Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 4 Part 2

      Takehara-san memanggil Etsuko, ia memberikan galley baru ke Kono. Sebuah buku tentang sains untuk kelas 3 SD. Kelihatannnya mudah

“Tidak!”

“Tidak!”

Kata Fujiiwa dan Takehara-san bersamaan. Takehara-san mempersilahkan Fujiiwa menjelaskan. Fujiiwa menjelaskan kali ini bukan hanya mengoreksi kata-kata yang saja yang salah, perlu dikaji kebenaran kontennya karena bukunya akan digunakan sebagai materi pelajaran. Perlu kerjasama dengan proofreader lainnya, justru buku sejenis inilah yang memiliki tingkat kesulitan tertinggi dalam bidang mereka. Etsuko baru mengerti.

     Kono menanyakan soal galley pertama yang ia kerjakan bagaimana nasibnya?. Tekehara-san bilang autobiografinya Sugimoto Asuka mungkin akan ditunda. Semua orang terkejut.

Etsuko kesal sekali, ini pasti ular reporter menyebalkan waktu itu. Mitsuo memuji majalah Weekly Traffic ini hebat sekali pasti gara-gara pria itu. Etsuko mengomentari odennya Taisho kenapa kali ini asin?

Dengan dramatis Taisho bilang mungkin karena air matanya ada di dalam sini, ini karena Asuka-chan…

Etsuko kaget, ternyata Taisho juga ngefans dengan Sugimoto-Sensei. Dulu pernah bilang suka dengan Katahira Nagisa sepanjang waktu!. Taisho balas mengatakan ia ini sungguhan soal suka mereka. Mitsuo dan Etsuko bingung.

“Hei…hei..hei, Konnochi apa itu?” Tanya Mitsuo ketika melihat sesuatu di kirinya Etsuko. Etsuko bilang bukan apa-apa. Tapi Mitsuo Yoneoka mengerti, pasti Kono membawa pulang pekerjaannya.

Etsuko tidak menjawab, ia hanya memandang Yoneoka dengan sebal.

      *Hari itu, aku membuat keluarga baru. Seekor kucing Yurika. Saat aku memeluk kehangatan kecil itu, tiba-tiba aku berpikir mungkin saja aku bisa kehilangan segalanya. Tapi itu adalah sebuah kesalahan. Untuk menebus kehangatan kecil itu, aku harus bekerja keras*

Etsuko menangis membaca kalimat tersebut, ia menyadari di kalimat tersebut tersembunyi perasaan Sugimoto-sensei yang sebenarnya. Etsuko melepaskan kacamatanya dan menangis, ia bertekad untuk mengerjakan proofreading galley ini dengan hati-hati.

    Pagi pagi Etsuko sudah memakai kacamata hitam. Mitsuo bingung melihatnya, tapi Etsuko bilang ini sedang ngetren. Sedang ngetren? Fujiiwa datang memperhatikan dengan antusias. Etsuko bohong, ia memakai ini karena matanya dipakai begadang semalaman mengerjakan proofreading.

Mitsuo dan Etsuko terkejut Fujiiwa lumayan tertarik pada fashion juga. Fujiiwa mengelak bukannya begitu. Mitsuo bisa melihat Fujiiwa akhir-akhir ini pakai riasan juga (Hahahahha) Fujiiwa menutupi wajahnya. Di Departemen Koetsu memakai riasan itu tidak ada gunanya. Etsuko balas mengatakan sekalipun dengan fashion dan make up, Fujiwa masih bisa bekerja juga. Mitsuo minggir ke mejanya sendiri.

“Bukankah itu membunuh dua burung dengan sekali tembakan?” Kata Etsuko

“Kau mengatakan kata-kata itu punya efek sinergi,”

Memiliki efek sinergi….Iya! Etsuko kepikiran sesuatu. Lalu mendekati Takehara-san yang baru datang. Ingin membahas soal autobiografinya Sugimoto-sensei.

Takehara-san bilang kelihatannya itu perlu dirapatkan dulu hari ini apakah akan diterbitkan atau tidaknya sepenuhnya wewenang perusahaan. Kozue Sakasita dan Mitsuo melihat berita di internet, Sugimoto-sensei akan mengadakan konferensi pers. Etsuko tidak bisa membiarkannya, ia langsung pergi meninggalkan Departemen Koetsu.

