Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 3 Part 1

      Etsuko menghadiri Keibonsha Christmas Collection, siapa sangka Editor Kaizuka juga datang ke acara yang sama.

“Kenapa kau ada di sini?” tanya Etsuko

“Seharusnya aku yang tanya begitu.”

Kaizuka mendapatkan tiket dari Korenaga Koreyuki, tidak ada pilihan lain selain datang. Etsuko ingat, pria Linear Motor Cow itu?. Kaizuka balas mengejek Etsuko, pria yang Etsuko bacanya Zeeizee.

    Morio menuruni tangga bersama Kepala Editor Sayaka Kamei.

“Morio!” Etsuko memanggilnya. Ia dan Kaizuka bertegur sapa dengannya, Morio terkejut melihat Etsuko dan Kaizuka di tempat seperti ini. Perhatian Etsuko beralih ke Kamei-san, ia memperkenalkan diri dari Koetsu Departemen dan akan segera pindah ke editorial majalah Lassy, mohon bimbingannya nanti. Morio lalu pergi bersama Kamei-san.

     Acaranya dimulai, para model berjalan di catwalk dengan menawan. Model keluar sepasang sepasang, Kamei-san mengomentari para modelnya dan Morio mencatatnya. Ketika Yukito tampil… Etsuko, Morio dan yang lainnya takjub menyaksikannya, Kamei-san memuji Yukito bagus dan itu membuat Morio lega.

      Kaizuka tergelak sendiri, rupanya Korenaga Koreyuki menjadi salah satu model yang tampil. Kaizuka memberitahu Etsuko kalau pria itu adalah Zeeizee alias Korenaga Koreyuki. Seketika Etsuko mematung teringat pertemuannya dengan Orihara Yukito, Etsuko mengatakan hal-hal buruk tentang novelnya Korenaga Koreyuki.

“Ehhh!!!” Teriakan Etsuko membuat seluruh pengunjung terkejut,

      Yukito mengangkat tangannya melambai-lambai menyapa Etsuko. Etsuko masih membeku di tempat, Yukito malah menyapanya dan membungkuk sekilas. Model wanita pasangannya Yukito menarik Yukito kembali ke backstage.  (hahahahaha… Yukito sepertinya sumber tawa di drama ini :D)

Kaizuka bertanya bagaimana Etsuko bisa kenal pria itu?. “Pangeranku…” Etsuko masih belum sepenuhnya mempercayai ini, syok.

“Pangeran?” katanya Kaizuka. Morio yang berada di atas juga mendengarnya.

     Morio mendekati Yukito yang sudah berganti pakaian. Bagaimana bisa Yukito mengenal Senpai nya Morio?. Senpai? Senior? Heran Yukito. Morio menyebut Etsuko Kono dari Koetsu Departemen adalah seniornya Morio. Yukito tidak menyangka mereka ada hubungan, dunia memang kecil ya?. Morio tanya apa Yukito memberitahu mereka tinggal bersama ke Senpai nya?. Yukito bilang tidak. Morio ingin fakta mereka tinggal bersama jangan sampai ada orang yang tahu, terlebih perusahaan ini.

     Etsuko dan Kaizuka ke belakang panggung untuk menemui Yukito Orihara. Yukito Orihara segera mengambil kaos putih dan menyapa Etsuko. Meminta maaf karena sudah jahil pada Etsuko Kono sebelumnya. dia menulis novel dengan nama samaran, jadi saat itu tidak bisa langsung memberitahunya. Etsuko pun meminta maaf karena dia benar-benar tidak tahu siapa Korenaga, maaf karena sudah bicara kasar tentang novelnya. Kaizuka membisiki Etsuko, jangan lupa kau memanggilnya Zeeizee.. (wkwkwk)

Yukito dan Etsuko sudah bertemu tanpa sengaja dua kali dalam insiden tabrakan, serta novelnya ditangani oleh Etsuko. Yukito rasa semua kebetulan ini adalah takdir. Takdir? Etsuko senang mendengarnya.

