pretty-proofreader

  • Drama: Pretty Proofreader/Simpleness is Great!/Copy Editing Girl Etsuko Kono
  • Director: Toya Sato
  • Writer: Ayako Miyagi (Novel), Mayumi Nakatani
  • Network: NTV
  • Release Date: October 5, 2016

     Awalnya saat aku melihat posternya, sempat tidak mengenali kalau itu adalah Satomi Ishihara!, yaatttaaaaa….! Wah.. wah.. wah..!

     Masaki Suda?, siapa dia???, sepertinya aku pernah melihatnya sebelumnya, tapi kapan dan drama apa?. Untuk ukuran orang Jepang kurasa dia ganteng [Meskipun masih banyak yg lebih ganteng,semisal  Haruma Miura/Yamaken/Shun Oguri,dll],

dan jika dibandingkan dengan beberapa tokoh di Jimi Ni Sugoi!… Masaki-san menurutku yang terganteng diantara semuanya. Yah.., perasaanku ke para aktor Jepang belum sebanyak dan sedalam ke para aktor korea sih. Aku akan mulai kenalan dengan mereka sedikit demi sedikit *apaanSeeh??*. Sinopsis episode 1 ini saya buat tanggal 31 Oktober 2016. Diendapkan sampai November >_<, baru sempat menguploadnya sekarang 😀 *Haha!

Simpleness is Great!, setuju sekali dengan tag-line semacam itu. Simpleness is Great!  <3.

   Pagi hari yang cerah, Etsuko Kono (Satomi Ishihara) berjalan dengan ceria menuju ke “Keibonsha”.

    Etsuko Kono berjalan di lobi, dia menyapa kedua receptionist dengan elegan. Seshiru Imai sampai memandangi Etsuko Kono dengan terkagum-kagum. “Wanita itu sangat fashionable, apakah dia seorang editor dari suatu tempat?”

Sato Yuri juga ikut menatap Etsuko Kono sembari tersenyum, “Dia bukan editor.”. Seshiru Imai tidak percaya dengan perkataan Sato Yuri, tapi lihat penampilannya tadi.

Sato Yuri: Wanita itu datang setiap tahun untuk melakukan wawancara kerja,

     Etsuko Kono melihat tulisan penunjuk tempat wawancara kerjanya, ia tersenyum lalu pergi.

Sato Yuri menjelaskan kalau wanita tadi (Etsuko Kono) selalu gagal setiap tahunnya dan itu membuat Etsuko Kono terkenal layaknya selebriti Keibonsha.

    Etsuko Kono masuk ke ruang wawancara, banyak pewancara yang sudah mengenalinya. Etsuko Kono hanya tersenyum, iya ini aku, aku datang lagi.

    Terhitung sejak kelulusannya, Etsuko Kono sudah menjalani 7 kali interview di Keibonsha. Pimpinan Bagian Proofreader, Naoto Takehara terkejut dengan banyaknya interview Etsuko Kono. Lantas apa dia tidak bekerja di House Publising lainnya?.

    Etsuko Kono mengaku tidak melakukan itu, dia hanya berhasrat menjadi editor di Keibonsha. Etsuko sangat suka membaca majalah fashion terbitan Keibonsa, tidak.. levelnya sudah menjadi cinta. E.L. Teen, Lassy, C.C, Every, Enough. Dari semuanya, Lassy memberiku harapan dan impian semasa aku bersekolah SMA.

Untuk November 2004 mengangkat tema jaket gadis remaja dan jaket seorang putri, serta warna-warnanya yang memukau, Etsuko Kono memujinya habis-habisan. Pada Oktober 2005 tema yang diangkat adalah menyoroti Koordinasi Gaya Karismatik Editor Fashion pada Bulan ini. dan saat itulah Etsuko Kono jatuh cinta pada pertama kalinya pada bidang ini, sampai hari ini pun dia masih mengingat sensasi debar jantungnya. Dan suatu hari dia menyadari kalau Lassy adalah tempat seharusnya dia berada.

