[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 01

Sekitar tengah hari, hari ini di Hanseo-dong.  Menurut laporan polisi. Teroris langsung menghubungi polisi sekitar 30 menit yang lalu … Dan memberitahu mereka bahwa dia memasang bom. Dan mengumumkan bahwa dia akan melakukan kejahatan lain. Polisi sedang mempertimbangkan kemungkinan pemboman serial terus berlanjut …

Ketika TKP dikerubungi para reporter dan petugas, ledakan terjadi tiba-tiba dari gedung. Terjadi kerusakan dan beberapa orang terluka.

Kim Hyun Joon ( Lee Joon Gi ) beserta tim masuk ke gedung.

Kang Ki Hyung ( Son Hyun Joo ) menanyakan keadaan pada timnya. Ha Sun Woo ( Moon Chae Won ) menjelaskan bahwa terpasang bom di depan ruangan operasi, sedangkan saat ini operasi tidak bisa dihentikan karena pasien dalam kondisi yang kritis.

“Ini adalah “Prototipe S”. Ada banyak garis yang terhubung ke detonator.” Kata Lee Han ( Go Yoon )

“Ini berarti satu-satunya orang. Yang bisa meredakan bom adalah pelakunya Cho Tae Soo berusia 41 tahun … Dan bekerja sebagai ahli eksplosif di sebuah perusahaan konstruksi. Dia dikirim ke luar negeri sebagai bagian dari pasukan khusus tujuh tahun lalu.nstruksi” Jelas Yoo Min Young ( Lee Sun Bin )

“Hubungi kantor pusat dan periksa apa dia mengalami luka bakar di tentara.” Perintah Kang Ki Hyung. Ia juga meminta Sun Woo (Moon Chae Won) untuk memeriksa apakah dia memiliki koneksi di RS ini.

Nana Hwang memberikan info pada Kang Ki Hyung, ia membenarkan kalau terjadi ledakan dan terdapat 7 korban.

Tim EOD sedang berusaha menjinakkan bom. Kim Hyun Joon tidak tahan menonton jalannya pemotongan kabel, ia cemas, ia akan melakukannya sendiri. Namun rekannya tidak mengizinkan Hyun Joon karena ini aturan. Kabel putih dipotong, masih tak mengurangi kecemasan semua yang ada di sana.

Masih  ada 1 menit lagi.  Kang Ki Hyung bertanya ke Tae Soo kabel mana lagi? Tidak ada respon. Ia pikir Tae Soo pasti berbohong.

Sun Woo menghubungi Kang Ki Hyung, ia memberitahukan bahwa Tae Soo mengalami luka bakar bukan ketika wajib militer.

“Pass” Kata Cho Tae Soo

“By-pass” Kata Kang Ki Myung pada tim EOD

Kang Ki Myung langsung dicecar rekannya. Bukannya tadi Cho Tae Soo bilang Pass! Namun Kang Ki Myung bersikeras kalau Cho Tae Soo sejak awal ingin membunuh orang kenapa harus mengungkapkan kebenaran?

Tinggal 7 detik lagi. Kim Hyun Joon geram, dilihatnya petugas EOD yang berhadapan dengan bom. Pass ditekan si petugas, api langsung keluar meledakkan.

Semuanya luluh lantak. Kim Hyun Joon dan rekan-rekannya terluka cukup parah.

Kang Ki Hyung mengecek keadaan tim EOD. Kim Hyun Joon menangis, ia tampak terpukul sepeninggalnya kejadian tadi.

~* Criminal Minds *~

Satu tahun kemudian..

Seorang wanita mencari mobil antik, ia bertemu dengan pria yang memiliki mobil yang ia inginkan. Ia melakukan test drive, dan dipersilakan mengecek mesinnya. Wanita tersebut tidak curiga sama sekali.

Terlalu senangnya menemukan mobil langka di Korea ini. Si pria menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang. Namun pria itu membawanya entah ke mana..

Wanita itu diikat rantai dan ditutup matanya, dimasukkan kedalam kerangkeng. Ia meronta-ronta dan meminta dilepaskan, berjanji tidak akan melaporkannya asal dilepaskan. Sesosok tangan menyentuh jemarinya yang berkuku-kuku panjang, ia membawa gunting besar dan wanita itu berteriak ketika gunting itu memotong.

NCI ( National Criminal Investigation )

Baek San di ruangannya, menerima telepon. Ia mengatakan pada orang diujung panggilan bahwa NCI tidak bisa bertindak selama polisi tidak meminta bantuan resminya.

Diperkirakan kasus penculikan ini berhubungan dengan pembunuhan berantai. Baek San bertanya ke Sun Woo dan Min Young kira-kira bagaimana pendapat Manajer Tim Kang Ki Hyung mengenai kasus ini? Sudah setahun..

Baek San meminta Sun Woo menyampaikan ke Manajer Tim Kang kalau ini adalah kesempatan terakhirnya untuk kembali ke NCI

Kang Ki Hyung memperdengarkan suara pembunuh yang dengan tidak ada rasa bersalahnya sama sekali ketika mengungkapkan perasaannya ketika membunuh, terbiasa.. dan ia tertawa.

