Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 1 Part 2

      Morio berjalan di kantin hendak pergi, tapi Morio mundur lagi karena melihat pria yang mencurigakan, sepertinya pria yang ada di foto. Pria itu sedang asyik mengetik, mengenakan kaca mata hitam dan menurunkan rambutnya menutupi wajah. Morio mengamat-amatinya.

     Morio meminta Yukito Orihara (Masaki Suda) melepaskan kaca mata hitamnya. Morio terkejut ternyata dia adalah pria yang ia cari selama ini. Morio menjelaskan maksudnya, ia tengah mencari model pria eksklusif untuk Lassy, ia memberikan kartu nama dan menunjukkan majalah Lassy. Morio menanyakan identitas.

   Yukito Orihara, sekarang ada di tahun keempat kuliah. Morio menduga kalau begitu Yukito Orihara pasti sedang mencari pekerjaan. Orihara bilang dia tidak menemukan pekerjaan yang dia inginkan, dia ingin menjadi penulis. Morio mengerti, kalau begitu Yukito Orihara tidak berminat menjadi model?. Orihara membenarkannya.

Morio meminta Yukito Orihara menghubunginya jika berubah pikiran nanti. Maaf sudah mengganggu, permisi..

Yukito memandangi kartu nama Morio.

    Etsuko masih ada di kantor, “Kono-san, kau belum selesai?” Takehara datang. Etsuko mengakui dirinya belum hafal peraturan proofreader, tidak tahu kanji, itu membuatnya lebih lama dibandingkan proofreader lainnya.

Takehara: Orang-orang menangani pekerjaan mereka dengan tenang, jadi kau tidak usah khawatir. Tapi kau akan membuat kesalahan jika terlalu lelah, melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya akan menimbulkan efek sebaliknya.

Etsuko: Aku ingin diakui secepatnya. Melakukan proofreading untuk karya penulis besar, aku pasti akan diakui. Anda pikir aku bisa ditransfer ke Fashion Editor Dept.??!!

Etsuko jengkel sekali, Takehara langsung menunjuk jauh ke atas, menerawang. “Pintu masa depan akan terbuka perlahan-lahan!”. Membuat Etsuko semakin jengkel, tapi ngomong-ngomong Direktur.. nafas anda bau alkohol, dari mana anda tadi?

Direktur kembali ke kantor karena kelupaan sesuatu, ia lalu pamit pergi, Etsuko jangan terlalu memaksakan diri. Dia juga mengingatkan Etsuko, satu peraturan seorang proofreader. Dilarang bertindak terlalu jauh jika Etsuko telah menemukan gaya proofreadingnya sendiri nanti.

Etsuko: Baik,

Direktur Takehara pergi. Tapi Etsuko heran, bukannya tadi Direktur kembali untuk mengambil sesuatu?, kenapa malah pergi?.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

   Hachiro Kaizuka datang ke Proofreading Department mencari Kono Etsuko. “Dimana Koetsu?”, para proofreader lainnya menoleh. Etsuko datang, Hachiro mempertanyakan kenapa banyak sekali notes di galley ini?.

Etsuko melakukannya karena ini adalah galley pertamanya, tidakkah Editor Kaizuka mengingat itu?. Tidak ada kesalahan kata apapun. Kaizuka tidak perduli soal tidak adanya typo, tapi kenapa Etsuko memberikan catatan pada hal-hal yang tidak penting?.

  Sebagai contoh, ‘Nada suara siswi sekolah tidak mungkin buntu’. Tidakkah Kono Etsuko mengerti cara kerjanya penulis besar?. Tapi Etsuko pikir kata ‘sangat bagus’ dan ‘sangat buruk’ tidak mungkin digunakan oleh siswi sekolah (dlm bahasa Jepang tentunya). Etsuko kembali ke kursinya.

   Kaizuka: Kau tahu, Hongo-Sensei selalu menggunakan latar waktu novelnya di Era Showa.

