[K-Movie] Hyeong (My Annoying Brother) – Bagian 1

hyeong

******

      Di Jeju Grand Prix 2015 Korea, cabang olah raga Judo. Judoka Go Doo Young (D.O EXO/ Do Kyung Soo) bertanding dalam laga final. Komentator seru mengomentari pergerakan Go Doo Young dengan lawannya.

Di pinggir lapangan tanding ada Coach-nim Ji Dae Hae dan Lee Soo Hyun mengamati Doo Young.

Di dalam penjara, seorang pria sibuk dengan al-kitab miliknya. Dia adalah Go Doo Shik Hyeong nya Doo Young.

Setelah saling menyerang dan bertahan, akhirnya Doo Young dibanting dan membuatnya kalah. Lawan Doo Young meraih kemenangan, sementara itu Doo Young mengalami syok, dia menoleh ke pinggir lapangan. Dilihatnya Coach-nim Ji Dae Hae dan Lee Soo Hyun, entah mengapa keduanya terlihat buram.

Soo Hyun: Doo Young….

Tim medis mendekati Doo Young.

      Lee Soo Hyun (Park Shin Hye) terkejut mengetahui kenyataan bahwa Doo Young tidak bisa melihat lagi. Terjadi kerusakan pada saraf optiknya. Tidak ada pengobatan pada saat ini yang bisa menyembuhkan kerusakan pada saraf optik. Sungguh disesalkan, ia telah kehilangan penglihatannya secara total.

“Tahun ini kau kembali mengajukan permohonan?” tanya petugas pria pada Go Doo Shik.

“Iya, kita bertemu lagi.” Jawabnya lemah

“Jika pembebasan bersyaratmu dikabulkan, setelah sampai di luar bagaimana kau akan menghidupi dirimu dan punya rencana apa? Sempat kulihat secara sekilas, kau sama sekali tidak memiliki sertifikat apapun.” Kata petugas wanita.”

Doo Shik membenarkannya, jangankan sertifikat, keluar dari tempat ini pun aku tidak pantas. Menipu uang orang dan menggunakannya sebagai modal dagang. Begitu teringat gara-gara perbuatanku banyak orang menjadi menderita, sekalipun masa hukumanku sudah berakhir, aku juga tidak berhak dibebaskan dari tempat ini.

Petugas pria tanya apa yang dibawa Go Doo Shik di pangkuannya itu adalah konselingnya?.

“Mana mungkin? Tindakan menipu orang tidak boleh digunakan untuk menipu Tuhan.” Jawab Doo Shik sambil membuka lembaran al-kitabnya. Ia kemudian menyerahkan potongan kertas artikel koran berita tentang Go Doo Young. Dua petugas tersebut bingung apa maksudnya?

“Anak itu, adalah dongsaengku” Jawaban Go Doo Shik membuat keduanya terkejut.

Doo Shik kemudian bercerita, ia sebenarnya tidak suka mengungkapkan bahwa ia adalah Hyeongnya Doo Young, takut membawa dampak buruk bagi dongsaengnya. Kedua orang tua mereka meninggal dalam waktu yang bersamaan. Tinggal dongsaengku yang telah buta seorang diri.

“Aku adalah orang yang jahat” Kata Doo Shik sambil memajukan duduknya. Selangkah demi selangkah ia maju sambil mengumbar wajah sedihnya.

“Sudah seharusnya menerima hukuman. Tapi… Begitu teringat akan anak ini, aku tidak sanggup menelan nasiku. Yang ada di depan mata dongsaengku yang buta itu pastilah hanya hamparan kegelapan. Aku tidak tahu jika dia makan secara teratur atau jatuh sakit.”

Alasan utamanya mengajukan kebebasan adalah demi dongsaengnya. Ia mengambil potongan artikel koran, menangis dengan tragis sambil memundurkan kursinya.

   Go Doo Shik sudah bebas. Sampai di daerah rumahnya, ia senang sekali karena Go Doo Yeong telah memberikannya secercah cahaya dalam kehidupannya. Berkat Doo Young buta, Doo Shik bisa keluar penjara dengan mudah. Doo Shik menekan bel rumah tapi tidak ada tanggapan.

Do Shik akhirnya memutuskan untuk memanjat pagar. Melompat ke bawah dan terjatuh.

“Pertama kali pulang ke rumah dalam kurun waktu 10 tahun, tapi kok begini?”

