[Sinopsis] Voice Episode 5

CHAPTER: Ringing from theDarknessvoice-1

      Jin Hyuk sampai di sekitaran Kyung Il dan rekannya. Kwon Joo sudah terkubur di dalam liang. Karena Jin Hyuk dihubungi oleh Kepala Jang dan menimbulkan suara berisik, Kyung Il dan rekannya langsung berusaha kabur.

voice-2

Jin Hyuk menembaki mobilnya. Lalu Jin Hyuk mengeluarkan Kwon Joo dari dalam tanah. Syukurlah Kwon Joo bisa diselamatkan. Kwon Joo mengkhawatirkan keadaannya Eun Byul, ia mengatakan niatan Kyung Il yang ingin merekam Eun Byul jam sepuluh malam nanti.

voice-3

112 Center menerima berita diselamatkannya Kwon Joo. Nenek Eun Byul histeris, betapa tidak adilnya… kenapa orang-orang yang memiliki kuasa selalu didahulukan?. Nenek ingin Eun Byul segera diketemukan, tega-teganya polisi mementingkan anggota timnya terlebih dahulu sedangkan cucunya entah masih hidup atau sudah tak bernyawa. Nenek melampiaskan amarahnya ke Eun Soo juga, apa gunanya Eun Soo yang selalu pamer berprofesi sebagai polisi tapi nyatanya tidak mampu menyelamatkan orang lain.

       Nenek kesal, memangnya dia ini siapa pula berhak menyalahkan orang lain?. Nenek pun mengungkit-ungkit masa lalu ayah Eun Byul dan Eun Soo kenapa dulu harus bertemu wanita itu (mungkin ibu eun-byul Soo,). Eun Soo heran kenapa Neneknya mengungkit-ungkit ayah di di sini.

Hyun Ho iba, ia mendekati nenek dan cucu itu, bertanya apakah Nenek baik-baik saja. Eun Soo menyuruhnya fokus mengurusi Eun Byul saja, biar Eun Soo yang menenangkan Neneknya. voice-4Hyun Ho  kembali ke 112 center, ia menerima panggilan dari Kepala Kang. Ia khawatir dan meminta Kepala Kang ke rumah sakit. Kang Kwon Joo ingin bertanya mengenai masa lalu Hwang Kyung Il.

voice-5

       Jin Hyuk berseloroh, untungnya tadi dia menemukan Kwon Joo disaat yang tepat. Kepala Jang datang, dia heran kenapa si penculiknya memiliki Radio Ham (Operator radio menggunakan frekuensi rendah untuk berkomunikasi). Jin Hyuk bersikeras melihat ada antena radio ham di atas mobil pelakunya. Eun Byul sepertinya memang akan direkam pukul 10 nanti, Kepala Jang tidak mau ambil pusing.. ia senang Jin Hyuk sudah sadar kembali setelah kematian istrinya tapi memangnya cuman Jin Hyuk yang bersimpati ke Eun Byul? Kami juga!.

Karena Kwon Joo merasa Satuan Unit Kejahatan mengabaikan posisi Golden Time Team, Kwon Joo memutuskan untuk jalan sendiri-sendiri saja.

voice-6

Dari info terbaru didapat bahwa ada pria usia 30an yang memiliki ciri seperti Hwang Kyung Il. Kepala Jang dan yang lainnya lalu hendak pergi ke Pelabuhan. Sebelum pergi Kepala Jang memperingatkan Kwon Joo untuk jangan bertingkah seenaknya sendiri jika tidak mau jatuh ke lubang yang sama.

Jin Hyuk menyuruh Kwon Joo mengabaikan omongan Kepala Jang tadi.

voice-7

Seorang pria yang Jin Hyuk tanyai jalan lain selain tol datang ke kantor polisi. Pria itu langsung mengerti maksud Jin Hyuk, ingin mengetahui radio yang frekuensinya rendah dan tidak bisa semua orang dengar. Tapi dia tidak mau membantu Jin Hyuk dengan gratis. Jin Hyuk mengancam pria itu dengan mengatakan akan membuatnya menjadi zombie jika tidak segera bertindak. Pria itu langsung takut karena maksud Jin Hyuk adalah memukulinya sampai tidak bisa jalan dengan benar (Hahahaha)

voice-8

         SMP Illak, bangunan yang sudah tidak terawat lagi. Pukul 20:33 tempat Eun Byul disekap. Kyung Il memarahi rekannya, apa benar radionya bisa difungsikan? Tapi kenapa mereka tidak bisa mendengarkan percakapan para polisi?. Rekannya juga tidak mengerti, jangan-jangan polisi sudah tahu tentang radio ham mereka. Kyung Il masih bisa tenang sedangkan temannya sudah mulai takut kalau kalau polisi tahu lokasi mereka. Kyung Il santai karena ponselnya sudah dimatikan.

