Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 2 Part 2

      Takehara-san bersedia menyelesaikan perbaikan sampul bukunya sebelum hari H event berlangsung, karena itu merupakan tanggung jawab Departemennya. Kono Etsuko terenyuh mendengar ucapan Takehara-san.

Takehara-san dan Etsuko kembali membungkuk meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Di ruangan Departemen Proofreading, Mitsuo menerima panggilan dan menjawab departemennya sedang mengurusi penempelan stiker sampul buku segera secepatnya. Takehara-san terburu-buru pergi, menyuruh Kono ikut membantu Yoneoka Mitsuo.

     Mitsuo Yoneoka dan Etsuko pergi ke percetakan. Ada bertumpuk-tumpuk kardus buku yang harus ditempeli stiker. Nobuyoshi datang menyerahkan stikernya, ia ikut prihatin dengan banyaknya buku yang harus ditempeli stiker, ia menawarkan diri ikut membantu. Namun Mitsuo melarangnya. Nobuyoshi menyemangati keduanya sebelum pergi.

Etsuko dan Mitsuo mulai dengan satu kardus terlebih dahulu.

    Takehara-san dan Kaizuka mendatangi Aki untuk mengkonfirmasikan kesalahan cetak bukunya. Meski terlihat sedikit kecewa, Aki menerima permintaan maaf. Sampul bukunya akan ditempeli stiker sehingga bisa ikut serta dalam event. Mei-chan bermain-main dengan bonekanya yang gaunnya ditempeli pernik Etsuko. Buku ibunya sekarang dalam nasib yang sama, harus ditutupi sesuatu untuk mengelabuhi cacatnya.

       Etsuko dan Mitsuo baru menyelesaikan dua kardus buku, Etsuko terlihat menyesal karena ini kesalahannya. Mitsuo membuyarkan lamuman Etsuko dengan menyemangatinya “Semangatlah!”

Etsuko mengangguk. Tak lama kemudian para karyawan di Departemen Proofreading datang untuk ikut membantu, Etsuko berdiri sebagai penghormatan. Dan tidak terduga Fujiiwa Rion datang juga, Etsuko dan yang lainnya heran bukankah Fujiiwa hari ini izin tidak bekerja?. Fujiiwa tadi dihubungi oleh Takehara-san, katanya ada sedikit masalah jadi Fujiiwa kemari.

Etsuko berterimakasih banyak pada Fujiiwa. Dengan dingin Fujiiwa menanggapi dia kemari bukan karena Kono Etsuko.

     Di warung odennya Taisho. Taisho mengusir Kitakawa dan Higashiyama yang sejak tadi ngendon di warungnya untuk pulang. Mereka menunggu kapan Ecchan pulang.

     Hari sudah semakin larut, para proofreader sudah penat dan sesekali menguap. Masamune Nobuyoshi datang membawakan makanan dan minuman. Ia meminta semuanya istirahat sejenak, mereka pasti lapar dan haus.

Mitsuo tersentuh dengan kepeduliannya Masamune Nobuyoshi, betapa baiknya dia. Nobuyoshi merasa tidak masalah melakukan ini, orang-orang dari Keibonsha telah memperlakukannya dengan baik selama ini. “Semuanya! Bersemangatlah!” Katanya Nobuyoshi sembari undur diri.

“Arigatou-ne!” (wkwkwkwk, ini Mitsuo unyunya… dadah dadah, sekagum itukah ke Nobuyoshi? XD)

Mitsuo kemudian ikut makan bersama yang lainnya. Hanya Etsuko yang tidak istirahat, Mitsuo mengajaknya istirahat sebentar. Etsuko menolak, ia bilang tidak apa-apa.

Yohei Aoki yang biasanya jarang bicara mulai mengobrol, dia berkomentar kalau tulisan/karakter yang ukurannya besar memang paling mudah dilalaikan bukan?. Shinichi Meguro bercerita, biasanya setelah mengecek berulang kali naskahnya lalu membuka bukunya lagi ia masih menemukan kata-kata yang salah bertebaran dan membuatnya tertawa geli.

Kozuo Sakashita pun khawatir jika menjumpai kesalahan, jadi ia tidak ingin membuka buku yang ia kerjakan proofreadingnya lagi.

Aoki: Aku mengerti, rasanya berat mempercayai dengan mata kepalamu sendiri.

Mitsuo: di dalam pekerjaan, aku tidak pernah berpikir tidak pernah ada seorang pun yang tidak pernah membuat kesalahan. Itulah kenapa setiap orang memahami rasa sakitnya Kono-san sekarang ini.