Rion Fujiiwa membenarkan kalau ‘sangat bagus’ dan ‘sangat buruk’ kata tersebut baru terkenal di tahun 90’an, bukan di Era Showa. Kaizuka heran, “Benarkah?”

    Etsuko tidak perduli entah itu di era Showa atau Heisei, kata-kata tersebut sudah basi. Harusnya Hachiro Kaizuka sebagai editornya memberitahu Hongo-Sensei tentang itu. Itu adalah tanggung jawabmu dan itu akan mempermalukanmu, membuatmu kehilangan muka di depan penulis penting itu.

Kaizuka harusnya meminta Direktur Takehara untuk mengeceknya, ia menengok ke belakang tapi tidak ada. Jadi Kaizuka mengajak Etsuko pergi dengannya menemui Hongo-Sensei.

 

Etsuko dan Kaizuka menemui Hongo-Sensei. Sebelum masuk ke ruangan Kaizuka menyuruh Etsuko mempersiapkan diri dulu. Kaizuka meminta maaf karena membuat Hongo-Sensei menunggu, ia memperkenalkan Kono Etsuko sebagai Proofreader novelnya Hongo-sensei.

Hongo-Sensei memuji Etsuko yang manis. Etsuko senang, ternyata Hongo-Sensei orangnya jujur sekali. Kaizuka memberitahu Hongo-Sensei jangan melihat wanita ini dari penampilannya, dia lebih terbuka ketimbang kelihatannya. Hongo-Sensei mempersilahkan keduanya duduk. Kaizuka hendak duduk di sebelah Hongo-Sensei, Hongo-Sensei menyuruh Etsuko yang duduk di dekatnya.

   Hongo-Sensei bertanya minuman apa yang ingin Etsuko minum. Kaizuka menyela, tidak, mereka kemari untuk menerima makian Hongo-Sensei. Tidakkah Hongo-Sensei ingat Kaizuka sudah memberitahunya akan datang dengan Proofreader?.

 Hongo-Sensei  sudah lama tidak bertemu dengan seorang proofreader yang menarik, Kaizuka terkejut mendengar pernyataan itu. Etsuko tersanjung, dia ingin minum champagne saja. Etsuko lalu tersenyum mengejek pada Kaizuka.

Minuman disajikan. Hongo-Sensei bercerita kalau dia melihat percakapan ringan antara siswi, mereka menggunakan kata ‘luar biasa enak’. Etsuko berkata, para siswi tersebut tidak benar-benar mengatakan seperti itu, mereka menggunakan ‘teramat enak’ atau ‘gila-gilaan enaknya’ atau ‘enak doang’. Hongo-Sensei tidak mengerti maksudnya, Kaizuka menjelaskan kalau itu digunakan semata-mata untuk menunjukkan nuansa positif. Ngomong-ngomong soal karya terbarunya Hongo-Sensei, itu hebat sekali !

Hongo-Sensei bisa memadukan misteri dan erotisme menjadi karya yang indah. Dan cerita kriminalnya memberikan kesan nostalgia dan sangat menyentuh. Apakah secara kebetulan latar novel anda di Takichawa tempat anda lahir?.

     Mendengar tebakan Kaizuka, Hongo-Senseo menjadi dingin “Itu tidak penting”. Kaizuka membenarkannya “Iya, itu tidak penting”. Kaizuka melanjutkan kata-katanya, mengenai dua adegan penerbangan di novel sangat keren, khususnya love scene saat di toilet.

    Etsuko pikir adegan toilet itu sangat wajar, ia bertanya-tanya sendiri pasti kedua tokoh tersebut sangat segar bugar karena melakukannya di toilet.

Hongo: Kalian berdua kemari untuk mengkonfimasi adegan itu?

Etsuko: Itu bagus,

Kaizuka: Sensei?

Kaizuka tampak kecewa, Hongo-Sensei menyebut Kaizuka tidak memiliki selera humor. Sensei dan Etsuko tadi kan hanya bercanda.