Kang Kyung Ho menjelaskan. Ada dua suara terkenal di Korea. Yang pertama adalah pelakunya di balik penculikan Lee Hyung Ho, “Suaranya”. Yang lainnya adalah suara yang baru saja kau dengar, “Suara ini”. Pelaku kasus pembunuhan berantai Northwestern Seoul, Dikenal sebagai “Killer Reaper” oleh media, Telah membunuh 21 pria dan wanita dalam 11 kasus yang disebabkannya … Selama 10 tahun terakhir sejak tahun 2001. Salah satu tkau tangannya yang aneh adalah menempatkan … Barang mantan korban … Pada korban berikutnya dia dibunuh. Sepatu hak merah pada gambar terakhir … Milik mantan korban. Tapi seolah mengatakan bahwa dia sudah cukup asyik,

Dia menghilang, itu sudah 7 tahun yang lalu. Setelah itu tidak ada kasus serupa lagi. Dalam teori bisa dikatakan kalau ia sudah tertangkat, teori lainnya mengatakan kalau dia tidak akan pernah bisa ditahan sebagai tahanan anonim. Dia membunuh untuk mencari perhatian. Apakah termasuk dalam gangguan jiwa atau psikopat?

     Kang Ki Hyung meminta semuanya yang ada melihat orang disamping mereka saat ini, bisakah kau melihat potensi seseorang menjadi pembunuh?. Permasalahannya adalah.. semua orang bisa berpotensi jadi pembunuh, bahkan tetanggamu.

Sun Woo menjelaskan ke Kang Ki Myung tentang kasusnya Park In Hye. Kang Ki Myung tidak terlalu menghiraukan Sun Woo, tidakkah Sun Woo pernah berpikir bahwa kita terkadang bisa-bisa salah?

Kang Ki Myung meninggalkan Sun Woo. Sun Woo memprovokasi Kang Ki Myung, jika nuraninya berteriak maka jangan coba bohongi diri sendiri. Itulah yang Kang Ki Myung ajarkan pada Sun Woo dulu. Sun Woo meminta bantuan Kang Ki Myung

Kim Hyun Joon beserta rekannya sedang dalam penyelidikan. Seorang mahasiswa menghilang dalam semalam dan tidak bisa dihubungi sampai sekarang. Rekannya merasa kasus ini tidak seserius itu karena baru hilang semalam.

Kim Hyun Joon beda pendapat, baginya ini bukan kasus orang hilang biasa. Butuh waktu 2 menit 30 detik sebelum 3 stasiun berubah. Jadi mobil akan lebih dari 70 km per jam saat ponsel dimatikan.

Kim Hyun Joon dipanggil rekannya untk kembali, pelakunya sudah ditangkap.

~* Criminal Minds *~

    Kang Ki Hyung membacakan cerita untuk anaknya. Anaknya mengajaknya main polisi-polisinan. Anaknya berlari untuk sembunyi,

Ki Hyung berjalan mengikuti, namun ia teringat setahun yang lalu terjadi ledakan karena salah bertindak. Ki Hyuk tampak akan jatuh dan mual. Istrinya khawatir dan menanyakan apa Ki Hyung baik-baik saja?

Istrinya membawa kabar gembira, ia sehat-sehat saja. Kandungannya sudah 8 minggu.

    Kang Ki Hyung membaca kasusnya. Ia teringat perkataannya Sun Woo tadi. Istrinya datang membawakan minuman, ia meyakinkan Kang Timjang-nim kembali lagi ke NCI. Ia dan Han Byul akan baik-baik saja di rumah, ini demi anak kedua mereka juga. Ki Hyung langsung memeluk istrinya.

Semua kasusnya di Provinsi Gyeonggi. Pelaku mencekik korban sampai pingsan lalu menikamnya dengan pisau, kemungkinan pembunuhnya mabuk.

Sun Woo berpikiran, pembunuhnya berusaha menghilangkan segala bukti yang ada karena ada jejak etanol di jari korban, pelaku menggunting kuku korba. Kemungkinannya pembunuh sedang belajar secara menyeluruh untuk menjadi pembunuh yang lebih baik.

    Kim Hyun Joon sedang bersitegang dengan rekan dan atasannya, ia pikir mereka menangkap orang yang salah. Hyun Joon juga mmberikan bukti-bukti yang menguatkan.

    Tim Khusus Kejahatan NIS datang, ingin bekerja sama untuk memecahkan kasus hilangnya Park In Hye. Ha Sun Woo analis perilaku NCI, Profesor Lee Han seorang analisis psikologis, Yoo Min Young bertanggung jawab atas media.

Kim Hyun Joon bergumam meledek mereka. Ia lalu pergi

~* Criminal Minds *~

Kasus Serial Giyeonggi barat. Korban pertam adalah Kim Yoo Bin. Hilang dua tahun lalu pada tanggal 4 Desember. Yoo Sun Young hilang pada hari libur terakhir, 30 Januari. Kang In Ha hilang pada Hari Pemilihan Kongres, 6 Maret. Termasuk Park In Hye menghilang 9 April.

Mereka semua hilang pada hari libur nasional.