Pintu rumah tidak dikunci, rumah berantakan sekali. Berdebu, tampak lama tidak dibersihkan. Doo Shik masuk ke kamar Doo Young. Menutup hidungnya karena bau.

Doo Young berbaring di kasurnya. Doo Shik tanya apa kau Go Doo Young? Ada orang di rumah kenapa tidak membukakan pintu?.

“Ah iya, sekarang kau adalah orang buta, ya?. Gelap sekali” Do Shik lalu membuka tirai kamar Doo Young.

“Pergi!” Doo Young mengusir Doo Shik.

      Doo Shik mundur, “Lama tidak berjumpa nih!”

“Enyahlah!” Doo Young tetap mengusirnya,

Doo Young keluar kamar. Memasak ramyun untuk dirinya sendiri. Mengangkat pancinya dan makan di meja makan. “Ramyeon yang enak tuh bikinan sendiri.”

Doo Shik tergelak sendiri, dia geli karena Doo Young ia bisa bebas. Ternyata ada manfaatnya juga Doo Young bagi Doo Shik. Gomapta gae-sae ah! (Makasih Nyuk!)

“Saat menerima telepon itu seharusnya kau sudah tahu jika paling lama juga cuma setahun. Aku ke sini bukan atas kemauanku sendiri. Mari kita coba tinggal bersama setahun. Setelah itu aku akan menghilang dari sini.”

Doo Shik memandang kamar Doo Young, bocah itu sama sekali tidak merespon meski sepertinya mendengar ucapan Do Shik sejak tadi. Doo Shik jengkel “Sungguh orang yang tidak punya sopan santun. Saat rumah kedatangan seekor anjing liar, setidaknya keluar cek sebentar.”

Doo Shik lalu melihat-lihat kondisi rumah, bergumam kira-kira kalau dijual berapa harganya?.

“Kau punya berapa?” Tanyanya ke Doo Young. “Hei, ibumu pasti mewariskan setidaknya sedikit untukmu.”

Doo Young di dalam kamar, ia keluar dari selimutnya. Sedangkan di luar sana Doo Shik masih mengoceh “Dan juga, kau jangan berharap jika aku akan merawatmu. Pikiran seperti itu sebaiknya kau buang jauh-jauh sedini mungkin.”

Doo Young menutup jendela kamar dan tirainya, kembali tidur lagi.

     Malam hari, di dapur Doo Young berusaha keras mengambil mi instan dalam laci. Ia memakan mi mentah. Doo Young mendengar suara kedatangan Doo Shik, segera secepatnya Doo Young kabur. Namun ia justru tersandung kaki meja dan jatuh.

Doo Shik melihatnya “Ngapain kau?”

Doo Young bangkit, dia memegangi meja dan menjatuhkan pot. Doo Shik hendak membantunya tapi Doo Young menolak.

“Lepaskan!”

“Jalan dari dapur ke kamar sendiri saja tidak becus. Mau sok apa kau? Aku mau masuk ke kamar. Terserah kau mau ngapain saja, kampret.”

Terdengar suara pintu dibanting keras-keras, Doo Young menuju kamarnya. Tapi aslinya Doo Shik tidak masuk ke kamar, dia mengawasi Doo Young sampai ke kamarnya sendiri baru kemudian masuk ke kamar.

      Pagi hari di mini mart sekitar kompleks, Doo Shik minta diambilkan rokok yang mereknya Lamborghini ice-tone sebungkus. Pak Tua yang menjaganya malah bingung. Tapi saat Dae Chang datang dan memesan merek yang sama dengan pengucapan yang salah malah diberikan.

“Ajussi, tolong Lamborghini mensol satu bungkus”

“Ah, mensol?”

Doo Shik mau mengambilnya tapi kalah cepat. Ia minta satu yang itu, Ajussi pemilik mini mart bilang sudah habis. Dae Chang pamer rokoknya. Doo Shik mengancamnya, mereka berdebat soal mereknya. Doo Shik protes ia pesan dengan menyebutkan merek dengan benar, tapi Dae Chang bilang Lamborghini mensol. Dae Chang kabur, “Ajussi, kembaliannya ambil saja”

Doo Shik mengejarnya. Dae Chang terlihat mengalah, baiklah.. baiklah… memasang gaya hendak melemparkan rokoknya, tapi ia malah menunjukkan jarinya. Doo Shik marah, ia mau melemparkan sandalnya ke Dae Chang, lain kali kalau sampai ia lihat Dae Chang lagi pasti akan menghabisinya!.

