[K-Movie] Life Risking Romance – Part 3

Jason dan Jane beda pendapat, menurut Jane anak-anak tidak ada yang dilahirkan untuk menjadi penjahat. Mereka adalah malaikat.

“Kau seorang malaikat di mataku, Jane.” Kata Jason sembari mendekat.

Jane terdiam sesaat kemudian mengatakan “Tempat ini sedikit menakutkan. Mungkin karena mayatnya dibuang di sini.”

“Kupikir kau tidak mudah takut.”

“Aku menulis misteri karena aku pemalu. Aku selalu berpikir tentang hal-hal yang mengerikan. Kemudian cerita datang, jadi aku tidak mudah untuk tertidur.”

“Itu tidak baik. Mulai sekarang, aku berharap aku bisa membuatmu lupa semua hal yang mengerikan. Seperti ini.”

Jason mendekat dan memberikannya kalung sebagai hadiah ulang tahun.

“Aku tahu ini terlambat tapi ini adalah kado untuk ulang tahunmu.”

Kemudian mereka hendak berciuman. Sayangnya Lokhan memanggilnya “Han Jane! Apa yang kau lakukan di situ?”

    Lokhan menangkap Jason, Jane tidak terima. Lokhan beralasan karena Jason melakukan penyelidikan tidak resmi tanpa meminta izin otoritas kepolisian setempat. Jane tidak peduli, harusnya mereka berterimakasih karena ada agen FBI yang ikut membantu.

Jane dan Lokhan berdebat, Lokhan diborgol Jane. Dan Jane pergi bersama Jason. Sebelum keluar dari kantor polisi Jason menyeringai melihat Lokhan yang terikat borgol. Membuat Lokhan naik darah.

   Lokhan kesal pada Jason, dan akhirnya ia memukul Jason sampai berdarah. Jane mengajak Lokhan untuk bicara. Sedangkan itu Jason bersama opsir satunya, dalam bahasa inggris Jasong mengatakan yang terjadi pada Lokhan saat ini adalah emosi kemarahan semacam cinta. Karena opsir itu tidak mengerti, ia hanya balas mengatakan “Thank you” (HHHHH)

Lokhan meledak-ledak, kenapa Jane bisa seperti ini? Bukankah tujuan awalnya adalah mengikuti Jason hanya untuk penyelidikan apa memang benar Jason pembunuh berantai? Tapi kenapa ingin berciuman dan apa-apaan kalung itu?

Lokhan marah, apa tidak pernah Jane menganggap Lokhan sebagai pria selama ini?

*~ Life risking Romance ~*

     Dalam perjalanan. Jason menceritakan lagi-lagi kesamaan kasus di Miami dan Itaewon, pelakunya adalah polisi setempat dan pemicunya adalah penolakan dari wanita. 37 wanita dibunuh. Jason mengatakan kalau Lokhan adalah salah satu teratas yang dicurigai sebagai pelakunya sekarang. Kasus ini semacam duplikat dari kasus yang pernah terjadi di Miami.

Jane tidak percaya, baginya Lokhan tidak akan mungkin seperti itu. Jason mengungkapkan adanya sidik jari Lokhan di koper, kemungkinannya lebih besar lagi. Jane pikir itu adalah sebuah kesalahan, bukan bukti yang benar-benar konkret.

      Kemarahan Lokhan masih belum mereda, ia lalu pergi dari kantor.

Berita terbaru, tersangka utama pembunuhan berantai Lee Jong Gu. Kata pembaca berita yang songong ini. Lalu dia meralatnya. Hur Jong Gu (Wkwkwk)

Dua pria bule memaki karena kesal pajak mereka terbuang sia-sia di Negara ini. Tapi fasilitas publik dan petugasnya malah seperti ini.

     Sajang-nim senang melihat pencarian tentang Han Jane menjadi yang populer. Lokhan datang, ia ingin membicarakan soal Han Jane dengan Sajang-nim.

Jason meminta maaf kalau dugaannya tentang Lokhan menyinggung perasaannya Jane. Jane bilang tidak masalah, semua kemungkinan bisa terjadi.

Jason menunjukkan tiket penerbangannya ke Jane, setelah liburannya berakhir ia akan kembali ke tempat asalnya. Dan mengenai projek novel Jane tentang Penulis dengan agen FBI yang menangkap pembunuh berantai.. akankah mereka bisa memberikan ending yang bahagia nantinya?