Etsuko berterima kasih atas minumannya, ia meminumnya dan itu enak sekali. Hongo-Sensei menyuruh Etsuko minum sepuasnya. Etsuka dengan senang hati melakukannya. Kaizuka menyuruh Etsuko untuk mehanan dirinya.

   Hongo-Sensei menawari Etsuko daging, Etsuko memesan medium rare. “Aku bilang tahan dirimu,” desak Kaizuka ke Etsuko setengah berbisik. Daging dipanggang, Hongo-Sensei menanyakan buku apa yang Etsuko sering baca. Etsuko menjawab, aku hanya membaca majalah fashion.

Eh?, Hongo-Sensei terkejut. Namun Etsuko berkata dia juga tahu Hongo-Sensei, tahun lalu Hongo-Sensei diangkat topiknya di majalah Enough, “Man Of Dadyism” tapi dasi anda dari RAMBLA, pin dasi dari Lecce. Aku rasa kombinasi itu berlebihan. Jika anda ingin lebih modis maka gantilah itu.

Etsuko lalu makan. Kaizuka berdiri, ia meminta maaf karena Etsuko terlalu kasar, dia mengajak Etsuko pergi. Hongo-Sensei memuji ingatan Etsuko yang kuat. Etsuko mengaku dirinya mengingat hal-hal yang ada di majalah fashion.

   Kaizuka duduk lagi, ia melototi Etsuko. Tidakkah Etsuko terlalu santai sekarang?, Etsuko tidak perduli, dia mencoba santai. Kaizuka geram, ia menjelaskan ke Hongo-Sensei kalau Etsuko Kono ini tipe orang yang tidak belajar selama liburan sekolah dan melakukan hal apapun yang disukainya. Etsuko adalah contoh dari murid bodoh.

Etsuko: Generasi santai kita selalu menjadi korban rencana kerja nasional.

Kaizuka semakin merendahkan Etsuko, wah wah.. kau menyalahkan pemerintahan sekarang. Etsuko adalah contohnya, hanya main dan sesukanya.

Etsuko bersikap professional, dia tidak mencoba perduli “Diam kau gurita, “

Hongo: Gurita?

Etsuko: Kenapa pria paruh baya sepertimu menceramahiku seolah kau orang penting saja. Kau itu orang yang harusnya melihat buku panduan. Bukannya malah menguliahiku. Janggal sekali kau menunjukkan ketidak kompetenanmu.

Hongo-Sensei tertawa, sudah lama sekali dia tidak segembira ini. Etsuko sibuk makan, Kaizuka terbengong-bengong sendiri sambil masih berdiri. Hongo-Sensei bahkan ingin naskah selanjutnya ditangani oleh Etsuko. Etsuko dengan senang hati mengerjakannya. Keduanya seolah mengabaikan keberadaan Kaizuka.

   Hongo-Sensei menawari Etsuko minum lagi. Kaizuka terduduk dengan kesal, kesal dipermalukan oleh Etsuko. 

     Etsuko dalam perjalanan pulang, dia melihat Editor’s Bag sudah datang di toko.

 Etsuko mendekat ke depan kaca, lalu dia mengkoreksi kesalahan penulisan harga, kemudian pergi.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

     Etsuko menangani dua naskah. Rion mendekati Direktur Takehara, kenapa Etsuko mengkoreksi dua naskah sekaligus?. Peraturannya dilarang menangani galley selanjutnya oleh satu orang yang sama. Direktur bilang, sepertinya Hongo-Sensei yang meminta Etsuko Kono melakukannya. Lagipula Rion harus mengawasi Etsuko juga, Direktur Takehara meminta Rion untuk melakukan pengecualian saat ini, Kono Etsuko terlihat bersemangat saat ini.

Rion kembali ke tempatnya dengan kesal. Direktur pergi.

