Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 7 Part 2

Kono dan Yukito pergi ke akuarium. Mereka melihat-lihat ikan, ketika itu tanpa sengaja mendengar seorang anak kecil memanggil ayahnya. Yukito dan Kono memperhatikan mereka,

Tanpa sadar Kono mengatakan, Yukito.. pa pa.. apa ada panda di sini?

Editor Kaizuka menemui Morio. Ia kemari ingin meminta bantuan Morio.

Yoneoka dibantu Nobuyoshi mengecek jadwal kereta. Nobuyoshi tidak menyangka kalau prosesnya serumit dan sejauh ini. Yoneoka menjelaskan kalau memang salah harus dibenarkan.

Kaizuka menjelaskan tentang Kono yang sampai mengoreksi judul penulisnya. Morio juga menyayangkan kenapa Senpai-nya tidak mengerti hal mendasar tentang itu?. Kono menyarankan Kaizuka untuk memberikan naskah ini ke Morio untuk ditinjau.

Setelah memikirkannya matang-matang, Kaizuka pikir sarannya Koetsu ada benarnya juga, maka ia kemari meminta bantuan Morio. Morio bilang akan membacanya, jika memang sesuai untuk Lassy ia akan merekomendasikannya ke Kepala editor.

Kaizuka sangat berterima kasih pada Morio.

Morio kemudian menunjukkan foto-fotonya Yukito. Awalnya dia bingung mau menggunakan foto yang mana, namun ia akhirnya bisa memutuskan. Karena baginya sekarang ia mengerti, kalau tidak mengambil resiko maka tidak akan melakukan apa-apa.

Tampaknya Yoneoka sudah mentok, ia meminta maaf pada Masamune Nobuyoshi sampai ia mintai bantuan.

*~ Jimi Ni Sugoi ~*

      Yukito dan Kono sudah kembali. Kono hendak mengatakan sesuatu, tapi yang keluar dari mulutnya malah betapa senangnya ia diajak ke akuarium dan melihat ikan-ikan. Yukito memberikannya mainan yang ia beli tadi ke Kono. Yukito pamit pulang.

Kono terkejut pada dirinya sendiri, hampir saja tadi bertanya. Ia sungguh penasaran tapi tidak boleh bertanya mengenai Hongo-sensei ke Yukito.

     Kono kembali berkutat dengan essay milik Hongo-sensei. Ia membaca di bagian Hongo-sensei membelikan sarung tangan kidal karena anaknya kidal.

Beberapa saat yang lalu Takehara-san menerima panggilan dari Kitano-sensei. Setelah menerima hasil proofreading Yoneoka ia akan memperbaiki naskahnya. Kitano-sensei mengungkapkan kalau pikirnya tidak apa-apa tidak tahu jadwal kereta, namun ia tidak bisa menutup mata demi kebaikan pembaca setianya, juga kedepannya.

Takehara-san menasehati, pekerjaan mengoreksi karya orang-orang memang penuh resiko namun itu semua dilakukan demi hasil karya itu sendiri.

    Yoneoka mengungkapkan kalau ia memiliki keberanian mengoreksi jadwal kereta tersebut berkat Kono-san. Karena Kono-san orangnya tidak takut mengambil resiko.

Kono yang di mejanya langsung teringat pada Yukito. Ia ingin sekali melakukan apa yang mengganggu benaknya selama ini.

Kono mengambil mantelnya dan pamit pergi. Fujiwa yang biasanya melarang sekarang malah mengucapkan hati-hati. Membuat yang lainnya bingung dengan perubahan sikap yang drastis ini.

Setelah Etsuko pergi, Takehara balik tanya ke Fujiwa. Bukannya Fujiwa-san juga bilang hati-hati. Fujiwa langsung bingung, lho..

     Etsuko menghubungi Yukito untuk bertemu. Mereka bermain lempar tangkap bola. Ragu-ragu Etsuko mengatakan maksudnya. Ia sebagai Proofreader dari Departemen Koetsu Keibonsha ingin mengkonfirmasi, apakah saat berumur 3 tahun Yukito sering menggunakan tangan kirinya dan pernah dibelikan sarung tangan khusus kidal oleh ayahnya, Hongo Daihaku-sensei?.

