[Sinopsis] Voice Episode 3

9.40 PAGI, 10 MENIT SETELAH INSIDEN BURIM-DONG TERJADI

      Ah Ram diseret keluar, diajak ke kamar. Ibunya marah besar kenapa Ah Ram tidak menurut. Sementara itu Jin Hyuk menyuruh Kwon Joo untuk berkonsentrasi menemukan suara yang mirip xylophone. Jin Hyuk ingin Kwon Joo mengulur waktu bicara dengan ibunya Ah Ram selama Jin Hyuk dan tim mencari rumah Ah Ram di mana.

Kwon Joo kebingungan, dia tidak pernah mendengar suara seperti itu sebelumnya. Ibunya Ah Ram hampir saja menusukkan pisaunya ke Ah Ram, Ah Ram terus memohon untuk jangan dibunuh. Kwon Joo menyelanya, ibunya Ah Ram kemudian terkejut siapa itu?

Kwon Joo memperkenalkan dirinya Kang Kwon Joo dari 112 Emergency call. Polisi sedang menuju tempat Ah Ram. Ibunya Ah Ram tidak percaya, polisi tidak tahu tempatnya. Kwon Jo mendesak ia tahu dari melacak lokasi ponsel, mengakulah maka akan mendapatkan keringanan hukuman.

voice-episode-3-1

    Dae Shik dan tim berpencar mencari tahu benda apa yang mirip xylophone. Dae Shik pikir mungkin sejenis mainan yang sering dimainkan anak-anak. Jin Hyuk geram, ia minta penjelasan detailnya seperti apa?. Dae Shik kesal, yang punya anak kan Jin Hyuk?.

Jin Hyuk mencurigai suara dentingan pajangan yang dipasang di sekat jendela. Dari bawah terdengar berdenting mirip xylophone. Jin Hyuk mengingatkan Dae Shik ingatkah mereka waktu menyamar di Myeonghwa-dong? Saat itu ada suara xylophone diterpa angin dan berisik sekali sampai membuat Jin Hyuk mengumpat kesal. Dae Shik meragukannya,

voice-episode-3-2

     Keduanya kemudian menanyakan ke warga setempat adakah anak berusia 7 tahun di bangunan 3?. Seorang ibu mengatakan itu ibunya Jae Eun, mereka hanya punya satu anak perempuan dan belum lama ini masuk ke Rumah Sakit karena sakit meningitis.

    Jin Hyuk kepikiran dengan perkataannya Ah Ram, anak itu bilang ada seorang Hyeong dan Hyeong tersebut pernah bilang ada anak perempuan di rumahnya tetapi karena sakit sekarang tinggal di rumah sakit.

     Jin Hyuk diinformasikan pemilik ponsel adalah Choi Byung Wook usia 30 tahun. 5 tahun lalu, restorannya di Burim-dong bangkrut. Saat ini Ia bekerja sebagai koki disebuah restoran. Sejauh ini Ia mengadopsi 3 anak. Yang pertama meninggal, yang kedua masuk rumah sakit. Sepertinya saat ini Ia hanya tinggal dengan bocah yang baru diadopsinya tahun lalu.

voice-episode-3-3

    Alamatnya di unit 406, gedung 3 villa Dabok. Nama istrinya adalah Oh Soo Jin. Oh Hyun Ho mencari informasi tentang koki tersebut, ia menemukan fotonya. Kemudian dikirimkan ke tim di lapangan.

Tim langsung bergegas menuju alamat yang dimaksud.

voice-episode-3-4

     Kwon Joo berbicara dengan Oh Soo Jin. Ia meminta jangan membunuh Ah Ram seperti ini. Oh Soo Jin semakin naik darah, tahu apa kau!? Pak Tua itu lebih kejam daripada aku, setidaknya aku memberikan pakaian dan membiarkan mereka tidur. Kwon Joo menduga Soo Jin pernah mengalami penyiksaan serupa. Ia meminta tim menelusuri masa kecil Oh Soo Jin. Soo Jin melampiaskannya dengan mencekik Ah Ram.

