[Sinopsis] Tunnel Episode 1

Di sebuah lorong, Park Kwang Ho merupakan detektif Divisi Pembunuhan selama 10 tahun, kali ini ia mengejar pembunuh yang selama ini dia cari. Ia mengejar dan meneriakinya, lalu ia terjatuh karena si dipukul batu oleh pembunuh. Si pembunuh kembali lagi ke TKP,

Park Kwang Ho dijatuhkan oleh pembunuhnya, kepalanya berdarah dan ia tidak bisa mengejar pembunuh yang berjalan santai memunggunginya.

Tahun 1985, Park Kwang Ho mengejar seorang pencuri sapi. Pencuri tersebut kabur dan tidak mau ditangkap karena kejadiannya sudah lama sekali, lagipula Park Kwang Ho tidak memiliki bukti untuk menangkapnya.

Pencuri sapi terjatuh di kubangan lumpur, ia terkejut melihat sesosok jasad. Begitu pun juga dengan Park Kwang Ho dan kedua rekannya.

Kondisi mayat tersebut menghitam dan mengenaskan.

di kantor kepolisian, Kwang Ho menghubungi wartawan yang menampilkan fotonya Park Kwan Ho dengan sesosok jasad yang ditemukan sebelumnya, Kwan Ho protes kenapa wartawan menampilkan gambar semacam itu? Apa tidak memikirkan bagaimana perasaan keluarganya?

Selepas memarahi reporter, Kwang Ho langsung disisiri dan disemproti air rambutnya. Diberi dasi dan ditata penampilannya, ia disuruh menemui Yeon Sook untuk di kafe. Kwang Ho menolak, ia tidak suka mendatangi acara kencan buta, terlebih lagi ia masih akan mencari bukti kasusnya.

 

Kwang Ho dipaksa, untuk mencari bukti kan masih ada detektif lainnya, ia akhirnya ikut kencan buta dengan terpaksa. Suasana menjadi canggung, Kwang Ho pun disenggol-senggol salah seorang pelayan/pemilik kafe. Beberapa detik kemudian seorang wanita datang (Choon Hee) dan Kwang Ho mengkode pemilik kafe untuk jangan memberitahu wanita itu bahwa ia ada di sini, tapi wanita itu tahu juga. Ia mendekati Kwang Ho dan bertanya apa yang Kwang Ho lakukan di sini, bahkan menyisir rambutnya ke atas.

Kwang Ho merasa tidak nyaman, ia bilang ia menganggap wanita yang menghampirinya ini sudah seperti adiknya sendiri. Wanita yang menghampirinya lalu sadar diri, ia pergi. Yeon Sook langsung bertanya mengenai rambut Kwang Ho yang disisir ke atas, rupanya sengaja disisir seperti itu demi acara kencan buta. Kwang Ho mengelak, ia menghadiri kencan buta ini sebenarnya karena dipaksa.

Kwang Ho mengantarkan Yeon Sook pulang, ia berjalan di belakangnya dan tersenyum sendiri. Tiap Yeon Sook menoleh ke belakang, senyuman Kwang Ho langsung menghilang. Sebuah mobil berjalan dengan ugal-ugalan, Kwang Ho menyelamatkan Yeon Sook.

Tangan mereka bersentuhan dan Kwang Ho langsung melepaskannya dan meminta maaf. Kwang Ho berkomentar tentang tangan Yeon Sook yang dingin, Yeon Sook balas mengatakan tangan Kwang Ho hangat. Kwang Ho bilang itu karena ia memiliki hati yang hangat, namun ia tidak bermaksud menyebut hatinya Yeon Sook dingin.. ini memang tidak sopan, tapi Kwang Ho meminta izin untuk menggenggam tangan Yeon Sook, itu pun jika Yeon Sook tidak keberatan.

Setelahnya, Kwang Ho tersenyum senyum mengingat kejadian tersebut. Ia kemudian bersembunyi di bawah meja dan menelepon Yeon Sook, Yeon Sook menjawabnya dari butik Nami. Yeon Sook menyindir Kwang Ho yang memegang tangannya di kencan pertama dan tidak pernah menghubunginya lagi. Kwang ho meminta maaf, ia sebenarnya ingin langsung menghubungi namun dirinya disibukkan dengan pekerjaan, kalau ada waktu ia ingin bertemu dengan Yeon Sook hari ini.

