Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 11 Part 1

justbelieveinme

    Gomenasai… tidak ada episode spesial. Itu tanggal tayang episode final katanya *huhuhuhuhu, yasudahlah… 11 episode sudah cukup. BTS dan interview ada kok… nanti akan dibuatin postingan khususnya ^^

~*** Nigeru Wa Haji da ga Yaki ni Tatsu|| We Married as Job@@@**~

    Mikuri tentunya senang dilamar oleh orang yang paling disukainya. Namun entah mengapa perasaannya sekarang ini galau, ia tidak mengerti dengan perasaannya ini.

Hiramasa-san keluar dari kamar mandi, mengucapkan selamat malam dan kembali ke kamarnya sendiri. Mikuri dan Hiramasa tidak pernah berpelukan di hari Selasa lagi, semenjak saat itu mereka berpelukan berdasarkan perasaan. Padahal hari ini hari Selasa.

Mikuri bersiap tidur. Ia dan Hiramasa-san sudah tidak sehangat dulu lagi, tidak ada pegangan tangan, mungkin saja perasaan itu telah menghilang. Mikuri menyebut dirinya wanita “pandai” sepertinya yang mengacaukan acara lamaran Hiramasa yang sudah lama ia tunggu, tentu saja akan diabaikan. (pandai dalam artian mengacau karena tidak terbawa perasaan dan langsung mengiyakan, justru terlalu idealis soal hitung-hitungan uang dengan Hiramasa)

Setiap kali Mikuri ingin mengatakannya, kegalauan yang ia rasakan ini.. ia tidak bisa mengatakannya satu sama lain.

Di dalam kamarnya, Hiramasa membuang berkasnya (mungkin itu perencanaan detail yang dibawanya saat melamar Mikuri)

    Di kantor, Hiramasa masih kepikiran kata-katanya Mikuri. Eksploitasi rasa suka. Jika memang Mikuri memiliki perasaan terhadap Hiramasa, seharusnya Mikuri menerima lamarannya dulu. Namun Hiramasa pun menyadari ia telah berbuat egois, sampai kapan ia akan terus egois seperti ini?

    Yuri ada di bar, ia bercerita mengenai kenaikan jabatannya. Tak lama kemudian Kazami datang, ia juga sudah dengar Yuri kemari untuk merayakan kenaikan jabatannya menjadi Manajer. Master Yama-san mengeluhkan sudah 10 kali Yuri menceritakannya. Yuri mengelak baru 5 kali ia bercerita. Kazami ikut duduk untuk membantu Master Yama-san mendengarkan.

Yuri langsung berubah sikapnya, tadinya ceria langsung kaku di dekat Kazami. Kazami menyelamatinya. Yuri merendah, tidak ada yang perlu diselamati karena nantinya tanggungjawabnya akan menggunung. Bagaimana pun juga Kazami menyelamatinya, akhirnya kerja keras Yuri sampai saat ini mendapatkan pengakuan. Kazami minta ditraktir segelas minuman. Yuri akan traktir minuman Kazami. Kazami terkejut, total?. Yuri beralasan besok harus bangun lebih pagi.

    Lalu Yuri tanya apa hari Minggu Kazami ada waktu?.

     Mikuri mendatangi Nakanishi-san, Nakanishi-san tidak bisa membaca huruf-huruf yang tercetak kecil di kuisioner Mikuri, ia minta dijelaskan, ia juga menyinggung ini kan tugasnya Mikuri karena sudah dibayar!. Mikuri mengecek waktu, dia berusaha yang terbaik

    Mikuri mengadukan kesulitannya, ia begini karena dibayar. Mikuri tampak kesal sekali, si bos pemilik toko meminta maaf dan akan menjelaskan ke Nakanishi-san dengan baik nanti.