Yukito terkejut, tapi ia langsung menjelaskan. Saat kecil ia memang sering menggunakan tangan kirinya ketimbang yang kanan, namun lambat laun ia membiasakan menggunakan tangan kanannya karena lebih mudah melakukan sesuatu dengan tangan kanan. ( Berarti Yukito ambidextroy? )

Karena suasana agak canggung, Etsuko kemudian meminta Yukito menganggapnya sekarang berbicara dengan Ecchan. Ia meminta Yukito menemui Hongo-sensei, selama ini Hongo-sensei menunggunya. 20 tahun tidak bertemu, Hongo-sensei ingin sekali berjalan bersama anaknya di bawah jembatan Tappi.

Etsuko ingin Yukito mempertimbangkan hal tersebut.

Morio mengatakan kalau Kepala Editor suka dengan novelnya, cocok untuk pembaca Lassy. Kaizuka senang sekali atas bantuannya Morio,

ia juga memegangi tangan Morio. Lain kali ia akan mentraktirnya makan. ( Modus! Pedekate.. Pedekate..  HHHH)

Morio bingung, tapi kenapa tiba-tiba?. Kaizuka jadi tidak enak, ia bilang hanya bersemangat karena terbawa suasana. Namun tanggapan Morio diluar dugaan, ia bilang tidak apa-apa kog.

 ( Lampu ijo tuh! Cepet respon, kalau enggak… dijutekin mati kutu lu… (╭ ̄.) )
“Hah? Bohong?” Kaizuka tidak percaya

~* Pretty Proofreader Kono Etsuko *~

Saat itu Hongo-sensei dalam ceritanya mengatakan kalau anaknya tertidur melihat teater musikal. Tapi versinya Yukito berbeda, seingatnya dulu ayahnya lah yang tertidur karena dengkurannya mengganggu penonton yang lainnya.

Baiklah, mari kita lihat ingatan siapa yang paling kuat. Yukito ingin bertemu dengan Hongo-sensei. Etsuko terenyuh mendengarnya, ia kemudian ingin menghubungi Kaizuka. Tako.. Tako.. Tako.. eh dikontaknya tidak ada yang namanya Tako. Kaizuka. Membuat Yukito tertawa.

Hongo-sensei dan Yukito bertemu sekarang. Yukito mengungkapkan ketakutannya selama ini, ia ini hanya penulis yang setengah-setengah. Tiap kali melihat nama ayahnya ia berusaha untuk kabur. Ia ketakutan melihat dunia ayahhnya.

Sebagai penulis, Hongo-sensei menasehatinya. Ia juga sudah membaca semua bukunya Yukito. Dan sebagai seorang ayah ia memuji selera Yukito terhadap wanita bagus juga. Hongo-sensei meminta Etsuko untuk menjaga Yukito dengan baik. Bukankah dia ini pacarnya Yukito?

Yukito serba salah, tidak mengiyakan dan tidak bilang tidak. Yukito malu-malu. Etsuko awalnya ingin menyangkal tapi langsung menyanggupi akan menjaga Yukito dengan baik.

Yukito pamit pindah dari tempatnya Morio. Ia meminta maaf telah merepotkannya selama ini, juga berterima kasih atas kebaikan Morio. Yukito kagum dengan ketegaran Morio, ia telah belajar banyak dari Morio.

Karena kata-kata Yukito sudah mulai kemana-mana, Morio mendorongnya keluar dari rumah. Membuat terharu saja, Morio segera mengusirnya.

Hongo-sensei akhirnya memperbaiki tulisannya. Ia jatuh tertidur dan mengganggu penonton yang lainnya. Judulnya yang semula Hari yang menyedihkan menjadi hari paling membahagiakan.

Takehara berterima kasih kepada Kono, sekali lagi sebuah karya terselamatkan. Yoneoka menyindir-nyindir enaknya Etsuko yang mendapat pujian dari seorang penulis. Aku juga ingin…!

“Aaa Kitano sensei selanjutnya juga ingin berbicara kepada Yoneoka-kun atas koreksi revisiannya.”

Yoneoka senang sekali. Takehara dapat telepon, nominasinya sudah ditentukan.

Semua orang di Koetsu departemen bersemangat. Kaizuka datang, dia tanya ke Etsuko soal daftar kan sudah diumumkan, harusnya perasaannya membaik. Etsuko membanting pulpennya dan mendekati Kaizuka.

