Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 4 Part 1

  yukitoorihara

********

   Etsuko terlihat jengkel dengan galley yang ia kerjakan sekarang. Apa-apa’an dengan wanita tua ini?.

Ucapan Etsuko membuat proofreader lainnya menatap Etsuko terkejut. Mitsuo Yoneoka tersinggung, itu bukannya wanita tua… itu adalah Natsuki Natsuko-sensei.

“Terus kenapa?” Bentak Etsuko masih fokus dengan galley nya.

Mitsuo makin kesal, Natsuki Natsuko-sensei adalah penulis papan atas selama 30 tahun ini. Beliau adalah penulis termuda yang memenangkan perhargaan Marukawa di usianya yang baru 22 tahun. Natsuki Natsuko-sensei itu mengagumkan sekali!

   Fujiiwa Rion mengoreksi kata-katanya Mitsuo. Natsuki Natsuko-sensei memenangkan penghargaan Marukawa bukannya ketika 22 tahun, tapi 21 tahun 11 bulan (Hahahahaha detail amat?)

“Aku minta maaf” kata Mitsuo

Proofreader yang lain mengangguk-angguk membenarkan. Tapi Etsuko tidak mengerti dengan kata-kata Tofu ini murah tapi terlihat mewah”. Dari segi mana? Apakah itu kotor? Apakah itu enak? Etsuko tidak mengerti perpaduan tidak jelas antara murah dan mewah itu.

Mitsuo hendak menjelaskan tapi dipotong Kono. Sewaktu Etsuko melingkari kata-kata aneh itu justru dapat balasan dari penulis begini,

Kono Etsuko disebut sebagai Proofreader yang memiliki pengetahuan sastra dangkal. ini adalah pertama kalinya hal tidak penting seperti ini dilingkari dalam bukunya, tidakkah Proofreader Kono Etsuko mempelajari bahasa jepang sejak masuk SD?.

     Teguran Natsuki Natsuko-sensei membuat Etsuko marah. Sampai-sampai Etsuko memukul mejanya.

Takehara-san baru saja menerima panggilan, dia lalu menyuruh Kono menemuinya. Takehara-san meminta Kono pertama-tama bukalah hatinya, bu-ka-lah hatimu. Buka tanganmu, ambilah nafas dalam-dalam….

Takehara-san sepertinya hendak menenangkan Etsuko. Tapi tingkah anehnya jelas membuat proofreader lainnya mengerutkan dahi. (wkwkwk tiba2 Takehara-san menjadi instruktur Yoga XD)

Kono bingung, Takehara-san membantunya. Tarik nafas… tarik nafas…

    Tidak jelas maksudnya, Tekehara-san lalu menunjuk jauh ke depan entah ke mana maksudnya. Itu.. pintu dari mimpimu sudah terbuka separuhnya. (kkkkkkk dia selalu gini waktu Kono temper, diingetin lagi tujuannya dan mimpinya apa di sini biar semangat kerjanya. Tp pas Kono singgung minta dipindahkan ke Editorial Lassy, Takehara-san sok sok gak denger XD)

Lalu Etsuko menuju mejanya, ada panggilan dari seseorang.

“Apakah ini dengan Koetsu-san?” (hahahahaha…) Meski kesal, Etsuko bermanis-manis. Huh? Bukan Koetsu-san, aku Kono Etsuko. Wanita bersuara judes di ujung panggilan tersebut memperkenalkan dirinya adalah Natsuki Natsuko-sensei, ada hal yang perlu ia luruskan ke proofreader yang menurutnya amatiran dan tidak mengerti sastra ini.

Panjang lebar Natsuki Natsuko menceramahinya. Yang pasti Etsuko yang suka meledak-ledak tidak tahan mendengarkannya, membikin kuping panas saja.

Kono jalan ke sana sini, sesekali Takehara-san memijat bahunya agar tidak balas meneriaki. Mitsuo dan yang lainnya ikut menenangkan jangan sampai Kono salah bicara.

Natsuki Natsuko protes dengan proofreadingnya Kono, salah satunya soal biji kopi terbaik, kopi luwak. Menyegarkan dan menyegarkan, itu akan nikmat di udara pagi. Itu adalah kopi yang layak minum.

Natsuki-sensei geram, lalu apa yang salah dengan itu?

   Etsuko tertawa-tawa kesal mendengarnya, ia membungkuk meminta maaf pada Takehara-san sebelum membalas Natsuki-sensei. Kono sudah diambang batas kesabarannya.

Kau tau bagaimana kopi luwak diproduksi? Dari Negara asalnya Indonesia, kopinya ditanam di perkebunan. Biji kopinya yang matang dimakan oleh luwak, luwak tersebut mencerna nutrisi yang ia butuhkan dan mengeluarkan biji kopi yang tidak bisa dicerna bersamaan dengan kotoran. Itulah yang disebut kopi luwak! (Ahahahaha… paling suka Kono pas bilang kohi luwak! Wkwkwk)

   Biji-bijian tersebut difermentasi di dalam tubuh luwak dan menghasilkan rasa dan aroma yang unik. Itu kopi hantu. Kono yakin biji itu tetaplah kotoran!. Menghidupkan dan menyegarkan, kopinya pergi bersama dengan baik bersama udara pagi, itu kopi yang layak. Apakah Natsuki-sensei yakin dengan itu?

    Takehara-san mulai gila, dia tertawa dan menyilangkan tangannya menyuruh Kono berhenti.

   Di ruangan istirahat. Ia terlihat putus asa, saat ingat ia salah bicara ketika Yukito tanya apa bukunya Yukito menarik?. Etsuko menjawab bukunya membosankan.

   Mitsuo heran mendengar gumaman Etsuko yang menyesal salah bicara ke Yukito. Mitsuo pikir soal Natsuki Natsuko-sensei tadi. Yukito menelfon, sebelumnya ia meminta maaf menelfon tiba-tiba, ia menanyakan apa Etsuko sedang sibuk? Etsuko menjawab tidak. Yukito mengajaknya keluar hari ini.