Tiba-tiba perut Doo Shik sakit. Disaat seperti ini malah ingin ke toilet.

Lee Soo Hyun di depan rumah Doo Young, ia menelfon Doo Young, kenapa Doo Young tidak menjawab panggilannya?. Soo Hyun bersandar di pintu dan terjengkang ke belakang. “Ah, ternyata pintunya terbuka”

Soo Hyun masuk ke rumah dengan barang belanjaannya. Soo Hyun masuk ke kamar Doo Young, iba melihat Doo Young di kasur. Soo Hyun kemudian membersihkan rumah dan memasak.

    Doo Shik datang, membuat Soo Hyun terkejut tanpa sadar menampar Doo Shik.

“Ss–Ss–Ssiapa?”

“Apanya siapa? Kenapa aku ditabok?”

Doo Shik makan masakan Soo Hyun.

“Apa hubunganmu dengannya? Kau pacarnya?”

“Doo Yeong tetap tidak sudi makan?”

Doo Shik menjawab nanti kalau lapar Doo Young keluar sendiri, sudah besar juga dia.

“Bukan itu yang kumaksud!” Bentak Soo Hyun. Doo Shik menggerutu apa-apaan perempuan ini sukanya teriak-teriak?.  Soo Hyun mendatangi kamar Doo Young mengajaknya makan. Doo Young tampaknya tidak bangun, Soo Hyun terkejut “Doo Yeong, buka matamu!”

     Doo Young di rumah sakit, Doo Shik membisiki Doo Young yang terbaring di ranjang. “Aku keluar dari penjara bukan untuk menghadiri pemakamanmu. Jangan sok bergaya. Jika memang mau mati, mati saja dengan tenang.”

Doo Shik meninggalkannya, Doo Young meneteskan airmatanya.

     Soo Hyun kesal pada Doo Shik, kenapa bisa Doo Young sampai malnutrisi?. Tidak hanya kemampuan Doo Yeong yang merupakan kemampuan atlet nasional, tapi staminanya juga stamina atlet nasional. Tidakkah setidaknya kau memperhatikan jika dia makan atau tidak?

Doo Shik menyuruhnya membawa Doo Young saja kalau begitu. Katanya kau pelatih? Tidak usah khawatir yang berlebih.

“Apa maksudmu?” Tanya Soo Hyun.

“Bukankah kau bilang staminanya adalah stamina atlet nasional? Kalau gitu harusnya kuat sekali.”

Doo Shik pergi. Soo Hyun geram dan tanya “Kau itu sampah ya?”

Doo Shik balik lagi. Gara-gara Kampret itu hidup Doo Shik menjadi sampah. Soo Hyun kesal atletnya dibilang kampret.

“Dasar sialan?”

Suster memberitahukan untuk mengurusi biaya administrasinya.

“Kalau begitu sampah undur diri dulu” Doo Shik pamit pergi. Soo Hyun menahan tangannya, kartu kreditnya sudah limit. Doo Shik balas mengatakan ia malah ingin punya kartu kredit. Soo Hyun jengkel sekali.

    Malam hari, Soo Hyun dan Doo Young makan bersama. Soo Hyun tanya Hyeong macam apa Doo Shik itu? Kenapa tidak perhatian begini? Kalau orang lain melihat keduanya pasti dikira bukan saudara kandung.

“Bukan Hyeong kandung” Kata Doo Young. Soo Hyun mengerti, pantas saja selama ini ia baru tahu sekarang kalau Doo Young punya Hyeong.

    Doo Shik memaksa Doo Young makan, Doo Young dimasakkan ramyun tapi Doo Shik makan daging ham goreng.

“Daging ham goreng?” Tanya Doo Young. Doo Shik kaget, kenapa bisa tahu? Ia mengecek apa Doo Young memang buta, meninju-ninju udara di depan Doo Young. Doo Shik makan lagi.

“Spam” Kata Doo Young. Membuat Doo Shik menjatuhkan daging hamnya.

“Kunyuk satu ini… Mata sudah tidak berfungsi dan sekarang hidungmu juga ikut rusak? Spam apa? Sembarangan. Keberadaanmu yang lebih cocok disebut spam, kampret. Dan… Seharusnya kau tuh berterima kasih karena aku adalah orang yang bermoral tinggi. Ngerti? Kalau kau makan tuh nasi aku akan bersyukur tak terhingga.”

