Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 2 Part 1

     Etsuko menghadiri kencan buta. Esuko ditanya bekerja di mana. Etsuko menjawab dia bekerja sebagai proofreader. Para pria cukup bingung dengan pekerjaan itu, bukankah umumnya di perusahaan publishing adanya editor?. Etsuko dengan centil menanggapinya, ia sendiri pun tidak mengerti, pekerjaannya mengoreksi kesalahan penulisan dan nama-nama tempat asli dalam sebuah karya sebelum dicetak.

Salah satu diantara para pria menyebut pekerjaan sebagai proofreader adalah pekerjaan rendahan. Ngomong-ngomong aku baru beli mobil baru!.

Semuanya bersorak untuk pria tersebut. Sebenarnya Etsuko di sana tidak banyak terlibat dalam percakapan karena para pria sibuk membicarakan mobil dan perawatannya. Etsuko malah menanggapinya dengan baru beli mantel baru dan perawatannya lumayan sukar.

Para pria meremehkan para wanita yang isi kepalanya hanyalah fashion dan yang imut-imut saja. Etsuko segera unjuk gigi, dia menyebutkan pengetahuan umumnya mengenai beragam macam merek mobil dan sontak membuat semua orang di sana terbengong-bengong tidak mengerti apa yang diucapkan Etsuko. (kkkkk. Ya, jangan pernah remehkan siapapun. Siapa tahu dia bagaikan database berjalan yg tahu apa saja jika sudah angkat suara… Etsuko champagne! )

Sebagai tambahan Etsuko bersikap ceria kembali “Aku suka yang manis-manis!”

Etsuko lalu minum sampanye nya dengan santai, para pria sekarang jelas terlihat tidak berpengetahuan dan hanya besar mulut saja awalnya.

      Suasana menjadi hening. Etsuko mengambil daftar menu untuk memesan sesuatu. Shesiru membisiki Etsuko, harusnya tadi Etsuko jangan mengatakan sesuatu yang membuat para pria menjadi seperti itu. Etsuko kesal, itu semua dilakukan karena para pria itu bodoh.

“Tapi para pria yang agak bodoh tidak masalah.” Bisik Shesiru.

Etsuko memang sengaja pamer pengetahuannya karena para pria tadi berbicara angkuh sekali. Shesiru aslinya juga terkejut tahu ternyata Koetsu-senpai mengetahui detail dari mobil.

Etsuko bilang tidak juga, baru kemarin dia melakukan proofreading novel yang penjelasan detail tentang mobilnya sangat terperinci walau mobil hanya muncul sekilas. Etsuko mengaku paling paling minggu depan sudah lupa detail mobil.

“Oh, jadi begitu.” Shesiru mengerti sekarang.

Etsuko juga merasakan ketidaknyamanan karena telah memecah suasana ceria menjadi hening seperti sekarang ini. Shesiru bertanya apa tidak ada pria yang Koetsu-senpai taksir di sini?. Etsuko tentunya tidak bisa menaksir yang lainnya lagi setelah sebelumnya bertemu dengan pria super ganteng waktu itu, pria yang lainnya terlihat seperti kappa semua bagi Etsuko.

“Kenapa kappa?” tanya Shesiru heran.

“Entahlah…”

Shesiru penasaran apa Etsuko bertemu lagi dengan pria tersebut?. Etsuko sendiri pun belum bertemu lagi, akan tetapi pria keren seperti itu biasanya sudah  memiliki pacar.

     Yukito ada di apartemennya Morio. Morio menunjukkan kamar kecil, ruangan utama dan bagian rumah Morio lainnya. Yukito diizinkan menggunakan lemari es dan mesin cuci akan tetapi Yukito dilarang memasuki kamar Morio sekalipun Morio tidak ada di rumah.

Yukito berterimakasih sekali, ini seperti “Gratefull Crane”. Morio geli mendengarnya, dalam hal apa Yukito merasa “crane” ?

