! ~

      Buletin kantornya sudah terbit, ada bagian fotonya Kaizuka. Ini merupakan prestasinya tentang karyanya Kiritani-sensei. Karya anak-anak tersebut disukai banyak orang dan akan diterbitkan serinya.

Kono, Fujiwa, dan Yoneoka membaca artikelnya. Yang membuat Kono marah adalah kalimat yang mengatakan kalau karyanya Kiritani-sensei dikerjakan semalaman oleh kami berdua (Editor Kaizuka dan Kiritani-sensei).

Bahkan bantuan dari Koetsu Dept. tidak disinggung sama sekali dalam ulasan tersebut.

“Soalnya aku dan Yukito-kun saja sampai tidak berpacar… Eh lihat, Yoneokacchi dan Masamune-kun sampai berpacaran… Tidak, Fujiwa-san juga, sampai membatalkan perayaan 10 tahun menikah.”

(Heol.. mereka serius? Ditunggu undangannya Mas.. tapi gw gk mau nyumbang-nyumbang segala, lagi hemat, numpang makan doang yak.. Wkwkwk. Kyaaaa… Geli.. XD)

“Sudah berusaha padahal,” Kono marah.

“Kenapa baru bilang sekarang. Seberapa keras kerja yang kita lakukan, seberapa banyak kesulitan tidak ada yang mengetahuinya, dan tidak ada yang memberikan apresiasi. Itu sudah menjadi pekerjaan seorang proofreader.” Jelas Fujiwa.

Kono makin kesal, siapa yang berhak memutuskan hal semacam itu? Fujiwa-san itu terlalu baik hati!. Kemarikan!

Kono meminta bulletin tersebut. Fujiwa tanya mau diapakan? Kalau ingin protes ke Kaizuka-san, tolong hentikan karena tidak ada gunanya.

Siapa juga yang mau protes? Kono justru mencoret-coret foto Kaizuka.

Takehara-san datang, ia memberitahukan kalau Lassy sedang membutuhkan tim koetsu yang sedang longgar karena Koetsu dept. yang khusus bertanggung jawab untuk majalah Lassy sedang terkena wabah flu. Kono dan Yoneoka semangat mengajukan diri. Kono senang sekali impiannya menjadi nyata, bekerja di Lassy meski hanya seminggu.

Wakil Kepala Editor menjelaskan, berbeda dari memproofreading karya sastra. Dalam majalah memiliki banyak komponen judul, index, credit, dan teks. Jika dikerjakan satu persatu meskipun banyaknya waktu yang ada juga tak akan selesai-selesai. Cukup sesuaikan dengan contohnya, hanya saja nama brand dan harganya, lalu daftar shoplist dan no teleponnya.

Yoneoka merasa pekerjaannya kali ini akan berat. Tapi Kono bersemangat sekali karena nama merek dan sejenisnya sudah ia hafal diluar kepala.

Tim Lassy sedang rapat. Kepala minta saran dan ide dari Hatano wakilnya, namun karena jawabannya kurang memuaskan jadi ia meminta Morio untuk menanganinya. Morio terkejut, ia diberi tanggung jawab untuk membuat halaman pembuka majalah. Karena Morio masih linglung.. Kepala berkata, memangnya sampai kapan kau mau menjadi asistennya Hatano terus?

Kono dan Yoneoka kagum melihat Morio yang bekerja keras.

Sudah jam 10 lebih dan pekerjaan mereka belum selesai juga. Morio menyapa keduanya, suasananya pasti berbeda karena kali ini meninjau majalah. Yoneoka mengeluhkan kenapa pekerjaannya masih belum rampung padahal semua bahasa bakunya sudah dia koreksi?. Morio membenarkan kalau yang tersulit adalah meninjau nama barang dan mereknya, jadi jangan sampai salah. Kono sesumbar kalau Morio tidak perlu khawatir karena Kono sudah hafal diluar kepala, yaah.. seharusnya sekarang sudah pindah ke Lassy bukan?

Yoneoka dan Morio sama-sama bergumam, padahal Kono baru jadi proofreader selama 3 bulan.

    Kono pikir edisi kali ini agak tidak nyambung, mana ada editor pemula yang melakukan presentasi? Dan jenis pakaiannya kelewat formal seperti orang hendak menawarkan barang. Kono bertanya bagaimana perkembangan pekerjaannya Morio? Morio diberi tanggung jawab yang besar.

Morio merasa kalau artikel di Lassy sudah agak kuno, karena sekarang jamannya internet. Mereka bersaing dengan media sosial yang mana bahkan tidak diketahui pembuat utamanya. Yoneoka berpendapat kalau itu adalah untungnya bagi para Koetsu seperti kita, karena kita tidak perlu memikirkan untuk bisa diakui. Semua orang tidak tahu keberadaan seorang proofreader.

Kono getir memikirkannya. Tak peduli seberapa keras mereka bekerja tidak ada yang mengetahui dan mengakui mereka. Rasanya seperti sia-sia.

