Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 8 Part 2

     Ini sudah bukan tempat kami berada lagi… Tersudutkan, Azusa dan Ryuuji untuk mencari tempat peristirahatan terakhir, mereka menuju Tohoku dengan kereta. Saat berjalan di hamparan salju, mereka berdua akhirnya menemukan tempat yang mereka tuju. Keesokan harinya, di bawah pohon besar… Mereka berdua ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi berpelukan. Sebagai simbol cinta sejati mereka,

 

disekitar tempat mereka, semuanya “Sudah tertutup oleh salju putih yang bersih”.

“Tunggu sebentar. “Sudah tertutup oleh salju putih yang bersih”? Kalau begitu bagaimana dengan jejak kaki mereka yang tidak ada? Lalu bagaimana caranya mereka bisa sampai kesini?”

“Kalau di pikirkan lagi benar, bukan? Setelah mereka mati, butiran salju langsung jatuh dan menutupinya.”

“Tidak, di 2 halaman sebelumnya, tertulis “Salju berhenti turun pada tengah malam”.”

“Ah.. Kalau begitu.. Tolong diganti. “Salju terus turun hingga subuh”

“Tidak, kalau seperti itu keesokan paginya mereka tidak bisa ditemukan. Terlebih lagi “Sudah tertutup oleh salju putih yang bersih” ini Bagian ini apa boleh diganti?” Sela Kono

“Tidak! Sudah tertutup oleh salju putih yang bersih. Bagian ini harus tetap seperti itu.” Kata Aoi-sensei berapi-api.

“Kalau begitu dengan mereka naik helikopter, mereka bisa sampai kesini, bagaimana?” Saran Kono

“Eh? Apa yang kamu katakan! Kenapa, pasangan bunuh diri tersebut tidak naik helikopter, kan!”

Kaizuka memintakan maaf karena Kono menyarankan yang tidak-tidak. Bukannya marah Aoi-sensei justru mempertimbangkan idenya Kono yang masuk akal tersebut. Sebagai kenangan terakhir, dari atas langit mereka melihat pemandangan salju.

Etsuko mengungkapkan pendapatnya. Sepasang sejoli yang bersedia mati dari atas pesawat… Akan menjadi pemandangan yang indah, menurutku. Jadi.. mereka berdua adalah anggota lari lompat jauh. Kaizuka gerah mendengar ide aneh tersebut, oi! Kenapa pasangan bunuh diri tersebut sama-sama anggota klub lari lompat jauh?

“Tolong diam!” Kata Aoi-sensei.

“Ehh?” Kaizuka tidak mengerti. (Sabar Tako-chan.. beginilah kalau dua orang gila ngumpul jadi satu.. Wkwkwkwk)

“Awalnya mereka adalah teman sekelas waktu SMA. Kemudian, mereka satu klub lari lompat jauh, dan menjadi sahabat saat perlombaan. Makanya sebagai kenangan terakhir, agar sama seperti waktu itu, mereka lari dan melompat!”

“Sehingga, tidak ada bekas jejak kaki di atas salju.”

“Boleh juga! Itu bisa!”

Kaizuka linglung dengan pembicaraan ini.

“Sebagai tambahan, rekor lari lompat jauh bagi anak SMA yaitu untuk laki-laki adalah 7m 96cm, sedangkan perempuan 6m 44cm. Dalam radius 5m ini, jejak kaki tidak dapat dibuat. Cukup masuk akal.”

“Sekarang tinggal ini… “Tadi malam, Azusa salah satu pasangan bunuh diri mengenakan kaos dalam berwarna merah.” akan tetapi, hari ini dia memakai baju berwarna putih. Untuk memperjelas, bagaimana jika kaosnya tidak dipakai. “

“Kaos dalam… Ah tapi, kaos dalam merah dan baju putihnya juga ingin kugunakan.”

“Kalau begitu, bagaimana kalau diganti. Pakaian ini tidak terbuat dari bahan cotton. Namun jika diganti dengan bahan Wool tidak akan terlihat, karena tidak tembus.”

“Ayo pakai itu! Kamu itu dapat diandalkan, ya!”