   Etsuko terkejut kenapa nama-nama tempat di novel semuanya aslinya, tapi kenapa hanya satu tempat yang dibuat fiksi namanya?. Ini Jembatan Tappi di Takichawa dan di novel tertulis Jembatan Tatta, aku sudah sangat berhat-hati menandai yang salah.

  Etsuko menelfon Kaizuka menanyakan keraguannya, haruskah dia bertemu dengan Hongo-Sensei?. Kaizuka menjawab itu kan fiksi, tidak perlu menemuinya, Hongo-Sensei juga bilang tidak apa-apa, sudah!. Aku sibuk!.

 Etsuko tetap ragu. Kenapa hanya nama jembatannya saja yang punya nama fiksi. Tidakkah pembacanya nanti bingung kenapa nama jembatannya saja yang fiksi?, bukankah begitu Fujiiwa-san?

Etsuko menoleh ke Fujiiwa Rion. Rion juga sependapat dengan Hongo-Sensei, bukankah penulisnya bilang tidak masalah?, jadi tidak ada apa-apa.

   Pokoknya Etsuko tidak bisa menerima ini, nanti pembaca akan kesulitan dan ini akan disebut kesalahan Hongo-Sensei atau bahkan kesalahan proofreadernya. Nanti masa depan Etsuko akan tertutup rapat kalau begini!

Etsuko mengambil barang-barangnya dan pamit pergi. Direktur Takehara membiarkannya, menyuruh Etsuko hati-hati. Para Proofreader lainnya melongo.

Etsuko: Kenapa wanita itu lenyap di hadapanku.., aku berharap kereta berhenti di Keio.[Etsuko naik kereta menuju latar tempat novel, ia sembari membaca novel buatan Hongo-Sensei]

 Kupikir aku bisa menemukan beberapa jejaknya. Takahadofusan adalah kota dimana kami berjalan sambil berangkulan untuk waktu yang lama. Sarung pedang pemberiannya Hijikata Toizo berukir dengan tanda  (NB: love mark). [Etsuko berjalan sambil mengamati keadaan dan novelnya]

*

 Tanda ini dibuat setelah wanita itu melihat babi jantan liar. Wanita itu berkata padaku “Ukiran tanda hati kecil” [Etsuko mengamat-amati patung, ia menemukan tanda hati kecil di ujung sarung pedang si patung, ia menemukan heart mark di sana]

Batu-batuan mengiringi langkah menuju ke gerbang. Aku memikirkan hari demi hariku yang telah berlalu bersama wanita itu. [Etsuko naik tangga, ngos-ngosan dan heran karena ada pria yang bahkan bisa berlari mendahuluinya ].

    Di tingkatan terendah akan bisa melihat panorama Mushasino yang terbentang dari sisi lainnya, sudut lain dari 5 cerita pagoda. [Etsuko melihat pagoda yang dimaksud]

“Panorama Mushashino, Oke!”

Jika orang-orang duduk di situ, dikelilingi oleh suara binatang yang mengagumkan. Suara tawa anak-anak, anak-anak akan tertawa melihat manhole. [Etsuko menemukan manhole yang dimaksud, ]

Karakternya Hiragana mengingatkanku pada anakku ketika ia masih muda.[ Etsuko tidak mengerti apa maksudnya “Usui” di manhole tersebut. Etsuko berputar-putar mengamati, anak-anak menunjuk ada Lion juga di sana. Mana mana?, Etsuko sampai menjatuhkan es krimnya ]

   Aku memandang matahari terbenam di Jembatan Tatta. Dimana, persisnya, apakah hidupku dimulai dengan salah? . [Etsuko kesal sekali, dia melihat nama jembatan yang bertuliskan Jembatan Tappi, “Sudah kuduga namanya bukan Tatta tapi Jembatan Tappi!”

    Etsuko turun ke bawah, dia bertanya pada penduduk lokal. jembatan ini sejak lama sudah menggunakan nama Tappi kan?. Pria tersebut membenarkannya sudah lama, 25 tahun yang lalu?, mungkin lebih lama daripada itu. Jembatan tersebut dibangun untuk jalur monorel (kereta satu arah) dan disebutlah Tappi sejak saat itu.

