Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 10 Part 2

      Mikuri menyiapkan banyak makanan yang enak malam ini. Hiramasa-san pulang, sekali lagi sebelum mereka makan Mikuri mengucapkan selamat ulang tahun. Hiramasa berterimakasih

Mereka makan dan terus tertawa serta tersenyum karena kabahagia’an yang berbeda sekarang ini. Setelah makan malam Mikuri membersihkan semuanya, dilihatnya Hiramasa-san duduk di kursi memegangi buku sudokunya. Sejak tadi Hiramasa-san tidak mengisinya walau ia sudah membukanya lama. Mikuri tahu Hiramasa-san hanya menungguinya selesai melakukan tugas rumah tangga, Mikuri gemas sekali dengan tingkah Hiramasa-san.

Mikuri berkhayal, ia berlari keluar rumah dan menuju tebing di pinggir laut dan berteriak “Hiramasa-san terlalu imut~!”

Mikuri  segera sadar dari khayalan gilanya tersebut. Hiramasa-san tanya apa Mikuri sudah selesai bersih-bersihnya?. Mikuri menjawab belum selesai. Hiramasa berjalan menjauh dengan agak kikuk. Mikuri yang masih gemas langsung berlari dan memeluk suaminya dari belakang. Membuat Hiramasa terkejut.

     Hiramasa-san malu-malu, dia menoleh sekilas dan menyebut Mikuri terlalu manis. Mikuri balas mengatakan “Akulah yang seharusnya bilang begitu”

“Apa?” Hiramasa-san menoleh.

Mikuri menyandarkan diri ke bahu Hiramasa dan menyebut Hiramasa-san itu imut dan imut sekali. Sampai Mikuri ingin meneriakkannya dari atas tebing dengan sepenuh hati.

Hiramasa-san tidak mengerti apa maksud pria disebut pria yang imut. Mikuri lalu melepaskan pelukannya dan berdiri di hadapan Hiramasa. Mikuri menjelaskan kalau pria imut adalah yang paling kuat. Dalam kasus keren, aku mungkin kecewa kalau kau terlihat jahat. Tapi kalau dalam kasus imut, apapun yang kau lakukan kau tetap imut. Aku bertekuk lutut dihadapan keimutanmu. Ini adalah penyerahan diri secara penuh.

Tetap saja Hiramasa-san tidak mengerti. Mikuri meminta Hiramasa-san seperti biasanya saja. Hiramasa-san menggandeng tangan Mikuri dan duduk di sofa. Ada satu hal yang ingin Hiramasa-san minta dari Mikuri

Ia ingin Mikuri berhenti kerja di rumahnya Kazami. Bukannya Hiramasa-san tidak mempedulikan hubungan Mikuri dengan Kazami, hanya saja memikirkan Mikuri dan Kazami berdua saja di rumah membuat Hiramasa-san cemburu. Mikuri mengerti, ia dulu antusias bekerja di rumah Kazami demi penghasilan tambahan untuk melunasi cicilan biaya pengobatan giginya. Sekarang ia akan berhenti kerja di rumah Kazami. Hiramasa senang mendengarnya, ia berterimakasih banyak.

     Mikuri mengutarakan maksudnya berhenti kerja di rumah Kazami. Kazami meresponnya dengan baik. Mikuri tanya bagaimana kehidupan Kazami selama ada asisten rumah tangga?. Kazami menjawab itu lebih mudah dan dia tidak bisa membayangkan apakah bisa sendirian. Mikuri penasaran tidakkah Kazami-san ingin berkencan, menikah dan hidup dengan orang lainnya?.

Kazami balik bertanya adakah orang yang bisa hidup sendirian?. Mikuri mencontohkan Yuri-chan, dari dulu sampai sekarang Mikuri tidak bisa membayangkan Yuri-chan hidup dengan orang lain.

“Sampai kapan dia mencari seseorang untuk berkencan dengannya?” tanya Kazami

“Yah, begitulah” jawab Mikuri.

Kazami memberitahukan sekarang ini ada wanita agresif yang ada disekitarnya, Igarashi. Kazami sendiri bahkan tidak tahu banyak soal Igarashi, apa yang perlu dilihat darinya?. Membuat kepalanya pusing saja.

“Kazami-san, kau pria yang romantis, kan?”

“Apa?”

“Apa kau tidak ingin terhubung dari hati? Aku ingin kau tidak hanya melihat penampilan mereka saja. Kalau begitu, apa yang ada di dalam diri wanita yang membuatmu sakit kepala. Kalau ada kemungkinan untuk melihatnya, Kenapa kau tidak mengintip ke dalamnya sekali saja?”

~We Married as Job~

     Jam makan siang, Tsuzaki penasaran tidak biasanya Numata-san izin libur. Hino bilang kondisi kesehatannya Numata-san tampaknya kurang baik, ia khawatir kalau-kalau Numata-san meninggal tiba-tiba. Tsuzaki menyuruh Hino jangan berkata yang seperti itu.