Kaizuka membisiki Etsuko lagi “Bersikaplah yang tenang, dia pangeran Zeeizee mu.”

Etsuko langsung teriak jengkel karena digoda oleh Kaizuka. Kaizuka menikmati menggoda Zeeizee dan Pangeran ke Etsuko sekarang. (ahahahaha)

“Maaf.” Kata Kono Etsuko. Morio memberitahu Senpai nya kalau mereka akan pergi makan siang. Etsuko mempersilahkannya. Yukito meminta bertukar alamat e-mail dengan Etsuko, mereka lalu mendekatkan ponsel masing-masing. Kaizuka juga sama, ia senang bertemu dengan Yukito lagi, akan menghubunginya untuk membicarakan kontrak.

Morio menyuruh Yukito segera keluar, Yukito pergi dengan terburu-buru akan tetapi sebelum pergi ia tak lupa membungkuk sopan.

   Etsuko menceritakan pertemuannya dengan Yukito ke Shesiru. Mereka bertukar kontak, Shesiru penasaran apa yang terjadi setelahnya. Bruukkk! Fujiiwa menyenggol Etsuko ketika berjalan, Fujiiwa tanpa menoleh mengatakan itu karena Kono Etsuko ada di jalan. Etsuko meminta maaf.

Tetsupan memang menakutkan. Gumam Shesiru. “Ketsupan?” Etsuko bingung apa itu.

“Bukan, tapi Tetsupan.” Shesiru membenarkan kata-kata Etsuko, Shesiru bilang orang-orang di belakang Fujiiwa-san memanggilnya Tetsupan, kata tersebut maksudnya “Celana Dalam Besi”

Lalu Etsuko bertanya apa julukan yang orang-orang berikan padanya?.

“Oshakawa!” kata Shesiru antusias. Yuri Sato menendang kaki Shesiru karena terlalu blak-blakkan. Etsuko bertanya apa maksudnya itu?. Yuri Sato mengatakan artinya kau itu modis dan imut!

 Mendengar julukan yang justru menjurus ke arah pujian itu tentu saja membuat Kono senang, di sebelah mana jeleknya julukan Oshakawa?. Itu fakta!, Etsuko lalu pamit pergi.

—-||Jimi Ni Sugoi!||—-

     Yohei mengecek-ngecek kaktus lalu kembali ke tempatnya duduk. Etsuko terkejut kenapa Yoneoka Mitsuo menangis?. Yoneoka menaruh telunjuknya di depan bibir meminta Etsuko diam. Takehara-san dan yang lainnya memperhatikan Yoneoka yang sedikit melankolis hari ini.

“Mungkinkah itu karena kau penggemarnya Shijo Marie-sensei?” tebak Takehara-san.

“Iya,” jawabnya masih melankolis.

Ack!, Takehara-san memekik frustasi, membagikan draft galley acak ke para proofreader itu menimbulkan masalah. Takehara-san menyuruh Yoneoka bertukar galley dengan yang lainnya. Yoneoka menolak, kenapa????

Etsuko penasaran memangnya kenapa harus diganti?. Takehara-san menerangkan itu karena jika Proofreadernya menangani draft buku penulis favoritnya… proofreader condong membuat kesalahan dalam pekerjaan karena terlalu emosional. Berdasarkan peraturannya maka harus bertukar galley!

Etsuko mengerti sekarang kenapa Yoneoka terus menerus menangis haru biru.

     Takehara-san meminta Fujiiwa bertukar dengan Yoneoka. Fujiiwa katanya sedang sibuk dengan kompleksitas pohon keluarga dari Keluarga Medici. Tidak bisa ganti sekarang. Takehara-san meminta Kono untuk bertukar kalau begitu. Takehara-san mempertanyakan apakah bisa Yoneoka tidak menjadi melankolis terhadap galley nya?.

Yoneoka tetap tidak mau, dia bilang bisa melakukannya! Tidak masalah!.

     Yoneoka melindungi galley nya jangan sampai ditukar. Fujiiwa mendekati mereka, tidak mungkin Yoneona baik-baik saja, buktinya banyak kesalahan dalam proofreadingnya karena terlalu emosional. Tidak biasanya Yoneoka membuat banyak kesalahan seperti ini.