“Terima kasih banyak.”

~ * Pretty Proofreader Kono Etsuko *~

Ini adalah hari yang sudah ditentukan bagi kami. Selalu menahan diri dari publik… pertama kalinya kami keluar untuk pergi berkencan. Tempatnya… Nezu Kaiwai. Museum kecil yang kebetulan kami lewati. Kami membeli towel yang sama.

“Ah Sensei bukankah ini bagus.” Kono memilihkan towel ke Aoi-sensei.

“Ehh bukankah terlihat biasa saja?”

“Bukankah sama denganmu.” Sama-sama mencolok kalau pakai baju.

Kaizuka kemudian menunjukkan satu yang motifnya ramai bunga-bunga. Menurutnya wanita cocok dengan yang seperti ini.

“Norak!” Seru Kono.

“Cerewet!” Kaizuka tidak terima.

“Norak!” Kata Aoi-sensei.

“Eh!”

Mereka lalu membeli Taiyaki sembari mengecek naskahnya. Saat membeli satu taiyaki, dibagi dua dan kami berdua memakannya. Karena rasa lembut yang manis ini, 2 hati yang tersambung menghadirkan sebuah keyamanan.

Penjualnya memuji Aoi-sensei dan Kono adalah ibu dan anak yang sama-sama cantik. Aoi-sensei membenarkannya, iya.. anakku cantik bukan?. Kono meminta maaf.

Mereka melanjutkan perjalanan, sekarang foto-foto di jembatan.

Yukito memuji Ame saiku (pembuat permen yang bisa dibentuk-bentuk di Jepang). Ia ingin dengar cerita dari pria itu mengenai pekerjaannya.

     Aoi-sensei senang karyanya bisa lancar dengan bantuan Kono. Ia memuji kinerja Editor Kaizuka yang cakap. Tiba-tiba Aoi-sensei terjatuh, Kono membantunya bangkit. Aoi-sensei beralasan ini karena belum makan seharian. Menulis membuatnya lupa makan.

Kono izin meminjam dapurnya.

Di kantor, Kaizuka memuji dulu Aoi-sensei bersama Kaizuka-san adalah partner yang hebat. Menghasilkan banyak buku yang bagus. Takehara berkomentar kalau Aoi-sensei orangnya memang keras, pernah suatu malam menelfonnya minta dibelikan cheese cake tapi berubah pikiran ingin kue lainnya. Entah sudah berapa ponsel pula yang ia rusakkan selama itu. Aoi-sensei melalui karya-karyanya telah banyak mempengaruhi Takehara-san menjadi lebih bersemangat dan positif.

Kono memanggil Aoi-sensei ketika makanannya sudah siap. Sensei tidak menyangka dibalik penampilan Kono ia ternyata pandai dalam urusan masak-memasak. Kono minta jangan menilai orang dari penampilannya.

Makanannya enak sekali menurut Aoi-sensei, suasana hangat seperti itu dipikirnya tidak ada di dunia ini. Ia selama ini menulis cerita-cerita menyakitkan sebagai pelarian dirinya. Kono terenyuh mendengarnya. Kemudian Aoi-sensei mulai memikirkan tentang menu makanan pasangan yang bunuh diri itu.

Ah.. sensei, jangan sekarang. Kumohon sekarang fokuslah makan. Potong Kono.

Morio memanggil Kaizuka. Ia menunjukkan foto perhiasan untuk digunakan bukunya Aoi-sensei. Ia dengar senpai-nya meninjau karyanya, jadi ia pikir perhiasan ini cocok. Kaizuka ikut senang, ia akan menanyakannya ke Aoi-sensei.

Di hari lainnya, Kono masih berkutat dengan naskahnya Aoi-sensei. Kaizuka datang dengan naskah terakhirnya, tolong dikoreksi kesalahan katanya saja. Kono heran. Kaizuka sebenarnya tidak ingin memberitahu semuanya perihal sakitnya sensei, sudah cukup lama ia tutup mulut. Semalam sensei pingsan dan sekarang sudah dirawat di Rumah Sakit, kata dokter penyakitnya sudah menyebar.

