yukitoorihara

********

   Etsuko terlihat jengkel dengan galley yang ia kerjakan sekarang. Apa-apa’an dengan wanita tua ini?.

Ucapan Etsuko membuat proofreader lainnya menatap Etsuko terkejut. Mitsuo Yoneoka tersinggung, itu bukannya wanita tua… itu adalah Natsuki Natsuko-sensei.

“Terus kenapa?” Bentak Etsuko masih fokus dengan galley nya.

Mitsuo makin kesal, Natsuki Natsuko-sensei adalah penulis papan atas selama 30 tahun ini. Beliau adalah penulis termuda yang memenangkan perhargaan Marukawa di usianya yang baru 22 tahun. Natsuki Natsuko-sensei itu mengagumkan sekali!

   Fujiiwa Rion mengoreksi kata-katanya Mitsuo. Natsuki Natsuko-sensei memenangkan penghargaan Marukawa bukannya ketika 22 tahun, tapi 21 tahun 11 bulan (Hahahahaha detail amat?)

“Aku minta maaf” kata Mitsuo

Proofreader yang lain mengangguk-angguk membenarkan. Tapi Etsuko tidak mengerti dengan kata-kata Tofu ini murah tapi terlihat mewah”. Dari segi mana? Apakah itu kotor? Apakah itu enak? Etsuko tidak mengerti perpaduan tidak jelas antara murah dan mewah itu.

Mitsuo hendak menjelaskan tapi dipotong Kono. Sewaktu Etsuko melingkari kata-kata aneh itu justru dapat balasan dari penulis begini,

Kono Etsuko disebut sebagai Proofreader yang memiliki pengetahuan sastra dangkal. ini adalah pertama kalinya hal tidak penting seperti ini dilingkari dalam bukunya, tidakkah Proofreader Kono Etsuko mempelajari bahasa jepang sejak masuk SD?.

     Teguran Natsuki Natsuko-sensei membuat Etsuko marah. Sampai-sampai Etsuko memukul mejanya.

Takehara-san baru saja menerima panggilan, dia lalu menyuruh Kono menemuinya. Takehara-san meminta Kono pertama-tama bukalah hatinya, bu-ka-lah hatimu. Buka tanganmu, ambilah nafas dalam-dalam….

Takehara-san sepertinya hendak menenangkan Etsuko. Tapi tingkah anehnya jelas membuat proofreader lainnya mengerutkan dahi. (wkwkwk tiba2 Takehara-san menjadi instruktur Yoga XD)

Kono bingung, Takehara-san membantunya. Tarik nafas… tarik nafas…

    Tidak jelas maksudnya, Tekehara-san lalu menunjuk jauh ke depan entah ke mana maksudnya. Itu.. pintu dari mimpimu sudah terbuka separuhnya. (kkkkkkk dia selalu gini waktu Kono temper, diingetin lagi tujuannya dan mimpinya apa di sini biar semangat kerjanya. Tp pas Kono singgung minta dipindahkan ke Editorial Lassy, Takehara-san sok sok gak denger XD)

Lalu Etsuko menuju mejanya, ada panggilan dari seseorang.

“Apakah ini dengan Koetsu-san?” (hahahahaha…) Meski kesal, Etsuko bermanis-manis. Huh? Bukan Koetsu-san, aku Kono Etsuko. Wanita bersuara judes di ujung panggilan tersebut memperkenalkan dirinya adalah Natsuki Natsuko-sensei, ada hal yang perlu ia luruskan ke proofreader yang menurutnya amatiran dan tidak mengerti sastra ini.

Panjang lebar Natsuki Natsuko menceramahinya. Yang pasti Etsuko yang suka meledak-ledak tidak tahan mendengarkannya, membikin kuping panas saja.

Kono jalan ke sana sini, sesekali Takehara-san memijat bahunya agar tidak balas meneriaki. Mitsuo dan yang lainnya ikut menenangkan jangan sampai Kono salah bicara.