“Koetsu-senpai? Kau mau ke mana?” Tanya Seshiru. Kono diam sejenak.

“Aku tidak bisa menerimanya…” Lalu lari, ia menyesal harusnya tadi pakai sneakers biar mudah larinya. Mobil berhenti di depan Etsuko, di dalamnya ada ada Yukito. “Ecchan kau mau ke mana?”

Kebetulan sekali, Etsuko langsung minta izin naik.

“Mana, Mana, Kau mau ke mana?” Tanya Yukito.

“Terebi Nichi!”

Yukito tidak menyangka Sugimoto-sensei akan melakukan konferensi pers. Etsuko hendak menghentikannya. Yukito tertawa geli dan Etsuko tanya apanya yang aneh?, Yukito rasa ini memang sesuatu yang mungkin Ecchan lakukan.

Etsuko datang, ia melihat reporter yang menyebarkan beritanya Sugimoto-sensei. Pria tersebut nampaknya berbohong soal insiden jatuh dan minta ganti rugi. Buktinya lengannya baik-baik saja. Reporter Takaji bilang ini memang pekerjaannya. Etsuko mempertanyakan faktanya, satu baris kata Sugimoto-sensei memilki anak saja sudah membuat orang gaduh, apa Reporter Takaji tahu fakta sebenarnya?.

Reporter Takaji menanggapi bahwa dirinya tidak peduli mengenai fakta, yang jelas apa yang ia tulis maka itulah faktanya.

    Etsuko menjelaskan kalau ayahnya Sugimoto Asuka sejak lahir sudah menderita anemia karena kelainan di sel darah merahnya. Itu sangat menyakitkan bagi Sugimoto Asuka kehilangan ayah di usia 4 tahun. Ibunya tidak ada pilihan lain tapi bekerja banting tulang. Dari jam 4 pagi sampai 8 malam, beliau bekerja di sebuah restoran keluarga. Dari jam 9 malam sampai 5 pagi beliau bekerja sebagai suster di rumah sakit, Dari jam 7 Malam sampai 11 malam bekerja keras kedai minum. Ketika teman-teman Sugimoto Asuka makan dan minum makanan hangat bersama keluarganya, Sugimoto Asuka sendirian di rumah makan makanan dingin.

    Di Koetsu Departemen, Takehara-san melihat galley autobiografi Sugimoto Asuka. Tidak ada banyak coretan, bahkan nyaris masih bersih di tangan Kono.

Etsuko melanjutkan ceritanya, Sugimoto-sensei hanya berteman dengan TV di rumahnya.

*Saat itu, satu-satunya temanku hanyalah televisi di rumah. Aku menonton film favoritku dan banyak drama dan memperagakan semuanya sendirian*

Sugimoto Asuka kecil berakting di tempat-tempat yang pernah Etsuko kunjungi. Di depan TV, Sugimoto Asuka kecil, menonton TV dan berakting tidak banyak menolong rasa kesepiannya, namun itu semua itu sedikit membantu perasaannya.

*Impianku untuk menjadi seorang aktris, menjadi sebuah cahaya yang membimbingku*

Akhirnya mimpinya terwujud.

“Setiap orang berhak untuk bermimpi, tidak peduli betapa pun sulit untuk meraihnya. Tidak peduli betapa pun sakitnya, kau mungkin tidak mengerti itu. Dengan satu baris mengabaikan kenyataannya, mimpi seseorang… sebuah kehidupan jadi hancur!”

“Dia aktris yang gagal. Seorang aktris bekerja untuk memberikan mimpi kepada semua orang. Bagaimana bisa wanita dengan anak rahasia memberikan mimpi bagi orang-orang?” Kata Takaji.

“Kau salah, itu justru membuatnya bekerja keras. Dia lebih memilih yurika sebagai kucingnya.”

“Hah?”

“*Saat aku memeluk kehangatan kecil itu, secara tiba-tiba aku berpikir aku mungkin bisa  kehilangan segalanya. Kucing Yurika. Tapi itu adalah sebuah kasalahan. Sebagai ganti memeluk kehangatan itu, aku harus bekerja lebih keras lagi.* Itu bukan tentang seekor kucing, aku yakin pasti tentang anak Sugimoto-sensei”

“Dari mana kau dengar soal itu?”

“Huh?”