   Salah satu pewawancara mengerti minat Etsuko Kono untuk menjadi Editor Majalah Fashion, akan tetapi saat ini Keibonsha tidak membuka lowongan untuk Editor Fashion sekarang. Etsuko menjawab, dia tahu hal itu juga, tapi itu masalahnya, kejadiannya sudah beberapa tahun lalu… banyak Lassy bajakan/copy-an sehingga dari tahun ke tahun menurunkan tingkat penjualan Lassy, sehingga di tahun baru membuat Keibosha tidak sanggup menggaji editor fashion baru. Keibonsha memberikan banyak pekerjaan editingnya kepada editor temporer dan pekerja lepas. Tapi jika mereka mempekerjakan Etsuko Kono, Etsuko janji akan mendatangkan banyak pembaca dengan rencana kerjanya yang mantap. Etsuko maju ke depan dan membungkuk memohon kerja samanya.

   Mereka akan memikirkannya. Etsuko langsung berterima kasih berulang-ulang. Terima kasih, terima kasih, terima kasih..

  Etsuko mengamati pakaian Naoto Takehara, dia mendekat dan mengamati pin di dasi Naoto Takehara. Naoto Takehara bertanya, ada apa?.

Etsuko: Anda mendapatkan itu dari mana?

Naoto Takehara: Aku tidak ingat, memangnya kenapa?

Etsuko: Tidak, tidak ada apa-apa. Permisi.

   Editor Majalah Fashion, Morio Toyoko (Tsubasa Honda) masuk ke gedung, kemudian dia disapa Seshiru Imai dan Sato Yuri. Seshiru Imai mengingatkan Morio kalau tadi penulis Watanabe-san kemari. Morio tadinya biasa saja mendengar itu, tapi langsung terkejut sendiri dan mengecek buku catatannya. Seshiru Imai tanya, ada apa?, apa Morio lupa?. Morio mendesah sendiri “Apa aku bisa selesai?” ia baru ingat tadi saat keluar rumah pagi ini, Seshiru Imai menduga Morio begadang semalaman lagi. Morio mengaku dia sibuk melakukan proofreading semalaman.

    Morio pergi, dia dan Etsuko hampir bertabrakan saat berjalan dari arah yang berlawanan. Mereka saling meminta maaf, namun setelah agak jauh Etsuko sadar kalau dia mengenal wanita tadi. “Morio?”

Morio terbelalak kaget juga, Etsuko berjalan mendekatinya. Etsuko adalah senpai (senior) Morio di club renang saat sekolah dulu.

  Etsuko menghitung-hitung waktu, sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Umur 18 tahun lulus dan berarti sudah 10 tahunan Etsuko tidak bertemu dengan Morio. Etsuko pikir Morio kemari juga untuk interview kerja, dia menyemangati Morio jangan pantang menyerah. Lalu dia pamit pergi karena sedang terburu-buru.

Sepeninggalnya Etsuko, Seshiru Imai bertanya pada Morio apa dia mengenal wanita tadi?. Morio dengan cueknya bilang tidak kenal.

    Etsuko pergi ke sebuah tempat dan menemui seseorang.

   Etsuko Kono pulang dan disapa seseorang saat berjalan, Etsuko melewati sebuah toko. Etsuko berhenti sebentar untuk membeli beberapa majalah.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

Warung Oden Toisho…

    Etsuko Kono pulang, Oda Toisho menanyakan bagaimana wawancaranya Etsuko tadi. Etsuko yakin kali ini dia akan berhasil. Oda Toisho tidak terkejut dengan kata-kata itu, tahun lalu Etsuko juga mengatakan hal yang sama.

Oda Toisho: Apa kau lapar?

    Etsuko lapar, ia ingin makan lobak dan telur sambil berjalan ke dalam, Oda Toisho menyuruhnya cuci tangan dulu.

  Etsuko masuk ke ruangannya, dia melepaskan perhiasannya, berkumur, dan menyiram tanamannya di meja (hidroponik?, tanaman di dalam suhu ruangan?, #abaikan).