Lee Han menjelaskan. Mengikuri Hukum SPSS kurang dari satu persen itu bisa jadi kebetulan.

Ketika profil mendefinisikannya sebagai pembunuhan berantai, Ada karakteristik kejahatan, dan korban

Dan karakteristik suatu situasi. Ketiganya cocok. Saat melihat metode kejahatan, sepertinya tersangka memiliki obsesi. Hal ini juga ditunjukkan dalam pola pembunuhannya yang unik. Jika kita membahasnya sekali lagi, korban pertama ditemukan tewas … Seminggu setelah penculikannya pada 4 Desember. Korban kedua ditemukan enam hari setelah penculikannya, dan korban ketiga ditemukan lima hari setelah dia menghilang. Menurut profil … Jika itu yang terjadi, itu akan menjadi empat hari … Setelah lenyap? Ini membuatku gila. Karena penyelidikan pertama salah, kita sudah terbuang dua hari.

      Penyelidikan diubah menjadi penyelidikan terbuka. Tidak ada yang boleh mengabarkan ke media, semuanya dibawah kendali NCI.

    Hyun Joon dan rekannya makan di restoran rekannya yang dulu ditugaskan menjinakkan bom. Ia tampaknya sering kemari. Saudara perempuan dari rekannya tersebut pulang terlambar, Hyun Joon memarahinya.

Na Young  mengomentari tingkah dan penampilan Hyun Joon yang tidak seperti detektif, disuruhnya beli sepatu baru. Hyun Joon hanya mengiyakannya lalu pergi.

     Hyun Joon melakukan penyelidikan tempat terakhir yang dikunjungi Park In Hye. Hyun Joon mendapatkan banyak petunjuk dari CCTV yang ada.

Sun Woo ada di lokasi yang sama, keduanya saling tukar pandangan tidak suka.

   Lee Han dan Yoo Min Young mengunjungi tempat Park In Hye. Anjing menyaki mereka berdua. Si pemilik beralasan anjingnya sedikit sensitif sepeninggalnya Park In Hye.

Lee Han membantah hal tersebut, anjing tidak seperti itu. Ini karena apokrin yang berasal dari keringat manusia. Si pemilik anjing merasa terhina, ia berkomentar tidak menyangka ada dokter semuda itu.

Lee Han membetulkan bahwa ia memiliki dua gelas dokter, yaitu kedokteran dan psikologi. Tesisku dalam filsafat masih diperiksa. Ia biasanya tidak suka pamer soal kecerdasan, tapi ia merasa harus menjelaskannya sekarang. IQ nya Lee Han adalah 187,  dan ia bisa menghafal 200 kata bahasa inggris setiap menitnya. Iya, aku jenius..

Lee Han bisa tahu hobi Park In Hye menggemari mobil klasik dari buku yang ada di sana.

     Sun Woo telah melakukan penyelidikan terhadap kasusnya, di area ini kemungkinan Park In Hye bukan tempat terakhirnya terlihat. Tetapi lokasi In Hye ditekan oleh pelakunya. Sun Woo juga sudah melacak ponselnya.

Kim Hyun Joon nampak tidak senang dengan Sun Woo. Ia juga sudah tahu analisis yang Sun Woo paparkan tadi. Masalahnya adalah apa motivasi pelakunya.

Yoo Min Young menghungi Sun Woo, memberitahukan korban sepertinya sedang mencoba membeli mobil bekas. Kim Hyun Joon pikir itu pasti test drive. Sun Woo mengajaknya naik ke mobil Sun Woo. Hyun Joon tidak mau, kenapa juga harus naik mobilnya Sun Woo

Tanpa penjelasan Sun Woo pergi. Rupanya mobil Hyun Joon diderek karena parkir sembarangan. Hyun Joon mengejar mobilnya. Mau tak mau ia harus menumpang dengan Sun Woo

    Sun Woo bertanya sejak kapan Kim Hyun Joon mengenali kasus ini bukan sekedar kasus orang hilang biasa? Apa Kim Hyun Joon sebelumnya anggota pasukan khusus? Selama perjalanan Hyun Joon selalu memperhatikan kiri dan kanan. Sebuah kebiasaan alami yang timbul dari lamanya latihan khusus. Simpul unik dari sepatumu harus menjadi symbol pasukanmu.

Hyun Joon menyuruh Sun Woo cukup menyetir saja, tidak perlu melakukan pengamatan profil tidak bergunanya ini. Sun Woo kembali mengungkapkan pemikirannya, dari cara Hyun Joon berbicara dan tingkah lakunya membuatnya tampak kuat jika dilihat dari luar. Namun tulisan tangan yang rapi, sudut yang konsisten, dan penomoran rinci laporan menunjukkan sifat telitinya Hyun Joon. Ada kemungkinan Hyun Joon berusaha menyembunyikan kepribadian aslinya, dan bertindak keras karena tidak memiliki saudara laki-laki atau ayah saat Hyun Joon masih muda.

    Hyun Joon mulai muak, ia juga melakukan hal yang sama pada Sun Woo, semua yang Sun Woo lakukan adalah mengatakan hal yang ia inginkan dengan nada sombong, menyentuh barang orang orang lain. Kemungkinan besar Sun Woo adalah anak tunggal. Mobilnya saja tidak ada aksesorisnya, dari luar kelihatan rapi tapi sebenarnya Sun Woo orang yang sangat rumit.