   Etsuko mengamati matahari tenggelam, “Cantiknya..”

    Etsuko kelelahan, dia menuju ke Station Historic Sites. Ia mengamati foto jembatan Tappi di kaca depan, ia dikejutkan dengan fotonya Hongo-Sensei di sana. Etsuko menanyakan ke pria di sana apakah itu benar Hongo Sensei.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

     Yukito Orihara naik sepeda pulang ke apartemennya, mengambil surat di kotak posnya. Naik ke atas dan terkejut melihat surat pemberitahuan dia harus segera pindah akhir bulan ini jika tidak bisa melunasi tagihan sewa rumah.

    Morio frustasi mencari model, dia mencari pria tampan di situs pencarian. Wakil Editor Lassy Nozomi Hatano memanggil Morio, apakah Morio sudah menemukan model potensional untuk minggu ini?.

“Aku masih mencarinya”

“Jangan membuang-buang waktu, orang lain mendapatkan 2 atau 3 model” Lalu Nozomi Hatano pergi.

Morio kesal, tak lama kemudian Morio ditelfon oleh Orihara, membicarakan tentang tawaran Morio tempo hari lalu.

Keesokan harinya..

    Hongo-Sensei datang ke Keibonsha, dia bertanya di mana Proofreading Department. Shesiru dan Yuri tidak menyangka Hongo-Sensei datang kemari, Seshiru akan mengantarkan Hongo-Sensei ke sana.

    Editor Kaizuka berlarian menyambutnya, ada perlu apa Hongo-Sensei sampai kemari. Hongo-Sensei terkejut melihat Naoto Takehara kenapa di sini. Takehara menjelaskan kalau dia sudah sepuluh tahun memimpin department ini, maaf karena tidak menghubungi Hongo-Sensei.

“Apa kau tidak memberikan pelajaran pada bawahanmu ?” Tanya Hongo-Sensei, ada kemarahan di kalimatnya. Takehara tidak mengerti ada apa, apa pegawainya membuat masalah pada Hongo-Sensei?.

   Etsuko datang, dia terkejut melihat Hongo-Sensei. “Oh, Hongo-Sensei, ada apa anda kemari?”. Kaizuka bisa menduga kalau ini pasti ulah Kono Etsuko.

“Kau pergi ke Takichawa?” Tanya Hongo-Sensei ke Etsuko.

“Benar, “

“Kenapa kau ke sana?”

“Aku sangat ingin tahu kenyataannya. Kenapa hanya Jembatan Tappi yang dibuat fiksi namanya. Aku sungguh ingin bertanya langsung pada anda, tapi orang ini sama sekali tidak membantu” Etsuko menunjuk Kaizuka. Jadi Etsuko memutuskan untuk pergi ke Takichawa sendiri, dia berkeliling dan menemukan studio foto tak jauh dari jembatan Tappi. Di studio tersebut Etsuko menemukan foto Hongo-Sensei dengan keluarganya. Etsuko pikir itu pasti istrinya Hongo-Sensei, jadi Etsuko meminta pemilik studio untuk menghubungi istrinya tapi ditolak.

   Kaizuka dan Takehara saling menatap, Etsuko sudah keterlaluan sekarang. Kaizuka menyebut Etsuko bodoh, Hongo-Sensei dan istrinya sudah bercerai 20 tahun yang lalu.

“Oh, benarkah. Maafkan aku tidak tahu..”

“Sudah cukup. Sensei, aku sangat menyesal karena proofreader ini bertindak diluar batas. Orang ini tidak akan pernah diizinkan menangani karya anda lagi.” Kaizuka membungkuk meminta maaf.

“Cukup, aku tidak mau menulis untuk Kaibonsha lagi.”

“Maaf?” Etsuko syok.

“Aku tidak butuh proofreader sepertimu. Seseorang yang menginjak privasi orang lain. Permisi,” Hongo-Sensei pergi diikuti Kaizuka, Takehara dan Seshiru.