   Dokter melihat ada beberapa tukak lambung stadium awal. Tukak lambung merupakan luka akibat terkikiskan lapisan dinding lambung. Dokter meminta Numata jangan terlalu stres. Numata tampaknya selama ini menumpuk banyak stres yang tak tertahankan, dan maunya ia ingin bekerja di tempat yang nyaman.

Dokter menegaskan Numata perlu beristirahat.

[Aku tidak dapat apa-apa saat aku libur] orang yang dikirimi pesan balas menjawab ada banyak setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan. [Kalau begini aku bisa mati. Tapi aku tidak akan mati, lol] jawab Numata sembari tersenyum.

    Tsuzaki juga sudah memikirkannya dengan hati-hati. Saat pertengkaran dalam satu rumah pecah, siapapun pasti akan bisa menemukan kesalahannya. Hino balas mengatakan ia bersyukur sekarang ada istri bersamanya, menurut Hino pernikahan itu seperti peralatan keamanan, akan sulit menghadapi sesuatu yang terjadi kalau kita sendirian. Kalau berdua, bagaimanapun caranya pasti bisa menyelesaikannya. Ini seperti salah satu kebijakan untuk bertahan hidup.

Hino lalu berseloroh apa tadi dia mengucapkan kata-kata yang bagus? Aku mengatakannya, ‘kan?.

    Mikuri menggendong Hirari dan terus menghela napas bahagia. Yasue kesal Mikuri menghela napas terus, ia membuatnya khawatir soal Hirari yang sedang digendong Mikuri. Mikuri meminta maaf, dalam hati ia rasa walau sebahagia apapun ia sekarang… ia tidak bisa bercerita karena ini adalah kehidupan kisah cintannya. Perasaan bahagianya pengantin baru!

    Khayalan sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Mereka menghadiri acara televisi. Masuk dan disambut banyak tepukan para penonton.

Hiramasa: Kami dari Yokohama, Perfektur Kanagawa. Tsuzaki Hiramasa, 36 tahun.

Mikuri: Saya istrinya, Mikuri. 26 tahun. Kami berpelukan setiap hari. Kami menghabiskan malam bersama di sofa. Sebelum tidur, kami berciuman.

Mikuri malu-malu mengungkapkannya. Sementara itu Hiramasa-san pun juga tersipu-sipu mengingatnya (ahahahahaha gemes! Pengen aku bungkus dua orang ini ke parcel tahun baru! Hahahahaha…)

Mikuri: Hari libur kemarin, sepanjang hari kami berduaan di rumah.

Hiramasa: Saya bersyukur.

Mikuri: Saya berusaha untuk membaginya semaksimal mungkin. Tapi lama-lama jam kerja telah terkikis dalam urusan pribadi.

Hiramasa-san mengingatkan itu bukanlah salahnya Mikuri-san. Itu adalah kesalahanku (Hahahahahahaaaa… gaji nambah kalau gitu! Naikkan gajinya!!! Bos yang berbahaya #akuMerasaGila XD)

Mereka saling pandang pengertian satu sama lain. “Aku bersyukur” kata Hiramasa, “Aku bersyukur” Mikuri juga

Hiramasa-san tersenyum-senyum sendiri. Khayalan menggemaskan di atas rupanya adalah khayalannya Hiramasa (ROFL), dia heran sendiri bagaimana bisa mengkhayalkan hal yang seperti itu mengenai pengantin baru?. Setiap hari berpelukan dan berciuman, jam kerja terkikis oleh urusan pribadi.

Ia merasa amoral namun juga bersyukur, ia memperhatikan sepasang burung di balkonnya. Pernikahan adalah salah satu kebijakan untuk bertahan hidup. Tiba-tiba angin menerpa kedua burung tersebut, makanannya terbang dan para burung mencuit gelisah, Hiramasa juga sama terkejutnya melihat burung-burung itu kesulitan.

    Numata mengirimkan pesan, ia meminta maaf karena mengganggu hari liburnya Tsuzaki tapi ada hal yang ingin Numata bicarakan.

Igarashi dan Kazami ada di “Pameran Warisan Budaya Dunia, Lascaux: Lukisan gua dari zaman es”. Igarashi tidak menyangka Kazami datang. Kazami mengajak Igarashi melihat-lihat karena sudah datang, ia tidak menyangka Igarashi tipe orang yang suka menghadiri acara seperti ini.

Igarashi mengelak, ia hanya dapat tiket dari temannya. “Jadi kau terpaksa?” tanya Kazami. Igarashi membenarkannya, namun ia senang datang dengan pria baik seperti Kazami. Kazami pura-pura mengeluh karena telah dimanfaatkan.

Igarashi penasaran bagaimana lukisan gua ini dibawa kemari?. Kazami memberitahukan yang asli tentunya masih di tempat asalnya, karena tidak boleh dibawa kemana-mana. Igarashi mengerti, jadi ini hanyalah replika.