Natsuki Natsuko protes dengan proofreadingnya Kono, salah satunya soal biji kopi terbaik, kopi luwak. Menyegarkan dan menyegarkan, itu akan nikmat di udara pagi. Itu adalah kopi yang layak minum.

Natsuki-sensei geram, lalu apa yang salah dengan itu?

   Etsuko tertawa-tawa kesal mendengarnya, ia membungkuk meminta maaf pada Takehara-san sebelum membalas Natsuki-sensei. Kono sudah diambang batas kesabarannya.

Kau tau bagaimana kopi luwak diproduksi? Dari Negara asalnya Indonesia, kopinya ditanam di perkebunan. Biji kopinya yang matang dimakan oleh luwak, luwak tersebut mencerna nutrisi yang ia butuhkan dan mengeluarkan biji kopi yang tidak bisa dicerna bersamaan dengan kotoran. Itulah yang disebut kopi luwak! (Ahahahaha… paling suka Kono pas bilang kohi luwak! Wkwkwk)

   Biji-bijian tersebut difermentasi di dalam tubuh luwak dan menghasilkan rasa dan aroma yang unik. Itu kopi hantu. Kono yakin biji itu tetaplah kotoran!. Menghidupkan dan menyegarkan, kopinya pergi bersama dengan baik bersama udara pagi, itu kopi yang layak. Apakah Natsuki-sensei yakin dengan itu?

    Takehara-san mulai gila, dia tertawa dan menyilangkan tangannya menyuruh Kono berhenti.

   Di ruangan istirahat. Ia terlihat putus asa, saat ingat ia salah bicara ketika Yukito tanya apa bukunya Yukito menarik?. Etsuko menjawab bukunya membosankan.

   Mitsuo heran mendengar gumaman Etsuko yang menyesal salah bicara ke Yukito. Mitsuo pikir soal Natsuki Natsuko-sensei tadi. Yukito menelfon, sebelumnya ia meminta maaf menelfon tiba-tiba, ia menanyakan apa Etsuko sedang sibuk? Etsuko menjawab tidak. Yukito mengajaknya keluar hari ini.

    Yukito dan Etsuko ada di warungnya Taisho. Taisho sudah senyum-senyum sendiri melihat pria yang sering Etsuko bicarakan datang kemari. Yukito senang di sini, jadi ini tempat tinggalnya Kono-san.

Bagus, seperti di era Showa. Namun entah mengapa Yukito merasa hari ini auranya Kono-san kok putih? Kosong?. Karena biasanya di mata Yukito auranya Kono-san adalah kuning. Etsuko meminta maaf soal kejadian buku waktu main ping pong dulu.

Yukito ingat “Bosenin!” ia pun juga tidak bisa apa-apa lagi kalau memang hasil tulisannya membosankan.  Etsuko mengelak bukan begitu, ia hanya membaca majalah fashion saja selama ini, tidak mengerti apapun soal sastra.

   Kalau begitu Yukito suatu hari nanti akan menulis novel yang Kono-san sukai (O’ow! Itu kata sangat  enak kudengar darimu Yukito Nee-san!, kedengarannya seperti aku cinta kamu dlm bentuk lain yg lebih halus, artiannya hampir sama kyk maukah kamu memasak setiap hari untukku? XD XD 😀 )

Etsuko berterimakasih. Moodnya kembali lagi ke Etsuko Kono yang ceria, ia ngajak Yukito minum yang banyak malam ini. Yukito tidak bisa menolak kalau dimintai Kono-san. Etsuko juga minta dihidangkan double egg.

   Yukito senang sekali dan banyak tertawa. Entah mengapa jika ia bersama Kono-san ia bisa melupakan hal-hal yang buruk.

   Taisho tanya Ecchan mau makan apa?. Etsuko belum menjawab tapi Yukito tiba-tiba langsung memanggilnya Ecchan, bisakah kau ambilkan itu untukku? (Hahahahaha… beneran deh, Yukito sumber tawaku di drama ini XD, gak ada angin/hujan tiba2 manggil Ecchan :D, kocak inih orang!)