     Etsuko memekik sebal “Apa itu Linear Motor Cow ?” Para proofreader lain terkejut dan menengok Etsuko yang sedang fokus mengerjakan proofreadingnya.

dalam pikiran Etsuko itu sesuatu yang berhubungan dengan sapi.

Fujiiwa meminta Etsuko jangan tiba-tiba berteriak seperti itu. Etsuko meminta maaf, semakin banyak ia membaca ini semakin ia tidak memahaminya.

“Baik, kuserahkan padamu” lalu panggilan diakhiri. Kaizuka lalu duduk,”Hei!” terkejut Etsuko juga ada di sana.

“Kau membuatku kaget!”

Etsuko menyerahkan naskah “Kau mengerjakan novelnya Zeeizee?”

“Apa kau itu bodoh? Itu Korenaga Koreyuki.”

Etsuko bilang juga tahu itu tapi dia membacanya Zeeizee saat pertama dulu. Dan anehnya sekalipun Etsuko tahu apa itu, tetap saja bagaimana pun juga otak Etsuko membacanya Zeeizee. Kaizuka menyebut itu karena Etsuko sistem otaknya meleng dan tidak sabaran dengan hasil.

Etsuko tidak perduli dengan itu, ia meminta Kaizuka mengajarinya bagaimana caranya melakukan proofreading pada naskah Korenaga Koreyuki. Takehara-san sibuk dan tidak ada waktu, naskah ini membuat Etsuko frustasi.

      Kaizuka pindah ke tempat lain, dia menyuruh Etsuko jangan mengecek tempat-tempatnya lagi, fokus saja dengan pengejaannya. Etsuko penasaran siapa itu Korenaga Koreyuki, apa dia ada koneksi dengan Kepala Editor? Kenapa pula novel tidak jelas ini bisa diterbitkan?.

Kaizuka menjelaskan sebenarnya Korenaga Koreyuki ketika masih SMA dia menjadi orang termuda yang menerima penghargaan Pendatang baru dalam Literatur. Dan menjadi harapan masa depan dunia perliteraturan.

“Pria ini?” Etsuko tercengang dengan informasi ini.

Kaizuka sendiri pun sebelumnya tidak terlalu mengenalnya, Korenaga Koreyuki tidak pernah tampil entah di media ataupun acara penghargaan. Dan mudah sekali dilupakan karena jarang tampil. Etsuko langsung merubah persepsinya, Korenaga Koreyuki paling paling hanya sedang beruntung saja di awal-awal. Tidak tidak tidak.. Kaizuka menilai Korenaga Koreyuki memiliki kemampuan literasi yang bagus.

Bukanlah sesuatu yang tidak biasa bagi para penulis jatuh terpuruk setelah menang. Akan tetapi Korenaga niscaya bisa bangkit lagi dari kejatuhannya. Bagaimana pun juga Kaizuka yakin Etsuko tidak akan bisa mengerti hal seperti itu.

“Aku tidak masalah kalau tidak mengerti.” Jawab Etsuko entengnya

“Terus apa yang kau lakukan di sini?” Kaizuka langsung mengusir Etsuko.

      Yukito diwawancarai, tingginya 176 cm, dia disuruh berputar oleh Wakil Kepala Editor Lassy Nozomi Hatano. Kepala Editor Lassy Kamei Sayaka berterimakasih pada Yukito. Yukito disetujui dengan mudahnya, bulan depan akan ada proyek bersama para model lainnya dan Morio tidak mempercayai Yukito bisa semudah itu diterima.

Morio mendekati Kepala Editor yang hendak pergi. Kamei Sayaka senang dengan Yukito, dia menarik dan Morio menemukan pria yang baik.

“Terimakasih banyak!” bungkuk Morio.

Yukito langsung sok keren ketika Morio menoleh menatapnya dengan senang.