Setelah selesai, dia duduk merenung, ruangannya penuh dengan pernak-pernik dan majalah Lassy tentunya. Dari yang kita lihat, Etsuko bekerja keras demi menjadi editor majalah fashion impiannya.

   Etsuko Kono makan lobak, dan ditawari makan lobak lagi, Etsuko makan sambil membaca majalahnya. di samping kirinya Etsuko sana ada Higashiyama, lalu Kitakawa dan Nishida. Ketiganya membicarakan tentang interview Etsuko, mungkin kali ini akan berhasil atau sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Etsuko akan menerima surat penolakan seminggu setelahnya.

   Etsuko senang takjub sekali melihat Editor’s bag, para pria langsung ikut melihat gambar yang dimaksud. Etsuko menjelaskan, Editor’s bag adalah tas yang khusus ditujukan untuk para editor dan hanya orang-orang terpilihlah yang layak untuk tas tersebut. Tak lama kemudian ponselnya berdering,

   Etsuko dihubungi oleh bagian SDM Keibonsha. Para pria langsung terkejut dan berisik, Etsuko menyuruh mereka tenang. Etsuko rupanya diterima menjadi pegawai Keibonsha, akhirnya dia berhasil. Semuanya ikut senang, Etsuko menangis haru karena impiannya tercapai.

   Ketika berangkat ke Keibonsha, Etsuko menyalami Seshiru Imai dan Sato Yuri, mohon perlakukan aku dengan baik mulai sekarang.

   Etsuko masuk ke ruangan editor, memperkenalkan diri dan berharap mereka bisa bekerja sama dengan baik. Semua orang menatapnya lalu kembali ke pekerjaan mereka masing-masing, salah seorang mengatakan Etsuko Kono tidak diterima di bagian ini, dia akan bekerja di bagian lainnya. Silahkan datang ke basement dari lantai pertama, ruangannya ada di lorong.

  Ragu-ragu dia melihat ruangan tersebut. Tenang, sibuk, serius damai dan membosankan di mata Etsuko. Dia menyapa dengan sangat pelan, lalu Naoto Takehara datang. Menyambut kedatangannya di Proofreading Department. Naoto Takehara menutup pintu dan menunjukkan tulisan yang tertera di sana. Etsuko bertanya-tanya apa itu Proofreading?

   Naoto Takehara menjelaskan pada Etsuko, sebelum dokumen dicetak, tugasnya seorang proofreader adalah mengoreksi kesalahan penulisan, tanda baca dll (re: typographical errors). Dan mengecek kontradiksi serta kesalahan di dalam konten.

Etsuko: Aku tidak pernah mendengar pekerjaan semacam itu. Maaf, tapi di wawancara sebelumnya bukankah aku bilang aku ingin menjadi editor majalah fashion?. Kenapa anda malah merekrutku sebagai proofreader?

Takehara: Sayangnya, tahun ini kami tidak merekrut editor tanpa pengecualian. Bagaimana pun juga aku merekrutmu ke dalam Proofreading department.

   Etsuko tetap tidak mengerti kenapa dia yang dipilih. Menurut Takehara, Etsuko Kono adalah pilihan yang tepat untuk bagian ini karena kau Etsuko Kono.

Etsuko: Tapi kenapa harus aku?

Takehara: Mungkin karena kau Kono Etsuko-san. Disingkat,

Etsuko: Koetsu?

Kata Etsuko dengan bingung, baru menyadari candaan itu.

[Koetsu: Ringkas, sederhana, gak ribetnya adalah proofreader dan namanya Kono Etsuko diplesetkan menjadi Koetsu XD]

Takehara tertawa mendengarnya, Koetsu… dan jika Kono Etsuko bisa membuktikan dirinya sehingga diakui kemampuannya di Proofreading Department, Etsuko bisa pindah ke Department yang dia inginkan.

Etsuko: Benarkah begitu?

    Takehara langsung mendekati Etsuko dan menunjuk jauh ke atas, diikuti oleh Etsuko. Pintu ini akan membimbingmu menuju masa depanmu. Kenapa tidak coba dulu Proofreading Department?