      Etsuko bertemu dengan Editor Kaizuka. Ia bertanya bagaimana dengan Hongo-Sensei. Kaizuka mengatakan cerita sebenarnya. Dulu… saat itu Hongo-Sensei sedang berada di titik terendahnya, lalu ia menerima penghargaan sebagai penulis pemula, kemudian istrinya menceraikannya dan pergi membawa anak mereka, rumor yang berhembus mengatakan istrinya memiliki lelaki idaman lain. Saat itu Hongo-Sensei sampai tidak bisa menulis lagi, namun dia segera bangkit dengan membenamkan diri dalam dunia kesusastraan. Takehara-san adalah editor aslinya, sejak saat itu membicarakan tentang keluarganya  Hongo-Sensei dianggap tabu.

      Selama 20 tahun, siapapun yang menjadi editornya harus berhati-hati agar tidak membicarakan hal tersebut. Rasanya berat dan diinjak-injak.

“Apa yang harus kulakukan?” Etsuko menyesal. “Sudah terlambat untuk bertindak, kau dan aku bisa dipecat,” Kaizuka masuk ke lift.

   Etsuko memandangi pemandangan di luar untuk menjernihkan pikirannya.

Malam harinya…

   Taisho, Higashiyama, Nishida, dan Kitakawa bersiap untuk menyambut Etsuko. Mereka berakting biasa dulu. Etsuko masuk ke warung. Ia diberi hadiah Editor’s Bag yang Etsuko lihat di majalah sebelumnya, mereka dapat harga murah. Apa Ecchan senang?

“Taisho, semuanya, terima kasih”

Sampai Ecchan menjadi Editor Fashion, mereka akan tetap menyemangatinya dan menjadi yang pertama memberikan selamat jika sudah berhasil. Etsuko berterima kasih, lalu dia masuk ke kamarnya.

 Di dalam kamar, Etsuko memandangi tas, lalu majalah Lassy di meja. Ia kemudian menelfon Editor Kaizuka,

“ini Kono,”

“Ada apa Kono-san?”

“Kono Etsuko dari Proofreading Department”

Kaizuka sudah tahu, tidak perlu selengkap itu. Koetsu saja sudah cukup. Etsuko tidak mau berhenti, dia tidak akan menyerah, dulu di album kelulusannya dia menuliskan akan bekerja di Keibonsha. Dan itu sudah 10 tahun berlalu. Dia ingin menjadi Editor Majalah Fashion, bukannya proofreader. Jika ia berhenti sekarang itu artinya dia menyerah pada impiannya. Aku sungguh tidak ingin melakukan itu!

Kaizuka: Aku tidak perduli, kau mungkin akan dipecat setelah apa yang terjadi.

Etsuko ingin bertemu dengan Hongo-Sensei, dia memohon agar Kaizuka mengizinkannya meminta maaf sendiri.

     Di hari selanjutnya, Etsuko datang ke jembatan seperti yang dikatakan Kaizuka. Sensei tidak bisa dihubungi, ia mungkin ada di bawah jembatan Tappi melihat kereta. Benar saja, Hongo-Sensei ada di sana sedang mengamati pemandangan jembatan, kereta melintas.

  Etsuko mendekati Hongo-Sensei dan meminta maaf. Hongo-Sensei bercerita, aku datang untuk menemui mantan istriku, kami memiliki seorang putra. Terakhir kali aku melihatnya 20 tahun yang lalu, putraku masih cadel, dia akan berjalan di bawah jembatan dan berkata “Jembatan Tatta, Jembatan Tatta” itu sangat manis.

     Etsuko mengerti sekarang, kenapa Hongo-Sensei menggunakan ‘Tatta’ daripada ‘Tappi’ nama asli jembatannya.