    Yukito dan Etsuko ada di warungnya Taisho. Taisho sudah senyum-senyum sendiri melihat pria yang sering Etsuko bicarakan datang kemari. Yukito senang di sini, jadi ini tempat tinggalnya Kono-san.

Bagus, seperti di era Showa. Namun entah mengapa Yukito merasa hari ini auranya Kono-san kok putih? Kosong?. Karena biasanya di mata Yukito auranya Kono-san adalah kuning. Etsuko meminta maaf soal kejadian buku waktu main ping pong dulu.

Yukito ingat “Bosenin!” ia pun juga tidak bisa apa-apa lagi kalau memang hasil tulisannya membosankan.  Etsuko mengelak bukan begitu, ia hanya membaca majalah fashion saja selama ini, tidak mengerti apapun soal sastra.

   Kalau begitu Yukito suatu hari nanti akan menulis novel yang Kono-san sukai (O’ow! Itu kata sangat  enak kudengar darimu Yukito Nee-san!, kedengarannya seperti aku cinta kamu dlm bentuk lain yg lebih halus, artiannya hampir sama kyk maukah kamu memasak setiap hari untukku? XD XD 😀 )

Etsuko berterimakasih. Moodnya kembali lagi ke Etsuko Kono yang ceria, ia ngajak Yukito minum yang banyak malam ini. Yukito tidak bisa menolak kalau dimintai Kono-san. Etsuko juga minta dihidangkan double egg.

   Yukito senang sekali dan banyak tertawa. Entah mengapa jika ia bersama Kono-san ia bisa melupakan hal-hal yang buruk.

   Taisho tanya Ecchan mau makan apa?. Etsuko belum menjawab tapi Yukito tiba-tiba langsung memanggilnya Ecchan, bisakah kau ambilkan itu untukku? (Hahahahaha… beneran deh, Yukito sumber tawaku di drama ini XD, gak ada angin/hujan tiba2 manggil Ecchan :D, kocak inih orang!)

Meski bingung, Etsuko mengambilkan yang dimaksud. Baru sadar,

“Eh? Ecchan?… huh?”

“Ecchan, ponselmu tuh. Angkat.” Kata Taisho.

Saking senangnya dipanggil Ecchan oleh Yukito, Etsuko menyebut dirinya sendiri Ecchan “Ecchan, ponsel… Ecchan dapat panggilan telepon” *kkkkkk

Etsuko mengangkat panggilannya.

“Oii, Koetsu. Kau lihat pulpen tiga warna ku?” Editor Kaizuka yang menelfon. Seingatnya tadi dia kehilangan pulpen 3 warnanya saat mengantarkan galley ke Etsuko. Tanpa itu dia tidak bisa bekerja!

    Etsuko geram, ditelfon hanya untuk tanya itu? Apa kau serius?. Kau tinggal pakai pulpen yang ada, Gurita!.

“Gurita?” Yukito juga dengar,

Tak lama kemudian Morio menelfon Yukito. Meminta maaf bisakah Yukito pergi belaja sebelum pulang?. Yukito ingat, tisu toilet nya habis kan?, yang single atau double?. Morio bilang yang mana pun tidak masalah.

“Eh, itu penting” balas Yukito. Tidak sadar Taisho sudah curiga dari tadi *kkkkk (part ini kog aneh ya?, lucu rasanya~)

“Kalu gitu, double. Sekalian tolong belikan aku sikat gigi baru.” jawab Morio.

“Ok. Yang kaku atau yang halus?. Oke, aku belikan yang halus. Lalu warnanya apa?. Kalau gitu aku belikan yang warnanya pink.”

   Taisho tahu, Yukito Orihara tinggal dengan seorang wanita. Etsuko sendiri masih sibuk dengan si Gurita Kaizuka. Bisakah Kaizuka cari yang lainnya?

   Pagi harinya Etsuko langsung menceritakan kencannya (anggap saja kencan XD biar Etsuko seneng), sukses!. Shesiru pikir justru yang sebaliknya. Sebelumnya Etsuko bertelfon dengan Kaizuka lama sekali meributkan soal pulpen ada di mana. Karena Etsuko terus menyebut gurita, membuat Yukito ingin makan itu, Etsuko setelah kasar pada Kaizuka ia meminta maaf ke Yukito, tadi telfon soal pekerjaan. Yukito makan olahan gurita dan makan malamnya dengan Ecchan jadi menarik.

   Etsuko pergi. Yukito datang ke meja resepsionis, ia ada janji pukul 10. Morio datang dan menyapa selamat pagi sambil lalu pergi. Yuri Sato mengendus aroma yang sama antara Morio dan Yukito, aneh sekali.

   Yukito malu melihat fotonya sendiri. Morio heran, kenapa? Bukannya ini bagus?. Yukito jadi panik, ini akan disebarkan sampai penjuru kota. Dan menurutnya Yukito akan lebih memalukan rasanya jika orang-orang membaca novelnya sekaligus tahu majalah dengan foto close up nya.

Morio mengingatkan, Yukito harusnya sudah mengambil keputusan untuk memperkenalkan dirinya sebagai penulis novel dan mendapatkan nilai tambah. Peluang dia menjadi model eksklusif akan lebih besar.

   Yukito mengenakan kacamata dan sibuk dengan scarf nya. Bercemin mengabaikan maksud Morio. Morio agak sebal dan membentaknya. “Apa kau mendengarkan?”

Yukito berusaha menghindar lagi. Bagaimana dengan shogi (catur tradisional jepang, di korea kayak baduk mungkin~, dan tentu saja berbeda), dia juga jago main itu berkat belajar dari seorang kakek tetangganya. Morio tidak bisa terima itu. Lalu Yukito pamer bakat lainnya,

   Kupingnya bisa ia gerakkan dengan aneh. (Ahahahaha… ada ada saja) Meski agak takjub, Morio tetap tidak bisa menerima bakat itu. Lalu Yukito pindah ke rubik, bagaimana dengan rubik? Aku bisa menyelesaikanya dalam 5 menit. Morio menatap malas Yukito yang terus menghindari objek.

