[Review] Bride of Water God; There’s No Hope But I Expect It.

Alasanku Menonton Drama Ini

     Karena saya suka Shin Se Kyung, meski kata orang-orang aktingnya biasa saja.. ekspresi mata dia tidak bisa berbicara, mukanya datar-datar saja. Ah… saya tahu apa soal akting? Pikirku, yang jelas tahun 2015 lalu saya suka sekali saat dia menjadi Oh Cho Rim di Sensory Couple. Suka saja, suka tanpa alasan yang jelas. Orangnya cantik, manis, cantiknya tidak over yang cantiknya kalau dipandangi terus justru membuat bosan.. Malahan tidak membosankan sama sekali manurutku. Tapi kadang tidak selalu kelihatan cantik, adakalanya biasa saja. Wajahnya dari kecil sampai sekarang masih sama, tambah manis dan cantik ketika dewasa malahan. Apakah dia oplas? Nah loh.. pernah dengar katanya dia sempat melakukan prosedur operasi karena ada bekas luka di wajahnya yang tidak bisa hilang. Ulangi pertanyaannya.. apakah dia pernah oplas? Tahulah.. jawab sendiri yah readers..

kalau tidak sama sekali? Menurutku tidak mungkin. Kalau ada? Mungkin tidak terlalu banyak.

Suara ketawanya lucu menurutku, gemesin orangnya, imut-imut ngangenin walau kadang expression-less muka muka datar gak ketebak. Dan memang Se Kyung tidak bisa dibandingkan dengan aktris lainnya. Jika dibandingkan dengan Jun Ji Hyun, Song Hye Kyo, Gong Hyo Jin, Park Shin Hye, so pasti kalah. Menurutku tak perlu dibanding-bandingkan lah, semua orang punya pesonanya sendiri. Dan menurutku jika dia membintangi drama cocoknya harus dipasangin dengan aktor yang punya karakter kuat biar gak hambar. Bagus loh dengan Yoochun (Sensory Couple) dan Lee Dong Wook (Blade Man), Yoo Ah In (Fashion King, 6 Flying Dragons) dulu..

   Di drama ini Se Kyung masih lucu seperti biasanya, tapi biasa aja. Dia musti banyak belajar dan butuh jam terbang tinggi lagi.

Nam Joo Hyuk Jadi Pemeran Utama? Yakin Nih? Bercanda Ya..??

      Pikiran semacam itu timbul dibenakku ketika tahu kabar tersebut. Saya tidak menonton dramanya yang WKB dengan Lee Sung Kyung. Katanya bagus aktingnya. Pertama kali saya tahu Nam Joo Hyuk adalah di Drama School 2015: Who Are You?. Dia berperan sebagai atlet renang sekolah. Kamudian sewaktu di Cheese In The Trap lucu banget karakternya.

Apa sih yang bisa diharapkan dari Joo Hyuk di drama ini? Maaf ya buat yang ngefans dengan Nam Joo Hyuk.. Maksudku.. saya suka dengannya namun bagiku dia lebih cocok memerankan karakter yang fresh seperti anak kuliahan.. KaTing kece gitu *kkkk, anak SMA, tetangga sebelah, ya gitu gitu yang tidak terlalu butuh inside manner sedalem Gong Yoo. It’s okay.. ini bukan menghina, saya sedang mengungkapkan perasaanku yang mengganjal tiap lihat drama ini. Joo Hyuk cocok jadi yang fresh fresh *Wahahaha. Belum pantas memerankan karakter yang kuat.

    Karena menurutku gantengnya seorang Nam Joo Hyuk adalah berkadar gantengnya Boyband. Yang mana sekilas ganteng.. Kyaa! Oppa! \(´`)/ , yaudah ganteng.. , ganteng. SKIP. Bosen. Klik! Pindah channel ˘’) . Kadar gantengnya itu SWAG dan cocoknya  jadi foto model, apalagi dia pacarnya Lee Sung Kyung. Bener-bener pasangan yang SWAG, keren. Saya setuju dengan nitizen kebanyakan yang bilang kalau dia gak cocok jadi dewa Habaek.