   Mengurusi proyek Aozora dan memikirkan pernikahan membuat Mikuri benar-benar galau. Tidak mengerti kenapa. Tiba-tiba Mikuri merasa kalau diantara keduanya punya kesamaan. Ia berhenti berjalan dan memejamkan matanya, berpikir sejenak. Ting! Sebuah ide muncul di pikirannya.

    Malam harinya Mikuri setelah makan menahan Hiramasa jangan pergi dulu karena ada yang ingin dibicarakannya. Hiramasa menduga ini berkaitan dengan lamarannya tempo hari lalu, ia tahu memang terlalu memaksa.

Mikuri sudah memikirkannya tentang kompensasi pekerjaan ibu rumah tangga. Ia sekarang ini sedang melakukan pekerjaan sambilan. Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga mendapatkan gaji yang terkecil.

“Apa?” Hiramasa kaget.

Mikuri menunjukkan proyek Aozora nya, di daerah perbelanjaan sekitar Yassan meminta bantuannya Mikuri. Ia dibayar 930 yen per jam. Ini adalah upah minimum di Yokohama. Mikuri minta maaf melakukannya diam-diam tanpa sepengetahuannya Hiramasa.

Hiramasa bertanya kenapa Mikuri melakukannya diam-diam?. Mikuri menjawab sebenarnya dia berniat membantu sebentar saja. Di sana hanya ada pria saja, itu pasti membuat Hiramasa membencinya.

“Maafkan aku!”

Menurut Hiramasa ini mengecewakan. Mikuri minta maaf lagi. Hiramasa juga diam-diam saja karena dipecat akibat restrukturisasi, jadi mereka seri. “Lalu?” Tanya Hiramasa.

Mikuri bilang ia juga bisa tetap bekerja dengan upah 2.000 Yen per jam. Ia pikir ada kalanya dia tidak bisa bertahan dengan upah yang kecil.

“Apa kau juga meminta untuk bekerja dengan upah di atas jumlah itu?” tanya Hiramasa.

“Ya, tulah titik kegalauanku.”

   Mikuri menjelaskan kalau nantinya upah yang ia terima dan pekerjaannya ke Hiramasa dan keluangannya bisa melakukan pekerjaan paruh waktu lain, serta prosesnya yang ibaratkan seperti perusaan umum. Nanti semuanya tergantung bosnya namun tidak didominasi penuh, Hiramasa sebagai bos diharapkan melakukan evaluasi kepada Mikuri sebagai istri selayaknya bos ke pegawainya untuk dipertimbangkan naik jabatan atau tidaknya. Kasih sayang pun perlu dievaluasi (hahahahaha…). Hiramasa bingung, bukannya kasih sayang tidak bisa dievaluasi?. Ya! Mikuri membenarkannya, akan tetapi dalam rumahtangga siapa lagi yang pantas mengoreksi istri selain suaminya sendiri?, karena rumahtangga berbeda dengan perusahaan… itu artinya apapun di dalamnya berukuran satu lawan satu.

   Hiramasa mulai memikirkannya lebih dalam lagi. Mikuri mengutarakan dirinya senang sekali dilamar Hiramasa-san, dan saat itu bukan berarti ia tidak mau menikah dengannya. Hiramasa tidak terlalu mendengarkan Mikuri, ia masih berpikir keras “Pertama-tama, apakah kau pegawainya?” tanyanya ke Mikuri.

“Apa?”

Hiramasa mengambil papannya Mikuri, jika bosnya adalah suami dan pegawainya adalah istri… Hiramasa pikir ada yang salah dengan itu. Seorang ibu rumah tangga adalah profesi yang baik yang mendukung keluarga. Kalau kau berpikir begitu, baik suami maupun istri adalah Manajemen bersama.

Hiramasa menunjukkan tulisannya. Baik suami maupun istri adalah Manajemen bersama (Yak! Suami dan istri adalah partner hidup, jadi tidak ada yang namanya lebih tinggi siapa derajatnya. Wuuuuaa! Hiramasa hebat! WOW! XD)

“Manajemen yang sama?”

