b10

~***We Married as Job***~

    Sekarang pembagian tugas di rumah, Mikuri 33 spot dan Hiramasa 22 spot.

Di kantor, Tsuzaki memberitahukan ke Hino tentang Aozora. Hino tidak tahu rupanya istrinya Tsuzaki bukan ibu rumah tangga penuh. Tsuzaki menjelaskan, sampai beberapa waktu yang lalu memang seperti itu. Sekarang istrinya menjadi penulis majalah kota, pengurus aozora dan ibu rumah tangga.

Hino mengerti itulah kenapa akhir-akhir ini lauk pauknya Tsuzaki berkurang. Ia bandingkan dengan lauk buatan istrinya.

Numata datang, ia mempertanyakan jadi Mikuri-san dan Tsuzaki-san saling bergairah, passion?. Hino heran, bukannya itu hal yang wajar kalau pasangan menikah memiliki passion?. Numata duduk, dia sok menjelaskan ada beberapa hal di dunia ini yang gelap dan semacamnya.

Tsuzaki menanggapi, entah passion atau tidak yang jelas ia menyukai Mikuri. Hino dan Numata sampai syok mendengarnya. Tsuzaki bilang ia juga melakukan simulasi pembagian tugas rumah tangga dengan Mikuri, meski merepotkan ia melakukannya walau jika bisa ia pun tidak mau melakukannya.

Mikuri mengirimkan pesan, kalau Hiramasa pulang lebih cepat ia diminta membuatkan nasi.

    Di rumah, Hiramasa membersihkan kamar mandi, lalu ia merenggangkan tubuhnya yang pegal. Mikuri pulang dan meminta maaf karena pulang terlambat, masih ada yang perlu dia selesaikan untuk perbelanjaannya. Mikuri mengajak makan malam. Hiramasa melirik rice cookernya dan syok, ia menghadang Mikuri yang ingin menuju ke dapur. Mengalihkan topik dari rice cooker ke ayo makan malam di luar saja (ahahahahaha, kenapa dia kaget gitu? Bukannya dia selama ini hidup sendiri? Oh iya ya… dia mungkin selama ini beli beli doang.)

Hiramasa bilang ingin makan pizza. Mikuri membawa makanan. Hiramasa kembali ngeles, dia lagi gak pengen makan gorengan. Perutnya rasanya kenyang. Mikuri balas mengatakan bukannya pizza makanan yang sangat berat?. Pokoknya Hiramasa kekeuh ingin makan di luar saja, mereka kan sudah sepakat makan di luar sebulan sekali.

    Sekarang juga?, Mikuri bingung. Hiramasa pikir lelah, jadi makan di luar saja. Mikuri getol berpendapat, justru karena lelah makanya ia ingin makan malam di rumah saja. Mikuri mendekati rice cookernya, Hiramasa masih menghalanginya untuk mengajak makan di luar. (kkkkkkk)

    Mikuri pindah perhatian ke dua pasang burung emprit jepang yang sering ke balkon.  “Pero? Peroko?”

Mikuri mendekati sangkar burung tersebut, Hiramasa heran sejak kapan mereka punya nama? (ahahahaha….!)

Mikuri menunjuk Peroko jatuh ke bawah. Hiramasa tertipu dan mendekati sangkar, Mikuri mencuri celah untuk mengecek rice cookernya. (Huaaaaa ini kenapa lucu banget??? Cuma rice cooker, rice cooker)

Mikuri membuka rice cookernya, masih kosong. Ia sudah menduga ini pasti akan terjadi. Karena Mikuri bukan anak kecil, tidak ada gunanya Hiramasa menyembunyikannya. Hiramasa meminta maaf. Mikuri lalu hendak membeli nasi, Hiramasa mencegahnya biar dia saja yang beli. Mikuri tidak bisa, ia lagian sudah pakai mantel dan makanan adalah tanggung jawabnya.

     Kazami dan Igarashi bersama. Kazami ingin berkata baik-baik, ia yakin tidak bisa jatuh cinta pada Igarashi. Igarashi sudah menduga Kazami akan berkata semacam itu. Kazami pikir ia dan Igarashi sama, kalau Igarashi mau dimanfaatkan oleh seorang pria, Kazami akan mempertimbangkan untuk memanfaatkan Igarashi. Karena pria dan wanita memiliki derajat yang sama, seharusnya Igarashi menikmatinya dengan nyaman.