Apa maksudnya dengan kegelapan yang sangat dalam?. Kaizuka bilang itu rahasia terdalam antara Hongo-sensei dan Yukito. Gara-gara pemikirannya Kaizuka yang aneh itu, Etsuko sampai berpikir yang tidak-tidak.

Kaizuka bilang, pada akhirnya semuanya berjalan dengan lancar kan?. Lalu dia kabur dari Kono.

K O M E N T A R:

Maaf kalau ada typo ya.. ^^

     Menurutku kalau novelnya memang mengambil latar tempat sungguhan, seperti misalnya monas itu ada emasnya.. saat itu blablabla, kalau novel berlatar 1980an.. monas dalamnya justru mall kan malah diprotes banyak orang :v, okelah perlu dilihat faktanya tahun segitu beneran ada itu dan cocok tidak? Tempatnya, gaya bahasa sewaktu itu, sejarahnya, yang terkhusus orang-orang di masa itu tahu. Kalau agak semi fiksi yang tidak sampai menyebutkan tempat nyata, namun cukup general, cuman sekedar jalan, kantor, Jakarta, blablaba.. gak usah dikulik karena memang tidak detail. Nah.. kalau yang fiksi fantasi, kita harus ngikutin arahannya si penulis maunya dibawa kemana? (hubungan kita? Heol.. XD , eeh)

    Juga soal sejarah, kita harus cek dari dua sisi antara penjajah dan yang dijajah. Pasti perspektifnya beda, entah mana yang benar dan bagian mana yang dilebih-lebihkan.. tapi dua-duanya menawarkan history. Itulah kenapa sejarah disebut history dari kata His dan story. Sejarah adalah soal sudut pandang, bukan cerita eksak yang pasti jika a bilang a maka benar a, namun karena kita tidak mengalaminya sendiri.. juga sebab ingatan manusia itu rapuh, jadilah kita percaya namun tetap harus skeptis bertanya-tanya sembari membuktikan, caranya? Ya belajar dong.. tapi jangan fokus ngapalin tahun doang, wkwkwk gw ditanya tahun-tahun juga gak ngeh.. pengen gw lempar bunga beserta potnya tuh orang-orang (¬_¬”), die sendiri gak inget.. sok sok an tanya gw. Menurutku gak perlu bener-bener dihapalin teks book, tapi lebih seperti memahami dan mencintainya.. tanpa sadar nanti nyantol ke otak sendiri. Kalau Hongo-sensei ingetnya anaknya yang ketiduran dan Yukito ingetnya ayahnya yang ketiduran kan beda.. namanya juga his story. Kita ngomongin sudut pandang. Berarti kalau ada 2 orang berantem kita harus dengerin cerita masing-masing dari mereka baru bisa mengambil kesimpulan yang bijak.

     Gak kaget sih soal Yukito ternyata anaknya Hongo-sensei. Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Gen itu beneran nurun. Soalnya gen adalah semacam perekam kehidupan manusia. Kebiasaanmu, apa yang sering kamu lakukan, plus minus, hidupmu semuanya terekam di gen. Maka dari itu, ketika dua orang punya anak.. anaknya secara otomatis akan mewarisi gen orang tuanya. Biasanya ayah dominan menurunkan fisik, sedangkan ibu dominan nurunin sifat ke si anak.

      Drama ini entah bagaimana endingnya, 3 episode lagi ending. Kono mulai menikmati pekerjaannya, akan adil kalau dia bisa dapetin keinginannya menjadi Editor Lassy tapi sepertinya sudah sangat enjoy dengan Koetsu Dept. Terkadang dalam pekerjaan ada istilah kamu baik dalam melakukannya meski tak menyukainya atau kamu tidak menargetkan tempat tersebut tapi kamu mampu dan baik dalam hal tersebut. Dan tentu saja, entah suka atau tidak, asal kita mampu dan bisa mengerjakannya dan memberikan manfaat bagi yang lain, kenapa enggak?

Komentarku gak usah di-iya-in gapapa, ini hanya opini yang punya blog, yang punya blog siapa? Kan gw.. wkwkwk suka-suka yang punya dong…  (‘) (‘)┌, 

Gracias and ciao~

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 26 July 2017, in Jimi Ni Sugoi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s