Meski bingung, Etsuko mengambilkan yang dimaksud. Baru sadar,

“Eh? Ecchan?… huh?”

“Ecchan, ponselmu tuh. Angkat.” Kata Taisho.

Saking senangnya dipanggil Ecchan oleh Yukito, Etsuko menyebut dirinya sendiri Ecchan “Ecchan, ponsel… Ecchan dapat panggilan telepon” *kkkkkk

Etsuko mengangkat panggilannya.

“Oii, Koetsu. Kau lihat pulpen tiga warna ku?” Editor Kaizuka yang menelfon. Seingatnya tadi dia kehilangan pulpen 3 warnanya saat mengantarkan galley ke Etsuko. Tanpa itu dia tidak bisa bekerja!

    Etsuko geram, ditelfon hanya untuk tanya itu? Apa kau serius?. Kau tinggal pakai pulpen yang ada, Gurita!.

“Gurita?” Yukito juga dengar,

Tak lama kemudian Morio menelfon Yukito. Meminta maaf bisakah Yukito pergi belaja sebelum pulang?. Yukito ingat, tisu toilet nya habis kan?, yang single atau double?. Morio bilang yang mana pun tidak masalah.

“Eh, itu penting” balas Yukito. Tidak sadar Taisho sudah curiga dari tadi *kkkkk (part ini kog aneh ya?, lucu rasanya~)

“Kalu gitu, double. Sekalian tolong belikan aku sikat gigi baru.” jawab Morio.

“Ok. Yang kaku atau yang halus?. Oke, aku belikan yang halus. Lalu warnanya apa?. Kalau gitu aku belikan yang warnanya pink.”

   Taisho tahu, Yukito Orihara tinggal dengan seorang wanita. Etsuko sendiri masih sibuk dengan si Gurita Kaizuka. Bisakah Kaizuka cari yang lainnya?

   Pagi harinya Etsuko langsung menceritakan kencannya (anggap saja kencan XD biar Etsuko seneng), sukses!. Shesiru pikir justru yang sebaliknya. Sebelumnya Etsuko bertelfon dengan Kaizuka lama sekali meributkan soal pulpen ada di mana. Karena Etsuko terus menyebut gurita, membuat Yukito ingin makan itu, Etsuko setelah kasar pada Kaizuka ia meminta maaf ke Yukito, tadi telfon soal pekerjaan. Yukito makan olahan gurita dan makan malamnya dengan Ecchan jadi menarik.

   Etsuko pergi. Yukito datang ke meja resepsionis, ia ada janji pukul 10. Morio datang dan menyapa selamat pagi sambil lalu pergi. Yuri Sato mengendus aroma yang sama antara Morio dan Yukito, aneh sekali.

   Yukito malu melihat fotonya sendiri. Morio heran, kenapa? Bukannya ini bagus?. Yukito jadi panik, ini akan disebarkan sampai penjuru kota. Dan menurutnya Yukito akan lebih memalukan rasanya jika orang-orang membaca novelnya sekaligus tahu majalah dengan foto close up nya.

Morio mengingatkan, Yukito harusnya sudah mengambil keputusan untuk memperkenalkan dirinya sebagai penulis novel dan mendapatkan nilai tambah. Peluang dia menjadi model eksklusif akan lebih besar.

   Yukito mengenakan kacamata dan sibuk dengan scarf nya. Bercemin mengabaikan maksud Morio. Morio agak sebal dan membentaknya. “Apa kau mendengarkan?”

Yukito berusaha menghindar lagi. Bagaimana dengan shogi (catur tradisional jepang, di korea kayak baduk mungkin~, dan tentu saja berbeda), dia juga jago main itu berkat belajar dari seorang kakek tetangganya. Morio tidak bisa terima itu. Lalu Yukito pamer bakat lainnya,

   Kupingnya bisa ia gerakkan dengan aneh. (Ahahahaha… ada ada saja) Meski agak takjub, Morio tetap tidak bisa menerima bakat itu. Lalu Yukito pindah ke rubik, bagaimana dengan rubik? Aku bisa menyelesaikanya dalam 5 menit. Morio menatap malas Yukito yang terus menghindari objek.