Doo Young balas mengatakan apa ramyun bisa disebut nasi?.

“Kau menganggap remeh ramyeon? Shin Ramyeon, Neoguri, Haemul Ramyeon, Nagasaki… Kunyuk, betapa banyak ragam. Kunyuk yang tidak tahu apa-apa. Makananmu terlalu enak dulu. Jadi makan ramyeon 10 tahun pun tidak apa-apa. Jangan banyak bacot! Cepat makan!”

Doo Young menendang mejanya.

“Suka suka aku!”

Doo Young hendak kembali ke kamar, ia mencium aroma parfumnya. Apa Doo Shik pakai parfum Doo Young?. Doo Shik marah, beraninya Doo Young memanggil Hyeongnya tidak sopan?. Doo Young balas mengatakan “Lalu kenapa kau terus memanggilku ‘bajingan’?”

Doo Shik kesal, ia menendang-nendang asal dan kesakitan sendiri. “Mulutmu ini… mulutmu. Kenapa mulutmu tidak bermasalah? Alangkah baiknya jika satu set rusak semua. Ah, hilang nafsu makanku.”

Doo Shik mengambil mengambil sesuatu dari kulkas lalu mau pergi. Doo Young menarik lengan Doo Young, seketika membanting Hyeongnya ke lantai. Doo Shik kesakitan, Doo Young ini buta betulan atau tidak sih?. Doo Shik heran,

“Orang bermoral? Dasar preman!” Kata Doo Young lalu pergi. Kakinya ditarik Doo Shik sampai jatuh ke lantai.

       Doo Shik tidak bisa disetujui oleh tellernya karena harus ada persetujuan Go Doo Young, Doo Young harus ikut datang. Doo Shik protes kenapa tidak bisa, dia ini kan hyeongnya. Keluarganya Doo Young.

Di mini mart, Doo Shik mengambil cola zero dan meletakkannya di kasir. Ia kelupaan sesuatu. Beberapa detik kemudian Dae Chang datang, ia menanyakan apakah cola zeronya ada?. Ah… sudah ada di sini, Dae Chang langsung membayarkan cola zero yang ada di meja. Doo Shik kembali ke meja kasir membawa barang lainnya. Dia bingung di mana colanya.

Doo Shik mendatangi Dae Chang, Doo Shik tadi sudah mengambil duluan. Dae Chang tanya apa Doo Shik tinggal di sekitar sini? Kalau begitu bikin peraturan siapa yang membayar duluan maka itu miliknya. Doo Shik kesal, kerja apa sebenarnya pria ini?

Dae Chang tanya memangnya kenapa?. Doo Shik pamer tato di dada kirinya, meminta Dae Chang menebak apa pekerjaan Doo Shik.

“Pendatang gelap…Pekerja gelap…”

“Ngomong apa sih nih orang?” Kata Doo Shik. Dae Chang mau kabur. Doo Shik menahannya ingin colanya. Colanya malah memercik ke bajunya Doo Shik, Dae Chang langsung minggat.

“Kau! Awas kau lain kali, kampret! Pasti akan kubakarkan dupa buatmu.” Doo Shik stres, “

“Sungguh tidak ada satupun yang lancar. Ada apa dengan celananya?”

Malam harinya Doo Shik membelikan Doo Young banyak makanan enak. Mengajaknya makan mienya dan tangsuyuk (daging babi goreng asam manis). Doo Shik curiga kenapa Hyeongnya jadi seperti ini. Doo Shik beralasan melihat Doo Young semakin kurus membuat Hyeong sedikit tersiksa.

Doo Young tidak kunjung membuka mulutnya, Doo Shik lalu mengambilkan garpu. Doo Young tetap tidak mau makan. Karena Doo Young tidak mau, ia menyuruhnya tusuk sendiri.

Doo Young salah menusuk wortel dan timun. Doo Shik mengaba-abainya kiri… kiri.

“Gak jadi makan” Kata Doo Young. Doo Shik lalu menusukkan daginya dan menyuruhnya makan. “Enak? Enak ‘kan. Hei, enak sekali bukan? Gitu dong! Ayo makan sedikit jjajangmyeon. Mienya sampai mekar tuh! Kau juga tahu ‘kan jika jjajangmyeon kalau sudah mekar tidak enak lagi. Ayo dicicipi,”

Doo Young makan dengan lahapnya. “Wah betapa lahapnya dongsaengku makan!”