         Di departemen Proofreading. Tiba-tiba Etsuko berbicara sendiri.

“Aku tidak akan kehilangan apapun, aku telah bebas dari ketakutan!” Katanya dengan nada manja manja. Fujiiwa menyebutnya berisik (kkkkk)

“Iya, aku tahu. Aku minta maaf” Balas Etsuko. Mitsuo penasaran itu apa. Etsuko menjelaskan ini baris line naskah drama yang dibintangi Sugimoto Atsuka. Mitsuo berkomentar rasanya nostalgia sekali, dulu orang-orang juga sering mengucapkan baris drama tersebut.

Nobuyoshi datang, dia dulu juga sering melakukan itu. Mitsuo bingung, tapi kan drama tersebut terkenalnya bukan di jaman Nobuyoshi Masamune-kun?. Nobuyoshi bilang dia tahu drama itu dari Aniki-nya/abangnya. Kalau dipikir-pikir lagi Abangnya itu mungkin seumuran dengan Yoneoka, jadi Nobuyoshi merasa tenang kalau bicara dengannya. Mitsuo menawarkan diri kalau gitu tidak apa-apa Masamune-kun menganggap ia abangnya.

Etsuko memandangi Yoneoka dengan geli. Nobuyoshi pamit pergi, dia selalu keluar departemen ini lama dan kena marah kalau sudah balik ke tempat kerjanya.

    Yoneoka dan Etsuko membicarakan autobiografi nya Sugimoto Asuka. Ia memang hebat sekali, pertama kali membintangi film di usia 15 tahun. Saat 20 tahun ia membintangi film Jepang-Amerika. Usia 25 tahun memenangkan penghargaan sebagai aktris terbaik dalam ajang penghargaan film Jepang. Sugimoto Asuka hidup dengan penuh penghargaan, padahal masih sebaya dengan Etsuko.

Etsuko pikir kalau ia menerbitkan autobiografi palingan isinya lembaran kertas kosong, malah seperti buku catatan (Hahahahaha). Mitsuo berkomentar, kalau seperti itu tidak mungkin diterbitkan. Kono tahu, tapi ia yakin 5 tahun dari sekarang ia pasti sudah bisa menerbitkan buku “Fashion Editor Kono Etsuko’s Case Book”

    Etsuko mengecek data Sugimoto Asuka di laman Wikipedia Jepang, hanya ada informasi bersekolah di SD Hachioji. Info yang ada tidak banyak. Fujiiwa mengingatkan jangan terlalu mempercayai informasi dari internet, akan berbahaya. Etsuko juga berpikiran sama, ia berniat mengeceknya sendiri.

Etsuko pamit pergi. Takehara-san mengucapkan selamat jalan padanya. Fujiiwa bingung, kenapa Takehara-san mengizinkan Kono keluar?. Takehara-san balik bertanya, memangnya Fujiiwa-san tidak mengizinkan Kono pergi?

Dan entah mengapa Takehara-san merasa kalau antara Kono-san dan Fujiiwa-san keduanya sangat mirip.  Fujiiwa tidak terima, mirip? Siapa?. Takehara-san gelagapan bagaimana cara menjawabnya, Fujiiwa sudah marah (ahahahahaha)

“Fujiiwa-san dan Kono…”

Sebuah suara hantu muncul dari Aoki Yohei (kkkkkkk) Fujiiwa dan Takehara-san bingung siapa yang ngomong itu?. Lalu ada yang menyahuti “Benar…benar…!”

     Etsuko browsing alamat SD nya. “Ecchan!” panggil Yukito. Yukito duduk dan menghampiri Etsuko, kemarin menyenangkan sekali. Kelihatannya Etsuko mau keluar. Etsuko menjawab dia pergi urusan pekerjaan. Yukito heran, proofreader keluar untuk bekerja?

Morio datang, ia dan Yukito akan lanjut ke pemotretan. Etsuko mengucapkan selamat jalan dan ia pergi, tak lupa pamit ke Yuri dan Shesiru.

    Morio bingung kenapa proofreader melakukan pekerjaan di luar. Yukito tersenyum-senyum melihat kelakuan Etsuko. Menurutnya tidak ada orang lain seperti Ecchan.

Morio kaget  dan menggumamkan “Ecchan…”

    *Taman Nakata Arkeologi di belakang SD merupakan panggung ku, jungle gym jadi rumah dari drama ku. Terkadang, aku adalah tokoh utama wanita yang memanggil kekasihnya.*

Etsuko tersenyum dan mempraktekkan dialog nya. “Aku tidak membutuhkan apapun lagi, cukup kau berada di sisiku?”

*Atau detektif wanita yang mengejar penjahat di tangga*

“Pelakunya adalah kau!”

    Etsuko kagum sekali, Sugimoto-sensei benar-benar bercita-cita menjadi seorang aktris.

*Dengan cara yang sama aku bermimpi menjadi seorang ibu suatu hari nanti * Etsuko melihat anak-anak TK di atas kereta kecil dan didorong dua ibu. Tampak lucu sekali.

“Jadi ibu, ‘ya?” Gumam Etsuko.

Etsuko tiba di rumah Sugimoto-sensei. Rumahnya besar dan mewah, ia berharap bisa memberikan rumah seperti ini ke orang tuanya. Tak lama kemudian mobil keluar, pemilik rumah hendak pergi.

Etsuko melihat seorang pria di dalam mobil memotret mobil Sugimoto-sensei. Etsuko mendekati mobil dan membuka pintu depannya. Reporter Takaji jatuh. Reporter tersebut minta kartu nama Etsuko untuk insiden ini.