Pak Oh mengagetkannya sampai kepalanya terbentur meja, menebak pasti Kwang Ho menelepon Yeon Sook, kalau begitu lanjutkanlah saja. Ketika Kwang Ho hendak mengobrol dengan Yeon Sook lagi, telepon sudah dimatikan karena Yeon Sook dipanggil oleh ibunya. Telepon berdering lagi

“Yeon Sook – Ssi?” Kwang Ho mengira dari Yeon Sook, tapi merupakan laporan kasus

Ditemukan jasad wanita di dekat sungai, para wartawan berkumpul dan polisi melarang untuk memotretnya. Kwang Ho kesal, padahal baru seminggu semenjak korban terakhir diketemukan.

Di kantor polisi, jam makan siang dan Reporter Oh datang untuk mengorek informasi. Kehadirannya tidak diterima dengan baik, ketika Reporter Oh menyinggung tentang korbannya selalu wanita yang memakai rok, para detektif langsung tertegun seperti baru menyadari fakta kecil tersebut. Reporter Oh berkesimpulan sepertinya pembunuh benci dengan wanita. Kwang Ho meremehkannya, kedengarannya kesimpulan Reporter Oh seperti cerita novel saja, lebih baik ikut lomba sastra saja sana!

Reporter Oh lalu menyindir soal ada wanita yang namanya Yeon Sook atau siapa itu di depan kantor polisi. Kwang Ho geram kenapa baru diberitahu sekarang?

Rupanya benar, Yeon Sook menunggunya. Sebelum memanggil Yeon Sook, Kwang Ho merapikan diri sebentar. Yeon Sook datang kemari karena sepertinya Kwang Ho merindukannya, jadi ia datang untuk menemuinya. Kwang Ho terkejut sendiri dibuatnya,

Lalu Yeon Sook mengingatkan soal sorot lampu kelap-kelip di rumahnya itu pasti  Kwang Ho bukan?.

Tempo hari, Kwang Ho berjongkok di depan butik Nami. Ia bingung, sudah 2 minggu lamanya semenjak menghubungi Yeon Sook, apakah Yeon Sook merindukannya ataukah tidak? Sambil memikirkan hal itu ia menghidup dan mematikan senternya menyoroti rumah Yeon Sook.

Ibunya Yeon Sook terbangun, ia marah pada orang yang main-main senter di jam segini. Sebelum ketahuan Kwang Ho sudah kabur duluan (Hahahaha…  yaampun.. cie cie cie..)

Tetap saja Kwang Ho tidak mengerti kenapa Yeon Sook bisa tahu bahwa itu adalah Kwang Ho?. Yeon Sook memberitahukan alasanya mau berkencan buta dengan Kwang Ho adalah pekerjaannya sebagai detektif yang menangkap penjahat, jadi Yeon Sook pikir pastilah Kwang Ho merupakan orang yang baik. Ia bisa mengerti Kwang Ho yang sibuk untuk menangkap penjahatnya sehingga tidak bisa menghubungi Yeon Sook, Yeon Sook harap jika pelakunya sudah ditangkap.. mereka bisa pergi berkencan. Yeon Sook pun meminta izin untuk menunggu panggilan Kwang Ho. Kwang Ho tidak keberatan, ia pun berjanji untuk tidak akan membuat Yeon Sook menunggu terlalu lama (Astaga.. percakapan seperti ini kog manis sekali ya? XD )

Kwang Ho frustasi, setelah melakukan interogasi ke semua orang yang berhubungan dengan korban pun masih belum membuahkan hasil. Di kafe, Bibi pemilik kafe penasaran apa pelakunya masih belum ditangkap? Choon Hee pergi mengantarkan makanan dan belum kembali. Kwang Ho lalu menemui dokter yang mengotopsi jasad korban.

Anehnya tidak ada bukti pemerkosaan maupun adanya sidik jari. Kwang Ho semakin kesal, kalau kasusnya belum selesai maka ia tidak bisa menghubungi Yeon Sook.