     Dengan berat hati Yoneoka melepaskan galley nya. Tidak rela. Etsuko tidak enak sendiri.

     3 besar model yang akan dipilih. Dari ketiganya dibicarakan track recod masing-masing model. Kotaro Yoshida adalah second runner up di pemilihan Mr. Contest, merupakan seorang instruktur gym, dan berangan menjadi seorang aktor.

Kikuchi Shun usianya 17 tahun, peringkat keempat dunia dalam BMX pro Rider, keluarganya mapan. Yukito Orihara sekarang ini adalah mahasiswa. Kepala Editor dan Wakilnya terkejut karena tidak ada pengalaman modeling sebelumnya. Morio menjelaskan kalau Orihara-san juga penulis yang pernah memenangi penghargaan dialam literasi sebelumnya. Tapi dia ingin menjadi penulis misterius.

Dengan tampang Yukito yang menarik semuanya heran kenapa dia menyembunyikan dirinya sebagai novelis misterius, alasannya apa?. Kamei-san ingin Morio membuat Yukito tampil di public sebagai novelis. Morio tidak bisa menolak, dia tampaknya harus bicara dengan Yukito nanti.

     Waktu makan siang, Mitsuo masih sensitif soal galley tadi. Ini adalah pertama kalinya dalam tiga tahun ini Shijo-sensei menerbitkan buku di Keibonsha. Merupakan seri terakhir bukunya yang populer, sudah Mitsuo Yoneoka tunggu-tunggu terbitnya.

Etsuko tanya kenapa Yoneoka menyalahkannya, ini kan karena Fujiiwa-san. Memangnya siapa itu Shijo-sensei?. Mitsuo terkejut Etsuko tidak tahu, Shijo Marie-Sense debut sebagai penulis ketika dia masih sebagai OL. Tiba-tiba dinominasikan ke dalam banyak sekali acara penghargaan, dia terkenal sekali dalam dunia sastra sebagai Ratu tanpa Mahkota.

Mitsuo meminta Etsuko memproofreadingnya dengan baik, mengecek kesalahan pengejaan dan fokus memastikan fakta-faktanya.

Etsuko bertanya-tanya kenapa ada peraturan proofreader dilarang menangani naskah penulis favoritnya dan harus bertukar. Entah muncul dari mana, Fujiiwa menerangkan karena jika itu terjadi maka proofreader tidak bisa objektif melakukan proofreadingnya, terlalu terbawa perasaan.

Yoneoka bertanya bukankah Fujiiwa-san juga punya penulis favorit?. Fujiiwa dengan profesional menanggapi dirinya ini proofreader, tidak perduli menangangi galley yang disuka atau tidak, tidak akan mencampuradukkan perasaan pribadi.

Fujiiwa pergi, Yoneoka mengerti dan akan mulai berhati-hati sekarang. Etsuko rasa sekalipun kita menyukai penulisnya bukan berarti kita suka melakukan proofreading nya bukan?. Yoneoka setuju dengan itu.

Takehara-san tampaknya ikut mendengarkan sejak tadi,

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

     Suasana hening serta tenang departemen proofreading terpecah dengan sapaan selamat paginya Nobuyoshi. Fujiiwa meminta Nobuyoshi lebih tenang.

       Nobuyoshi lalu bicara dengan berbisik-bisik, ia memanggil Yoneoka untuk mengembalikan bukunya. Ia sangat suka buku ini, ia mengajak Yoneoka makan bersama kapan-kapan. Yoneoka yang dibisiki langsung senang sekali, membuat proofreader lainnya terganggu. “Maafkan aku,”

Yoneoka menyanggupinya, kapan-kapan makan bersama.

Etsuko menatapi Yoneoka dengan penuh maksud, dan Yoneoka balik menatap Etsuko waspada “Ada apa?”

“Tidak ada.”

(ahahahahaha… apa apaan ini? Yoneoka naksir Nobuyoshi????)