         Di departemen Proofreading. Tiba-tiba Etsuko berbicara sendiri.

“Aku tidak akan kehilangan apapun, aku telah bebas dari ketakutan!” Katanya dengan nada manja manja. Fujiiwa menyebutnya berisik (kkkkk)

“Iya, aku tahu. Aku minta maaf” Balas Etsuko. Mitsuo penasaran itu apa. Etsuko menjelaskan ini baris line naskah drama yang dibintangi Sugimoto Atsuka. Mitsuo berkomentar rasanya nostalgia sekali, dulu orang-orang juga sering mengucapkan baris drama tersebut.

Nobuyoshi datang, dia dulu juga sering melakukan itu. Mitsuo bingung, tapi kan drama tersebut terkenalnya bukan di jaman Nobuyoshi Masamune-kun?. Nobuyoshi bilang dia tahu drama itu dari Aniki-nya/abangnya. Kalau dipikir-pikir lagi Abangnya itu mungkin seumuran dengan Yoneoka, jadi Nobuyoshi merasa tenang kalau bicara dengannya. Mitsuo menawarkan diri kalau gitu tidak apa-apa Masamune-kun menganggap ia abangnya.

Etsuko memandangi Yoneoka dengan geli. Nobuyoshi pamit pergi, dia selalu keluar departemen ini lama dan kena marah kalau sudah balik ke tempat kerjanya.

    Yoneoka dan Etsuko membicarakan autobiografi nya Sugimoto Asuka. Ia memang hebat sekali, pertama kali membintangi film di usia 15 tahun. Saat 20 tahun ia membintangi film Jepang-Amerika. Usia 25 tahun memenangkan penghargaan sebagai aktris terbaik dalam ajang penghargaan film Jepang. Sugimoto Asuka hidup dengan penuh penghargaan, padahal masih sebaya dengan Etsuko.

Etsuko pikir kalau ia menerbitkan autobiografi palingan isinya lembaran kertas kosong, malah seperti buku catatan (Hahahahaha). Mitsuo berkomentar, kalau seperti itu tidak mungkin diterbitkan. Kono tahu, tapi ia yakin 5 tahun dari sekarang ia pasti sudah bisa menerbitkan buku “Fashion Editor Kono Etsuko’s Case Book”

    Etsuko mengecek data Sugimoto Asuka di laman Wikipedia Jepang, hanya ada informasi bersekolah di SD Hachioji. Info yang ada tidak banyak. Fujiiwa mengingatkan jangan terlalu mempercayai informasi dari internet, akan berbahaya. Etsuko juga berpikiran sama, ia berniat mengeceknya sendiri.

Etsuko pamit pergi. Takehara-san mengucapkan selamat jalan padanya. Fujiiwa bingung, kenapa Takehara-san mengizinkan Kono keluar?. Takehara-san balik bertanya, memangnya Fujiiwa-san tidak mengizinkan Kono pergi?

Dan entah mengapa Takehara-san merasa kalau antara Kono-san dan Fujiiwa-san keduanya sangat mirip.  Fujiiwa tidak terima, mirip? Siapa?. Takehara-san gelagapan bagaimana cara menjawabnya, Fujiiwa sudah marah (ahahahahaha)

“Fujiiwa-san dan Kono…”

Sebuah suara hantu muncul dari Aoki Yohei (kkkkkkk) Fujiiwa dan Takehara-san bingung siapa yang ngomong itu?. Lalu ada yang menyahuti “Benar…benar…!”

     Etsuko browsing alamat SD nya. “Ecchan!” panggil Yukito. Yukito duduk dan menghampiri Etsuko, kemarin menyenangkan sekali. Kelihatannya Etsuko mau keluar. Etsuko menjawab dia pergi urusan pekerjaan. Yukito heran, proofreader keluar untuk bekerja?