voice-9

Eun Byul terbangun, ia kebingungan. Kyung Il melihatnya dan menyuruh temannya menulis pengumuman bahwa siarannya akan ditayangkan 20 menit lebih awal. Rekannya hendak membantah, namun pada akhirnya ia menuruti keinginan Kyung Il.

voice-10

Kwon Joo sudah dapat kabarnya, ia memberitahukan pengumuman di situsnya Kyung Il ke Jin Hyuk. Mereka menduga pasti Kyung Il bukan penjaja konten pornografi biasa, pasti masih ada yang mereka sembunyikan.

       Jin Hyuk berpendapat mungkin yang diincar mereka bukan hanya uang, akun mereka telah diblokir dan berencana melarikan diri dengan bitcoin itu.

voice-11

voice-12

     Kwon Joo juga berpikir ada yang aneh setelah menyelidiki masa lalu Hwang Kyung Il, alasan kenapa membakar rumahnya sendiri. Diceritakan ibunya Kyung Il yang bernama Kim Soo Ja memiliki  yang buruk di lingkungannya sehingga membuat Kyung Il menjadi penyendiri.

       Kim Soo Ja memarahi Kyung Il muda untuk membereskan wadah makanan karena Kim Soo Ja sibuk. Kyung Il sebenarnya sangat menyayangi ibunya.

voice-13

voice-14

     Kyung Il dan kawannya mengintip Kim Soo Ja yang nampak bergenit-genit ria sembari menawarkan asuransi. Kawannya Kyung Il berbicara, ia dengar dari ibunya kalau Ibunya Kyung Il itu suka menggoda pria dan menawarkan jasa asuransinya. Perkataan kawannya Kyung Il tersebut membuat Kyung Il meradang, ia mencengkeram kerah kawannya. Tak lama kemudian ibunya Kyung Il datang, melerai keduanya dan mengajak Kyung Il pergi.

voice-15

       Kim Soo Ja meminta Kyung Il jangan percaya dengan omongan orang tentang ibunya ini yang suka menggoda pria. Apa Kyung Il tidak tahu betapa kerasnya Ibu bekerja demi menopang hidup Kyung Il dan ayahnya?.

voice-16

Satu-satunya yang peduli dengan Kyung Il di sekolah adalah gurunya. Gurunya tersebut mengizinkan Kyung Il masuk klub film karena Kyung Il suka menonton film. Kyung Il dipinjami kamera, saat sedang asyik mengambil gambar ia melihat ibunya terburu-buru menuju sekolahnya.

voice-17

Betapa hancur hatinya melihat ibunya bersama gurunya tadi. Kim Soo Ja mengeluhkan bahwa ia muak pada anak dan suaminya. Semenjak saat itu Kwon Joo berpikir pastilah Kyung Il yang syok melihat kelakuan ibunya sendiri mulai berpandangan yang tidak-tidak mengenai wanita.

voice-18

Setiap Kyung Il marah akan wanita dan ibunya pasti selalu membakar apapun untuk meredakan amarahnya. Pada tahun 1999, setahun setelah kematian ayahnya.. saat itulah dia membakar rumahnya dan ibunya meninggal.

“Dia memang psikopat” Komentar Jin Hyuk. Tapi Jin Hyuk mempertanyakan apa alasan Kwon Joo berpikir ada yang aneh? Karena setiap tindakan pasti jelas ada maksud dan tujuannya apa.

Kwon Joo mengatakan saat ia berbicara dengan Kyung Il sebelumnya, Kyung Il menggumamkan kata-kata “Kau itulah yang sampah”

“Kau itulah yang sampah?” bingung Jin Hyuk.

“Kemungkinan dia menderita gangguan kepribadian histrionik. Setiap kali dia mendengar nama Eun Byul, dia marah. Kau bisa dengar suaranya bergetar.” (Histrionik: gangguan dimana seseorang terlalu mencemaskan penampilan mereka, mencari perhatian, dan berperilaku dramatis)

“Tunggu. Jadi maksudmu Hwang Kyung Il dan Eun Byul saling kenal sebelumnya?”