Sekarang yang terpenting adalah kesehatannya sensei, Koetsu. Terima kasih sudah menjawab karyanya sensei dengan sekuat tenaga. Permisi..

Tunggu!,aku tidak bisa menerimanya. Kono yakin sensei juga tidak bisa menerimanya bukan? Sensei juga sudah berusaha keras demi karya ini. Kalau diperiksa setengah-setengah sensei pasti tidak bisa menerimanya, ‘kan?

Kaizuka bersitegang dengan Kono, jika diteruskan bukankah ini mempertaruhkan nyawa beliau?. Kono ingin bertemu sensei. Takehara-san berpikiran sama dengan Kono, karena menurutnya sensei selalu mempertaruhkan nyawanya di setiap novelnya.

      Mereka di rumah sakit. Kono berkunjung setelah Takehara-san. Sensei berkata ia akan melakukan yang terbaik demi karya terakhirnya ini. Kono sedih, baginya ini bukanlah karya terakhir sensei.

Salju lembut yang turun dari atas, membuat dua bayangan yang berdekatan bertemu, berubah menjadi salju.

Takehara membantu menulis sementara Aoi-sensei berbicara.

Waktu itu.. pertama kalinya aku menyadari arti dari kita berdua menjadi satu. Shoon.. kau punya anak buah yang luar biasa. Pertama kalinya ada yang mengerjakannya dari awal hingga akhir. Sakurawa-sensei menyesal karena pertemuannya dengan Takehara membuat Takehara mengalami kesulitan. Seandainya mereka tidak bertemu pasti sekarang Takehara menjadi Editor yang hebat.

Takehara menanggapi, dirinya tidak menyesal sama sekali. Novel yang kamu tulis dengan sekuat tenaga, dan hari demi hari yang sekuat  tenaga kamu lewati demi menulis,bagiku itu adalah hal yang tak tergantikan.

Bagiku sekarang ini adalah pekerjaan yang luar biasa, meski cahaya matahari tak terlihat lagi… meskipun tidak ada lagi yang memujiku, kupastikan pekerjaan ini adalah tempat untuk selalu mendukungnya. Koetsu adalah pekerjaan dimana seseorang terus maju untuk berusaha sekuat tenaga dan berusaha sekuat mungkin membantu penulis. Takehara mencintai pekerjaan ini..

   Novelnya sudah jadi, Sakurawa sensei sudah keluar dari rumah sakit. Menurut Takehara sifat keras kepala sensei kembali lagi, itu berarti dia sudah sehat. Kono dapat pesan dari sensei, ide novel terbaru sudah ada dan selanjutnya ia minta Kono yang meninjaunya.

     Yukito menunjukkan ketertarikannya pada mereka yang mencintai pekerjaan mereka, ini adalah hal yang sangat berbeda dari tulisannya yang lain. Namun Yukito ingin sekali menulis ini. Kaizuka setuju, mari kita coba.

Kono menceritakan soal Sakurawa-sensei. Kemudian hati-hati Kono mengutarakan kekhawatirannya jika hubungan mereka menjadi Shizen Shoumetsu. Yukito-kun sangat sibuk menjadi model dan penulis. Selama ini aku menahannya, padahal kan kalau ingin bertemu tinggal katakana saja. Shizen Shoumetsu.. yah, padahal kita memang belum..

Yukito menyelanya, bukan Shizen Shoumetsu.

“Aku menyukai Ecchan. Perasaan ini bukanlah Shizen Shoumetsu.

“Yukito-kun..”

Taisho diam-diam menguping, sudah hentikan. Sudah waktunya bagiku menerima hal ini. Yukito dan Etsuko serba salah. Yukito lalu ganti topiknya, Ecchan! Aku menemukan sesuatu yang ingin kutulis!

Eh, iya? Benarkah?. Tanya Kono antusias.

Morio dan Kaizuka bersama. Morio senang berkat bantuan mereka penggarapan novelnya Sakurawa-sensei berjalan lancar. Berkat Kaizuka-san pula Morio bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Kaizuka balik memuji Morio, karena bantuan Morio ia benar-benar bersyukur.

