Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 5 Part 2

Morio pikir itu tidak akan berhasil. Morio merasa suka dengan pekerjaannya namun hanya sebatas suka, bukan dalam perasaan membuncah yang suka sekali seperti yang Kono paparkan. Morio sebenarnya selama ini bertanya-tanya adakah pekerjaan yang menyenangkan di dunia ini.

Etsuko membalas, Morio merasa tidak senang karena Morio tidak menikmatin pekerjaannya. Itu bermula dari Morio sendiri. Morio membenarkan perkataan Senpainya, ia terlihat setengah hati dan memilih pergi dengan beralasan punya pekerjaan sambilan, ia tak lupa berterimakasih atas makan malamnya.

    Pagi harinya di akhir pekan. Etsuko memandangi karya Fraulein Tokiko dengan getir. Kemudian ia keluar menyapa Taisho sebelum pergi, Taisho pikir Etsuko pasti mau keluar karena ini akhir pekan

“Taisho, apa pekerjaanmu menyenangkan?” tanyanya

Taisho membenarkannya. Seperti mendapat semangat baru, Etsuko pergi.

“Mau ke mana?”

“Italia!”

Taisho bingung. “Italia?”

Etsuko pergi. Ia mengirimi Morio pesan, ia berusaha membuktikan ucapannya.

Shesiru sedang berkencan dengan pacar Italianya. Etsuko meneleponnya, entah apa yang dibicarakan.

   Kaizuka melihat Etsuko menanyai turis asing apakah ada orang Italia di sini.  Etsuko membagikan kuisioner pada orang Itali untuk mengecek kebenaran. Kaizuka memergokinya dan meremehkan apa yang Etsuko lakukan akan sia-sia. Etsuko tidak setuju, baginya tidak ada yang sia-sia, ia ingin mengkonfirmasi sendiri essay-nya walau hanya dapat 1 saja fakta.

Kaizuka tersentuh, ia akhirnya ikut membantu Etsuko.

Sebagai ucapan terima kasih Etsuko membelikannya pangsit, ia sebenarnya merasa tidak baik hanya mentraktir pangsit. Etsuko lalu bertanya bagaimana pendapat Kaizuka jika Etsuko makan dengan Yukito?, tapi dia tidak ada uang. Kaizuka komentar, kalau begitu pinjam ke bank saja.

Beruntung, Yukito menghubungi Etsuko. Bertanya di mana dan sedang apa Etsuko. Etsuko bilang sedang di Asakusa makan dango bersama Kaizuka. Setelah panggilan berakhir, Kaizuka memprotes Etsuko kenapa mengatakan semuanya?

Etsuko pikir Yukito tidak akan salah paham dengan kebersamaan mereka. Kaizuka marah, bukan itu masalahnya.. ini tentang kebiasaan Etsuko yang selalu bicara tanpa dipikir terlebih dahulu. Sebagai rekan kerjanya ia tidak mau itu menjadikan masalah pada pekerjaan mereka. Terlebih dengan Takiko.

   Tiba-tiba Etsuko terlihat menyesal, ia telah gegabah bicara sebelum dipikir pada Takiko sebelumnya. Ia merasa tidak enak pada Morio. Kaizuka bicara panjang lebar, intinya ia yakin Morio bisa memakluminya karena sudah mengenal Etsuko lama dan tahu sifat Etsuko.

*~ Jimi Ni Sugoi! ~*

    Yukito lah orang yang memberikan informasi soal Asakusa ada banyak turis Italianya. Etsuko berterima kasih padanya. Yukito meminta maaf karena tidak bisa bertemu dengan Etsuko sebelumnya. Etsuko tidak apa-apa, baginya bisa bertemu dengan orang yang disukainya, memikirkan harus berpakaian seperti apa saat bertemu sungguh menyenangkan.

Yukito terkejut, “Orang yang kau suka?”