Jin Hyuk yang ikut mendengar meminta Kwon Joo jangan membuat Oh Soo Jin marah. Kwon Joo mencoba memahami Soo Jin, ia mengerti kenapa Soo Jin tegang sekarang. Ah Ram mengatakan tiap suaminya pulang selalu ada suara xylophone dan ibunya menangis. Soo Jin melepaskan cekikannya, berteriak histeris “Jangan asal bicara! Anak-anak harusnya dibesarkan seperti ini. Anak-anak sangat berisik dan berantakan. Mereka mengganggu!”

Ah Ram: Ibu, ibu, …

Soo Jin: ayah … aku minta maaf.

voice-episode-3-5

Hyun Ho menemukan datanya, Oh Soo Jin memang anak adopsi. Di tahun 1997, 1998, dan  1999. Ia tertangkap saat kabur dari rumah. Akhirnya setelah tahun 1999, Ia dibawa kembali kerumah meskipun terluka parah.

voice-episode-3-6

“Oh Soo Jin ssi. Menurutku, hidupmu tidak mudah. Bagaimanapun kau mungkin sudah mengalami hal buruk yang tidak pernah terbayangkan orang. Setiap hari, aku yakin kau bertanya-tanya, kenapa hanya kau yang mengalami semua itu. Disaat semua orang bahagia. Kau pasti merasa marah dan tidak adil.”

        Soo Jin menyuruh Kwon Joo diam, dari suara Soo Jin… Kwon Joo bisa tahu ia mulai kehilangan kepercayaan diri, karena panjang gelombang suaranya, jadi pendek secara drastis.

voice-episode-3-7

Kwon Joo bicara dengan hati-hati menarasikan keadaan Ah Ram sama seperti Soo Jin, sebuah keadaan dimana kau tidak bisa menghindarinya, bahkan walau pintu rumah terbuka Ah Ram tidak berani keluar dari rumah. Kwon Joo yakin Soo Jin sangat mengerti akan itu.

voice-episode-3-8

     Sekelebat ingatan Soo Jin kecil yang telah memar dan babak belur mencoba lari dari rumah namun tidak berani. Ayahnya datang membawa tongkat kayu. Soo Jin kecil yang amat ketakutan memohon ampun jangan dibunuh.

Kwon Joo janji akan membantu Soo Jin hidup normal jika Soo Jin mau menyerahkan diri dan membiarkan Ah Ram. Ah Ram sendiri pun meminta maaf, ia janji tidak akan bilang sakit ke polisi nanti. Soo Jin masih linglung, ingatan mengerikan itu masih bergema di kepalanya. Tiba-tiba suara yang mirip xylophone itu muncul, Soo Jin dan Ah Ram waspada. Kwon Joo menduga-duga apakah polisi sudah datang?.

voice-episode-3-9

voice-episode-3-10

      Suara yang mirip xylophone itu muncul. Yang lebih mengejutkan rupanya ada gigi-gigi yang dipintal dengan benang, berada di depan pintu.

voice-episode-3-11

Jin Hyuk dan tim datang, tapi Ah Ram tidak ada di dekatnya Soo Jin. Tim mencari, Kwon Joo terkejut berarti tadi yang masuk duluan bukan para polisi. Jin Hyuk langsung menetapkan Soo Jin ditangkap atas tuduhan kekerasan pada anak dan percobaan pembunuhan. Kau punya hak mendapatkan pengacara. Semua perkataanmu dapat digunakan melawanmu dalam pengadilan.

    Ah Ram tidak ditemukan. Detektif menduga pasti dibawa Choi Byung Wook. Kwon Joo meminta detektif segera menemukan Ah Ram, pendarahannya banyak. Dae Shik dihubungi seseorang, katanya Choi Byung Wook sudah 1 bulan ini tidak datang ke restoran.

voice-episode-3-12

      Soo Jin ditangkap, Dae Shik, Jin Hyuk dan tim pergi dari Vila Dabok. Kwon Joo mengungkapkan ada yang aneh, sepertinya yang membawa Ah Ram bukanlah suaminya Soo Jin. Di foto suaminya Soo Jin masih muda dan sehat, aneh jika menyebutnya “Pak Tua”. Dan langkah kaki pertama yang masuk rumah itu tidak terdengar seperti langkah kaki pria yang muda. Jin Hyuk marah, ia membentak Kwon Joo

“HEI!, kau pikir cuma kau yang kerja?!  Disini sudah mirip medan perang! Kalau begitu, kau saja yang cari dan temukan dia!”