      Naoto Takehara memperkenalkan Etsuko ke karyawan yang lainnya. “Semuanya, mohon perhatiannya sebentar. Aku akan memperkenalkan rekan baru kalian. Ini adalah Kono Etsuko,”

“Aku Kono, aku akan berada di sini sementara waktu. Mohon Kerja samanya,”

Rion Fujiiwa dan Mitsuo Yoneoka. Fujiiwa menyoroti kata sementara waktu “Sementara waktu?, huh?”

Kazue Sakashita bertepuk tangan. Yohei Aoki dan Meguro Shinichiro juga melihat Etsuko Kono. Takehara mempersilahkan Etsuko duduk, ia memberikan ID card pada Etsuko.

      Rion Fujiiwa memberikan pelajaran singkat pada Etsuko. Ia menunjukkan berlembar-lembar kertas naskah yang dikerjakan oleh Proofreader. Proof copy tersebut disebut galley,

“Zeeizee?” Etsuko mencoba membaca nama yang tertulis di lembar pertama.

“Maaf?” tanya Rion Fujiiwa heran. Etsuko bertanya, bagaimana kau membaca ini?

Fujiiwa: Itu adalah ‘Korenaga Koreyuki’

Etsuko: Korenaga Koreyuki?, itu nama yang aneh sekali?!

Fujiiwa mendorong bandelan pertama, mari kita mulai. Fujiiwa mendorong naskah lainnya ke depan Etsuko, mengambil selembar dan menunjukkannya ke Etsuko. Kami menyebut ini ‘folio’ digunakan untuk mengecek nomor halaman. Lalu membacanya untuk menemukan kesalahan penulisan, mengecek kesalahan penggunaan kata dan kanji. Dan membuatnya menjadi seragam.

    Next!, sebagai contoh… ‘ketika hero berbicara tentang dirinya sendiri’. Ketimbang mengecek Boku dengan tiga macam penulisan yang berbeda, lebih baik mengecek latar waktunya. Mitsuo Yoneoka memperhatikan keduanya sekilas,

    Dan ketimbang membaca susunan kalimatnya, tolong lihat pada tiap-tiap karakternya. Maka dari itu, kau bisa mengesampingkannya. Kesalahan yang terlihat jelas harus ditandai dengan pulpen berwarna merah, sebagai contohnya kalimat ini…, bisakah kau beri tahu aku dimana letak salahnya?

Etsuko membaca kalimat yang ditunjuk Fujiiwa. Etsuko bertanya-tanya adakah kesalahan di kalimat tersebut. Fujiiwa mengatakan ‘Manten’ berarti ‘langit penuh’ dan ‘Manten no hoshizora’ berarti ‘Langit yang penuh bintang’. Bagaimana pun juga, sebab ‘sora’ akan tumpang tindih, itu harusnya ‘Manten no hoshi’

    Etsuko tersenyum geli, ia baru sadar. Fujiiwa menjelaskan lagi, jika Etsuko menemukan kata-kata yang rancu dan perlu Etsuko pertanyakan, beri saran, maka kata-kata tersebut harus ditandai dengan pensil.  Fujiiwa memberikan contohnya, dia menarik garis keluar dari kata-kata yang dimaksud dan menuliskan pertanyaan/saran.

 

    Dan jika ada karakter yang ingin kau benarkan, lingkarilah kata-kata tersebut dan beri garis untuk koreksi. Seperti karakter ‘Toru’ (yang dilingkari gambar di atas). Jika ingin membatalkannya, coret saja garisnya dan tulis biarkan saja.

    Setelah selesai melakukan semua pekerjaan tersebut, sebagai proofreader Etsuko perlu memeriksa kontennya dan melihat pada fakta yang ada. Mungkin ada banyak informasi yang tidak terkait, jadi berhati-hatilah, apa masih ada pertanyaan?

Etsuko: Kapan kau beli pakaian itu?

Etsuko lebih tertarik pada setelan yang Fujiiwa kenakan. Etsuko menduga itu sudah 10 tahun yang lalu, apa mungkin Fujiiwa mendapatkannya bekas pakai dari kakak perempuannya?. Para pekerja yang lain tertarik menguping pembicaraan pakaian tersebut.