Etsuko memilih kabur, ia beralasan harus ke kantor.

Yukito pulang ke rumah Morio. Ia menceritakan kegigihan Etsuko yang mengonfirmasi fakta dari turis Italia di Asakusa. Ecchan memang unik orangnya, padahal sudah diberitahu untuk tidak perlu mengecek fakta.

Morio mendengarkan ceritanya, ia lalu pamit pergi sebentar. Yukito bertanya pada Morio, dengan situasi ini apa yang seharusnya Morio katakana pada Ecchan?

“Sukinanda, senpai no koto..” (Aku mencintaimu, senior..)

Ungkap Morio tersentuh pada Etsuka, ia akan mengutarakannya secepatnya pada Etsuko.

Fraulein Tokiko menandatangani kontrak kerjasama. Editor Kaizuka memberikannya buah tangan dari Asakusa. Fraulein Tokiko bilang tidak perlu karena di Italia kan sudah dijual banyak, tapi ia akan tetap menerima ini. Kaizuka juga memberitahukan perihal karya Fraulein Tokiko yang ada di Departemen Proofreader.

Fraulein Tokiko menanyakan di mana Departemen tersebut. Di sana Fraulein Tokiko melihat hal-hal yang aneh, Etsuko dan Aoki memeragakan adegan bertarung, Fujiwa sibuk dengan galleynya, Yoneoka asyik menyusun rumah-rumahan.

Fraulein Tokiko disambut Takehara, Fraulein Tokiko bingung sedang apa orang-orang di sini. Takehara mengatakan kalau mereka sedang mengoreksi fakta, ia mempersilakan Fraulein Tokiko untuk bertanya sendiri. Fraulein Tokiko bertanya satu persatu apa yang mereka lakukan.

Fraulein Tokiko tidak senang melihat essay-nya dicoret-coreti Etsuko, Etsuko bilang ia hanya mengoreksi apa yang diketahuinya dari internet. Tak lama kemudian banyak e-mail dan telepon masuk, mereka adalah orang-orang yang dimintai tolong Etsuko. Sayangnya hanya bicara dalam bahasa Italia, satu-satunya yang bisa bicara dalam bahasa Italia di sana adalah Fraulein Tokiko.

Fraulein Tokiko terlihat dingin awalnya, lalu bersedia bekerja sama. Ia menerima dua panggilan, lalu mengecek e-mail. Ia merasa apa yang dilakukannya ini tidak sia-sia.

Takehara berkomentar kalau urusan proofreading pekerjaan yang dianggap remeh-temeh ini tidak ada yang sia-sia. Fraulein Tokiko meminta Etsuko mengerjakan Essay nya dengan baik selama ia pemotretan, dan tak perlu merasa terhambat hanya karena tidak bisa bicara Italia.

Shesiru dimintai tolong untuk menerjemahkan e-mail, ia sangsi karena ini masih jam kerja. Kemudian rekannya menawarkan untuk mengerjakan tugas Shesiru.

Pemotretan dilakukan, Fraulein Tokiko merasa ada yang kurang padahal semuanya sudah sesuai dengan yang direncanakan. Ia melihat koper yang diberi kain perca. Ia tanya siapa yang bertanggung jawab atas ini?

Morio mendekat, ia mendapat saran dari Kono Etsuko dari Departemen Proofreader. Morio menceritakan kalau Kono Etsuko adalah seniornya sewaktu SMA, sangat menyukai fashion dan ingin menjadi Editor Lassy suatu hari nanti.

Fraulein Tokiko akan memakai inisiatif Morio ini. Pemotretan dimulai kembali

Semua berjalan lancar, hasil gambarnya bagus. Morio dipuji atasannya.

Fraulein Tokiko berfoto dengan kaos putih, Fraulein Tokiko ingin membuat kaos ini populer. Pelajaran yang luar biasa dari Departemen Koetsu.