     Etsuko memberikanya setelah dipaksa si reporter. Melihat Perusahaan Keibonsha di kartu nama tersebut membuat si reporter mencibir “Betapa agungnya”

Lebih terkejut lagi melihat pekerjaannya adalah Koetsu/Proofreader bukan editor. Etsuko geram, apa masalahnya?. Si reporter menjelaskan pekerjaannya adalah mendapatkan uang dari menemukan kesalahan orang-orang, sebuah pekerjaan yang menyebabkan seorang individu tidak disukai. Reporter Takaji berpikir pekerjaannya sama dengan Koetsu, sama-sama mencari kesalahan.

Reporter pergi. Etsuko tidak suka disama-sama kan dengannya.

     Etsuko pulang ke departemen Proofreader. Takehara-san dan Etsuko membicarakan insiden Etsuko dengan reporter Takaji, meminta diganti uang berobat dan konsultasi dokter. Etsuko meminta maaf. Takehara-san mengingatkan Kono sebagai bagian dari Keibonsha jangan lupa untuk bersikap dengan terhormat. Etsuko mengiyakannya.

    Etsuko membaca berita tentang aktris populer yang tertangkap menjalin hubungan segitiga. Antara Sakurada Yuka dengan dua aktor sekaligus, Michael Nabemoto dan Harukawa Haruki. Dan berita itu diliput oleh Reporter Yamanouchi Takaji. Etsuko membuka semua berita perselingkuhan dan hubungan terlarang semacamnya rupanya kebanyakan diliput oleh Reporter Takaji.

    Morio mengecek progress voting pemirsa. Yukito ada di urutan ketiga. Chief Editor Kamei-san datang, ia memberikan pujian dan perintah ke beberapa bawahannya, ia mengingatkan Morio untuk membuat Yukito Orihara melepas topeng penulis misterius/penulis bertopengnya minggu ini juga untuk mendapatkan banyak suara. Morio tidak bisa, Yukito menolak melakukan itu. Kamei-san mengutarakan kalau hanya mengandalkan wajah tampannya saja tidak cukup, kalau begini terus Yukito akan terdepak dari industri dengan cepat. Tentunya Morio tahu soal hal semacam itu.

     Editor Kaizuka memandangi buku bersampul kucingnya, lalu kaget melihat Morio ada di sini. “Morio-chan?” Morio hanya tersenyum.

“Ada apa? Kau mencariku?”

Morio mengangguk.

Morio meminta bantuan Editor Kaizuka untuk membujuk Yukito Orihara mau tampil sebagai penulis Korenaga Koreyuki, Morio yakin masa depan Yukito sebagai model bagus. Ini juga menguntungkan tingkat penjualan novel Korenaga Koreyuki. Kaizuka tetap tidak bisa.

Meski Morio memohon dan perkataannya ada benar nya juga, Kaizuka menjelaskan kalau Yukito tidak menulis apapun semenjak dia debut. Kaizuka merasa itu adalah kesalahannya Kaizuka. Ia sudah sepakat dengan Yukito tentang novel dan Korenaga Koreyuki. Itulah kenapa ia segan memberikan dukungan ke Korenaga menjadi model. Kaizuka meminta maaf. Morio bilang tidak apa-apa.

Karena Morio terlihat putus asa, Kaizuka mau mengajaknya keluar makan tapi Morio tidak merespon, jadi Kaizuka bilang atau tidak usah. Morio dan Kaizuka sama-sama meminta maaf.

    Reporter Takaji berhasil memotret seorang anak kecil di dalam mobil ketika Sugimoto Asuka pulang ke rumah.

   Etsuko terkejut mendengar kabar ternyata Sugimoto Asuka punya anak yang tidak sah. Etsuko heboh, Mitsuo menyuruhnya jangan berisik. Ia tahu berita itu tadi pagi di TV. Etsuko kemudian mengecek internet. Sebuah artikel memancing rasa penasaran pembaca, Sugimoto Asuka mempunyai anak yang tidak sah, siapa ayahnya?. Wanita yang belum menikah dan image nya adalah aktris yang polos telah membohongi publik.

    Etsuko menduga jangan-jangan berita pertama nya didapatkan oleh Reporter Takaji.

Komentar:

     Yoneoka Mitsuo… jangan bilang kalau kamu jeruk makan jeruk \o______o/. Satu pesenku, sadarlah… sadarlah…. Aku tahu Nobuyoshi unyu, tapi ada banyak perempuan yang lebih unyu~

    Wuooo… aku tahu pernah lihat Masaki Suda di mana. Rich Man and Poor Woman, menurutku dia auranya  kece saat itu, rambutnya pirang. Satomi Ishihara jadi lead drama itu dengan Shun Oguri. Ternyata yang namanya Masaki Suda lumayan terkenal sekali di Jepang, buktinya dia sering didapuk buka acara ini, jadi MC itu, menang best ini dan itu. *ckckckcck. Kelihatannya di Indonesia dia gak seterkenal itu karena memang masih sedikit orang yang tahu, dan karena yamaken virus everywhere, Pangeran Shoujo dan Presdir Live Action adalah si Aa’ Kento Yamazaki *hahahaha agaknya sampai akhir 2017 ini pun tetap Yamaken yang ditunggu!.

Untuk Sinopsis drama lainnya dan urutan lengkapnya dari ep 1 on going lihat saja di “DAFTAR SINOPSIS” selalu di usahakan update di sana. Jika kamu membuka blog ini dengan PC/komputer lihat di bagian atas dan kiri ada Daftar sinopsis dan jika kamu membuka blog ini dari hp, silahkan scroll ke bawah ada daftar sinopsis. Langsung klik saja, semua link drama dihimpun di laman daftar sinopsis dan daftar sinopsis II.

Like Like Like… FP Blog ini untuk tahu Update-annya>>>> klik FANPAGE

Real Post: 8 Januari 2017

Re-Post: 19 Juli 2017

 

Advertisements

Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 3 Part 2

     Etsuko penasaran sekali dari mana Fujiiwa mendapatkan pakaiannya yang ia kenakan sekarang.