 Kwon Joo bersikeras karena hanya dia yang mendengar langkakh kaki orang itu. Jin Hyuk tidak ambil pusing, ia menutup panggilannya dan pergi dengan Dae Shik.

    Hyun Hoo mengabarkan tahun 1993 Soo Jin diadopsi seorang dokter bernama Baek Sung Hak. Data adopsi dihancurkan pada tahun 2000 saat Ia berusia 16 tahun. Awalnya aku penasaran kenapa datanya tidak ada dan ternyata karena agensi adopsi menutupi hal ini karena orang itu menyiksa Oh Soo Jin.

voice-episode-3-13

      Soo Jin dibawa polisi. Kwon Joo menghubungi petugas terdekat dan memintanya menyambungkan ke Oh Soo Jin. Kwon Joo menanyakan apakah tadi benar suaminya Soo Jin?. Kwon Joo dengar ada yang aneh, Choi Byung Wook tinggi, tetapi lelaki yang tadi punya langkah pendek dan diseret satu kaki. Itu karena Ia punya radang sendi. Siapa orang itu?.

    Soo Jin langsung meracau ketakutan, ia tidak mengaku, ketakutan menyebutkan siapa sebenarnya orang tadi. Kwon Joo menduga pasti orang yang menyiksa Soo Jin. Kwon Joo lalu meminta Hyun Ho melacak orang tua asuh Soo Jin.

voice-episode-3-14

       Dae Shik sudah dapat info kalau orang tua asuh Soo Jin sebelumnya adalah Dokter gigi di Uijeongbu. Salah berinvestasi dan bangkrut, sengaja menyiksa anak asuhnya demi uang asuransi. Jin Hyuk langsung kepikiran gigi-gigi yang digantung di dekat jendela, dan ia lihat beberapa di suatu meja. Lalu kaki seseorang yang mencurigakan, celananyanya bertabur benda putih entah apa itu. Jin Hyuk minta mobil dihentikan, ia akan kembali ke Vila Dabok.

        Semakin Kwon Joo menekan Soo Jin untuk buka suara, semakin Soo Jin histeris. Kwon Joo terus mendorongnya, inilah kesempatan Soo Jin untuk menghukum pelaku kriminal menjijikkan itu.

voice-episode-3-15

      Pukul 9:50 pagi, 20 menit setelah insiden Burim-dong terjadi. Jin Hyuk kembali ke pos satpam. Satpam datang menanyakan ada apa?. Jin Hyuk ingin tahu apakah orangtuanya Oh Soo Jin pernah berkunjung? Satpam menjawab tidak begitu yakin karena ada banyak orang keluar masuk. Jin Hyuk tadi lihat si satpam mengerjakan sesuatu di mejanya, si satpam bilang hanya mengerjakan hobi baru karena bosan. Jin Hyuk tanya lagi satpam dari mana? Si satpam bilang dari ruangan mesin. Jin Hyuk dengan antisipasi tanya apa di sana ada tempat bersembunyi anak?

     Jin Hyuk ingin lihat ruangan mesin. Jin Hyuk juga terlihat meminum minuman yang diberikan padanya. Dengan penuh curiga Jin Hyuk mengikuti Pak Tua tersebut, jalannya diseret satu.

       Kwon Joo sudah dapat keterangan Oh Soo Jin. Ia menghubungi Jin Hyuk, tidak ada balasan. Dae Shik geram dan mengatakan Jin Hyuk kembali ke Villa. Kwon Joo terkejut, detektif dalam bahaya sekarang, ayah angkat Oh Soo Jin adalah sekuriti Baek Sung Hak. Menyiksa anak-anak demi uang asuransi.

voice-episode-3-16

voice-episode-3-17

     Suatu hari di malam bersalju Soo Jin dan anaknya menyapa sekuriti, siapa sangka sekuriti tersebut adalah ayah angkatnya. Oh Soo Jin ssi menderita ganguan kepribadian yang sering dialami anak-anak yang dibesarkan dalam kekerasan. Dia tidak punya pilihan selain mengikuti keinginan Baek Sung Hak.