Hatano melihat mejanya, ada kiriman beras sekardus. Ia tampak kesal dan menaruhnya ke bawah. Kono mendekat untuk bertanya. Kombinasi pakaian editor bulan ini menurutnya diluar karakter.

“Tidak perlu.” Hatano enggan mendengarkan komentarnya Kono. Bagi Hatano yang membuat majalah menarik itu hanya topiknya, dan gambar halaman yang menarik (Benar, sebagai orang awan dalam fashion bagiku ketika buka katalog  hanya lihatin gambarnya doang. Dan hanya membaca di bagian yang menarik saja. Buat yang ngerti fashion seperti Kono pasti beda lagi..)

Karena menurt Hatano tidak akan mungkin ada pembaca yang membaca awal sampai akhir. Kata perkata. Tidak ada pembaca yang akan merasa terganggu dengan kombinasi pakaian yang diluar karakter.

Kono masih keukeuh dengan pendapatnya. Hatano langsung mengingatkan, ini tugas bagian editor.. bukan bagian koetsu. Bagimu yang ingin pindah ke Lassy, meski punya kemampuan editor dan mungkin berharap ingin dilihat menarik juga, itu semua tidak penting jika nama barangnay salah pasti bakal jadi masalah. Sebelum ingin terlihat menarik di depan semua orang, pertama-tama sebagai proofreader,  lakukan pekerjaanmu dengan benar.

Hatano memukul telak Kono dengan kata-kata pedasnya. Ia pergi untuk mengangkat panggilan. Kono kesal, ia bukannya ingin terlihat menarik. Tadinya ia hanya ingin menanyakan bagaimana respon pembaca.

Yoneoka mengajaknya makan. Kono pulang dengan kesal.

Sesampainya di warung odennya Taisho, ada Kaizuka di sana. Kono awalnya mau langsung naik ke lantai dua tapi Kaizuka mengajaknya ikut bergabung. Mau tak mau Kono ikut makan sekalian.

Karena selama ini Kaizuka dipanggil Tako Tako terus oleh Etsuko, Kaizuka minta jangan dipanggil seperti itu. Karena sempat suatu kali Fujiwa-san keceplosan memanggilnya Tako.

   Saat itu Kaizuka selesai berbicara dengan Takehara-san. Fujiwa hendak mengatakan sesuatu pada Kaizuka

“Maaf, Ta.. Tako.. Tako.. Ta..”

“Ta?”

“Kaizuka-san, maaf.”

“Tidak, barusan bilang Tako, kan.”

“Tidak, salah dengar” Kata Fujiwa dengan cool-nya. Sementara itu Takehara menahan tawanya.

“Tako, kan?” Protes Kaizuka.

Kono terpingkal-pingkal mendengar cerita tersebut. Andai saja saat itu ia ada di sana. Kaizuka sebal julukannya itu sudah menyebar kemana-mana.

Kono mempertanyakan apa-apaan soal bulletin keibonsha? Kenapa tidak ada terima kasihnya sama sekali ke Koetsu Dept.?. Kaizuka santai menjawab, bukannya itu sudah biasa buat departemen Koetsu?.

    Kono penasaran kenapa Kaizuka bisa ditolak Morio?. Kaizuka terkejut, bagaimana Kono bisa tahu?. Kono menjelaskan kalau gossip mudah tersebar dalam 2 detik diantara para wanita di Keibonsha. Bukannya Morio baru putus dari pacarnya? Siapa tahu Kaizuka kalau mencoba lagi bisa bersama Morio.

Kaizuka tidak tahu Morio ternyata menyukai seseorang. Morio bilang ia baru sadar menyukai seseorang yang baru saja berpisah dengannya. Seketika itu Kono hanya kepikiran satu orang.

Morio dapat pujian dari Kepala Editor karena isu bulan ini dapat respon yang baik dan penjualannya cukup tinggi. Bagaimana pun juga ia menantikan halaman depannya Morio. Yukito tak lama kemudian juga datang, ia mendapatkan salaman dari Kepala Editor. Sedari tadi Kono memperhatikan mereka, tampak tidak enak.

Yukito menyapa Kono, kenapa Ecchan di sini?. Kono bilang ia diminta meninjau majalah. Yukito ingin menunjukkan sesuatu ke Kono setelah ini. Morio mengajak Yukito segera rapat. Kono bilang ia ada janji dan itu membuat Yukito bilang lain kali saja kalau begitu.

Hatano memberitahukan kalau ada kesalahan penulisan dalam artikel yang seharusnya nama perusahaannya ditulis huruf kapital. Hatano akan meminta maaf pada perusahaan tersebut. Kono lalu meminta maaf pada Hatano karena ia yang memproofreading kemarin, ia sungguh minta maaf. Ia pikir Cremona adalah perusahaan kecil.

Hatano memarahinya, kalau Kono punya waktu untuk mempercantik diri lebih baik waktunya itu digunakan untuk mengurusi pekerjaannya dengan benar!. Kono tersinggung, ia minta ingin ikut untuk meminta maaf. Hatano menyergahnya, buat apa seorang koetsu ikut minta maaf? Lebih baik urusi pekerjaanmu itu!