Igarashi memastikan kembali apa benar Kazami secepat itu menyimpulkan ia dan Kazami tidak cocok?. Kazami menjawab kalau ia sudah jatuh cinta lagi setelah sekian puluh tahun lamanya tidak jatuh cinta, ia merasa dirinya sendiri lucu, saat sedang memikirkan seseorang.

   Horiuchi memeluk Yuri dan menyelamatinya atas kenaikan jabatan menjadi Manajer. Yuri mengelak masih belum resmi. Umehara menyuruh Horiuchi masuk ke mobil, Horiuchi yang mabuk masuk ke taksi dengan lucu. Yuri heran, tidak biasanya Horiuchi minum sampai mabuk. Umehera juga banyak minum tadi.

    Numata melihat ponselnya, Yuri tidak menjawab pesannya. Master Yama-san tanya apa Yuri masih bekerja?. Numata cerita perusahaannya kacau sejak minggu lalu, ia baru bisa kemari karena ada beberapa hal yang perlu diurusi. Oasis penyejuk bagi hatinya Numata hanyalah percakapan di LINE.

   Yuri dan Umehara berjalan bersama. Umehara tanya bagaimana perkembangannya Yuri dengan pria tampan itu. Yuri tidak bisa. Umehara menyemangati Yuri, kalau suka maka kejarlah. Yuri pesimis, suka dan kejarlah ia pikir hanya cocok jika ia masih muda. Umehara menerangkan dirinya pun juga begitu, suka dan mengejarnya, Umehara menyukai seseorang dan merindukannya tapi tidak bisa menemuinya (heol… maksudnya itu aku bang? *eh)

Umehara iri sekali, di dunia ini orang-orang bisa bertemu dan berkencan dengan bebas. (apa mungkin orang terkasihnya Umehara sudah tiada?)

     Mikuri sibuk dengan laptopnya, Hiramasa hanya memperhatikannya sekilas dan masuk ke kamar. Mikuri menoleh ke pintu kamar Hiramasa, hari ini adalah hari terburuk bagi Mikuri. Kalau tidak ada ruang, sifat aslinya akan segera muncul.

Ia teringat kenangannya dengan pacarnya semasa kuliah dan SMA. Sifat aslinya Mikuri yang kurang ajar dan angkuh, Mikuri yang “Pandai”. Mikuri benci dengan dirinya sendiri.

b10

     Mikuri rasa orang yang rasa percaya dirinya rendah adalah dirinya sendiri. Mikuri pikir orang yang Hiramasa-san sukai sebenarnya adalah wanita yang mengerjakan pekerjaan rumahtangga dengan sempurna, selalu tersenyum lembut, seorang istri idaman.

Di kamar, Hiramasa memperhatikan foto Mikuri saat bulan madu mereka.

    Mikuri pikir dirinya adalah wanita bersikap mengerikan hanya karena sebutir nasi, dan ia bukanlah seorang wanita. “Aku ingin dipilih, aku ingin diakui. Namun aku ingin jadi lebih dan lebih jauh dari diriku sendiri.”

~We Married as Job~

     Yuri melamun, Igarashi duduk di depan Yuri. Ia tanya apa Yuri orang baik? (tidak keberatan?). Yuri mengusirnya dengan sopan, bukannya masih ada banyak bangku yang kosong?. Igarashi bertanya seperti apa hubungannya Kazami dan Onee-san? (Teteh/Kakak).

Yuri setahun ini mengenal Kazami dengan baik. Igarashi mencoba menyudutkan Yuri dengan berkomentar kalau Kazami-san dan Onee-san ada hubungan cinta, seorang wanita 50 tahunan bermain mata dengan pria yang usianya 17 tahun lebih muda. Yuri sepertinya memang berhasil dengan produk anti agingnya.