Bibi pemilik kafe datang ke kantor polisi, ia khawatir karena Choon Hee belum pulang juga, biasanya pergi selalu membawa buku tabungannya, tapi kali ini tidak, pasti ada yang tidak beres. Tetapi Petugas Jeon tidak menanggapinya dengan serius, ia menganggap seperti biasanya Choon Hee akan muncul sendiri setelah lama menghilang.

Choon Hee diketemukan sudah tidak bernyawa di ilalang, kondisinya seperti jasad-jasad sebelumnya. Nyonya Jeong lah yang paling histeris, seharusnya Choon Hee segera dicari setelah ia melapor sebelumnya.

Petugas Jeon menyesal, ia lalu berlari pergi.

Dari hasil otopsi dokter memperkirakan kematianya Choon Hee sekitar pukul 9, jadi ketika Nyonya Jeong melapor.. polisi pun sudah terlambat untuk mencarinya.

Kwang Ho menyadari ada yang aneh, bahwa korban meninggal karena dicekik oleh stoking dan ada kemungkinan pelakunya sama. Namun dugaan Kwang Ho ditolak mentah-mentah, sejak awal kasus ini memang sudah sangat sulit.

Kwang Ho kembali, ia berpikir keras. Lalu tiba-tiba teringat dengan perkataan Nyonya Jeong jika Choon Hee mengantarkan makanan ke Percetakan pasti selalu lama pulangnya. Kwang Ho lalu menandai orang-orang yang berasal dari percetakan, ia mengajak Jeon tapi Jeon tidak ada di sampingnya.

Jeon ada di tangga, dia terpukul, menyesal dan menyalahkan diri sendiri yang seharusnya segera bertindak setelah Nyonya Jeong melapor. Kwang Ho menyuruh Jeon untuk sadar, apakah Jeon yang membunuhnya? Bahkan jika Jeon mencarinya segera setelah laporan Nyonya Jeong… mereka sudah terlambat. Karena menurut dokter Kim Choon Hee sudah meninggal di waktu sebelum Nyonya Jeong melapor.

Menurut Kwang Ho, memang senang bisa menyelamatkan orang lain.. tapi tidak semua hal berjalan lancar sesuai keinginan kita. Jika Jeon memang menyesal seharusnya jangan bertindak seperti ini dan bahkan ingin mengundurkan diri dari kepolisisan.. kalau  memang menyesal maka tangkaplah pelakunya!

Kwang Ho dan Jeon mendatangi percetakan, Sajangnya menceritakan sekitar pukul 7 mereka di sini bersama Choon Hee. Biasanya Choon Hee tidak langsung pergi karena ia menyukai Pak Kim yang bekerja di sini. Sajang dan Pak Kim ada di sini sampai tengah malam untuk bekerja, kalau Kwang Ho tidak percaya maka tanyalah ke istrinya Sajangnim. Sajangnim berasumsi barangkali para pendatanglah yang menjadi pelakunya,

Kwang Ho dan Jeon datang ke TKP ilalang, Kwang Ho yakin pasti orang daerah inilah yang menjadi pelakunya. Karena terlalu gelap untuk orang baru mengenali ilalang di sini. Ia penasaran siapa lagi yang tahu kalau Choon Hee punya buku tabungan?. Dengan polosnya Jeon menjawab Nyonya Jeong. Mendengar jawaban itu membuat Kwang Ho murka, harusnya ia membiarkan saja Jeon mengundurkan diri! Maksud dari pertanyaannya Kwang Ho tadi adalah.. apakah ada pria yang tahu mengenai buku tabungannya Choon Hee?

Pak Oh dimarahi atasannya, bagaimana pun juga Pak Oh dan divisinya harus bisa menangkap penjahatnya tahun ini juga.

Tim kebingungan, tidak ada bukti dan mereka dituntut menangkap pelakunya tahun ini juga. Salah seorang mengutarakan usulnya, jika saja ada pembunuhan sekali lagi pasti mereka akan mendapatkan bukti. Usulan itu membuat Kwang Ho dan Pak Oh kesal saja, karena yang sebelumnya saja belum beres.

Kwang Ho menikahi Yeon Sook! Di hari bahagia itu masih sempat-sempatnya Pak Oh bertanya di mana reporter Oh? *kkkkk.