     Yukito membawakan segelas minuman untuk Morio. Morio teringat perintah Kepala Editornya, Kamei-san ingin Morio membuat Yukito tampil ke publik sebagai novelis sebelum pemungutan suara untuk model diselenggarakan.

Morio bertanya kenapa Yukito menjadi penulis novel misterius?. Yukito bercerita dirinya memenangkan penghargaan sebagai pendatang baru ketika usianya 15 tahun, ia pikir akan merepotkan jika teman-teman sekolahnya tahu. Itulah salah satu alasan Yukito menyembunyikan identitasnya sebagai penulis.

“Kenapa? Jadi siswa SMA sekaligus penulis kedengarannya keren.” Pancing Morio.

Yukito menjawab itu tidak keren. Rasanya akan sulit diterima teman-teman sepermainan dalam bermain bola atau klub bandnya sekolah. Walhasil dia malah akan di rumah saja dan rajin menulis novel, tidak keren sama sekali.

“Benarkah?” Morio lalu duduk di sebelah Yukito, sekarang kan Yukito bukan siswa sekolah lagi.. harusnya tidak masalah memproklamirkan dirinya sebagai penulis.

“Untuk apa?” tanya Yukito tajam.

“Selain penampilanmu, untuk menghimpun suara para pembaca kau butuh daya tarik lainnya” Morio sangsi Yukito hanya menang dengan penampilannya saja karena pesaingnya punya track record yang banyak.

“Aku bisa memasak dengan baik. Aku punya pekerjaan paruh waktu di coffee shop dan dan aku pandai membuat pasta dan pilaf.” Terang Yukito.

“Lebih dari itu, novel macam apa yang kau tulis?” Morio melihat Yukito fokus mengetik. Yukito bertanya ke Morio apa ingin membacanya?. Morio mengangguk.

      Etsuko datang ke rumahnya Shijo-sensei. Dipersilahkan masuk setelah mengatakan identitasnya sebagai proofreader dari Keibonsha.

Morio membaca novelnya Yukito sampai ketiduran, novelnya jatuh tersenggol dan Morio mengambilnya. Mendesah tidak mengerti apa maksud novelnya (ahahahaha… genre novelnya Yukito itu apa’an sih? Komedinya yang model bagaimana??, linear motor cow selalu membuatku ketawa, apalagi gambarnya >_<)

Morio lalu keluar kamar “Oo…, kau menulis selama ini?” melihat Yukito yang masih di depan layar laptopnya. Morio meletakkan novelnya Yukito. Yukito tanya pendapatnya Morio bagaimana. Morio menyebut novelnya Yukito tidak nyata dan lucu.

“Benarkah?”

“Iya,”

“Terimakasih,”

Morio pamit mau mandi. Yukito memandangi novelnya.

     Takehara-san mendapatkan telepon dari Shijo-sensei. Ia diminta memberikan draft selanjutnya dari novel Shijo-sensei ke Fujiiwa Rion. Fujiiwa menolak dengan pura-pura kondisinya sedang tidak fit akhir-akhir ini.

Takehara-san menyayangkan Fujiiwa tidak bisa melakukannya, padahal Shijo-sensei lah yang menunjuk Fujiiwa sendiri.

“Eh? Dia memilihku?” Fujiiwa terkejut, ia menduga ini pasti ulahnya Etsuko. Etsuko bilang dia hanya mengatakan ke Shijo-sensei kalau notes yang terakhir kali beliau puji bukanlah miliknya Etsuko, lalu Shijo-sensei meminta pendapat Etsuko bagaimana kalau proof keduanya ditangani Fujiiwa saja?.

“Aku tidak bisa melakukannya!” tegas Fujiiwa.

“Kenapa?”

“Itu peraturan bagi seorang proofreader”

“Tapi kau ingin melakukannya, ‘kan?. Jika kau ingin melakukannya, maka kau harus melakukannya. Monyet berkacamata pecinta buku!” Ejek Etsuko pada Fujiiwa.

     Fujiiwa berteriak waaaa!! Kenapa Kono Etsuko bisa tahu nama itu?. Etsuko menyebut itu nama samarannya Fujiiwa-san ketika menuliskan surat penggemar ke Shijo-sensei. Shijo-sensei mengetahuinya karena tulisan tangan di sticky notes mirip dengan surat dari penggemar Monyet berkacamata pecinta buku.

Untuk seseorang yang menyukai sesuatu dari dalam lubuk hati terdalamnya, Etsuko pikir Fujiiwa-san lah yang pantas melakukan proofreadingnya, terlepas dari peraturan proofreader yang dilarang menangani naskah penulis favoritnya. Takehara-san pun tidak keberatan dengan itu, hanya orang yang menyukainya lah yang mampu menyelesaikannya, Takehara-san berniat merubah peraturan pertukaran galley jika proofreader dapat milik penulis idolanya.

“Fujiiwa-san, maukah kau mengerjakan proof kedua dari Shijo-sensei?.” tanya Takehara-san. Segera secepatnya setelah kondisi tubuh Fujiiwa-san membaik. Dengan penuh hormat Fujiiwa menerimanya, lalu segera mengerjakannya.

     Morio bertelfon dengan seseorang, mereka akan bertemu di hari Sabtu. Panggilan selesai. Ketika berbalik Morio dikejutkan dengan kehadiran Etsuko yang tidak Morio sadari sejak tadi.

“Kau punya pacar?”

Morio tidak bisa menjawabnya. “Ayo pergi.” Ajak Etsuko

Mereka mengobrolkan pacarnya Morio di warung odennya Taisho. Pacarnya Morio lebih tua dari Morio, mereka sudah berkencan sekitar setahun ini. Karena keduanya terlalu sibuk mereka jarang bisa bertemu.

“Setidaknya kau punya pacar. Sudah lama sekali, aku tidak punya pacar Taisho!?”

“Itu benar” Tanggap Taisho dengan tertawa.

Etsuko iri dengan Morio yang bekerja sebagai Editor Lassy, sekarang iri karena Morio punya pacar sekaligus bekerjasama dengan Yukito. Iri dan dengki.