       Dae Shik langsung menghubungi tim untuk kembali ke villa.

voice-episode-3-18

voice-episode-3-19

   Jin Hyuk melihat-lihat ruangan mesin. Kwon Joo menghubungi, sayangnya di ruang mesin sinyalnya buruk. Jin Hyuk tidak bisa mendengar apa yang Kwon Joo ucapkan.  Pak Tua beranggapan anak-anak harus dipukuli agar menurut, menghargai anak-anak baginya adalah omong kosong. Jin Hyuk beda pendapat, menurutnya anak-anak lebih baik ketimbang orang dewasa karena mereka polos dan jujur.

       Pria tua itu juga punya anak perempuan yang memusingkan sekali. Tak lama kemudian Jin Hyuk ambruk karena efek meminum minuman dari sekuriti tersebut. Di dalamnya ada midazolam (obat penenang dari kelas benzeodiozepine. Digunakan dalam suntikan anetesi.)

Itu dapat menekan saraf tengah, menyebabkan masalah pernapasan.

      Jin Hyuk tahu sekarang, pria tua ini adalah ayahnya Oh Soo Jin, sepertinya sudah banyak membunuh anak-anak. Baek Sung Hak merasa tidak masalah kalau anak-anak itu mati, kalau bukan karena dia membesarkannya pasti anak-anak itu sudah mati setelah dilahirkan. Baek Sung Hak siap menyuntikkkan sesuatu ke Jin Hyuk yang sudah megap-megap bicaranya.

Baek Sung Hak mengancam Soo Jin karena Soo Jin melaporkannya. Jin Hyuk menduga pasti Baek Sung Hak juga membunuh suaminya Soo Jin.

       Baek Sung Hak hendak menyuntik Jin Hyuk. Jin Hyuk menunjukkan ponselnya, ia sudah merekam pembicaraannya tadi. Jin Hyuk bangkit, ia sebenarnya tidak meminum mulberry tadi, ia hanya mendekatkannya ke mulut lalu menjauhkannya. Jin Hyuk benci Mulberry baunya tidak enak. Kebetulan di tempat sampah ia melihat Midazolam.

Sampai akhir Jin Hyuk berakting sampai akhir. Ia memukul lutut Baek Sung Hak dan bertanya di mana Ah Ram. Jin Hyuk hanya memukul ditempat dia mendapatkan pukulan, ia tidak peduli kalau Baek Sung Hak ingin pengacara, kalau perlu Jin Hyuk akan carikan yang paling bagus di seluruh dunia.

voice-episode-3-20

voice-episode-3-21

     Kwon Joo dengar Ah Ram ada di sekitar sana, tidak ada waktunya buat Jin Hyuk mengurusi si Baek Sung Hak. Kwon Joo meminta Jin Hyuk membesarkan volume suara radionya. Ah Ram mengetuk-ngetukkan jarinya seperti Kwon Joo inginkan.

Kwon Joo menerka-nerka dari suara ketukan Ah Ram. Membimbing Jin Hyuk menuju tempat Ah Ram berada. Tidak ada jalan lagi, hanya ada dinding. Jin Hyuk membukanya dengan palu yang ada.

     Jin Hyuk menemukan Ah Ram. Terkurung di balik sebuah jeruji. Jin Hyuk meminta bertahan, ia masuk dan menyelamatkannya.

voice-episode-3-22

voice-episode-3-23

      Ah Ram ingin bicara dengan Kwon Joo. Jin Hyuk menyuruh Kwon Joo bicara “Ah Ram, ini, Bicaralah.”

“Ah Ram, menepati janji. Seperti kata … Noona. Kau bilang bisa mendengarku… Noona bisa mendengar suara sekecil apapun.”