Kwang Ho dan Yeon Sook berjalan bersama, Yeon Sook melihat makanan yang kelihatannya enak dan dia ingin memakannya tetapi Kwang ho melarangnya, nanti kalau Yeon Sook gemuk bagaimana?. Kwang Ho berseloroh apa jadinya Yeon Sook jika tanpa Kwang Ho?

Seorang wanita sehabis membeli dasi, ia tersenyum riang berjalan pulang ke rumah. Ia merasakan ada seseorang yang mengikutinya dari belakang, meski cemas dan ketakutan ia tidak langsung gegabah menoleh. Mula-mula ia berjalan biasa seolah tidak ada yang terjadi, lalu reflek menoleh ke belakang namun tidak mendapati siapapun. Ia kemudian memutuskan untuk berlari, orang misterius itu langsung keluar dari persembunyiannya dan menyerang wanita tersebut.

Di hari liburnya Kwang Ho, Jeon mendatangi rumah Kwang Ho. Mengabarkan tentang kejadian pembunuhan lagi. Kwang Ho mendatangi TKP, korban berusia 26 tahun dan merupakan pengantin baru.

Pelapor yang menemukan jasadnya adalah tetangganya.

Suami dari korban menunggu istrinya kenapa tidak pulang juga sejak tadi.

Kwang Ho menatap dengan iba suami korban. Suami korban langsung menuju TKP setelah diberitahu Kwang Ho, Kwang Ho melarangnya jangan melihat sekarang, tapi sang suami memaksa.

Sang suami syok berat melihat istrinya sudah meregang nyawa.

Kwang Ho bersikeras pelakunya pastilah orang yang sama. Pak Oh menolak, memangnya apa alasan satu orang itu hanya membunuhi para wanita? Sungguh tidak masuk akal. Dokter Kim sudah tidak tahan lagi, melihat luka di pergelangan tangan si korban menunjukkan bahwa korban berjuang keras untuk menyelamatkan diri sedangkan pembunuhnya memaksa keras untuk membunuh. Kali ini dokter Kim benar-benar meminta supaya pelakunya segera ditangkap.

Reporter Oh datang ke kantor polisi di jam makan siang lagi. Namun tidak ada siapapun, hanya ada suami korban keempat dan anaknya.

Kwang Ho dan Jeon mengecek tempat Yi Soo membeli dasi, lalu mengecek bus yang dinaikinya sampai siapa yang turun bersamanya. Tentaralah yang turun dengannya, kemudian para detektif menginterogasi para tentara yang dijadikan terduga. Suasana kantor polisi menjadi kacau dan Kwang Ho meledak-ledak emosi.

Abu Yi Soo dilarung ke sungai. Seluruh keluarga berduka cita. Suaminya Yi Soo marah kenapa Kwang Ho tidak bisa menemukan pelakunya?

Kwang Ho benar-benar menyesal. Ia iba melihat anak korban yang masih terlalu kecil untuk ditinggalkan oleh ibunya, seorang anak yang kehilangan kasih sayang ibunya di usia semuda itu.

Kwang Ho amat frustasi, ia menyesal dan merasa tidak ada yang bisa dilakukan lagi.

6 bulan setelah insiden tragis tersebut, suami korban masih sering ke kantor polisi. Kwang Ho datang, ia terkejut.

Kwang Ho menimang Sun Jae, “Ayo bilang Eomma!” lalu Kwang Ho diam sejenak, “Ayo bilang Appa!”

Kwang Ho menyuruh Jeon membawa Sun Jae pergi menjauh. Kwang Ho dan suami korban berbicara, ada kemungkinan pelakunya merupakan orang yang sama namun Kwang Ho tidak bisa membenarkan dugaan suami korban tersebut, Kwang Ho meminta sang suami korban untuk berhentilah datang kemari. Si suami pun mengatakan sebenarnya ia tidak mau, tetapi hanya inilah satu-satunya yang bisa dia lakukan sekarang.

Reporter Oh datang, ia mengenali wajah suami korban keempat, ia mulai berulah dan membuat Kwang Ho marah.