      Etsuko masih berkutat dengan naskah Korenaga Koreyuki yang menurutnya aneh sekali. Ia benar-benar berusaha keras untuk memahaminya, akan tetapi semakin lama justru membuatnya pusing.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

      Etsuko fokus dengan naskahnya. Fujiiwa Rion meminta izin karena di tanggal 28 akan mengadakan upacara peringatan kematian kakeknya di rumah, sampai sekarang Fujiiwa belum pernah sekali pun menghadirinya. Takehara-san memberikan izin Fujiiwa untuk absen hari itu.

      Etsuko berteriak kegirangan dan membuat karyawan lain menoleh terkejut. Fujiiwa kembali ke mejanya, bukankah sudah ia ingatkan berulang kali pada Kono untuk jangan menjerit tiba-tiba?. Etsuko meminta maaf, ia terlalu gembira berhasil menyelesaikan satu draft milik Korenaga Koreyuki. Ini sangatlah sulit.

Di lain tempat, si pemilik Nickname Korenaga Koreyuki menerima hasil proofreadingnya. Dan tanpa Etsuko Kono ketahui Korenaga Koreyuki adalah pria ganteng yang ditaksirnya, alias Yukito Orihara. Yukito mengeceki hasil proofreadingnya lembar demi lembar dan tergelak sendiri melihat gambar kereta api sapi yang digambar Etsuko, merupakan ilustrasi dari Linear Motor Cow.

    Etsuko menerima naskah baru, tulisan dari seorang blogger populer yang dibuat buku. Ada banyak tempat aslinya dan banyak pula typographical error di proof yang pertama. Takehara-san meminta Etsuko meninjau ulangnya lagi dengan hati-hati.

Sebuah tulisan dengan buku yang membahas cara-cara penghematan bagi ibu rumah tangga, ditulis oleh  blogger bernama Komoriya Aki. Mitsuo bilang dia yang mengerjakan draft pertamanya, dia menceritakan naskah pertamanya ke Etsuko, katakan saja Etsuko bekerja sampai umurnya 40 tahun semasa hidupnya, jika penghasilan tahunannya 2.5 juta yen, dikalikan 40 tahun maka akan menghasilkan 100 juta yen.

Itulah kenapa judulnya Ibu rumah tangga bernilai 100 juta Yen. Berkorespondensi dengan nilai dari seorang ibu rumah tangga. Etsuko pikir kedengarannya menarik, ia lalu membuka lembar pertama.

Blog milik Aki-san menjadi personal blog nomor 1 dan di postingannya dirangkum ke dalam sebuah buku yang akan diterbitkan oleh Keibonsha.

      Etsuko ada di toilet, Morio datang dan menyapanya. Morio tanya sedang apa Senpai nya ini?. Etsuko sedang mengecek fakta kebenarannya dari pump yang digunakan untuk sampo dan sabun, jika bagian kepalanya ditali bisa mengatur pengeluaran sampo/sabunnyanya dan mengurangi biaya pengeluaran. Sayangnya Etsuko baru bisa memastikan kebenarannya dalam satu bulan.

“Jadi hal semacam itu yang kau lakukan sebagai seorang proofreader?” tebak Morio.

Etsuko mengatakan bukan, ia melakukan ini sekarang karena ia mengerjakan sebuah karya seorang blogger yang memberikan tips penghematan dan Etsuko penasaran sekali apakah ini memang berhasil. Etsuko rasa ini bukanlah sesuatu yang mungkin Etsuko sendiri lakukan.

“Senpai, apa kau menabung?”

“Kau itu ngomong apa?”

“Huh?”

Etsuko hanya mengeluarkan uang untuk pakaian, makanan, dan tempat tinggal, makan, dan tidak hidup kolot seperti menghemat uang terlalu berlebihan. Morio mengerti, memang tak terduga sekali jawabannya Senpainya ini. Akan tetapi Etsuko pikir blogger yang naskahnya Etsuko tangani ini memang menjelaskan cara-cara penghematan sampai tuntas. Seperti membuka keran air sedikit dan mengurangi amper dari listrik, menggunakan air bak mandi untuk bersih-bersih dan mencuci pakaian, berkebun di rumah dengan menanam kentang dan bermacam bumbu dapur. Pergi ke pasar loak membeli sweater bekas lalu menjahitnya ulang. Membuat mainan dari bekas wadah tisu toilet. Menurut Etsuko itu cara-caranya orang miskin akan tetapi sepertinya bisa membuat kaya.

