Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 5 Part 1

     Morio tiba-tiba mencium Yukito, setelahnya Morio mengambil minuman dari lemari es. Situasinya menjadi aneh, Morio sendiri bahkan kebingungan apa yang sedang dia lakukan?.

Etsuko tertidur dan tersenyum-senyum sendiri, Taisho menyuruhnya jangan tidur di kedai.

Morio sedang ada banyak masalah di pekerjaannya, ia merasa tertekan, merasa tidak berguna dan semuanya terasa sia-sia. Tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan dan tidak mengerti sama sekali.

Yukito bangkit dari duduknya, merasa senasib dengan Morio. Jadi penulis, model, dan mahasiswa.. Yukito sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya hati terdalamnya inginkan. Yukito kemudian mengajak tos Morio, tos berkali-kali dan membuat Morio geli dengan tingkah aneh Yukito. Morio menyebut Yukito bego’

     Yukito menimbang-nimbang perkataan Morio, si bego’ ini memenangkan penghargaan sastra termuda, apa itu cukup. Mereka bercanda, perasaan Morio membaik dan mereka minum-minum.

    Etsuko terkejut melihat tugas Fujiwa kali ini berat. Fujiwa menjelaskan bahwa ia akan melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya sekalipun pekerjaannya itu tidak dianggap penting.

Nobuyoshi datang membawa Galley, editor yang bertanggung jawab atas penulis tersebut adalah Editor Kaizuka. Ia menyuruh Nobuyoshi langsung ke Departemen Proofreader.

Etsuko kesal dengan tingkah Kaizuka.

Nobuyoshi kemudian beralih ke Yoneoka, ia ingin berterima kasih atas buku sebelumnya. Nobuyoshi memberikan kaos gulat padanya. Yoneoka tampak tidak senang. Nobuyoshi pikir ia dan Yoneoka punya banyak kesamaan, kapan-kapan kita nonton gulat bersama.

Aoki mendekat, ia bilang juga suka gulat. Karena Aoki dan Nobuyoshi tampak akrab soal gulat, Yoneoka jadi agak kesal. Ia tanya ke Aoki apa kau juga menyukainya (entah yang dimaksud gulat/Nobuyoshinya *kkkk). Aoki tentu saja mengiyakan.

    Editor Kaizuka datang untuk memprotes Etsuko, kenapa ada banyak sekali catatan kaki di draft ini. Akan memakan banyak waktu membaca semuanya, penulisnya pasti tidak akan senang. Etsuko tidak sependapat, justru penulisnya harusnya senang.. dan lagi, Kaizuka sebagai Editor sudah lalai melakukan tugasnya karena tidak mengecek draft-nya terlebih dahulu tapi malah langsung mengirimnya ke departemen Proofreader.

Mereka berselisih paham, sampai Etsuko membercandai Kaizuka dengan memanggilnya Tako. Kaizuka kesal, namanya tidak ada Tako-nya.

     Takehara datang, mengomentari keakraban Etsuko dan Kaizuka. Etsuko mendapatkan galley baru, dari Fraulein Tokiko. Etsuko bersemangat sekali karena Fraulein Tokiko adalah orang yang terkenal di dunia fashion.

Kali ini ia akan mengerjakannya dengan sepenuh hati karena menyukainya.

      Di Lassy semuanya juga bersemangat karena Fraulein Tokiko akan menjadi penata gaya mereka mengisi beberapa halaman Lassy. Morio dan rekannya diberi tugas oleh wakil, membuat mereka harus lembur.

Morio dan Yukito main shogi, Morio menang 3 kali berturut-turut. Yukito kesal, tadi katanya Morio tidak bisa main.. kog sekarang menang terus?. (Shogi mengingatkanku dengan catur, yaelah.. saya pasti kalah kalau main catur, karena cuman tahu jalannya dan kurang greget di strateginya. XD )

Morio mengambil bir di kulkas, ia bergumam soal harusnya memiliki seseorang yang siap menunggumu di rumah. Yukito heran, jadi Morio berkencan dengan orang semacam itu?. Morio mengiyakan, hanya sekedar mengisi waktu luang.

Etsuko menelepon Yukito ketika Morio dan Yukito hendak tanding shogi lagi.

Etsuko dan Yukito janjian untuk ketemuan besok, pukul 7 di Showa retro. Etsuko tidak sabar, ia bingung memilih baju.

Etsuko penasaran sekali, ia ingin mengecek sendiri lokasi yang ada di essai Fraulein Tokiko . Tapi Kaizuka menyarankan tidak perlu melakukan yang seperti itu. Penampilan Etsuko kali ini benar-benar mencolok, bukan cocok untuk ke tempat kerja. Waktunya pulang, Etsuko memang sengaja berpenampilan seperti ini karena akan bertemu Yukito.

Di Showa Retro, Etsuko menarik perhatian wisatawan asing. Mereka meminta foto dan Yukito mengabadikan gambar mereka.

     Keduanya di taman hiburan. Yukito bertanya pertama-tama mau naik apa? Etsuko menajwab rollercoaster! Yukito menggandeng Etsuko. Di momen itulah Etsuko merasa dunia seakan berhenti karena perlakuan sederhana Yukito. Tapi tak berlangsung lama, Morio menghubungi Yukito memberitahukan kalau Fraulein Tokiko beberapa waktu lalu datang dan ingin melihat modelnya langsung. Tapi kalau Yukito tidak bisa datang tidak apa-apa.