Sesampainya di rumah, Kono terpukul. Terngiang kata-kata Fujiwa dan Yoneoka, tentang keberadaan Koetsu yang tidak pernah dianggap, tidak ada yang memuji, meski ada banyak kesulitan yang mereka jalani.

    Hari ini Kono datang dengan penampilan yang berbeda dari biasanya, tingkahnya juga berubah. Seshiru heran sekali. Ia mengirimi pesan ke Yoneoka. Koetsu senpai tidak berdandan sama sekali, terlihat lesu! Biasanya member salam dengan suara keras, tapi hari ini tidak!

Semua orang juga terkejut dengan pekikan Yoneoka.

~ * Jimi Ni Sugoi * ~

     Fujiwa bertanya ke Kono, ada apa? Kenapa hari ini terlihat biasa sekali?. Kono masih lesu, ia hanya bertanya benarkah? Lalu kembali bekerja.

Hatano memarahi Morio yang salah. Editor biasanya mengurusi artikel 10 sampai 20 dalam sehari, sebenarnya apa yang Morio lakukan sejak pertama kali masuk ini?. Kalau tidak bisa sana bergabung dengan orang-orang koetsu!

Kalau di situsasi seperti ini biasanya Kono akan membalas omongan orang, kali ini ia enggan menanggapinya. Ia hanya mengajak makan Fujiwa makan siang. Para rekannya bingung dengan perubahan Kono yang tiba-tiba ini.

Aoiki memberitahukan kalau sebenarnya kemarin Kono-san melakukan kesalahan pada artikel. “Jika punya waktu mengurusi penampilanmu, lakukan pekerjaanmu dengan benar, itu yang dibilang Henshuuchou”

Yoneoka berpikir jangan-jangan Kono selama di sini memikirkan keberadaan koetsu yang tidak pernah dianggap, tidak diketahui orang-orang dan Kono sebelumnya bilang terasa sia-sia sekeras apapun usaha mereka.

Yukito mendengarkan mereka tanpa sengaja.

Kono tidak bersemangat sama sekali, ia bahkan lupa tidak menaruh lauk ke bekalnya hari ini, membuat Fujiwa khawatir. Kono-san.. ada masalah apa sebenarnya? Di mana Ecchan yang selalu bersemangat?

Yukito bertanya ke Morio di mana Ecchan. Morio menunjukkannya. Yukito ingin bicara dengan Ecchan di bawah.

Kono menolak dengan alasan ada janji. Yukito minta janji tersebut dibatalkan saja, karena buku yang tengah Yukito garap sekarang sungguh ingin Yukito tunjukkan pada Ecchan. Pokoknya aku tunggu!

Fujiwa membuatkan gambar senyum di nasinya Kono, ayo semangat!. Kono hanya tersenyum tipis dan memakannya.

Kaizuka datang ke Koetsu dept. heran kenapa Koetsu tidak ada di tempatnya. Takehara bilang Kono-san sedang di Lassy meninjau majalah. Kaizuka memberikan hadiah sebagai ucapan terima kasihnya atas bantuan dalam loncong “Gekkan Kodomo Noberu”

Buchou mundur menjauh dari Kaizuka, curiga kenapa tiba-tiba baik begini memberikan bingkisan?. Ada apa ini?

Yoneoka menebak pasti ada yang Kaizuka katakan pada Konocchi sebelumnya bukan?. Kaizuka jadi kikuk. Takehara menyimpulkan, oh.. jadi Kaizuka sengaja begini ingin kelihatan baik di depannya Kono-san ya?

Kaizuka mengelak bukan seperti itu, kalau tujuannya seperti itu malah terdengar seperti Kaizuka naksir Koetsu.

Semuanya segera memalingkan muka ke Kaizuka. Terkejut dengan pernyataan tersebut. Kaizuka langsung bilang tidak, tidak mungkin.

Takehara memberitahu Kaizuka, hari ini Kono-san tampak lesu. Tidak berdandan dan biasa saja, seperti kehilangan jati dirinya. Kaizuka berkomentar, itu tidak ada hubungannya denganku bukan?

Tapi Takehara terus meliriknya dan main mata seolah menyuruhnya melakukan sesuatu.

    Pekerjaan hari ini selesai, Hatano berterima kasih atas kerja samanya selama beberapa hari ini. Morio menyapa senpainya, senpai dan Yukito habis ini mau kencan kan? Kenapa hari ini senpai terlihat berbeda? Tidak ceria seperti biasanya.

Kono menanggapi dia tidak kencan, hanya membicarakan masalah pekerjaan. Morio bersedia mendengarkan masalahnya senpai.

Kono bilang tidak ada apa-apa, ia lalu pergi. Kembali ke departemennya mengembalikan buku.

 

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 2 August 2017, in Jimi Ni Sugoi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s