Juga menggunakan daun teh yang dipetik langsung untuk membuat tsukudani, itu sangat enak!. Etsuko ingin mencobanya lagi.

“Senpai, kelihatannya kau bersenang-senang.” Morio lalu pergi. Etsuko jengkel, itu tidak menyenangkan!.

Etsuko inginnya kan menjadi Editor majalah Fashion.

     Kaizuka mendatangi Etsuko, memprotes proof kedua yang Etsuko kerjakan. Dikatakan proof yang kedua adalah pemecahan masalah dari yang pertama. Kenapa juga dengan notes yang berjajar di bukunya ini banyak sekali?

Etsuko menjelaskan karena konsep bukunya itu penghematan maka Etsuko menuliskan triknya melakukan penghematan sebagai timbal baliknya. Kaizuka marah, itulah kenapa Kaizuka memberitahu Etsuko tentang hal tidak penting ini. yang tema bukunya penghematan tapi Kono malah boros notes. (kkkkk…)

“Jika bloggernya melihat ini…” kata Kaizuka.

“Eh? Maafkan aku! Kenapa aku menulis itu? Maaf, maaf… huh?”

“Aku tahu kau sudah terinspirasi”

Etsuko protes, memangnya kenapa? Malah bagus ‘kan? Apa yang salah dengan ini?.

“Aku sibuk. Tidak ada waktu untukku terlibat di blog ini.” Kaizuka lalu duduk di kursi. Yohei Aoki menunggu kedua orang tersebut berdebat. Sepertinya hendak menunjukkan sesuatu.

Etsuko pikir blogger ini akan membikin buku yang bagus. Kaizuka tidak sependapat, ia rasa daripada Kono punya waktu banyak untuk memberikan saran ke blogger amatiran tersebut.. lebih baik waktunya Kono digunakan untuk mengurusi buku yang ditulis penulis terkenal saja. Kaizuka ingin Kono segera menyelesaikan naskah ini tanpa banyak catatan dan mulai naskah baru. (editor kamvr3t!! -_-)

Etsuko blak blakan dirinya ini menjual buku, dia bekerja keras sekali karena punya Editor tidak punya motivasi seperti Kaizuka Hachiro. Jadi Kaizuka diam saja dan jangan banyak protes. Pukulan telak dari kata-katanya Etsuko membuat pra proofreader di sana menoleh terkejut.

Kaizuka balik menyindir Etsuko, apa Etsuko Kono pikir dirinya lebih terampil untuk hal ini?. Kaizuka yakin suatu saat nanti pasti akan berlinang air mata menyesalinya.

Etsuko menanggapi, Kaizuka tidak perlu khawatir soal itu. Sebagai referensi, Etsuko ingin lihat tampang Kaizuka saat menangis, bisa Kaizuka tunjukkan sekarang?. Kaizuka semakin geram dibuatnya, Takehara-san mendekat dan menyebut Etsuko dan Kaizuka cocok sekali.

Keduanya menolak mentah-mentah disebut cocok. Kaizuka izin meminjam Kono sebentar ke Takehara-san. Takehara-san mengizinkannya.

Kaizuka memaksa  Etsuko ikut dengannya.

 —–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

     Kaizuka dan Etsuko datang ke rumah Aki. Aki merasa tersanjung, ini pertama kalinya dia menerbitkan buku dan tidak menyangka proofreadernya datang berkunjung, bukan hanya mengoreksi kesalahan penulisan, Kono Etsuko juga memberikan saran dalam penghematan. Ini mendebarkan bagi Aki.