Doo Young menebak ini belinya di Yangjagang itu, ‘kan?. Doo Shik melihat mangkuk mienya bertuliskan Yangjagang 372-7232.

“Kau itu hantu? Hantu ya? Daebak!”

Doo Shik lalu mengutarakan maksudnya. Persemayaman ayah dan ibunya Doo Shik adakan dipindahkan. Harus mempersiapkan dokumen, katanya tidak boleh atas persetujuan Doo Shik saja. Butuh surat persetujuan, ia minta stempelnya Doo Young.

Doo Young bingung “Memindahkan tempat persemayaman abu kenapa butuh stempel?”

“Apaan kunyuk? Reaksimu sekarang ini… Memangnya aku akan menggunakan stempelmu itu untuk menipu orang? Seperti begitu? Wah dasar… hatiku terasa dingin, dasar. Hei, bagaimana pun juga memangnya aku bisa menipu orang menggunakan stempelmu? Hei, ya sudah! Gak butuh! Kalau begitu abu kedua mendiang kita taburkan saja ke dalam Yangjaecheon.”

Doo Young luluh juga.

“Bukan, maksudku bukan seperti itu.”

Doo Shik terlihat senang sekali setelah mendengar itu. Dia menyembunyikan ekspresinya.

Komentar:

        My Annoying Brother atau Hyeong adalah film yang masih gress sekali, tayang 2016 akhiran, 30 November 2016 di posternya. Hyeong adalah panggilan ke abang dari pria ke pria, dulu menurutku emang rada ribet orang korea itu. Tapi gapapa, memang bahasa korea adalah bahasa paling masuk akal sedunia menurutku, mudah sekali dipelajarinya. Ada tingkatannya, sama teman beda bahasanya, sama yang lebih dihormati juga beda. Bahasa Jawa pun juga sama, ada tingkatan bahasanya.

Adik cewe manggil teteh harus “Eonni” – bacanya Oni

Adik cowo manggil teteh harus “Noona” – Nuna

Adik cewe manggil Aa’ harus “Oppa” – Opa

Adik cowo manggil Aa’ harus “Hyeong” – Hyong

Dan lebih ribet lagi kalau soal adik ipar laki-laki, adik ipar perempuan dan semacamnya.. Sedikit membingungkan. D.O EXO atau Do Kyung Soo, aku mengenalnya dari EXO Next Door bukan EXO yang sering manggungnya seperti apa, cuman tahu 1 dua 2 lagunya EXO itu pun yang jadul2 kalau kata fans fanatiknya EXO :v, dan D.O adalah member pertama yang kusukai…wajahnya kalem-kalem charming *haha!, aku tidak begitu tahu KPop idol dan tidak mengikutinya #BuatApaPulaCuy?. Saya hanya Pecinta Drama… Drama Drama *Hahahaha. Dia masuk gengnya aktor kece Joo In Sung, Song Joong Ki, Im Joo Hwan, Kwang Soo, sebuah geng yang saling tukar pikiran bagaimana akting masing-masing, D.O berarti harapan masa depan kaleee ya? Gengnya kece-kece semua! Tutornya sudah kaliber dalam dunia Kdramaland. Menurut orang-orang aktingnya bagus, di aminin aja deh… ^^ tapi aku memang lebih suka Do Kyung Soo sebagai aktor daripada sebagai D.O EXO, meski kalau lihat dia pentas rasanya terpana juga *eh, selain lagu ballad ost aku juga lumayan suka genre musik EDM. Di sini jadi buta dan adu akting dengan Cho Jung Seok dan Park Shin Hye, fokus film ini memang “Hyeong”, ah… K-Movie memang beda rasanya. Film ini bagus banget menurutku T_T #terharu

#2017MovieTime! #GetLostRomComDrama!

Lanjut Part 2 dan seterusnya, Share dan Like FP Blog ini untuk tahu update-annya>>>> Klik FANPAGE

Untuk sinopsis lainnya silahkan klik Daftar Sinopsis di atas, kalau Readers membukanya lewat hp silahkan scroll ke bawah ada Daftar Sinopsis langsung klik saja. *Ciao!

Advertisements

2 thoughts on “[K-Movie] Hyeong (My Annoying Brother) – Bagian 1”

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s