[Unimportant] Boku No Ita Jikan, The Hours of My Life Time I Was in

 

Megumi: Kenapa kita tidak pernah bertemu sampai sekarang?

Takuto: Karena berada di kelas yang berbeda

Haruma Miura dan Mikako Tabe. Siapa sih yang tidak tahu dua orang ini? Kalian pernah nonton Kimi Ni Todoke? Nah.. mereka leadingnya XD. Saya baru tertarik menonton drama ini sekarang, memang bagus kog.. dan oh ternyata ada Shohei Nomura ya? (Sukina Hito Ga Iru Koto, Chihayafuru)

Tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini, terkadang kita boleh lari dari kenyataan tapi jangan lupa bahwa lari itu tidak selalu menyenangkan. Lakukan saja ketika kamu tidak sanggup menghadapinya dan tak seorang pun bersedia mengulurkan tangannya.

Mulai masuk kuliah kurasa orang Jepang sudah berorientasi bekerja di suatu perusahaan, dan persaingan mencari kerja tidak main-main. Dalam perekrutan kog sadis sekali ya? CV disobek… Argh… langsung ditembak “Kamu tidak layak, tidak ada yang khusus darimu, blablabla…”

Itu dari tahun pertama lho…, sampai lulus tertekannya seperti apa coba?

KKN itu Lumrah.

Sadar tidak kah kalian, KKN itu tidak akan pernah bisa diputus sampai ke akar-akarnya. Karena apa? Karena manusia cenderung merasa nyaman bekerja dengan orang yang akrab/ada hubungan darah dengannya. Manusiawi sekali. Kamu tidak akan pernah bisa, kita deh.. saya sendiri pun tidak bisa lepas dengan KKN XD. Tapi Takuto tidak mau bekerja di RS ayahnya, meski dia menanggapi ayahnya dengan setengah bercanda dia aslinya kesal sekali.

Betapa Hebatnya Takuto

Aku teramat sangat kagum dengan Takuto yang dia senyum ke semua orang,  padahal dia tertekan sekali. Temannya mendapatkan tawaran pekerjaan lebih dahulu, walau dia iri dan kecewa dia tidak menunjukkannya… dia justru tersenyum sembari memberikan selamat.

Anak Pertama, Kenapa harus selalu jadi yang paling menderita?

          Hei… kalian yang anak pertama, saya acungkan jempol untuk kalian semua. Ketika kalian lahir orang tua kalian tidak otomatis menjadi ayah dan ibu, mereka merawatmu sambil banyak belajar dan bertanya pada orang-orang, sudah begitu masih ada yang salah karena terkadang apa yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untukmu. Kasih sayang dicurahkan penuh padamu karena kamu istimewa dan membuat kedua orangtuamu mengerti arti dari kedewasaan yang sesungguhnya. Bagi ibumu kamu amat spesial karena tiba-tiba seorang wanita yang dulunya sering beradu mulut dan beda pendapat dengan ibunya (nenekmu) seketika itu menjadi haru sekali dan semakin menyayangi sosok ibu dan bangga karena kelak ketika si kecil sudah besar akan memanggilnya ibu. Gen terbaik dari orangtuamu langsung menurun padamu, meski ketika kamu memilki adik rasanya kamu cemburu dan merasa kehilangan… dan dinomorduakan serta seterusnya. Ketika kau beranjak besar kamu akan sering mengalah dan mendahulukan adik-adikmu.

Mungkin adik-adikmu terkadang merasa iri padamu yang sering dielu-elukan oleh ayah dan ibu. Namun pada kenyataannya kamu dibalik itu semua memiliki tanggungan yang tidak tertulis nyata di kertas seperti soal ujian, terlebih lagi jika kamu laki-laki… seperti ada aturan bahwa adik-adikmu adalah tanggungjawab mu T_T . Kalian amat sangat mengerti rasanya “Dulu aku menginginkan hal itu, tapi ayah dan ibu tidak bisa mewujudkannya. Baiklah… aku akan mengalah… barangkali belum tentu baik bagiku, aku tidak ingin menyusahkan ayah dan ibu. Tapi karena aku tahu rasa sakitnya maka aku tidak ingin adik-adikku merasakannya juga, sebisa mungkin jika aku mampu akan aku wujudkan keinginan adik-adikku, apapun itu asal aku masih sanggup.”