Menurut Etsuko itu karena menarik. Seorang ibu rumah tangga sekaligus blogger Komoriya Aki, baginya menerbitkan buku merupakan impiannya di masa muda. Pernah mencoba menulis buku tetapi merasa tidak yakin dengan kemampuannya, sebelum menikah hanyalah seorang OL biasa, lalu melahirkan anak dan menjadi seorang ibu rumah tangga. Mendapatkan penghasilan dari blognya melalui program affiliasi. Tidak menyangka tulisannya bisa diterbitkan.

Etsuko mengutarakan kalau itu wajar saja karena Aki-san memberikan tips penghematan yang bagus sekali, kelihatannya Aki menyenanginya dan menguasainya. Mengenai Aki yang merasa tidak berbakat, tapi tulisannya Aki sangat mudah Etsuko mengerti. Itulah kenapa Etsuko pikir bukunya akan menjadi populer.

Aki senang mendengar pujian dari orang yang profesional. Terimakasih banyak.

“Aku profesional?” Etsuko dan Aki lalu tertawa bersama.

Kaizuka mengingatkan bukankah  Komoriya-san ada yang mau ditanyakan ke Kono Etsuko sebelumnya?.

     Aki menunjukkan bagian notes cardboard movie theater. Mahal untuk menonton film di bioskop, tapi dengan sarannya Kono ini Aki rasa sekalipun menonton TV pun bisa amat sangat menyenangkan, serta memikat rasa tertarik anak-anak. Etsuko mengerti, anak-anak pasti menyenanginya.

Aki membenarkan, itu karena blognya kebanyakan dibaca oleh ibu rumah tangga dan banyak diantaranya anak-anak. Jika Kono-san tidak keberatan Aki ingin menaruh saran memasukkann cardboard movie theater ke bukunya.

Kaizuka dan Etsuko beda pendapat mengenai itu. Kaizuka tidak setuju dengan alasan jumlah halaman bukunya sudah ditentukan, di hari peluncurannya akan diadakan jumpa bersama komunitas blogger. Etsuko setuju dimasukkan karena toh naskahnya masih bisa diubah sebelum tanggal peluncuran bukunya.

Anaknya Aki merengek gaun bonekanya robek. Aki tadi sudah mengingatkan jangan menariknya keras-keras, nanti akan dijahitkan lagi. Anaknya tidak mau, ia ingin dibelikan baru.

     Kaizuka pamit pergi. Aki mempersilahkannya, meminta maaf karena menghabiskan waktu Kaizuka yang berharga. Etsuko berniat mengajarkan Aki cara membuat cardboard movie theater, Aki dengan senang hati menerima tawaran tersebut.

      Morio bertelfon dengan seseorang, kedengarannya orang tersebut mengajaknya keluar tapi Morio tidak bisa. Yukito sehabis mandi dan mengambil minum. Dalam benaknya menduga apa itu pacarnya Morio.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

    Kaizuka menunjukkan naskahnya Aki ke Takehara-san yang agak bingung membaca cardboard movie theater, Kono yang memberitahu soal papan film pada Aki dan antusias sekali berperan sebagai editor. Takehara-san penasaran apa ini akan baik-baik saja?

     Etsuko membuatkan papan film yang dimaksud di rumahnya, ia juga memandang tirai penuh pernik di kamarnya. Di rumah Aki mereka mencobanya, Aki berbaring dan ditutupi kardusnya, ponsel dimasukkan ke bagian atas rumahnya, dari dalam sana terlihat seperti menonton film di bioskop. Aki dan Etsuko gembira akan tetapi Mei-chan tampak murung karena gaun bonekanya.

Etsuko ada ide bagus untuk gaun bonekanya Mei-chan. Jahitan ibunya sudah bagus tapi Mei-chan tidak suka karena kelihatan. Etsuko hendak menempelkan pernik yang ia ambil dari tirai kamarnya tadi ke gaun Mei-chan agar tidak kelihatan jahitannya. Mei-chan senang gaun bonekanya terlihat cantik.

Aki menjadi sungkan, ia tanya berapa yang harus diganti ke Etsuko?. Etsuko bilang tidak apa-apa, ia tidak butuh uang.