Morio merendah, tidak.. tidak. Karena kita sama-sama saling membutuhkan. Mulai sekarang, mohon kerja samanya!

“Nee.. Morio-chan..”

“Hmm?”

“Ano.. “ Kaizuka menenggak minumannya baru melanjutkan bicaranya “Denganku..”

“Berkencanlah denganku..” Kata Kaizuka dengan suara opung-opung TBC atau radang tenggorokan *HHHHHHH. Kaizuka tersedak saking groginya.

“Jadilah pacar…” Kaizuka masih dengan suara opung-opung TBC-nya XD

Morio tidak langsung percaya. “Bercanda ya?”

“Tidak, aku tidak bercanda.. Aku benar-benar serius.” Suara Kaizuka sudah normal kembali. Morio tidak enak menjawabnya, bukankah ini terlalu cepat untuk menuju kearah itu? Bukannya apa….

“Ano.. bukan seperti itu maksudku, hanya saja orang yang selalu dekat denganku, aku memikirkannya saat berpisah dengannya. Hanya saja aku juga tidak begitu memahaminya.”

    Kono dan Yukito masih mengobrol.

“Eh apa? Sesuatu yang ingin kamu tulis. Hmm, masih rahasia.”

“Eh apa? Aku ingin tahu.”

“Taisho apakah ada saran!”

“NO.”

“Orang yang selalu dekat?” Tanya Kaizuka.

“Eh ahh Tidak… Tidak ada apa-apa kok. Tolong jangan dipikirkan. Ano.. Lupakan saja.”

“Hari ini ada menu baru, lho.”

“Eh apa?”

“Hei, Uinnaa!”

 

Advertisements

Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 8 Part 1

     Etsuko menceritakan dirinya yang sudah dipercayai Hongo-sensei untuk menjaga Yukito. Shesiru ikut senang mendengarnya, ia menyarankan Kono untuk segera mengarahkan hubungannya lebih kuat lagi dengan tidur bersama, Yukito kan sudah keluar dari rumahnya Morio. Kono dan Taisho terkejut dengan idenya Shesiru ini.

Kono mengelak hubungannya belum sejauh itu, pacaran saja belum, lagipula Yukito terlihat sibuk sekarang. Menjadi model sekaligus penulis.

Shesiru berpedapat, itu tidak baik.. nanti hubungan mereka menjadi Shizen Shoumetsu, dalam hubungan mereka akan sulit bertemu karena terlalu sibuknya dengan pekerjaan dan lain hal. Shesiru minta senpai untuk memastikan sendiri perasaannya.

Kono tertawa garing dengan nasehat tersebut, Shesiru ini masih kecil ya.. dengar, bagi orang dewasa itu yang terpenting dalam menjalin hubungan adalah saat kita tidak bisa bertemu, itu bagian dari cinta yang sedang tumbuh.

Tidak, Kono tidak sedewasa ucapannya didepan Shesiru. Setelahnya ia uring-uringan di dalam kamar. Bagaimana ini? 5 hari tidak bisa bertemu dengan Yukito-kun! (5 hari? Masih mending itu maaah… )

Kono mulai membayangkan jika ia dan Yukito bertemu tapi Yukito sudah terlalu lelah dan tidak terlalu menanggapinya. Tidak.. tidak tidak tidak tidak!!!

~Jimi Ni Sugoi!~

     Pakaiannya Masamune dan Yoneoka sama, Kono dan yang lainnya kagum melihat mereka berdua. Masamune beralasan kalau Yoneoka orangnya fashionable jadi mereka ingin sepertinya dan baru-baru ini belanja bersama.

Kaizuka datang ke Koetsu Dept. membawa naskahnya Sakurawa Aoi Sensei. Kaizuka bertanya ke Takehara-san siapa yang akan menangani naskah ini? Takehara mengedarkan pandangannya, semuanya sibuk dan Kono yang terlihat agak santai sedikit. Keduanya sepakat, tentu saja.. sudah jelas.

Takehara meminta Kono mengerjakannya dengan baik, terlebih Sakurawa Aoi Sensei orangnya keras, tidak suka dengan orang yang setengah-setengah dalam bekerja. Kono semangat, ia akan mengerahkan kekuatannya dua kali lipat dari biasanya!