Heloooo, dia di sini menjadi Dewa Habaek. Calon raja. Tapi kog…, saya gak pernah merasa dia dewa dan semacamnya. Rasanya seperti lihat Mas Mas main dewa-dewa-an. Dan saya mulai mikir, disponsosi siapa tuh??? Koneksinya siapa tuhhhh?? *kkk. Gak ada geregetnya sama sekali pemirsa.. iya keren, iya kece, iya swag, iyaaaaa… tapi tapi tak pernah sedikit pun terbersit sampai komentar “WAH! DAEBAK!!”. Tak seujung kuku pun pernah, kenapa?

Entahlah, mungkin tim produksinya ingin menciptakan karakter Habaek yang fresh anak muda. Bukan Ajussi rasa Oppa. Meski diceritakan umurnya sama-sama ribuan tahun. Ah sudahlah, tinggal ditonton aja apa susahnya sih? *kkk

Krystal Jung Merusak Drama

      Adeknya Jessica ini benar-benar merusak drama. Kebanyakan orang rata-rata menonton drama lebih fokus ke dia meski bukan leadingnya. Merusak dalam nuansa positif, mendatangkan penonton kalangan k-popers dan fans setianya. Nah.. kalau Krystal sendiri memang cocok banget menjadi Dewi Moo Ra. Cantiknya dia kan memang bak Dewi.

Lucunya Krystal adalah, dia selalu menjadi magnet tersendiri tiap jadi pemeran pendukung di suatu drama. Namun aktingnya akan dicecar habis-habisan kalau menjadi pemeran utama.

Cerita Yang Berputar-Putar.

      Sampai review ini dibuat saya tidak mengerti kenapa masih bertahan menontonnya. Masuk episode 8 masih membuat dahiku berkerut bingung. Kalau tidak suka tinggal SKIP cari drama lainnya saja, tapi anehnya saya masih bertahan. Habaek turun ke bumi, dia kehilangan kekuatan.. lalu mencari Yoon So Ah  untuk membantunya. Tujuannya ke Bumi adalah mencari batu yang dijaga dewa di sana sebagai syaratnya menjadi Raja. E-eh tiba-tiba dia mulai dekat dengan So Ah dan ada rasa, disaat mencari-cari batunya ia berurusan dengan dewa dewa kecil, lantas dengan si setengah dewa itu yang diperankan Lim Joo Hwan.

Eh sumpah! Ceritanya berputar-putar, ini kenapa menyusut gini? Kenapa kog balik lagi kesini? Lho gini ya? Kog gini? Pertanyaan semacam itulah yang selalu meliputiku. Apa karena alurnya agak lambat?. Sehingga terkesan membosankan? Atau karena saya sejak awal tidak begitu tertarik dengan ini?

     Lambat laun saya mulai ngerti kenapa bertahan dengan drama membingungkan ini. karena bingung itu sendirilah yang membuatku bertahan, bingung itulah… ckckck aneh. Menikmati perasaan bingung.

Shin Hoo Ye, the Power of Lim Joo Hwan!

       Oh Tuhan.. dia mahkluk sempurna, sampai membuatku linglung lupa bernapas dan bahkan lupa siapa nama sendiri. Itu perasaanku sekarang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa yang alay serba hiperbola *kkk. Senang rasanya, karena sudah lama tidak merasa seperti ini.. senang rasanya ingat rasanya jatuh cinta lagi. Senyum senyum sendiri dan gludug petir rasanya seperti dentingan piano yang indah *wkwkwkAlayAlay

Dari penjelasan di berita-berita dikatakan Shin Hoo Ye adalah manusia biasa yang sempurna bagaikan dewa. Apa? Iyaaaaa….. charmingnya gak ketulungan, YA Tuhan… sadarkan hamba-Mu ini. Plis…  tapi jangan sekarang.. biarkan saya ini berhalu-halusinasi sebentar saja..

Terakhir kali melihatnya di Uncontrollably Fond, saat itu juga menyukainya ketimbang Kim Woo Binnya. Lalu skip dramanya dan lupa rasanya, sekarang balik lagi rasanya jatuh cinta. Lim Joo Hwan selalu cocok memerankan Presdir kaya, charming, baik hati dan tidak sombong. Sempurna sekali sampai kita sadar kalau tidak ada yang seperti itu di dunia nyata. Yang drama banget,

Sayangnya ternyata tokoh Shin Hoo Ye ini adalah mahkluk setengah manusia dan dewa. Jika dia manusia dia sangat amat sempurna, kecuali selera humornya yang garing. Dia sudah sempurna segalanya kecuali satu hal tersebut. Pernah suatu kali dia membaca segala macam buku tentang humor, menonton acara komedi tapi dia gak ngerti kenapa orang-orang ketawa sedangkan dia tidak, ia mempelajarinya serius banget.