Malam hari, ditemukan korban lagi, Kwang Ho melihat sesuatu lal berlari menuju dokter Kim. Ia kesal kenapa dokter Kim tidak memberitahu mengenai tanda titik di tumit para korban yang ada?. Dokter Kim mengelak karena itu tidaklah penting,

Arsip dibuka kembali, kesemuanya memiliki tanda titik di tumit. Anehnya kali ini ada 6, korban yang mereka tahu selama ini hanyalah 5, berarti korban kelima belum ditemukan.

Sudah diputuskan bahwa pelakunya psikopat yang membunuh dan memberikan tanda pada korbannya.

Setelahnya Kwang Ho dan Jeon serta para petugas yang lain mencari-cari korban kelima, adakah wanita yang menghilang secara misterius?.

Kwang Ho pulang ke rumah setelah 5 hari di luar. Yeon Sook membawakannya makanan sebelum pergi, ia juga memberikannya kalung peluit , Yeon Sook memberikannya dengan harapan kalau Kwang Ho dalam kesulitan maka tiuplah dan Yeon Sook akan langsung datang untuk menolongnya. Kwang Ho geli mendengarnya, dia ini anggota Divisi Kejahatan Kriminal.

~oOo~

Malam hari waktunya tidur, Kwang Ho dan Jeon memberikan tanda pada daerah TKP ditemukannya para korban. Kwang Ho bertanya-tanya apa maksudnya. Jeon pikir bentuknya menjadi bintang biduk kalau ditambah 2 titik lagi.

Pemikiran Shung Shik tentu saja membuat Kwang ho tidak puas, ia memukulnya dan meremehkannya, Kwang Ho pergi untuk menelepon istrinya.

Kwang Ho rasa pembunuhnya mulai membunuh di tempat tinggalnya, lalu beralih ke tempat-tempat yang cukup jauh, berarti ada kemungkinan pembunuhan pertama adalah di daerah sekitar pelaku.

Kwang Ho pergi ke Seojori, ia mengeceki satu persatu alamat.

Seorang anak kecil menangis karena anjingnya menghilang. Kwang Ho bertanya ada apa?. Kakak dari si adik menjelaskan kalau banyak anjing di kota ini menghilang, malam ketika Bok Shil anjing mereka menghilang sebenarnya ia melihat ada Oppa anak SMU berdiri di sana, tapi saat ditanya di mana Bok Shil Oppa itu bilang tidak tahu. Ia yakin Oppa itulah pelakunya.

Kwang Ho mendatangi rumah besar yang dimaksud, rumahnya mencurigakan, kaca-kacanya ditutupi koran. Kwang Ho menggali timbunan tanah dan menemukan mayat anjing banyak sekali. Jung Ho Young sekarang dicurigai, ia bilang ia memang membunuhi anjing-anjing tersebut tapi tidak membunuh manusia.

Kwang Ho bersikeras untuk membuat Jung Ho Young mengaku, setelah dilemparkan… Jung Ho Young dengan entengnya bertanya memangnya apakah butuh alasan untuk membunuh manusia?. Ia menantang Kwang Ho memukulinya, barangkali ia akan mengaku.

Kwang Ho semakin marah dibuatnya, ia menghajar anak itu. Pak Oh datang, ia mengatakan sudah mengecek alibi anak ini dan tidak ada hubungannya.

Anak itu pergi dengan senyum mengembang samar. Pak Oh mengantarkan bocah tengik itu dan pergi, ia bahkan membungkuk 90 derajat sampai mobil tersebut menghilang.

Kwang Ho tidak tahan lagi, ia memutuskan untuk pergi ke TKP di waktu kejadian pembunuhan, bisa jadi ia melihat pelakunya atau menyaksikan pembunuhannya.

Benar, ia melihatnya, pelakunya sedang beraksi di sebuah terowongan. Kwang Ho menyadari keberadaannya karena aroma rokok pelaku, lalu ia mengejar pelakunya dan dipukul dengan batu sampai pingsan. Pelakunya pergi,

Yeon Sook tertusuk jarum benang, ia senang melihat kalender.  Di hari ultahnya nanti, Kwang Ho sudha janji akan mengajaknya naik kapal pesiar di Sungai Han.