Kono mulai mengerjakannya, ia merasakan pergolakan batin yang teramat sangat. Kenapa tokoh utama dalam novel ini terlalu sempurna dan kemana pun ia pergi selalu dipuja?. Terlebih lagi dengan kata-kata, tiap kali wanita itu pergi pasti ada saja pria yang selalu ingin dengannya.. memberikan waktu dan uangnya. Ini sangat menjengkelkan bagi Kono mengingat ia dan Yukito jarang bertemu.

Takehara-san sedari tadi terus mengecek Kono, mengkhawatirkan novel Sakurawa Aoi Sensei maksudnya.

Yukito menelepon Kono dan mengajaknya makan siang bersama. Kono antusias, ia menemui Yukito dengan naskahnya. Fujiwa heran mengapa Kono membawa naskahnya segala?. Lagi-lagi di mejanya.. Bucho Takehara-san juga nampak gelisah karena naskah tersebut.

“Ecchan! Di sini!” sapa Yukito dari tempatnya duduk

“Maaf terlambat Yukito-kun…”

Dalam hati Kono berkata “Bagaimana pun, sudah sewajarnya perempuan membuat laki-laki menunggu. Saat laki-laki sedang menunggu,itu adalah harapan bagi perempuan.”

Kono duduk, Yukito berkata ” Ecchan, rasanya lama tidak berjumpa.”

“Iya! Aku selalu ingin ketem….” Kono keceplosan.

“Ketemu?”

Perempuan itu selalu ceplas ceplos, namun jangan pernah mengucapkan kata “ingin ketemu”.

“Ada es Cafe au lait ?” Kono mengganti katanya.

“Ah iya, etto… adanya es cafe latte gak apa-apa ya, sama juga kan.” Tawar Yukito

“Cafe au lait dan Cafe latte dua-duanya merupakan kopi susu. Tetapi Cafe au lait hanya memakai kopi biasa, sedangkan Cafe latte memakai kopi espresso. Dan lagi, antara Cafe latte dan Cappucino. Keduanya merupakan kopi espresso yang dicampur susu. Namun takaran dan kualitas susunya berbeda. Susu yang ada pada Cafe latte menggunakan susu segar yang tidak berbusa. Sedangkan susu yang ada pada Cappucino menggunakan susu segar yang memiliki busa, dan beruap karena itulah, keduanya benar-benar berbeda.” Jelas Kono panjang lebar, Yukti bengong mendengarnya.

Dalam hati Kono mengingatkan dirinya, Sudah menjadi kebiasaan bagi perempuan ingin serba tahu, namun jangan menampilkan hal yang tidak perlu.

Kono menyesal, ia bersikap berlebihan lagi. Huf..

Yukito bertanya dari mana Ecchan tahu semuanya itu?. Kono bilang, ia baru-baru ini meninjau buku mengenai barista. Yukito kagum, ia memuji Ecchan luar biasa! Pekerjaannya Ecchan itu menakjubkan.

“Benarkah? Benarkah?”

“Iya,”

“Syukurlah,”

~Jimi Ni Sugoi!*~

   Di rumahnya Kono, Shesiru menyiapkan makanan bergaya Italia. Fujiwa berkomentar, jadi inilah menu yang ada kalau para wanita sedang berkumpul. Morio agak enggan mengiyakannya, itu.. ada satu orang yang bukan perempuan di sini.

Si bukan perempuan itu memuji-muji makanan Shesiru enak sekali. Yap! Yoneoka berubah menjadi gemulai dan centil (Plis deh… ini orang dikardusin paketin ke istana Negara, atau karungin ekspedisi ke Somalia bisa gak sih? XD )

“Hmm~! Enaknya! Sesiruna ini yg terbaik!”

“Aku dipuji! terima kasih Yoneokacchi!”

Kono bertanya mengenai novelnya Sakurawa Aoi Sensei ada ungkapan-ungkapan jaman sekarang yang kurang Kono mengerti. Shesiru mencontohkannya dengan Yoneoka, pertama-tama keduanya duduk berhadapan.. lalu pasangan kita menirukan hal yang sama. Shesiru dan Yoneoka mengambil makanan dengan sumpit, mencelupkannya ke saus, kemudian memakannya dan berseru Hmm~..