Shesiru dan Etsuko ingin mengajak Morio pulang bersama, tapi kata rekannya Morio di Lassy.. Morio setengah hari kerja karena harus istirahat. Shesiru mengajak Etsuko untuk langsung datang ke rumah Morio kalau begitu.

Shesiru dan Etsuko sudah sampai, mereka berharap Morio tidak sedang tidur. Lama memencet bel tapi tidak turun juga. Rupanya Morio dan Yukito baru pulang berbelanja, awalnya Etsuko belum sadar dan justru menyapa keduanya dengan ceria.

Sesaat baru mengerti situasinya, kenapa mereka bisa pulang bersamaan dan sekarang ekspresinya berubah seperti ini.

Notes:

Nah, kalau mulai episode 5 baru dibikin bulan Juli ini. Saya gak suka bulan Juli, langsung SKIP ke Agustus bisa gak ya? *HHHHHHH, berasa Not Spring, Love or Cherry Blossom dan kepengen stay cool saja ^_^/, berasa Big Bang Let’s Not Fall In Love

 

Advertisements

Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 5 Part 1

     Morio tiba-tiba mencium Yukito, setelahnya Morio mengambil minuman dari lemari es. Situasinya menjadi aneh, Morio sendiri bahkan kebingungan apa yang sedang dia lakukan?.

Etsuko tertidur dan tersenyum-senyum sendiri, Taisho menyuruhnya jangan tidur di kedai.

Morio sedang ada banyak masalah di pekerjaannya, ia merasa tertekan, merasa tidak berguna dan semuanya terasa sia-sia. Tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan dan tidak mengerti sama sekali.

Yukito bangkit dari duduknya, merasa senasib dengan Morio. Jadi penulis, model, dan mahasiswa.. Yukito sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya hati terdalamnya inginkan. Yukito kemudian mengajak tos Morio, tos berkali-kali dan membuat Morio geli dengan tingkah aneh Yukito. Morio menyebut Yukito bego’

     Yukito menimbang-nimbang perkataan Morio, si bego’ ini memenangkan penghargaan sastra termuda, apa itu cukup. Mereka bercanda, perasaan Morio membaik dan mereka minum-minum.

    Etsuko terkejut melihat tugas Fujiwa kali ini berat. Fujiwa menjelaskan bahwa ia akan melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya sekalipun pekerjaannya itu tidak dianggap penting.

Nobuyoshi datang membawa Galley, editor yang bertanggung jawab atas penulis tersebut adalah Editor Kaizuka. Ia menyuruh Nobuyoshi langsung ke Departemen Proofreader.

Etsuko kesal dengan tingkah Kaizuka.

Nobuyoshi kemudian beralih ke Yoneoka, ia ingin berterima kasih atas buku sebelumnya. Nobuyoshi memberikan kaos gulat padanya. Yoneoka tampak tidak senang. Nobuyoshi pikir ia dan Yoneoka punya banyak kesamaan, kapan-kapan kita nonton gulat bersama.

Aoki mendekat, ia bilang juga suka gulat. Karena Aoki dan Nobuyoshi tampak akrab soal gulat, Yoneoka jadi agak kesal. Ia tanya ke Aoki apa kau juga menyukainya (entah yang dimaksud gulat/Nobuyoshinya *kkkk). Aoki tentu saja mengiyakan.

    Editor Kaizuka datang untuk memprotes Etsuko, kenapa ada banyak sekali catatan kaki di draft ini. Akan memakan banyak waktu membaca semuanya, penulisnya pasti tidak akan senang. Etsuko tidak sependapat, justru penulisnya harusnya senang.. dan lagi, Kaizuka sebagai Editor sudah lalai melakukan tugasnya karena tidak mengecek draft-nya terlebih dahulu tapi malah langsung mengirimnya ke departemen Proofreader.

Mereka berselisih paham, sampai Etsuko membercandai Kaizuka dengan memanggilnya Tako. Kaizuka kesal, namanya tidak ada Tako-nya.