Apa kau memiliki masalah keluarga? Tanya Hyun Joon

Sun Woo tertegun sesaat. Sun Woo mengangkat panggilan teleponnya. Telah ada perintah untuk memindahkan kantor pusat penyelidikan ke NCI. Sun Woo diminta datang ke kantor setelah selesai.

      Kang Ki Myung memeriksa berkas laporan kematian baru-baru ini.

Nana Hwang melihat media sosial. Salah satunya terlihat login namun tidak ada catatan percakapan atau semacamnya, sepertinya ada yang sengaja menanamkan virus dan menghapus semuanya. Tidak ada pula catatan penjualan barang bekas terakhir.

Pelaku menarik rantai yang melilit leher korban sehingga mencekiknya.

Sun Woo menjelaskan kalau korban dipilih dengan kesamaan orang-orang yang tertarik pada barang bekas. Waktu mereka tidak banyak, tinggal 1 hari untuk mengecek semua situs penjualan barang bekas. Kalau tidak korban akan dibunuh.

     Kang Timjangnim datang, ia mengatakan kalau mereka sudah terlambat. Kim Hyun Joon marah, baginya tidak ada kata terlambat meski hanya memiliki sisa waktu sedikit. Dari kata-kata dan amarah Hyun Joon, Kang Timjangnim mengerti dia dibenci oleh Hyun Joon sebab kematian anggota tim EOD nya setahun yang lalu.

Seorang Bibi hendak membuang sampah. Ia dikejutkan dengan adanya mayat wanita di tong sampah.

Lee Han melihat korban kukunya dipotong lagi, korban dipakaikan pakaian. Terlihat mata korban ditutup ketika dibunuh, apa mungkin itu karena rasa bersalah pelaku?

Kang Timjangnim bilang bukan, jika memang seperti itu seharusnya tidak meletakkan korban di tempat seperti ini. Sun Woo melihat pola pembunuhan sedikit berbeda, bisa jadi bukan pelaku yang sama seperti sebelumnya atau pelaku sudah berkembang dalam pembunuhannya.

   Lee Han pikir ini bisa berarti si pelaku memiliki gangguan identitas disosatif. Menurut Kang Timjangnim pelakunya cerdas, pola pembunuhan yang berubah mungkin disengaja oleh pelakunya untuk membuat penyelidik bingung.

~* Criminal Minds *~

    Hyun Joon teringat oleh kematian Sang Hyun karena keragu-raguan Kang Timjangnim mengatakan bypass atau pass. Sehingga Sang Hyun meninggal bersama beberapa anggota EOD yang lainnya.

Hyun Joon marah sekali, bahkan di pemakaman Kang Ki Hyung datang tanpa tahu malu.

Kang Timjangnim memikirkan omongan Hyun Joon. Profil? Apa ini namanya profil? Begitu? Kau ingin menyerah lagi dan membiarkan dia meninggal?

Di pemakaman saat itu Kang Timjangnim menyesali ketidakpercayaan dirinya dulu, pastinya tidak akan ada banyak korban.

     Sun Woo bertanya pada Kang Timjangnim apakah mengenal Detektif Kim Hyun Joon?. Kang Timjangnim mengatakan kalau dulu Hyun Joon adalah kepala Tim EOD di insiden bom setahun yang lalu.

Yoo Min Young, Lee Han dan Nana Hwang mengucapkan selamat datang atas kembalinya Kang Timjangnim. Anggotanya penasaran bagaimana Kang Timjangnim tahu korban sudah meninggal?

Kang Timjangnim menceritakan tentang seorang korban yang dilalaikan tim penyelidik, kasusnya dialihkan ke divisi lain. Dikira sudah meninggal terseret air. Lee Han menyimpulkan, berarti Park In Hye adalah korban kelima.

     Kang Timjangnim mengadakan rapat. Ia menuturkan profiling dari pelakunya, pelakunya berada di usia antara 20 – 30 tahunan. Tingginya 170an, mahir komputer dan cerdas. Kemungkinan dia tinggal sendiri atau tidak banyak berhubungan dengan keluarganya. Dia tampan, tidak mungkin tidak mencolok perhatian dan tubuhnya rata-rata. Kemungkinan pelaku melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri. Pandai bicara, dan tahu psikologi manusia. Bisa jadi salesman.

Karena trauma masa kecilnya, ada kemungkinan besar dia menderita paranoia. Dia melepaskan trauma orang tuanya yang meninggal dengan menyalahgunakan dan menyaksikan para korban.

Pada orang seperti itu pembunuhan adalah metode kuat untuk menunjukkan kekuatannya. Semua korban dilecehkan secara seksual, namun karena tidak ada tanda-tanda hubungan seksual yang sebenarnya, bisa disimpulkan tersangka tidak memiliki kemampuan seksual. Tersangka kemungkinan sudah pernah melakukan kejahatan sejak muda.

Seorang pemuda menawarkan sepatu ket ke seorang Na Young, ia akan jual murah untuk pelajar.