Morio datang, ia dan Yukito akan lanjut ke pemotretan. Etsuko mengucapkan selamat jalan dan ia pergi, tak lupa pamit ke Yuri dan Shesiru.

    Morio bingung kenapa proofreader melakukan pekerjaan di luar. Yukito tersenyum-senyum melihat kelakuan Etsuko. Menurutnya tidak ada orang lain seperti Ecchan.

Morio kaget  dan menggumamkan “Ecchan…”

    *Taman Nakata Arkeologi di belakang SD merupakan panggung ku, jungle gym jadi rumah dari drama ku. Terkadang, aku adalah tokoh utama wanita yang memanggil kekasihnya.*

Etsuko tersenyum dan mempraktekkan dialog nya. “Aku tidak membutuhkan apapun lagi, cukup kau berada di sisiku?”

*Atau detektif wanita yang mengejar penjahat di tangga*

“Pelakunya adalah kau!”

    Etsuko kagum sekali, Sugimoto-sensei benar-benar bercita-cita menjadi seorang aktris.

*Dengan cara yang sama aku bermimpi menjadi seorang ibu suatu hari nanti * Etsuko melihat anak-anak TK di atas kereta kecil dan didorong dua ibu. Tampak lucu sekali.

“Jadi ibu, ‘ya?” Gumam Etsuko.

Etsuko tiba di rumah Sugimoto-sensei. Rumahnya besar dan mewah, ia berharap bisa memberikan rumah seperti ini ke orang tuanya. Tak lama kemudian mobil keluar, pemilik rumah hendak pergi.

Etsuko melihat seorang pria di dalam mobil memotret mobil Sugimoto-sensei. Etsuko mendekati mobil dan membuka pintu depannya. Reporter Takaji jatuh. Reporter tersebut minta kartu nama Etsuko untuk insiden ini.

     Etsuko memberikanya setelah dipaksa si reporter. Melihat Perusahaan Keibonsha di kartu nama tersebut membuat si reporter mencibir “Betapa agungnya”

Lebih terkejut lagi melihat pekerjaannya adalah Koetsu/Proofreader bukan editor. Etsuko geram, apa masalahnya?. Si reporter menjelaskan pekerjaannya adalah mendapatkan uang dari menemukan kesalahan orang-orang, sebuah pekerjaan yang menyebabkan seorang individu tidak disukai. Reporter Takaji berpikir pekerjaannya sama dengan Koetsu, sama-sama mencari kesalahan.

Reporter pergi. Etsuko tidak suka disama-sama kan dengannya.

     Etsuko pulang ke departemen Proofreader. Takehara-san dan Etsuko membicarakan insiden Etsuko dengan reporter Takaji, meminta diganti uang berobat dan konsultasi dokter. Etsuko meminta maaf. Takehara-san mengingatkan Kono sebagai bagian dari Keibonsha jangan lupa untuk bersikap dengan terhormat. Etsuko mengiyakannya.

    Etsuko membaca berita tentang aktris populer yang tertangkap menjalin hubungan segitiga. Antara Sakurada Yuka dengan dua aktor sekaligus, Michael Nabemoto dan Harukawa Haruki. Dan berita itu diliput oleh Reporter Yamanouchi Takaji. Etsuko membuka semua berita perselingkuhan dan hubungan terlarang semacamnya rupanya kebanyakan diliput oleh Reporter Takaji.

    Morio mengecek progress voting pemirsa. Yukito ada di urutan ketiga. Chief Editor Kamei-san datang, ia memberikan pujian dan perintah ke beberapa bawahannya, ia mengingatkan Morio untuk membuat Yukito Orihara melepas topeng penulis misterius/penulis bertopengnya minggu ini juga untuk mendapatkan banyak suara. Morio tidak bisa, Yukito menolak melakukan itu. Kamei-san mengutarakan kalau hanya mengandalkan wajah tampannya saja tidak cukup, kalau begini terus Yukito akan terdepak dari industri dengan cepat. Tentunya Morio tahu soal hal semacam itu.