      Keheningan sepersekian detik itu rusak kembali karena Kaizuka berteriak “Koetsu!”

Kaizuka menduga Kono melakukan ulah lagi karena Shijo-sensei ingin bertemu dengan proofreader nya langsung. Orang-orang terperangah kaget, Etsuko Kono dan Shijo-sensei akan bertemu.

    Rumah Shijo-sensei membuat Etsuko terpukau. Shijo-sensei ingin mempertanyakan tentang notes Etsuko yang intinya, 18 tahun yang lalu, di seri ini, di pekerjaan ketiga Kau berada di tengah birunya musim semi kau menulis Erika payah dalam berenang yang bahkan tidak bisa berenang 1 meter pun Erika merupakan siswi SMP, bisa dapat masalah jika setelah 18 tahun dia tidak bisa berenang.  

Shijo-sensei benar-benar lupa hal tersebut meski ia yang menulisnya sendiri, Shijo-sensei merasa dirinya memang sudalh menua rupanya. Kaizuka menampiknya, apa yang sensei katakan? Sensei kau masih terlihat muda, ‘kok?

Kaizuka memuji kerja bagusnya Etsuko. Shijo-sensei menyatakan dirinya walau sudah penulis profesional namun dibilang latar novelnya tidak konsistan oleh proofreader pro, ia tersanjung Etsuko Kono mengingatkannya. Etsuko juga senang dipuji sebagai Koetsu pro.

Shijo-sensei tanya apa Kono pernah mengiriminya surat dari fans? Dulu di awal-awal debutnya ia antusias sekali membaca surat-surat dari penggemarnya tersebut, karena tidak alamatnya dan hanya nama pena… Shijo-sensei tidak membalasnya. Fans tersebut mengakan bekerja di perusahaan penerbitan sekarang. Saat melihat notesnya Kono… Shijo-sensei pikir itu adalah Kono Etsuko.

Etsuko ragu-ragu membenarkan itu dia. Lalu Shijo-sensei tanya apa Kono suka wine?. Etsuko menajwab suka apapun jenis alkohol. Shijo-sensei mengajak Etsuko minum bersama, ada event yang diselenggarakan Shijo-sensei di restoran Aoyama esok.

Shijo-sensei memberikan tiketnya. Etsuko memandangi notesnya, ia nampak bingung dengan tulisannya tersebut.

     Kaizuka tidak menyangka Etsuko bisa berguna juga, rupanya Etsuko juga membaca novelnya Shijo-sensei, katanya hanya baca majalah fashion. Etsuko menjawab dia memang tidak membacanya, itu bukan notes darinya. Kaizuka terkejut, lalu kenapa tidak mengatakannya dari tadi di dalam?

Etsuko mengakui tidak bisa mengaku tadi, ia tidak mau citranya proofreading departemen tercela dan membuat Shijo-sensei meragukan departemennya. Etsuko yakin seseorang sengaja memberikan notes tersebut setelah Etsuko selesaikan proofreadingnya. Kaizuka langsung menyesali pujiannya tadi. Etsuko tahu siapa orangnya.

     Etsuko menunjukkan notesnya ke Yoneoka yang tengah membuat rumah. Yoneoka bilang itu bukanlah dia. 18 tahun yang lalu? Yoneoka belum ngefans dengan Shijo-sensei selama itu. Etsuko kecewa, dikiranya Yoneoka fans garis keras… ternyata cuman ikut-ikutan. Yoneoka marah dengarnya, dia bukan fans ecek-ecek ia ini “Marienne” sejati!.

Mariene? Tanya Etsuko, Yoneoka bilang itu nama fansclubnya Shijo-sensei.

   Etsuko mengajak Yoneoka ke acaranya Shijo-sensei. Yoneoka berteriak histeris, aku ikut!!!. Etsuko penasaran sekali siapa yang menulis notes ini?.

    Yukito kaget karena kaosnya terkena saos tomat. Ia lalu ganti baju dan Morio memasangkannya apron. Yukito meminta maaf karena sudah merepotkannya banyak sekali.