“Aku tak tahu. Intinya, aku punya firasat aneh. Dan juga, orang itu.., …dia sepertinya tahu tentang insiden Eunhyung-dong.”

Jin Hyuk termangus sesaat. “Kau serius?”

voice-19

voice-20

     Kyung Il melepaskan ikatan Eun Byul. Eun Byul panik dan meminta Kyung Il jangan berbuat seperti ini, Eun Byul percaya Kyung Il orangnya tidak seperti ini. Kalau ini demi uang maka Eun Byul rela mengeluarkan berapapun dan melakukan apapun asal bukan ini. Kyung Il menanggapinya santai, bukankah Eun Byul pernah bilang mau jadi aktris? Anggap saja ini debut pertamanya.

     Kyung Il mengungkit-ungkit sikap Eun Byul selama ini. Kalau sedang kesusahan pasti merayu Kyung Il dan kalau Kyung Il yang menyusahkan Eun Byul justru Eun Byul malah tidak menganggapnya.

“Oppa, apa maksudmu? Aku takut. Jangan seperti ini.”

“Eun Byul. Aku bukan orang yang bisa kau manfaatkan seperti mantan-mantanmu.”

Kyung Il menyuruh rekannya untuk merekam. Eun Byul lari, ia menjatuhkan kameranya dan menangis. Kyung Il menyuruh rekannya ambil kamera mereka yang ada di mobil.

Dengan enggan kawannya menuruti Kyung Il.

voice-21

      Jin Hyuk memarahi temannya yang terus mengeluh sedari tadi, malas sekali disuruh-suruh Jin Hyuk melakukan hal remeh temeh seperti melacak radio ham.

     Rekannya Kyung Il menggerutu, entah apa yang dipikirannya Kyung Il sekarang. Padahal mereka bahkan tidak memiliki waktu untuk melarikan diri.

voice-22

Seseorang yang dipanggil Hyung-nim menghubungi rekannya Kyung Il yang hendak mengambil kamera tadi. Hyung-nim mendesak keduanya segera menuju kapal sebelum terlambat dan diketemukan polisi. Dan lagi, memangnya si gendut ada uang untuk biaya hidup di Hong Kong nanti?. Si gendut menjawab mereka masih punya akun bitcoin. Hyung-nim menjelaskan ke si gendut kalau pasti sudah dibodohi oleh Kyung Il, kita tidak tahu apakah Kyung Il masih memiliki bitcoin atau tidak.

      Kwon Joo dan Jin Hyuk telah menemukan lokasi Kyung Il, mereka kemudian meminta Hyun Ho menemukan tempat persembunyian Kyung Il. Sebelah selatan Kantor Polisi Illak.  Kwon Joo hendak ikut serta, ia merasa bertanggungjawab dan tidak ingin membuat kesalahan yang sama.

“Kang Kwon Joo. Baiklah. Tapi jika kau tidak bisa fokus bersamaku…, aku takkan menunggumu.”

Kwon Jo mengangguk. Jin Hyuk menyuruh Kwon Joo masuk ke mobil.

voice-23

Hyun Ho telah mengecek lokasinya, kemungkinan merupakan SMP. Jin Hyuk meminta Hyun Ho mengecek SMP tempat Kyung Il bersekolah dulu. Hyun Ho terkejut, rupanya SMP tersebut adalah tempat bersekolah Kyung Il. Jin Hyuk bergegas pergi.

      Eun Soo bertanya ke Hyun Ho apa benar tadi katanya penculiknya bersekolah di SMP Illak? Dan Eun Byul berada di sana sekarang?

voice-24

     Jin Hyuk tidak habis pikir kenapa Kyung Il membawa Eun Byul ke tempat ibunya dulu berselingkuh. Pastilah itu merupakan kenangan yang paling mengerikan dan menyakitkan bagi Kyung Il. Hidup itu bagaikan sekotah cokelat, Kau takkan pernah tahu apa yang akan kaudapatkan. Jin Hyuk merasa aneh dengan korelasi antara semua itu di Hwang Kyung Il.