   Fujiiwa jadi serba salah, namun dia menjelaskan kalau dirinya adalah anak tunggal. Rion membeli setelan ini 13 tahun yang lalu di Department Store Shinjuku setelah dia diterima menjadi pegawai Keibonsha.

Etsuko: Itu sudah 13 tahun yang lalu!, aku mengerti,

Fujiiwa: Apa maksudmu?

Menurut Etsuko pakaiannya Fujiiwa kelewat tua dari perkiraannya dan sudah ketinggalan jaman, Etsuko segera meminta maaf. Para karyawan yang lainnya syok mendengar kata-kata Etsuko. Fujiiwa tidak berkutik, dia beranjak dari duduknya, ia lihat tatapan para karyawan padanya. Mereka langsung sok sibuk kembali setelah ditatap Fujiiwa.

   Fujiiwa mengobrol dengan Takehara, apa Kono Etsuko masuk lewat jalur nepotisme?, aku pikir dia tidak cocok menjadi proofreader. Dia juga tidak memperdulikan pekerjaan sebagai proofreader, dan masalah terbesarnya adalah kemampuannya membaca huruf kanji.

Takehara: Kanji?

Fujiiwa: Korenaga Koreyuki, Zeeizee. Begitulah dia membacanya. Aku mengerti kenapa dia membacanya Zeeizee. Tapi bagaimana dia bisa salah paham membaca ‘yuki’ kanji menjadi hiragana ‘e’?

Takehara tertawa mendengarnya. Fujiiwa protes, ini bukan waktunya untuk ketawa. Takehara menceritakan kejadian saat interview dengan Etsuko, saat itu Takehara mengenakan pin di dasinya dan ketika Takehara pergi ke tempat merek tersebut berasal, dia melihat Etsuko Kono di sana juga.

Flash back..

       Etsuko memegangi anting-anting yang serupa dengan pin di dasi Takehara. Ia menanyakan apakah mereka juga memproduksi pin dengan bentuk corak serupa?, pegawai tersebut berkata tidak. Rupanya seperti yang Etsuko duga, ini hanyalah anting-anting, bukannya pin.

Flash back end..

  Takehara berkata, seorang proofreader pekerjaannya adalah meragukan setiap kata yang ada. Sekali mereka ragu, meskipun pihak ketiga yakin kata itu benar. Proofreader tidak akan percaya sebelum melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Itulah kenapa Takehara-san yakin Etsuko cocok sebagai Proofreader.

Fujiiwa kesal, “Maaf saja.. tapi tidakkah bukan hanya itu yang ada dipikiranmu Takehara-san?”. Takehara, “Mungkin.. , kau baru melihatnya sehari. Tidak bisakah kau melihatnya sedikit lebih lama lagi?”

“Dia bilang dia akan di sini sementara waktu” Fujiiwa mengingatkan ucapan Etsuko saat perkenalan tadi.

“Benar, dia bilang begitu tadi”

      Mitsuo Yoneoka menunjukkan tempat-tempat pada Etsuko. Tempat Editor biasanya menukar berkas, juga tempat yang sering digunakan untuk mencetak, kamus di perpustakaan proofreading department bisa digunakan bebas.

    Etsuko tertarik melihat rumah buatan di perpustakaan. Mitsuo membuat itu berdasarkan cerita novel, Mitsuko sering membuat model rumah saat sedang melakukan tugasnya mengkoreksi sebuah novel. Etsuko memuji Mitsuo yang hebat sekali.

      Seseorang dari Literary Editor Department, Hachiro Kaizuka datang ke proofreading department. Dia marah, siapa yang mengutak-atik novel terbarunya Miyamoto Saeko?. Mitsuo mengangkat tangan, dia yang mengerjakan proofreadingnya.

      Kaizuka kesal pada Yoneoka, kenapa konstruksi ruangan di villanya tidak bisa mengakses balkon?. Penulisnya bisa marah kalau begini. Mitsuo lalu menunjukkan rumah buatannya sesuai novel.