     Takehara datang, mengomentari keakraban Etsuko dan Kaizuka. Etsuko mendapatkan galley baru, dari Fraulein Tokiko. Etsuko bersemangat sekali karena Fraulein Tokiko adalah orang yang terkenal di dunia fashion.

Kali ini ia akan mengerjakannya dengan sepenuh hati karena menyukainya.

      Di Lassy semuanya juga bersemangat karena Fraulein Tokiko akan menjadi penata gaya mereka mengisi beberapa halaman Lassy. Morio dan rekannya diberi tugas oleh wakil, membuat mereka harus lembur.

Morio dan Yukito main shogi, Morio menang 3 kali berturut-turut. Yukito kesal, tadi katanya Morio tidak bisa main.. kog sekarang menang terus?. (Shogi mengingatkanku dengan catur, yaelah.. saya pasti kalah kalau main catur, karena cuman tahu jalannya dan kurang greget di strateginya. XD )

Morio mengambil bir di kulkas, ia bergumam soal harusnya memiliki seseorang yang siap menunggumu di rumah. Yukito heran, jadi Morio berkencan dengan orang semacam itu?. Morio mengiyakan, hanya sekedar mengisi waktu luang.

Etsuko menelepon Yukito ketika Morio dan Yukito hendak tanding shogi lagi.

Etsuko dan Yukito janjian untuk ketemuan besok, pukul 7 di Showa retro. Etsuko tidak sabar, ia bingung memilih baju.

Etsuko penasaran sekali, ia ingin mengecek sendiri lokasi yang ada di essai Fraulein Tokiko . Tapi Kaizuka menyarankan tidak perlu melakukan yang seperti itu. Penampilan Etsuko kali ini benar-benar mencolok, bukan cocok untuk ke tempat kerja. Waktunya pulang, Etsuko memang sengaja berpenampilan seperti ini karena akan bertemu Yukito.

Di Showa Retro, Etsuko menarik perhatian wisatawan asing. Mereka meminta foto dan Yukito mengabadikan gambar mereka.

     Keduanya di taman hiburan. Yukito bertanya pertama-tama mau naik apa? Etsuko menajwab rollercoaster! Yukito menggandeng Etsuko. Di momen itulah Etsuko merasa dunia seakan berhenti karena perlakuan sederhana Yukito. Tapi tak berlangsung lama, Morio menghubungi Yukito memberitahukan kalau Fraulein Tokiko beberapa waktu lalu datang dan ingin melihat modelnya langsung. Tapi kalau Yukito tidak bisa datang tidak apa-apa.

Yukito merasa tidak enak hati harus meninggalkan Etsuko. Meski kecewa Etsuko menyuruhnya pergi saja karena Fraulein Tokiko orang yang hebat dan beruntung sekali bisa bekerjasama dengannya.

    Yukito pergi, ia pulang. Shesiru dan para pria makan bersama dan mengobrol. Mereka bertanya-tanya bagaimana kencannya.

Fraulein Tokiko menyatakan ia tidak akan pakai konsep yang diajukan Lassy. Menurutnya dari ketiga model, yang paling kiri badannya kekar seperti olahragawan, yang tengah lembut dan membosankan, dan yang terakhir (Yukito) wajahnya sedikit unik. Dia memutuskan konsepnya adalah Geng. Geng? Semuanya tercengan, terlebih Fraulein Tokiko ingin sudah selesai besok. Ia tidak ingin ada kesalahan dan jangan menyiakan waktu Fraulein Tokiko yang sangat berharga.

Yukito penasaran maksud konsep geng, apa yang pakai cerutu dan wine gitu? Morio membenarkan, ia lalu mulai kebingungan mencari wardrobe yang dibutuhkan.