voice-25

     Rekannya Kyung Il kembali. Kyung Il mempertanyakan di mana lampu kameranya?. Rekannya khawatir mengenai bitcoin mereka, tapi Kyung Il tidak mau memberitahu. Rekannya minta setengah dari bitcoinnya Kyung Il dan janji tidak akan melakukan apapun. Mereka berdebat, rekannya menusukkan pisau ke perut Kyung Il dan Kyung Il balas menusukkannya ke kaki, mereka saling serang sampai si gendut terbunuh oleh Kyung Il.

voice-26

     Eun Byul berusaha kabur, namun Kyung Il menghadangnya dengan menggeser pintu ruangan.

voice-27

      Kwon Joo meminta Jin Hyuk mempercepat laju mobilnya. Eun Soo menelepon keduanya, ia menceritakan perihal Hwang Kyung Il sejak awal telah merencanakan ini dan mengincar Eun Byul. Ayahnya Eun Soo merupakan gurunya Kyung Il yang berselingkuh dengan ibunya Kyung Il. Ayah dan Ibunya Eun Soo bercerai karena perselingkuhan tersebut, lalu tak lama kemudian meninggal dan kehidupan Eun Soo-Eun Byul menjadi sulit.

Sebenarnya mantan pacarnya Eun Byul yang telah tewas pernah menghubungi meminta Eun Byul berhati-hati pada Kyung Il yang berbahaya. Eun Soo menyesal sekali, seharusnya dulu lebih perhatian pada mantan pacarnya Eun Byul yang sepertinya dalam kesulitan, bukan malah mengabaikannya dengan alasan sibuk. Eun Soo meminta dengan sangat agar Golden Time Team menyelamatkan Eun Byul adiknya.

      Eun Soo meneriaki Kyung Il sebagai pembunuh. Kyung Il balas menyebut ayah Eun Byul dan wanita itu sampah (ibunya sendiri).

Pukul 00:43, 12 jam lewat 50 menit setelah Park Eun Byul diculik, SMP Illak. Kwon Joo dan Jin Hyuk sampai di halaman sekolah. Di dalam gedung, Kyung Il menyeret Eun Byul yang sudah tak sadarkan diri.

voice-29

      Kepala Jang dan timnya menunggu disekitar pelabuhan. Hyun Ho menjelaskan situasinya ke Kepala Jang dan timnya untuk segera ke SMP Illak. Kepala Jang menuju ke sana, namun ia menarget akan sampai dalam waktu 20 menit. Hyun Ho cemas, bisakah Kepala Jang lebih cepat lagi? Di SMP Illak masalahnya hanya ada dua orang yang menangani.

       Kwon Joo dan Jin Hyuk hendak masuk ke gedung. Hyun Ho memberitahukan SMP tersebut ditutup tahun lalu, ada 10 ruang kelas di setiap lantainya. Pasti sulit jika hanya 2 orang yang mencari. Hyun Ho meminta keduanya menunggu tim yang lain datang.

Jin Hyuk menolak, mereka harus bertindak karena tidak punya banyak waktu sekarang.

voice-30

       Jin Hyuk dan Kwon Joo menelusuri gedung. Jin Hyuk tanya ke Kwon Joo apakah bis amendenagr suara-suara?. Kwon Jo mencoba fokus, sayangnya tidak bisa mendengar karena ada angin.

Darah menetes dari pelipis kanan Kwon Joo, Jin Hyuk bertanya apa tidak apa-apa?, ia tahu ini berat bagi Kwon Joo tapi Kwon Joo harus tetap waspada.

      Jin Hyuk masuk ke ruang kelas 2-3, Jin Hyuk mengecek duluan baru Kwon Joo ikut ke ruangan. Di sana diketemukan mayat pria yang bersama Kyung Il. Jin Hyuk mengabarkan ke Hyun Ho bahwa ada mayat di lantai 2, diharapkan Tim Forensik segera datang. Eun Soo semakin khawatir saja, ia bertanya-tanya apakah Eun Byul baik-baik saja?

    Ketika sedang melanjutkan pencarian, Kwon Joo mendengar seseorang menyeret. Sepertinya itu Kyung Il dan Eun Byul.

Tapi setelah didekati suaranya justeru menghilang. Sepertinya Kyung Il mendengar suara langkah kaki Jin Hyuk dan Kwon Joo.

voice-31

       Sebuah alat pemadam kebakaran menggelinding di koridor. Jin Hyuk meragukan pendengarannya Kwon Joo. Namun Kwon Joo yakin tadi ia mendengar seseorang menyeret manusia. Jin Hyuk memutuskan untuk berpencar, ia menyuruh Kwon Joo memeriksa lantai 3.

