Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 8 Part 1

     Etsuko menceritakan dirinya yang sudah dipercayai Hongo-sensei untuk menjaga Yukito. Shesiru ikut senang mendengarnya, ia menyarankan Kono untuk segera mengarahkan hubungannya lebih kuat lagi dengan tidur bersama, Yukito kan sudah keluar dari rumahnya Morio. Kono dan Taisho terkejut dengan idenya Shesiru ini.

Kono mengelak hubungannya belum sejauh itu, pacaran saja belum, lagipula Yukito terlihat sibuk sekarang. Menjadi model sekaligus penulis.

Shesiru berpedapat, itu tidak baik.. nanti hubungan mereka menjadi Shizen Shoumetsu, dalam hubungan mereka akan sulit bertemu karena terlalu sibuknya dengan pekerjaan dan lain hal. Shesiru minta senpai untuk memastikan sendiri perasaannya.

Kono tertawa garing dengan nasehat tersebut, Shesiru ini masih kecil ya.. dengar, bagi orang dewasa itu yang terpenting dalam menjalin hubungan adalah saat kita tidak bisa bertemu, itu bagian dari cinta yang sedang tumbuh.

Tidak, Kono tidak sedewasa ucapannya didepan Shesiru. Setelahnya ia uring-uringan di dalam kamar. Bagaimana ini? 5 hari tidak bisa bertemu dengan Yukito-kun! (5 hari? Masih mending itu maaah… )

Kono mulai membayangkan jika ia dan Yukito bertemu tapi Yukito sudah terlalu lelah dan tidak terlalu menanggapinya. Tidak.. tidak tidak tidak tidak!!!

~Jimi Ni Sugoi!~

     Pakaiannya Masamune dan Yoneoka sama, Kono dan yang lainnya kagum melihat mereka berdua. Masamune beralasan kalau Yoneoka orangnya fashionable jadi mereka ingin sepertinya dan baru-baru ini belanja bersama.

Kaizuka datang ke Koetsu Dept. membawa naskahnya Sakurawa Aoi Sensei. Kaizuka bertanya ke Takehara-san siapa yang akan menangani naskah ini? Takehara mengedarkan pandangannya, semuanya sibuk dan Kono yang terlihat agak santai sedikit. Keduanya sepakat, tentu saja.. sudah jelas.

Takehara meminta Kono mengerjakannya dengan baik, terlebih Sakurawa Aoi Sensei orangnya keras, tidak suka dengan orang yang setengah-setengah dalam bekerja. Kono semangat, ia akan mengerahkan kekuatannya dua kali lipat dari biasanya!

Kono mulai mengerjakannya, ia merasakan pergolakan batin yang teramat sangat. Kenapa tokoh utama dalam novel ini terlalu sempurna dan kemana pun ia pergi selalu dipuja?. Terlebih lagi dengan kata-kata, tiap kali wanita itu pergi pasti ada saja pria yang selalu ingin dengannya.. memberikan waktu dan uangnya. Ini sangat menjengkelkan bagi Kono mengingat ia dan Yukito jarang bertemu.

Takehara-san sedari tadi terus mengecek Kono, mengkhawatirkan novel Sakurawa Aoi Sensei maksudnya.

Yukito menelepon Kono dan mengajaknya makan siang bersama. Kono antusias, ia menemui Yukito dengan naskahnya. Fujiwa heran mengapa Kono membawa naskahnya segala?. Lagi-lagi di mejanya.. Bucho Takehara-san juga nampak gelisah karena naskah tersebut.

“Ecchan! Di sini!” sapa Yukito dari tempatnya duduk

“Maaf terlambat Yukito-kun…”

Dalam hati Kono berkata “Bagaimana pun, sudah sewajarnya perempuan membuat laki-laki menunggu. Saat laki-laki sedang menunggu,itu adalah harapan bagi perempuan.”

Kono duduk, Yukito berkata ” Ecchan, rasanya lama tidak berjumpa.”

“Iya! Aku selalu ingin ketem….” Kono keceplosan.

“Ketemu?”

Perempuan itu selalu ceplas ceplos, namun jangan pernah mengucapkan kata “ingin ketemu”.

“Ada es Cafe au lait ?” Kono mengganti katanya.

“Ah iya, etto… adanya es cafe latte gak apa-apa ya, sama juga kan.” Tawar Yukito

“Cafe au lait dan Cafe latte dua-duanya merupakan kopi susu. Tetapi Cafe au lait hanya memakai kopi biasa, sedangkan Cafe latte memakai kopi espresso. Dan lagi, antara Cafe latte dan Cappucino. Keduanya merupakan kopi espresso yang dicampur susu. Namun takaran dan kualitas susunya berbeda. Susu yang ada pada Cafe latte menggunakan susu segar yang tidak berbusa. Sedangkan susu yang ada pada Cappucino menggunakan susu segar yang memiliki busa, dan beruap karena itulah, keduanya benar-benar berbeda.” Jelas Kono panjang lebar, Yukti bengong mendengarnya.