    Kaizuka marah-marah dan membuat telinga para proofreader lainnya panas namun mereka fokus pada pekerjaan mereka, Kaizuka mencemooh Mitsuo seolah-olah Mitsuo punya banyak waktu untuk membuat rumah-rumahan selain pekerjaannya proofreadingnya.

    Mitsuo menjelaskan keraguannya, menurut Mitsuo yang tertulis di novel tidak masuk akal jika direkonstruksikan pada rumah buatannya yang sudah ia sesuaikan dengan novelnya.

    Kaizuka tidak terlalu perduli, itulah kenapa fiksi disebut fiksi. Jadi pemikirannya Mitsuo tadi tidak diperlukan untuk mengkoreksi penulisnya. Kaizuka memegang rumah Mitsuo dan menjelaskan teorinya, ia sampai membuat rumah Mitsuo rusak. Mitsuo mengambil dindingnya dan melekatkannya kembali.

   

        Kaizuka langsung pergi, Etsuko menanyakan ketidaksopanan Kaizuka yang tidak meminta maaf pada Mitsuo. Harusnya Kaizuka meminta maaf setelah menyerang orang seperti tadi. Kaizuka menoleh, heran siapa wanita yang baru bicara padanya.

Etsuko semakin marah karena Kaizuka menggunakan kata ganti ‘omae’, kata ganti ‘kau’ tidak formal untuk orang asing. Padahal mereka baru bertemu sekali ini. Kaizuka kesal, dia hendak mendekati Etsuko namun ditahan oleh Takehara. Takehara meminta Kaizuka lebih tenang,

Kaizuka: Takehara-san, siapa wanita kasar ini?

Etsuko: Kau 100 kali lebih kasar daripada aku, dasar kau gurita!

    Kaizuka tidak terima disebut gurita oleh Etsuko. Naoto Takehara mencoba menahan Kaizuka jauh dari Etsuko sebisa mungkin, dia memperkenalkan keduanya. Editor dan Proofreader memiliki hubungan yang erat. Etsuko membungkuk sopan, Kaizuka pergi lagi.

   Kepala Editor Lassy, Kamei Sayaka menjelaskan tentang perburuan model pria Lassy nantinya. Model tersebut akan menjadi model pria eksklusifnya Lassy. Lalu semuanya bubar.

    Morio dipanggil oleh Wakil Editor Nozomi Hanato untuk mulai mencari kandidat model minggu ini. Setelah itu pikirkan juga proposal planning 10 pakaian baru. Untuk planning pakaian putihnya, cek sampel warnanya dan konfirmasi ke tokonya. Dan untuk Perjamuan Loiret, jawab kita akan menghadirinya. Setelah itu atur produk-produk baru yang dipesan dihari peluncurannya.

 Nozomi Hanato lalu pergi untuk melakukan interview. Morio kembali ke mejanya, melakukan tugas sesuai perintah.

    Etsuko melakukan proofreading, ia membalik kertasnya tetapi Fujiiwa menahannya. Karakter batunya di Iwami Ginzan menjadi sebuah batu cadas. Dibacanya ‘iwa’ tapi di kanji maksudnya ‘batu’. Itu salah satu kesalahan kata benda yang sering terjadi.

Etsuko: Huh?, tapi bukan di chapter novel ini.

Fujiiwa: Apa maksudmu?

   Etsuko pikir karena ini adalah novel fiksi jadi tidak masalah kalau salah. Seperti beberapa waktu sebelumnya Editor Kaizuka mengatakan hal semacam itu. Fujiiwa menyuruh Etsuko jangan terlalu mendengarkan Editor Kaizuka. Alurnya yang benar adalah galley sampai di proofreader dan sebelum hasil proofreading dikembalikan ke penulisnya, Editor harus mengeceknya. Tapi dalam kasusnya Kaizuka  tidak melakukan hal seperti itu.

      Pokoknya Fujiiwa ingin Etsuko mengerjakan proofreadingnya dengan benar, sekalipun itu fiksi.. nama-nama tempat harus sesuai dengan kenyataan. Jika Etsuko ada pertanyaan sekecil apapun tanyakanlah padaku.