Jin Hyuk pergi, Kwon Joo mendengar suara erangan kesakitan dari balik lorong gelap. Kwon Joo perlahan-lahan berjalan mendekati sumber suara.

     Kwon Joo masuk ke sebuah ruangan, ia mencoba fokus mendengarkan namun hanya angin. Entah mengapa ia merasa aneh hari ini. Sementara itu Jin Hyuk masih mencari-cari.

      Ia mencurigai sebuah ruangan, malah bertemu kucing. Kwon Joo semakin dekat dengan suara yang mencurigakan. Ia buka lemari, ia temukan Eun Byul di sana. Eun Byul syok berat dan mengira Kwon Joo adalah Kyung Il. Setelah agak tenang, langkah demi langkah Kyung Il datang dan memacu jantung.

Jin Hyuk masih di tempat yang sama, ia menayadari ada hal yang ganjal.

voice-32

         Kyung Il terkejut bertemu Kang Kwon Joo lagi. Ia sibuk, tidak mau main-main dengan Kwon Joo. Kwon Joo nyaris terkena obat bius yang kuat dan terkena pisau. Kwon Joo melawannya dengan sigap. Jin Hyuk mulai khawatir, ia menanyakan keadaan lantai 3.. sayangnya tidak ada tanggapan dari Kwon joo. Jin Hyuk langsung berlari menuju lantai 3.

Kyung Il hendak menyerang Kwon Joo lagi. Eun Byul menahannya.. Eun Byul bilang bukan hanay Kyung Il yang hidupnya berat.. semenjak insiden perselingkuhan itu Eun Soo dan Eun Byul kesulitan sekali, Kyung Il membanting Eun Byul ke meja sampai jatuh ke lantai. Kwon Joo membantu Eun Byul bangkit. Kwon Joo menganalisis keadaan dan Kyung Il

“Orang yang menderita gangguan kepribadian histronik… cenderung tidak bisa mengendalikan amarahnyajika seseorang mengekspos titik lemah mereka.”

voice-33

“Sekarang, kenapa tidak kita sudahi saja sekarang?” Kata Kyung Il

“Hwang Kyung Il. Aku tahu kau selama ini… merekam video porno sebagai bentuk balas dendam pada ibumu. Tapi suatu hari, Min Ji Seok mengetahui perbuatanmu dan kau mencoba membunuhnya… dengan membuatnya berpikir bahwa Eun Byul yang mengirim SMS itu. Dan pagi ini, kau membunuhnya. Kau memidahkan mayatnya ke Taman Hiburan Myunghwa-dong… dan memanipulasinya sebagai tindakan  bunuh diri. Aku tahu itu semua. Berapa banyak orang lagi yang harus mati… karena balas dendammu itu?”

“Ini semua karena… wanita kotor dan pria itu!”

“Tidak. Kau sendirilah orang yang menghancurkan hidupmu. Karena pemikiranmu yang suka macam-macam. Kalau orang yang waras…, mau semenderita apapun mereka, mereka tidak akan menyalahkan orang lain…”

Kwon Joo terus memancing amarah Kyung Il dengan mangatakan perbuatan memperkosa dan membunuh orang lain mungkin dianggap Kyung Il hebat hanya karena ada orang-orang yang memuji Kyung Il disitusnya. Pada kenyataannya Kyung Il hanyalah penjahat hina dan keji. Kwon Joo mengambil kesempatan untuk menusuk Kyung Il dengan benda tajam di meja.

     Namun Kyung Il jauh jauh sudah menyadari itu. Ia mendorong Kwon Joo sampai jatuh. Kyung Il rupanya telah mengatur seluruh ruangan ini dan menyiraminya dengan minyak tanah. Dengan sebuah korek api di tangannya, sekali klik saja bisa membumi hanguskan.

voice-34

      Jin Hyuk meminta Kwon Joo mengamankan Eun Byul. Kyung Il menuruti perintah Jin Hyuk untuk menurunkan pisaunya. Tak lama setelahnya Kyung Il melemparkan sebotol cairan kimia kearahnya Jin Hyuk. Jin Hyuk menghindar, Kyung Il kabur. Berkali-kali Jin Hyuk melepaskan tembakannya.