~* Criminal Minds *~

     Gadis itu adalah gadis yang bertemu Hyun Joon di restoran. Ia sepertinya memutuskan untuk membeli sepatu tersebut untuk diberikan ke Hyun Joon.

Si pria datang, ia meminta Na Young itu mengecek di dalam mobil karena disini area dilarang parkir. Gadis itu setuju, setelah beberapa lama ia sadar dijebak. Ia menghubungi Hyun Joon.

Hyun Joon menelepon balik Na Young. Pelaku memukul Na Young ketika Hyun Joon menelfon. Ponselnya dibuang ke jalan. Hyun Joon langsung memasang sirine dan panik jangan-jangan ini kasus yang sama.

Hyun Joon bergerak, ia menelusuri tempat di mana Na Young. Hyun Joon menerima Pesan suara Na Young, dari sana ia mencari tahu Na Young tadi di mana. Hyun Joon bertanya ke penjual minuman di pinggir jalan, benar Na Young tadi di sini. Kemudian masuk ke mobil seorang pria.

   Sun Woo datang, ia menunjukkan foto seorang pemuda yang diduga pelakunya. Pelaku menggunakan mobil SUV silver, Hyun Joon dan Sun Woo mengecek mobil sejenis untuk melihat plat nomornya dari mobil pemantau parkir ilegal yang melintas rutin di jalan ini.

Na Young ditaruh dalam sel dan diborgol. Pemuda itu menontoni Na Young dari kamarnya sambil mengemil. Ia mendapatkan panggilan dari seseorang, Yoo Min Young sedang menyamar.. ia sengaja membarut bemper mobilnya dan ingin bertemu pemiliknya.

Pemuda itu keluar setelah tahu kalau yang meneleponnya wanita cantik. Ia langsung dibekukkan di sana.

     Hyun Joon dan Sun Woo mencari Na Young ke ruang bawah tanah, nampaknya pelaku membunuh dan memenjarakan korban di ruang bawah tanah ini. Hyun Joon ingin bertemu pelakunya. Sun Woo mencegahnya jangan berbuat gegabah karena terburu-buru, Choi Na Young masih hidup. Menurut profilnya si pelaku terobsesi pada waktu, melakukan sesuatu sesuai jadwal.

Hyun Joon tidak peduli dengan profil atau semacamnya, ia tidak mengindahkan peringatan Sun Woo.

Kamar pelaku terlihat biasa saja seperti pemuda seusianya, ada baduk di sana. Yoo Min Young pikir pemuda itu tinggal dengan seseorang. Lee Han berkata lain, menurutnya pelaku tinggal sendiri dan bermain dengan baduk ini sendiri.. dari pola baduknya ia bisa tahu apa dia ingin mendapatkan nilai, jika menyerang?

Lee Han menganalisisnya. Menurutnya dia tipikal penyerang yang ekstrim. Lee Han mengambil buku Psikologi Pidana karangan Kang Ki Hyung Timjangnim mereka di kamar ini.

Ada potongan koran berita tentang 4 Agen EOD Mati dalam Serangan Terorisme Bom Rumah sakit di salah satu halaman buku tersebut.

       Pelaku bersama Kang Timjangnim, Hyun Joon masuk dan mencengkeram kerah pelaku untuk mengetahui di mana Na Young. Kang Timjangnim menahannya untuk jangan membunuh satu-satunya orang tahu di mana Na Young, lakukan saja pekerjaanmu dan aku lakukan pekerjaanku.

Di luar, Sun Woo membenarkan kalau Profiler tidak sepenuhnya benar karena mereka hanya manusia dan bisa salah. Tapi tindakan Hyun Joon tadi gegabah seperti anak kecil.

Pelaku yang mereka temukan hari ini memiliki kaki tangan, kaki tangannya lah yang mendominasi. Bisa jadi pelaku yang sebenarnya sengaja memanfaatkan wajah tampan untuk memikat korbannya. Dugaan tentang pelaku yang berkepribadian ganda tidak sepenuhnya benar.

Hyun Joon menemukan potongan kertas kecil bertuliskan nama Ma Hyun Tae semalam saat mengecek mobil pelaku, di hari lainnya Hyun Joon mengunjungi bengkel dan berbuat onar di sana untuk mencari Ma Hyun Tae.

Sun Woo menanyakan teman Ji Min adakah yang dekat, diketahui pernah ada seorang yang bernama Ma Hyun Tae mengunjunginya. Sun Woo kemudian menghubungi Nana Hwang untuk detail informasinya.

Ma Hyun Tae sudah sering keluar masuk pusat penahanan sejak belasan tahun.

     Kang Timjangnim bersama pelakunya, ia menduga karena sudah sering masuk dan keluar pusat penahanan membuatnya merasa kecil dan membutuhkan perlindungan. Ia merangkul sosok kuat yang bernama Ma Hyun Tae sebagai tamengnya.

Sun Woo mencari-cari Ma Hyun Tae. Seseorang di dalam ruangan menghubungi 112 call center, ia hendak melaporkan sesuatu. Ragu-ragu. Kemudian seseorang datang hendak menghabisinya.