“Benar, sudah selesai… terimakasih”

Ah Ram mengantuk. Jin Hyuk lalu memanggil tim 1 memanggilkan ambulance.

     Pukul 10:00 pagi, Kwon Joo mematikan siniren merah. Pertanda kasus ditutup. “Kasus ditutup. Kerja bagus semuanya. Tolong fokus pada telpon yang masuk.”

      Diam-diam Oh Hyun Ho kagum pada Kepala Kang, sungguh luar biasa. Itu karena Kwon Joo belajar profil suara di Amerika.

voice-episode-3-24

voice-episode-3-25

      Kwon Joo menghubungi Oh Soo Jin, mengabarkan Ah Ram selamat, ayahnya sudah ditangkap. Apa yang ingin Soo Jin katakana pada Ah Ram?. Soo Jin terkejut, ia sudah terganggu oleh ayahnya selama ini, untuk Ah Ram ia ingin bilang telah membuangnya, lagipula ia sudah tidak bisa melihat Ah Ram lagi.

voice-episode-3-26

Oh Soo Jin lalu meminta pengemudi untuk membuka jendela mobil. Soo Jin membuang untaian gigi ke jalan, lalu menghirup semilir angin dengan lega.

voice-episode-3-27

voice-episode-3-28

       Ah Ram dibawa ke ambulance, si sekuriti dimasukkan ke dalam mobil polisi. Dae Shik tidak menyangka sekuriti itu kaki tangannya. Para warga di sana juga menggunjingkan si sekuriti. Tapi Dae Shik penasaran kenapa Jin Hyuk bisa tahu?

voice-episode-3-29

      Kwon Joo mencuci mukanya di toilet, teringat perkataan Ah Ram yang percaya jika Kwon Joo bisa mendengar suara sekecil apapun. Kwon Joo tersenyum lega mengingatnya.

voice-episode-3-30

voice-episode-3-31

     Jin Hyuk mendatangi Kang Kwon Joo. Kwon berterimakasih atas kerjasamanya, berkatnya Ah Ram bisa diselamatkan. Jin Hyuk sebelum bertanya ia menoleh ke depan dan belakang, ia ingin tahu sejak kapan Kang Kwon Joo bisa mendengar suara-suara aneh? Selain Jin Hyuk siapa lagi tahu tahu soal itu?.

“Sejak aku 12 tahun. Aku kecelakaan dan selama 2 tahun aku buta. Sejak itu aku mulai mendengar yang tidak dapat didengar orang. Ini rahasiaku dengan ayahku. Sekarang,Moo Timjangnim mengetahuinya. Hanya 3 orang yang tahu rahasia ini.”

“Jadi, jadi … sejak itu kau bisa mendengar berbagai suara? Hmm?. Tolong mengerti. Mendengar kisah seperti itu sangat sulit dipercaya. Bukan begitu? Sekarang katakan. Sebenarnya apa yang terjadi hari itu? Lalu … suara rekaman apa yang hilang saat itu? Kenapa kau membawaku kesini? Katakan.”

    Jin Hyuk masih belum bisa percaya. Ia ingin tahu.

voice-episode-3-32

voice-episode-3-33

      Kwon Joo menceritakannya, 25 November 2014. Hari Jumat. Hari itu satu minggu setelah aku dipindahkan ke pusat panggilan darurat 112. Biasanya 112 banyak menerima panggilan di hari Jum’at, sehingga Kwon Joo sibuk sekali. Kwon Joo saat itu baru menyadari bahwa satu panggilan bisa merubah suasana ruangan itu menjadi tegang.

Malam itu istrinya Jin Hyuk menelepon, ia ketakutan dan bingung menunjukkan di mana alamatnya sekarang. Kwon Joo masih kikuk menanggapinya, lalu dibantu rekannya, panggilan terputus dan Kwon Joo ragu-ragu menekan panggilan balik. Temannya menekan panggilan balik dan membuat si pembunuh menemukan di mana keberadaan istrinya Jin Hyuk.

         Istrinya Jin Hyuk kesulitan menanggapi, ia hanya bisa melihat tulisan gereja Banseok. Kwon Joo terkejut, syok dengan apa yang didengarnya. Suara hantaman bertubi-tubi, rekannya segera melaporkan dan meminta bantuan.

