[Review] Snow is on the Sea, Man and Woman, Your Lie In April

Snow is on the Sea

Alasan menonton film ini apa?

Park Hae Jin, of course! Wkwkwkwk… saya tahu ini sad ending. Tokoh yang Hae Jin perankan adalah seorang atlet renang, suatu hari bertemu dengan seorang wanita. Lambat laun mereka dekat, kemudian menikah. Sayangnya wanita itu memiliki penyakit, hubungan mereka tidak direstui. Hae Jin yang sudah terpukul karena meninggalnya adiknya pun tak mau istrinya merasakan hal serupa, Hae Jin mendonorkan sumsum tulang belakangnya supaya istrinya tetap hidup. Sehingga istrinya bisa melihat salju di pinggir laut, okeh.. Hae Jin meninggal demi istri tercinta.

Suami tampan dan baik hati, setia pula’. Hanya ada di film.. *fiuh..

Park Hae Jin bagaikan pangeran bagiku, kurangnya satu.. dia gak wamil guys! Kkkkk alasan kesehatan jiwanya kurang baik. Katanya sih… gitu..

Man and Woman

Apa bagusnya film ini?

Gak tahu bagusnya dimana, alasan saya menontonnya adalah karena ada Gong Yoo XD, ganteng banget!!!

Gong Yoo memerankan seorang ayah yang memiliki seorang puteri dan istrinya masih terlalu muda, lalu di luar negeri ia bisa berkenalan dengan seorang ibu Korea yang memiliki putera kurang normal seperti anak pada umumnya. Karena terlalu khawatirnya, kedua orangtua tersebut hendak menuju perkemahan anak-anak mereka. Terjebak karena badai salju, terjebak cinlok.. padahal kenal namanya saja tidak.

Adegan 18+ nya ada banyak sekali, gak usah kaget gitu dong… Gong Yoo adalah salah satu aktor yang tidak masalah dengan akting vulgar bukan?. Singkat cerita mereka terbawa suasana, kemudian mereka bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa. Mereka berpisah, kemudian bertemu di Korea di situasi yang berbeda. Masing-masing keluarga mereka sama-sama mengalami masa sulitnya. Gong Yoo yang memiliki istri labil serta anak yang butuh kasih sayang. Nampaknya sudah tidak tahan dengan tekanan hidupnya, makanya bisa berselingkuh begitu..

Di wanitanya juga sama, punya anak autis sehingga membuatnya merasa berat. Yaelah.. klise banget, sama-sama terluka dan menderita, kemudian mencari pelarian.. cinta sesaat. Endingnya? Penonton bisa simpulkan sendiri apakah happy atau sad. Yang jelas bagi kalian yang tidak suka film terlalu banyak restricted areanya.. mendingan gak usah ditonton. Awalnya kupikir gak ada.. eh… ini apa??? Apakah gw lihat? Saat itu berat sekali rasanya, betapa saya suka sekali dengan Gong Yoo saat itu… mencelos hatiku, hanyut ke kali melihat yang seperti ini -_-?

Endingnya sumpah! Siapin tisuuuu…. Sebagai manusia saya mengerti kalau kita tidak mungkin hanya jatuh cinta sekali dalam seumur hidup ini. Namun ketika kita sudah memutuskan untuk berkomitmen dengan seseorang dalam pernikahan maka sudah waktunya untuk belajar berusaha lebih keras untuk tidak terpengaruh oleh wanita/pria lain. Karena heeeiiii… kita manusia yang diberi akal dan bisa berpikir logis tidak seperti hewan, itulah kenapa otak adanya di atas bukannya di bawah.

Your Lie In April

Yamaken Pasti kan?

Hehehehe, he’emb… Yamazaki Kento lah yang membuatku menonton film ini. Saya tidak menonton animenya, yah.. kalau dipikir-pikir sudah 2-3 tahunan saya tidak menonton anime, kalau dipikir lagi.. saya sudah bosan dengan penggambaran yang matanya belooo… porsi badannya gak realistis. Manga jepang sudah membosankan intinya lah…

Lebih kepincut penggambaran webtoon Korea.

Film ini tentang Arima yang mengalami stagnan dalam berpiano sepeninggal ibunya. Kemudian datangnya seorang gadis ceria yang tiba-tiba mengajaknya main piano lagi, nikmati saja.. begitulah gadis itu begitu bebasnya menarik Arima yang berkubang dalam sedih untuk bangkit lagi. Tentu saja Arima jatuh cinta padanya.

Gadis itu sesungguhnya hidupnya tak lama, ia hanya ingin mengukir kisah indahnya sebelum meninggal. Melakukan apapun yang dia inginkan. Dia sesungguhnya tidak seceria itu, dia mengubah penampilannya, semuanya dan berpura-pura menyukai orang lain dihadapan Arima. Ia sangat mengagumi Arima dan mencintainya sejak lama,

Saya dulu anehnya langsung memutar bagian endingnya ketika Arima membaca surat dari Kaori yang sudah meninggal. Daku langsung bercucuran air mata… ini kenapa bagus banget? Perasaannya sampai.. Seperti ketika si cewe tidak ingin dirinya dilupakan Arima, ia mengaku menyukai Arima, .. hiks.. dan Arima juga seolah berdialog dengan kertas tersebut, paling suka ketika Arima balas menjawab “Sudah terpatri dalam hati malah.” Dan “Mana mungkin aku bisa melupakanmu, “

“Apakah diriku ada dalam hatimu?”

“Sangat terpatri malah.”

“Meski hanya sedikit, apakah kamu ingat tentang diriku?”

“Kalau aku sampai lupa, sosokmu pasti akan menghantuiku.”

Dari ketiganya saya menyadari kalau tidak memiliki ending yang tidak menyakitkan hati. Bahwa perasaan memang tidak memiliki massa timbangan tetapi entah mengapa bisa begitu beratnya. Perasaan kehilangan seseorang yang disayangi memang tidak mudah disembuhkan oleh apapun. Begitu berat rasanya, jika kamu merasa dunia hampir runtuh hanya karena kehilangan kekasih.. lantas bagaimana dengan orangtuamu?, kuberitahu… sakitnya ribuan kali lebih menyakitkan.. jangan tunggu mereka pergi baru kalian menjadi baik. Diluaran sana banyak yang tidak mengenal siapa ayah dan ibu mereka, makanya… hastag bulan Juni ini.. harus bersyukur… ^^V

Lebih sering melihat kebawah tanpa lupa diri sedang berada dimana sekarang, melelahkan hidup menuruti omongan orang. Kita semua tahu itu.. tak perlu memaksakan untuk seperti mereka. Setiap dari kamu adalah istimewa dan unik, Tuhan pasti punya maksud dan tujuan menciptakanmu.. maka sebelum mencintai orang lain tengoklah apakah sudah mencintai diri sendiri?

Jangan terlalu menganggap serius omonganku, saya adalah penghasut nomor 1 dunia ini. Wkwkwkwk…  aku menulis maka aku mengada-ada~

 

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 3 June 2017, in Review and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. wah eonni suka komentar dan kata2 bijak eonni

  2. Ya begitulah… ^^

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s