Sun Woo menelusuri, tidak ada seorang pun. Tiba-tiba mobil melaju menabrak Sun Woo. Seseorang itu menodongkan senjata api pada Sun Woo.

K O M E N T A R:

    Sebuah drama adaptasi dari serial berjudul sama “Criminal Minds” dari Amerika. Karena masih episode satu jadi kesulitan bagi penonton adalah menghafalkan nama – nama tokoh dan alur cerita.

I try this one, semoga bisa kelar sampai ending di episode 20 nanti. Semoga tidak putus ditengah jalan lagi.. dan tolong sekali jangan mengcopy paste sinopsis ini dengan alasan apapun. Cukup share atau bagikan link-nya saja. Thank you..

Advertisements

[K-Movie] Life Risking Romance – Part 4 end

    Kembali ke masa sekarang. Jane menjawab pertanyaan Lokhan saat itu..

“Karena…”

Yumi dan Hur Jong Gu.

“Itulah yang kulakukan, dan sekarang aku inginkan.” Pisau di leher Yumi, Yumi lalu mengambil pisaunya sendiri.

“Itu karena pisau, kau seorang pencuri, bukan seorang perampok.”

“Ini untuk perlindunganku.  Pisau ini hanya mainan. Jangan kaget, ini sangat tumpul.”

Jong Gu membuktikannya dengan memukul-mukulkannya ke lehernya sendiri.

Jong Gu rupanya kenal dengan Yumi. Jong Gu diberi makan tahu (bagi yang gak ngerti kenapa? Karena ini semacam tradisi di Korea sono kalau orang baru keluar penjara harus makan tahu dengan harapan tidak masuk ke penjara lagi. Kepercayaan saja..)

Yumi menagih janji ke Jong Gu untuk tidak membunuh orang atau semacamnya. Jong Gu mengiyakan, ia tidak mungkin melakukan hal semacam itu. Mencuri saja ia pilih rumah yang kosong kog.. (dan bego’nya dia dua kali ketangkep dekat koper yang ada jasadnya XD )

Yumi diberikan kalungnya Jane. Yumi senang, sudah lama menginginkan ini. Lucunya mereka berkaca di pisau daging :v (Geloooo, ini hurang teh minta diruqyah biar nyaho.. huuuy dasar.. XD )

Jong Gu mengajak Yumi tinggal di Hawai karena ia di Korea sudah jadi buronan. Yumi tanya apa Jong Gu punya uang?

Tidak sih. Jawab Jong Gu.

Yumi menyarankan bagaimana kalau kita rampok saja gedung ini? Karena penghuninya kebanyakan pergi dan rumah-rumah sedang kosong. Jong Gu langsung memuji-muji Yumi yang tidak hanya cantik tapi juga pintar. Tidak sadar Jong Gu mengetuk-ngetukkan pisau besar ke lehernya sendiri.

Oppa.. itu pisau sungguhan. Jong Gu langsung menjerit histeris. Yumi menyingkirkan pisaunya.

     Jane mengembalikan kalung pemberian Jason, ia tidak bisa bersama dengan Jason. Jason menebak alasannya pasti karena si Lokhan bukan? Meskipun Lokhan pembunuh?. Jane membenarkannya, ia merasa perlu berada disisi Lokhan.. karena setiap kenangan yang ia jalani selama ini baik susah dan senang selalu ada Lokhan bersamanya.

Jane khawatir jika ia meninggalkan Lokhan, pria itu akan mengalami masa yang berat kedepannya. Tak peduli kalau ia pembunuh atau bahkan lebih buruk dari itu, Jane ingin tinggal disisi Lokhan.

Rekannya Lokhan mengambil selfie sementara Lokhan terlihat masam dan muram, di depannya ada boneka wanita meringkuk di koper. Lokhan menyesal, ia pikir dirinya juga cocok menjadi profiler. Ia berlatih membunuh dengan boneka. Karena ia ingin membantu Jane. (Manekin yang sepanjang episode selalu muncul, yang bentuknya mirip sekali dengan manusia. Cantiknya ngalahin manusia malahan ̩̩̩̩̩̩ƪ)  )

Rekan Lokhan kemudian pamit pergi padahal shift jaganya belum selesai, karena ia harus segera pulang, mood istrinya tampaknya sedang buruk karena pms. Ia minta Lokhan yang jaga menggantikannya. Lokhan mengingatkan kalau kepala bisa marah nanti. Sebelum pergi rekannya menasehati Lokhan

“Sesuatu tentang hubungan, kau harus mempertaruhkan segalanya untuk itu. Bahkan jika itu untuk istri yang sedang haid.”

Jane menerima pesan dari rekannya Lokhan, sebuah gambar selfie yang diambilnya tadi. Dengan pesan, Lokhan bahkan berlatih membunuh demi kau.

Jane merasa lega sekarang. Dugaannya salah tentang Lokhan.

“Bagaimana jika aku pembunuhnya?” gumam Jason tanpa Jane sadari.

Lokhan berpikir, FBI dan Polisi Korea. Ia menghembuskan nafasnya kesal, tidak bisa dibandingkan. Panggilan dari pihak lab “Sunbae! Dari mana kau dapatkan sampelnya?”