   Awalnya Sensei ingin mengontak putranya tetapi kedahuluan oleh Etsuko. Etsuko menyesal sekali dan meminta maaf, ia janji tidak akan menangani naskahnya Hongo-Sensei lagi tapi jangan berhenti menulis untuk Keibonsha.

Hongo-Sensei justru berterima kasih pada Etsuko, sejujurnya sulit untuk menghubungi mantan istrinya, tapi berkat Kono Etsuko ia menjadi terbantu. “Kono Etsuko, disingkat Koetsu, itu panggilanmu.” Sensei tertawa dan berjalan. Etsuko serba salah,

   Etsuko mengikuti Sensei, tapi tunggu Sensei.. itu bukan nama panggilanku, mari bicarakan soal itu lain waktu.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

   Kaizuka datang ke Proofreading Dept. membawa dua buku karya terbaru Hongo-Sensei. Satu untuk Direktur Takehara dan satunya lagi untuk Kono Etsuko.

Etsuko segera mengecek Jembatan Tatta diganti menjadi Jembatan Tappi, kata-kata siswi sekolah diganti juga. Dan yang lebih mengejukan bagi Etsuko adalah selembar kertas bertuliskan pujian untuk Proofreader simpel dan hebat Kono Etsuko dari Hongo-Sensei.

Etsuko senang, setidaknya dia tidak dipecat. Tapi Direktur heran, siapa yang mau memecat Kono Etsuko ?. Sementara itu Kaizuka mati-matian menahan gelinya.

      Etsuko pikir itu karena Hongo-Sensei bilang tidak mau bekerja sama dengan Etsuko lagi?. Direktur menjelaskan tidak seperti itu maksudnya.

Jadi Etsuko salah paham, Hongo-Sensei tidak akan pergi hanya karena masalah itu. Etsuko marah kenapa Kaizuka tidak memberitahunya dari awal, Kaizuka geli sendiri.. pikirkan saja aku sebagai ayah baptismu dalam hal ini Proofreader pemula!. Kaizuka pergi, Etsuka memandangi buku kembali, karya pertamanya.

    Etsuko pergi dengan Shesiru, Etsuko mengajaknya pergi ke warung oden karena dia sedang ada uang. Shesiru melihat tas etsuko, dan ngomong-ngomong senpai, bukankah tas itu baru?. Etsuko bilang ia dapat ini sebagai hadiah.

  Shesiru mengamat-amatinya, bukankah itu.., Etsuko menyuruh Shesiru berhenti menatap tasnya, sudahlah.

     Yukito berjalan sambil memandangi bungkusannya, dia menyenggol Etsuko sampai jatuh. Yukito meminta maaf dan berjongkok hendak menolongnya.

Bagi Etsuko seakan waktu berhenti ketika ia memandang wajah pria menawan ini.

  Shesiru mendekati Etsuko, waktu berjalan normal kembali bagi Etsuko. Senpai?, kau tidak apa-apa?. Yukito lalu menuju sepedanya, ia membungkuk sopan saat Etsuko masih memandanginya sebelum pergi. Etsuko terpana pada Yukito, ia menatapi kepergian Yukito.

“Senpai?”

“Pria tadi super ganteng”

“Eh, beneran?” Shesiru meragukan ucapan Etsuko. Etsuko membenarkannya.

    Shesiru memuji odennya enak sekali. Taisho berterima kasih, ia lega makanan buatannya sesuai dengan selera Shesiru.

Senpai kau tidak makan?. Etsuko masih memikirkan pria tadi, ia menyesal tidak menanyakan namanya. Shesiru mengingatkan kalau menanyakan nama langsung, pria tadi bisa berpikir Etsuko orang yang berbahaya.

Etsuko tidak perduli, anggap saja dia memang wanita yang berbahaya. Ia pikir hanya bisa bertemu pria tampan sekali dalam seumur hidup.

   Yukito bertemu dengan Morio. Yukito sedang membutuhkan uang, apakah menjadi model nanti dia akan dibayar?. Morio bilang yah.. nanti kalau dia bisa menjadi model terkenal. Yukito menyanggupinya.