Dia pernah bilang gini ke Moo Ra “Apa kau pernah berakting dengan aktor yang selalu minta maaf?”

Moo Ra: ….. (mikir keras ngeblank)

Hoo Ye: Jisung, HaHaHaHa!

Yang maksudnya bahasa koreanya sama. Wkwkwkwk justru karena ketawa garingnya Hoo Ye-lah saya ketawa, ini orang aneh. Daripada menjadi setengah dewa-manusia, mending dia yang jadi Habaek deh ya … duh Oppa! Kamu gak pantes jadi yang jahat jahat.. ahsudahlah..ˆʃƪ)

Auranya dewa banget, antara abu-abu.. putih pekat gitu.. (berasa jadi dukun, yah.. terkadang saya menggambarkan orang dengan sifat tertentu dengan warna sih. ).  Duh, jadi kepengen nonton Tamra the Island lagi..

Joo Hwan bakal berpotensi jadi villain di drama ini nih,  gapapa deh.. harus ada yang jadi antagonis biar kepalaku gak pusing mikirin kenapa Habaek gak nemu-nemu batunya. Habaek mau makan aja gengsinya setengah mati.

Bride of Water God? Dari Budak Jadi Pasangannya?

      Bride of Water God memang adaptasi dari webtoon. Saya juga tidak tahu webtoonnya punya jalan cerita seperti apa, apakah mirip banget dengan dramanya atau sudah dirombak dikit. Sayangnya saya tidak pernah merasa segala keromantisan yang ada di drama ini begitu memikat sampai ingin menonton lagi-lagi-lagi dan lagiiii…

How can explaine these feelings? Caranya menguraikannya bagaimana?

Ini romantis tapi debar jantung ini tidak terpacu lebih cepat dari biasanya, ini so sweet tapi tak membuatku terkesan, ini manis namun tidak membuat hatiku terguncang dan ingin membawanya ke dalam mimpi. Ini biasa aja, apa saya mulai mati rasa? Ada apa sebenarnya? Ini saya yang gak waras atau gimana??? (╭ ̄.)

Hidupnya So Ah sudah kebanyakan hutang dari awal episode, pasien yang datang ke kliniknya saja jarang-jarang. Tapi kenapa saya tidak bisa bersimpati sampai berempati padanya padahal dia punya luka yang amat besar, sejak kecil harus berbagi kasih dengan anak-anak gelandangan di rumahnya. Ayahnya pergi meninggalkan dirinya ke luar negeri dan tidak pulang, ibunya meninggal akibat stress dan minum-minum, tidak bisa menanggung beban. So Ah juga sempat melompat ke sungai untuk bunuh diri. Kesemuanya itu kenapa tidak bisa mengetuk lebih dalam lagi?

Rasanya seperti, biasa aja.. biarin aja. Tokoh utama harus menderita, biasa itu maah.. terkecuali satu, ketika dia dengan sengaja memperlambat jalannya di jalan raya untuk membantu kakek-kakek, pura-pura main hp. Ia melakukannya dengan sangaja agar ketika lampunya sudah hijau, si kakek bisa menyeberang dengan aman. Si kakek tidak merasa direndahkan namun ia merasa terbantu, soalnya sebelumnya dia selalu menolak dibantu orang-orang lain.

So Ah gak tegaan orangnya, punya perasaan tidak enakan. Tapi dia tidak mau disebut orang baik, buktinya dia mengelak saat Habaek dan Hoo Ye bilang So Ah sengaja membantu.

       Leluhurnya So Ah kan punya semacam dosa yang harus ditanggung sampai turunan kapan pun, harus jadi pelayannya dewa. Lalu kenapa judul webtoonnya Bride of Water God? Kog bisa? Apa karena Habaek menyukainya sehingga dia ujug-ujug jadi Bride-nya gitu? Gaje, ada yang bisa bantu jelasin ini kenapa?

Tidak Ada Satu Ost Pun yang Saya Suka.