“Apa kau serius soal Yukito?” tanya Morio.

“Aku tidak tahu. Untuk sekarang, aku hanya bisa bilang, aku ingin lihat wajahnya lebih sering.”

“Hanya wajahnya?” tanya Taisho.

Etsuko membenarkannya, ia tidak tahu banyak tentang Yukito. Taisho mengingatkan pria itu bukan hanya wajahnya, yang terpenting adalah hatinya. Taisho memukul dadanya sendiri untuk menegaskan ucapannya.

Etsuko mulai berceloteh, ia juga tahu itu!. Bukan berarti penampilan lebih penting daripada kepribadiannya, hanya saja bagi Etsuko penampilan juga penting.

“Senpai kau terlalu jujur”

Etsuko tetap berceloteh. Tidak, daripada bilang kau suka wajahnya, kau bilang kau suka kepribadiannya, itu malah seperti memperlakukannya seperti benda berharga. Itu kan cara pandang dalam dunia ini!. Taisho langsung meminta maaf pada Etsuko atas ucapannya tadi. Etsuko tidak masalah, ia memesan lagi.

     Di lain sisi Morio tengah melamunkan sesuatu.

Yukito mengecek novelnya, lalu berbaring di kursi. Mendesah lelah akan sesuatu lalu tidur.

     Editor Kaizuka memberitahukan pada semuanya kalau karyanya Shijo Marie-sensei dinominasikan ke Penghargaan Marukawa.

Semuanya terkejut, mendapatkan 6 kali nominasi. Takehara-san tahu bukunya yang diterbitkan oleh penerbit Meidansha. Etsuko tidak mengerti, tapi kan itu dari penerbit lain!. Kaizuka menerangkan, Kono itu tidak tahu apa-apa ya?, meskipun penghargaan diraih oleh novel sebelumnya dari penerbit lain.. itu akan menjadi keuntungan bagi Keibonsha yang dalam proses menerbitkan seri terakhirnya, novel akan laku keras.

Bagaimana pun juga karya setelah kemenangan pertamanya yang luar biasa!. Etsuko tahu, itu sistem penjualan yang ikut-ikutan. Kaizuka menyuruh Etsuko jangan menyebut sistemnya seperti itu, sebut saja komersial kode.

“Sama sajalah”

Shijo-sensei hendak menghelat pesta tunggu dan para proofreader diajak menghadirinya. Etsuko senang sekali tentunya dia akan ikut. Fujiiwa bilang dirinya tidak bisa menghadirinya, Etsuko dan Yoneoka membujuknya baru Fujiiwa mau datang. Etsuko tanya ngomong-ngomong apa itu pesta tunggu?

Sontak pertanyaannya membuat proofreader lain syok jatuh dari tempat duduk masing-masing.

“Kau tidak tahu?!” tanya Kaizuka.

Takehara-san menjelaskan kalau Pesta Tunggu biasanya diadakan pada hari acara perhelatan sebuah Acara Penghargaan dalam dunia literatur yang diatur sebagai proklamir diri hasil penghargaan. Tujuannya utamanya tersebut selain makan-makan dan minum-minum bersama. Menunggu apakah penulisnya akan menang atau kalah.

“Tapi apa yang akan dilakukan jika kalah?” tanya Etsuko polosnya.

“Jangan mengatakan hal seperti itu!” bentak Fujiiwa. Maiden dari Indochina merupakan pernghargaan masterpiece sepanjang sejarah. Fujiiwa yakin Shijo-sensei akan memenangkan penghargaannya.

     Pesta akan diselenggarakan pukul 4 nanti. Yoneoka menanyakan pakaian seperti apa yang akan dikenakan Etsuko?. Etsuko tentunya telah bersiap dengan pakaian yang modis seperti biasanya. Yoneoka bertanya lalu bagaimana dengan Fujiiwa-san?

Fujiiwa bilang dengan pakaiannya sekarang tidak masalah bukan?. Ini cocok untuk acara apapun.

     Etsuko terperangah tidak mengerti, Fujiiwa akan mengenakan pakaiannya sekarang ini?. Itu adalah pakaian kerjanya, sedangkan nanti mereka akan menghadiri pesta penulis favorit Fujiiwa-san lho!. Pakaian ini tidak cocok sama sekali.

 Fujiiwa berpendapat dia ini tidak perlu mempernik diri seperti Kono Etsuko untuk menutupi otaknya yang kosong. Yoneoka langsung geli, pastinya Fujiiwa bukan orang yang tidak tahu apa-apa seperti Konocchi. (kkkkkkk)

Etsuko tersinggung apa-apaan maksudnya Yoneoka?.

Fujiiwa berpikiran seperti ini karena ia ketika kecil, ibunya pernah berkata padanya kalau terlalu modis itu bodoh. Ucapan Fujiiwa langsung membuat para proofreader lainnya membeku, karena Fujiiwa terlalu terang-terangan.

Etsuko tersinggung, ia menarik Fujiiwa keluar dari ruangan. Mengajaknya ke bagian Editor majalah fashion.

      Etsuko mendekati Morio, ia tahu Morio sedang sibuk akan tetapi Etsuko sedang butuh bantuan demi Fujiiwa. Adakah baju di sini yang bisa dipinjam?. Morio bilang ada beberapa untuk pemotretan. Bagus! Tunjukkan padaku! Etsuko senang mendengarnya.

Morio mengajak mereka ke bagian pakaian dan perlengkapannya. Mempersilahkan meminjam beberapa yang diperlukan.  Etsuko antusias ini di editor fashion, barang-barangnya bagus.

Morio menanyakan ukuran sepatunya Fujiiwa. Fujiiwa menjawab 26. Besarnya! Pekik Morio terkejut, ia memberikan sepasang sepatu ke Fujiiwa. Etsuko memilah-milah, ia tertarik dengan sepatu bercorak macam tutul. Morio tidak masalah jika Etsuko meminjam yang itu karena Morio lah yang membelinya.