Mereka kejar-kejaran, yang lebih mengkhawatirkan adalah pemantik api di tangan Kyung Il. Jin Hyuk meminta bantuan.

voice-35

       Eun Soo menghubungi Eun Byul. Eun Byul meminta maaf pada Eonninya itu, andai saja menuruti perkataan Kakaknya pasti semuanya ini tidak akan terjadi. Eun Soo meminta Eun Byul bertahan sedikit lagi karena ambulans segera datang.

voice-36

      Jin Hyuk dan Kyung Il berhadapan. Kyung Il menyuruh Jin Hyuk meletakkan senjatanya kalau tidak mau sekolah ini ia bakar. Jin Hyuk menurutinya, Kyung Il mengambil senjata api tersebut, Jin Hyuk mencoba melawan.

“Hwang Kyung Il. Berhenti main-main dengan api. Kau itu sudah terlalu tua buat main-main sama api sekarang. Mau kau apakan pistol itu?” Jin Hyuk tak takut meski Kyung Il mengacungkan senjata api ke wajahnya sekarang. Jin Hyuk memainkan peran psikologinya, berkata kalau pelurunya sudah habis karena banyak menembak tadi. Kyung Il tidak percaya, ia pikir Jin Hyuk hanya menggertak saja.

voice-37

Jin Hyuk memanas-manasinya untuk tembak saja. Lagipula Kyung Il mana berani? Kyung Il itu pengecut yang suka membuat alasan-alasan demi pembenarannya sendiri. Kyung Il kalah telak dari Jin Hyuk. Jin hyuk berseloroh pemandangan malam ini indah, terlebih untuk hari kematiannya Kyung Il.

Jin Hyuk lalu berjongkok dan berbicara pada Kyung Il.

voice-38

“Dengar baik-baik. Kaulah pecundang terparah di seluruh dunia. Eun Byul dan kakaknya sama menderita sepertimu…, tapi mereka tidak menyalahkan orang lain dan menjalani kehidupan mereka. Semua wanita yang kaulecehkan dan kau bunuh sampai sekarang… Kematian orang-orang jahanam sepertimu itu… tidak akan membuat mereka hidup lagi. Kau tahu itu, ‘kan?. Jadi kita tebus saja semua itu… dengan hidupmu hari ini.”

Jin Hyuk menyeret Kyung Il. Kyung Il terlihat frustasi, “Jadi, apa lagi yang bisa kulakukan? Tidak ada orang yang mengajariku menjalani hidup ini. Tak seorangpun!”

voice-39

Jin Hyuk menekan Kyung Il dengan senjata apinya. Jin Hyuk menyuruh Kyung Il untuk terus hidup dan menebus dosa-dosanya. Itu pastilah yang diharapkan oleh ibunya juga, ibu yang ia bunuh dengan tangannya sendiri.

voice-40

Kyung Il membakar rumah disaat ibunya tertidur pulas. Api membakar ruangan, Ibunya meminta diselamatkan namun Kyung Il malah pergi begitu saja. Jin Hyuk melaporkan ke Tim 1, semuanya terlihat lega.

voice-41

   Eun Soo berterimakasih pada Hyun Ho yang mengabarkan Eun Byul akan dibawa ke RS. Hyun Ho senang sekali setelah Eun Soo pergi.

voice-42

voice-43

     Eun Byul ditangani tim medis. Jin Hyuk mendatangi Eun Soo, Eun Soo berterimakasih sekali diselamatkan oleh Ajussi Jin Hyuk (Kkkkkk), tidak menyangka Jin Hyuk keren sekali. Jin Hyuk membercandai Eun Soo seharusnya memanggilnya Oppa bukannya Ajussi. Eun Byul juga berterimakasih pada Kwon Joo. Kwon Joo mengelak, justru ialah yang harusnya berterimakasih karena Eun Byul tadi menyelamatkannya.