     Seorang wanita pulang sendirian, ia sejak tadi merasa dibuntuti oleh seseorang. Ia dikagetkan dengan kemunculan Lokhan dari tangga.

Hur Jong Gun masuk ke rumah Jane, ia melihat-lihat. Yumi juga masuk ke rumah Jane, mengambil pisau daging. Tak lama kemudian Jane pulang, terkejut melihat Yumi memegangi pisau.

Jane mengingatkan Yumi untuk minta izin dulu, kalau tidak itu namanya mencuri. Keduanya belum ada yang menyadari Hur Jong Gun. Yumi menduga kalung Jane dari si agen FBI. Jane mengusirnya,

Sedari tadi Jane juga belum tahu Hur Jong Gun di sana, hampir saja Jane terkena tusukan pisau. Jane keluar dari rumah.

     Byeon datang ke rumah Jason disaat pria itu sedang berkemas. Byeon mengajaknya minum tapi Jason menolak.

    Jane menuju rumah Lokhan, tidak ada jawaban ketika dipanggil. Sementara itu Lokhan sedang menyerat koper di suatu gang.

Jane terkejut melihat rumah Lokhan ada wanita yang tergeletak. Jane bersembunyi ketika Lokhan datang dan mencekik wanita itu. Jane amat syok, ia nyaris berteriak.

Lokhan mendengar sesuatu, ia mencari dari mana asal  suaranya tapi tidak ketemu.

Yumi di lingkungannya. Karena semua orang pergi untuk waktu yang lama, jadi terasa sepi dan ini menyeramkan. Ia membuka pintu dan terkejut melihat Hur Jong Gun menyambutnya dengan pisau.

    Jane tidak mengerti kenapa Lokhan seperti ini. Jane menghubungi polisi setempat, baru terhubung sebentar lalu ia dengar Lokhan di depan pintu rumahnya. Lokhan ingin membicarakan sesuatu. Jane ketakutan. Ia minta berbicara besok saja, beralasan sedang lelah.

Lokhan tahu kode rumah Jane, ia lalu membukanya. Sebelum Lokhan masuk, Jane menguncinya dari dalam. Jane histeris, ia menyuruh Lokhan pergi.

Lokhan bilang ia akan dipindah tugaskan, ia pamit. Setelah dipikirkan ternyata selama ini ia selalu bersama Jane. Ia sekarang sudah bertemu dengan orang lain, Lokhan berharap Jane akan mendapatkan kebahagiaannya. Lokhan lalu pergi.

Jane menangis. Jane teringat masa kecilnya dengan Lokhan dulu. Nampaknya Lokhan kecil menangis karena anak ayamnya hilang, Jane kecil menyuruhnya jangan menangis seperti bayi begitu. Ia dan Lokhan kemudian main detektif-detektifan mencari anak ayam tersebut,

Mereka menemukan boneka anak ayam itu di tumpukan sampah. Keduanya kabur setelah kepergok si kakek.

Ketika SMA, Lokhan dan Jane dikejar-kejar banyak orang. Mereka selalu bersama selama ini.

Di hari ulang tahunnya Jane mereka menyelidiki disekitar persawahan, naasnya tidak menemukan apapun. Lokhan memberikannya kalung sebagai hadiah. Jane berbicara soal keinginannya memiliki teman dalam kepolisian sebagai narasumbernya menulis. Lokhan tampak berpikir, ia sepertinya mempertimbangkannya.

Suatu hari ketika Jane mabuk. Lokhan datang padanya dengan seragam polisi. Jane terkejut dan senang. Lokhan mengkhawatirkan Jane kenapa minum-minum? Apa ada masalah?. Jane baru saja ditolak novelnya yang katanya tidak bernyawa, ia merobek-robek naskahnya. Membuangnya, kebetulan hari itu salju pertama.

Di hari lain, Jane membantu Lokhan mencuci rambutnya. Ini karena tangan Lokhan digips akibat mengejar pencuri. Jane memarahi Lokhan kenapa mengejar pencuri sampai terluka begini? Lebih baik dibiarkan saja daripada mati.

Kenapa?, tanya Lokhan.

Part 4 – On progress

 

Advertisements

2 thoughts on “[K-Movie] Life Risking Romance – Part 3”

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s