      Etsuko tidak menyangka Morio membeli yang seperti ini. Dengan malu Morio bilang dia sudah cukup puas menjajalnya sekali. Etsuko bertanya di mana tempat untuk ganti dan berias. Morio menjawab ruang rapatnya kosong jadi mereka bisa menggunakannya, karena itu untuk pemotretan Morio harap semua barang yang dipinjam dikembalikan lagi dalam keadaan bersih.

Fujiiwa dan Etsuko berterimakasih. Etsuko memilih-milih pakaian, Fujiiwa amat terharu dengan bantuannya Etsuko.

~Jimi Ni Sugoi~

     Yoneoka mengirimkan pesan, ia tanya Etsuko sedang apa? Takehara-san mencarinya!. Etsuko balas dia sedang mempermak Fujiiwa-san. Shesiru mendandani Fujiiwa sembari menasehatinya untuk merawat kulit, kulit Fujiiwa yang sekarang ini normalnya dimiliki wanita 50 60 tahunan.

Etsuko memuji Shesiru yang lebih pantas menjadi BA: Beauty Adviser daripada resepsionis. Shesiru juga sering dengar kata-kata itu dari pacarnya, lebih cocok jadi BA ketimbang resepsionis.

Pacarnya bilang cara bicaranya Sheshiru seperti orang-orang yang menjajakan perlengkapan kosmetik di lantai satu department store.

“Kau punya pacar?” tanya Esuko baru tahu.

“Aku punya.”

Etsuko heran lantas kenapa Shesiru selalu main dengan Etsuko di akhir pekan?.  Shesiru bilang itu karena dia masih muda, dia tidak ingin menambatkan hati pada satu orang pria, itu rasanya pasti akan membosankan. Etsuko tahu, merasa tidak enak membicarakan hal semacam itu di depan orang yang tidak muda lagi (Fujiiwa). Fujiiwa menanggapi, harusnya mereka yang masih muda jangan terlalu melebihkan pembicaraan mereka kalau memang tidak merasa enak. Shesiru keceplosan menyebut Tetsupan lucu sekali!

     Shesiru merasa bersalah, ia lalu undur diri karena tadi kemari membantu di jam istirahat. Etsuko harap Fujiiwa jangan terlalu memasukkannya ke dalam hati. Fujiiwa tidak masalah dengan Tetsupan, ia sudah lama tahu orang-orang menyebutnya seperti itu, Tetsupan… seorang wanita yang mengenakan celana dalam besi.

Etsuko keluar dari ruangan untuk mencuci cincinnya yang kena noda. Di luar, dua karyawan uring-uringan mencari barang yang tidak ada. Mungkin ada di ruang meeting.

      Dua orang dari Lassy. Mereka lalu mengecek ruangan rapat, tidak jadi masuk karena melihat Fujiiwa-san. Mereka permisi keluar dan menertawakan Fujiiwa yang mengenakan make up, Fujiiwa dari dalam juga bisa mendengarkan cemoohan mereka. Fujiiwa yang dikira mencoba lebih fashionable dan harusnya tadi memotretnya untuk ditunjukkan ke orang-orang.


Etsuko kembali, ia tidak tinggal diam Fujiiwa diejek. Kebetulan Yukito dan Morio ada di luar, mereka mendengar apa yang terjadi di dalam. Etsuko bertanya ke dua karyawan tersebut apakah mereka tahu sebenarnya apa tetsupan?

     Tetsupan adalah celana dalam besi, disebut juga sabuk kemurnian. Disebut begitu karena menjaga diri demi pasangannya dengan tulus, tidak melakukan hubungan seksual dengan yang lain. Sebuah dalaman dengan alat pengunci keamanan untuk menahan menghindari dari penyaluran hasrat kepada selain pasangan entah istri atau kekasih yang sedang tinggal berada di tempat lain.

       Selama beberapa tahun, mereka juga melakukan SM play (S*dom*sokis/BDSM/sebuah hubungan s*ks dimana menempatkan salah satu pihak sebagai budak/submisive dan pihak lainnya majikan/dominant). Dua pegawai  itu tidak mengerti kenapa Etsuko tahu hal semacam itu.  Salah satunya menduga jangan-jangan Etsuko itu termasuk yang sering melakukan SM play.

Etsuko membentak mereka, bukan! Itu karena dia ini merupakan seorang proofreader dan tahu hal itu dari proofreading draft yang ia kerjakan. Etsuko tahu orang-orang memanggil Fujiiwa tetsupan karena dikiranya Fujiiwa wanita yang keras, tapi kenyataannya sebaliknya.. sebutan itu makna sebenarnya adalah seorang wanita yang atraktif dan sangat mencintai pasangannya. Etsuko memperingatkan mereka, kalau tidak mengerti apa maksudnya Tetsupan jangan menyebut Fujiiwa seperti itu!, mengerti!!?

Keduanya lalu pergi karena merasa tidak nyaman.

Morio dan Yukito pergi juga. Etsuko kembali ke dalam mendandani Fujiiwa. Fujiiwa-san berterimakasih, Etsuko kembali ceria dan bilang dia tidak masalah karena suka mendandani rambut.

“Kono-san, apa kau tahu kenapa orang-orang memanggilmu Oshakawa?”

Etsuko bilang tahu, itu karena dia modis dan imut, tapi itu kan memang benar.. bukannya julukan yang buruk. Salah! Fujiiwa mengatakan artian sebenarnya adalah bukannya modis dan imut, di departemen proofreading yang sederhana… jadi modis dan imut itu tidak ada gunanya, maksudnya orang-orang mencela Etsuko.

Etsuko kesal sekali mendengarnya, orang-orang itu benar-benar keterlaluan!.

 “Kedinginan? Kenapa kau tidak memakai apa-apa?” tanya Morio karena Yukito bersin-bersin.

“Tubuhku tidak kedinginan, hatiku yang kedinginan” jawab Yukito.

“Bicara apa sih?”