Bagi Takaji itu tidak penting. Tapi Etsuko balas mengatakan itu ditulis sendiri oleh Sugimoto-sensei. Autobiografi yang akan Keibonsha terbitkan. Takaji jadi tertarik, Kono merasa salah bicara. Konferensi pers segera dimulai. Etsuko kesulitan masuk karena tidak diundang dan tidak memiliki kartu izin masuk.

     Sugimoto Asuka menjawab semua pertanyaan. Anaknya berusia 3 tahun sekarang, ibunya Sugimoto Asuka membantu merawat anaknya. Etsuko di luar, ia hanya bisa melihat konferensi pers tersebut dari internet.

Etsuko berusaha masuk, ia berkeliling ke mana saja.

Reporter menyinggung bukannya 4 tahun yang lalu Sugimoto Asuka kuliah di Amerika untuk meningkatkan skill bahasanya. Kemungkinan Sugimoto Asuka saat itu melahirkan saat itu.

“Tidakkah kau menipu para penggemarmu selama itu?”

“Aku sungguh minta maaf.” Kata Sugimoto Asuka sekali lagi membungkuk.

“Kenapa kau tidak mengungkapkan siapa ayah biologis anak itu?”

“itu karena dia bukanlah seorang selebriti”

Pertanyaan para wartawan semakin berani saja. Etsuko sembari mengamati jalannya konferensi, tega sekali para wartawan menekan Sugimoto Asuka?

Lalu reporter Takaji Yamanouchi bertanya “Lagi, mengenai ayak anak itu… “

“Tidak, dia bukanlah selebriti” Potong Sugimoto. Yukito juga menyaksikan siaran langsungnya. Lalu Takaji semakin menyerang, pasti ada alasan kenapa Sugimoto enggan mengungkap siapa ayah anak itu. Takaji dengar Sugimoto Asuka tumbuh tanpa seorang ayah. Kau pasti merasa sangat kesepian karena hal tersebut. Seorang manusia yang jauh dari kehangatan keluarga. Kenapa kau memilih jadi orang tua tunggal?.

Takaji pikir pasti ada alasan kuat kenapa melakukan itu. Apa mungkin karena Sugimoto Asuka tidak tahu siapa ayah kandung anaknya?. Karena tidak tahu siapa ayah anaknya, jadi tidak bisa mengungkap ka publik dan menikah. Sugimoto diserang telak, Etsuko yang melihatnya juga heran apa-apaan ini?

Takaji semakin berani saja, dengan image artis polosnya Sugimoto pasti dalamnya merasa tertekan dan melampiaskannya dengan para pria. Itulah kenapa Takaji berkesimpulan kenapa Sugimoto tidak mau mengumbar siapa ayah anaknya.

      Di Koetsu Department. “Ih Ngeri!” ganti-gantian para proofreader berkomentar atas serangan Reporter Takaji. Semuanya menonton siaran langsung kecuali Fujiiwa. Fujiiwa lalu ikut menonton.

“Bukan!, Itu tidak benar!” Bantah Sugimoto.

Takaji mengungkapkan pasti Yurika adalah anak yang dilahirkan Sugimoto. Sugimoto terkejut.

“Anak itu bukannya hewan peliharaan. Mereka bukanlah hewan peliharaan yang bisa membantu menyembuhkanmu. Kau memberikan kehidupan pada manusia, apa kau pikir bisa bertanggungjawab dan melahirkannya?. Juga… “

Etsuko menyelinap masuk dengan barang yang diantarkan ke dalam gedung. Ia menuju lantai konferensi.

Takaji menyuruh Sugimoto menjawabnya, tapi Sugimoto ambruk. Reporter bukannya membantu malah mengambil fotonya dengan leluasa. Etsuko membantu Sugimoto bangun.

“Ecchan…” Yukito melihat tayangannya.

“Jangan mengambil gambarnya, panggil ambulance!” Paniknya Etsuko.

Morio mengajak Yukito bersiap pemotretan. Morio kaget melihat Etsuko “Eh? Senpai?. Apa yang terjadi?”

“Ecchan hebat sekali” Gumam Yukito.

Morio meliriknya.

     Konferensi pers selesai, Etsuko kesal melihat Reporter Takaji asyik dengan laptopnya.

“Kau itu yang terburuk.” Ucap Etsuko. “yang terburuk. Katakanlah sesuatu!”

“Ah, aku yang terburuk” Takaji pergi.