Senter yang tadinya mati langsung hidup kembali, menyorot peluit pemberian Yeon Sook. Kwang Ho hendak meraihnya namun terlalu jauh, akhirnya ia pingsan.

K O M E N T A R  + Spoiler:

Romance tentunya menjadi juara di hati para pemirsa, kalau saya? Selalu suka sekali dengan pertanyaan “Siapa pembunuhnya?” Yaaampuun… itu seru banget ditonton XD, dag dig dug sendiri rasanya…

Nanti Kwang Ho akan datang ke masa depan, 30 tahun setelahnya dan akan tetap menjadi polisi. Beradaptasi di tahun  2015

Saya suka dengan tampang-tampang kuno semacam ini, antara tahun 80-an dan 70-an, tahun-tahun tersebut kunonya menarik sekali buatku, lagu oldis slow rock jaman segitu bagus banget!, style bajunya juga unik-kalau sekarang kita sebutnya retro-retro lah, saya kalau punya mesin waktu pasti ingin jalan-jalan ke masa itu XD *Hahahaha, kalau pria pasti gantengnya elegan gitu… yang perempuan cantiknya anggun-anggun gimana gitu… ah.. sayangnya saya lahir 90an… jadi tidak bisa merasakannya sendiri XD ,

“memangnya apakah butuh alasan untuk membunuh manusia?” Heol~ aku bisa menjawab pertanyaan tersebut “Jika hidupmu berharga, maka kehidupan orang lain pun sama berharganya. Kalau kau bisa bertanya memangnya apakah butuh alasan untuk membunuh manusia? Itu artinya kau bukanlah manusia dan menganggap hidupmu tidak berharga.”

Ingatlah:

  1. Saya tidak janji akan mengupdate sinopsis Tunnel secepat blog yang lainnya. Pergilah jika tidak suka, mudah bukan?
  2. Sinopsisnya tidak akan dipotong berpart-part demi kenyamanan membacanya.
  3. Saya tidak janji akan menyelesaikannya sampai ending tapi saya berusaha untuk menyelesaikannya,
  4. Jangan pernah mengcopy paste sinopsis apapun dari blog ini dengan alasan apapun terlebih merepostnya ulang, 1… kalian akan dianggap copaser, orang tidak kreatif dan pencuri konten orang, kedua apa untungnya pula? Buatlah karyamu sendiri… kalau tidak bisa membuat sesuatu atau tidak suka dengan sesuatu ada baiknya jangan merusak milik orang lain, setidaknya jika punya etika sopan santun~
  5. Like FP blog ini untuk tahu update-annya, karena arsip blog ini cukup njlimet dan terkadang kami lupa memperbarui link di “DAFTAR SINOPSIS”. Tapi tidak wajib menlike-nya, itu hanya untuk memudahkan pembaca saja, kalau lebih suka bolak-balik cek blognya ya silahkan… pilih mana yang membuatmu nyaman saja. FANPAGE CHARISZHA
  6. Komentarlah untuk memberikan dukungan pada kami, traffic memang bisa dilihat tapi kata-kata terkadang lebih menguatkan XD, jadilah pembaca yang dekat dan ingin dekat dengan adminnya/authornya chariszha a.k.a Karissa, Remi? Asisten itu mah… *kkkkMintaDigampar. Tapi gak maksa kok, kalau tidak sempat atau males gapapa. Tapi kalau ingin komentar tidak tahu caranya? Mudah saja… ketikkan komentarmu di kolom komentar dan masukkan e-mailmu lalu kirim! Mudah sekali karena tidak ada capta-capta atau apalah itu namanya… tulis alamat website/blog kalian sekalian gpp XD, kalau beruntung gak akan masuk SPAM kok!
  7. Terimakasih banyak sudah membaca tulisan ini. dan maafkanlah segala typo yang ada ^^

Gak usah I- barat-baratan.. saya cinta Asia! Yeay! XD Hahahahaha….

Advertisements

3 thoughts on “[Sinopsis] Tunnel Episode 1”

  1. Seru bgt dramanya, Choi Ji Hyuk pula yg main duh kesemsem lagi deh sama ajhussi tamvan satu ini hahaha semangat kak Karissa nulisnyaa~~^^

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s