     Kata Mitsuo sambil memandang Etsuko. Lalu Mitsuo mencandai Fujiiwa yang mungkin tidak pernah melakukan kesalahan. Fujiiwa mengatakan dirinya pun pernah melakukan kesalahan dan jawabannya tersebut sontak membuat semuanya terkejut tidak percaya.

Waktu Fujiiwa mengerjakan naskahnya seorang novelis wanita bergenre misteri yang tersohor, ia terlalu banyak memberikan notes pujian. Namun sanjungan amat jauh dari Fujiiwa itu karena setelah dicetak nama tokoh utama prianya salah tulis di bagian klimaks ceritanya. Segera dibenarkan dan dicetak ulang. Penulisnya marah dan menyatakan diri tidak ingin lagi menulis untuk Keibonsha tidak peduli apapun yang terjadi novelisnya pasti akan menolak.

     Etsuko mengerti sekarang kenapa Fujiiwa begitu keras padanya saat itu. Tanpa Etsuko tahu rupanya malah menuduh Fujiiwa hanya iri saja, Etsuko minta maaf sebesar-besarnya pada Fujiiwa. Fujiiwa menegaskan seharusnya nama seorang proofreader tidak boleh nampak di mata publik, kesalahan satu orang proofreader maka menjadi kesalahan satu departemen proofreading, itu kesalahan yang serius, ingatlah itu!.

Etsuko akan mengingatnya. Fujiiwa mengajak semua kembali bekerja, sudah cukup mengobrolnya!. Semuanya kembali menempelkan stiker ke sampul buku.

      Mereka bekerja sampai datangnya pagi. Akhirnya selesai juga, semuanya puas. Buku-bukunya diangkut ke mobil dan Etsuko memandangi kepergian mobil tersebut sampai menghilang dari pandangan matanya.

     Morio mengajari Yukito caranya bersikap menjadi model. Tubuh tegap, wajah lurus kedepan. Busungkan dada, rilekskan bahu. Resapilah laju pinggangnya ketika berjalan dan sebisa mungkin kaki jangan dilengkungkan. Percobaan pertama Yukito berjalan kaku seperti robot dan membuat Morio menertawakannya.

       Morio menyuruhnya berhenti dan memberikan contoh. Yukito memuji Morio keren seperti model sungguhan. Morio bilang itu karena dia memang model. Yukito terkejut mendengarnya, berarti Morio senpai dalam dunia permodelannya Yukito?. Morio menjawab bukan, itu karena dirinya sewaktu kuliah hanya bekerja sambilan menjadi model, sesekali dishooting, maka dari itu sudah terbiasa. Yukito bertanya kenapa tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih profesional?

Morio menjawab dirinya ini kurang termotivasi untuk itu. Dan tidak menyangka sekarang menjadi editor majalah fashion.

      Etsuko merasa bersalah Taisho tidur di luar karena menunggunya dan membuatnya khawatir, ada masalah di pekerjaan yang membuat Etsuko tidak bisa langsung pulang. Ia membuat kesalahan dan syukurlah orang-orang membantunya. Etsuko mulai menyesali pemikirannya, semula ia pikir orang-orang di departemen proofreading semuanya egois memikirkan diri sendiri.

 Taisho mendengarkan ceritanya dengan seksama dan tanya apa Etsuko lapar?. Etsuko lapar dan Taisho menyiapkannya makanan.

      Orang-orang terkejut melihat Etsuko yang tanmpak cemas. Takehara-san bertanya ke Etsuko kapan Event nya akan diselenggarakan?. Etsuko menjawab tanggal 11. Takehara-san membiarkan Kono menghadiri event nya. Kono antusias, apa benar tidak apa-apa?. Takehara-san rasa hari ini tidak ada banyak pekerjaan, ia meminta Kono Etsuko mewakilkan terimakasihnya ke Komoriya Aki.

      Etsuko bertanya ke Kaizuka di mana Komoriya Aki. Kaizuka menjawab ada di ruang tunggu. Etsuko hendak meminta maaf namun Kaizuka melarangnya, itu akan membuatnya kacau sebelum naik pentas. Kalau mau meminta maaf lakukanlah nanti.

Kaizuka menuturkan insiden sampul yang diberikan stiker di buku pertamanya Komoriya membuat Komoriya syok. Ketika diberitahu oleh Kaizuka dan Takehara-san.. Komoriya menangis.

Beberapa pembeli bukunya Komoriya mencela buku baru yang diberi stiker, mereka menduga pasti ada salah cetak dan semacamnya.

     Komoriya dipanggil ke atas panggung. Sebelum Komoriya naik, Kono sudah maju ke depan dan memperkenalkan dirinya sebagai proofreader yang melakukan kesalahan di bukunya Komoriya, ia meminta maaf sebesar-besarnya pada seluruh hadirin.