Kazami kebetulan melihat Yuri bersama Tajima. Sama terkejutnya namun mereka tidak mengatakan apa-apa atau langsung menyapa, Tajima tanya ke Yuri apa mengenal pria itu?. Yuri membenarkannya, mereka bekerja di gedung yang sama

Kazami berterimakasih atas tempo hari lalu. Yuri sama berterimakasihnya. Lampu dipadamkan, lukisan di dinding terlihat menyala dengan warna biru, tampak indah di kegelapan. Yuri benar-benar kagum, ia rasa 20 ribu tahun lalu lukisan ini dibuat, tapi entah kenapa bisa ada di sini.

Setelah mengatakannya Kazami dan Yuri saling pandang, dengan tatapan yang hanya mereka berdua sendiri saja tahu apa artinya. Namun segera saling membuang muka.

Igarashi memuji Yuri dan Tajima pasangan yang hebat satunya modis dan satunya keren. Kazami bilang mereka bukan pasangan suami istri. Igarashi mengerti sepertinya Kazami mengenal mereka dengan baik.

    Tajima memuji Kazami dan Igarashi pasangan yang sangat serasi. Yuri membenarkannya. Tajima tahu tampaknya si pria tadi memperhatikan Tsuchiya, ada hubungan apa mereka sebenarnya?. Yuri mengelak tidak ada apa-apa, bahkan pria tadi jarak usianya 17 tahun lebih muda daripada dirinya. Tajima tergelak sendiri mendengarnya.

    Yassan mengeluhkan selai sayurannya yang tidak banyak terjual walau sudah ditata rapi di pinggir jalan. Mikuri pikir bagaiamana kalau letakkan tanda di ujung jalan sana, kebetulan ada toko roti tak jauh dari sini, selai dan roti… perpaduan yang bagus sekali. Yassan terkejut, Mikuri salah mengira Yassan tidak setuju dengan idenya, Mikuri bilang ia hanya berkhayal saja tadi.

Yasue mengajaknya mengutarakan ide selai dan roti. Menemui orang-orang yang sedang rapat, mereka ini generasi penerus kedua dan ketiga dari bos-bos toko-toko di situ. Seminggu sekali mereka mengadakan rapat strategi penjualan seperti ini.

h16

   Yasue mengingatkan walau disebut rapat mereka aslinya hanya berkumpul untuk minum dan makan bersama saja. Orang-orang tertawa.

Mikuri memberikan usul bagaimana kalau menjajakan dagangan di sekitaran kuil. Semua terdiam sejenak, lalu setuju dengan idenya Mikuri. Mikuri merendah itu hanya imajinasinya saja. Semua barang-barang dipertimbangkan bagaimana cocoknya jika dijual di luar toko.

Memang dalam bisnis ini nanti akan menghasilkan laba yang kecil, namun dari sisi psikologisnya para pengunjung akan bisa melihat-lihat dan mengenal apa-apa yang dijual di daerah mereka dan para pedagang memperkenalkan dagangan khas mereka. Mikuri menyarankan mereka sebaiknya melakukannya bukan semata-mata mencari untung yang besar. Salah satu diantaranya mengajak Mikuri bagaimana kalau membantu mereka saja?.

     Numata menjelaskan dampak akuisisi Perusahaan M, tingkat penjualan perusahaan kita akan turun sampai 40%. Untuk merampingkan manajemen, perlu dilakukan restrukturisasi.

“Jadi maksudnya.. itu aku?” tanya Tsuzaki. Numata mengiyakannya. Numata meminta Tsuzaki jangan salah paham dulu, Tsuzaki merupakan salah satu teknisi yang paling baik di perusahaan. Sesuai dengan gaji tahunannya Tsuzaki yang tinggi. Kalau dilihat lagi dari sebagian besar pekerjaan, nantinya bakat Tsuzaki akan terbuang percuma. Ini tidak sesuai dengan anggaran belanja perusahaan.

Dan satu lagi, Numata yakin Tsuzaki masih belum menikah, kan?.

Numata mendengarnya saat Kazami dan Tsuzaki mengobrol dulu. Numata juga sudah memastikannya ke bagian general affair.

“Walaupun belum diakui secara hukum..” Tsuzaki hendak menjelaskan.

“Aku tahu..” Numata memotongnya. “Sebenarnya perusahaan kita menentang pernikahan. Sudah bagus mereka memberi izin untuk memasukannya ke dalam jaminan sosial. Tapi, kalau hanya ada dua orang yang dipekerjakan, kalau harus memilih salah satu karyawan untuk restrukturisasi. Pasti akan lebih mudah untuk memilihmu.”

Ini karena Tsuzaki mampu membayar seseorang bekerja dengannya. Tidak seperti Hino-kun yang punya anak san istri untuk dinafkahi.

“Tentu saja. Kalau masih belum didaftarkan, Itu artinya bukan aku yang bertanggungjawab, kan?” Kata Tsuzaki.

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

Advertisements

1 thought on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 10 Part 2”

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s