     Editor Kaizuka memandangi buku bersampul kucingnya, lalu kaget melihat Morio ada di sini. “Morio-chan?” Morio hanya tersenyum.

“Ada apa? Kau mencariku?”

Morio mengangguk.

Morio meminta bantuan Editor Kaizuka untuk membujuk Yukito Orihara mau tampil sebagai penulis Korenaga Koreyuki, Morio yakin masa depan Yukito sebagai model bagus. Ini juga menguntungkan tingkat penjualan novel Korenaga Koreyuki. Kaizuka tetap tidak bisa.

Meski Morio memohon dan perkataannya ada benar nya juga, Kaizuka menjelaskan kalau Yukito tidak menulis apapun semenjak dia debut. Kaizuka merasa itu adalah kesalahannya Kaizuka. Ia sudah sepakat dengan Yukito tentang novel dan Korenaga Koreyuki. Itulah kenapa ia segan memberikan dukungan ke Korenaga menjadi model. Kaizuka meminta maaf. Morio bilang tidak apa-apa.

Karena Morio terlihat putus asa, Kaizuka mau mengajaknya keluar makan tapi Morio tidak merespon, jadi Kaizuka bilang atau tidak usah. Morio dan Kaizuka sama-sama meminta maaf.

    Reporter Takaji berhasil memotret seorang anak kecil di dalam mobil ketika Sugimoto Asuka pulang ke rumah.

   Etsuko terkejut mendengar kabar ternyata Sugimoto Asuka punya anak yang tidak sah. Etsuko heboh, Mitsuo menyuruhnya jangan berisik. Ia tahu berita itu tadi pagi di TV. Etsuko kemudian mengecek internet. Sebuah artikel memancing rasa penasaran pembaca, Sugimoto Asuka mempunyai anak yang tidak sah, siapa ayahnya?. Wanita yang belum menikah dan image nya adalah aktris yang polos telah membohongi publik.

    Etsuko menduga jangan-jangan berita pertama nya didapatkan oleh Reporter Takaji.

Komentar:

     Yoneoka Mitsuo… jangan bilang kalau kamu jeruk makan jeruk \o______o/. Satu pesenku, sadarlah… sadarlah…. Aku tahu Nobuyoshi unyu, tapi ada banyak perempuan yang lebih unyu~

    Wuooo… aku tahu pernah lihat Masaki Suda di mana. Rich Man and Poor Woman, menurutku dia auranya  kece saat itu, rambutnya pirang. Satomi Ishihara jadi lead drama itu dengan Shun Oguri. Ternyata yang namanya Masaki Suda lumayan terkenal sekali di Jepang, buktinya dia sering didapuk buka acara ini, jadi MC itu, menang best ini dan itu. *ckckckcck. Kelihatannya di Indonesia dia gak seterkenal itu karena memang masih sedikit orang yang tahu, dan karena yamaken virus everywhere, Pangeran Shoujo dan Presdir Live Action adalah si Aa’ Kento Yamazaki *hahahaha agaknya sampai akhir 2017 ini pun tetap Yamaken yang ditunggu!.

Untuk Sinopsis drama lainnya dan urutan lengkapnya dari ep 1 on going lihat saja di “DAFTAR SINOPSIS” selalu di usahakan update di sana. Jika kamu membuka blog ini dengan PC/komputer lihat di bagian atas dan kiri ada Daftar sinopsis dan jika kamu membuka blog ini dari hp, silahkan scroll ke bawah ada daftar sinopsis. Langsung klik saja, semua link drama dihimpun di laman daftar sinopsis dan daftar sinopsis II.

Like Like Like… FP Blog ini untuk tahu Update-annya>>>> klik FANPAGE

Real Post: 8 Januari 2017

Re-Post: 19 Juli 2017

 

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s