“Dari sudut pandang ini, kenapa kita tidak membangun kembali hubungan kita?. Ini bukan hubungan kerja, ini adalah pembangunan ulang sistem baru. Kalaupun ada sistem kasih sayang, Ku rasa kita tidak memerlukannya. Sepertinya itu bukan suatu hal yang mudah. Aku tak tahu apakah akan berhasil atau tidak.”

Mikuri setuju, ia mau melakukannya. Hiramasa ikut-ikutan berdiri, biasanya Mikuri kalau terlalu bersemangat memang sukanya gebrak meja dan berdiri (kkkkkk mereka cocok banget, pasangan yang aneh :D. Heran sekali dengan Hiramasa yang suka sekali membangun ulang ~ membangun ulang~ dari awal. Lu pikir gampang menyatukan kembali pecahan yang sudah tercerai berai? -_-, aku juga yakin bisa… tapi tentu rasanya akan berbeda. Semangat sajalah untuk pasangan baru ini! fighting! *haha)

“Ayo kita lakukan, Manajemen bersama.” Tegas Hiramasa.

“Ayo kita lakukan, CEO.”

    Setelah kesepakatan mereka di perusahaan 303. Mikuri dan Hiramasa melakukan rapat pertanggung jawaban yang pertama. Hiramasa menunjukkan perbedaan dari IBC dan Link Long, dari keduanya tak jauh berbeda. IBC gajinya 90% dari gaji sekarang, sedangkan perusahaan Link Long adalah perusahaan baru dan gajinya cukup stabil.

Mikuri menduga nampaknya Hiramasa-san tertarik ke perusahaan Link Long yang masih baru. Hiramasa bilang ingin banyak melakukan hal yang baru, namun kalau dilihat gajinya yang setengah dari sekarang…

Mikuri mencoba memahami, kalau memang sekecil itu apa boleh buat… ia akan ikut kerja sambilan.

“di luar?” tanya Hiramasa

“Tapi karena upah pekerjaanku dari area perbelanjaan hanya 3000 Yen per hari. Aku memperkirakan waktu kerjanya sampai 3,2 jam dalam sehari.”

Mikuri pun juga ingin mencari tambahan dengan cara menjadi penulis di Majalah Kota. Sebagai penulis ia akan pergi ke area perbelanjaan, sambil menulis artikel liputannya. Juga bisa menyesuaikan dengan pekerjaan di Aozora.

   Hiramasa ikut antusias mendengarnya. Mikuri menjelaskan lagi, karena sebagai penulis ia bekerja penuh waktu.. maka waktu untuk pekerjaan rumah tangga akan berkurang.

“Pekerjaan yang akan CEO Mikuri lakukan, itu juga pekerjaan dari Perusahaan 303 ini. Ayo kita bekerjasama dan menyukseskannya. Sebagai bagian dari kerjasama berbagi rumah, aku akan membantu melakukan pekerjaan rumahtangga.”

“Terimakasih!”

    CEO Hiramasa dan CEO Mikuri sudah sepakat, mereka saling berbagi pekerjaan dan bahu membahu. (prokkk prokkk proook, Kakkoi!! >_<)

    Kazami datang ke rumahnya Yuri. Yuri menunjukkan hasil kesehatannya yang baru ke Kazami, kondisi tubuhnya sudah banyak mengalami penurunan.

Makin tahun kepadatan tulangnya berkurang, matanya sudah rabun, hormone kewanitaannya juga berkurang. Kazami pikir Yuri sengaja menunjukkan ini untuk mengetesnya. Yuri bukannya apa-apa melakukan ini, ia tahu saat di apartemennya Kazami saat Kazami ingin memeluknya itu bukannya main-main ‘kan?