     Kaizuka memberitahu Etsuko bahwa Aki ingin menambahkan namanya Kono Etsuko ke bukunya. Sebelumnya Aki menuliskan “Aku sangat berterimakasih pada Kaizuka-san dari Editorial Departement yang bekerja keras untuk menerbitkan buku ini”

Dan Aki ingin Etsuko Kono tercantum juga. Etsuko gembira mendengarnya, Kaizuka menggerutu sendiri, apa Kono tidak merasa bersalah? Jumlah halaman buku berubah. Etsuko menanggapinya, bagus kan kalau tebal?. Kaizuka berkata jumlah halaman berubah, anggaran yang diperkirakan juga berubah. Apa Kono mau mengganti ruginya?

 Kono menjadi agak bersalah, kalau begitu jual yang banyak bukunya. Apa tidak masalah menaruh nama Kono di postscript?. Etsuko menjawab tidak masalah.

      Fujiiwa mencela Etsuko, menaruh nama proofreader di buku terlalu berlebihan. Cara kerjanya proofreader adalah langsung berhadapan dengan konten dan dibalik layar, seharusnya Kono tidak menemui penulisnya. Dan Editorlah yang seharusnya mengurusi kontennya. Itu adalah dasar kerjanya.

Kaizuka hanya bertepuk tangan ringan mendengarkan Fujiiwa. Etsuko menyebut Fujiiwa mungkin hanya iri saja padanya karena belum pernah dicantumkan namanya di dalam buku. Fujiiwa berdiri sambil menggebrak meja, dia marah. Kono pikir ia cemburu?, tidak! Dan Kono berhentilah mengatakan hal-hal konyol seperti itu!. Fujiiwa pamit pergi.

Semua orang di ruangan terperangah kaget, ini pertama kalinya Fujiiwa marah begitu.

Etsuko terlihat merasa bersalah, dia bergumam ini permintaan penulisnya dan Etsuko juga berhak melakukan sesuatu sesuai kehendaknya.

     Etsuko menemui Aki, catatan pengelolaan keuangan yang sangat membantu akan tetapi Aki merasa kurang dengan itu karena tidak bisa mengubahnya. Etsuko menawari bagaimana kalau ditambah sellnya?. Aki setuju tapi bagaimana dengan Kaizuka-san?. Etsuko bilang akan melakukan negosiasi dengannya.

    Di kantor, Kono dan Kaizuka memperdebatkan soal sellnya Aki. Di lain harinya Kono dan Kaizuka menunjukkan cover galley nya ke Aki.

     Naskah akhir diberikan ke Capital Printing Salesman Masamune Nobuyoshi. Di hari ketika bukunya sudah selesai dicetak, semua orang melihat hasil cetakannya dengan wajah masam. Etsuko terakhir datang, Kaizuka berkata ada ejaan penerjemahan yang salah dan Kono pikir Kaizuka hanya bercanda.

Mitsuo bilang kurang huruf “C”. Poket Money Book——harusnya Pocket Money Book. Etsuko yakin sudah mengeceknya berulang kali, kenapa bisa terlupa satu huruf?

Jika dicetak ulang maka tidak bisa terbit di tanggal perilisannya.

Takehara-san dan Etsuko meminta maaf. Takehara-san dimarahi, walau sudah membungkuk minta maaf Proofreading Dept harus tetap bertanggung jawab, ini memalukan karena departemen yang khusus mengoreksi kesalahan justru melakukan kesalahan sendiri.

Salah seorang mengatakan tinggal cetak ulang sampulnya. Kaizuka menjawab itu tidak bisa karena sudah ada jadwal pencetakan buku lainnya dan tidak bisa diubah tanggalnya.Takehara dan Kaizuka berencana menempeli sampulnya dengan stiker.

Stiker? Beberapa meragukan ide tersebut, akan makan waktu lama, orang-orang juga sudah sibuk menyiapkan event. Takehara menawarkan diri departemen Proofreading nya yang akan menanganinya.

 Jangan lupa Like FPnya untuk tahu update-annya  >>>>> FANPAGE

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s