Komoriya Aki naik ke atas panggung, memperkenalkan dirinya dan berterimakasih pada semuanya yang telah meluangkan waktu menghadiri event ini. Komoriya meminta maaf atas kesalahan sampul buku sehingga harus ditempeli stiker. Komoriya amat berterimakasih pada Keibonsha yang telah menerbitkan bukunya, terlebih lagi terkhusus kepada Kono Etsuko yang menangani proofreading bukunya.

Orang-orang dari proofreading departemen sangat berjasa bagi penulisan buku, ada banyak kesalahan penulisan dan tata bahasa yang mereka perbaiki. Terlebih lagi proofreader Kono Etsuko juga memberikan tips penghematan pada Komoriya. Membuatkan judul terjemahannya dalam bahasa Inggris.

     Komoriya pun mengaku kecewa melihat buku pertamanya salah cetak. Kepada orang-orang yang membeli bukunya… Bagaimana pun juga ini adalah karya pertamanya dengan campur tangan orang-orang Keibonsha. Bekerja keras dan mengorbankan waktu tidur mereka, meskipun terdapat kesalahan penulisan judul dan ditambal dengan stiker… bukunya Komoriya membahas tentang cara-cara penghematan maka akan tidak bijak jika dicetak ulang dan menghabiskan banyak biaya.

“Tidakkah anda sekalian berpikir stiker koreksinya sangat cocok dengan sampulnya, ‘kan?” Kata Komoriya bercanda.

Hadirin semuanya tertawa. Komoriya membungkukkan badan, tepuk tangan mengiringinya. Komoriya melirik Kono Etsuko dan membungkuk sekilas.

     Beberapa penulis melakukan sesi tanda tangan. Etsuko dan Kaizuka melihat dari atas. Kaizuka pikir Etsuko harusnya berterimakasih pada Fujiiwa karena membuatnya tidak jadi mencantumkan namanya ke buku Komoriya, pasti Etsuko tidak jadi karena kemarahan Fujiiwa tempo waktu lalu. Etsuko mengelak bukan karena itu, dia hanya tidak mau namanya ditulis sebagai Proofreader Kono Etsuko, dia ingin namanya dituliskan sebagai Editor Lassy Kono Etsuko.

   Etsuko mendapati Takehara-san sedang menonton film dengan cardboard movie theater idenya Kono. Etsuko mengetuk-ngetuk kadusnya, Takehara-san terhibur sekali dengan cardboard movie theater. Ia tadi sudah dengar dari Kaizuka kalau event tanda tangannya berjalan lancar.

Etsuko kemudian meminta maaf atas kesalahannya, ia menyebutkan satu persatu nama-nama rekannya sebagai proofreader dan berterimakasih atas kerjasamanya yang hebat.

     Draft milik Korenaga Koreyuko kembali lagi ke proofreading dept. ada pesan untuk Kono Etsuko sebagai proofreader novelnya.

[Senang bisa mengenalmu, straight man proofreader!. Untuk pertama kalinya aku merasa tersentuh, hatiku rasanya terhubung dengan notes mu.]

(NB: straight man dalam dunia lawak berarti seseorang yang biasa saja/lurus-lurus saja. Atau orang yang mengambil peran serius dalam duo lawak)

[Ngomong-ngomong linear motor cow terlihat seperti ini.]

Etsuko membalik lembarannya dan melihat sketsa yang dimaksud Korenaga Koreyuki. Tetap saja Etsuko merasa Korenaga Koreyuki itu aneh, terlebih katanya tadi hatinya terpaut dengan notesnya Etsuko. Etsuko meringis memikirkan apakah itu bisa disebut pujian?.

Etsuko datang ke toko/stan di gedung olah raga yang tampaknya ia pikir bisa menyewakan baju renang dan handuk. Sayangnya petugasnya mengatakan tidak bisa. Di luar sana Yukito menjatuhkan recehannya persis di depan pintu, mau tak mau ia memungutinya.

     Etsuko tidak memperhatikan ada orang berjongkok di luar pintu. Ia langsung mendorong pintunya dan membuat Yukito terguling beberapa kali. (aku ketawa waktu Yukito guling2 >_< aneh sekali bentuknya >_>, kurasa dia sumber tawaku di drama ini, kelakuannya suka aneh2.)

Etsuko panik dan mendekati Yukito. Apa kau tidak apa-apa, maaf maaf maaf. Yukito bilang tidak apa-apa. Dan sekali lagi Etsuko terpana menatap paras Yukito, seakan waktu berhenti hanya karena pertemuan kedua mereka yang tidak disengaja ini.