Dalam hati Kono mengingatkan dirinya, Sudah menjadi kebiasaan bagi perempuan ingin serba tahu, namun jangan menampilkan hal yang tidak perlu.

Kono menyesal, ia bersikap berlebihan lagi. Huf..

Yukito bertanya dari mana Ecchan tahu semuanya itu?. Kono bilang, ia baru-baru ini meninjau buku mengenai barista. Yukito kagum, ia memuji Ecchan luar biasa! Pekerjaannya Ecchan itu menakjubkan.

“Benarkah? Benarkah?”

“Iya,”

“Syukurlah,”

~Jimi Ni Sugoi!*~

   Di rumahnya Kono, Shesiru menyiapkan makanan bergaya Italia. Fujiwa berkomentar, jadi inilah menu yang ada kalau para wanita sedang berkumpul. Morio agak enggan mengiyakannya, itu.. ada satu orang yang bukan perempuan di sini.

Si bukan perempuan itu memuji-muji makanan Shesiru enak sekali. Yap! Yoneoka berubah menjadi gemulai dan centil (Plis deh… ini orang dikardusin paketin ke istana Negara, atau karungin ekspedisi ke Somalia bisa gak sih? XD )

“Hmm~! Enaknya! Sesiruna ini yg terbaik!”

“Aku dipuji! terima kasih Yoneokacchi!”

Kono bertanya mengenai novelnya Sakurawa Aoi Sensei ada ungkapan-ungkapan jaman sekarang yang kurang Kono mengerti. Shesiru mencontohkannya dengan Yoneoka, pertama-tama keduanya duduk berhadapan.. lalu pasangan kita menirukan hal yang sama. Shesiru dan Yoneoka mengambil makanan dengan sumpit, mencelupkannya ke saus, kemudian memakannya dan berseru Hmm~..

Inilah miraaringgu kouka. Pasangan melakukan hal sama dengan kita sebagai bukti kita menyukai pasangan kita.

      Lalu kurosu kouka itu bagaimana?. Tanya Fujiwa. Shesiru dan Yoneoka mempraktekkannya, keduanya menggerakkan tangan mengatur rambut dengan sekeren mungkin, semenawan mungkin. Kono tidak mengerti apa gunanya itu? Morio cobalah..

Morio mencobanya, ia terlihat menawan sekali. Membuat semuanya kagum. Kono senang, konfirmasi clear!

 Fujiwa bilang ia lain kali akan mencoba yang seperti itu ke Kuutan juga. Kuutan adalah suaminya, namanya Sakurawa Aoijadii singkat menjadi Kuutan. Keempatnya menatap Fujiwa dengan datar, tidak mengerti dimana singkatan Kuutan bisa Ayano Koji Kimiharu?. (HHHHH, jauuh)

Morio membantu Kono bersih-bersih. Morio meminta maaf karena sebelumnya tidak mengatakan Yukito tinggal di rumahnya. Kono tidak masalah, bagaimana pekerjaannya Yukito sebagai model?

Morio menjawab, baik-baik saja.. namun nampaknya Yukito sedang sibuk dengan hal lainnya.

Yukito bersama Editor Kaizuka. Editor Kaizuka melihat lembaran yang diabawanya, baginya ini bukan masalah menarik dan akan berhasil nantinya. Tapi adakah hal-hal yang sedang membuat Korenaga-san tertarik hingga ingin menulisnya?

Yukito tampak berpikir setelahnya.. Hal yang menarik ya..

Kaizuka menunjukkan rancangan cover buku ke Sakurawa Aoi-sensei. Wanita eksentrik itu tidak suka dengan covernya, ia menuju Koetsu Dept. Kaizuka mengejarnya, menahan Sakurawa Aoi-sensei jangan ke sana.

“Takehara!!”

Keduanya maju perlahan-lahan, kau apa yang kau lakukan di sini? Ini bukanlah tempatmu seharusnya berada. Kata Sakurawa Aoisensei.

“Sudah kuduga,  semua ini salahku.” Sakurawa Aoi-sensei membuka kacamatanya,

“Shoon.” Panggil Sakurawa Aoike Takehara-san.

Keduanya kemudian berpelukan dengan dramatis.

Semua orang terkejut melihat adegan drama romantis tersebut (HHHHH)

Yukito datang terlambat, ia lalu diminta Morio ganti baju dengan cepat.

Yukito penasaran dengan siapa pria itu? Apa yang sedang dilakukannya?. Morio menjelaskan pria itu bernama Pannama-san.. desainer yang tugasnya mengukur baju sesuai ukuran model.

Kono tidak menyangka kalau dipanggil Shoon begitu. Takehara memaparkan, Nagisa dan oto kalau ditulis maka bacanya Shoon. Kaizuka pikir itu karena ibunya Takehara-san penggemar beratnya Sean Connelly. Kono tidak tahu siapa itu Sean Connelly.