” Kang Kwon Joo. Kang Kwon Joo kau disana?”

Kang Kook Hwan berkeliling, ia memanggil Kwon Joo, ia ada di dekat lokasi TKP. Kwon Joo memperingatkan ayahnya untuk menunggu petugas lainnya datang.

voice-episode-3-34

voice-episode-3-35

Kang Kook Hwan diserang pelakunya, lalu pelakunya pergi dan Petugas Kang mengejarnya. Kwon Joo yang mendengar itu mencoba menghentikan ayahnya untuk jangan bertindak sendiri.

   Kang Kook Hwan mengejarnya, dia kehilangan jejak kemudian bertemu pria berjas hitam yang mencurigakan karena tangannya berlumuran darah.  Pria itu menyerang Kang Kook Hwan sampai jatuh ke tanah. Dia lalu mendengar suara Kwon Joo, tidak menyangka anaknya polisi juga.

voice-episode-3-36

voice-episode-3-37

Kang Kook Hwan bersuara, pria itu hendak membunuhnya tapi Kwon Joo minta dibiarkan hidup, ayahnya hanyalah polisi tua yang sebentar lagi akan pensiun. Pria itu tidak bisa, karena Kang Kook Hwan melihat wajahnya. Kwon Joo histeris menangis mendengar ayahnya terbunuh tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

voice-episode-3-38

     Rekan prianya Kwon Joo dimarahi oleh petugas yang sepertinya punya pakngkat lebih tinggi. Kedua pria tadi barusan mendapat panggilan perintah dari seseorang dan nampak takut. Pria itu dimarahi kenapa menelepon balik? Itu justru membuat pembunuhnya menemukan si korban. Si pria rekannya Kwon Joo mengelak itu perbuatannya Kang Kwon Joo. Yang padahal aslinya pria itulah yang menekan tombol telepon balik.

voice-episode-3-39

voice-episode-3-40

Di hari pemakaman ayahnya, Kwon Joo melihat siaran pelaku dibawa ke polisi. Kwon Joo merasa suara malam itu dan teriakan Dong Chul berbeda. Dan anehnya di berita Sersan Kang diberitakan meninggal karena tabrak lari.

voice-episode-3-41

voice-episode-3-42

       Kemudian Kwon joo pernyataannya di persidangan tidak dianggap benar. Kwon Joo menemui SekJen Chan. 3 tahun lalu ia adalah Komisaris di SungWun. SejkJen Cha juga menganggap pernyataan Kwon Joo mengada-ada, kalau ingin membuat bersih nama ayahnya maka Kwon Joo harus menjaga sikap. Kwon Joo sejak saat itu sadar sesadar-sadarnya kalau orang-orang yang ingin menutupi kejahatan tersebut ada di dalam kepolisian.

voice-episode-3-43

       Ini bukan kasus sederhana, melainkan pembunuhan yang dilakukan orang dengan kedudukan tinggi. Alasan Kwon Joo menghilang ke Amerika adalah agar dia bisa lebih kuat, sehingga mampu menangkap pelaku sesungguhnya dibalik ini semua.

voice-episode-3-44

voice-episode-3-45

     Jin Hyuk tetap tidak bisa percaya, berarti pelaku sebenarnya juga membuat rekaman suara dihilangkan?. Bagi Jin Hyuk pembunuh istrinya tetaplah Go Do Chul. Jin Hyuk pergi, Kwon Joo menahannya dengan mengatakan “Pasti ada kesepatakan yang dibuat diantara Go Dong Chul dan pelakunya. Itu sebabnya dia menaruh baju berdarah itu dirumah Go Dong Chul. Itu sebabnya, setelah mendengar kesaksianku yang mengejutkan, Go Dong Chul dibebaskan dan Ia dapat dengan mudah melarikan diri keluar negeri.”

“Jadi, berikan aku bukti. Jika kau dapat membawakan aku bukti… Aku akan percaya padamu.”