“Kenapa? Milik Jane lagi?”

“Salah satu dari 4 adalah DNA korban”

Lokhan langsung bergegas menemui Jane.

Bagaimana jika aku pembunuhnya?, tanya Jason. Dengan santai Jane menjawab kalau begitu ia harus pergi. Jane pergi, Lokhan menelfonnya memberitahukan DNA korban yang Jane temukan.

Lari Lokhan semakin kencang ketika ia mendengar jeritan Jane.

Jason mencekik leher Jane dengan ikat pinggang. Jason baru mengerti apa yang dimaksud lebih baik membunuhnya jika tidak bisa dimiliki. Ia akan memalsukan kematian Jane sebagai perbuatan Lokhan, DNA dan sidik jari Lokhan akan ditemukan di mana-mana, Lokhan sudah menguntit seorang gadis selama 30 tahun. Membunuh gadis itu dan dirinya sendiri.

Jane berhasil melarikan diri, ia mendorong Jason dan kembali ke rumahnya sendiri. Jane mencoba menghubungi pihak keamanan gedung. Nahasnya yang menjawab panggilannya malah Jason.

Jane dilanda panik, ia memutuskan untuk turun dengan tali. Disaat yang sama Jason datang, membuka pintu rumahnya.

Jason bilang ia tidak pernah ingin melakukan ini, tapi dia sekarang akan melakukannya. Jane melompat ke jendela. Jason memegangi talinya, ia menariknya.

“Kau bisa mengerti kalau Lokhan yang melakukannya, tapi kenapa tidak denganku??!”

“Apa kau harus bertanya? Kau ini pembunuh!” jerit Jane, ia mengarahkan alat penyetrum ke wajah Jason.

Jane langsung terjatuh karena Jason melepaskan talinya. Jane bergelantungan karena terlilit kakinya Jason.

Jane mencoba menghancurkan kaca di depannya, kacanya tak bergeming karena terlalu keras. Tapi jendelanya terbuka, ia menggesernya.

Hur Jong Gu dan Yumi kebetulan ingin merampok rumah yang ada Jane nya. Jong Gu bertingkah seolah ingin membunuh orang. Yumi menjewernya “Kenapa kau membawa pisau?”

Menariknya pergi. (HHHHH kocak kocak kocak)

Gerbang apartemen ditutup, Lokhan tidak bisa masuk. Ia menghadang pembawa motor, ia gunakan motornya dan menabrakkan diri ke gerbang sampai ia terjatuh tapi setidaknya bisa masuk.

Jane mengendap-endap. “Anyeong haseyo Han Jane-ssi..” sapa Hur Jong Gu, membuat Jane terkejut dan berteriak-teriak, Hur Jong Gu membungkamnya. Beberapa saat yang lalu Jason sudah terbangun dari pingsannya, sedang menelusuri di mana Jane.

Karena Hur Jong Gu cerewet, Jane membungkamnya sadar kalau Jason bisa saja mengetahuinya.

“Eonni!”

Jane dan Jong Gu menoleh. “Eonni, itu pacarku.”

Jane tidak menyangka Jong Gu adalah pacarnya yang dirindukan selama ini. Jane meminta mereka menghubungi polisi, Jason itu pembunuh. Jane lagi-lagi buang angin, baunya yang busuk membuat pasangan rampok tersebut keluar ruangan.

Siapa sangka dibalik pintu Jason sedang menunggu. Hur Jong Gu menggerutu, lalu ia dipukul oleh Jason. Jane menutup pintunya, sempat tangan Jason terjepit pintu karena mencoba menahan Jane.

Jong Gu menyuruh Yumi pergi, ia meyakinkan Yumi kalau tidak akan apa-apa. Mereka akan ke Hawai nanti. Yumi pergi, Jong Gu melawan Jason dengan sebisanya. Jane tidak tega melihat Jong Gu dipukul dan ditendangi Jason.

“Oppa!!!” Panggil Yumi dari sisi lain gedung

Jane membuka pintu dan mengenai Jason. Ia menyeret Jong Gu ke dalam ruangan.

Lokhan terseok-seok menuju ke ruang keamanan, ia menghubungi Jane. Jane kau di mana? Maafkan aku datang terlambat..

Jane balik menghubunginya, ia minta Lokhan pergi saja. Jason akan menjebak Lokhan nantinya. Lokhan tidak peduli, apapun yang terjadi dia akan tetap ke sana.

Lokhan berlari ke tangga, Jason menghadangnya. Mereka terlibat adu jotos, Jason dengan mudah menendang Lokhan ke tangga. Ia juga mendorong Lokhan ke kaca, mendorongnya sampai kaca pagar pecah,

Lokhan meminta Jason jangan macam-macam pada Jane,

Yumi mendorong barang-barang ke arah Jason, Jason terkapar. Yumi mencoba menolong Lokhan. Jason kembali bangkit, ia mencekik Yumi dan menyeretnya.

“Hentikan!!!”