Sediiih… hiks.. , dalam hal asuh mengasuh yang paling enak adalah anak bungsu. Orangtua sudah banyak pangalaman, sudah terbiasa dan tahu ilmunya dengan fasih.

Takuto, aku kagum sekali padamu… *eh~. Takuto banyak memainkan peran yang intinya berusaha untuk membuat orang sekitarnya merasa nyaman, bahagia dan menghargainya.

Hidup itu Mudah, Tapi Hidup Tampak Baik di Mata Manusia Lain lah yang Sulit

Aku benar bukan? Hidup itu mudah… hanya perlu makan dan minum agar tidak mati, jaga kesehatan dan pola hidup, bekerja, belajar, menimbun lelah lalu luruhkan melalui kesenangan sesaat dalam bermacam hal yang kita suka, fokus pada Tuhan dan jalani semuanya dengan tenang penuh keyakinan. Namun… hidup tampak baik di mata manusialah yang sulit, mencoba berbaur dengan suatu kelompok/komunitas, mengejar target yang kamu buat sendiri atau terpengaruh karena lingkungan. Berusaha menambah aksen nama dan kebiasaan demi terlihat bagus dan keren bagi orang lain, kesemua itulah yang sulit.

Kaburlah, sesekali kamu boleh menyerah.. sesekali kamu boleh pasrah. Jika itu sulit dan sungguh berat maka tenangkanlah pikiranmu, kamu boleh menangis bila itu menyakitkan, kamu boleh marah dan teriakkan saja, kamu boleh tertawa. Lampiaskanlah semuanya, Tuhan maha baik… Dia jika mau tak perlu menciptakan kita dan perlu membuat perbedaaan satu sama lain, Ia tidak membutuhkan kita sebagai mahklukNya.. kitalah yang membutuhkan DIA. Kita hidup dalam genggamannya, semuanya telah tertulis rapi dan terperinci.. ada takdir yang tidak bisa diubah dan ada pula takdir yang bisa kau ubah, sebuah takdir yang akan terjadi tergantung kemana arah kakimu melangkah.. kemana hatimu meyakininya, tapi jikalau segigih dan sekeras apapun kamu mencoba dan belum kau dapatkan.. percayalah ada yang jauh ribuan kali lipat lebih baik untuk kita. ^^

Tekanan dari lingkungan dan pengharapan orang-orang, dibanding-bandingkan.. Itulah mengapa jangan meremehkan atau merendahkan kalau ada orang yang depresi sampai titik ke mau bunuh diri. Rangkul mereka, ajak untuk sadar ^^

Wanita Akan Selamanya Mengingat Orang Yang Pernah Membantunya disaat Sulit.

         Entah mengapa selalu ada sisi istimewa yang wanita sediakan bagi sosok semacam itu. Ingin membalasnya namun bingung bagaimana caranya, yasudah… hatinya dia buka untukmu dan kamu bagaikan cinta pertama baginya. Kapan saja, di mana saja..

Perempuan itu bodoh lho.. bisa rela memberikan uang, tahta, apa saja demi orang yang dia cintai. Megumi pun begitu pada Takuto XD

The Hours of My Life Time I Was in

Takuto menderita ALS, sebuah penyakit yang belum ada obatnya. 3-5 tahun dari gejala awal sistem motorik dan sarafnya akan melemah dan berujung pada kematian. Hanya Tuhan yang tahu kapan mati kita, tapi bagaimana ketika kita tahu batas umur kita bukan dari ucapan dokter. Melainkan ia tahu sendiri batas dirinya T_T, harus benar-benar menghargai waktu… setiap detiknya begitu berharga karena tidak tahu kapan maut menjemput.

Duh, lihat orang secakep ini di depanku?
Terpesona…
Bikin gagal fokus XD

 

Notes=

Orang: Hidup gak seindah drama Korea

Aku: Situ yang aneh, drama itu cuman tontonan.. tak perlulah disama dan bawa-bawa dalam hidup. Hanya hiburan dalam hidup. Okeh, fix… kita beda selera… yg pecinta drama merapat yok! XD Mari musnahkan orang2 yg suka ngomong begitu! *bantai eh.. Banzai!

 

Like Fanpage Blog Ini untuk tahu Update-annya>>>> FANPAGE

 

 

Advertisements

2 thoughts on “[Unimportant] Boku No Ita Jikan, The Hours of My Life Time I Was in

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s