Morio menambahkan, setelah lolos audisi dan itu pun akan memakan waktu beberapa bulan, Yukito baru dibayar. Yukito berjongkok frustrasi karena tahapannya terlalu lama sedangkan dia butuh uang segera.

    Morio menanyakan memangnya Yukito butuh berapa?. Yukito menunjukkan surat peringatannya, dia disuruh pindah akhir bulan ini. Yukito baru dipecat dari tempat kerja paruh waktunya, dia juga tidak bisa pulang ke rumah orang tuanya, dan sekarang dia harus diusir.

Morio: Itu wajar.

Morio mengambilkan pakaian, ia menyuruh Yukito mencoba pakaian ini terlebih dahulu.

Yukito: Apa kau berpikir aku benar-benar tampan?

   Taisho menanyakan hal yang sama ke Etsuko, apa pria yang ditemui Etsuko tadi tampan?. Etsuko membenarkannya, super ganteng!, aku belum pernah lihat yang seseorang seganteng itu sebelumnya.

Shesiru: Beneran?, Koetsu-Senpai dan aku memiliki selera pria yang berbeda. Tapi tadi di sports center.

Kemungkinan pria tadi bekerja di sana, mungkin Etsuko bisa bertemu dengannya lagi nanti. Etsuko bertanya-tanya apakah dia akan bertemu dengan pria itu lagi nanti. Shesiru menghentikan, sudah cukup!, makan saja odenmu Koetsu Senpai!. Etsuko kesal, jangan panggil dia Koetsu lagi!. Shesiru menyuapkan oden ke Etsuko.

     Yukito: Maafkan aku, tapi aku tidak bisa memasangkan dasinya.

Morio sibuk dengan ponselnya ketika Yukito keluar dengan setelan jasnya. Morio menoleh, terpesona pada penampilan Yukito yang berubah drastis. Morio terdiam tak berkutik karena kagum.

Yukito: dasinya,

Morio sampai terdiam lama tidak segera menyahut.

Morio: Iya,

   Morio mendekat dan menalikan dasinya Yukito.

Morio: Datanglah ke rumahku.

Yukito: Eh?

Yukito terkejut mendengar permintaan itu. Morio menawarkan Yukito tinggal di rumahnya dan menyewanya selama Yukito belum bisa membayar  apartemennya.

   Etsuko dan Shesiru masih makan oden di tempatnya Taisho.

KOMENTAR :pretty-proofreader

      Satu komentar yang sangat cocok untuk drama ini adalah “Seru!” XD

Proofreader tingkatannya dibawah editor. Tapi perannya amat besar. Kalau  Editor ngurusin konten ini laku dan bakalan  ngetren gak ya ?, penulisnya harus dilobi biar mau merubah ini  itu sesuai kehendak pasar. Jadi… kupikir Editor pro sudah malas mengurusi masalah typo *wkwkwk. Urusannya  Proofreader ngurusin hal remeh temeh salah ketik serta bahasa.

      Kedengarannya posisi proofreader di mata orang-orang adalah rendah semacam ghost writer/penulis bayangan.

        SINOPSIS Episode 2-nya akan dilanjut jika subtitlenya sudah ada ^^. Drama Jepang tidak seramai  drama Korea yang satu judul K-drama baru bahkan ada 3 sampai 4 tim berbeda yang menerjemahkannya. Kalau drama Jepang baru mah… kita harus nunggu adanya relawan yang bersedia menerjemahkannya :))

NB: Di-repost ulang karena gambarnya rusak dan hilang, hanya mengedit ringan gambar dan kesalahan penulisan, have a nice day guys! 

Upload: 12 Juni 2016

Re-upload: 18 Juli 2017

Advertisements

2 thoughts on “Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 1 Part 2”

  1. @Dwi, Dilanjutin kok, sekarang yang diprioritaskan we married as jobnya dulu, waktu nulisnya terbatas. Dimohon kesabarannya 🙂

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s