Etsuko mengeluh repot sekali pekerjaannya ini?. Fujiiwa berbisik ke Etsuko, jika kau menemukan kesulitan di tingkat ini, itu artinya kau tidak cocok bekerja di sini.

    Seshiru Imai mengajak Morio jalan bersama setelah Morio menyelesaikan proofreadingnya. Etsuko mendekati keduanya.

“Morio?”

“Ah, Senpai kau berhasil lolos dengan baik ya?”

“Aku lolos, aku lolos, tapi di Proofreading Department.”

“Proofreading?”

Etsuko antusias bertanya di bagian mana Morio bekerja. Morio ragu mengatakannya.

—–|| Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

      Malam harinya, Etsuko kesal kenapa Morio bisa menjadi editornya Lassy. Pakaiannya saja tidak fashionable. Editor fashion macam apa Morio ini?. Padahal dulu Morio waktu sekolah kerjanya hanya belajar saja, dia selalu langganan ranking 1. Seshiru terkejut Morio dulu begitu.

    Sedangkan Etsuko mati-matian menurunkan berat badan agar muat pakai pakaian yang dia sukai, semua yang dia lakukan hanyalah demi menjadi Editornya Lassy. Morio sembari melihat-lihat foto di sosmed, ia sedang mencari model pria.

Etsuko kembali dari mengambil minum, dia masih kesal pada Morio. Apa kau tahu berapa lama aku menginginkan menjadi editor fashion Lassy?, tidakkah kau tahu aku melakukan tesnya?. Morio dengan santai berkata, yah… inilah hasilnya. Matanya masih sibuk melihat ponsel.

Etsuko yang mabuk masih marah-marah. Hasil kau bilang?. Hasilnya kau menjadi editor fashion Lassy tanpa berjuang sekeras dirinya. Etsuko sudah lama memimpi-mimpikan menjadi editor Lassy, dia mungkin membeli baju di mall atau membuatnya sendiri. Saat Etsuko masih bersekolah di SMA, dia hanya ingin menjadi editor majalah fashion.

Etsuko mengambil salah satu majalah. Etsuko membayangkan dirinya mengenakan pakaian bagus, tersenyum layaknya model. Ia sungguh ingin hidup fashionable, menghabiskan waktu dengan kesenangannya. Ia terus melakukan tesnya tanpa mengenal menyerah, akhirnya diterima di Keibonsha tapi kenapa malah menjadi Proofreader?. Etsuko tersedu-sedu sendiri.

     Morio berkata, “Aku hari ini juga kaget kau diterima di Proofreading Department”. Seshiru mengingatkan kata-kata Morio tadi tidakkah kasar?. Dengan polos Morio tanya, apa aku mengatakan sesuatu yang buruk?.

Etsuko meracau lagi, ini parah.., sekalipun aku karyawan baru, tidak ada seorang pun yang kelihatan tertarik. Aku direkrut hanya gara-gara namaku.

Nama?, Seshiru heran. Etsuko berkata, Kono Etsuko, disingkat Koetsu, itu lawakan. Morio dan Seshiru geli dengan pernyataan Etsuko tersebut.

   Morio menemukan seseorang yang menarik perhatiannya, seorang pria yang tidak sengaja tertangkap kamera saat beberapa orang mengambil gambar. Etsuko sendiri masih berbicara melantur, demi membiayai hidupnya, setidaknya dia harus bertahan 3 bulan dan menjadi editornya Lassy.

“Morio!”

“Eh?”

“Lihat sini!, lihat sini!” Etsuko berjalan mundur, “Lihat sini, aku hanyalah proofreader!”

Etsuko lalu melompat ke kasurnya, tidur tengkurap. Seshiru terkejut, dia tidur?. Morio tidak kaget, ternyata Etsuko masih belum berubah. Etsuko selalu melampiaskan semuanya, berbicara sampai lelah dan jatuh tertidur.

Seshiru: Lucunya.., dia seperti anak kecil.