Yuri balik membalas Igarashi, sebaiknya Igarashi jangan menilai orang setengah-setengah, di waktu mendatang Igarashi mungkin akan menyesali kebodohan yang ia buat sendiri di masa lalu. Kita dikelilingi oleh banyak kutukan, kau juga akan merasakan salah satunya. Jangan kutuk dirimu sendiri, kau harus melarikan diri dengan cepat dari kutukan yang mengerikan itu.

     Mikuri di dalam toilet sembari mengetik layanan konsultasi aozora. Sudah waktunya, Mikuri keluar dari toilet dan mulai rapat pertanggungjawaban dengan Hiramasa. Hiramasa tanya bukankah di dalam toilet sempit?. Mikuri menjawab ia lebih bisa berkonsentrasi di dalam sana (ROFL)

Pertama-tama Hiramasa-san ingin mengungkapkan pendapatnya secara jujur mengenai pembagian tugas mereka yang sudah berjalan seminggu ini. Pembagian tugasnya agak sulit, dia merasa minum jika tidak bisa memenuhi tanggungjawabnya. Ia tentunya akan bertanggungjawab dan Mikuri tidak perlu berterimakasih. Mereka perlu melakukan evaluasi secara positif,

Mikuri meminta maaf soal makanan, ia yang bertugas untuk itu tapi sudah mengecewakan. Hiramasa bilang tidak, ia tidak akan menyalahkan Mikuri. Mikuri usul bagaimana kalau pembagian tugas dihentikan saja? Seperti share house, kita akan melakukan semuanya masing-masing. Makan dan bersih-bersih dilakukan masing-masing.

   Hiramasa khawatir kalau itu diberlakukan, ada kemungkinan tak satupun ruang bersama akan dibersihkan. Mikuri menjawab dialah yang akan mengerjakan pekerjaan rumahtangga, dengan sukarela. Walau sukarela, Mikuri rasa jika ia ada rasa malas untuk bersih-bersih atau memasak di suatu waktu… ia tidak akan mengerjakannya, karena bersifat sukarela. Dan Hiramasa-san tidak boleh bilang “Apa tidak ada nasi?” dan tidak boleh bilang “Ruangannya sangat kotor”

    Karena Mikuri melakukan semuanya secara sukarela dan bukan pekerjaannya. Suasana di ruangan menjadi dingin. Hiramasa cukup terkejut dengan pernyataannya Mikuri.

Footer:

      Kareokea-an lagu ini yuk!. Letnan Yoon dan Sersan Seo lebih mencuri perhatianku saat itu daripada Yoo Shi Jin-Kang Meo Yeon, mereka nyaris tidak pernah bertemu… kalau pun bertemu mereka pasti bertengkar, terganjal restu serta perbedaan pangkat. Aku sampai hari ini belum nonton episode 16 DOTS lengkap, cuman nonton di bagian ending pas gempa, Sersan Seo memegangi bunga dan Kapten Yoo risih lihatnya. Letnan Yoon menyuruh Kapten Yoo membiarkannya saja, karena Seo Deo Yeong punya kenangan pernikahan dengan MANTANNYA *ahahahahahaha

Part 3 nya besok sore/malam. Hufufufufu…. Bye! Bye!

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 11 Part 2

  1. akhirnya bisa komen…terimakasih chariszha,,,,,aku setia mengikuti sinop om gen, walau aku udah nonton tapi tetep baca sinopnya lagi. emm….aku juga suka letnan yoon n sersan seo…..
    sehat slalu ya….

  2. koq makin kesini hubungannya mkin renggang & ruwet menurutq…
    ini gara2 numata….
    karena dia milih tsuzaki yg dipecat. krn hal itu smwnya jdi kacau….
    aduh ni endingnya bkal gmna….
    happy ending kan….
    aq jd pusing liatnya…
    karissa jgn psing jga ya…
    ckup aq yg gak nggeh kalo liat dorama…
    wkwkwkkkkk***

  3. @Sa’diyah, setiap drama/film harus ada masalahnya mb… biar gak hambar pas ditontonnya. Seperti juga dengan kehidupan nyata, ada masalah dan solusi. Bedanya drama harus diselesaikan masalahnya agar endingnya apik. Sedang real life masalah datang bertubi-tubi setelah 1, 2, 3 masalah selesai *haha

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s