Yukito menduga Morio baru bangun. Benar, Morio baru bangun setelah 10 jam tidur. Yukito membuat pasta dan menawari Morio.

     Yoneoka datang duluan dari Etsuko, mereka saling memanggil nama dengan berakhiran cchi wkwkwk. Konochhi! Yoneokacchi! Saling memuji betapa fashinablenya mereka berdua. Yoneoka minta jangan panggil pakai cchi lagi, Etsuko menanggapinya.. kan yang mulai pakai cchi duluan Yoneoka!. Di dalam, nuansanya sangat feminim. Yoneoka memuji Shijo-sensei memang pandai mengekspresikan perasaan wanita.

    Yoneoka memberitahu Etsuko tentang seseorang yang sering hadir di acaranya Shijo-sensei. Seseorang di dekat jendela dengan pakaian yang mencolok.

“Pakaiannya hebat sekali” puji Etsuko

“Benar,”

“Di mana dia membelinya?”

“Apa itu penting?”

Etsuko hendak bertanya, Yoneoka melarangnya.

     Betapa terkejutnya ternyata itu Fujiiwa. Fujiiwa langsung kabur menghindari Etsuko dan Yoneoka. Fujiiwa berhasil ditangkap.

Fujiiwa langsung diinvestigasi, pasti yang menulis notes ini Fujiiwa-san ya!. Yoneoka tanya sejak kapan Fujiiwa ngefans dengan Shijo-sensei?.

Sejak debutnya dengan Dua Kebun Bunga. Sejak saat itu aneh sekali dia tidak memenangkan apapun, dan Fujiiwa mengirmkan surat protes kepada penerbit sponsor penghargaan. Fujiiwa menghabiskan masa mudanya dengan karya Shijo-sensei, setelah lulus dari Univ Tokyo dan bekerja di Keibonsha. Berharap bisa ambil bagian dalam karyanya Shijo-sensei. Tapi na’asnya malah dikirim ke departemen proofreading. Itu membuat Fujiiwa menyerah dengan mimpinya.

Yoneoka menyamakan kasusnya Fujiiwa dengan Etsuko yang ingin jadi editor majalah fashion tapi malah masuk proofreading department.

      Fujiiwa tersinggung, dari sisi mana mereka sama nya?. Etsuko balas kesal, ia pun juga tidak mau tuh dekat-dekat dengan Fujiiwa. Fujiiwa sangat khawatir dengan karyanya Shijo-sensei. Etsuko tanya lantas kenapa Fujiiwa menambahkan notesnya?

      Kalau ini memang amat bermakna bagi Fujiiwa-san.. harusnya Fujiiwa mencantumkan namanya di sana agar orang lain tahu. Fujiiwa bilang dia tidak bisa menunjukkan ke orang-orang kalau dia adalah fansnya Shijo-sensei. Sebagai seorang proofreader, untuk penulis manapun dan buku apapun Fujiiwa ingin berlaku adil.

Yoneoka memuji Fujiiwa ini profesional sekali orangnya. Sedangkan Yoneoka senang sekali draft pertamanya keluar dan terlalu terbawa suasana.

Fujiiwa mengakui sejujurnya ia ingin sekali melakukan proofreading karyanya Shijo-sensei. Akan tetapi peraturan tetaplah peraturan! Harus ditegakkan. Mengabaikan peraturan hanya demi keinginan pribadi adalah berlawanan dengan prinsipnya Fujiiwa.

Yoneoka mengerti perasaannya Fujiiwa, bagaimana pun juga Fujiiwa tak sepenuhnya bisa berlapang dada bukan?.

“Fujiiwa-san…”
“Apa?”

“Di mana kau beli gaun ini?” tanya Etsuko (kamvreet! Gw pikir dia mau menyemangati/apa kek.. hahahaha)

“Kenapa itu penting?” Yoneoka tidak habis pikir.

Like FP blog ini untuk mendapatkan update-annya>>>>>>FANPAGE

Real upload: 25 Desember 2017

re-post: 19 Juli 2017

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 19 July 2017, in Jimi Ni Sugoi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s