Kaizuka heran, masa’ Kono tidak tahu? Itu lho agen James Bond 007!. Kono tidak tahu kalau ternyata Takehara-san itu mantan editor. Kaizuka bilang Takehara dulu adalah Editor yang mudah naik darah, tapi kehidupannya berubah semenjak menjadi penanggung jawab Sakurawa Aoi-sensei.

10 tahun yang lalu…

Takehara-san meninjau karyanya Sakurawa Aoi-sensei. Takehara-san takjub dengan karyanya dan hendak pergi membawa naskahnya. Sakurawa Aoi-sensei tidak ingin Takehara-san pergi sekarang, ia mencoba menahannya. Ia mencintainya, ia ingin bersamanya. Takehara-san mengungkapkan ia juga mencintainya. Sakurawa Aoi-sensei meminta buktinya.

Takehara-san dengan lembut dan pengertian meminta Sakurawa Aoi-sensei untuk istirahat. Di luar, Sakurawa Aoi-sensei menyusul Takehara-san dengan sebilah pisau. Ia berlari untuk memeluk dan menusukkan pisaunya ke Takehara-san


Takehara-san rubuh dalam pelukannya. Sakurawa Aoi-sensei beralasan ini adalah bukti rasa cintanya. Orang-orang terkejut melihat adegan penusukan tersebut.

Kono ngeri membayangkannya. Kaizuka bilang tidak apa-apa untungnya lukanya hanya sedalam 3 mm. Kono tidak mengerti, kalau memang cinta kenapa memberikan kenangan buruk seperti itu padanya?. Kaizuka menjelaskan, hubungan Takehara-san dengan Sakurawa Aoi-sensei adalah hubungan yang jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing, yah seperti itulah.. bagaimana pun juga ini adalah karya Sakurawa Aoi-sensei setelah 10 tahun tidak menulis.

Kono masih ngeri, jangan sampai Kaizuka ditusuk oleh Sakurawa Aoi-sensei ya!. Kaizuka berkilah, tidak ada hubungan seperti itu dengan Sakurawa Aoi-sensei, karena sekarang.. sekarang.. Kaizuka malu-malu mengatakannya.

“Tunggu, sekarang lagi memikirkan Morio bukan… Menjijikkan!” Tebak Kono.

“Eeh… tidak “

Pokoknya Kaizuka ingin Kono meninjau karyanya dengan baik. Kono penasaran sekali bagaimana perasaannya Takehara-san setelah bertemu dengan kekasih yang menusuknya 10 tahun yang lalu. Pasti berat rasanya.

Takehara-san di rumahnya, ia menyiram bunga yang disebutnya tidak sedang semangat, tidak boleh begitu. Sepertinya menyemangati dirinya sendiri. Kemudian membelai-belai kucingnya. Dalam benaknya teringat pertemuannya dengan Sakurawa Aoi-sensei.

Kono mengerjakan bagian terakhirnya dengan penuh semangat, setelahnya ia tepar. Takehara-san memuji kerja bagusnya Kono.

Kono kembali ke mejanya, sedih memikirkan Yukito. 5 hari tidak bisa bertemu. Ia mulai membayangkan dirinya berpelukan secara dramatis seperti Sakurawa Aoi dan Takehara-san.

Yukito sendiri sedang melihat-lihat pekerjaan pembuat pedang, dan lannya. Ia bertanya pada mereka mengenai pekerjaan mereka. Melakukan pekerjaan yang disenangi memang luar baisa.

Shizen shometsu, Kono masih memikirkannya lagi lagi dan lagi.

Di Lassy, semuanya melihat hasil gambar Nagase Hiroko-san. Kepala Editor menyerahkan tugas  memilih gambar yang dipakai ke Morio.

~* Jimi ni Sugoi! *~

Kono-san menerima naskah lainnya. Bukannya naskah yang pertama dan kedua harusnya ditangani orang yang berbeda?

Takehara bilang ini permintaannya Sakurawa Aoi-sensei. Kono melihat hasil koreksi dari Sakurawa Aoi, kenapa masih sama?.

“Tanda koreksi yang Kono-san lakukan itu, membuat bagian yang sensei ingin ganti semakin, semakin bertambah.”

Kono mengeluh, bukannya ini sama saja dengan memproofreadingnya dari awal lagi?.

Kaizuka meledekknya, Kalau tidak bisa mengerjakannya bilang saja tidak bisa..

Kono malah makin bertekad untuk menyelesaikannya, tidak ada yang tidak bisa!. Ia kembali ke mejanya. Kaizuka dan Takehara sepertinya memang sengaja melimpahkannya ke Kono

Memang hanya Kono yang bisa. Takehara membenarkannya.

K O M E N T A R:

Kono dan Yukito berada dalam hubungan “We’re not lovers, but we’re not friends either…”, dibilang pacaran bukan.. dibilang friendzone juga kurang pas. Jadi kita ini apa? Jelaskan! (.“)  

 

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s