Inilah miraaringgu kouka. Pasangan melakukan hal sama dengan kita sebagai bukti kita menyukai pasangan kita.

      Lalu kurosu kouka itu bagaimana?. Tanya Fujiwa. Shesiru dan Yoneoka mempraktekkannya, keduanya menggerakkan tangan mengatur rambut dengan sekeren mungkin, semenawan mungkin. Kono tidak mengerti apa gunanya itu? Morio cobalah..

Morio mencobanya, ia terlihat menawan sekali. Membuat semuanya kagum. Kono senang, konfirmasi clear!

 Fujiwa bilang ia lain kali akan mencoba yang seperti itu ke Kuutan juga. Kuutan adalah suaminya, namanya Sakurawa Aoijadii singkat menjadi Kuutan. Keempatnya menatap Fujiwa dengan datar, tidak mengerti dimana singkatan Kuutan bisa Ayano Koji Kimiharu?. (HHHHH, jauuh)

Morio membantu Kono bersih-bersih. Morio meminta maaf karena sebelumnya tidak mengatakan Yukito tinggal di rumahnya. Kono tidak masalah, bagaimana pekerjaannya Yukito sebagai model?

Morio menjawab, baik-baik saja.. namun nampaknya Yukito sedang sibuk dengan hal lainnya.

Yukito bersama Editor Kaizuka. Editor Kaizuka melihat lembaran yang diabawanya, baginya ini bukan masalah menarik dan akan berhasil nantinya. Tapi adakah hal-hal yang sedang membuat Korenaga-san tertarik hingga ingin menulisnya?

Yukito tampak berpikir setelahnya.. Hal yang menarik ya..

Kaizuka menunjukkan rancangan cover buku ke Sakurawa Aoi-sensei. Wanita eksentrik itu tidak suka dengan covernya, ia menuju Koetsu Dept. Kaizuka mengejarnya, menahan Sakurawa Aoi-sensei jangan ke sana.

“Takehara!!”

Keduanya maju perlahan-lahan, kau apa yang kau lakukan di sini? Ini bukanlah tempatmu seharusnya berada. Kata Sakurawa Aoisensei.

“Sudah kuduga,  semua ini salahku.” Sakurawa Aoi-sensei membuka kacamatanya,

“Shoon.” Panggil Sakurawa Aoike Takehara-san.

Keduanya kemudian berpelukan dengan dramatis.

Semua orang terkejut melihat adegan drama romantis tersebut (HHHHH)

Yukito datang terlambat, ia lalu diminta Morio ganti baju dengan cepat.

Yukito penasaran dengan siapa pria itu? Apa yang sedang dilakukannya?. Morio menjelaskan pria itu bernama Pannama-san.. desainer yang tugasnya mengukur baju sesuai ukuran model.

Kono tidak menyangka kalau dipanggil Shoon begitu. Takehara memaparkan, Nagisa dan oto kalau ditulis maka bacanya Shoon. Kaizuka pikir itu karena ibunya Takehara-san penggemar beratnya Sean Connelly. Kono tidak tahu siapa itu Sean Connelly.

Kaizuka heran, masa’ Kono tidak tahu? Itu lho agen James Bond 007!. Kono tidak tahu kalau ternyata Takehara-san itu mantan editor. Kaizuka bilang Takehara dulu adalah Editor yang mudah naik darah, tapi kehidupannya berubah semenjak menjadi penanggung jawab Sakurawa Aoi-sensei.

10 tahun yang lalu…

Takehara-san meninjau karyanya Sakurawa Aoi-sensei. Takehara-san takjub dengan karyanya dan hendak pergi membawa naskahnya. Sakurawa Aoi-sensei tidak ingin Takehara-san pergi sekarang, ia mencoba menahannya. Ia mencintainya, ia ingin bersamanya. Takehara-san mengungkapkan ia juga mencintainya. Sakurawa Aoi-sensei meminta buktinya.

