[Sinopsis] Tunnel Episode 2

Park Kwang Ho terbangun, kepalanya terasa sakit dan dia menyesal kenapa tadi tidak sempat melihat wajah pelakunya. Kemudian ia berjalan menuju keluar terowongan, heran kenapa kabut tebal sekali di luar.

Park Kwang Ho lainnya sedang berkendara dengan  mobilnya menghindari kejaran seseorang.

Park Kwang Ho yang lebih muda hampir saja menabrak Park Kwang Ho karena Park Kwang Ho muda berusaha mencari sesuatu di dasbor mobilnya, Kwang Ho marah nyaris ditabrak. Ia menyuruh pemuda tersebut keluar dari mobil. Park Kwang Ho muda ketakutan melihat mobil yang mengejarnya semakin mendekat, ia tak menghiraukan Kwang Ho dan segera memacu mobilnya. Kwang Ho kesal, berani-beraninya bocah itu mau menabrak detektif. Lalu mobil pengejar pemuda itu juga melaju seenaknya tanpa peduli Kwang Ho nyaris tertabrak. Kwang Ho mengumpati mereka gila.

Kwang Ho datang ke Kantor polisi, kepalanya berdarah dan ia meminta juniornya untuk memberikan kotak P3K, anehnya tidak ada yang menyahut. Kwang Ho terkejut melihat orang asing (Kim Sun Jae, anak kecil yang ibunya meninggal di eps 1). Kwang Ho mendekatinya dan bertanya kenapa sembarangan membaca dokumen orang lain?

Pemuda tersebut memperkenalkan dirinya adalah Letnan Kim Sun Jae. Keduanya saling mengganggap sinting satu sama lain, Kwang Ho menyeretnya keluar tapi Sun Jae balik memegangi tangannya dan menyuruhnya pulang.

Kwang Ho menutup pintunya dari dalam. Ia kembali ke meja biasanya, bingung kenapa telepon di jamannya berubah, ada smartphone dan komputer. Karena kepalanya terluka  maka pikirannya belum bisa jernih, ia menelepon Kepala Tim untuk memberitahukan penyelidikannya tadi. Anehnya malah dijawab salah sambung oleh wanita diujung panggilan.

Kepala Kwang Ho kembali pusing, ia mendengar suara kertas keluar lalu ia mendekatinya. Tertulis nama Park Kwang Ho akan dimutasi, lahir tahun 1988 dan pihak tersebut akan dipindahtugaskan pada Desember 2016. Bagi Kwang Ho ini sungguh sinting, bukannya ini tahun 1988? Tidak mungkin 2016, orang-orang pasti sudah gila.

Kim Sun Jae dapat masuk dengan kunci cadangan. Ia dan Park Kwang Ho terlibat adu sengit, Sun Jae yang mau memborgol Kwang Ho pada akhirnya malah terborgol sendiri. Kwang Ho masih berusaha untuk menangkap penjahatnya, ia mengambil senter dan keluar. Anehnya apa yang ia lihat malam ini amat berbeda dari yang dia lihat sebelumnya.

Pagi harinya petugas Song Min Ha, Kwang Tae Hee, dan Jeon Sung Sik datang. Song Min Ha dan Kwang Tae Hee heran melihat Letnan Kim terborgol, siapa yang berani-berani melakukan itu?.

Park Kwang Ho terbangun dan mengira ketiga petugas yang datang adalah petugas RSJ, ia lalu melepaskan borgol Letnan Kim. Letnan Kim mendorong Kwang Ho. Terjadi kesalahpahaman, setelah menyebutkan namanya Park Kwang Ho dan merupakan polisi Hwayang, Song Min Ha pikir Park Kwang Ho yang ini adalah Park Kwang Ho yang merupakan polisi mutasi kantor mereka. Min Ha senang sekali dan langsung memeluknya, memperkenalkan dirinya adalah Sunbae nya Park Kwang Ho.