Jane mengacungkan senjata api ke Jason. Jason melepaskan Yumi. Jason terus mendekat,

“Apa kau tidak penasaran bagaimana rasanya membunuh seseorang?” Tanya Jason. Perlahan ia mengarahkan senjata di tangan Jane ke tubuhnya sendiri, tepat di jantungnya. Jason menekankan jarinya ke pelatuk, Jane takut-takut menekannya

Dorrrr! Terlihat api keluar,

Jason berpura-pura kena tembak. Ia terkekeh, isi selongsong peluru pertama di polisi korea selalu kosong.

Jason menyingkirkan senjata api dari tangan Jane dengan mudahnya.

Ia mencekik Jane. “Perasaanku padamu itu sungguh-sungguh!” Kata Jason.

Lokhan datang dengan pisau. Jason memukul jatuh Lokhan. Saat Jason hendak mendekati Jane lagi, Lokhan memegangi kaki Jason. Ia menyuruh Jane pergi. Jason menendang Lokhan.

“Apa lagi sekarang?” Tantang Jason pada Jane.

Jane mengeluarkan alat penyemprot api.

“Dasar pambunuh Psiko!!!”

Jason kepanasan, ia jatuh ke bawah menimpa meja di lantai dasar.

Jane mencoba menyelamatkan Lokhan, ia melakukan CPR. Lokhan terbangun, setelah membuka mata Lokhan mengatakan “Sekarang kita berciuman. Aku keluar dari friendzone.”

“Aku pikir kau sudah mati”

“Mengapa aku akan mati? Aku akan bersamamu selamanya.”

Jane memukulnya, kesal. Kata siapa memangnya?, meski sakit sungguhan Lokhan malah terkikik senang.

Kali ini Jane mencium Lokhan sungguhan. Bersamaan disaat itu matahari terbit,

Rekan Lokhan dan polisi yang lainnya datang. Mereka sibuk mencari Lokhan, sedangkan Lokhan masih berbaring di atas bersama Jane.

~* Life Risking Romance *~

Pembunuh berantai di Itaewon dengan tersangka Jason Chen diektradisi ke Amerika Serikat. Buronan Hur Jong Gu dilaporkan telah melarikan diri ke Hawaii bersama pacarnya Jung Yu Mi. Penulis Novel Byeon mempunyai skandal plagiat.

Sekarang Jane dan Lokhan sedang liburan.

“Begitu banyak udara kotor di otakku. Aku mendapatkan begitu banyak ide.”

Lokhan menyiapkan makanan. “Jangan kau pikir novel yang agak terlalu tradisional?”

“Lalu apa? Membuat tokoh pembunuh sahabatnya.” Tantang Jane,

“Ide cemerlang.”

“Itulah mengapa emosi ini penting, emosi. Apa yang utama dari emosional?”

“Lihat dirimu, kau tahu itu semua.”

Lokhan mencari-cari pisau, tidak ada. Jane pindah ke tenda orang di sebelahnya. Ia ingin meminjam pisau pada pria itu.

“Apa kalian pasangan? Kalian berdua terlihat bahagia.”

Jane hanya mengangguk-angguk. Pria itu membuka perkakasnya, ada begitu banyak pisau sampai membuat Jane ternganga.

“Ini sedikit berlebihan tapi nyaman untuk digunakan. Tunggu sebentar. Apa kau Jane Han Penulis ‘Psikologi pembunuhan’?”

“Iya, memang aku.” Jawab Jane bangga.

“Benar. Benar. Aku tidak pernah membayangkan akan bertemu penulis buku terlaris di sini. Aku merasa terhormat. Bolehkah… Minta tanda tanganmu?”

Jane menandatangani punggungnya. Jane bertanya “Apa sudah semua ‘Noh Duk-sul’?”

Pria itu bingung bagaimana Jane tahu namanya. Jane sendiri juga linglung “Entahlah..” ia menimbang-nimbang. Bagaimana aku tahu namamu?

Jane langsung menjerit “Kyaaaaaa! Noh Duk Sul, tidak membayar gaji, melakukan percobaan pembunuhan.”

Jane dan Lokhan mengejarnya, tapi karena Noh Duk Sul membawa pisau ia pun berbalik mengejar.

Tidak ada pilihan lain selain melompat dari tebing. Jane marah kenapa Lokhan tidak bisa melawan?. Lokhan balik meneriaki Jane kenapa penulis menghafal semua poster paling dicari?

Dok Sul menantang mereka untuk melompat. Jane mendorong Lokhan duluan.

“Emosional utama yang ada dalam hidupku. Bersama Lokhan..”

-END-

 

S T I C K Y  –  N O T E S:

Jason… yang kamu lakukan ke saya itu jahat! Kenapa Chen Bolin diawal-awal manis dan diakhiran jadi super duper menakutkan? Kokoh.. aku padamu laah (╭ ̄.)charming abis..

Tolong dikondisikan gantengnya Koh.. itu kumisnya yang tipis-tipis benar-benar mengganggu penglihatanku.. kog bikin tambah cakep sih? ♡(ˆ▿ˆʃƪ)

Diawal-awal saya banyak ketawa, geli, lalu kaget, ketawa lagi. Life Risking Romance sukses mengaduk-aduk emosi (˘_˘٥)

Film yang menarik. Nice nice nice…