    Etsuko menceritakan bagaimana Yukito menggandeng tangannya. Shesiru berkomentar soal kencan mereka ini aneh, pendekatan keduanya seperti anak SMP dan agaknya hubungan mereka akan berjalan lamban. Keduanya menghela napas pasrah. Etsuko penasaran bagaimana pacarnya Shesiru, Shesiru bilang pacarnya adalah pria Italia biasa dan punya kepribadian sopan membosankan.

Etsuko kagum, lantas dalam berkomunikasi mereka menggunakan bahasa apa?. Shesiru menjawab, Setengah Jepang dan Italia. Etsuko memuji Shesiru yang keren karena bisa bahasa Italia, Shesiru merendah.. tidak kog.. hanya percakapan dasar saja.

Morio berkeliling  mencari barel anggur namun ke banyakan tidak memiliki.

    Takehara mempertanyakan perkembangan essai milik Fraulein Tokiko, ia juga mengajak semuanya istirahat makan siang. Fujiwa dan Yoneoka tahu kalau Etsuko sudah selesai dengan essai tersebut sejak lama, namun sekarang ia sibuk mengecek faktanya lewat internet. Dan tentu saja ada batasan tertentu ketika melakukan hal tersebut. Etsuko merasa tidak puas denga hasil pekerjaannya, bagaimana kalau nanti malam ambil jadwal pemberangkatan ke Italia?

Tidak mungkin. Ia sadar.

Shesiru menelepon Etsuko untuk memberitahukan Fraulein Tokiko sudah ada di gedung ini. Keduanya berbicara formal. Etsuko langsung mengejar Fraulein Tokiko.

Di elevator Etsuko bertemu dengan Morio, terkejut melihat Morio denga barel anggur. Morio berhasil mendapatkannya setelah berkeliling 12 tempat. Etsuko lalu memuji-muji Morio.

Fraulein Tokiko datang, semuanya menyambutnya. Fraulein Tokiko melihat property, kenapa ada koper dan barrel anggur segala?, keduanya tidak ada dalam daftar. Barang-barang yang tidak dikonfirmasikan ke Fraulein Tokiko. Morio bertanggung jawab atas tersebut, Fraulein Tokiko marah padanya, hanya buang-buang waktu dan tidak ada gunanya. Ia kemudian pergi.

     Etsuko cukup kecewa, ternyata Fraulein Tokiko tidak seperti yang ia pikirkan. Fraulein Tokiko menuju elevator, Etsuko mencegahnya dengan kata-kata. Sebenarnya siapa Fraulein Tokiko? Tidak ada yang tidak berguna di dunia ini. Etsuko membelas Morio, Morio merasa tidak enak. Fraulein Tokiko bertanya apa Etsuko juga dari Lassy? Etsuko menjawab ia dari Proofreader dept. Kemudian Fraulein Tokiko mencela Etsuko karena sudah menyalahi tempat, bukan dari Lassy tapi di sini.

   Etsuko menyesal karena mengatakan sesuatu yang tidak pantas tadi. Ia meminta maaf pada Morio. Morio tidak apa-apa. Lalu Etsuko mengambilkan salah satu majalah yang ada Fraulein Tokiko nya,  saat itu Fraulein Tokiko adalah asisten dan berlari kesana kemari mencari properti, sayangnya tidak ketemu. Putus asa, sampai ia berniat berhenti dari pekerjaannya. Kemudian Fraulein Tokiko membuat tambal sulam kotak-kotak untuk digunakan dalam pemotretan.

Jadi tidak ada yang sia-sia, untuk permulaan itu seharusnya bisa dimaklumi. Belajarlah dari kejadian ini untuk masa depan. Dari konsep pemotretan untuk mengatur alat peraga. Aku yakin dengan begitu kau akan menjadi stylist yang dapat melakukan segala arah. Itu tertulis dalam esai di Lassy.

Etsuko menyarankan Morio membuat semacam ini untuk Fraulein Tokiko. Etsuko bersedia membantunya.