Takehara-san dengan lembut dan pengertian meminta Sakurawa Aoi-sensei untuk istirahat. Di luar, Sakurawa Aoi-sensei menyusul Takehara-san dengan sebilah pisau. Ia berlari untuk memeluk dan menusukkan pisaunya ke Takehara-san


Takehara-san rubuh dalam pelukannya. Sakurawa Aoi-sensei beralasan ini adalah bukti rasa cintanya. Orang-orang terkejut melihat adegan penusukan tersebut.

Kono ngeri membayangkannya. Kaizuka bilang tidak apa-apa untungnya lukanya hanya sedalam 3 mm. Kono tidak mengerti, kalau memang cinta kenapa memberikan kenangan buruk seperti itu padanya?. Kaizuka menjelaskan, hubungan Takehara-san dengan Sakurawa Aoi-sensei adalah hubungan yang jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing, yah seperti itulah.. bagaimana pun juga ini adalah karya Sakurawa Aoi-sensei setelah 10 tahun tidak menulis.

Kono masih ngeri, jangan sampai Kaizuka ditusuk oleh Sakurawa Aoi-sensei ya!. Kaizuka berkilah, tidak ada hubungan seperti itu dengan Sakurawa Aoi-sensei, karena sekarang.. sekarang.. Kaizuka malu-malu mengatakannya.

“Tunggu, sekarang lagi memikirkan Morio bukan… Menjijikkan!” Tebak Kono.

“Eeh… tidak “

Pokoknya Kaizuka ingin Kono meninjau karyanya dengan baik. Kono penasaran sekali bagaimana perasaannya Takehara-san setelah bertemu dengan kekasih yang menusuknya 10 tahun yang lalu. Pasti berat rasanya.

Takehara-san di rumahnya, ia menyiram bunga yang disebutnya tidak sedang semangat, tidak boleh begitu. Sepertinya menyemangati dirinya sendiri. Kemudian membelai-belai kucingnya. Dalam benaknya teringat pertemuannya dengan Sakurawa Aoi-sensei.

Kono mengerjakan bagian terakhirnya dengan penuh semangat, setelahnya ia tepar. Takehara-san memuji kerja bagusnya Kono.

Kono kembali ke mejanya, sedih memikirkan Yukito. 5 hari tidak bisa bertemu. Ia mulai membayangkan dirinya berpelukan secara dramatis seperti Sakurawa Aoi dan Takehara-san.

Yukito sendiri sedang melihat-lihat pekerjaan pembuat pedang, dan lannya. Ia bertanya pada mereka mengenai pekerjaan mereka. Melakukan pekerjaan yang disenangi memang luar baisa.

Shizen shometsu, Kono masih memikirkannya lagi lagi dan lagi.

Di Lassy, semuanya melihat hasil gambar Nagase Hiroko-san. Kepala Editor menyerahkan tugas  memilih gambar yang dipakai ke Morio.

~* Jimi ni Sugoi! *~

Kono-san menerima naskah lainnya. Bukannya naskah yang pertama dan kedua harusnya ditangani orang yang berbeda?

Takehara bilang ini permintaannya Sakurawa Aoi-sensei. Kono melihat hasil koreksi dari Sakurawa Aoi, kenapa masih sama?.

“Tanda koreksi yang Kono-san lakukan itu, membuat bagian yang sensei ingin ganti semakin, semakin bertambah.”

Kono mengeluh, bukannya ini sama saja dengan memproofreadingnya dari awal lagi?.

Kaizuka meledekknya, Kalau tidak bisa mengerjakannya bilang saja tidak bisa..

Kono malah makin bertekad untuk menyelesaikannya, tidak ada yang tidak bisa!. Ia kembali ke mejanya. Kaizuka dan Takehara sepertinya memang sengaja melimpahkannya ke Kono

Memang hanya Kono yang bisa. Takehara membenarkannya.

K O M E N T A R:

Kono dan Yukito berada dalam hubungan “We’re not lovers, but we’re not friends either…”, dibilang pacaran bukan.. dibilang friendzone juga kurang pas. Jadi kita ini apa? Jelaskan! (.“)