      Etsuko pulang ke Keibonsha. Editor Kaizuka menyambutnya, lagi lagi Koetsu bikin gara-gara, aku juga menontonnya tadi. Ia tanya bagaimana perkembangan galleynya Sugimoto-sensei. Etsuko letih menjawabnya. Kaizuka mendorongnya kembali untuk menuntaskan pekerjaannya.

Pada akhirnya semua orang berpihak pada Sugimoto Asuka. Mereka tidak mempersalahkan keputusannya Sugimoto Asuka jadi single mom. Banyak komentar dukungan untuknya di forum internet.

     Kaizuka senang autobiografi Suhimoto-sensei bisa dijual. Ia menyuruh Koetsu menyelesaikannya. Etsuko protes hari ini Kaizuka memperlakukannya seperti anjing, dorong sana sini, dan terus bilang hoi…. Hoi… hoi…

      Di rumah sakit. Sugimoto Asuka

“Kenapa kau terus mengikutiku? Kehidupan pribadiku tidak penting bagimu, kan?.”

“Tidak penting bagiku”

“huh?”

“Kau adalah orang yang terkenal. Sejak kau terkenal, semua orang tertarik padamu. Apa yang kau makan? Dengan siapa kau kencan? Itulah kenapa hubungan kita terlahir.”

“Jadi… maksudmu aku hanya harus membiarkannya? Jika aku tidak ingin jadi aktris, aku hanya tinggal berhenti saja”

“Oh, kau tinggal berhenti saja. Jika sudah sejauh ini, kau harusnya tinggal berhenti.”

Memikirkan pertemuannya dengan reporter Takaji saat itu, Sugimoto Asuka pikir sekaranglah saatnya ia harus berhenti dari dunia hiburan.

Yurika, anaknya Asuka datang. Langsung menghambur ke pelukan ibunya. “Mama!”

“Mulai sekarang, mari kita main di luar. Syukurlah..”

    Etsuko masih belum bisa tenang. Takehara-san datang bertanya ada apa? Etsuko jawab bukan apa-apa. Takehara-san menyinggung soal Reporter Takaji, Etsuko kesal mendengarnya. Menurut Takehara-san ini ada baiknya juga bagi Sugimoto-sensei, jauh kebisingan, tapi sebagai orang tua dan anak mereka bisa bebas sekarang. Dia bisa menceritakan ceritanya dengan bahasanya sendiri dan tanggal rilisnya sudah direncanakan.

Takehara-san ada hadiah untuk Kono. Bukunya Natsuki Natsuko.

“Uwah!” Etsuko kaget melihatnya (Hahahahaahahaha….. kohi luwak! XD )

Takehara-san tanya maukan Kono membacanya. Etsuko anti, dia trauma dengan kenangan saat itu. Lihat saja dia malas.

“Natsuki-sensei bilang kau Layak mengerjakan proofnya.”

“Eh?” Etsuko lalu membuka lembarannya. Takehara-san menasehati, terkadang antara penulis dan proofreader saat bekerjasama mereka beradu argument. Tidak masalah jika ini demi hasilnya yang baik.

       Kaizuka datang, ia menyapa Takehara lalu ke Etsuko. “Oi Koetsu, aku sudah menemukan pulpen tiga warnaku.” (Hahahahahaha…. Pamer doang ceritanya?)

Etsuko bingung, Kaizuka kemari hanya untuk mengatakan itu?.

“Iya” jawabnya. Etsuko tertawa. Apa Editor itu punya banyak waktu luang?. Kaizuka bilang dia itu sibuk, dia melakukannya di jam istirahat. Etsuko balas mengatakan “Aku sibuk di sini, jangan ganggu aku!”

“Mengganggumu?… mengganggumu… Oi, aku tidak menganggumu.” Kaizuka mendekat. Lalu mulai mengganggu Etsuko dengan meletakkan barang-barang ke depannya. Takehara-san yang melihat mereka bertengkar bergumam, ya.. ya… Editor dan Proofreader harus akrab.

Etsuko dan Kaizuka masih bertengkar. Etsuko lembur galleynya Sugimoto-sensei, katanya Kaizuka harus cepat.. jadi jangan ganggu!.

     Lelah, lapar… Etsuko berusaha keras pulang 10 langkah lagi. Ia menghitung mundur menuju kedainya Taisho. Etsuko pulang, ia langsung minta makan macam-macam.