Jin Hyuk menyuruh EUn Soo segera pergi karena neneknya sedang menunggu dengan cemas. Eun Soo sebelum pergi bertanya ke Kwon Joo dari mana Kwon Joo tahu Eun Byul dikunci di lemari tersebut? Tidak mungkin kan Kwon Joo bisa mendengar suaranya Eun Byul?. Kwon Joo kesulitan mencari jawaban dan Jin Hyuk langsung mengalihkan perhatian dengan menyuruh Eun Byul segera ke RS karena neneknya menunggu.  Titip salam untuk nenekmu juga ya?

voice-44

       Jin Hyuk menyesali Kyung Il yang malang nasibnya. Padahal kalau dipikir kembali Kyung Il bukanlah tipe orang yang tega membunuh ibunya sendiri.

voice-45

“Para pelanggan situsnya itulah… yang harusnya dimasukkan ke penjara. Jika kita telah bertemu  dengannya 16 tahun yang lalu…, apakah hidupnya akan berbeda?” Kata Kwon Joo.

“Mungkin dia akan punya kesempatan lagi buat memilih cokelat lain.”

Kepala Jang mengajak Jin Hyuk bicara, tapi dia tidak mau Kwon Joo ikut mendengarkan.

voice-46

Jin Hyuk meminta Kwon Joo menunggu di mobil. Kepala Jang menawari Jin Hyuk kembali ke Satuan Unit Kriminal. Karena sepertinya Jin Hyuk yang dulu sudah kembali. Kepala Jang bahkan bersedia meminta Ketua untuk memasukkan Jin Hyuk ke Tim 1. Kemampuan Joong Ki masih jauh juga dari Jin Hyuk.

voice-47

Joong Ki dan rekannya iri sekali dengan Golden Time Team, entah mengapa tim baru tersebut selalu bisa memecahkan code zero. Ini mungkin bisa membuat Unit Satuan Kejahatan keberadaannya terancam. Kyung Il digiring masuk mobil, sepertinya Kyung Il menggumamkan kata-kata “Jika aku mati… maka puteriku akan hidup sendirian..” Nampaknya itulah kata-kata terakhir ayahya Kwon Joo.

Kwon Joo mendengarnya, ia langsung mendekati Kyung Il. Joong Ki memintanya jangan menyerang tersangka. Kwon Joo tidak menghiraukan,

voice-48

Ia bertanya ke Kyung Il apa yang baru saja ia katakan?.

voice-49

Jin Hyuk ditawari masuk mulai besok. Sayangnya Jin Hyuk tidak tertarik, karena ia rasa di Golden Time Team juga seru. Jin Hyuk pergi, Kepala Jang tahu ini pasti karena ada sesuatu yang Jin Hyuk sembunyikan, Dae Shik juga pernah mengatakan hal yang sama ke Kepala Jang bahwa Jin Hyuk menyembunyikan sesuatu. Tidak mungkin Jin Hyuk bekerja di sana tanpa ada tujuan tertentu.

voice-50

Jin Hyuk hanya mengangkat tangannya malas, lalu ia melihat Kwon Joo menekan Kyung Il. Ia bergegas turun mendekati mereka.

Kwon Joo heran sekali kenapa Kyung Il bisa tahu kemampuannya Kwon Joo. Kyung Il minta dilepaskan, ia bilang ia akan memberitahu Kwon Joo kalau sudah dilepaskan.

 “Wajahnya… apa kau mengingatnya?”

KOMENTAR:

Dae Shik mana? Aku kangen Dae Shik :*

     Yep! Kalau orang waras biasanya nyalahinnya Tuhan lho… Tidak perlu menyalahkan siapapun. Lagipula kamu belum tentu benar juga. Aku selalu menekankan kalau dalam hidup kuncinya adalah saling menghargai, mau dia buruk tingkahnya di matamu.. mau dia sebaik malaikat kek~ itu hidup-hidup mereka… pasti ada sebab dan akibatnya kenapa bisa menjadi seperti itu. Santai… tidak perlu memaksakan kehendakmu pada orang lain, karena kita manusia kok.. bukan robot yang ada aturan alogaritma pastinya harus disetting apa biar keluarnya apa.

Ini pertanyaan yang susah dijawab dengan jujur dan nalar “Apa tujuanmu hidup?” Jawab dalam hati saja..

      Hyun Ho dalam situasi mendesak bisa dibilang bermanis-manis ria dan pedekate dengan Eun Soo :v, tampangnya >_< Kkkkkk…. Sepertinya senang sekali memberikan kesan yang amat baik pada Eun Soo *Hahahaha!.

Betewe dilarang keras komentar spoiler yak! Saya belum menonton episode 6 nya karena sekalian nulis sekalian nonton juga >_<V

Like FP Blog ini untuk tahu update-annya>>>> F A N P A G E

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s