“Orang yang membunuh ayahku dan Heo Ji Hye tidak seperti pembunuh lainnya. Dia adalah monster. Napasnya tetap tenang, meskipun habis membunuh orang. Terlebih lagi, orang seperti itu punya kuasa dan uang … “

“Makanya, bawakan aku bukti. Hmm? Bawakan aku bukti. Bukti … CEPAT BAWAKAN AKU BUKTI!!”

“Orang bernama Go Dong Chul itu… ada di Sungwun saat ini.”

Jin Hyuk terkejut mendengarnya.

voice-episode-3-46

voice-episode-3-47

       Dong Chul dipukuli oleh si pembunuhnya. Dia meminta ampun. Mobil polisi datang.

voice-episode-3-48

Kwon Joo yakin Dong Chul dan si pembunuh kesepakatan mereka sudah rusak. Itu sebabnya Ia akan menemui pelaku sesungguhnya. Kwon Joo yakin itu.

Radio mengabarkan berita.

“Kepala, aku menerima laporan ada orang yang meninggal karena jatuh di jembatan Yeongdong di Sungwun. Kami mendapat tanda pengenalnya. Namanya, Go Dong Chul.”

voice-episode-3-49

voice-episode-3-50

    Kwon Joo dan Jin Hyuk syok mendengarnya. Kwon Joo mengonfirmasi sekali lagi, si petugas pemberi kabar mengulangi, benar dia Go Dong Chul si pelaku pembunuhan 3 tahun yang lalu.

Komentar:

         W O W!, aku terkesan sekali waktu Jin Hyuk pura-pura masuk perangkapnya si kakek tua XD, keren! KEREN! Banget! >_<

       Yipiii! Dugaanku benar soal Soo Jin pernah mengalami penyiksaan di masa kecilnya. Jaman dahulu orangtua menyiksa anaknya sudah dianggap wajar, itu pendidikan! *HEOL hEoL HEOL!!!

-__________________-

Tapi sekarang guru salah ngomong atau bertindak saja KPI bisa ikut campur, meski kembali lagi dengan attitude anaknya dan situasinya seperti apa.

Yes lagi, karena pertanyaanku terjawab. Hari kematian Ayahnya Kwon Joo dan istrinya Jin Hyuk adalah sama, berarti aku semakin tidak tahu siapa pembunuhnya…. T______T, tapi ada satu yang membuatku merasa aneh… bukannya Kwon Joo nangis dan memantau ayahnya di ruangan yanga ada banyak sekali profiler lainnya? Nah… di persidangan kenapa kesaksiannya Kwon Joo jadi gak valid?. AH benar… suara, hanya Kwon Joo yang dengar suaranya *ckkkk membikin pening saja ini drama. 2 terdugaku sebelumnya coret dulu, kurasa pembunuhnya adalah seseorang yang jabatannya tinggi dan punya dendam dengan Jin Hyuk, mengingat Jin Hyuk tempernya bukan main. Dan Kwon Joo anak bau kencur disalah-salahin sama rekan prianya itu -_-.

Like FP blog ini untuk mendapatkan update-annya>>>> F A N P A G E

 Sambil menunggu sinopsis episode 4 selesai intip preview-nya dulu yuk!>>>>

klik [Preview] Episode 4

Related Posts:

 

 

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 24 January 2017, in Voice and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Akhirnya rilis juga episode 3 nya..ahhhh syukurlah ah ram selamat. Lega banget tapi kasian liat kondisi nya 😦
    Itu pak tua benar2 sadisss dan kayanya akan seru kalo nasib anak2 adopsinya soo jin diceritakan juga
    Pokoknya semangat lah kak buat nulis sinopsis nya 🙂

  2. Sempat terdiam pas baca adegan Jang hyuk kesulitan bernafas,dlm hati wah….alamat tdk berhasil sumpah keren.Rating episode ini kabarnya naik signifikan jg kan? download mudah tp aku lebih suka baca sinopsisx Charisza dulu terima kasih ya 😂😂

  3. @Shin Haehyun, makasih ^^ iya semangat!
    @Kim, aku nggak ngecek ratingnya sih. Dari awal leadingnya sudah kaliber pasti keren membawakan karakternya XD

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s