Song Min Ha langsung berlagak memperkenalkan semuanya. Park Kwang Ho geram, ia ini tidak pantas dipanggil magnae (junior alias yg paling muda dlm pekerjaan/komunitas/kelompok, bisa berupa umur maupun pengalaman), kesal sekali karena aslinya dia sudah 4 tahun di kepolisian Hwayang dan 10 tahun di Divisi Kriminal, Pangkatnya pun sudah Sersan.

Meski kesal Park Kwang Ho mengerti, ia membenarkan namanya adalah Park Kwang Ho tapi bukan Park Kwang Ho yang itu. Kwang Ho keluar, menggeram kesal.

Ketiganya membercandai Kwang Ho yang mengira Letnan Kim orang gila, mereka pikir penilaiannya tidak salah mengingat tabiat Letnan yang aneh. Borgol yang digunakan Park Kwang Ho berbeda dengan sekarang, lebih berat… rasa-rasanya itu adalah borgol jaman dulu. Jeon Sung Sik memegangnya, terlintas ingatan saat Park Kwang Ho memukulnya. (Jeon Sung Sik adalah juniornya Kwang Ho di eps 1)

Kwang Ho masih tidak percaya dengan apa yang dia alami sekarang, mustahil ia datang ke masa 30 tahun dari jamannya sendiri, tapi yang dia saksikan sekarang ini benar-benar bukan tipuan.

Petugas Jeon Sung Sik mencari-cari foto masa mudanya dulu. Ia heran, apa mungkin Park Kwang Ho yang ini adalah anak dari Seniornya dulu?.

Padahal dulu ketika mereka mencari-cari Kwang Ho di terowongan mereka tidak menemukan Kwang Ho dan yang ada hanya senter dan batu berlumuran darah.

Di jalanan Hwayang yang pernah Kwang Ho lewati bersama istrinya dulu, semua ingatannya benar mengatakan tempat ini adalah tempat yang sama namun sedikit berubah karena waktu, rumahnya dulu telah berubah menjadi jalan.


Yeon Sook di tahun 1988 terbangun dan menanyakan kabar pencarian Kwang Ho. Dokter mengatakan kalau Yeon Sook sekarang tengah mengandung.

Kwang Ho merasa frustasi, ini benar di tahun 2016.. buktinya rumahnya tidak ada justru berubah menjadi jalan. Ia bepikir bagaimana caranya ia bisa kemari, aha.. terowongan! Logikanya berarti bisa kembali pulang ke tahun 1988 dengan cara yang sama.

Kwang Ho meminta diantarkan ke terowongan, supir taksinya mirip dengan Reporter Oh. Oh yang ini bingung dipanggil Reporter Oh, marganya memang Oh sih.., Kwang Ho melihat lisensi mengemudinya. Lupa kalau ini tahun 2016 dan tentunya berhadapan dengan keturunan Reporter Oh.

Si pengemudi memutar-mutarkannya sengaja agar argonya mahal. Mereka sampai di suatu tempat dan Kwang Ho marah karena merasa ditipu. Si supir taksi ngotot minta dibayar, lalu wanita minta diantarkan ke suatu tempat. Karena malas melihat supir taksi dan Kwang Ho beradu mulut ia pun janji akan membayar tagihan Kwang Ho.

Kwang Ho ada di depan RSJ, ia lalu tahu harus ke mana untuk menemukan terowongannya.

K O M E N T A R :

Cukup sampai di sini… :v maaf gak full, ini nulisnya sudah lama dan mau dilanjutin rasanya gak mood XD.

Akhirnya… akhirnya… akhirnya bisa posting lagi. Sebenernya males, itu satu… duanya karena waktu yang tidak memungkinkan. Tiap pagi saya memang buka blog hanya sekedar memasang musik atau gonta-ganti yang kanan atas itu… kata-kata anehnya – katakanlah begitu kalau tidak mau disebut Quotes *haha.

Komentar apa ya? Untuk Tunnel saya tidak akan membuat sinopsis keseluruhannya, hanya episode yang saya ingin tulis saja, setelah episode 2 yang tidak lengkap ini saya akan lompat lompat lompat lagi~ :v Hahahahahaa….

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s