     Mereka mengobrol berdua. Yukito tanya apa Etsuko sering kemari?. Etsuko bilang dia bekerja di perusahaan penerbitan. Yukito mengiranya editor. Etsuko ragu-ragu mengatakan, dirinya entah bagaimana menjelaskannya namun sekarang bekerja di departemen proofreading.

Yukito menduga Etsuko itu proofreader yang pekerjaannya mengoreksi penulisan tata bahasa?. Etsuko takjub bagaimana bisa Yukito tahu soal seperti itu?. [NB Kono Etsuko in short/sederhanya/disingkatnya menjadi Koetsu yang berarti proofreader. Hmm… berarti Etsuko sudah ditakdirkan menjadi proofreader gitu? kkkkk]

“Huh? Kenapa tidak?”

Dengan cengengesan Yukito menjawab kenapa pula harus gak tahu?. (dipikirnya Etsuko mungkin hanya orang2 yg bekerja di bidang literatur saja yg tahu istilah semacam itu ya?. Orang awam mungkin tahunya kan adanya penulis dan adanya editor titik.)

Etsuko menjelaskan itu karena kebanyakan orang menebak dia ini editor jika Etsuko bilang bekerja di perusahaan penerbitan dan Etsuko harus menjelaskan satu persatu pada mereka. Yukito tanya buku jenis apa yang dikerjakan Etsuko?. Etsuko bilang baru-baru menyelesaikan proofreading blog yang dibukukan, buku bergenre erotikal misteri, juga novel aneh yang ada kata-katanya “linear motor cow”.

      Judulnya “It’s Dog Like” tapi anehnya tidak ada sekalipun disebut anjing padahal semua jenis binatang ada di sana. Dan mengenai linear motor cow… itu kereta sapi yang kedengarannya seperti untuk berjalan-jalan yang kecepatannya tinggi kah?. Yukito hanya terus tergelak tiap Etsuko menceritakan bagian isi bukunya Yukito yang menurut Etsuko aneh.


Yukito bilang “itu pedati”  Etsuko menjawab “Benar!”. Etsuko benar-benar tidak mengerti novelnya. Lalu Yukito menebak pasti penulis novel romantis erotikal yang Etsuko kerjakan itu punya Hongo Daihaku. Etsuko terkejut bagaimana Yukito bisa tahu? Apa Yukito orang yang gemar membaca?. Yukito menjawab dirinya tidak seperti itu. Yukito secara sukarela memperkenalkan dirinya bernama Yukito Orihara.     

Etsuko memperkenalkan dirinya Kono Etsuko. Yukito tanya buku seperti apa yang dibaca Etsuko? (oh.. kalau aku, semua genre boleh… tapi yang paling favorit adalah misteri yang gabungan antara fakta nyata dan imaginasi penulisnya, wkwkwk yang ditanya Kono Oi!! E-eh… sumimesen… #salamanSamaYukito *kkkkk)

Kono bilang dia tidak membaca buku. Dia bercita-cita menjadi editor majalah fashion dan banyak membaca majalah sejenisnya ketimbang novel. Oh, Yukito mengerti itulah kenapa penampilan Kono-san modis. Benarkah?, Etsuko merasa tersanjung.

Dalam benak Yukito dipikirnya proofreader memiliki penampilan dan image yang sederhana. Kono membenarkan memang seperti itulah imagenya para proofreader, sederhana.

    Yukito memberikan tiket “Keibonsha Christmas Collection”ke Kono. Ia pikir Kono pasti tertarik dengan yang semacam ini. Ia meminta Kono datang, lalu Yukito pamit pergi karena akan berenang.

Etsuko senang sekali, rupanya Yukito itu model. Keren sekali!

     Yukito menghubungi Editor Kaizuka. Dia menyebutkan dirinya Korenaga.

     Etsuko pulang, dia sambut. Sudah lama sekali para pria tidak melihat Ecchan, mereka dengar Ecchan lembur, mereka khawatir sekali kalau kalau Ecchan punya pacar. Dengar kata pacar membuat Etsuka bersemu-semu, ia lalu izin ke kamar untuk ganti baju.

Para pria was-was, dari sikap Ecchan yang tersenyum sepanjang waktu sepertinya Ecchan sedang jatuh cinta.

     Di kamar, Etsuko memandangi tiket “Keibonsha Christmas Collection”. Etsuko menempelkannya ke dinding dan tersenyum-senyum sendiri, menantikan hari tersebut.

 Jangan lupa Like FPnya untuk mendukung Author-nimnya>>>>> FANPAGE

Real Post: 18 Desember 2016

re-Post: 19 Juli 2017

Advertisements

2 thoughts on “Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 2 Part 2

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s