“Baik Ecchan, selamat datang!”

Di sana sudah ada banyak orang. Etsuko tepar “A..ku pulang…” Terlalu lelah sampai tidak bisa bilang “aku”.

Terkejut melihat Yukito nongkrong di dekatnya. “Aku datang!”

Morio bertelfon dengan pacarnya. Ia kesal, mereka hanya bertemu jika pacarnya ingin bertemu, hubungan mereka tidak jelas. Ini karena pria itu memiliki keluarga, jadi tidak mungkin.

Etsuko banyak minum, dia dan yang lainnya banyak tertawa. Etsuko sudah lama penasaran kenapa Yukito menjadi penulis misterius?. Padahal Yukito ganteng banget!. Yang lainnya menjelaskan Ecchan tidak mengerti, alasannya Yukito menjadi penulis misterius bisa jadi bukan karena wajahnya, bisa jadi Yukito tidak ingin karyanya dinilai berdasarkan karir atau sejarah hidupnya.

“Iya kan, An-chan?”

“Iya, benar”

Etsuko bingung kenapa semuanya tahu soal itu?. Taisho menggeleng, itu adalah hal wajar. Ah, jadi kau penulis ya?. Yukito membenarkan, Etsuko menambahi kalau Yukito juga model. Yang lainnya terkejut.

“Dia model dan penulis!” Etsuko cerianya.

Yukito merendah, dia belum tentu dipilih juga. Menurutnya model dan penulis kurang berkesan. Etsuko beda pendapat, model dan penulis itu keren! Seperti bunbryoundou (bunbryoudou maksudnya jago sekaligus berbakat dalam sastra dan military arts)

Pendapat Etsuko memancing tawa semuanya. Yukito sampai terbahak-bahak memikirkan julukan itu.

 “bunbryoundou?. Ecchan memang yang terbaik!”

    Yukito pulang. Tumben Morio pulangnya awal. Morio jawab ada sesuatu yang terjadi. Yukito menawarkan membuatkan Morio makanan, Morio bilang tidak usah. Lalu Yukito mau mandi. Morio sibuk melamun dan mengipasi kutek kakinya.

Yukito sebelum masuk ke kamar mandi tanya apa terjadi sesuatu? Kau baik-baik saja?. Morio tidak menanggapi.

“Tidak ada” Yukito mendekat, duduk lagi. “Bohong, saat kau tanya ke perempuan apakah terjadi sesuatu dan dia jawab gak ada apa-apa itu artinya bukan tidak ada apa-apa. Ada apa Morio-san?”

Morio menoleh ke kanan, Yukito mengikutinya. Morio menoleh ke kiri Yukito juga mengikutinya. Dan Yukito bilang ia akan mengumumkan kalau dia ini adalah Korenaka Koreyuki. Morio terkejut.

“Kenapa? Kau tidak ingin melakukan ini.”

“Benar.”

“Benar? Aku nyaris putus asa.”

“Karena bunbryoundou.”

“bunbryoundou?”

Yukito pikir penulis dan model adalah perpaduan yang bagus. Morio kembali sedih. Yukito sudah yakin melepas topeng penulis misteriusnya.

“Eh? Aku telat? Telat?” tanya Yukito.

“Syukurlah,” Morio akhirnya tersenyum. Morio mau ke kamarnya, Yukito menjelaskan kenapa ia bisa berubah pikiran. Berkat Ecchan, tentang bunbryoundou… akan bagus jadi model dan penulis.

Yukito hendak masuk ke kamar mandi. “Yukito, aku kehabisan sampo”

“Eh? Aku akan membelinya.” Yukito mau keluar dengan sepeda. Morio mencegat yukito, tiba-tiba mengecupnya.

Morio melepaskan pagutannya dan meminta Yukito merasakan kecupannya. Yukito tidak mengerti apa maksudnya ini. Dan Morio kembali mengecupnya,

Etsuko makan banyak sekali. Dia sebelum memakannya menciumnya dulu.

NB:

Jangan lupa Like FP blog ini untuk tahu postingan terbarunya>>>>>Klik FANPAGE

Untuk sinopsis lainnya silahkan klik Daftar Sinopsis di atas, kalau Readers membukanya lewat hp silahkan scroll ke bawah ada Daftar Sinopsis langsung klik saja. *Ciao!

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 20 July 2017, in Jimi Ni Sugoi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s