Yukito merasa tidak enak hati harus meninggalkan Etsuko. Meski kecewa Etsuko menyuruhnya pergi saja karena Fraulein Tokiko orang yang hebat dan beruntung sekali bisa bekerjasama dengannya.

    Yukito pergi, ia pulang. Shesiru dan para pria makan bersama dan mengobrol. Mereka bertanya-tanya bagaimana kencannya.

Fraulein Tokiko menyatakan ia tidak akan pakai konsep yang diajukan Lassy. Menurutnya dari ketiga model, yang paling kiri badannya kekar seperti olahragawan, yang tengah lembut dan membosankan, dan yang terakhir (Yukito) wajahnya sedikit unik. Dia memutuskan konsepnya adalah Geng. Geng? Semuanya tercengan, terlebih Fraulein Tokiko ingin sudah selesai besok. Ia tidak ingin ada kesalahan dan jangan menyiakan waktu Fraulein Tokiko yang sangat berharga.

Yukito penasaran maksud konsep geng, apa yang pakai cerutu dan wine gitu? Morio membenarkan, ia lalu mulai kebingungan mencari wardrobe yang dibutuhkan.

    Etsuko menceritakan bagaimana Yukito menggandeng tangannya. Shesiru berkomentar soal kencan mereka ini aneh, pendekatan keduanya seperti anak SMP dan agaknya hubungan mereka akan berjalan lamban. Keduanya menghela napas pasrah. Etsuko penasaran bagaimana pacarnya Shesiru, Shesiru bilang pacarnya adalah pria Italia biasa dan punya kepribadian sopan membosankan.

Etsuko kagum, lantas dalam berkomunikasi mereka menggunakan bahasa apa?. Shesiru menjawab, Setengah Jepang dan Italia. Etsuko memuji Shesiru yang keren karena bisa bahasa Italia, Shesiru merendah.. tidak kog.. hanya percakapan dasar saja.

Morio berkeliling  mencari barel anggur namun ke banyakan tidak memiliki.

    Takehara mempertanyakan perkembangan essai milik Fraulein Tokiko, ia juga mengajak semuanya istirahat makan siang. Fujiwa dan Yoneoka tahu kalau Etsuko sudah selesai dengan essai tersebut sejak lama, namun sekarang ia sibuk mengecek faktanya lewat internet. Dan tentu saja ada batasan tertentu ketika melakukan hal tersebut. Etsuko merasa tidak puas denga hasil pekerjaannya, bagaimana kalau nanti malam ambil jadwal pemberangkatan ke Italia?

Tidak mungkin. Ia sadar.

Shesiru menelepon Etsuko untuk memberitahukan Fraulein Tokiko sudah ada di gedung ini. Keduanya berbicara formal. Etsuko langsung mengejar Fraulein Tokiko.

Di elevator Etsuko bertemu dengan Morio, terkejut melihat Morio denga barel anggur. Morio berhasil mendapatkannya setelah berkeliling 12 tempat. Etsuko lalu memuji-muji Morio.

Fraulein Tokiko datang, semuanya menyambutnya. Fraulein Tokiko melihat property, kenapa ada koper dan barrel anggur segala?, keduanya tidak ada dalam daftar. Barang-barang yang tidak dikonfirmasikan ke Fraulein Tokiko. Morio bertanggung jawab atas tersebut, Fraulein Tokiko marah padanya, hanya buang-buang waktu dan tidak ada gunanya. Ia kemudian pergi.

     Etsuko cukup kecewa, ternyata Fraulein Tokiko tidak seperti yang ia pikirkan. Fraulein Tokiko menuju elevator, Etsuko mencegahnya dengan kata-kata. Sebenarnya siapa Fraulein Tokiko? Tidak ada yang tidak berguna di dunia ini. Etsuko membelas Morio, Morio merasa tidak enak. Fraulein Tokiko bertanya apa Etsuko juga dari Lassy? Etsuko menjawab ia dari Proofreader dept. Kemudian Fraulein Tokiko mencela Etsuko karena sudah menyalahi tempat, bukan dari Lassy tapi di sini.

   Etsuko menyesal karena mengatakan sesuatu yang tidak pantas tadi. Ia meminta maaf pada Morio. Morio tidak apa-apa. Lalu Etsuko mengambilkan salah satu majalah yang ada Fraulein Tokiko nya,  saat itu Fraulein Tokiko adalah asisten dan berlari kesana kemari mencari properti, sayangnya tidak ketemu. Putus asa, sampai ia berniat berhenti dari pekerjaannya. Kemudian Fraulein Tokiko membuat tambal sulam kotak-kotak untuk digunakan dalam pemotretan.

Jadi tidak ada yang sia-sia, untuk permulaan itu seharusnya bisa dimaklumi. Belajarlah dari kejadian ini untuk masa depan. Dari konsep pemotretan untuk mengatur alat peraga. Aku yakin dengan begitu kau akan menjadi stylist yang dapat melakukan segala arah. Itu tertulis dalam esai di Lassy.

Etsuko menyarankan Morio membuat semacam ini untuk Fraulein Tokiko. Etsuko bersedia membantunya.

 

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s