Yukito mensoroti model selalu tampil keren di depan layar tapi nyatanya mereka berbeda di belakang layar. Ia terpukau dengan Kono Etsuko tadi, menakjubkan sekali.

“Eh?”

“Tetsupan.”

Morio tertawa mengingat kejadian tadi, Senpai memang selalu seperti itu orangnya. Tipikal orang yang bicara tanpa berpikir dulu. Entah ke siapapun tak terkecuali guru-guru.

“Itu keren.” Puji Yukito

Yukito lalu dipanggil untuk memakai baju pemotretan, ia naik ke lantai atas.

     Fujiiwa memuji rumah Shijo-sensei yang menawan. Etsuko menyebut ini seperti istana ya?. Fujiiwa saking terpukaunya ia rasa akan tepar kelelahan untuk sekedar berkeliling rumah ini. Kaizuka mendekati Shijo-sensei akan tetapi Fujiiwa bersembunyi malu bertemu Shijo-sensei.

Etsuko menariknya paksa. Seseorang menelfon Shijo-sensei, ia dia memenangkan Murakawa Awards, Shijo-sensei senang sekali, seluruh orang di ruangan sama bergembiranya apalagi Fujiiwa terharu sekali. Etsuko memperkenalkan Fujiiwa ke Shijo-sensei, orang yang menaruh sticky notes sebenarnya.

Shijo-sensei mendekatinya, kau monyet berkacamata pecinta buku ‘kan?.

Shijo-sensei senang akhirnya bisa bertemu dengan fansnya, ia telah begitu mengharapkan pertemuan ini selama 20 tahun lamanya. Selama ini Shijo-sensei terbantu sekali dengan adanya Fujiiwa, ia bisa sampai seperti ini berkat dukungan fansnya. Fujiiwa merendah dirinya ini hanyalah fans pada umumnya. Shijo-sensei tidak, sejak debut sampai sekarang dan jatuh bangunnya… ia rasa tidak akan bisa seperti itu tanpa adanya fans, ia mungkin berhenti menulis jika tanpa ada dukungan.

Shijo-sensei meminta kerjasamanya, lalu semua orang yang ada di sana berfoto bersama. Di proofreading departemen, mereka menonton Shijo-sensei yang mengucapkan terimakasih atas penghargaannya.

     Takehara-san dan yang lainnya cukup takjub dengan tampilan Fujiiwa-san yang berubah drastis, Etsuko berbangga hati ini semua berkat tangan dinginnya mendandani Fujiiwa-san, mereka harus berterimakasih banyak pada Kono Etsuko. Yoneoka sudah menduga pasti Kono akan mengatakan hal semacam itu. Fujiiwa membela itu memang benar, ia sangat berterimakasih pada Kono Etsuko, ini pertama kalinya berdandan seperti ini, tidak menyangka rasanya bisa menaikkan moodnya yang buruk. dan mengerti kenapa dulu ayah ibu membohongi Fujiiwa soal modis itu bodoh, Fujiiwa dibohongi hanya agar supaya Fujiiwa fokus untuk belajar saja.

      Kono menjelaskan kecintaannya Fujiiwa-san pada karya-karyanya Shijo-Sensei adalah sama rasanya Kono Etsuko suka terhadap fashion dan membaca majalah fashion. Etsuko pikir ia bisa melakukannya karena itu fashion adalah sesuatu yang dia sukai, mengacu ke keinginannya menjadi editor majalah Lassy. Lalu Etsuko beralih ke Takehara-san, meminta Takehara-san mentransfernya ke Departemen editorial majalah Lassy. Fujiiwa berkomentar itu tidak akan pernah bisa terjadi, Etsuko masih berharap pada Takehara-san. Takehara-san hanya tersenyum saja, mengajak semuanya beres-beres kemudian pulang.

     Etsuko hendak pulang, Yukito memanggilnya. Mereka saling menyapa selamat malam. Yukito bertanya apa Kono-san sudah selesai bekerja?. Kono bilang iya dia baru mau pulang. Yukito tanya apa Kono-san ada waktu sebentar?. Etsuko dengan antusias menjawab, kalau pun tidak ada waktu dia akan usahakan ada waktu. (kkkkkk)

Yukito tanya lagi, haruskan kita cari keringat sama-sama?. Etsuko tidak mengerti apa maksudnya.

      Etsuko dan Yukito bermain pingpong. “Jika kau menyukainya, maka kau harus melakukannya. Itu kata-kata yang bagus” Puji Yukito.

Etsuko mengatakan hal tersebut karena sangat ingin menjadi Editor Majalah fashion. Yukito heran, apa Kono-san mengatakan hal tersebut di depan para proofreader?. Etsuko sembari men-smash! bolanya dengan semangat “Ya!”

Bolanya melewati Yukito begitu saja, membuat Yukito takjub. “Keren…”, Yukito mengambil bolanya dan izin bertanya. Etsuko mempersilakan apa saja tanyalah!. “Apa bukuku menarik?” tanya Yukito.

Etsuko terbengong mendengar pertanyaan itu. Sedangkan Yukito yakin Kono-san pasti akan menjawab pertanyaannya dengan jujur, maukah Kono-san menjawabnya?.

    Bola digulirkan kembali, permainan berjalan santai. Etsuko tidak langsung menjawabnya, lalu ia men-smash! Bolanya kembali “itu membosankan!”

Waktu seakan berhenti sesaat, tampaknya Yukito cukup terkejut. Etsuko pun menyadari air muka Yukito sekarang berubah tidak seceria tadi.

Komentar:

    Mungkin pacarnya Morio adalah Editor Kaizuka *kkkkk, seru! Aku suka drama yang ada temanya jelas seperti ini. Bukan hanya dapet hiburannya, tapi penonton juga dapat edukasinya.yukitoorihara

Thanks bagi readers yang telah membaca sinopsis ini, silahkan like FP nya untuk mendapatkan update-an terbarunya>>>>> FANPAGE

Real Post: 26 Desember 2016

Re-Post: 19 Juli 2017