    Tanda-tanda drama yang bagus biasanya original soundtrack-nya bagus. Namun kalau soundtrack dramanya bagus belum tentu dramanya bagus. Drama yang bagus pasti original soundtrack-nya bagus. Drama bagus kadang ost nya tidak ada yang bagus. Bingung? Sama.

     Suka dengan drama bukanlah dosa, iya drama pasti mengedepankan unsur melebih-lebihkan dan menye-menye. Tapi ketahuilah kalau drama ada berbagai genrenya, mau cari yang apa? Ada kog.. thriller, horror, comedy atau apa? Sebut! Karena sebagian besar pecinta drama adalah kaum hawa.. tentunya drama yang hits banget bagi kami adalah yang romance, entah melo menyayat atau yang komedi romantis. Kebanyakan, bukan semua dipukul rata..

Dan iya kami mencintai visual ganteng serta cantik mereka, melihat siapa pemerannya.. tidak memungkiri itu adalah hal pertama yang kami lakukan sebelum memutuskan untuk menonton drama apa. Jadi jangan heran kalau istrimu/pacarmu/temenmu bulan ini bilang suka Lee Min Ho dan memujinya habis-habisan sampai kupingmu panas, tapi bulan berikutnya dia bilang suka dengan Song Joong Ki, lalu hari lainnya bilang suka Gong Yoo. Itu lumrah banget!  Biasanya setiap ganti drama kami akan ganti pula jatuh cinta ke aktornya siapa *wkwkwk. Jarang sekali bertahan dengan orang yang sama ketika rumput tetangga lebih hijau *kkkk,

    Ost drama adalah magnet lainnya dari sebuah drama, tidak ada yang salah dengan selera musik setiap orang. Karena musik adalah bahasa universal. Musik adalah masalah selera, seperti kita makan. Kalau tidak cocok dilidah kan pasti dilepehin bukan? Tidak bisa memaksakan orang yang alergi dengan telur untuk memakannya, juga tidak usah mempermasalahkan kog dia sok banget sih gak suka makan ini itu? Biasa aja kalee ah.. seperti dimisalkan kalau toh dia menyukaimu ia sungguh tak butuh penjelasan apapun darimu dia akan tetap suka, kalau sudah tidak suka ia juga tidak butuh penjelasan apapun darimu untuk tetap tidak suka, simpel… biarin aja. Selera kita beda, done.

    Kalau ditanya musik k-pop yang sedang hits sekali tentu saya tidak tahu karena saya tidak terlalu aktif mengikuti perkembangannya. Tapi siapa yang gak tahu Blackpink dan Big Bang? SNSD?. Namun kalau ada ost drama yang bagus saya biasanya tahu. Kalau ada yang bagus dan cocok di telinga pasti disimpen.

Ini adalah masalah selera dan kebiasaan. Karena itu adalah sesuatu yang timbulnya dari hati. Mungkin ada readers yang suka ost drama ini, tapi jujur saja saya tidak merasa ada yang menarik sama sekali.

    Kenapa drama ini tidak bisa memikat sekuat sampai kalau satu episode ending kita tak sabar menunggu episode berikutnya? Berkubang dalam kebingungan itulah yang membuat penasaran dan bertahan. Bride of Water God sungguh aneh. Setidaknya aneh sekali bagiku. Namun saya akan tetap menontonnya sampai ending. Drama ini memang tidak ada harapan, namun saya berharap lebih. Barangkali ada sesuatu yang menarik kedepannya? Well? Semoga..

Yaap.. sekali lagi ini hanya masalah selera dan opiniku..

Advertisements

5 thoughts on “[Review] Bride of Water God; There’s No Hope But I Expect It.”

  1. Akupun tak tahu kenapa sanggup nonton drama ini sampe tamat. Dan salah satu alasannya adalah karena ada tokoh Ho Ye. Bagiku dia lebih menarik dibandingkan tokoh utama si Habaek sendiri.

    Oh ya, aku juga lebih suka chemistry nya Se Kyung sama Yoo Chun sih. Yg di sini…huhuhuhu.

    Aku malah lebih suka chemistry nya Ja Ya dan sekretarisnya Ho Ye. Lucuu

  2. @mrs murhandoko, entah mengapa leadingnya kurang banget di chemistry, saya malah lebih suka jaya & sekretarsinya Ho Ye, Moo Ra & Biryom. Akhirnya gak sanggup nonton deh, cuman ngecek dari sinopsis doang XD XD

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s