Yuri sadar hubungan yang Kazami impikan itu mustahil bagi Yuri. Karena sampai sekarang aku hidup dengan sangat keras, sekarang ini, aku tidak bisa memikirkan hubungan cinta yang sesaat. Itu sebabnya aku ingin bicara baik-baik denganmu, Kazami-kun. Saat Kazami-kun lahir, aku berumur 17 tahun. Saat Kazami-kun berumur 20 tahun, aku berumur 37 tahun. Akhirnya saat Kazami-kun berumur 40 tahunan, aku sudah berumur 60 tahun. Sampai kapanpun, Kazami-kun akan tetap jadi keponakanku.

    Kazami sudah tahu, itu karena Yuri menunjukkan penampilannya yang seperti ini. Yuri menunjukkan aslinya untuk diperlihatkan ke Kazami. Kazami tanya apa Yuri-san berkencan dengan duda anak satu itu? (Tajima). Yuri menjawab sudah berakhir, karena Tajima mencarikan sosok yang bisa menjadi ibu untuk anaknya.

“Dengan kata lain, penyebabnya bukanlah pria lain. Memang tidak ada peluang untuk diriku sendiri. Aku memahaminya dengan baik.”

“Ayo kita minum lagi di bar Yama-san.” Ajak Yuri.

“Aku tidak pernah menganggap Yuri-san adalah bibiku. Kita akhiri saja sampai di sini.” Kazami meminum wine nya.

   Setelah Kazami pergi, Yuri menikmati minumannya sendiri “Enak sekali.”

    Mikuri mulai bekerja, ia dari Waku-waku, Iso-iso sekaligus anggota Komite aksekutif Aozora. Mikuri membagi-bagikan kartu nama yang ia tulis sendiri (kkkkkkk). Ia meminta izin memfoto.

   Yasue baru saja meladeni pelanggan, Mikuri datang. Ia lelah dan lapar. Yassan, Hirari, dan Mikuri makan bersama. Mikuri memuji kare buatan Yassan enak. Yassan merasa senang dipuji begitu, rasanya begitu berharga. Mikuri menjawab itu karena gratis. Yassan hanya bisa melakukan ini untuk Mikuri, balasan terimakasih karena Mikuri bersedia membantunya.

Selainya Yassan tidak banyak terjual, ia juga tidak bisa mengandalkan dapurnya Tanaka untuk mengolahnya lagi. Mikuri tahu, orang tua juga ada keperluan lainnya. Dan mengenai dapur umum untuk Aozora ada sedikit masalah. Mau bagaimana lagi? Yang bisa mereka lakukan adalah berusaha yang terbaik mungkin.

    Rapat pertanggungjawaban kedua menajemen bersama perusahaan 303. Hiramasa ingin dengar pendapat jujur dari Mikuri setelah 2 minggu ini mencoba.

“Apa boleh aku bicara jujur?”

“Silahkan” kata Hiramasa.

“Walaupun aku tidak memperoleh banyak pendapatan, persentase pembagian pekerjaan rumahtangga untukku terlalu banyak. Tapi aku menyetujuinya. Itu sebabnya Hiramasa-san lupa melakukan bagianmu. Sudah terlambat untuk melakukannya, lalu pembagian tugas yang kau dapatkan sangat sedikit, kan?. Dibandingkan denganku beban pekerjaan rumahtanggamu lebih sedikit.”

Adakalanya Mikuri merasa begitu. Hiramasa meminta maaf sambil tertunduk menyesal.  Mikuri balik tanya bagaimana pendapat Hiramasa-san setelah 2 minggu ini?.

“Apa boleh aku bicara jujur?”

“Silahkan” kata Mikuri.

“Mikuri-san, aku mengkhawatirkan penurunan kualitas kebersihanmu. Debu menumpuk di sudut ruangan dan noda di cermin.”

“Sejujurnya aku.. Aku tidak terlalu teliti. Terutama dalam menyapu sekeliling ruangan dengan tipe persegi.”

Hiramasa bingung, tapi bukankah selama ini bisa bersih?. Mikuri menjawab, itu karena ini pekerjaannya.. maka harus melakukannya dengan sesempurna mungkin. Kalau dibayar dan dalam pekerjaan Mikuri tentunya akan berkonsentrasi penuh.