   Morio mengambil selimut di dalam lemari. Seshiru takjub melihat barang-barang di dalam lemari, Etsuko Kono pasti orangnya sangat fashionable. Morio terkejut bahkan di atas bantal Etsuko ada majalah Lassy.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

    Pagi hari, Etsuko sibuk melakukan pekerjaannya. Orang-orang juga sibuk dengan tugas mereka, Rion Fujiiwa kesal karena Nobuyoshi datang terlambat. Nobuyoshi ada sedikit masalah tadi. Rion tidak mau dengar alasan Nobuyoshi. Nobuyoshi menyerahkan barangnya ke Rion Fujiiwa.

  Mitsuo memandangi Nobuyoshi, Nobuyoshi membalasnya dengan senyuman sopan. [ini gw ga ngerti kenapa Mitsuo jadi centil ke Nobuyoshi, jangan jangan… XD]

Takehara meminta maaf sehingga membuat Kaizuka menunggu lama. Proofreader Department menjadi sibuk sekali karena Takehara tidak menyangka pekerjaan mereka menjadi tumpang tindih seperti ini. Kaizuka memberikan naskahnya ke Takehara, tidak perlu terburu-buru menyelesaikannya.

   Kaizuka penasaran siapa yang akan mengerjakan naskahnya Hongo-Sensei. Takehara akan membacanya dengan cepat. Ia pikir Kono Etsuko yang akan mengerjakan naskahnya Hongo-Sensei. Semua orang tertegun mendengar pernyataan pimpinan mereka tersebut. Kaizuka menyela, tidakkah terlalu dini memberikan tugas tersebut pada pemula?.

Ya, Takehara-san mengerti ini memang terlalu cepat. Tetapi ia pikir Kono Etsuko mampu melakukannya, jika tidak dicoba sekarang kapan lagi?. Tidak tidak.. Kaizuka tetap tidak sependapat, tingkatan Kono pantasnya adalah mengurusi percetakan rumahan atau perusahaan majalah. Kenapa Naoto Takehara menyerahkan karya barunya Hongo-Sensei padanya?.

    Etsuko mendekati keduanya, dia tampak antusias. Ia masih tidak menyangka, itu karya terbarunya Hongo-Sensei?. Penulis novel genre Erotic Mystery  Hongo Daisaku?. Etsuko bersedia melakukannya, ia mengambil naskah tersebut. Kaizuka menariknya kembali, dia tidak mau Etsuko Kono yang mengerjakannya, penulisnya mungkin akan marah nanti.

Etsuko tahu itu karena Kaizuka seringnya langsung memberikan naskah hasil proofreading ke penulisnya sebelum editor cek. Mereka berebut naskah, Kaizuka kekeuh kalau tugasnya editor itu adalah membantu penulis membuat tulisannya laku terjual. Bukannya mengecek kesalahan penulisan. Dan asal kau tahu, Hongo-Sensei adalah penulis terkenal yang menjual 1 juta eksemplar buku secara konsisten. Separuh novelnya terjual dari Keibonsha. Dia adalah penulis besar, jadi aku tidak bisa membiarkanmu mengerjakannya.

     Etsuko pun ingin berbuat semaksimalnya nanti, Takehara-san menghentikan keduanya dengan mengambil naskah tersebut. Mereka harus berhati-hati pada galley ini. Takehara meminta Kaizuka setuju membiarkan Etsuko mengerjakan proofreadingnya. Takehara berjanji akan membacanya kembali nanti dan akan bertanggung jawab apapun yang terjadi.

Dengan berat hati Kaizuka melepaskannya. Etsuko senang sekali, tetapi masih sebal dengan Hachiro Kaizuka. Etsuko segera kembali ke mejanya.

   Morio datang ke sebuah kantin Universitas, dia menanyakan adakah yang mengenal seseorang dalam foto yang dia tujukan pada mereka?. Kedua gadis tersebut tidak tahu siapa pria tersebut, tapi tampan juga.

Morio bertanya kesana-kemari. Hasilnya nihil.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

  Upload: 12 November 2016 Reupload: 7 Juli 2017

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s