   Menurut Mikuri kalau tingkat kebersihan tidak mengganggu kelangsungan hidup mereka… jangan dipermasalahkan, toh mereka masih bisa bertahan  hidup (ahahahahaha…)

Hiramasa syok, baru tahu istri sempunanya yang dianggapnya paling mengerti soal kebersihan rumahnya ini… ternyata ada celah mencengangkannya juga. Mikuri segera meminta maaf, tapi kalau Hiramasa-san sebegitu mengkhawatirkan soal kebersihan rumah maka itu menjadi bagian tugas Hiramasa-san. Dan sebagai gantinya Mikuri akan mengerjakan yang lain. Hiramasa tidak menolak, ia bersedia melakukan tugas bersih-bersih sampai ke celah-celahnya (ini orang sejak episode awal strict banget soal masalah kebersihan.)

Komentar:

      Tadinya aku malas komentar di part ini, maunya langsung di part 3 nya saja, tapi ini memang aneh dramanya. Konyol! Lain dari yang lain! Sesuatu sekali!. Kuharap kedepannya ada banyak Remake entah film atau dorama We Married as Job, kalau pihak Korea atau Tiongkok maupun Taiwan juga bersedia remake pun aku tidak akan mencelanya *wkwkwkwkwk, setiap tim produksi pasti punya taste nya sendiri dan pangsa pasar sendiri. Tokoh yang namanya Hiramasa memang unik setengah mati, om om usia 35/36 tahunan, belum pernah pacaran, strict banget soal kebersihan. Lebih strict daripada milih pasangan. Aku nonton drama ini kepincut Gaky… kog sampai akhir gini terpukau dengan tingkah ajaibnya Hiramasa Tsuzaki terus sih???? Aneh! Aneh! XD

     Sampai sekarang aku tidak mengerti kenapa dia waktu flu malah mintanya dibelikan es krim?. Kenapa pas liburan bulan madu saat menyembunyikan obat kuat ekstrak kobranya pakai ada acara melesat least ke lantai segala? Aneh tahu gak sih? 0_0?. Bukannya kalau flu dan demam ada baiknya menghindari yang berbau es?, itu ekstrak kobranya langsung lempar perlahan ke bawah laci sambil jongkok kan bisaaaaa????. Dan kenapa cuman adegan pelukan bisa membuatku galaaaaauuuu??? XD

     Keputusanku untuk memberikan perhatian ke emprit jepang/burung pipit atau apalah itu namanya di balkon/veranda sudah tepat. Waktu emprit sendirian itu menggambarkan Hiramasa yang sendirian, lalu muncul satu lagi menggambarkan Mikuri. Pas ada angin menerpa keduanya pun juga sama menganalogikan Mikuri dan Hiramasa yang agak goyah hubungannya karena diterpa oleh masalah yang tak terduga. Ya… dorama ini terlalu banyak pesan eksplisitnya sih…, ahsudalah… lanjut part selanjutnya! Ikezo!!

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

Advertisements

2 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 11 Part 1

  1. Suami istri itu rekan sejawat,mau istri ibu rumah tangga , atau istri bekerja, kalau aku lebih senang di sebut ibu rumah tangga,(1×24 jam,7 hari seminggu)ngga ada taksiran gaji yg bnar2 bisa di anggap pantas utk mnghargai nilai IRT, buat istrimu bahagia maka terbayarlah segala lelahnya.gegara dorama ini sempat bcanda sama suami minta anggaran khusus , gaji sebagai istri ,,Karissa trims sinopsmya, dorama satu ini emang super duper beda

  2. @Annisa, selalu kagum dengan para istri dan ibu. Tangguh dan tahan banting, keren!. Wah.. setuju kalau bayarannya berupa kasih sayang dan pengertian suami. ^^

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s